M C I

Rabu, November 04, 2026

Dukung Swasembada Pangan 2026, Polsek Kuantan Mudik Ikut Tanam Jagung Pipil di Desa Siberobah





Centerindonesia,– Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan tahun 2026, kegiatan penanaman jagung pipil dilaksanakan di lahan perkebunan atau lahan lainnya yang berada di Desa Siberobah, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi, pukul 09.00 WIB. Selasa (3/10/2026).


Kegiatan penanaman jagung pipil tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pemanfaatan lahan produktif di wilayah pedesaan.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui PLH Kapolsek Kuantan Mudik IPTU Padrianto menyampaikan bahwa Polri terus mendukung berbagai program pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan guna mewujudkan swasembada pangan tahun 2026.


Menurutnya, keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan dan sinergi bersama pemerintah desa, penyuluh pertanian, serta kelompok tani dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian.


"Kami berharap melalui kegiatan penanaman jagung pipil ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi," ungkap IPTU Padrianto.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Desa Siberobah Aipda Hendri Fitra yang mewakili PLH Kapolsek Kuantan Mudik, Kepala Desa Siberobah Marpinis, PPL Kecamatan Gunung Toar Sandi Ermalia, Direktur BUMDes Sabri Akmal, PPL Pertanian Hamdan, S.P., perangkat Desa Siberobah, serta kelompok tani Desa Siberobah.


Rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan penanaman bibit jagung pipil bersama unsur Forkopimcam Gunung Toar yang didampingi oleh para undangan dan masyarakat yang hadir.


Adapun luas lahan yang digunakan untuk kegiatan penanaman jagung pipil tersebut mencapai 1 hektare.


Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Polri, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam mendukung ketahanan pangan serta menyukseskan program swasembada pangan tahun 2026.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polsek Singingi Tertibkan Rakit Peti di Desa Sungai Bawang






Centerindonesia,– Polsek Singingi jajaran Polres Kuantan Singingi kembali melaksanakan kegiatan penertiban Pertambangan  Tanpa Izin (PETI) di Desa Sungai Bawang, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, sekira pukul 14.50 WIB. Senin (2/11/2026) .


Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai dugaan aktivitas penambangan emas tanpa izin di wilayah Desa Sungai Bawang.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Singingi IPTU Edi Winoto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya segera merespons informasi masyarakat dengan melakukan penyelidikan langsung ke lokasi yang dilaporkan.


Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Singingi menemukan satu unit rakit PETI dalam kondisi tidak beroperasi.


Selanjutnya, petugas melakukan tindakan penertiban dengan merusak dan membakar rakit PETI tersebut agar tidak dapat digunakan kembali untuk aktivitas penambangan emas tanpa izin.


"Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait aktivitas PETI. Penertiban ini merupakan salah satu upaya kepolisian dalam mencegah kegiatan penambangan ilegal yang dapat berdampak terhadap kerusakan lingkungan," ujar IPTU Edi Winoto.


Kegiatan penertiban dipimpin oleh Kapolsek Singingi IPTU Edi Winoto, S.H., M.H., yang diwakili Kanit Reskrim IPDA Jufri Oktavianus Lumban Gaul, S.H., bersama tiga personel, yakni Brigadir M. Arif, Brigadir Abdi Kharta, dan Bripda Winter Sidabutar.


Dari hasil kegiatan tersebut, ditemukan satu unit rakit PETI yang kemudian dilakukan tindakan perusakan dan pembakaran. Dalam kegiatan tersebut tidak ditemukan pelaku di lokasi sehingga tidak ada orang yang diamankan maupun barang bukti yang dibawa oleh petugas.


Kapolsek Singingi menegaskan bahwa Polsek Singingi akan terus meningkatkan upaya pencegahan dan penertiban terhadap aktivitas PETI di wilayah hukumnya.


Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan serta tidak melakukan kegiatan penambangan tanpa izin.


"Kami mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas PETI dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya kegiatan penambangan ilegal. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," tutup IPTU Edi Winoto.


