M C I

Sabtu, Oktober 03, 2026

Bupati Afni Wujudkan Harapan Warga, Anak-anak SD Negeri 17 Teluk Lanus Kini Belajar di Ruang yang Lebih Layak

 




Centerindonesia — Rasa senang terpancar dari wajah anak-anak SD Negeri 17 Teluk Lanus saat kembali memasuki ruang-ruang kelas yang kini lebih layak. Karena bangunan sekolah mereka usai direvitalisasi dan diresmikan Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si, di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kamis (1/10/2026). 


Bagi siswa dan guru, perubahan itu bukan sekadar soal bangunan baru. Ruang belajar yang selama belasan tahun menanti revitalisasi kini kembali memberi rasa aman dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar. Tidak tangung-tangung RAPP melalui CSR nya, menganggarkan dana sebesar Rp1,5 Miliar untuk revitalisasi bangunan sekolah tersebut.


Sekolah yang dibangun pada masa Bupati Siak Arwin AS tersebut, sebelumnya belum pernah mendapat revitalisasi. Kondisinya mulai memprihatinkan, dengan sejumlah ruang kelas miring dan lantai yang mengalami kerusakan.


Kondisi itu menjadi perhatian ketika Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si, berkunjung dan menginap di Kampung Teluk Lanus beberapa bulan lalu. Dalam dialog santai bersama masyarakat, persoalan sekolah disampaikan sebagai salah satu harapan warga.


Penghulu Teluk Lanus Irwan Syahroni mengatakan, masyarakat bersyukur harapan tersebut akhirnya terwujud melalui dukungan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).


“Alhamdulillah, hari itu terwujud. Saya mewakili masyarakat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Ibu Bupati dan RAPP atas dukungannya sehingga revitalisasi gedung sekolah SD Negeri 17 Teluk Lanus terwujud,” kata Irwan.


Revitalisasi tersebut mencakup sembilan lokal ruang belajar dan satu bangunan kantor. Bangunan yang sebelumnya membutuhkan perhatian kini disiapkan kembali untuk menunjang aktivitas belajar para siswa dan guru.


General Manager Senior Stakeholder Relations (SHR) PT RAPP Wan Mohd Jakh Anza mengatakan, pembangunan tersebut sejalan dengan visi April 2030, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat.


“Kami memiliki visi maju dan tumbuh berkembang bersama masyarakat, salah satunya pembangunan yang inklusif,” katanya.


Bagi Afni, revitalisasi sekolah di wilayah pesisir tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan upaya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.


Saat melihat langsung kondisi sekolah beberapa bulan lalu, Afni mengaku prihatin. Namun di tengah efisiensi APBD, pemerintah daerah harus mencari jalan lain agar persoalan tersebut tetap bisa diselesaikan.


“Saya berpikir ini kondisinya di tengah APBD efisiensi, namun kita tidak boleh menyerah. Pasti masih ada jalan lain dan orang-orang baik yang membantu kita,” ungkap Afni.


Persoalan itu kemudian disampaikannya kepada manajemen RAPP saat bertemu di Jakarta. Dukungan perusahaan akhirnya membuat revitalisasi SD Negeri 17 Teluk Lanus dapat direalisasikan.


Afni berharap perubahan fisik sekolah tersebut diikuti semangat baru dari siswa dan guru dalam menjalankan proses belajar mengajar.

“Dengan revitalisasi bangunan sekolah ini, diharapkan para siswa dan guru lebih bersemangat dalam melakukan aktivitas mengajar,” ujarnya.


Selain dukungan dunia usaha, Afni menyebutkan pemerintah pusat juga melakukan revitalisasi sekolah di Kabupaten Siak. Berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat 74 sekolah jenjang TK, SD dan SMP yang mendapat revitalisasi melalui dana APBN tahun ini dengan nilai sekitar Rp64 miliar.


Bupati perempuan pertama di Siak itu meminta kepala sekolah terus memperbarui data pokok pendidikan (Dapodik), sementara para penghulu ikut membantu mengingatkan sekolah di wilayah masing-masing agar kebutuhan pendidikan dapat terdata dengan baik.


“Kolaborasi seperti ini sangat membantu mewujudkan layanan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang memadai,” ucap Afni.


