M C I

Selasa, Oktober 20, 2026

MENJAGA KESEHATAN MENUMBUHKAN SEMANGAT PERUBAHAN




Apa yang terlihat sederhana, bisa menjadi bagian dari perjalanan yang berarti.


Centerindonesia Pemasyarakatan Kelas IIB Teluk Kuantan melaksanakan kegiatan senam bersama Warga Binaan Pemasyarakatan yang turut diikuti oleh peserta MagangHub.


Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan. Warga Binaan dan peserta MagangHub mengikuti gerakan senam, menjaga kebugaran, sekaligus membangun energi positif di lingkungan Lapas.


Di balik gerakan dan keringat, ada disiplin yang dilatih, kebersamaan yang tumbuh, serta semangat untuk terus menjalani hari dengan lebih baik.


Karena pembinaan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga tentang menjaga kesehatan, membangun karakter, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.


Hari ini bergerak.

Hari ini berbenah.

Besok, melangkah lebih baik.


(Ds)

*Bupati Afni Gandeng LTKL Dorong UMKM Siak Naik Kelas Jadi Industri*

 




Centerindonesia – Bupati Siak Afni Zulkifli mengajak Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) berkolaborasi mengembangkan UMKM dengan memanfaatkan komoditas lokal agar memiliki nilai jual dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.


Ajakan tersebut disampaikan Afni saat menerima kunjungan pengurus Sekretariat LTKL di Kediaman Bupati Siak, Kompleks Rumah Rakyat, Selasa (20/10/2026).


Pertemuan itu membahas berbagai potensi komoditas lokal yang dapat dikembangkan untuk mendorong ekonomi daerah secara berkelanjutan.


Afni mengatakan Siak memiliki beragam potensi lokal yang perlu dikembangkan, salah satunya melalui peningkatan UMKM menjadi industri yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah, tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.


“Produk UMKM kita kalau dibanding industri memang kalah, ya. Tapi saya ingin teman-teman LTKL ikut membantu supaya UMKM kita ini bisa naik kelas, bukan jadi kelas UMKM lagi, tapi naik ke kelas industri,” kata Afni.


Karena Menurut Afni, dengan potensi lokal yang dimiliki Kabupaten Siak, sera di dukung dengan pendampingan dan promosi, ia yakin dan parçaya, UMKM yang jumlahnya ribuan ini, bisa nain kelas dan terbuka lapangan pekerjaan baru bari masyarakat lokal.

 

Salah satu potensi yang disorot Afni ialah UMKM Pinaloka yang mengolah nanas komoditas yang ditanam dari lahan gambut. Menurutnya, nanas memiliki beragam prodüksiyon turunan yang bisa di hasilkan. Mulai dari produk minuman dan selai, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.


“Saya ingin kita coba fokus dulu pada satu contoh, yang paling dekat dengan kita menurut saya nanas. Produk turunannya banyak, bisa dijual segar, diolah jadi minuman, selai, dan lainnya. Harapannya ini bisa menjadi contoh bahwa lahan gambut juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.


Afni berharap pengembangan nanas dan komoditas lokal lainnya dapat membuka peluang usaha sekaligus menjadi alternatif pemanfaatan lahan gambut secara produktif, termasuk pada lahan bekas kebakaran, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.


Kepala Sekretariat LTKL Ristika Putri Istanti menyambut baik gagasan tersebut. Ia mengatakan LTKL siap mendukung pengembangan UMKM melalui perluasan jejaring kemitraan, akses pasar, fasilitasi pendanaan, dan pendampingan di lapangan.


“Peran LTKL memang sebagai enabler atau penghubung, pasti kita akan bantu. Kami membantu dalam proses pengembangan, seperti membuka jejaring dengan mitra, akses pasar, pendanaan, dan pendampingan lapangan. Pasti kami dukung,” kata Ristika.


Ristika menambahkan, LTKL akan mengidentifikasi berbagai komoditas potensial di Kabupaten Siak untuk melihat peluang pengembangannya. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong diversifikasi ekonomi daerah melalui peningkatan nilai tambah produk dari hulu hingga hilir.


“Kami ingin melihat komoditas apa saja yang ada di Kabupaten Siak dan punya potensi untuk dikembangkan. Harapannya, ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada satu komoditas, tetapi semakin beragam melalui peningkatan nilai tambah dari hulu hingga hilir,” ucapnya.



(Rahma/MC Siak)

Hari Santri 2026, Siak Deklarasikan Diri sebagai Kabupaten Santri

 



Centerindonesia SRI INDRAPURA – Kabupaten Siak akan mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Santri pada peringatan Hari Santri Nasional tingkat kabupaten, Jumat (23/10/2026), di Lapangan Tugu, depan Istana Siak. Momentum ini diperkirakan diikuti sekitar 4.500 santriwan dan santriwati dari pondok pesantren yang tersebar di Kabupaten Siak.


