M C I

Selasa, September 15, 2026

Turnamen Futsal Kalapas Cup Vol. II: Tim Residivis Blok E Ukir Kemenangan Sebagai Juara




 

Centerindonesia – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis sukses menggelar Turnamen Futsal Kalapas Cup Vol. II, yang resmi dibuka pada 5 September 2026. Ajang olahraga ini diikuti oleh 12 tim — terdiri dari 10 tim Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan 2 tim pegawai Lapas Bengkalis, yaitu Elpali A dan Elpali B. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan melalui olahraga, sekaligus sarana mempererat kebersamaan dan menanamkan nilai sportivitas di lingkungan Lapas.

 

Setelah melalui serangkaian pertandingan yang penuh persaingan, Tim Elpali B berhasil melaju hingga babak final dan berhadapan dengan Tim Blok E (Residivis) pada Senin, 14 September 2026. 


Pertandingan berlangsung sangat sengit dan menarik, dengan kedua tim saling menyerang dan menunjukkan permainan terbaiknya. Dukungan serta antusiasme para penonton turut menambah semarak dan semangat jalannya pertandingan. Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan, Tim Residivis Blok E berhasil meraih kemenangan dengan skor akhir 7–4.

 

Laga final tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP), para pegawai, serta seluruh Warga Binaan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan penuh semangat dari seluruh peserta maupun penonton.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah mengikuti turnamen dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.

 

“Saya mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti Kalapas Cup Vol. II dengan penuh semangat dan sportivitas. Menang atau kalah adalah bagian dari pertandingan, namun yang paling utama adalah bagaimana kegiatan ini menjadi wadah pembinaan, membangun kebersamaan, kedisiplinan, serta menumbuhkan sikap sportif bagi Warga Binaan maupun pegawai. Selamat kepada Tim Residivis yang berhasil meraih kemenangan, dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga turnamen ini dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Kalapas.

 

Melalui kegiatan olahraga seperti Kalapas Cup Vol. II, Lapas Kelas IIA Bengkalis terus berupaya menciptakan kegiatan pembinaan yang positif, produktif, dan membangun karakter. Selain itu, ajang ini juga menjadi sarana menjaga kebugaran sekaligus memperkuat hubungan yang harmonis antara Warga Binaan dan petugas.

 

(Ds)

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Siaga Karhutla, Koordinasi BNPB Perkuat Langkah Terpadu di Riau

 






Centerindonesia – Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP menghadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara terpusat melalui video conference bersama BNPB di Ruang Kenanga, Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Selasa (15/9/2026).


Pertemuan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi pusat dan daerah untuk merespons perkembangan Karhutla sekaligus memastikan langkah penanganan di lapangan berjalan cepat dan terpadu.


Bersama Pangdam, hadir Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Kajati Riau I Dewa Gede Wirajana, S.H., M.H., Kepala BPBD Provinsi Riau M. Edy Afrizal, S.E., M.H., serta unsur Forkopimda dan instansi terkait.


Rakor membedah perkembangan titik Karhutla, langkah pencegahan dan pemadaman, kesiapan personel hingga dukungan sarana dan prasarana. Koordinasi lintas instansi turut menjadi perhatian untuk mempercepat respons ketika ditemukan kebakaran maupun titik asap baru.


Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama unsur Polri, pemerintah daerah, BPBD dan instansi terkait terus memperkuat pemantauan serta penanganan di wilayah rawan. Upaya tersebut diarahkan untuk mencegah api meluas sekaligus menekan dampak Karhutla terhadap masyarakat, lingkungan dan aktivitas perekonomian.


Karakteristik sejumlah wilayah Riau yang memiliki lahan gambut membuat kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas. Karena itu, deteksi dini, pemantauan wilayah rawan serta kecepatan pengerahan unsur di lapangan terus diperkuat.


Rakor berlangsung tertib dan lancar dengan satu penekanan utama: Karhutla membutuhkan respons cepat, koordinasi kuat dan kerja terpadu seluruh unsur, dari pusat hingga personel di lapangan (pendam19)

(Ds)

Senin, September 14, 2026

Tingkatkan Kebugaran dan Kekompakan, Pegawai Lapas Tembilahan Gelar Kegiatan Bersepeda Bersama





Centerindonesia, 12 September 2026 – Dalam rangka menjaga kebugaran fisik dan mempererat kebersamaan antarpegawai, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan menggelar kegiatan olahraga bersepeda bersama, Sabtu (12/9). Kegiatan yang diikuti oleh jajaran pegawai beserta peserta magang ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Tembilahan, Wahyu Prasetyo.


