M C I

Minggu, 26 April 2026

Polsek Jajaran Polres Kuansing Intensif Amankan SPBU, Antisipasi Penyalahgunaan BBM dan Kemacetan






Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Dalam rangka menjaga stabilitas kamtibmas serta memastikan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) berjalan sesuai ketentuan, jajaran Polres Kuantan Singingi (Kuansing) melaksanakan kegiatan patroli, pengamanan, dan pengaturan lalu lintas (gatur lalin) di sejumlah SPBU, Minggu (26/4/2026).


Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak oleh Polsek jajaran, di antaranya Polsek Kuantan Mudik, Singingi Hilir, Singingi, Cerenti, Kuantan Tengah, dan Pangean. Patroli difokuskan pada pengawasan antrean kendaraan, kelancaran arus lalu lintas, serta pencegahan potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran personel di SPBU merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi kemacetan, penimbunan, serta penyimpangan distribusi BBM di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.


“Personel kami turun langsung melakukan pengaturan lalu lintas, memberikan imbauan kepada masyarakat agar tertib saat mengantre, serta memastikan pihak SPBU menyalurkan BBM sesuai aturan yang berlaku,” ujar Kapolres.


Dalam kegiatan tersebut, petugas juga memberikan penekanan kepada pengelola SPBU agar tidak melayani pengisian BBM bersubsidi menggunakan jerigen, tangki modifikasi, maupun “baby tank”. Selain itu, pengisian BBM diwajibkan sesuai barcode dan identitas kendaraan guna mencegah penyelewengan.


Di beberapa lokasi, seperti di SPBU wilayah Singingi Hilir dan Cerenti, terpantau adanya peningkatan aktivitas masyarakat, khususnya pada pengisian Bio Solar. Namun secara umum, situasi antrean masih dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan gangguan berarti terhadap arus lalu lintas.


Sementara itu, di wilayah Kuantan Tengah, personel Polres bersama Polsek setempat melakukan pengamanan di beberapa SPBU dengan memantau ketersediaan stok BBM serta memastikan distribusi berjalan lancar. Petugas juga aktif mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dan mematuhi aturan berlalu lintas.


Kapolres menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.


“Kami akan terus melakukan pengawasan secara rutin dan berkelanjutan, guna memastikan distribusi BBM tepat sasaran serta situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Kuansing tetap aman dan kondusif,” tegas AKBP Hidayat.


Hingga kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian patroli dan pengamanan di SPBU wilayah Kuantan Singingi berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Desi)

Sabtu, 25 April 2026

Tingkatkan Keamanan Wilayah, TIM RAGA Polres Siak Gelar Patroli Skala Besar






Centerindonesia SIAK – Guna memastikan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, jajaran Polres Siak melalui TIM RAGA melaksanakan kegiatan patroli pengamanan skala besar di wilayah hukum Polres Siak pada Sabtu malam (25/04/2026).


Kegiatan yang dimulai sejak pukul 21.00 WIB ini difokuskan pada pengamanan pemukiman warga, pusat keramaian, hingga objek vital nasional. Sebanyak 20 personel dikerahkan untuk menyisir berbagai titik strategis menggunakan kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4).


Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, SH, SIK, MH melalui Ps Kasi Humas Aiptu Dedek Prayoga, SH menjelaskan bahwa Patroli menyasar sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, di antaranya:

Kawasan Wisata: Jembatan Siak, Taman Siak Lawoh, dan Turap Singapur.

Infrastruktur Vital: Jalan Protokol, Jalan Lintas (rawan laka dan macet), serta Jalan Tol.

Pusat Ekonomi: Perbankan, pusat perbelanjaan, dan pertokoan yang masih beroperasi hingga malam hari.