Deklarasi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat peran pesantren dalam membentuk generasi berilmu, berakhlak, dan berkarakter Qurani.


Bupati Siak Afni Z menegaskan, semangat Kabupaten Santri tidak boleh berhenti pada deklarasi dan peringatan tahunan, tetapi harus diwujudkan melalui perhatian berkelanjutan terhadap pendidikan keagamaan dan pembinaan akhlak generasi muda.


“Kita ingin Siak menjadi Kabupaten Santri, semangat itu harus kita hidupkan bersama. Bukan hanya pada saat Hari Santri, tetapi juga melalui perhatian kepada pondok pesantren, para kiai, ustaz dan ustazah, serta pendidikan karakter anak-anak kita,” demikian pesan yang ingin ditegaskan Afni dalam momentum tersebut.


Persiapan peringatan Hari Santri dimatangkan melalui rapat final yang dipimpin Bupati Afni bersama Wakil Bupati Siak Syamsurizal di Zamrud Room, Kompleks Rumah Rakyat, Selasa (20/10/2026).


Rapat yang dikoordinasikan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Siak itu membahas kesiapan upacara, kirab santri, perlombaan, pemondokan, serta pelayanan peserta.


Dengan perkiraan kehadiran 4.500 santri, Afni meminta panitia memastikan kesiapan tempat menginap, fasilitas ibadah, kamar mandi, tempat wudu, dan transportasi. Lokasi pemondokan juga diupayakan dekat dengan pusat kegiatan agar memudahkan mobilitas peserta, terutama santri yang datang dari kecamatan jauh.


“Jangan jauh-jauh lah dari kompleks ini supaya tidak perlu mereka jalan lagi,” ujar Afni saat membahas lokasi pemondokan dalam rapat.


Pemerintah daerah turut merencanakan penyediaan transportasi gratis berupa odong odong pemda untuk membantu mobilitas santri. Panitia juga diminta memastikan jumlah peserta dari setiap pondok pesantren agar kebutuhan pelayanan dapat dipersiapkan secara tepat.


Afni menekankan agar rangkaian upacara berlangsung sederhana, tertib, dan tepat waktu. Upacara dijadwalkan dimulai pukul 08.30 WIB dan ditargetkan selesai pukul 09.30 WIB, sebelum dilanjutkan dengan kirab santri.


“Pokoknya 8.30 sudah langsung mulai,” tegasnya, seraya meminta jadwal tersebut disampaikan kepada seluruh pimpinan pondok pesantren agar peserta dapat hadir tepat waktu.


Selain upacara dan kirab, peringatan Hari Santri akan diisi perlombaan bidang keagamaan, bahasa, dan olahraga. Di antaranya cerdas cermat atau pemahaman Al-Qur’an serta pidato bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan kemampuan, menunjukkan prestasi, dan mempererat silaturahmi antarpesantren.


Melalui deklarasi Kabupaten Santri, Pemkab Siak ingin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga tradisi pesantren dan menumbuhkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Dengan demikian, identitas Kabupaten Santri tidak hanya menjadi sebutan, tetapi tercermin dalam dukungan terhadap pendidikan pesantren dan lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, serta berkarakter Qurani.

(Ds)

Muskab Korpri Siak Tetapkan Mahadar sebagai Ketua Periode 2026–2031

 




Centerindonesia –Musyawarah Kabupaten (Muskab) Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) tahun 2026. Secara aklamasi akhirnya menetapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar sebagai ketua terpilih Korpri Siak periode 2026–2031, beralngung di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, Selasa (20/10/2026).


Muskab digelar untuk mengevaluasi kepengurusan sebelumnya, merumuskan program kerja, serta menetapkan kepengurusan Korpri Kabupaten Siak untuk lima tahun mendatang.


Pemilihan dilakukan melalui sidang pleno yang diikuti perwakilan Dewan Pengurus Korpri Provinsi Riau, unit Korpri instansi vertikal, badan usaha milik daerah (BUMD), serta unit Korpri kecamatan se-Kabupaten Siak.


Dalam sambutannya, Mahadar menegaskan bahwa Korpri memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan daerah, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.


“Organisasi ini harus diperkuat untuk menjadi pemersatu Aparatur Sipil Negara dan mendorong terwujudnya birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujar Mahadar.


