M C I

Minggu, 22 Februari 2026

Melalui Minggu Kasih, Polsek Jajaran Polres Kuansing Pererat Hubungan dengan Masyarakat


Center Indonesia KUANTANSINGINGI
,– Komitmen Polres Kuantan Singingi dalam membangun hubungan yang harmonis dan penuh kepercayaan dengan masyarakat kembali diwujudkan melalui program Minggu Kasih yang digelar di sejumlah Polsek jajaran, Minggu (22/2/2026).


Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah hukum Polsek Logas Tanah Darat, Polsek Pangean, dan Polsek Kuantan Mudik. Program tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.


Di Dusun Simpang Kampar, Desa Lubuk Kebun, Kecamatan Logas Tanah Darat, kegiatan dipimpin oleh Ps. Kanit Propam Polsek Logas Tanah Darat, Aipda Novel Kristian La’ia. Dalam suasana penuh keakraban, personel kepolisian duduk bersama warga, mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi, saran, maupun keluhan yang berkembang di tengah masyarakat. Dialog berlangsung terbuka, mencerminkan kedekatan tanpa sekat antara Polri dan warga.


Sementara itu, di Warung Mak Lelo, Desa Pulau Kumpai, Kecamatan Pangean, Aiptu M. Syarif bersama Bripka Okta Jumika melaksanakan kegiatan serupa. Pertemuan yang dikemas santai tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan kamtibmas serta harapan terhadap pelayanan kepolisian. Kehadiran anggota Polri disambut positif dan dinilai mampu membangun rasa aman serta kepercayaan.


Hal yang sama juga berlangsung di Desa Banjar Padang, Kecamatan Kuantan Mudik. Personel Polsek Kuantan Mudik bersama tokoh masyarakat menggelar dialog terbuka guna menyerap masukan terkait kondisi keamanan lingkungan serta peningkatan kualitas pelayanan Polri. Setiap aspirasi yang diterima menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut demi pelayanan yang lebih baik.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa program Minggu Kasih merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat dengan mengedepankan pendekatan humanis dan komunikasi dua arah.


“Kegiatan Minggu Kasih ini adalah ruang silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Kami ingin mendengar langsung apa yang dirasakan warga, apa yang menjadi keluhan maupun harapan mereka. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa bersama-sama menjaga keamanan di lingkungan masing-masing,” ujar Kapolres.


AKBP Hidayat Perdana menegaskan bahwa Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Dibutuhkan sinergi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.


“Keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi tanggung jawab kita bersama. Jika kebersamaan ini terus terjaga, maka kamtibmas di Kabupaten Kuantan Singingi akan tetap aman, damai, dan kondusif,” tegasnya.


Melalui program Minggu Kasih, Polres Kuansing berharap hubungan emosional antara Polri dan masyarakat semakin kuat, sehingga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian terus meningkat dan tercipta lingkungan yang harmonis di seluruh wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.


(Desi suarni)

Polsek Benai dan Masyarakat Patroli Bersama Cegah PETI, Peralatan Setingkai Dimusnahkan

 


Center Indonesia KUANTANSINGINGI,– Dalam upaya mencegah aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) serta menjaga kelestarian lingkungan, Polsek Benai bersama masyarakat melaksanakan patroli dan penindakan di Dusun Jirak, Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, Minggu (22/2/2026).


Kegiatan yang dimulai sekira pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Benai IPDA M. Ali Sodiq, S.Psi bersama personel Polsek Benai yakni BRIPKA Fauzi, BRIPKA Marliwen dan BRIPDA Rozy Mulya, serta didukung empat orang masyarakat dan pemuda Desa Tebing Tinggi.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Benai IPDA M. Ali Sodiq, S.Psi., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menertibkan aktivitas PETI serta menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di sepanjang aliran Sungai Jirak.


“Patroli ini bertujuan untuk mencegah dan menindak aktivitas PETI yang berpotensi merusak lingkungan serta mencemari aliran sungai yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Kapolsek.


