M C I

Jumat, 12 Juni 2026

Harapan dari Balik Jeruji: Pastor Nigel Burrows Layani Ibadah Warga Binaan Lapas Pekanbaru




Centerindonesia Pekanbaru, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru kembali menyelenggarakan kegiatan ibadah rutin bagi warga binaan beragama Kristen yang dilaksanakan di Gereja Interdenominasi Lapas Pekanbaru. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian, khususnya dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan warga binaan, Kamis (11/06).


Ibadah yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh warga binaan dengan penuh antusias. Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, ibadah kali ini menghadirkan pelayanan istimewa dari Pastor Nigel Burrows dari Irlandia yang secara langsung menyampaikan khotbah kepada jemaat.


Dalam khotbahnya, Pastor Nigel Burrows menyampaikan pesan tentang harapan, pengampunan, dan kesempatan untuk memulai kehidupan yang baru. Ia mengajak seluruh warga binaan untuk tidak terjebak pada masa lalu, melainkan terus melangkah maju dengan iman dan keyakinan.


“Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah. Masa lalu tidak menentukan masa depan. Tuhan selalu membuka jalan bagi siapa saja yang mau bertobat dan memperbaiki diri,” ujar Pastor Nigel Burrows dalam khotbahnya.


Ia juga menambahkan bahwa setiap proses kehidupan, termasuk masa pembinaan di dalam Lapas, dapat menjadi momentum untuk membangun karakter dan memperkuat hubungan dengan Tuhan.


“Di tempat ini pun, harapan itu tetap ada. Gunakan waktu yang ada untuk membangun diri, memperkuat iman, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.


Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan bahwa kegiatan ibadah rutin ini merupakan salah satu bentuk komitmen Lapas dalam memberikan pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya secara fisik dan keterampilan, tetapi juga dari sisi mental dan spiritual.


“Kami terus berupaya memberikan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan kepada seluruh warga binaan, termasuk melalui kegiatan keagamaan seperti ini. Kehadiran Pastor Nigel Burrows tentu menjadi motivasi tambahan bagi warga binaan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan,” ujarnya.


Pihak Lapas juga menyampaikan apresiasi atas kesediaan Pastor Nigel Burrows untuk hadir dan melayani secara langsung. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik serta siap kembali ke tengah masyarakat.

(Ds)

Lahan Terbatas Tak Halangi Lapas Pekanbaru Produksi 800 Telur per Hari





Centerindonesia Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu program unggulan yang saat ini menunjukkan hasil signifikan adalah pengembangan peternakan ayam petelur yang mampu memproduksi hingga 800 butir telur setiap harinya, Kamis (11/06).


Program ini menjadi wujud kontribusi nyata Lapas Pekanbaru dalam mendukung swasembada pangan, sekaligus sebagai sarana pembekalan keterampilan praktis bagi warga binaan. Melalui kegiatan ini, WBP tidak hanya dilatih secara teknis dalam bidang peternakan, tetapi juga dibentuk mental kemandiriannya sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.


Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan bahwa keberhasilan produksi telur ayam ini merupakan bagian dari implementasi Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.


“Lapas Pekanbaru berkomitmen penuh untuk mendukung program ketahanan pangan yang menjadi arahan strategis dari Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Produksi telur ayam ini merupakan bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian yang kami jalankan mampu memberikan hasil yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Yuniarto.


Lebih lanjut, Yuniarto menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga pada proses pembinaan yang menyentuh aspek perubahan perilaku dan peningkatan kapasitas warga binaan.


“Dengan memanfaatkan lahan terbatas, kami mengoptimalkan penggunaan teknologi sederhana seperti kandang modern untuk meningkatkan efisiensi. Harapannya, warga binaan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan setelah bebas dan mampu berkontribusi dalam pembangunan, khususnya di sektor ketahanan pangan,” tambahnya.


Salah satu warga binaan yang terlibat langsung dalam program ini, Baner, mengaku mendapatkan pengalaman dan manfaat yang besar dari kegiatan tersebut.


“Saya sangat bersyukur bisa ikut dalam kegiatan ini. Selain menambah ilmu dan keterampilan, kegiatan ini juga memotivasi saya untuk berubah menjadi lebih baik dan siap menjalani kehidupan mandiri setelah bebas nanti,” ungkap Baner.


Program peternakan ayam petelur ini diharapkan dapat terus berkembang sebagai salah satu unit pembinaan unggulan di Lapas Pekanbaru. Ke depan, hasil produksi tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, tetapi juga berpotensi mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat sekitar.


Melalui berbagai program pembinaan yang produktif dan inovatif, Lapas Kelas IIA Pekanbaru menegaskan komitmennya dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan, tetapi juga pemberdayaan yang berdampak nyata bagi warga binaan dan masyarakat luas.