"Patroli ini tidak hanya sekadar pengawasan, tetapi juga bertujuan untuk memberikan efek penangkalan (deterrent effect) bagi pelaku kejahatan, khususnya tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor)" Ucap Aiptu Dedek


Dalam pelaksanaannya, petugas di lapangan juga merangkul organisasi kemasyarakatan (ormas) dan pemangku kepentingan (stakeholders) terkait. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan imbauan secara masif kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga ketertiban serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.


"Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman, terutama bagi warga yang masih beraktivitas di luar rumah pada malam hari," Tambah nya


Hingga berakhirnya kegiatan, dilaporkan bahwa situasi di seluruh wilayah hukum Polres Siak berada dalam keadaan aman dan terkendali. Tidak ditemukan adanya gangguan menonjol, dan masyarakat menyambut positif kehadiran petugas di lapangan.


Dengan adanya patroli rutin dari TIM RAGA ini, Polres Siak berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan demi terciptanya lingkungan yang kondusif bagi seluruh warga Kabupaten Siak.

(Desi)

Mahasiswa, Polri, dan Intelektual Bersatu di Rimbang Baling, Perkuat Gerakan Cegah Karhutla dan Narkoba di Riau





Centerindonesia Kampar-Upaya membangun kesadaran kolektif terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus diperkuat melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor. 


Salah satunya melalui kegiatan Camping Kebangsaan Mahasiswa Riau yang diinisiasi oleh Tumbuh Institute di kawasan Rimbang Baling, pada 25–26 April 2026.


Kegiatan yang mengangkat tema “Bersama Wujudkan Green Policing, Green Generation, dan Cegah Karhutla” ini diikuti sekitar 150 mahasiswa dari BEM dan organisasi Cipayung Plus se Provinsi Riau.


Head of Tumbuh Foundation, Azairus Adlu, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai forum dialog yang jujur dan reflektif.


“Karhutla bukan hanya soal lingkungan, ini soal kesehatan, ekonomi, dan kepercayaan publik terhadap tata kelola negara. Karena itu, kami ingin menghadirkan ruang di mana semua pihak bisa duduk bersama, berdiskusi, dan membangun kesadaran kolektif,” ujarnya.


Ia juga menyoroti bahwa ancaman terhadap masa depan Riau tidak hanya datang dari karhutla, tetapi juga dari persoalan narkoba yang merusak generasi muda.


“Narkoba menghancurkan manusia, karhutla menghancurkan ruang hidup manusia. Keduanya lahir dari akar yang sama, yaitu keserakahan dan pembiaran. Maka melawan narkoba berarti menjaga manusia, dan melawan karhutla berarti menjaga masa depan,” kata Azairus.


Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan karena memiliki kekuatan berpikir kritis, pengaruh sosial, dan akses terhadap pengetahuan. 


"Oleh sebab itu, keterlibatan mahasiswa tidak boleh lagi bersifat sporadis, melainkan harus menjadi gerakan yang terorganisir dan berkelanjutan," jelasnya.


Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu malam melalui sesi api unggun kebangsaan yang menghadirkan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung, serta aktivis HAM Hurriah.


Dalam kesempatan itu, Kapolda Riau menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif dan perubahan pola pikir dalam menghadapi ancaman karhutla dan narkoba.


Ia mengingatkan bahwa Riau berpotensi menghadapi siklus karhutla besar, sebagaimana pernah terjadi pada 1997, sehingga diperlukan kesiapan dan keterlibatan semua pihak.


“Masalah seperti karhutla dan narkoba tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah atau kepolisian. Harus ada kolaborasi, mulai dari hulu melalui edukasi hingga hilir melalui penegakan hukum,” ujarnya.


Kapolda juga menegaskan komitmen tegas dalam pemberantasan narkoba, termasuk tidak mentolerir keterlibatan anggota kepolisian dalam jaringan tersebut.


Sementara itu, Rocky Gerung menempatkan isu karhutla dalam konteks yang lebih luas, sebagai bagian dari krisis ekologis global yang mengancam masa depan peradaban.