Melalui kegiatan ini, Polres Kuantan Singingi menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pemberantasan aktivitas penambangan emas tanpa izin serta menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Kuantan Singingi.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Tindak Lanjut Informasi Media, Polsek Singingi Tertibkan Dua Rakit Peti di Desa Sungai Bawang





Centerindonesia,– Polsek Singingi jajaran Polres Kuantan Singingi melaksanakan kegiatan penertiban Penambangan Tanpa Izin (PETI) di Desa Sungai Bawang, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, sekira pukul 10.30 WIB. Selasa (3/11/2026) 


Kegiatan penertiban tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas informasi pemberitaan media terkait dugaan aktivitas penambangan emas tanpa izin yang masih berlangsung di wilayah Desa Sungai Bawang.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Singingi IPTU Edi Winoto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan ke lokasi yang dimaksud.


Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Singingi menemukan dua unit rakit PETI dalam kondisi tidak beroperasi.


Menindaklanjuti temuan tersebut, personel kemudian melakukan tindakan dengan merusak dan membakar kedua rakit PETI agar tidak dapat digunakan kembali untuk aktivitas penambangan emas tanpa izin.


"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menindaklanjuti setiap informasi masyarakat maupun pemberitaan media terkait aktivitas penambangan emas tanpa izin. Kami akan terus melakukan upaya penertiban dan penegakan hukum terhadap aktivitas PETI di wilayah hukum Polsek Singingi," ujar IPTU Edi Winoto.


Kegiatan penertiban tersebut dilaksanakan oleh empat personel Polsek Singingi, yakni Aipda Kiki Haryatmal, Aipda Jastro Sahat Samosir, Brigadir Rexzy Maihendra, S.H., dan Bripda Winter Sidabutar.


Dari hasil kegiatan tersebut, ditemukan sebanyak dua unit rakit PETI yang kemudian dilakukan tindakan perusakan dan pembakaran. Sementara itu, tidak ditemukan pelaku di lokasi sehingga tidak ada orang yang diamankan maupun barang bukti yang dibawa petugas.


Kapolsek Singingi juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kegiatan patroli, penyelidikan, dan penertiban guna mencegah aktivitas PETI yang berpotensi merusak lingkungan serta mengganggu kelestarian alam.


Polres Kuantan Singingi mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan emas tanpa izin serta berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya kegiatan PETI di lingkungan masing-masing.


Dengan adanya kegiatan penertiban ini, diharapkan aktivitas penambangan emas tanpa izin di wilayah Kecamatan Singingi dapat dicegah demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Tindak Lanjut Laporan Call Center 110, Polres Kuansing Musnahkan Satu Rakit PETI di Desa Koto Taluk


Selasa, 3 November 2026





Centerindonesia,– Menindaklanjuti pengaduan masyarakat melalui layanan Contact Center 110 Mabes Polri terkait dugaan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Desa Koto Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Polres Kuansing langsung melakukan pengecekan ke lokasi, Selasa (3/11/2026).


Kegiatan yang dimulai sekira pukul 12.00 WIB tersebut dipimpin Pamapta II Polres Kuansing IPDA Rio Rezeky bersama personel Sat Intelkam, Sat Reskrim, Sat Lantas, Sie Propam, dan SPKT Polres Kuansing.


Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Pamapta II IPDA Rio Rezeky menyampaikan bahwa pengecekan tersebut merupakan bentuk respons Polri dalam menindaklanjuti setiap pengaduan masyarakat.


"Setelah menerima informasi dari operator Call Center 110 terkait dugaan aktivitas PETI, kami langsung berkoordinasi dengan piket fungsi dan bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan," ujar IPDA Rio Rezeky.


Sekira pukul 12.15 WIB, personel tiba di lokasi dan melakukan pengecekan serta penyisiran. Hasilnya, petugas menemukan satu unit rakit PETI jenis stingkai dalam kondisi tidak beroperasi.


Selanjutnya, rakit tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar agar tidak dapat digunakan kembali untuk aktivitas penambangan ilegal.


Selain itu, petugas juga mengimbau masyarakat sekitar agar bersama-sama menolak dan tidak mendukung aktivitas PETI karena berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kerusakan lingkungan.


Dalam kegiatan tersebut, tidak ada pelaku yang diamankan maupun barang bukti yang dibawa ke Polres Kuansing.


Polres Kuansing mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas PETI maupun gangguan kamtibmas lainnya melalui layanan Call Center 110 Polri.