(Ds)

Satukan Langkah Perangi Narkoba Bersama, Kalapas Pekanbaru Hadiri Apel Kesiapsiagaan Satgas Anti Narkoba Kota Pekanbaru





Centerindonesia Pekanbaru – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, beserta jajaran mengikuti Apel Kesiapsiagaan Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba Kota Pekanbaru yang digelar sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Kota Pekanbaru, Jumat (12/06) 


Bertempat di Lapangan Upacara MPP Pekanbaru, kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Pekanbaru, Kepala Polresta Pekanbaru, Kepala Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Dandim 0301/Pekanbaru, Kepala BNN Kota Pekanbaru, Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Pekanbaru, serta unsur Forkopimda dan berbagai elemen masyarakat lainnya.


Apel kesiapsiagaan dipimpin langsung oleh Kapolresta Pekanbaru, Kombes. Pol. Muharman Arta. Dalam amanatnya, Kapolresta menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh elemen dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi bangsa.


“Narkoba adalah musuh bersama yang mengancam masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika. Melalui Satgas Anti Narkoba ini, kita menunjukkan komitmen dan kesiapan untuk mewujudkan Kota Pekanbaru yang bersih dari narkoba,” tegas Kombes. Pol. Muharman Arta.


Selain pelaksanaan apel, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemasangan rompi Satgas Anti Narkoba kepada para Duta Satgas Anti Narkoba sebagai simbol kesiapan dan komitmen bersama dalam mendukung gerakan pemberantasan narkoba di Kota Pekanbaru.


Kalapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan bahwa partisipasi Lapas Pekanbaru dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba.


“Pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama dari seluruh elemen, termasuk jajaran pemasyarakatan. Lapas Pekanbaru siap mendukung setiap upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba guna mewujudkan lingkungan yang aman, bersih, dan kondusif,” tegas Yuniarto.


Keikutsertaan Lapas Kelas IIA Pekanbaru dalam Apel Kesiapsiagaan Satgas Anti Narkoba ini menjadi wujud nyata komitmen jajaran pemasyarakatan dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam pemberantasan peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan dan masyarakat.


Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergitas yang semakin kuat antara instansi pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menciptakan Kota Pekanbaru yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

(Ds)

Sehat Raga, Kuat Mental: Kalapas Yuniarto Suntikkan Motivasi Usai Senam Pagi





Centerindonesia Pekanbaru – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan senam pagi yang diikuti oleh warga binaan di Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan yang berfokus pada peningkatan kesehatan fisik serta pembentukan mental yang positif bagi seluruh warga binaan, Sabtu (13/06).


Sejak pagi hari, tampak warga binaan yang memenuhi lapangan olahraga Lapas Pekanbaru mengikuti setiap gerakan senam yang dipandu instruktur. Iringan musik yang energik turut membangun suasana yang dinamis, menciptakan momen kebersamaan yang mempererat interaksi antar warga binaan dalam lingkungan yang kondusif.


Usai kegiatan senam, Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan arahan dan motivasi singkat kepada seluruh peserta. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya menjaga kesehatan serta memanfaatkan waktu pembinaan dengan sebaik-baiknya.


“Kesehatan adalah fondasi utama. Dengan tubuh yang sehat dan pikiran yang positif, proses pembinaan akan berjalan lebih optimal. Tetap disiplin, jaga sikap, dan manfaatkan kesempatan ini untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar beliau.


Lebih lanjut, beliau juga mengingatkan bahwa setiap warga binaan memiliki peluang yang sama untuk berubah dan memperbaiki diri. Semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan seperti senam pagi diharapkan dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari di dalam lapas.


Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia dalam menghadirkan program pembinaan yang humanis, berkelanjutan, dan berorientasi pada pembentukan karakter warga binaan.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan warga binaan dapat terus menjaga kesehatan, meningkatkan kedisiplinan, serta menumbuhkan semangat positif sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat.

(Ds)

Polsek Pangean Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Tanah Bekali, Satu Unit Rakit Dimusnahkan





Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Polsek Pangean, Polres Kuantan Singingi, melaksanakan penertiban terhadap aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) di Desa Tanah Bekali, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi, Jumat siang (12/6/2026).


Kegiatan penertiban dipimpin langsung oleh Kapolsek Pangean IPTU Aman Sembiring, S.H., bersama personel Polsek Pangean sebagai tindak lanjut atas informasi masyarakat dan pemberitaan media online mengenai aktivitas PETI yang diduga merusak lahan persawahan milik warga.


Dalam penertiban tersebut, petugas menemukan satu unit rakit PETI yang berada di dekat Jembatan Pekandangan, Desa Tanah Bekali. Saat ditemukan, rakit tersebut tidak sedang beroperasi. Untuk mencegah kembali digunakan dalam aktivitas ilegal, petugas melakukan pemusnahan dengan cara merusak dan membakar rakit beserta peralatan yang ada di lokasi.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Pangean IPTU Aman Sembiring, S.H., menyampaikan bahwa Polri berkomitmen untuk terus melakukan penindakan terhadap aktivitas PETI yang dapat merusak lingkungan dan mengganggu kehidupan masyarakat.


"Kegiatan ini merupakan bentuk respons cepat Polsek Pangean terhadap informasi yang berkembang di masyarakat. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan tidak melakukan aktivitas penambangan tanpa izin yang dapat merugikan banyak pihak," ujar IPTU Aman Sembiring.


