Centerindonesia – Bupati Siak Afni Z memberikan dukungan moril kepada keluarga dan kedua orang tua Muhammad Shidqie Saputra (13), bocah yang tenggelam di Sungai Siak, pada rabu sore, tepatnya di dermaga depan Kelenteng Siak, Kamis (6/8/2026).
Afni langsung meninjau dan memastikan seluruh unsur yang terlibat bekerja secara terpadu serta mengoptimalkan upaya pencarian korban yang hingga kini belum ditemukan.
Sebelumnya, Bupati Afni memiliki agenda pemerintahan di Jakarta, setibanya di Siak Afni langsung menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI Angkatan Laut, BPBD, Polri, KSOP, nelayan, penyelam tradisional, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 15.10 WIB. Korban diketahui bernama Muhammad Shidqie Saputra (13), warga Jalan Raja Kecik, Kecamatan Siak. Remaja itu merupakan putra dari Endang Saputra (49), seorang wiraswasta.
Afni menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban. Menurutnya, kejadian tersebut bukan hanya menjadi duka bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kabupaten Siak.
"Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Pemerintah daerah akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi agar ke depan pengawasan dan aspek keselamatan di kawasan sungai dapat ditingkatkan," ujar Afni.
Untuk mempercepat pencarian, Pemerintah Kabupaten Siak terus berkolaborasi dengan seluruh instansi terkait. Selain mengerahkan armada milik pemerintah, pencarian juga melibatkan kapal nelayan dan penyelam tradisional yang memiliki pengalaman melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Siak.
Menurut Afni, hari kedua hingga hari ketiga merupakan fase yang paling krusial dalam operasi pencarian korban tenggelam. Karena itu, seluruh sumber daya yang tersedia dimaksimalkan agar peluang menemukan korban semakin besar.
"Kita kerahkan semua armada yang bisa digunakan, baik kapal pemerintah maupun kapal masyarakat. Kami juga sudah berkoordinasi dengan KSOP dan kapal-kapal yang melintas agar segera memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban," katanya.
Selain fokus pada proses pencarian, Pemerintah Kabupaten Siak juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di sejumlah titik yang berbatasan langsung dengan Sungai Siak. Langkah yang disiapkan antara lain pembentukan pos pengamanan khusus yang dilengkapi pelampung serta peralatan keselamatan darurat.
Afni menilai kondisi Sungai Siak saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Meski permukaan air terlihat tenang, arus bawah sungai cukup kuat dan berpotensi membahayakan siapa pun yang beraktivitas di sekitarnya, terutama anak-anak dan warga yang tidak memiliki kemampuan berenang.
"Arus Sungai Siak tidak bisa dianggap sepele. Kami mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, agar tidak berenang di lokasi yang tidak aman demi menghindari kejadian serupa," ucapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar korban segera ditemukan. Menurut Afni, musibah ini hendaknya menjadi momentum memperkuat kepedulian terhadap keselamatan di kawasan sungai tanpa saling menyalahkan.
"Tadi keluarga korban menyampaikan harapan agar peristiwa ini menjadi yang terakhir. Mudah-mudahan kita semua dapat mengambil hikmah dari kejadian ini dan menjadikannya sebagai evaluasi bersama. Jangan saling menyalahkan, mari bersama-sama mengirimkan doa agar korban segera ditemukan," tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Siak mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar Sungai Siak serta mematuhi setiap peringatan dan imbauan dari petugas guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.
(Alonk/MC Siak)