Polres Kuansing menegaskan komitmennya untuk terus menindaklanjuti setiap laporan masyarakat demi menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Tindak Lanjuti Pengaduan Call Center 110, Polres Kuansing Temukan Tiga Rakit PETI di Desa Pulau Kopung


Selasa, 3 November 2026





Centerindonesia,– Menindaklanjuti pengaduan masyarakat melalui layanan Contact Center 110 Mabes Polri terkait dugaan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Desa Pulau Kopung, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Polres Kuansing langsung menerjunkan personel piket fungsi ke lokasi, Selasa (3/11/2026).


Kegiatan pengecekan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 15.00 WIB dan dipimpin oleh Pamapta II Polres Kuansing, IPDA Rio Rezeky, bersama personel Sat Intelkam, Sat Reskrim, Sat Lantas, Sie Propam, serta SPKT Polres Kuansing.


Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Pamapta II Polres Kuansing IPDA Rio Rezeky menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi yang disampaikan masyarakat melalui layanan Contact Center 110 Polri.


"Setelah menerima informasi dari operator Call Center 110 terkait adanya dugaan aktivitas PETI di Desa Pulau Kopung, kami langsung berkoordinasi dengan piket fungsi untuk melakukan pengecekan ke lokasi," ujar IPDA Rio Rezeky.


Ia menjelaskan, sekitar pukul 15.15 WIB, personel gabungan tiba di lokasi yang dilaporkan dan langsung melakukan pengecekan serta penyisiran di sekitar area yang diduga menjadi tempat aktivitas PETI.


"Dari hasil pengecekan, ditemukan sebanyak tiga unit rakit PETI jenis stingkai dalam kondisi tidak beroperasi. Selanjutnya, terhadap ketiga rakit tersebut dilakukan pemusnahan dengan cara dibakar agar tidak dapat digunakan kembali," jelas IPDA Rio Rezeki.


Selain melakukan pengecekan dan pemusnahan sarana PETI, personel Polres Kuansing juga memberikan imbauan kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi agar bersama-sama menolak dan tidak mendukung segala bentuk aktivitas penambangan emas tanpa izin.


Menurutnya, aktivitas PETI berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus menyebabkan kerusakan lingkungan yang dapat merugikan masyarakat.


Dalam kegiatan tersebut, tidak ada pelaku yang diamankan maupun barang bukti yang disita.


IPDA Rio Rezeky menegaskan bahwa Polres Kuansing akan terus menindaklanjuti setiap pengaduan masyarakat, termasuk laporan yang disampaikan melalui layanan Contact Center 110 Polri.


"Kami mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas PETI maupun gangguan kamtibmas lainnya. Partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Kuantan Singingi," tutup IPDA Rio Rezeki.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Polres Kuansing Tindak 7 Rakit PETI di Empat TKP, Seluruhnya Dimusnahkan


Selasa, 3 November 





Centerindonesia,– Jajaran Polres Kuantan Singingi (Kuansing), Polda Riau, melakukan penindakan terhadap aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di empat titik lokasi di wilayah hukumnya. Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan dan memusnahkan sebanyak tujuh unit rakit PETI jenis stingkai, Selasa (3/11/2026).


Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K, M.H., melalui Kasi Humas IPTU Romlan, S.H., mengatakan penindakan tersebut merupakan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat melalui layanan Contact Center 110 Polri serta informasi pemberitaan media.


Adapun lokasi penindakan meliputi Desa Koto Taluk dan Desa Pulau Kopung, Kecamatan Kuantan Tengah, serta dua titik di Desa Sungai Bawang, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi.


Di Desa Koto Taluk, personel piket fungsi Polres Kuansing yang dipimpin Pamapta II IPDA Rio Rezeky menemukan satu unit rakit PETI dalam kondisi tidak beroperasi. Selanjutnya, rakit tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar.


Kemudian, di Desa Pulau Kopung, petugas menemukan tiga unit rakit PETI jenis stingkai yang juga tidak beroperasi dan dilakukan pemusnahan dengan cara dibakar agar tidak dapat digunakan kembali.


Sementara itu, Polsek Singingi melakukan penindakan di Desa Sungai Bawang. Dari dua kegiatan penindakan, petugas menemukan dua unit rakit PETI berdasarkan informasi pemberitaan media dan satu unit rakit berdasarkan laporan masyarakat. Ketiga rakit tersebut juga dirusak dan dibakar.


"Total ada tujuh unit rakit PETI yang berhasil ditindak di empat titik lokasi. Seluruh rakit ditemukan dalam kondisi tidak beroperasi dan selanjutnya dilakukan pemusnahan agar tidak dapat digunakan kembali," jelas IPTU Romlan.


