M C I

Kamis, Juli 09, 2026

*Sigap, Personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau dan Tim Lalin HK Berjibaku Selamatkan Korban Kecelakaan di Tol Pekanbaru–Dumai*





Centerindonesia PEKANBARU – Kesigapan personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Ditlantas Polda Riau bersama Tim Lalu Lintas PT Hutama Karya (HK) berhasil mempercepat proses penyelamatan para korban dalam kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus Pelangi dan sebuah truk tronton di ruas Jalan Tol Pekanbaru–Dumai KM 2, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 05.40 WIB.


Penanganan di lokasi dipimpin langsung oleh Kanit Tol Permai AKP Ruben yang mengoordinasikan personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau bersama Tim Lalu Lintas PT Hutama Karya dalam proses evakuasi korban, pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), serta pengaturan arus lalu lintas agar tetap aman dan lancar.


Berdasarkan hasil olah TKP sementara, Bus Pelangi bernomor polisi BL 7641 JK yang melaju dari arah Batin Solapan menuju Pekanbaru diduga mengalami microsleep sehingga menabrak bagian belakang truk tronton Mitsubishi BK 8050 GU yang melaju searah di depannya.


Benturan keras menyebabkan truk keluar dari badan jalan hingga terperosok ke dalam parit, sementara bagian depan bus mengalami kerusakan berat. Akibat kecelakaan tersebut, sebanyak 18 penumpang menjadi korban, dengan rincian 16 orang mengalami luka-luka dan dua orang meninggal dunia, yakni Ibrahim Yafi Al Arumi (2) dan Ainul Mardiah (58).


Sesaat setelah menerima laporan, personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau bersama Tim Lalu Lintas PT Hutama Karya bergerak cepat menuju lokasi. Dengan penuh kesigapan, petugas mengevakuasi para korban dari dalam bus, memberikan pertolongan pertama, mengamankan lokasi kejadian, mengatur arus lalu lintas, serta membantu proses evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan.


Petugas juga melakukan pendataan identitas korban, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan Unit Gakkum Satlantas Polresta Pekanbaru untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, pengemudi Bus Pelangi diketahui meninggalkan lokasi kejadian dan saat ini masih dalam proses pencarian oleh pihak kepolisian.


Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara mengatakan, keselamatan korban menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan kecelakaan lalu lintas.


“Begitu menerima informasi, personel kami yang dipimpin Kanit Tol Permai AKP Ruben langsung bergerak menuju lokasi. Fokus utama kami adalah menyelamatkan korban secepat mungkin, memberikan pertolongan pertama, mengamankan lokasi kejadian, serta memastikan arus lalu lintas tetap terkendali agar tidak terjadi kecelakaan susulan,” ujar AKBP Eko Baskara.


Ia menjelaskan, personel Sat PJR juga berkoordinasi dengan Tim Lalu Lintas PT Hutama Karya, tenaga kesehatan, serta Unit Gakkum Satlantas Polresta Pekanbaru agar proses evakuasi korban maupun kendaraan dapat dilakukan secara cepat, aman, dan profesional.


Terkait penyebab kecelakaan, AKBP Eko Baskara menyebut dugaan sementara akibat pengemudi bus mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat mengemudi.


“Kami mengimbau kepada seluruh pengemudi, khususnya pengemudi angkutan umum dan kendaraan jarak jauh, agar tidak memaksakan diri berkendara ketika tubuh mulai lelah atau mengantuk. Manfaatkan rest area atau berhenti di tempat yang aman untuk beristirahat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan,” tegasnya.


Menutup keterangannya, AKBP Eko Baskara menjelaskan bahwa penanganan lanjutan kecelakaan tersebut telah diserahterimakan kepada Unit Gakkum Satlantas Polresta Pekanbaru sesuai dengan kewenangannya.


“Untuk tindak lanjut penanganan kecelakaan lalu lintas di ruas Tol Pekanbaru–Dumai ini telah kami serahterimakan kepada Satlantas Polresta Pekanbaru. Selanjutnya, proses penyelidikan dan penanganan hukum akan dilaksanakan oleh jajaran Satlantas Polresta Pekanbaru,” tutup AKBP Eko Baskara.


Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian telah kembali kondusif. Arus lalu lintas di ruas Jalan Tol Pekanbaru–Dumai berjalan tertib dan lancar setelah proses evakuasi korban serta kendaraan selesai dilakukan oleh personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau bersama Tim Lalu Lintas PT Hutama Karya dan instansi terkait.


Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia serta mendoakan agar para korban yang mengalami luka-luka segera diberikan kesembuhan.


“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan, serta seluruh korban yang sedang menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan,” ujar Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika.


Dirlantas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau yang dipimpin Kanit Tol Permai AKP Ruben, Tim Lalu Lintas PT Hutama Karya, tenaga kesehatan, dan seluruh unsur terkait yang bergerak cepat memberikan pertolongan sehingga proses evakuasi dan penanganan korban dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan tertib.


Mengakhiri keterangannya, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika mengimbau seluruh pengguna jalan tol agar senantiasa mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama berkendara.


“Patuhi seluruh peraturan lalu lintas, jangan memaksakan diri mengemudi ketika tubuh mulai lelah atau mengantuk. Manfaatkan rest area yang telah tersedia untuk beristirahat. Ingat, keluarga kita menanti di rumah. Keselamatan adalah tujuan utama dari setiap perjalanan,” pungkas Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika.

(Ds)

Polsek Pangean Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Tanah Bekali, Dua Rakit Dimusnahkan


Kamis, 9 Juli 2026





Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Polsek Pangean kembali melakukan penertiban terhadap aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Desa Tanah Bekali, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis siang (9/7/2026).


Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolsek Pangean IPTU Mario Suwito, S.H., M.H., bersama personel Polsek Pangean tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi dan pemberitaan media terkait dugaan kembali beroperasinya aktivitas PETI di wilayah tersebut.


Setibanya di lokasi sekitar pukul 12.50 WIB, petugas menemukan dua unit rakit PETI yang dalam keadaan tidak beroperasi. Untuk mencegah kembali digunakan oleh pelaku, kedua rakit beserta peralatan yang ada dimusnahkan dengan cara dirusak dan dibakar.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Pangean IPTU Mario Suwito, S.H., M.H., menegaskan bahwa Polres Kuansing berkomitmen melakukan penindakan terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin yang merusak lingkungan dan melanggar hukum.


"Setiap informasi yang diterima dari masyarakat maupun pemberitaan media akan kami tindak lanjuti. Penertiban ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menegakkan hukum terhadap aktivitas PETI di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi," ujar IPTU Mario Suwito.


Dalam kegiatan tersebut tidak ditemukan pelaku di lokasi sehingga tidak ada yang diamankan. Demikian pula barang bukti tidak diamankan karena peralatan yang ditemukan langsung dimusnahkan agar tidak dapat digunakan kembali.


Polres Kuansing mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pertambangan tanpa izin dan mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya kegiatan PETI di wilayahnya. Sinergi antara kepolisian, pemerintah, media, dan masyarakat diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Direktur Baru BSP Dilantik, Bupati Siak Minta Robi Junipa Segera Tuntaskan Tiga Agenda Prioritas.

 




Centerindonesia Pekanbaru – Bupati Siak, Afni Zulkifli, meminta Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang baru dilantik, Robi Junipa, segera bergerak membenahi perusahaan dengan menuntaskan tiga agenda prioritas, yakni pembenahan manajemen, penyelesaian Komitmen Kerja Pasti (KKP), serta percepatan pembangunan jaringan pipa Migas.


Pesan tersebut disampaikan Afni usai melantik Robi Junipa sebagai Direktur PT BSP periode 2026–2031 di Pekanbaru, Selasa (7/7/2026). 


Menurutnya, pelantikan bukan menjadi akhir dari proses seleksi, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk mengembalikan kinerja perusahaan daerah tersebut.


"Hari ini Saudara telah dilantik, maka detik berikutnya adalah saatnya bekerja keras. Ada amanah besar yang harus ditunaikan agar BSP menjadi perusahaan yang lebih baik," kata Afni.


Pelantikan Direktur BSP kali ini mengusung tema "Satu Arah, Satu Komitmen, Satu Hasil, Memanjang Tapak, Mengangkat Marwah", yang menurut Afni menjadi pengingat bahwa seluruh elemen perusahaan harus memiliki tujuan dan komitmen yang sama dalam membangun BSP.


