M C I

Selasa, September 15, 2026

*Di Tengah Kabut Asap, Ditlantas Polda Riau Bagikan 1.000 Masker dan Edukasi Green Policing*





Centerindonesia — Kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat ditunjukkan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau di tengah kondisi kabut asap yang melanda Kota Pekanbaru. Sebanyak 1.000 masker dibagikan gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan, Selasa (15/9/2026).


Dari total masker yang disalurkan, sebanyak 500 masker N95 dan 500 masker jenis lainnya. Pembagian dilakukan di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas dan pergerakan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya Polantas memberikan perlindungan kepada pengguna jalan.


Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dari Kantor Pelayanan Samsat Kota Pekanbaru, kemudian dilanjutkan ke kawasan Gerbang Tol Permai.


Sementara pada pukul 16.30 WIB, kegiatan kembali dilaksanakan di kawasan Mall SKA, Bundaran Tugu Zapin, Tugu Perjuangan, hingga Jalan Pattimura, tepatnya di depan Kantor Layanan BPKB Prototipe Ditlantas Polda Riau.


Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika mengatakan, kegiatan tersebut tidak semata-mata membagikan masker, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas dan kepedulian terhadap lingkungan.


“Kami ingin kehadiran Polantas benar-benar dirasakan masyarakat. Di tengah kondisi kabut asap, kami memberikan masker sekaligus mengedukasi masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas dan bersama-sama menjaga lingkungan melalui semangat Green Policing,” ujar Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika.


Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan diri ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan. Terlebih bagi pengguna kendaraan roda dua yang berhadapan langsung dengan kondisi udara di jalan raya.


Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, khususnya apabila kondisi udara menyebabkan jarak pandang terganggu.


Di lapangan, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril didampingi Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara turut turun langsung membagikan masker sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.


AKBP Dasril menegaskan, keselamatan berlalu lintas dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan dua hal yang dapat berjalan beriringan.


“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tertib dan berhati-hati dalam berkendara. Gunakan helm, patuhi rambu dan marka, jaga jarak aman serta tingkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi udara dan jarak pandang kurang baik akibat kabut asap,” jelasnya.


Tidak hanya sampai pada edukasi Kamseltibcarlantas, personel Ditlantas Polda Riau juga mengajak masyarakat menerapkan semangat Green Policing mulai dari lingkungan masing-masing.


Menurut AKBP Dasril, kepedulian terhadap lingkungan dapat dilakukan melalui langkah sederhana dan berkelanjutan, seperti merawat tanaman, melakukan penyiraman secara rutin, menjaga kebersihan serta mempertahankan ruang terbuka hijau di lingkungan tempat tinggal maupun tempat kerja.


“Green Policing bisa kita mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Mari kita rawat tanaman dan lakukan penyiraman secara rutin agar lingkungan tetap hijau, asri dan sejuk. Ini merupakan kepedulian bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat,” tuturnya.


Pantauan di sejumlah lokasi, para pejabat utama Ditlantas Polda Riau tampak turun langsung ke lapangan. Mereka menyapa masyarakat, membagikan masker serta menyampaikan pesan-pesan keselamatan berlalu lintas dan kepedulian lingkungan.


Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kehadiran Polantas yang tidak hanya berfokus pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga hadir memberikan perlindungan, edukasi dan pelayanan kepada masyarakat.


Melalui kegiatan ini, Ditlantas Polda Riau mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan, meningkatkan disiplin berlalu lintas serta membangun kepedulian terhadap lingkungan.


Di tengah kabut asap, Polantas hadir bukan hanya untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga melindungi masyarakat dan mengajak bersama menjaga lingkungan melalui semangat Green Policing.

(Ds)

Mengapa Kabut Asap Kembali Pekat di Siak? Angin dari Selatan Jadi Salah Satu Penyebab*







Centerindonesia Siak – Banyak yang bertanya, mengapa asap masih cukup pekat di Kabupaten Siak. Padahal beberapa lokasi kebakaran di Siak sudah padam dan kebakaran relatif tidak terlalu luas dibandingkan wilayah lain.


Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Sumatera VI Siak, Ihsan Abdillah, menjelaskan berdasarkan pemantauan kondisi atmosfer saat ini, arah angin bergerak dari selatan ke utara.


Sementara itu, aktivitas Karhutla dan titik panas (hotspot) di  bagian selatan Pulau Sumatera masih cukup tinggi.