Seluruh peserta tampak antusias mengayuh sepeda menyusuri rute jalan raya yang telah ditentukan. Selama kegiatan berlangsung, seluruh pegawai mengikuti jalannya olahraga bersama ini dengan tertib serta tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan berkendara. Rangkaian acara pun berjalan di bawah pengawasan dan pendampingan dari jajaran pimpinan demi memastikan situasi tetap kondusif.


Kalapas Tembilahan, Wahyu Prasetyo, menjelaskan bahwa kegiatan olahraga bersama ini merupakan agenda penting untuk menjaga imunitas dan kesehatan para petugas di tengah padatnya rutinitas kedinasan. Selain aspek kesehatan, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk membangun komunikasi yang positif di luar jam kerja.


“Kegiatan bersepeda ini bukan sekadar olahraga untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan kesehatan, tetapi juga sebagai sarana efektif untuk memupuk rasa kekompakan dan soliditas antarpegawai. Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar kegiatan positif seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin,” ujar Wahyu Prasetyo.


Pelaksanaan sepeda bersama ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan olahraga yang konsisten, Lapas Tembilahan berkomitmen untuk terus membentuk sumber daya manusia (SDM) yang sehat, prima, dan kompak, guna mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

(Ds)

Lapas Tembilahan Dorong WBP Produktif melalui Pembinaan Kemandirian






Centerindonesia – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan melaksanakan kegiatan Pembinaan Kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (14/9/2026) pukul 09.00 WIB. Kegiatan yang berada di bawah pengawasan Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) tersebut menjadi upaya Lapas dalam meningkatkan keterampilan, produktivitas, serta kesiapan WBP untuk kembali ke tengah masyarakat.


Pembinaan kemandirian dilaksanakan melalui sejumlah bidang keterampilan, meliputi laundry, pangkas rambut, perikanan, peternakan, dan pertanian. Pada bidang laundry, sebanyak lima WBP melaksanakan pencucian, pengeringan, penyetrikaan, pelipatan, hingga penataan pakaian dengan mengutamakan kebersihan dan kerapian. Sementara itu, satu WBP mengikuti kegiatan pangkas rambut sebagai bekal keterampilan di bidang jasa setelah menyelesaikan masa pidana.


Di bidang perikanan, dua WBP melaksanakan perawatan kolam budidaya ikan patin, nila, dan lele melalui kegiatan pemberian pakan, penambahan air, pemantauan kondisi ikan, serta pembersihan area kolam. Pada bidang peternakan, dua WBP melakukan pemeliharaan ayam kampung, meliputi pemberian pakan dan minum, pembersihan kandang, serta pemantauan kesehatan ternak. Adapun di bidang pertanian, empat WBP merawat tanaman kangkung, pepaya, dan terong melalui penyiraman, pemupukan, penyiangan, dan pemeliharaan lahan.


Kepala Lapas Kelas IIA Tembilahan, Wahyu Prasetyo, menegaskan pentingnya pengembangan pembinaan kemandirian secara berkelanjutan sebagai sarana membentuk WBP yang terampil, disiplin, dan bertanggung jawab. Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan bekal produktif bagi WBP setelah bebas. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar dengan pengawasan petugas Lapas.

(Ds)

Perkuat Pengawasan dan Pelayanan, Lapas Pasir Pangarayan Tindaklanjuti Arahan Dirjenpas





Centerindonesia Pengaraian -  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan mengikuti arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan, pelayanan, pembinaan, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat, Senin (14/9/2026).


Arahan tersebut mencakup sejumlah hal yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas pelaksanaan tugas Pemasyarakatan, di antaranya penguatan pelayanan, peran Hubungan Masyarakat (Humas), ketahanan pangan dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), pelaksanaan operasi gabungan, serta optimalisasi layanan komunikasi bagi warga binaan.


Dalam aspek pelayanan, penguatan Pos Bapas menjadi salah satu perhatian dalam mendukung pelayanan Pemasyarakatan. Keberadaan Pos Bapas diharapkan dapat membantu memberikan akses informasi dan layanan yang berkaitan dengan tugas Pembimbing Kemasyarakatan dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) secara lebih dekat dan mudah dijangkau.


Sementara itu, dari sisi pengawasan, jajaran Pemasyarakatan diarahkan untuk meningkatkan langkah pencegahan terhadap masuknya barang-barang terlarang, khususnya handphone ilegal dan narkoba ke dalam Lapas atau Rutan.