Dalam kegiatan tersebut tidak ditemukan pelaku di lokasi sehingga tidak ada orang yang diamankan. Demikian pula, tidak ada barang bukti yang disita karena seluruh sarana berupa rakit PETI telah dimusnahkan di tempat agar tidak dapat digunakan kembali.


Polres Kuantan Singingi menegaskan akan terus meningkatkan patroli dan penertiban terhadap aktivitas PETI di wilayah hukumnya serta mengharapkan dukungan masyarakat untuk memberikan informasi apabila mengetahui adanya kegiatan penambangan tanpa izin.


Melalui langkah preventif dan penegakan hukum yang berkelanjutan, diharapkan kerusakan lingkungan akibat aktivitas PETI dapat diminimalisir serta tercipta situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Polsek Kuantan Mudik Cek Lokasi Dugaan PETI di Desa Setiang, Kerangka Rakit Dimusnahkan





Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Polsek Kuantan Mudik, Polres Kuantan Singingi, melakukan pengecekan terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) di Desa Setiang, Kecamatan Pucuk Rantau, Kabupaten Kuantan Singingi, Jumat (12/6/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kuantan Mudik AKP Riduan Butar Butar, S.H., M.H., bersama personel Polsek Kuantan Mudik sebagai tindak lanjut atas informasi yang beredar mengenai dugaan aktivitas PETI di wilayah tersebut.


Personel berangkat menuju lokasi sekitar pukul 11.00 WIB menggunakan satu unit kendaraan roda empat dan tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB. Dari hasil pengecekan, petugas tidak menemukan adanya aktivitas penambangan emas tanpa izin yang sedang berlangsung.


Di lokasi, petugas hanya menemukan sebuah kerangka rakit yang diduga pernah digunakan untuk kegiatan PETI. Selanjutnya, kerangka rakit tersebut dimusnahkan dengan cara dirusak dan dibakar guna mencegah kembali digunakan untuk aktivitas ilegal.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kuantan Mudik AKP Riduan Butar Butar, S.H., M.H., menegaskan bahwa Polres Kuansing beserta jajaran akan terus melakukan patroli, pengecekan, dan penertiban terhadap segala bentuk aktivitas PETI di wilayah hukumnya.


"Kami berkomitmen untuk terus menindaklanjuti setiap informasi dari masyarakat terkait dugaan aktivitas PETI. Pada pengecekan kali ini memang tidak ditemukan adanya aktivitas penambangan, namun kami menemukan kerangka rakit yang kemudian langsung dimusnahkan agar tidak dapat digunakan kembali," ujar AKP Riduan.


Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dengan segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas penambangan tanpa izin di wilayahnya.


"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan tidak terlibat dalam aktivitas PETI. Apabila menemukan kegiatan tersebut, segera sampaikan informasi kepada Polsek Kuantan Mudik agar dapat segera ditindaklanjuti," Ungkap AKP Riduan.


Dalam kegiatan tersebut tidak ada pelaku maupun barang bukti yang diamankan. Situasi selama pelaksanaan pengecekan dan pemusnahan kerangka rakit berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Polsek Kuantan Tengah Tertibkan Enam Rakit PETI di Aliran Sungai Tonam





Venterindonesia KUANTANSINGINGI,– Polsek Kuantan Tengah Polres Kuantan Singingi melaksanakan kegiatan penertiban terhadap aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Tonam, Desa Pulau Baru Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, sekitar pukul 14.30 WIB. Jumat (12/6/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin oleh Panit Opsnal Intel Polsek Kuantan Tengah Ipda Jufri Oktavianus Lumban Gaol, SH bersama personel Polsek Kuantan Tengah dan didampingi dua orang petani kolam ikan yang sebelumnya menyampaikan keluhan mengenai kondisi sumber air kolam yang keruh dan diduga terdampak aktivitas PETI.


Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, petugas menemukan enam unit rakit dompeng dalam keadaan tidak beroperasi dan telah ditinggalkan oleh pemiliknya. Untuk mencegah kembali digunakan dalam aktivitas penambangan ilegal, petugas melakukan tindakan pemusnahan dengan cara merusak dan membakar rakit beserta mesin yang ada.


Dalam kegiatan tersebut tidak ditemukan maupun diamankan pelaku, serta tidak ada barang bukti yang dibawa ke kantor karena seluruh sarana PETI dimusnahkan di lokasi.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kuantan Tengah AKP Linter Sihaloho, S.H., M.H., menegaskan bahwa Polres Kuansing berkomitmen melakukan penertiban terhadap aktivitas PETI yang berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu mata pencaharian masyarakat.


"Penertiban ini merupakan tindak lanjut atas informasi dan keluhan masyarakat, khususnya para petani kolam ikan yang merasakan dampak keruhnya sumber air. Kami akan terus melakukan patroli dan penindakan terhadap aktivitas PETI di wilayah hukum Polsek Kuantan Tengah," ujar AKP Linter Sihaloho.


Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak melakukan penambangan tanpa izin serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas PETI di wilayahnya.


Kegiatan penertiban berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif sebagai bagian dari upaya Polres Kuansing dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan nyaman bagi masyarakat.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done