(Eko/MC Siak)

LAMR Siak Dukung Bupati Afni Pertanyakan Pemangkasan DBH Migas ke Menkeu

 




Centerindonesia —Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak mendukung penuh langkah Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si., menuntut hak dan menyurati Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mempertanyakan pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas oleh Kementerian Keuangan.


Ketua Umum MKA LAMR Siak H. Tengku Amaruddin bersama Ketua Umum DPH LAMR Siak Datuk Seri H. Arfan Usman menyatakan, langkah yang dilakukan Bupati Afni merupakan upaya memperjuangkan hak daerah sebagai penghasil migas.


“Siak ini salah satu daerah penghasil minyak. Sikap yang disampaikan Bupati Siak hanya menuntut hak. Apa sudah tak boleh kita menuntut hak kita? Kami sangat mendukung langkah Bupati Siak untuk menyurati Kemenkeu,” kata Tengku Amaruddin dan Arfan Usman, Jumat (2/10/2026).


Menurut Datuk Seri Arfan, pemangkasan DBH pada 2027 akan semakin membebani kemampuan Pemerintah Kabupaten Siak dalam menjalankan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.


“Kalau DBH Siak tahun 2027 dipangkas lagi, memang sangat membebani pemerintah daerah dalam melakukan pembangunan. Memang tak bisa nak buat apo-apo lagi,” ucapnya dengan logat Melayu Siak.


Datuk Seri Arfan juga mengajak seluruh elemen masyarakat Siak memberikan dukungan moral kepada Bupati Afni yang dinilainya terus memperjuangkan kepentingan daerah.


“Jika DBH dipangkas lagi, yang rugi masyarakat,” tegas Datuk Seri Arfan.


Sebelumnya, Pemkab Siak menyiapkan surat protes kepada Kementerian Keuangan menyusul anjloknya proyeksi DBH pertambangan minyak bumi Kabupaten Siak pada 2027. Hal ini diketahui bahwa rancangan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) 2027 yang disampaikan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) melalui Surat Nomor S-95/PK/2026 tertanggal 29 September 2026, DBH pertambangan minyak bumi Siak diproyeksikan hanya Rp36,56 miliar.


Angka tersebut turun drastis dibandingkan alokasi 2026 sebesar Rp132,04 miliar. Dengan demikian, terjadi penurunan sekitar Rp95,48 miliar atau 72,3 persen.


Terkait hal itu, Bupati Siak Afni Zulkifli bersama DPRD Siak akan berjuang dan melakukan audiensi ke Kementrian Keuangan. Untuk mempertanyakan sekaligus memperjuangkan hak fiskal Kabupaten Siak sebagai daerah penghasil migas.


Afni juga sempat menyoroti persoalan tunda bayar atau kurang salur DBH sejak 2023 hingga 2026 yang menurutnya masih menjadi kewajiban pemerintah pusat kepada daerah.


Penurunan DBH migas menjadi salah satu persoalan penting dalam proyeksi transfer Siak 2027. Dalam skema DBH non-earmark, total transfer pusat diproyeksikan mencapai Rp1,015 triliun atau naik sekitar Rp3,45 miliar dibandingkan alokasi dalam Rancangan KUA 2027.


Namun, kenaikan total transfer tersebut tidak serta-merta mencerminkan peningkatan DBH sumber daya alam. DBH bukan pajak/SDA justru diproyeksikan turun dari Rp139,15 miliar menjadi Rp40,98 miliar atau berkurang sekitar Rp98,16 miliar.


Komponen terbesar penurunan tersebut berasal dari DBH minyak bumi yang anjlok sekitar Rp95,48 miliar. Sementara DBH Provisi Sumber Daya Hutan turun Rp2,43 miliar, DBH pungutan pengusahaan perikanan turun Rp6,63 juta, dan DBH pertambangan umum turun sekitar Rp244,68 juta.


Di sisi lain, rancangan alokasi 2027 juga mencantumkan kurang bayar DBH sebesar Rp146,27 miliar untuk Kabupaten Siak. Nilai tersebut sama dengan angka yang tercantum dalam alokasi Rancangan KUA 2027.**

MTQ Jadi Momentum, Bupati Afni Perkuat Komitmen Siak sebagai Kabupaten Santri

 




Centerindonesia DALAM – Bupati Siak Afni menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Siak untuk memperkuat identitas daerah sebagai Kabupaten Santri. Komitmen tersebut disampaikan saat membuka MTQ XVI Tingkat Kecamatan Lubuk Dalam Tahun 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Amin, Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam, Jumat (2/10/2026).


