M C I

Senin, 01 Juni 2026

Penandatanganan Fakta Integritas Pimred Media Online Lintas Mata Group





Centerindonesia Pekanbaru, 1 Juni 2026 – Para pimpinan redaksi media online yang tergabung dalam Lintas Mata Group menggelar rapat koordinasi, silaturahmi, perkenalan antar pimpinan media, sekaligus melaksanakan Penandatanganan Fakta Integritas sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjalankan tugas jurnalistik yang profesional, independen, berimbang, dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.


Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 1 Juni 2026 ini dilaksanakan di Cafe 515 Pekanbaru dan dihadiri oleh para pimpinan media online yang tergabung dalam Lintas Mata Group, di antaranya:


1. Imelda Samsi, SE – Pimpinan Redaksi Lintasmata.com

2. Suanra – Pimpinan Redaksi Kupasperistiwa.id

3. Sri Imelda – Pimpinan Redaksi Kilasbalik.site dan Sahabatadhyaksa

4. Diding Harianto – Pimpinan Redaksi Pilarrakyatpos.my.id dan Headline.news.web.id

5. Nisriadi – Pimpinan Redaksi Intelkriminal.co.id

6. Berli Oktora – Pimpinan Redaksi Reportase24jam.web.id dan Matapublik23.blogspot.com

7. Wawan – Pimpinan Redaksi Detikriaunews.com

8. Agustina – Pimpinan Redaksi Jurnalisonlineindonesia.site dan Fenomenahukumnews.my.id

9. Desy Suarni – Pimpinan Redaksi Mediacenterindonesia.my.id dan Lintasberitanasional.my.id

10. Amri Pilko – Pimpinan Redaksi TargetTipikorTV.com

11. Mirza Halawa – Pimpinan Redaksi Investigasi.top

12. Sandi Irwandi – Pimpinan Redaksi Nuansatv.com


Rapat yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut membahas berbagai program kerja, visi dan misi bersama, serta langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar media yang tergabung dalam Lintas Mata Group. Selain itu, para pimpinan media juga saling bertukar gagasan dan pemikiran demi kemajuan media masing-masing serta perkembangan dunia jurnalistik yang lebih profesional.


Penandatanganan Fakta Integritas menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga marwah pers, menjunjung tinggi integritas, independensi, serta menyajikan informasi yang akurat, tajam, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.


Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi antar pimpinan media, membangun komunikasi yang harmonis, serta menjaga kekompakan dan solidaritas sesama insan pers. Dengan kebersamaan yang terus terjalin, diharapkan seluruh media yang tergabung dalam Lintas Mata Group dapat semakin berkembang, maju, dan menjadi sumber informasi yang terpercaya bagi masyarakat.


Seluruh peserta yang hadir sepakat untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan profesionalisme, dan memperkuat kolaborasi antarmedia demi mewujudkan dunia pers yang sehat, independen, dan berintegritas.


"Integritas Menyatukan, Kebersamaan Menguatkan, dan Profesionalisme Menjadi Landasan dalam Berkarya."


(Ds)

Pamit Purna Bakti, Maizar Titipkan Pesan Persatuan untuk Keluarga Besar Pemasyarakatan Riau





Centerindonesia PEKANBARU – Suasana haru dan penuh kekeluargaan menyelimuti Ballroom Hotel Grand Suka Pekanbaru pada Jumat (29/5/2026) dalam acara Pelepasan Purna Tugas Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau, Maizar, Bc.IP., S.Sos., M.Si.


Mengusung tema “Meninggalkan Jejak Pengabdian, Menguatkan Semangat Kebersamaan”, kegiatan tersebut menjadi momentum penghormatan atas perjalanan pengabdian Maizar yang telah mengabdikan dirinya selama 36 tahun sebagai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.


Acara dihadiri para pejabat di lingkungan Kantor Wilayah Ditjenpas Riau beserta istri, para Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Riau, jajaran PT Taspen Kantor Cabang Pekanbaru, pimpinan BRI Regional Pekanbaru, Datuk Alfi Zahrin selaku Sesepuh PPS, pejabat struktural dan fungsional, serta keluarga besar Pemasyarakatan se-Provinsi Riau.


Momentum tersebut menjadi semakin istimewa karena di penghujung masa baktinya, Maizar memperoleh kenaikan pangkat menjadi Pembina Utama (IV/e), sebuah penghargaan yang mencerminkan dedikasi, loyalitas, integritas, dan pengabdiannya dalam memajukan Pemasyarakatan di Provinsi Riau.