Ia menekankan bahwa persoalan lingkungan tidak lagi bisa dilihat secara parsial, melainkan harus dipahami sebagai bagian dari sistem global yang saling terhubung.


“Kita tidak sedang hanya membicarakan Riau atau Indonesia, tetapi masa depan bumi. Bumi ini satu-satunya ‘kapal’ yang kita miliki, dan semua manusia adalah penumpangnya,” ujarnya.


Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai buffer intelektual dalam menghadapi krisis multidimensi, mulai dari ekonomi, energi, hingga ekologi.


Sementara itu, Hurriah menegaskan bahwa karhutla harus dilihat sebagai persoalan hak asasi manusia, karena berkaitan langsung dengan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat.


“Karhutla bukan sekadar bencana alam, tetapi krisis yang terus diproduksi dan akhirnya dinormalisasi. Padahal itu berarti hak kita atas udara bersih sedang dicabut,” ujarnya.


Ia juga mendorong mahasiswa untuk memperkuat basis gerakan melalui riset dan advokasi kebijakan, tidak hanya aksi simbolik.


“Tanpa data, gerakan akan mudah dipatahkan. Mahasiswa harus mampu mengumpulkan data, menganalisis, dan menyusun rekomendasi kebijakan,” katanya.


Rangkaian kegiatan Camping Kebangsaan juga diisi dengan berbagai aktivitas yang dirancang untuk membangun pemahaman komprehensif peserta. 


Selain api unggun kebangsaan, kegiatan diisi dengan sesi diskusi teknis bertema karhutla yang menghadirkan narasumber dari Ditreskrimsus Polda Riau, BPBD dan Pemadam Kebakaran Provinsi Riau, serta Manggala Agni.


Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi lapangan, tantangan penegakan hukum, serta upaya mitigasi karhutla yang selama ini dilakukan oleh berbagai pihak.


Tidak hanya itu, kegiatan juga dilanjutkan dengan forum diskusi kelompok (focus group discussion) yang membahas tentang isu narkoba dengan melibatkan narasumber dari Ditbinmas dan Ditresnarkoba Polda Riau.


Forum ini menjadi ruang interaktif bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan sekaligus memahami kompleksitas persoalan keamanan dan sosial di daerah  


Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir kesadaran baru di kalangan mahasiswa bahwa persoalan karhutla merupakan tanggung jawab bersama, sekaligus mendorong terbentuknya jejaring mahasiswa yang lebih solid dalam menjaga lingkungan dan masa depan Riau.


*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*


(Desi)

Polres Kuansing Gencarkan Razia Hiburan Malam, Cegah Peredaran Narkoba dan Miras






Lintasberitanasional KUANTANSINGINGI,– Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polres Kuantan Singingi (Kuansing) menggelar razia tempat-tempat hiburan malam yang dirangkai dalam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), sekira pukul 22.00 WIB. Sabtu malam (25/4/2026).


Kegiatan diawali dengan apel di Mapolsek Kuantan Tengah dan dipimpin oleh Kasat Resnarkoba Polres Kuansing AKP Hasan Basri, S.H., M.H., serta melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan fungsi dan Satpol PP Kabupaten Kuansing.


Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasat Resnarkoba AKP Hasan Basri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya preventif untuk mengantisipasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba serta minuman keras di wilayah hukum Polres Kuansing.


“Kegiatan ini merupakan bagian dari KRYD yang terus kami tingkatkan guna menekan potensi gangguan Kamtibmas, khususnya di lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat peredaran narkoba dan konsumsi minuman keras,” ujar AKP Hasan Basri menyampaikan arahan Kapolres.


Ia menegaskan bahwa dalam pelaksanaan tugas, seluruh personel tetap mengedepankan pendekatan humanis namun tegas terhadap setiap pelanggaran hukum yang ditemukan di lapangan.


Adapun sasaran patroli dan razia meliputi sepanjang Jalan Proklamasi Teluk Kuantan serta sejumlah tempat hiburan malam, di antaranya Aquan Billiard Kopi Dari Hati, MM Resto Karaoke, dan Datri Homestay, serta kawasan seputaran Kota Teluk Kuantan.


Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan patroli menggunakan kendaraan dinas roda empat, memberikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat, serta melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung tempat hiburan malam. Pemeriksaan juga mencakup tes urine secara acak guna mendeteksi penyalahgunaan narkoba.


“Hasil pemeriksaan urine terhadap sejumlah pengunjung menunjukkan hasil negatif narkoba. Selain itu, tidak ditemukan adanya barang bukti terkait tindak pidana narkotika maupun minuman keras,” jelasnya.


Selain razia di lapangan, petugas juga melaksanakan pengecekan terhadap tahanan serta personel piket di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Kuansing guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.


Lebih lanjut, AKP Hasan Basri menyampaikan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk menekan penyakit masyarakat seperti balap liar dan potensi gangguan Kamtibmas lainnya.


Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana melalui Kasat Resnarkoba menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.


“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli dan razia guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi. Sinergi dengan stakeholder terkait juga akan terus diperkuat,” pungkasnya.


Polres Kuansing juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya aktivitas yang mencurigakan.


Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan situasi Kamtibmas di wilayah Teluk Kuantan dan sekitarnya tetap terjaga dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Desi)

*Polsek Tualang Perketat Pengawasan, Narkoba Jadi Target Utama*




Centerindonesia Perawang – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), jajaran Polsek Tualang melaksanakan kegiatan razia di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) yang berada di wilayah Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Sabtu (25/04/2026) dini hari.


Kegiatan yang dimulai sekira pukul 00.10 WIB ini dipimpin oleh Panit 1 Unit Reskrim Polsek Tualang, Khairul, SH, bersama enam personel Polsek Tualang. Razia difokuskan pada upaya pencegahan peredaran narkotika, minuman keras ilegal, serta potensi gangguan Kamtibmas lainnya.


Adapun lokasi yang menjadi sasaran razia meliputi beberapa warung tuak (karaoke) di Jalan Sultan Syarif Qasim (Simpang Balak) Kampung Perawang Barat, Jalan Bintara Kelurahan Perawang, serta Cafe Dewi di Jalan Pipa Caltex.


Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, petugas tidak menemukan adanya pengunjung di lokasi sasaran. Selain itu, tidak ditemukan narkotika,, maupun hal-hal lain yang berpotensi mengganggu situasi keamanan.


Kepada para pemilik usaha, diharapkan tidak menyediakan atau memperjualbelikan miras ilegal di tempat usahanya guna menghindari sanksi hukum.


Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas dengan menjauhi miras yang dapat memicu terjadinya tindak pidana dan gangguan keamanan. Ucap Ipda Khairul


Kapolsek Tualang melalui kegiatan ini menegaskan bahwa razia dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Selain itu, personel juga memberikan imbauan kepada pemilik tempat hiburan agar tetap mematuhi aturan yang berlaku serta tidak menyediakan fasilitas yang melanggar hukum.


“Razia ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tindak pidana seperti peredaran narkoba, miras ilegal, maupun praktik prostitusi, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Kapoksek Tualang.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kecamatan Tualang dapat merasakan kehadiran Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, serta terhindar dari berbagai bentuk kejahatan.

(Desi)

Riau Bentuk Satgas Anti Narkoba, Gubernur dan Kapolda Tegaskan Perang Tanpa Kompromi







Centerindonesia PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau bersama Kepolisian dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Apel Kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba di Lapangan Apel Gubernur Riau, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan dipimpin Plt Gubernur Riau SF. Harianto didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, serta ditandai dengan pemasangan rompi Satgas dan deklarasi komitmen bersama.


Apel ini menjadi penegasan kesiapan Satgas Anti Narkoba Provinsi Riau dalam menjalankan upaya pemberantasan narkotika secara terpadu dan berkelanjutan, mencakup langkah preemtif, preventif, hingga penegakan hukum. Kegiatan tersebut turut melibatkan TNI-Polri, BNN, Forkopimda, serta berbagai elemen masyarakat.