Dalam patroli tersebut, tim menyisir sepanjang aliran Sungai Jirak dan area sekitar Dusun Jirak menggunakan kendaraan roda dua. Personel juga melakukan pengecekan kondisi air sungai guna memastikan tidak terjadi pencemaran akibat aktivitas pertambangan ilegal.


Sekira pukul 10.00 WIB, tim menemukan lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas PETI jenis setingkai. Namun saat didatangi, lokasi tersebut sudah tidak beroperasi. Untuk mencegah digunakan kembali, petugas bersama masyarakat melakukan penertiban dengan merusak serta membakar peralatan yang ditemukan di lokasi.


Selain itu, personel juga melakukan komunikasi dan imbauan kepada warga setempat yang memanfaatkan air Sungai Jirak agar bersama-sama menjaga lingkungan serta tidak terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal.


Kapolsek menegaskan bahwa Polsek Benai akan terus melakukan patroli rutin dan penindakan terhadap aktivitas PETI di wilayah hukumnya.


“Kami tidak akan memberi ruang terhadap aktivitas PETI. Selain melanggar hukum, kegiatan tersebut juga berdampak serius terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga sungai dan lingkungan dari kerusakan,” tegasnya.


Selama kegiatan berlangsung, situasi dalam keadaan aman dan kondusif, serta tidak ditemukan hambatan berarti.


Dengan adanya patroli bersama ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung upaya penegakan hukum dalam memberantas PETI di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.

(Desi suarni)

Polres Kuansing Amankan Sholat Tarawih, Kapolres AKBP Hidayat Perdana: “Kami Ingin Jamaah Beribadah dengan Tenang dan Khusyuk”


 Center Indonesia KUANTANSINGINGI,– Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan mewarnai pelaksanaan Sholat Tarawih di sejumlah masjid di Kecamatan Kuantan Tengah,  Untuk memastikan ibadah berlangsung aman dan lancar, jajaran Polres Kuantan Singingi bersama Polsek Kuantan Tengah turun langsung melaksanakan pengamanan di enam masjid. Minggu malam (22/02/2026).


Pengamanan dilakukan di Masjid Agung Ar-Raudhah, Masjid Al Muhajirin, Masjid Makkah Simpang Tugu Pelajar, Masjid Al-Furqan, Masjid Raya Teluk Kuantan, serta Masjid Al-Kautsar Desa Jake.


Ratusan jamaah tampak memadati masjid sejak pukul 19.30 WIB. Di Masjid Agung Ar-Raudhah, jumlah jamaah mencapai sekitar 250 orang, sementara di Masjid Al-Kautsar Desa Jake sekitar 200 orang. Adapun masjid lainnya dihadiri 80 hingga 100 jamaah yang dengan khusyuk mengikuti rangkaian ibadah hingga selesai.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran personel Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk pelayanan nyata dan komitmen Polres Kuansing dalam menjaga situasi Harkamtibmas selama Bulan Suci Ramadhan 1447 H.


“Kehadiran kami bukan semata-mata untuk pengamanan, tetapi untuk memastikan masyarakat bisa beribadah dengan tenang, nyaman, dan khusyuk. Ramadhan adalah bulan penuh berkah, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga suasana tetap aman dan damai,” ujar Kapolres.


AKBP Hidayat juga menekankan bahwa keberhasilan menjaga situasi tetap kondusif tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang turut menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan masing-masing.


“Alhamdulillah, selama pelaksanaan Sholat Tarawih situasi terpantau aman dan kondusif. Tidak ada gangguan Kamtibmas maupun tindak pidana C3 seperti curas, curat, dan curanmor. Ini bukti sinergi yang baik antara Polri dan masyarakat,” tambahnya.


Selain pengamanan di dalam dan sekitar masjid, personel juga melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan serta memastikan kendaraan jamaah terparkir dengan aman.