MTQ XVI Kecamatan Lubuk Dalam berlangsung selama tiga hari, 2 - 4 Oktober 2026, dengan mengusung tema “Dengan MTQ XVI Tingkat Kecamatan Lubuk Dalam Tahun 2026, Kita Jalin Silaturahmi Dengan Menumbuhkan Kecintaan Pada Al Quran di Tengah Kemajuan Zaman.”


Afni mengatakan, pelaksanaan MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan agama serta membangun generasi yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an di tengah perkembangan zaman.


Dalam kesempatan tersebut, Afni juga menegaskan rencana Pemerintah Kabupaten Siak untuk memperkuat identitas daerah sebagai Kabupaten Santri. Menurutnya, hal itu akan diwujudkan melalui penguatan pendidikan Al-Qur’an, pondok pesantren, pembinaan santri serta kegiatan keagamaan yang berkelanjutan.


“Di peringatan Hari Santri nanti bersama Kemenag, kami beriktikad ingin menegaskan Kabupaten Siak sebagai Kabupaten Santri. Seluruh kecamatan di Siak ini sudah ada pondok pesantren, kita tinggal patenkan saja,” kata Afni.


Menurutnya, keberadaan pondok pesantren di seluruh kecamatan menjadi modal penting untuk membangun lingkungan pendidikan agama sekaligus menyiapkan generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an.


Komitmen tersebut, lanjut Afni, tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui pembinaan yang berkelanjutan. Salah satunya dengan memperkuat peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Siak.


Afni mengatakan, sejak awal menjabat sebagai Bupati Siak, ia memberikan perhatian terhadap keberadaan LPTQ yang sebelumnya menjalankan aktivitas di sebuah ruko. Kini, kantor LPTQ telah dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif di pusat Kota Siak Sri Indrapura untuk mendukung pembinaan generasi Qur’ani.


“Kita berharap Al-Qur’an bisa dipelajari bukan hanya untuk menyambut MTQ saja. Kalau ada bapak ibu dari kecamatan jauh-jauh ingin belajar tentang Al-Qur’an, bagaimana membaca indah Al-Qur’an, belajar kaligrafi, semuanya kita laksanakan secara gratis,” ujarnya.


Ia menegaskan, LPTQ harus menjadi ruang pembinaan kader secara berkelanjutan. Para peserta terbaik tidak hanya dipersiapkan ketika MTQ berlangsung, tetapi terus dilatih agar mampu membawa nama Kabupaten Siak di tingkat yang lebih tinggi.


Menurut Afni, upaya tersebut telah menunjukkan hasil. Dalam MTQ tingkat Provinsi Riau di Kuantan Singingi, peringkat Kabupaten Siak disebut mengalami peningkatan. Salah seorang kafilah asal Kabupaten Siak kemudian terpilih menjadi bagian dari kafilah Provinsi Riau pada MTQ tingkat nasional di Semarang dan berhasil meraih juara II cabang Tartil.


“Alhamdulillah, salah satu kafilah MTQ dari Kabupaten Siak berhasil membawa juara dua tingkat nasional bidang Tartil,” katanya.


Afni berharap capaian tersebut menjadi pemacu untuk memperkuat pembinaan Al-Qur’an di seluruh kecamatan. Ia juga menitipkan pesan kepada para dewan hakim agar proses seleksi dan perlombaan dilaksanakan secara adil dan jujur sehingga menghasilkan kader-kader terbaik.


“Carilah kader-kader terbaik, karena kita akan melatih mereka secara berkelanjutan, bukan hanya untuk menyambut momen MTQ, karena Al-Qur’an harus ada dalam aktivitas kita sehari-hari,” tegasnya.


Bupati Afni menilai momentum Hari Santri nantinya menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas tersebut. Pemerintah Kabupaten Siak akan mendorong keterlibatan pesantren, Kementerian Agama, para kiai, nyai, ulama dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan keagamaan.


“Kita ingin Siak dikenal bukan hanya karena sejarah dan budayanya, tetapi juga sebagai daerah yang hidup dengan Al-Qur’an, pesantren dan santrinya. Inilah yang ingin kita bangun bersama, agar identitas Kabupaten Santri tidak berhenti sebagai nama, tetapi benar-benar terasa dalam kehidupan masyarakat dan menjadi warisan bagi generasi Siak berikutnya,” pungkas Afni.