“Arah angin kita saat ini, antara bulan Januari sampai Mei bergerak dari utara menuju selatan. Sementara itu, Juni hingga Desember arah angin bergerak dari selatan ke utara. Otomatis kebakaran dari daerah selatan asapnya ke Kabupaten Siak dan ini bisa kita lihat melalui Asmc (Asean Specialised Meteorological Centre),” ujar Ihsan, Selasa (15/9/2026).


Salah satu indikasinya, sambung Ihsan, dapat dilihat dibeberapa kabupaten/kota wilayah paling selatan Riau. Saat ini, jarak pandang sangat terbatas akibat kabut asap, sementara tidak terdapat kebakaran besar di wilayah tersebut.


“Tentu secara meteorologis sangat mungkin asap berasal dari wilayah yang lebih selatan terbawa angin menuju utara. Jadi, di mana asap berada tidak selalu menunjukkan di mana sumber kebakarannya berada.


Ia menjelaskan, untuk menentukan sumber asap secara ilmiah, harus dilihat secara bersama-sama antara hotspot, luas kebakaran, citra satelit, arah angin, dan dinamika atmosfer.


“Saat ini kualitas udara di beberapa wilayah juga terpantau fluktuatif. Karena itu, kondisi clear di lokasi kebakaran tidak serta-merta membuat kualitas udara langsung kembali normal,” kata dia. 


“Karhutla merupakan persoalan lintas wilayah. Asap karhutla bergerak mengikuti dinamika atmosfer,” tambahnya.


Kabut asap kembali dirasakan sejak Senin lalu. Berdasarkan update Informasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dirilis Dinas Kominfo Siak, kualitas udara di Kabupaten Siak berada pada kategori sangat tidak sehat. Hingga saat ini, aktivitas sekolah jenjang PAUD dan TK masih diliburkan.**

Tim Elang Kuantan Gerebek Rumah di Kuantan Mudik, 2 Perempuan dan Seorang Pria Diamankan Bawa Sabu-Ekstasi


Selasa, 15 September 2026





Centerindonesia,– Tim Elang Kuantan Satresnarkoba Polres Kuantan Singingi mengungkap tindak pidana narkotika di Desa Bukit Pedusunan, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, sekitar pukul 01.00 WIB. Selasa (15/9/2026).


Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan tiga orang tersangka, terdiri dari seorang pria berinisial IC (47) serta dua perempuan berinisial GU (34) dan SY (45).


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Resnarkoba AKP Hasan Basri, S.H., M.H., mengatakan pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Desa Bukit Pedusunan.


"Setelah menerima informasi tersebut, Tim Elang Kuantan Satresnarkoba melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, petugas menemukan sebuah rumah yang diduga menjadi tempat transaksi narkotika," ujar AKP Hasan Basri.


Selanjutnya, pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, Tim Elang Kuantan melakukan penggerebekan terhadap rumah tersebut. Saat itu, petugas mengamankan tiga orang yang hendak mengeluarkan sepeda motor dari dalam rumah.


Dalam penggeledahan yang disaksikan perangkat desa setempat, petugas menemukan sejumlah barang bukti narkotika yang disimpan di beberapa tempat.


Dari dalam kamar ditemukan satu kantong kain warna hitam berisi 14 paket diduga sabu, satu kotak kabel data berisi tiga pipet kaca pyrex yang berisikan diduga sabu, satu dompet berisi satu paket diduga sabu dan satu butir pil ekstasi, satu kotak softlens berisi empat butir pil ekstasi, serta satu tas warna hitam berisi satu butir pil ekstasi.


Petugas kemudian melakukan penggeledahan terhadap sepeda motor milik tersangka IC (47). Dari dalam dasbor ditemukan satu paket diduga sabu, sedangkan dari dalam jok sepeda motor ditemukan tiga paket diduga sabu dan satu unit timbangan digital.


Secara keseluruhan, barang bukti yang diamankan berupa 19 paket plastik klip berisi diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 11,50 gram dan enam butir pil ekstasi dengan berat kotor 3,69 gram.


Selain narkotika, petugas juga mengamankan dua unit timbangan digital, satu alat hisap bong, tiga pipet kaca pyrex berisi diduga sabu, satu korek api mancis, satu tas hitam, satu dompet cokelat, plastik klip kosong, pipet sendok, kotak fast charging, gunting, kantong kain hitam, kotak softlens, tiga unit handphone, satu unit sepeda motor Honda Beat Street tanpa nomor polisi serta uang tunai Rp350 ribu.