Polres Kuansing memastikan kegiatan patroli dan pengamanan akan terus ditingkatkan selama Bulan Suci Ramadhan, baik saat Sholat Tarawih, tadarus, hingga berbagai aktivitas masyarakat lainnya.


Dengan kehadiran Polri yang humanis dan responsif, diharapkan suasana Ramadhan di Kabupaten Kuantan Singingi tetap sejuk, aman, dan penuh keberkahan bagi seluruh masyarakat.

(Desi suarni)

Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Pucuk Rantau Capai Tahap Penimbunan dan Pemasangan Plat Bordes

 C


enter Indonesia KUANTANSINGINGI,
– Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang menjadi akses vital penyeberangan antara Desa Muara Petai dan Desa Muara Tiu Makmur, Kecamatan Pucuk Rantau, Kabupaten Kuantan Singingi, terus menunjukkan progres signifikan. Memasuki hari ke-13 pelaksanaan, pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana dan jadwal yang telah ditetapkan, Minggu (22/2/2026).


Kegiatan pembangunan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB tersebut melibatkan 30 personel gabungan dari jajaran Polres Kuantan Singingi. Rinciannya terdiri dari 5 personel Brimob, 3 personel Sabhara, 2 personel Polairud, serta 20 personel gabungan Polres dan Polsek jajaran. Selain itu, pembangunan juga didukung oleh 5 teknisi serta partisipasi aktif masyarakat setempat yang turut bergotong royong.


Berbagai peralatan digunakan dalam proses pengerjaan, di antaranya mesin las, palu, gerinda tangan, penggaris baja, bor, catrol, cangkul, tembilang, gerobak, hingga perlengkapan pengecatan dan alat pelindung kerja.


Pada progres hari ke-13, pekerjaan difokuskan pada penimbunan jalan menuju jembatan serta melanjutkan pemasangan kerangka plat bordes atau pijakan jembatan gantung sebagai bagian penting dari struktur utama jembatan.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membuka akses transportasi yang aman dan layak di wilayah terpencil.


“Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini adalah bentuk komitmen Polri untuk hadir dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kami ingin memastikan akses penyeberangan antara Desa Muara Petai dan Desa Muara Tiu Makmur dapat digunakan dengan aman, sehingga menunjang aktivitas warga,” ujar Kapolres.


Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat dan sinergi seluruh personel yang terlibat dalam pembangunan tersebut.


“Kami sangat berterima kasih atas dukungan masyarakat dan para teknisi yang bekerja bersama personel di lapangan. Kebersamaan ini menjadi kekuatan utama dalam mempercepat proses pembangunan,” tambahnya.


Dengan progres fisik yang berjalan sesuai rencana, diharapkan Jembatan Merah Putih Presisi segera rampung dan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana penghubung yang aman dan representatif, guna meningkatkan konektivitas antar desa serta mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Pucuk Rantau.


(Desi suarni)

Sabtu, 21 Februari 2026

Bareskrim Polri Geledah Toko Emas Semar, Sita Emas Batangan Terkait TPPU Rp25,8 Triliun


Center Indonesia Jakarta
. - Tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri melakukan penggeledahan besar-besaran di Surabaya, Nganjuk, dan Jakarta terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil tambang ilegal senilai Rp25,8 triliun. Dalam operasi tersebut, polisi menyita puluhan kilogram emas batangan dan dokumen penting. 


Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Ade Safri Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa penggeledahan dilakukan di empat titik lokasi pada Kamis (19/2) hingga Jumat (20/2). Lokasi tersebut meliputi sebuah rumah mewah di Jalan Tampomas Surabaya, Toko Emas Semar di Nganjuk, serta rumah tinggal di Nganjuk dan Jakarta. 