(Ds)

Pengawasan dan Penertiban Berlanjut, Tim II Kanwil Ditjenpas Riau Sambangi Lapas Bengkalis

 



 

Centerindonesia — Tim II Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau melaksanakan kegiatan Pengawasan dan Penertiban Barang serta Fasilitas Kamar Hunian di Lapas Kelas IIA Bengkalis, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh barang dan fasilitas di lingkungan pemasyarakatan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Dalam pelaksanaannya, Tim II yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Yusuf Gunawan, melakukan pemeriksaan menyeluruh pada setiap blok hunian untuk memastikan tidak terdapat fasilitas maupun barang yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pengawasan dilakukan secara teliti dan mendalam sebagai langkah strategis menjaga ketertiban, keamanan, serta menjamin pemanfaatan seluruh sarana prasarana sesuai dengan peruntukannya.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menyambut baik dan mendukung sepenuhnya pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kami sangat menyambut baik kedatangan Tim II Kanwil Ditjenpas Riau. Pengawasan ini menjadi cermin kepedulian pimpinan daerah agar pelaksanaan tugas di Lapas Bengkalis senantiasa berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan. Seluruh jajaran telah berkomitmen untuk senantiasa menjaga kepatuhan, memperbaiki kekurangan yang ada, dan memastikan pengelolaan fasilitas serta barang milik negara berjalan bersih, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Priyo.

 

Hasil pengawasan menunjukkan bahwa fasilitas di lingkungan blok hunian telah dikelola dan digunakan sesuai dengan standar yang berlaku. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap kondisi fisik, keberadaan, serta pemanfaatan barang milik negara guna memastikan seluruhnya berada dalam keadaan tertib, terawat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Pengawasan turut mencakup pemeriksaan Rumah Dinas yang dihuni oleh Pejabat UPT, meliputi kelengkapan administrasi Surat Izin Penghuni serta pelaksanaan pelabelan “Rumah Negara” sebagai tanda pengenal Barang Milik Negara (BMN). Melalui kegiatan ini, Tim II Kanwil Ditjenpas Riau terus memperkuat pengawasan dan penertiban secara berkelanjutan guna mewujudkan pengelolaan fasilitas pemasyarakatan yang tertib, taat aturan, serta akuntabel di lingkungan Lapas Kelas IIA Bengkalis.

 

(Ds)

Fertiplus Harmoni Hijau Inovasi Polda Riau Dikenalkan di Kuansing, Dukung Ketahanan Pangan






Centerindonesia,– Polres Kuantan Singingi memperkenalkan pemanfaatan pupuk cair organik Fertiplus Harmoni Hijau dalam kegiatan penanaman jagung pipil untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional Tahun 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi, Jumat (2/10/2026).


Fertiplus Harmoni Hijau merupakan pupuk organik ramah lingkungan hasil inovasi personel Polda Riau yang diproduksi oleh Polda Riau.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan pemanfaatan Fertiplus Harmoni Hijau menjadi salah satu upaya mendukung sektor pertanian sekaligus memperkenalkan inovasi ramah lingkungan kepada masyarakat.


"Fertiplus Harmoni Hijau merupakan pupuk organik ramah lingkungan hasil inovasi personel Polda Riau yang diproduksi oleh Polda Riau. Produk ini mendapat apresiasi di tingkat nasional karena menjadi salah satu inovasi pertanian penunjang kemandirian pangan," ujar Kapolres.


Menurutnya, pemanfaatan pupuk organik tersebut diharapkan dapat diperkenalkan kepada masyarakat, khususnya para petani, sebagai bagian dari pengembangan pertanian berkelanjutan.


"Kami terus mendorong sinergi bersama pemerintah daerah, penyuluh pertanian dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan. Penanaman jagung ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan pemanfaatan inovasi pupuk organik kepada petani," kata Kapolres.


Kegiatan penanaman jagung pipil dan pemberian pupuk tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB di dua wilayah dengan total luas lahan mencapai 6,25 hektare.