Afni menegaskan, posisi Direktur BSP bukan sekadar jabatan struktural, melainkan amanah untuk menjaga eksistensi perusahaan daerah yang selama ini menjadi salah satu aset strategis Pemerintah Kabupaten Siak.


"Jabatan ini bukan sekadar posisi. BSP adalah marwah anak negeri, warisan para pemimpin terdahulu yang harus kita jaga bersama," ujarnya.


Tiga Prioritas yang Harus Dituntaskan


Dalam arahannya, Afni secara khusus meminta direktur baru fokus menyelesaikan tiga pekerjaan rumah yang dinilai menentukan masa depan BSP.


Prioritas pertama adalah melakukan pembenahan tata kelola perusahaan agar BSP semakin profesional, akuntabel, dan mampu meningkatkan kinerja di tengah tantangan industri migas yang semakin dinamis.


Agenda kedua adalah menuntaskan kewajiban Komitmen Kerja Pasti (KKP) yang menjadi komitmen bersama Pemerintah Kabupaten Siak dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta SKK Migas.


"Bangun komunikasi yang baik dengan seluruh kementerian dan yakinkan bahwa BSP mampu melaksanakannya," tegas Afni.


Sementara itu, prioritas ketiga adalah mempercepat pembangunan jaringan pipa yang dinilai menjadi solusi untuk menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan kapasitas produksi minyak dan gas.


Menurut Afni, pembangunan infrastruktur tersebut tidak boleh lagi tertunda mengingat efisiensi biaya menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi BSP.


"Jangan menunggu tahun depan. Kita ingin persoalan ini selesai tahun ini agar biaya produksi dapat ditekan dan produksi meningkat," katanya.


Hadapi Tantangan Industri Migas


Afni mengakui kondisi yang dihadapi BSP saat ini tidak mudah. Meskipun harga minyak dunia menunjukkan tren meningkat, perusahaan tetap dihadapkan pada kenaikan biaya produksi, kebutuhan investasi, serta berbagai persoalan operasional dan sosial yang harus segera diselesaikan.


Karena itu, ia berharap kepemimpinan baru mampu menghadirkan terobosan agar BSP kembali menjadi perusahaan daerah yang sehat, kompetitif, dan memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan daerah.


Minta Seluruh Jajaran Bersatu


Di akhir arahannya, Afni mengajak seluruh jajaran BSP meninggalkan perbedaan yang sempat muncul selama proses pergantian kepemimpinan dan mulai membangun soliditas di bawah direktur yang baru.


Ia menegaskan, keberhasilan BSP tidak hanya bergantung pada seorang direktur, tetapi membutuhkan dukungan seluruh karyawan dan manajemen perusahaan.


"Tidak ada lagi kubu-kubuan atau kotak-kotakan. Hari ini BSP memiliki nahkoda baru. Semua harus bersatu mendukung kepemimpinan yang baru," tegas Afni.


Dengan kepemimpinan baru tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak berharap PT BSP mampu memperkuat kinerja bisnis, meningkatkan produksi migas, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan dan perekonomian daerah.


(Rahma/MC Siak)

Wabup Siak Dorong Mustahik Naik Kelas Jadi Muzakki Lewat Program Z-Mart dan Z-Auto

 




Centerindonesia SIAK – Pemerintah Kabupaten Siak bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha mikro. 


Salah satunya diwujudkan lewat program wirausaha naik kelas Z-Mart dan Z-Auto yang menyasar para penerima zakat (mustahik) agar mampu berkembang menjadi pelaku usaha mandiri, bahkan bertransformasi menjadi pembayar zakat (muzakki).


Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Siak Syamsurizal saat membuka Pelatihan Wirausaha Naik Kelas Z-Mart dan Z-Auto di Gedung Tengku Mahratu, Selasa (7/7/2026).


Menurut Syamsurizal, pelatihan menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan modal usaha yang diberikan Baznas tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu meningkatkan kapasitas penerima manfaat sehingga usahanya dapat berkembang secara berkelanjutan.


"Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Siak menyambut baik pelaksanaan pelatihan bagi penerima Program Z-Mart dan Z-Auto. Saya berharap melalui pelatihan ini usaha bapak dan ibu semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi keluarga," kata Syamsurizal.