"Kami menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen, uang tunai, bukti elektronik, hingga emas batangan. Untuk emas, ada yang kepingan 1 kg maupun 0,5 gram. Totalnya mencapai puluhan kilogram dan saat ini masih dalam pendataan," ujar Brigjen Pol. Ade Safri di lokasi penggeledahan. 


Di Surabaya, penyidik terpantau membawa keluar empat boks kontainer besar setelah melakukan penggeledahan selama sembilan jam, mulai pukul 11.00 WIB hingga 20.00 WIB.


Pengembangan Kasus Tambang Ilegal Pontianak


Brigjen Pol. Ade Safri menjelaskan bahwa penyidikan ini merupakan pengembangan dari kasus Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Pontianak, Kalimantan Barat, periode 2019-2022. Kasus asal tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) dengan terpidana utama berinisial FL. 


Berdasarkan fakta penyidikan dan Laporan Hasil Analisis (LHA) dari PPATK, ditemukan adanya akumulasi transaksi jual-beli emas hasil tambang ilegal yang mencapai Rp25,8 triliun selama kurun waktu 2019 hingga 2025. Aliran dana fantastis ini diduga mengalir ke sejumlah pihak, termasuk perusahaan pemurnian dan eksportir emas.


"Penyidikan TPPU ini adalah bentuk ketegasan kami. Pelaku usaha yang menampung, mengolah, atau memperjualbelikan mineral dari hasil pertambangan ilegal pasti akan ditindak tegas," tegas Brigjen Pol. Ade Safri.


Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa 37 orang saksi. Bareskrim Polri terus berkoordinasi dengan PPATK untuk menelusuri seluruh aliran dana guna menetapkan tersangka utama dalam kasus pencucian uang yang merugikan negara triliunan rupiah ini.


Ia menambahkan bahwa Polri berkomitmen menindak tegas setiap pelaku usaha yang nekat menampung, mengolah, maupun memperjualbelikan mineral hasil pertambangan tanpa izin. Operasi ini menjadi bagian dari upaya pemulihan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp2,8 triliun dari sektor tersebut.

(Desi suarni)

Ibadah Penuh Khidmat, WBP Nasrani Lapas Narkotika Rumbai Perkuat Iman di Gereja Lapas


Center Indonesia Pekanbaru
- Suasana khidmat dan penuh kedamaian menyelimuti gereja di Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai saat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Kristen mengikuti kegiatan ibadah rutin. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan kerohanian yang bertujuan memperkuat iman, menumbuhkan harapan, serta membentuk karakter yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan (19/02/2026).


Ibadah dipimpin oleh petugas pembinaan bersama rohaniawan, dengan rangkaian kegiatan berupa pujian dan penyembahan, doa bersama, serta penyampaian firman Tuhan. Seluruh peserta mengikuti ibadah dengan tertib dan penuh penghayatan, mencerminkan semangat untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan.


Melalui kegiatan keagamaan ini, Lapas Narkotika Rumbai terus berkomitmen memberikan hak beribadah kepada setiap WBP sesuai dengan keyakinannya. Diharapkan, pembinaan kerohanian yang rutin dilaksanakan dapat menjadi bekal positif bagi WBP dalam menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

(Desi suarni)

Jumat Penuh Berkah, Warga Binaan Khusyuk Laksanakan Sholat di Masjid At-Taubah


 Center Indonesia Pekanbaru - Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai kembali memfasilitasi pelaksanaan ibadah Sholat Jum’at bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Islam. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar di Masjid At-Taubah, di bawah pengawasan petugas guna memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga pada (20/02/2026).


Rangkaian ibadah diawali dengan khutbah yang berisi pesan-pesan moral dan spiritual, mengajak jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, serta menumbuhkan semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik. Para warga binaan mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan dan kedisiplinan.


Kegiatan Sholat Jum’at ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian di Lapas Narkotika Rumbai, yang bertujuan membentuk karakter warga binaan agar memiliki bekal spiritual yang kuat sebagai landasan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

(Desi suarni)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done