Sebanyak 6 hektare lahan berada di Kecamatan Cerenti yang tersebar di Desa Pulau Bayur, Kompe Berangin, Pulau Jambu, Pulau Panjang dan Kampung Baru Timur. Sementara 0,25 hektare lainnya berada di Desa Lubuk Kebun, Kecamatan Logas Tanah Darat.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Kuantan Singingi secara simbolis menyerahkan pupuk cair organik Fertiplus Harmoni Hijau kepada Ketua Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Cerenti, Rini Widarni, S.P.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman jagung pipil secara bersama yang melibatkan unsur pemerintah daerah, kepolisian, pemerintah kecamatan dan desa, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat serta para petani.


Kapolres berharap kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga program ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mendorong pemanfaatan inovasi pertanian yang ramah lingkungan.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Polres Kuansing Bersama Forkopimda dan Masyarakat Tanam 1.000 Bibit Pohon di Kebun Nopi





Centerindonesia,– Polres Kuantan Singingi bersama Forkopimda dan masyarakat melaksanakan pemberian serta penanaman 1.000 bibit pohon dalam rangka mendukung program Green Policing, Jumat (2/10/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung di Arena Venue Dayung Kebun Nopi, Desa Bukit Pedusunan, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi.


Kegiatan dihadiri Plt. Bupati Kuantan Singingi H. Mukhlisin, Kapolres Kuantan Singingi yang diwakili Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa, S.H., M.H., Ketua DPRD Kuansing H. Juprizal, S.E., M.Si., Pj. Sekda Kuansing Drs. Muradi, M.Si., para asisten, kepala dinas, Kasatpol PP, Kaban dan Kalaksa BPBD Pemkab Kuansing.


Selain itu, hadir Upika Kecamatan Kuantan Mudik dan Kecamatan Gunung Toar, kepala UPTD, para kepala desa/lurah dan Ketua BPD, kepala sekolah SD, SMP dan SMA se-Kecamatan Kuantan Mudik, siswa SMA serta masyarakat. Jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar 500 orang.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan penanaman 1.000 bibit pohon merupakan bagian dari program Green Policing yang digagas Kapolda Riau.


“Program Green Policing mengedepankan peran aktif Polri bersama masyarakat dalam menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan hidup. Penanaman pohon ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian alam,” ujar AKP Anra Nosa.


Menurutnya, keterlibatan Forkopimda, pemerintah kecamatan dan desa, pelajar serta masyarakat menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan membutuhkan partisipasi bersama.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut merawat bibit yang telah ditanam agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta generasi mendatang,” tambah Kapolsek.


Kegiatan pemberian dan penanaman 1.000 bibit pohon tersebut berlangsung dengan aman dan lancar serta mendapat partisipasi dari masyarakat yang hadir.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Polsek Singingi Tertibkan Dua Rakit PETI di Desa Kebun Lado






Centerindonesia,– Polsek Singingi jajaran Polres Kuantan Singingi menertibkan dua unit rakit yang diduga digunakan untuk aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) di Desa Kebun Lado, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Jumat (2/10/2026).


Penertiban tersebut dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB setelah personel Polsek Singingi menerima informasi terkait dugaan aktivitas PETI di wilayah tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, personel langsung melakukan penyelidikan dan penertiban ke lokasi.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Singingi IPTU Edi Winoto, S.H., M.H., mengatakan bahwa personel yang turun ke lokasi menemukan dua unit rakit PETI dalam kondisi tidak beroperasi.


“Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, personel menemukan dua unit rakit PETI yang tidak sedang beroperasi. Terhadap kedua rakit tersebut dilakukan penertiban dengan cara dirusak dan dibakar agar tidak kembali digunakan untuk aktivitas PETI,” ujar IPTU Edi Winoto.


Ia menyampaikan, penertiban tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi yang diterima terkait dugaan aktivitas PETI di wilayah Desa Kebun Lado.


Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Singingi yang dipimpin Ps. Kanit Intel AIPTU Eri Darmadi, S.E., bersama personel Reskrim dan Intel, melaksanakan penertiban serta mendokumentasikan kegiatan di lokasi.


“Dalam penertiban ini tidak ditemukan pelaku maupun barang bukti yang diamankan,” jelas Kapolsek.


Polsek Singingi akan terus melakukan pemantauan dan penertiban terhadap aktivitas PETI yang ditemukan di wilayah hukumnya sebagai upaya mencegah kembali beroperasinya aktivitas pertambangan tanpa izin.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done