Dalam sambutannya, Maizar mengaku tidak mudah berdiri di hadapan seluruh jajaran pada momen perpisahan tersebut. Baginya, Riau bukan sekadar tempat bertugas, tetapi telah menjadi rumah yang memberikan banyak pelajaran tentang loyalitas, kebersamaan, ketulusan, dan pengabdian.


“Riau bukan hanya tempat bekerja. Riau telah menjadi rumah yang mengajarkan arti kebersamaan, loyalitas, ketulusan dan pengabdian,” ungkap Maizar dalam sambutannya.


Dengan penuh kerendahan hati, Maizar juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran Pemasyarakatan Riau apabila selama masa kepemimpinannya terdapat kekurangan, baik dalam tutur kata, sikap maupun keputusan yang mungkin belum mampu memenuhi harapan semua pihak.


Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil selama menjabat semata-mata bertujuan untuk memberikan yang terbaik bagi organisasi. Menurutnya, berbagai capaian yang diraih selama ini tidak terlepas dari kerja sama, loyalitas dan kekompakan seluruh jajaran Pemasyarakatan Riau.


“Tidak ada keberhasilan seorang pimpinan tanpa orang-orang hebat di belakangnya. Saya merasa sangat beruntung pernah menjadi bagian dari keluarga besar Pemasyarakatan Riau,” ujarnya.


Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Maizar dan istri melalui prosesi adat Melayu berupa pemasangan tanjak, pemberian buket bunga, serta tari persembahan yang ditampilkan oleh warga binaan pemasyarakatan. Suasana semakin mengharukan saat ditayangkan video perjalanan pengabdian Maizar serta penyampaian kesan dan pesan dari para pegawai Pemasyarakatan Riau.


Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian cenderamata, penyerahan manfaat Taspen, pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun, serta ramah tamah bersama seluruh tamu undangan.


Pada kesempatan tersebut juga diumumkan bahwa estafet kepemimpinan Kantor Wilayah Ditjenpas Riau untuk sementara dilanjutkan oleh Muhammad Lukman, A.Md.IP., S.H., M.Si yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Riau dan dipercaya sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau.


Menjelang akhir acara, suasana haru kembali terasa saat prosesi Pedang Pora dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Maizar dan istri. Diiringi tepuk tangan seluruh hadirin, Maizar melangkah meninggalkan lokasi acara sebagai simbol berakhirnya masa tugas yang telah dijalani dengan penuh dedikasi dan pengabdian.


Meski telah memasuki masa purna bakti, Maizar menegaskan bahwa tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan dengan keluarga besar Pemasyarakatan Riau akan tetap terjalin. Ia berharap semangat kebersamaan yang selama ini dibangun dapat terus dijaga dan menjadi kekuatan dalam membawa Pemasyarakatan Riau semakin maju di masa mendatang.


Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau, Muhammad Lukman, A.Md.IP., S.H., M.Si, mengaku berat melepas sosok Maizar yang selama ini bukan hanya menjadi pimpinan, tetapi juga figur ayah, sahabat, sekaligus mentor bagi seluruh jajaran Pemasyarakatan Riau.


Menurut Lukman, kepemimpinan Maizar telah memberikan banyak pelajaran berharga tentang integritas, loyalitas, kedisiplinan, serta bagaimana membangun hubungan kekeluargaan di lingkungan kerja.


"Kami sangat berat melepas Bapak Maizar. Bagi kami, beliau bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga sosok ayah yang menjadi panutan, pembimbing, dan sahabat dalam menjalankan tugas. Di tengah kesibukannya, beliau selalu meluangkan waktu untuk memberikan arahan, masukan, serta membimbing kami agar dapat menjalankan tugas dengan baik," ujar Lukman.


Ia juga menilai Maizar sebagai sosok pemimpin yang mampu membangun komunikasi dengan semua pihak, baik internal maupun eksternal. Bahkan hubungan baik yang terjalin dengan insan pers selama ini menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung keterbukaan informasi dan kinerja Pemasyarakatan di Riau.


"Tidak hanya kepada jajaran pegawai, beliau juga sangat terbuka kepada rekan-rekan media. Beliau selalu melayani dan memberikan penjelasan dengan baik tanpa membeda-bedakan. Komunikasi yang terjalin selama ini menciptakan sinergi yang positif dalam mendukung tugas-tugas Pemasyarakatan," katanya.


Lukman menggambarkan Maizar sebagai sosok pemimpin yang tegas dalam prinsip, namun tetap rendah hati, humoris, dan dekat dengan seluruh pegawai. Karakter kepemimpinan itulah yang membuat kehadiran Maizar begitu membekas di hati para bawahannya.