Plt Gubernur Riau SF. Harianto menegaskan bahwa peredaran narkotika di wilayah Riau telah berada pada level yang sangat mengkhawatirkan karena melibatkan jaringan lintas negara, sehingga membutuhkan langkah penanganan yang serius dan terkoordinasi.


“Peredaran narkotika ini sudah luar biasa dan melibatkan jaringan lintas negara. Untuk itu, Satgas yang dibentuk harus mampu bekerja secara optimal dan terintegrasi dalam menyelamatkan masyarakat Riau, khususnya generasi muda dari ancaman narkoba,” tegasnya.


Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan yang terintegrasi dan kolaboratif lintas sektor. Satgas Anti Narkoba akan mengoptimalkan fungsi posko terpadu sebagai pusat koordinasi, pengendalian, serta evaluasi seluruh kegiatan, mulai dari edukasi publik, pencegahan dini, hingga penindakan hukum yang tegas dan terukur.


“Ini adalah langkah strategis dan terintegrasi. Seluruh elemen harus bergerak dalam satu orkestrasi yang sama. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan narkotika di wilayah Riau. Penindakan akan dilakukan secara tegas, terukur, dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya pencegahan yang masif,” tegas Kapolda.


Selain itu, berbagai program strategis turut disiapkan, di antaranya penguatan Kampung Bersih Narkoba (Bersinar), peningkatan edukasi di lingkungan pendidikan, serta pelibatan aktif masyarakat sebagai duta anti narkoba.


Melalui apel ini, Pemprov Riau bersama Polda Riau menegaskan komitmen kuat untuk memerangi peredaran narkotika secara konsisten dan berkelanjutan, guna menekan angka penyalahgunaan serta melindungi masa depan generasi muda dari ancaman narkoba yang semakin kompleks.


*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*


(Desi)

Polsek Kuantan Mudik Tertibkan PETI, Dua Rakit Lanting Dimusnahkan



Centerindonesia KUANTANSINGINGI– Polsek Kuantan Mudik jajaran Polres Kuantan Singingi kembali melakukan penertiban terhadap aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukumnya, sekira pukul 11.30 WIB. Sabtu (25/4/2026) 

Kegiatan penertiban tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kuantan Mudik AKP Riduan Butar Butar, S.H., M.H., bersama personel yakni Aipda Rieki, S.H., Aipda Egi Yandra, Bripda Rafqy, dan Bripda Gilang. Penertiban dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang resah terhadap aktivitas PETI di wilayah tersebut.

Adapun lokasi penindakan berada di daerah Kobun Nopi, Desa Bukit Pedusunan, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kuantan Mudik AKP Riduan Butar Butar menyampaikan bahwa saat tim tiba di lokasi, ditemukan dua unit rakit lanting yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI dalam kondisi tidak beroperasi.

“Tim langsung melakukan penindakan dengan memusnahkan dua rakit lanting tersebut dengan cara dibakar dan dirusak, agar tidak dapat digunakan kembali untuk aktivitas penambangan ilegal,” jelas Kapolsek.

Selain melakukan penindakan, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat setempat agar tidak lagi melakukan aktivitas PETI karena selain melanggar hukum, juga berpotensi merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan.

Dalam kegiatan tersebut, tidak ditemukan maupun diamankan pelaku di lokasi. Selain itu, tidak ada barang bukti yang diamankan karena seluruh peralatan yang ditemukan langsung dimusnahkan di tempat.

Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan patroli dan penertiban secara berkelanjutan guna menekan aktivitas PETI di wilayah hukum Polsek Kuantan Mudik.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak terlibat dalam aktivitas PETI. Apabila ditemukan, kami tidak akan ragu untuk melakukan penindakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” Pungkas Kapolsek 

(Desi)


.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done