Ia menegaskan, dalam seluruh kegiatan tersebut tidak ada pelaku yang diamankan maupun barang bukti yang disita. Personel telah melakukan dokumentasi dan melaporkan hasil kegiatan kepada pimpinan.


Polres Kuansing juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan maupun mendukung aktivitas PETI karena dapat merusak lingkungan dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.


"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah aktivitas PETI. Apabila mengetahui adanya kegiatan penambangan emas tanpa izin, segera laporkan melalui layanan Contact Center 110 Polri atau kantor kepolisian terdekat," tutup IPTU Romlan.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

KPK Ingatkan Pemkab Siak Soal Celah Korupsi, Bupati Afni Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan*






Centerindonesia – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI memperkuat pengawasan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Siak, Riau, dengan menyoroti delapan area rawan korupsi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak diminta membenahi celah dalam sistem pemerintahan dan menindaklanjuti rekomendasi pencegahan dalam waktu tiga bulan.


Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Diseminasi Pencegahan Korupsi dan Monitoring Evaluasi (Monev) Tata Kelola Pemerintahan Daerah serta Tindak Lanjut Participating Interest (PI) 10 persen di Kantor Bupati Siak, Selasa (3/11/2026).


Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan, upaya pencegahan korupsi harus menjadi komitmen seluruh jajaran pemerintah daerah. Menurut dia, membangun sistem pemerintahan yang bersih jauh lebih penting daripada menghadapi konsekuensi hukum akibat penyimpangan.


"Proses pencegahan dan mitigasi supaya kita tidak korupsi jauh lebih penting daripada kita semua harus melawan hukum," kata Afni.


Ia mengingatkan seluruh pejabat dan aparatur agar menjaga integritas dengan tidak melakukan praktik pemberian fee, jual beli jabatan, maupun penyimpangan proyek pemerintah.


Afni mengakui, meskipun peringatan telah berulang kali disampaikan, masih ada oknum yang tersandung persoalan hukum. Karena itu, ia meminta pendampingan KPK agar penyelenggaraan pemerintahan di Siak berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik (good governance).


"Kami mohon dibimbing bagaimana supaya bisa selamat menjalankan good government," ujarnya.


Sementara itu, Kasatgas Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK RI, Harun Hidayat, mengatakan pengawasan lembaganya kini tidak semata-mata berorientasi pada capaian skor Monitoring Center for Prevention (MCP). Fokus utama adalah memastikan sistem pemerintahan daerah benar-benar mengalami perbaikan.


KPK menyoroti delapan area MCP yang dinilai memiliki kerawanan korupsi. Pengawasan dilakukan dengan melihat langsung mekanisme dan sistem yang diterapkan pemerintah daerah, termasuk pokok-pokok pikiran DPRD, pengelolaan hibah, pengadaan barang dan jasa, perjalanan dinas, penyelesaian tunda bayar, hingga PI 10 persen.


"Kami tidak fokus lagi apakah nilainya merah atau hijau. Yang lebih penting adalah bagaimana Kabupaten Siak bisa menjadi lebih baik lagi," kata Harun.


Ia menjelaskan, delapan area tersebut disusun berdasarkan kajian bersama kementerian, lembaga, regulator, dan para ahli. Melalui evaluasi langsung, KPK berupaya mengidentifikasi celah atau tanda bahaya (red flag) dalam sistem pemerintahan daerah untuk segera diperbaiki.


Harun mengingatkan, rekomendasi pencegahan harus ditindaklanjuti secara serius. Jika pemerintah daerah tidak menjalankan rekomendasi tersebut, KPK dapat menyampaikannya kepada Direktorat Penindakan.


Sebagai tindak lanjut, pertemuan tersebut menghasilkan Berita Acara Komitmen Bersama yang ditandatangani Bupati Siak Afni Zulkifli, Wakil Bupati Syamsurizal, Sekretaris Daerah Mahadar, Inspektur Faly Wurendarasto, serta Kasatgas KPK Harun Hidayat.


Seluruh rekomendasi dan komitmen perbaikan tata kelola pemerintahan itu wajib ditindaklanjuti dan dilaporkan kepada KPK dalam waktu tiga bulan.



(Aya/Rahma/MC Siak)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done