"Beliau adalah pemimpin yang tegas, tetapi juga penuh kehangatan. Dalam keseharian, beliau selalu menciptakan suasana kerja yang nyaman. Banyak ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai kepemimpinan yang beliau wariskan kepada kami semua," ungkapnya.


Karena itu, kata Lukman, tidak mengherankan jika suasana pelepasan purna tugas Maizar dipenuhi rasa haru dari seluruh keluarga besar Pemasyarakatan Riau. Bagi mereka, perpisahan tersebut bukan sekadar berakhirnya masa jabatan, tetapi juga momen melepas seorang pemimpin yang telah meninggalkan jejak pengabdian dan keteladanan.


"Kami berharap dapat melanjutkan amanah ini dengan sebaik-baiknya dan meneruskan nilai-nilai pengabdian yang telah ditanamkan oleh Bapak Maizar. Kami ingin mengikuti jejak beliau, mengabdi dengan tulus hingga akhir masa tugas, serta meninggalkan kesan baik bagi organisasi dan masyarakat," tutup Lukman.**

(Ds)

Dari Cetiya Dharma Bakti, Semangat Waisak Hadirkan Remisi bagi 19 Warga Binaan Lapas Pekanbaru





Centerindonesia Pekanbaru, – Dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak Tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru melaksanakan kegiatan Pemberian Remisi Khusus Hari Raya Waisak kepada warga binaan yang beragama Buddha. Kegiatan berlangsung dengan khidmat di Cetiya Dharma Bakti Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Minggu (31/05).


Penyerahan remisi dilakukan secara simbolis oleh Plh. Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yusup Gunawan, bersama perwakilan Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Pekanbaru dan Kementerian Agama Kota Pekanbaru. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran petugas serta warga binaan Lapas Kelas IIA Pekanbaru.


Pada peringatan Hari Raya Waisak Tahun 2026 ini, sebanyak 19 orang warga binaan beragama Buddha menerima Remisi Khusus (RK) I, sebagai bentuk penghargaan dari negara atas perilaku baik dan keikutsertaan aktif dalam program pembinaan selama menjalani masa pidana.


Plh. Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yusup Gunawan, menyampaikan bahwa pemberian remisi merupakan hak warga binaan yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, remisi juga menjadi salah satu instrumen pembinaan untuk mendorong warga binaan terus menunjukkan perubahan perilaku yang lebih baik.


"Pemberian remisi ini merupakan bentuk apresiasi negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan sikap dan perilaku yang baik selama menjalani masa pembinaan. Kami berharap remisi yang diterima dapat menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas spiritual, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab," ujar Yusup Gunawan.


Kegiatan pemberian remisi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan. Kehadiran perwakilan MBI Pekanbaru dan Kementerian Agama Kota Pekanbaru menunjukkan sinergi dan dukungan terhadap pelaksanaan pembinaan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan.


Pemberian Remisi Khusus Hari Raya Waisak Tahun 2026 merupakan bagian dari komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memenuhi hak-hak warga binaan sekaligus mendukung terwujudnya tujuan sistem Pemasyarakatan, yaitu membentuk warga binaan yang sadar akan kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh masyarakat.


Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar serta ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas peringatan Hari Raya Waisak Tahun 2026.

(Ds)

Minggu, 31 Mei 2026

Teguhkan Nilai Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa, Lapas Kelas IIA Pekanbaru Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila





Centerindonesia Pekanbaru,  – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menggelar upacara bendera sebagai wujud penghormatan terhadap dasar negara sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, Senin (1/6).


Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yusup Gunawan, memimpin jalannya upacara yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Lapas Pekanbaru. Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebangsaan, diikuti oleh pejabat struktural, pegawai, serta perwakilan warga binaan sebagai bentuk implementasi nilai persatuan dan nasionalisme di lingkungan Pemasyarakatan.


Pada peringatan tahun ini, Hari Lahir Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar dan pandangan hidup bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam membangun peradaban dunia yang damai, harmonis, dan berkeadilan.


Dalam amanatnya, Yusup Gunawan membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof. Yudian Wahyudi. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Pancasila merupakan rumah besar bagi keberagaman Indonesia yang mampu mempersatukan seluruh elemen bangsa dalam satu cita-cita bersama. Keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekuatan yang harus terus dijaga dan dirawat melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila.


"Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik," demikian kutipan sambutan yang dibacakan Yusup Gunawan.


Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini, Lapas Kelas IIA Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan. Semangat Pancasila diharapkan menjadi landasan bagi seluruh petugas dalam memberikan pelayanan dan pembinaan yang profesional, humanis, serta berintegritas. Bagi warga binaan, momentum ini menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.


Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan persatuan, kedamaian, dan kemajuan dalam mewujudkan cita-cita nasional yang berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila.

(Ds)

Hari Lahir Pancasila, Harmoni Keberagaman Siak Cerminan Nilai Persatuan*





Centerindonesia Siak – Kehidupan masyarakat Kabupaten Siak yang terbiasa hidup berdampingan dalam berbagai perbedaan menjadi gambaran nyata bagaimana nilai kebersamaan terus terjaga dalam keseharian. Perbedaan suku, budaya, dan agama tidak menjadi sekat, melainkan bagian dari kekuatan sosial yang membentuk harmoni di negeri tanah pusaka, Siak.


Nilai itu kembali terlihat dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dipimpin Wakil Bupati Siak Syamsurizal sebagai inspektur upacara, berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Siak, Komplek Perkantoran Tanjung Agung, Kota Siak Sri Indrapura, Senin (1/6/2026).


Wakil Bupati Syamsurizal saat membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, ia mengatakan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk kembali menegaskan arti persatuan di tengah keberagaman bangsa dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. 


"Semangat persatuan dan kebersamaan yang tumbuh di tengah keberagaman masyarakat kita di Negeri Istana ini, perlu terus dijaga agar tetap rukun sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," ujar Syamsurizal. 


Menurutnya, kehidupan masyarakat Kabupaten Siak yang beragam selama ini mencerminkan nilai-nilai tersebut, di mana gotong royong, musyawarah, dan sikap saling menghormati masih kuat menjadi bagian dari kehidupan sosial.


Ia menegaskan, Pancasila juga menjadi bintang penuntun sekaligus jangkar moral yang telah terbukti ketangguhannya di tengah perubahan zaman, termasuk perkembangan teknologi dan dinamika global yang bergerak cepat.


Wabup syamsurizal juga menyampaikan, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan Pancasila.


"Hal itu sekaligus menegaskan bahwa nilai Pancasila tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus hadir dalam kehidupan nyata, termasuk dalam pelayanan publik agar keadilan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat  kabupaten Siak," sambungnya. 


Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tetap menjaga ruang digital di tengah derasnya arus informasi, serta mewaspadai berbagai potensi yang dapat memecah belah, termasuk intoleransi dan radikalisme.


Generasi muda turut menjadi perhatian. Pancasila diharapkan tidak berhenti sebagai hafalan, tetapi menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari, "Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah," tegasnya. 


Bagi Kabupaten Siak, peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa harmoni yang selama ini terbangun bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja, melainkan lahir dari kebiasaan saling percaya, menghormati perbedaan, dan menjaga kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.


(Rahma/MC Siak)

Sabtu, 30 Mei 2026

Silaturahmi Insan Pers dan Pimpinan Media Lintas Mata Group, Perkuat Solidaritas serta Rumuskan Visi Misi Bersama

 




Centerindonesia Pekanbaru – Suasana penuh keakraban dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan silaturahmi insan pers yang digelar di kawasan Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah (Siak IV), Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 15.25 WIB.


Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para pimpinan media dan jurnalis yang tergabung dalam Lintas Mata Group untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus membahas arah, visi, dan misi organisasi media ke depan agar semakin maju, profesional, dan berdaya saing.


Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum Lintas Mata Group, Datin Imelda Samsi, SE, bersama sejumlah pimpinan media (Pimred) dan insan pers yang tergabung dalam jaringan Lintas Mata Group.


Dalam sambutannya, Datin Imelda Samsi, SE menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi visi dan misi bersama Lintas Mata Group dalam membangun kekuatan media yang profesional, independen, dan solid.


"Visi utama kita adalah menghadirkan pemberitaan yang cepat, akurat, dan viral sehingga informasi dapat segera diterima masyarakat luas dengan tetap mengedepankan etika jurnalistik," ujarnya.


Selain itu, Datin Imelda juga menekankan pentingnya persatuan antar pimpinan redaksi dan insan pers agar semakin kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.


"Seluruh pimpinan media harus bersatu, saling menguatkan, serta lebih mawas diri terhadap berbagai bentuk jebakan dan tantangan yang dapat merugikan profesi wartawan," tegasnya.


Ia juga menyoroti pentingnya solidaritas antara anggota media ketika menghadapi permasalahan saat menjalankan tugas jurnalistik.