Ia menegaskan, program tersebut menggunakan dana zakat yang berasal dari masyarakat sehingga setiap penerima memiliki tanggung jawab moral untuk memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya.


"Tambahan modal yang diberikan Baznas hendaknya benar-benar digunakan untuk mengembangkan usaha. Jangan sampai dipakai untuk keperluan di luar usaha, karena tujuan program ini adalah membantu usaha masyarakat agar naik kelas," ujarnya.


Syamsurizal berharap program pemberdayaan ekonomi tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan para penerima sehingga dalam beberapa tahun mendatang mereka tidak lagi menjadi penerima zakat, melainkan menjadi pihak yang menunaikan zakat.


"Semoga usaha para penerima Program Z-Mart dan Z-Auto terus berkembang sehingga yang hari ini berstatus mustahik nantinya dapat menjadi muzakki," ucapnya.


Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Siak Samparis Bin Tatan menjelaskan Program Z-Mart dan Z-Auto merupakan program nasional Baznas RI yang difokuskan untuk memperkuat usaha mikro milik mustahik.


Ia mengatakan calon penerima bantuan harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya telah menjalankan usaha minimal dua tahun. Pendaftaran dilakukan secara daring, kemudian dilanjutkan dengan proses verifikasi administrasi serta survei lapangan oleh tim Baznas Kabupaten Siak.


"Apabila calon penerima memenuhi seluruh kriteria yang telah ditetapkan, maka bantuan modal usaha dapat diberikan," jelas Samparis.


Pada tahun ini, Baznas Kabupaten Siak menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp12,5 juta kepada masing-masing penerima. Bantuan diberikan kepada 50 pelaku usaha, yang terdiri atas 25 penerima Program Z-Mart dan 25 penerima Program Z-Auto.


Selain memperoleh tambahan modal, para peserta juga mendapatkan pelatihan kewirausahaan yang bertujuan meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha, memperkuat daya saing, serta memperluas peluang pengembangan bisnis.


Melalui kombinasi pelatihan dan dukungan permodalan tersebut, Baznas berharap program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan pelaku usaha yang mandiri, produktif, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.


Dengan pendekatan tersebut, dana zakat diharapkan menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu mengubah status penerima manfaat dari mustahik menjadi muzakki, sejalan dengan tujuan utama pengelolaan zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat.


(Agi/MC Siak)

Afni Minta BSP Buka Peluang Investasi, Targetkan Dividen Kembali Tembus Rp300 Miliar

 





Centerindonesia Pekanbaru–Bupati Siak, Afni Zulkifli meminta PT Bumi Siak Pusako (BSP) membuka ruang kerja sama dengan investor guna memperkuat permodalan dan mempercepat peningkatan produksi Minyak dan Gas bumi (migas). 


Langkah tersebut dinilai penting agar perusahaan daerah itu mampu meningkatkan kontribusinya terhadap pendapatan daerah. Hal itu disampaikan Afni saat memberikan sambutan pada pelantikan Direktur PT BSP masa jabatan 2026–2031 di Pekanbaru, Selasa (7/7/2026).


Menurut Afni, perkembangan BSP tidak hanya menjadi perhatian pemerintah daerah, tetapi juga pemerintah pusat. Dalam berbagai agenda nasional, kata dia, para pejabat di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kerap menanyakan perkembangan perusahaan migas milik daerah tersebut karena sektor energi menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden.


"Dalam berbagai agenda nasional, Menteri selalu menanyakan perkembangan BSP. Ini menunjukkan bahwa sektor energi menjadi program prioritas Presiden. BSP merupakan salah satu perusahaan daerah strategis yang menjadi perhatian pemerintah pusat," kata Afni.


Karena itu, ia menilai BSP tidak boleh menutup diri terhadap peluang investasi. Menurutnya, industri migas membutuhkan modal yang besar sehingga kemitraan dengan pihak ketiga menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat pengembangan perusahaan.


"Investasi di sektor migas membutuhkan modal yang sangat besar. Regulasi untuk membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga sudah disiapkan pada masa transisi dan harus segera dilanjutkan," ujarnya.


Afni mengaku optimistis putra-putri daerah mampu mengelola perusahaan migas tersebut secara profesional. Namun, kepercayaan yang telah diberikan harus dibuktikan melalui peningkatan kinerja dan tata kelola perusahaan yang baik.