Hasil pelaksanaan kegiatan juga akan disampaikan kepada masyarakat melalui publikasi dan ekspos bersama media atau wartawan, sehingga masyarakat dapat mengetahui langkah-langkah yang dilakukan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.


Di bidang komunikasi publik, Humas juga mendapat perhatian untuk semakin aktif menyampaikan informasi yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat. Informasi mengenai pelayanan, kegiatan pembinaan, ketahanan pangan dan UMKM didorong untuk dikemas menjadi konten yang dapat memberikan gambaran mengenai berbagai aktivitas pembinaan di Lapas.


Pengembangan UMKM dan ketahanan pangan juga menjadi bagian dari upaya mendorong kegiatan produktif. Produk hasil pembinaan diharapkan dapat diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas melalui berbagai saluran informasi maupun kerja sama dengan pihak ketiga dan platform perdagangan elektronik.


Selain itu, optimalisasi Wartelsuspas menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung komunikasi warga binaan dengan keluarga secara tertib dan sesuai ketentuan. Keberadaan layanan komunikasi resmi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mencegah penggunaan handphone ilegal di dalam Lapas.


Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, menyampaikan bahwa arahan pimpinan menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan di lingkungan Lapas.


“Kami akan menindaklanjuti arahan pimpinan dengan terus memperkuat pengawasan, pelayanan dan pembinaan. Kami juga berkomitmen memberikan informasi yang terbuka dan positif kepada masyarakat mengenai berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Lapas Pasir Pangarayan,” ujar Efendi.


Menurutnya, sinergi dengan berbagai pihak juga diperlukan untuk mendukung terciptanya lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib dan kondusif.


“Kami berharap dukungan dan sinergi dari seluruh pihak dapat terus terjalin. Dengan koordinasi yang baik, kami dapat bersama-sama mendukung pelaksanaan tugas Pemasyarakatan sekaligus memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” tambahnya.


Melalui tindak lanjut arahan tersebut, Lapas Pasir Pangarayan terus berupaya menghadirkan pelaksanaan tugas Pemasyarakatan yang mengedepankan keamanan, pelayanan, pembinaan dan keterbukaan informasi, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas mengenai berbagai upaya yang dilakukan di lingkungan Lapas.

(Ds)

Penguatan Peran Pembimbing Kemasyarakatan





Centerindonesia Pekanbaru - Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai mengikuti kegiatan sosialisasi secara virtual yang membahas tentang penguatan peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pegawai Lapas Narkotika Rumbai dengan penuh antusias guna memahami dinamika baru dalam sistem penegakan hukum dan pemasyarakatan di Indonesia.


​Melalui sosialisasi strategis ini, para petugas mendapatkan pemahaman mendalam mengenai urgensi dan transformasi tugas Pembimbing Kemasyarakatan seiring dengan berlakunya KUHP Nasional. Peran PK dinilai semakin krusial, terutama dalam memberikan asesmen, rekomendasi, serta pengawasan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) agar selaras dengan prinsip keadilan restoratif.


​Keikutsertaan Lapas Narkotika Rumbai dalam agenda ini menegaskan komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menyelaraskan langkah dengan regulasi hukum terbaru. Diharapkan, pemahaman yang diperoleh dari kegiatan virtual ini dapat diimplementasikan secara optimal dalam mendukung proses pembinaan di dalam lapas

(Ds)

Panen Sayur Aquaponik Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan

 




Centerindonesia hari ini (25/09) pagi, Seksi Binadik dan Giatja melakukan panen sayur hasil dari pelatihan program kemandirian aquaponik antara Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan dengan TBM insani beberapa bulan yang lalu.


Aquaponik merupakan sistem pertanian berkelanjutan yang mengkombinasikan akuakultur dan hidroponik dalam lingkungan yang bersifat simbiotik. Program kemandirian Lapas Teluk Kuantan menggunakan akuakultur yang normal dengan ekskresi dari hewan yang dipelihara yakni ikan lele yang akan terakumulasi di air dan meningkatkan toksisitas air bagi tumbuhan.


Dengan hasil panen sayur aquaponik ini, dinilai program kemandirian berjalan dengan baik dan mencapai tujuan pembinaan.


“Kami terus berusaha dalam rangka pembinaan kemandirian bagi WBP berupa aquaponik ini agar berjalan dengan lancar dan membuahkan hasil. Alhamdulillah pada pagi ini kami dapat memanen dari usaha kami ini. Dengan tempat yang sangat terbatas kami masih bisa membuat program ini berjalan sebagai mestinya. Tentunya peran dari WBP sangat penting dalam program ini.” Ujar Kasi Binadik dan Giatja Yasir Arapat.


(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done