Menurut dia, penguatan organisasi Korpri harus diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam meningkatkan kinerja aparatur dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Sementara itu, Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau, Harry Prabowo, hadir mewakili Dewan Pengurus Korpri Provinsi Riau sekaligus membacakan sambutan ketua pengurus tingkat provinsi.


Dalam sambutannya, Korpri didorong untuk menjaga kesinambungan organisasi dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Muskab juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi, menetapkan arah kepengurusan, dan meningkatkan manfaat organisasi bagi para anggotanya.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara musyawarah dan penyerahan palu pimpinan dari pengurus lama kepada Mahadar sebagai ketua terpilih untuk periode 2026–2031.


Dengan kepengurusan baru, Korpri Kabupaten Siak diharapkan semakin solid dan profesional dalam memperkuat peran aparatur sipil negara (ASN), mendukung pembangunan daerah, serta mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.


(Eko/MC Siak)

Bupati Afni Ungkap Alasan MTQ Siak 2025 Digelar Semi Terbuka*

 




Centerindonesia Mempura– Bupati Siak Afni menjelaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Kabupaten Siak pada 2025 tetap dilaksanakan, tetapi dengan konsep semi terbuka karena keterbatasan anggaran dan waktu persiapan peserta untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi Riau pada 2026.


Penjelasan tersebut disampaikan Afni saat membuka MTQ ke-XVI tingkat Kecamatan Mempura di Kampung Paluh, Kecamatan Mempura, Senin (19/10/2026). Ia menegaskan, pelaksanaan MTQ tetap menjadi bagian penting dalam pembinaan generasi Qur’ani di Kabupaten Siak.


“MTQ pada tahun 2025 lalu bukan tidak dilaksanakan, tetapi Pemda Siak melaksanakannya secara semi terbuka karena keterbatasan anggaran dan mepetnya waktu untuk mempersiapkan qari dan qariah terbaik Kabupaten Siak mengikuti MTQ tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi pada Juni dan Juli 2026 lalu,” kata Afni.


Afni mengatakan, penyelenggaraan MTQ di tingkat kampung, kecamatan, hingga kabupaten tetap penting untuk menjaga tradisi keagamaan dan mendorong lahirnya generasi yang mampu membaca serta memahami Al-Qur’an.


Ia juga menyinggung pengalamannya sebagai peserta MTQ selama tiga tahun berturut-turut pada cabang Syarhil Qur’an. Menurut Afni, pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya mempertahankan kegiatan MTQ di Kabupaten Siak.


“Tidak mungkin rasanya pelaksanaan MTQ tidak dilaksanakan pada kepemimpinan kami,” ucap Afni.


Dalam kesempatan itu, Afni turut mengapresiasi prestasi Afif Muhammad Thoifur, peserta asal Kecamatan Mempura yang meraih peringkat kedua nasional pada cabang Tilawah Golongan Tartil dalam MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang.


Ia berharap prestasi tersebut dapat memotivasi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an dan mengikuti kompetisi MTQ pada tingkat yang lebih tinggi.


Sementara itu, Penghulu Kampung Paluh sekaligus panitia pelaksana, Suprayitno, mengatakan MTQ ke-XVI tingkat Kecamatan Mempura diikuti 95 peserta dan berlangsung pada 19–21 Oktober 2026.


Perlombaan mencakup cabang Tilawah Al-Qur’an untuk golongan tartil, anak-anak, remaja, dan dewasa, serta cabang Syarhil Qur’an.


Rinciannya, golongan tartil diikuti 15 peserta, golongan anak-anak 14 peserta, golongan remaja 15 peserta, dan golongan dewasa 13 peserta. Adapun cabang Syarhil Qur’an diikuti 13 tim dengan total 39 peserta.


MTQ ke-XVI tingkat Kecamatan Mempura mengusung tema “Melalui MTQ ke-XVI Tingkat Kecamatan Mempura Tahun 2026, Wujudkan Generasi Qur’ani Menuju Siak Hebat, Bermartabat, dan Berkarakter Budaya Melayu”.


Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap pembinaan generasi Qur’ani terus berjalan dan potensi peserta MTQ dari Kabupaten Siak semakin berkembang.


(Agi/MC Siak)

Tingkatkan kemampuan dan minat, LPTQ Siak laksanakan Pelatihan Gratis.

 





Centerindonesia terus meningkatkan kemampuan para qari dan qariah di Kabupaten Siak, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Siak, membuat program pelatihan gratis. 


Program pelatihan gratis itu, dilaksanakan setiap hari sabtu dan minggu di Kantor Sekretariat LPTQ Kabupaten Siak, yang berada di lokasi mess Pemda Kecamatan Siak.