"Hari ini semua mata tertuju kepada BSP. Mampu atau tidak putra-putri Riau mengelola perusahaan migas ini. Saya yakin kita mampu. Jangan sampai kesempatan ini hilang karena kita tidak siap," ucapnya.


Bupati perempuan pertama di Kabupaten Siak itu menegaskan, BSP didirikan untuk mengelola potensi sumber daya alam daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setelah melewati berbagai tantangan, perusahaan tersebut kini kembali menjadi salah satu penopang keuangan daerah.


"Di tengah tekanan fiskal nasional, perusahaan ini mampu memberikan dividen yang sangat berarti bagi Kabupaten Siak," katanya.


Meski demikian, Afni menyoroti tingginya biaya produksi BSP yang masih berada pada kisaran 95 hingga 97 persen. Menurut dia, efisiensi harus menjadi fokus utama agar keuntungan perusahaan dapat terus meningkat.


"Bagi kami, yang paling penting adalah dividen meningkat. Tahun ini Kabupaten Siak menerima dividen sekitar Rp100 miliar. Dahulu, pada masa Bupati Arwin, BSP pernah menyumbangkan dividen lebih dari Rp300 miliar. Dana itulah yang membangun Jembatan Siak, jalan-jalan, perkantoran, dan berbagai infrastruktur daerah," ujarnya.


Ia berharap di bawah kepemimpinan Direktur Robby Junita, BSP kembali menjadi perusahaan yang sehat, profesional, dan mampu meningkatkan kontribusi bagi daerah melalui kenaikan dividen secara berkelanjutan.


Afni juga meminta manajemen menerapkan tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan akuntabel, serta memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat, Kementerian ESDM, SKK Migas, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat penyelesaian pembangunan jaringan pipa.


"Segera putuskan langkah terbaik terkait pembangunan pipa agar biaya angkut dapat ditekan dan produksi meningkat," pungas Afni.


(Rahma/MC Siak)

Afni Temui Arwin AS Bersama Direktur BSP, Bahas Masa Depan Perusahaan Daerah.

 




Centerindonesia Pekanbaru–Bupati Siak, Afni Zulkifli membawa Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang baru dilantik, Robi Junipa, menemui mantan Bupati Siak pertama, Arwin AS. Pertemuan itu dilakukan untuk meminta doa dan nasihat bagi kepemimpinan baru BSP.


Afni mengatakan, usai pelantikan Direktur BSP masa jabatan 2026–2031, Rabu (8/7/2026), ia sengaja mengajak Robi Junipa bersilaturahmi dengan  Arwin AS sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh yang berjasa besar dalam sejarah berdirinya BSP.


"Tadi dalam acara pelantikan banyak tokoh masyarakat yang hadir. Ada Pak Syamsuar, Pak OK, Pak Wan, Pak Saleh, dan banyak tokoh lainnya. Rasanya ada yang kurang tanpa kehadiran Pak Arwin karena beliau dalam kondisi sakit. Karena itu saya berinisiatif mengajak Direktur BSP yang baru untuk bersilaturahmi. Meminta doa sekaligus nasehat, karena bagaimanapun jasa-jasa Pak Arwin tidak boleh dilupakan oleh kita yang melanjutkan perjuangan hari ini," kata Afni.


Afni menyebutkan, Pak Arwin merupakan salah satu tokoh yang berperan besar memperjuangkan agar BSP dapat dikelola oleh badan usaha milik daerah (BUMD). Pengelolaan sumur minyak oleh BSP kemudian diperpanjang kembali di masa Bupati Siak Syamsuar.


"Tanpa perjuangan beliau pada masa-masa awal, sejarah BSP tentu tidak akan seperti sekarang. Karena itu saya membawa nahkoda baru BSP untuk meminta doa dan mendengar nasihat beliau sebagai orang tua yang ikut membangun pondasi perusahaan ini," ungkapnya. 


Dalam pertemuan tersebut, Pak Arwin  memberikan sejumlah pesan kepada Direktur BSP yang baru maupun kepada Pemerintah Kabupaten Siak. Pak Arwin menyampaikan bahwa dari empat Bupati Siak yang dipilih langsung oleh rakyat, kondisi yang dihadapi saat ini merupakan ujian paling berat.