"Dari hasil interogasi, tersangka IC (47) mengakui memperoleh narkotika jenis sabu tersebut dari seseorang berinisial JD yang saat ini masih dalam penyelidikan di Pekanbaru. Sabu tersebut diperoleh sebanyak setengah kantong dengan harga Rp1,5 juta melalui transaksi secara online," jelas Kasat Resnarkoba.


Ketiga tersangka juga telah menjalani pemeriksaan urine. Hasilnya, IC (47), GU (34) dan SY (45) dinyatakan positif mengandung Amphetamine.


Atas perbuatannya, ketiga tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.


Untuk Pasal 114 ayat (1) UU Narkotika, setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika Golongan I, dapat dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.


Sementara itu, Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika mengatur mengenai percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika, dengan ketentuan ancaman pidananya mengikuti ketentuan pasal tindak pidana yang dilakukan.


"Ketiga tersangka beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Mapolres Kuantan Singingi untuk menjalani proses penyidikan dan pengusutan lebih lanjut. Kami juga masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pemasok narkotika tersebut," tegas AKP Hasan Basri.


Polres Kuantan Singingi mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Turnamen Futsal Kalapas Cup Vol. II: Tim Residivis Blok E Ukir Kemenangan Sebagai Juara




 

Centerindonesia – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis sukses menggelar Turnamen Futsal Kalapas Cup Vol. II, yang resmi dibuka pada 5 September 2026. Ajang olahraga ini diikuti oleh 12 tim — terdiri dari 10 tim Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan 2 tim pegawai Lapas Bengkalis, yaitu Elpali A dan Elpali B. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan melalui olahraga, sekaligus sarana mempererat kebersamaan dan menanamkan nilai sportivitas di lingkungan Lapas.

 

Setelah melalui serangkaian pertandingan yang penuh persaingan, Tim Elpali B berhasil melaju hingga babak final dan berhadapan dengan Tim Blok E (Residivis) pada Senin, 14 September 2026. 


Pertandingan berlangsung sangat sengit dan menarik, dengan kedua tim saling menyerang dan menunjukkan permainan terbaiknya. Dukungan serta antusiasme para penonton turut menambah semarak dan semangat jalannya pertandingan. Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan, Tim Residivis Blok E berhasil meraih kemenangan dengan skor akhir 7–4.

 

Laga final tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP), para pegawai, serta seluruh Warga Binaan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan penuh semangat dari seluruh peserta maupun penonton.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah mengikuti turnamen dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.

 

“Saya mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti Kalapas Cup Vol. II dengan penuh semangat dan sportivitas. Menang atau kalah adalah bagian dari pertandingan, namun yang paling utama adalah bagaimana kegiatan ini menjadi wadah pembinaan, membangun kebersamaan, kedisiplinan, serta menumbuhkan sikap sportif bagi Warga Binaan maupun pegawai. Selamat kepada Tim Residivis yang berhasil meraih kemenangan, dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga turnamen ini dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Kalapas.

 

Melalui kegiatan olahraga seperti Kalapas Cup Vol. II, Lapas Kelas IIA Bengkalis terus berupaya menciptakan kegiatan pembinaan yang positif, produktif, dan membangun karakter. Selain itu, ajang ini juga menjadi sarana menjaga kebugaran sekaligus memperkuat hubungan yang harmonis antara Warga Binaan dan petugas.

 

(Ds)

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Siaga Karhutla, Koordinasi BNPB Perkuat Langkah Terpadu di Riau

 






Centerindonesia – Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP menghadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara terpusat melalui video conference bersama BNPB di Ruang Kenanga, Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Selasa (15/9/2026).


Pertemuan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi pusat dan daerah untuk merespons perkembangan Karhutla sekaligus memastikan langkah penanganan di lapangan berjalan cepat dan terpadu.


Bersama Pangdam, hadir Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Kajati Riau I Dewa Gede Wirajana, S.H., M.H., Kepala BPBD Provinsi Riau M. Edy Afrizal, S.E., M.H., serta unsur Forkopimda dan instansi terkait.


Rakor membedah perkembangan titik Karhutla, langkah pencegahan dan pemadaman, kesiapan personel hingga dukungan sarana dan prasarana. Koordinasi lintas instansi turut menjadi perhatian untuk mempercepat respons ketika ditemukan kebakaran maupun titik asap baru.


Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama unsur Polri, pemerintah daerah, BPBD dan instansi terkait terus memperkuat pemantauan serta penanganan di wilayah rawan. Upaya tersebut diarahkan untuk mencegah api meluas sekaligus menekan dampak Karhutla terhadap masyarakat, lingkungan dan aktivitas perekonomian.


Karakteristik sejumlah wilayah Riau yang memiliki lahan gambut membuat kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas. Karena itu, deteksi dini, pemantauan wilayah rawan serta kecepatan pengerahan unsur di lapangan terus diperkuat.


Rakor berlangsung tertib dan lancar dengan satu penekanan utama: Karhutla membutuhkan respons cepat, koordinasi kuat dan kerja terpadu seluruh unsur, dari pusat hingga personel di lapangan (pendam19)

(Ds)

Senin, September 14, 2026

Tingkatkan Kebugaran dan Kekompakan, Pegawai Lapas Tembilahan Gelar Kegiatan Bersepeda Bersama





Centerindonesia, 12 September 2026 – Dalam rangka menjaga kebugaran fisik dan mempererat kebersamaan antarpegawai, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan menggelar kegiatan olahraga bersepeda bersama, Sabtu (12/9). Kegiatan yang diikuti oleh jajaran pegawai beserta peserta magang ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Tembilahan, Wahyu Prasetyo.


Seluruh peserta tampak antusias mengayuh sepeda menyusuri rute jalan raya yang telah ditentukan. Selama kegiatan berlangsung, seluruh pegawai mengikuti jalannya olahraga bersama ini dengan tertib serta tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan berkendara. Rangkaian acara pun berjalan di bawah pengawasan dan pendampingan dari jajaran pimpinan demi memastikan situasi tetap kondusif.


Kalapas Tembilahan, Wahyu Prasetyo, menjelaskan bahwa kegiatan olahraga bersama ini merupakan agenda penting untuk menjaga imunitas dan kesehatan para petugas di tengah padatnya rutinitas kedinasan. Selain aspek kesehatan, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk membangun komunikasi yang positif di luar jam kerja.


“Kegiatan bersepeda ini bukan sekadar olahraga untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan kesehatan, tetapi juga sebagai sarana efektif untuk memupuk rasa kekompakan dan soliditas antarpegawai. Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar kegiatan positif seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin,” ujar Wahyu Prasetyo.


Pelaksanaan sepeda bersama ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan olahraga yang konsisten, Lapas Tembilahan berkomitmen untuk terus membentuk sumber daya manusia (SDM) yang sehat, prima, dan kompak, guna mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

(Ds)

Lapas Tembilahan Dorong WBP Produktif melalui Pembinaan Kemandirian






Centerindonesia – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan melaksanakan kegiatan Pembinaan Kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (14/9/2026) pukul 09.00 WIB. Kegiatan yang berada di bawah pengawasan Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) tersebut menjadi upaya Lapas dalam meningkatkan keterampilan, produktivitas, serta kesiapan WBP untuk kembali ke tengah masyarakat.


Pembinaan kemandirian dilaksanakan melalui sejumlah bidang keterampilan, meliputi laundry, pangkas rambut, perikanan, peternakan, dan pertanian. Pada bidang laundry, sebanyak lima WBP melaksanakan pencucian, pengeringan, penyetrikaan, pelipatan, hingga penataan pakaian dengan mengutamakan kebersihan dan kerapian. Sementara itu, satu WBP mengikuti kegiatan pangkas rambut sebagai bekal keterampilan di bidang jasa setelah menyelesaikan masa pidana.


Di bidang perikanan, dua WBP melaksanakan perawatan kolam budidaya ikan patin, nila, dan lele melalui kegiatan pemberian pakan, penambahan air, pemantauan kondisi ikan, serta pembersihan area kolam. Pada bidang peternakan, dua WBP melakukan pemeliharaan ayam kampung, meliputi pemberian pakan dan minum, pembersihan kandang, serta pemantauan kesehatan ternak. Adapun di bidang pertanian, empat WBP merawat tanaman kangkung, pepaya, dan terong melalui penyiraman, pemupukan, penyiangan, dan pemeliharaan lahan.


Kepala Lapas Kelas IIA Tembilahan, Wahyu Prasetyo, menegaskan pentingnya pengembangan pembinaan kemandirian secara berkelanjutan sebagai sarana membentuk WBP yang terampil, disiplin, dan bertanggung jawab. Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan bekal produktif bagi WBP setelah bebas. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar dengan pengawasan petugas Lapas.

(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done