"Untuk kegiatan pelatihan ini, meliputi cabang-cabang yang dipertandingkan pada MTQ, seperti Tilawatil Qur’an, Hifzil Qur’an, Syahril Qur’an, kaligrafi serta beberapa cabang perlombaan lainnya. Dan untuk pelatihan ini gratis tanpa biaya, kecuali makan dan minum peserta,". 


Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Siak Syamsurizal, saat menutup secara langsung Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke - XXIV tingkat Kecamatan Minas, di Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Minggu malam (18/10/2026).


Wakil Bupati Siak Syamsurizal, yang juga merupakan Ketua LPTQ Kabupaten Siak menambahkan, pelatihan ini dibuka bukan hanya untuk para Qari dan Qariah, tetapi juga untuk para generasi muda, serta ibu dan bapak, yang berminat untuk belajar dan mendalami Alqur'an, dan juga cabang perlombaan pada MTQ. 


"Pelatihan ini kami buka untuk umum, jadi bagi ibu, bapak dan adek-adek yang berminat, silahkan langsung datang ke Kantor Sekretariat LPTQ Kabupaten Siak, jika ingin menginap, kami juga menyediakan kamar untuk bermalam di area Pelatihan, dan semuanya gratis," jelasnya Syamsurizal. 


Oleh karena itu, sambungnya, bagi para peserta pada MTQ tingkat Kampung maupun tingkat Kecamatan yang baru saja dilaksanakan, terus semangat dalam meningkatkan kemampuan pada bidang yang diikuti, jangan mudah puas dengan hasil yang didapatkan. 


"Saya ucapkan selamat kepada peserta yang berhasil meraih juara, jangan puas dengan hasil yang didapatkan saat ini. Untuk peserta yang belum berhasil, saya harap bisa memanfaatkan kegiatan pelatihan yang di laksanakan oleh LPTQ Kabupaten Siak, agar kemampuan bisa terus meningkat dan bisa mendapatkan hasil yang lebih baik kedepannya," harap Wabup Siak yang juga Ketua LPTQ Kabupaten Siak itu.

(Ds)

Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar

 




Centerindonesia — Sebanyak 13 produk dari sembilan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kabupaten Siak, Riau, kini dipasarkan di 40 gerai Alfamart yang tersebar di wilayah tersebut. Kebersihan ini, berkat Kerja sama Pemerintah Kabupaten Siak dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk upaya memperluas akses pasar sekaligus mendorong UMKM lokal naik kelas.


Program pengembangan dan pembinaan UMKM tersebut diresmikan melalui penandatanganan kesepakatan bersama di gerai Alfamart Meredan, Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Senin (19/10/2026). Kegiatan dilanjutkan dengan pengguntingan pita pada etalase khusus produk UMKM.


Wakil Bupati Siak Syamsurizal mengatakan, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan produk lokal dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.


Menurut dia, pelaku UMKM perlu terus meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan serta membangun identitas merek agar mampu bersaing di pasar ritel modern.


“Kita berharap kreativitas UMKM dapat meningkatkan ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan,” ujar Syamsurizal.


Selain dipasarkan di 40 gerai di Kabupaten Siak, produk UMKM tersebut juga telah menjangkau jaringan Alfamart di Pekanbaru yang mencapai 130 toko, serta sejumlah kabupaten lain di Provinsi Riau.


Untuk memperluas peluang pemasaran, Pemkab Siak melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM bersama Alfamart terus melakukan koordinasi, pendampingan, dan kurasi produk. Upaya ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha memenuhi standar kualitas serta persyaratan pemasaran di jaringan ritel modern.


Syamsurizal berharap Alfamart turut memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, terutama dalam pengembangan produk, kualitas, kemasan, dan pemenuhan persyaratan penjualan. Ia juga mendorong perusahaan agar memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat setempat yang memenuhi kualifikasi.


Salah satu pelaku UMKM yang merasakan manfaat program ini adalah Tati Rostika, warga Kecamatan Tualang yang telah menjalankan usaha selama 11 tahun.


Tati mengapresiasi dukungan Pemkab Siak yang membuka kesempatan bagi produk lokal untuk masuk ke jaringan ritel modern. Menurut dia, akses pasar yang lebih luas dapat membantu meningkatkan penjualan sekaligus menjaga keberlangsungan usaha.


“Kerja sama ini bukan hanya menjadi kesempatan untuk menjual produk, tetapi juga langkah awal untuk tumbuh dan berkembang serta naik kelas,” kata Tati.


Melalui program tersebut, Pemkab Siak berharap semakin banyak pelaku UMKM mampu memenuhi standar pasar modern dan memperluas jangkauan pemasaran. 



Eko/MC Siak

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done