"Apabila ada rekan media yang mengalami kendala atau permasalahan di lapangan, maka kita harus saling bahu-membahu membantu mencari solusi dan penyelesaiannya. Kebersamaan adalah kekuatan utama kita," tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas upaya menjalin kerja sama yang lebih luas dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun sektor swasta, khususnya dalam bidang publikasi dan penyebarluasan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.


Tidak hanya itu, Lintas Mata Group juga mulai mempersiapkan agenda besar berupa peresmian Kantor Lintas Mata Group yang direncanakan berlangsung pada awal Juli 2026 mendatang.


Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna tersebut menghasilkan berbagai gagasan dan masukan konstruktif untuk kemajuan media-media yang tergabung di bawah naungan Lintas Mata Group. Para peserta berharap kebersamaan yang telah terjalin dapat terus dipertahankan sehingga melahirkan sinergi yang kuat dalam mendukung perkembangan dunia pers di Indonesia.


Ketua Umum Lintas Mata Group, Datin Imelda Samsi, SE, berharap seluruh pimpinan media yang tergabung dapat terus menjaga kekompakan, meningkatkan profesionalisme, serta membangun jaringan kerja sama yang luas demi kemajuan bersama.


"Dengan persatuan dan kebersamaan, kita akan menjadi lebih kuat, lebih solid, dan mampu membawa Lintas Mata Group berkembang lebih maju serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," tutupnya. ( Tim Red )

Perkuat Ketahanan Pangan Polres Siak Kelola 93,6 Hektar Lahan Jagung Dukung Swasembada Pangan Nasional





Centerindonesia Siak, – Dalam upaya berkelanjutan mendukung program ketahanan pangan nasional, Polres Siak terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian jagung di seluruh wilayah hukumnya. Berdasarkan data terbaru per 18 Mei 2026, total luas lahan yang disiapkan untuk penanaman jagung pada Kuartal I-II Tahun 2026 mencapai 93,6 hektar.


Dari total 93,6 hektar lahan yang tersedia, sebanyak 87,6 hektar telah berhasil ditanami. Program ini melibatkan sinergi antara jajaran Polsek, kelompok tani, dan pemanfaatan lahan di berbagai lokasi strategis di Kabupaten Siak.


Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, SH, SIK, MH melalui Ps.Kasi Humas Aiptu Dedek Prayoga, SH menjelaskan bahwa beberapa wilayah menunjukkan kontribusi lahan yang signifikan, di antaranya Polsek Sungai Mandau dengan 43,5 hektar, Polsek Kandis dengan 10 hektar, serta berbagai wilayah lainnya seperti Tualang, Kerinci Kanan, dan Lubuk Dalam. Optimalisasi ini mencerminkan komitmen kepolisian dalam menggerakkan sektor pertanian di tingkat akar rumput.


"Hingga saat ini, sebanyak 27,64 hektar lahan telah memasuki masa panen. Produksi jagung yang dihasilkan tercatat mencapai 22.468 kg. Meskipun produktivitas lahan menunjukkan tren positif, proses distribusi hasil panen menghadapi tantangan terkait pemenuhan standar kualitas.",Ucap Dedek


Lanjut diterangka beberapa hasil panen dari wilayah tertentu, seperti di Polsek Kandis dan Tualang, sempat terkendala oleh kadar aflatoksin yang tinggi dan tingkat kelembapan yang melampaui standar yang ditetapkan Bulog. Sebagai langkah solutif agar hasil tani tidak terbuang sia-sia, pihak kepolisian dan petani mengalihkan komoditas tersebut ke pasar alternatif, seperti pakan ternak ayam atau dijual langsung kepada masyarakat setempat dengan harga yang kompetitif.


"Sampai hari ini ( 29,05,2026 ), total jagung yang berhasil diserap oleh Bulog mencapai 12.584 kg. Polsek Koto Gasib mencatatkan angka penyerapan tertinggi dengan kontribusi 3.564 kg, diikuti oleh Polsek Kandis sebesar 7.069 kg.", ungkap Dedek


Pihak Polres Siak terus melakukan evaluasi dan pendampingan kepada para petani dan personel di lapangan. Fokus utama ke depan tidak hanya pada perluasan lahan, tetapi juga peningkatan edukasi mengenai teknik pascapanen agar hasil jagung dapat memenuhi kriteria standar pangan nasional, sehingga manfaat ekonomi bagi petani dan ketersediaan pangan daerah dapat terwujud secara maksimal.

(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done