"Beliau mengatakan, dulu kondisi keuangan Kabupaten Siak sangat kuat sehingga banyak program pembangunan yang bisa dijalankan. Sekarang situasinya berbeda. Bahkan untuk memenuhi kewajiban terhadap pegawai saja pemerintah daerah menghadapi tantangan yang tidak ringan. Beliau meminta kami tetap kuat, tabah dan semangat," kata Afni mengulangi apa yang disampaikan Pak Arwin.


Karena itu, Pak Arwin berharap BSP kembali menjadi penopang pembangunan daerah melalui kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan Kabupaten Siak. Ia juga menyampaikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah.

Meski kondisi kesehatannya sedang menurun, kata Afni, Pak Arwin mengaku tidak pernah berhenti mendoakan Kabupaten Siak.


"Beliau selalu mengirimkan doa dan harapan terbaik agar Kabupaten Siak terus maju. Beliau juga meyakini dengan doa, semangat kebersamaan, serta kemampuan putra-putri Siak dan Riau, BSP akan mencapai titik balik dan kembali menjadi perusahaan daerah yang kuat," katanya.


Afni menambahkan, pesan terakhir yang dititipkan Arwin kepada Direktur BSP yang baru adalah menjaga perusahaan tersebut dengan penuh tanggung jawab dan kehormatan.


"Pak Arwin berpesan agar BSP dikelola dengan sebaik-baiknya, karena BSP bukan sekadar perusahaan, tetapi juga bagian dari marwah masyarakat Siak dan Riau yang harus terus dijaga," kata Afni. 


(Rahma/MC Siak)

Pemkab Siak Gandeng Ombudsman RI Perkuat Pelayanan Publik, Fokus Digitalisasi hingga Penguatan Pengaduan.

 




Centerindonesia SIAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak dan Ombudsman Republik Indonesia resmi memperkuat kerja sama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penandatanganan nota kesepakatan (MoU) di Ruang Sri Indrapura, Kantor Bupati Siak, Rabu (8/7/2026).


Kesepakatan tersebut ditandatangani dalam rangka memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta membangun tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.


Wakil Bupati Siak Syamsurizal, yang mewakili Bupati Siak Afni Z, mengatakan kerja sama dengan Ombudsman RI merupakan langkah strategis untuk mempercepat perbaikan pelayanan publik, meski pemerintah daerah masih menghadapi keterbatasan anggaran.


"Komitmen kami tetap sama, yaitu menghadirkan pelayanan terbaik melalui berbagai inovasi yang memudahkan masyarakat," kata Syamsurizal.


Ia menjelaskan, Pemkab Siak terus mengembangkan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah dan instansi vertikal dalam satu lokasi. 


Selain itu, pelayanan jemput bola melalui program Rumah Rakyat juga terus diperluas agar masyarakat di wilayah terpencil dapat mengakses layanan pemerintah dengan lebih mudah.


Syamsurizal menyebut capaian Indeks Pelayanan Publik Kabupaten Siak pada 2024 mencapai 4,14 atau berada di atas rata-rata Provinsi Riau yang sebesar 4,12. Meski demikian, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah terus melakukan pembenahan dan tidak cepat berpuas diri.


Melalui nota kesepakatan tersebut, Pemkab Siak bersama Ombudsman RI akan menyusun rencana aksi yang terintegrasi dalam RPJMD 2025–2029. Program prioritas meliputi peningkatan kapasitas aparatur, penguatan sistem pengelolaan pengaduan masyarakat, optimalisasi SP4N-LAPOR!, serta percepatan pelayanan publik berbasis digital.


Sementara itu, Wakil Ketua Ombudsman RI Dr. Rahmadi Indra T., S.H., M.H. mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Siak dalam membangun pelayanan publik yang berkualitas.


Menurutnya, Siak memiliki modal sosial dan budaya yang kuat untuk membangun tata kelola pemerintahan yang baik. Ia juga menilai berbagai inovasi seperti Smart City, layanan darurat Siaga 112 selama 24 jam, dan program Bujang Kampung menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.


Rahmadi berharap kerja sama ini semakin memperkuat sinergi antara Ombudsman RI dan Pemkab Siak dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pengawasan, kolaborasi, serta inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


(Riki/MC Siak)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done