M C I

Senin, November 02, 2026

Satlantas Polres Kuansing Gelar Police Go To School di SMPN 6 Teluk Kuantan, Edukasi Pelajar tentang Keselamatan Berlalu Lintas


Senin, 2 November 2026





Centerindonesia,– Dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuantan Singingi (Kuansing) melaksanakan kegiatan Police Go To School melalui sosialisasi dan edukasi keselamatan berlalu lintas di SMP Negeri 6 Teluk Kuantan, Kelurahan Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, Senin (2/11/2026).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga 08.40 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya preventif dan preemtif Polri dalam menanamkan kesadaran serta budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas AKP Bahrul S., S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan Police Go To School merupakan salah satu langkah kepolisian untuk memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya disiplin, etika, dan keselamatan dalam berlalu lintas.


Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas Polres Kuansing bertindak sebagai Inspektur Upacara pada upacara bendera sekaligus menyampaikan amanat tentang pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas dan menghormati sesama pengguna jalan.


Para pelajar juga diberikan edukasi mengenai pengenalan rambu-rambu lalu lintas, tata cara menyeberang jalan yang aman, serta pentingnya menggunakan helm saat menjadi penumpang sepeda motor.


Selain itu, personel mengingatkan para siswa agar tidak mengendarai kendaraan bermotor sebelum memenuhi persyaratan usia dan ketentuan yang berlaku.


"Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelajar dapat memahami bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Kami juga mengajak para siswa untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga," pesan Kasat Lantas.


Dalam kesempatan tersebut, personel Satlantas juga menyampaikan informasi bahwa Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 masih berlangsung. Para pelajar diajak untuk turut mengingatkan orang tua dan anggota keluarga agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara.


Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, Satlantas Polres Kuansing turut membagikan helm kepada siswa-siswi yang berhasil menjawab pertanyaan seputar keselamatan berlalu lintas.


Tidak hanya berfokus pada keselamatan jalan raya, kegiatan ini juga diisi dengan penanaman pohon bersama melalui program Green Policing sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan dan upaya menciptakan lingkungan sekolah yang hijau serta asri.


Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Mastur, Aipda Firman Wahyudi, Brigadir Elvi Susanti, S.M., dan Briptu Gideon Simanungkalit.


Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin baik antara Polri, pihak sekolah, dan para pelajar, sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.


Satlantas Polres Kuansing berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Polsek Kuantan Tengah Musnahkan Lima Rakit PETI di Areal Bendungan Titian Modang


Senin, 2 November 2026





Centerindonesia,– Jajaran Polsek Kuantan Tengah, Polres Kuantan Singingi, melakukan penindakan terhadap lima unit rakit Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di areal bendungan, Dusun Batang Barigi, Desa Titian Modang, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa (2/11/2026).


Penindakan ini dilakukan setelah pihak kepolisian menerima informasi dari pemberitaan media online dan media sosial terkait dugaan aktivitas PETI di kawasan bendungan yang berpotensi mengancam lingkungan dan fasilitas umum.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kuantan Tengah AKP Toni, S.H., M.H., mengatakan bahwa pihaknya langsung memerintahkan personel untuk melakukan pengecekan ke lokasi setelah menerima informasi tersebut.


"Personel turun ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi. Setibanya di lokasi, petugas menemukan lima unit rakit PETI dalam kondisi sudah tidak beroperasi dan telah ditinggalkan oleh pemiliknya," jelas AKP Toni.


Selanjutnya, petugas melakukan pemusnahan terhadap lima unit rakit PETI beserta peralatan yang digunakan dengan cara dirusak dan dibakar agar tidak dapat digunakan kembali.


Kegiatan tersebut melibatkan Panit Opsnal Intel IPDA Karel, SH, Ps. Panit Samapta AIPTU Alpajri, Banit Intel AIPDA Rional Prisco, Bhabinkamtibmas AIPDA Epit Yulius, serta Banit Samapta BRIPDA Idris Rahmat Jaya.


Dalam penindakan tersebut, tidak ada pelaku yang diamankan maupun barang bukti yang dibawa petugas.


Kapolsek Kuantan Tengah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas PETI karena dapat merusak lingkungan serta mengancam fasilitas umum. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas pertambangan ilegal.


Polres Kuantan Singingi menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pencegahan dan penindakan terhadap aktivitas PETI demi menjaga kelestarian lingkungan, keamanan, serta kenyamanan masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah 

(Ds)

Polsek Cerenti Tertibkan Aktivitas PETI di Sungai Batang Kuantan, Empat Rakit Dimusnahkan


Senin, 2 November 2026





Centerindonesia,– Jajaran Polsek Cerenti bersama Pemerintah Kecamatan Cerenti melaksanakan penindakan terhadap aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Batang Kuantan, tepatnya di seberang Sungai Tepian Pacu Jalur Nyiur Melambai, Desa Pulau Jambu, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi, Senin (2/11/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut dipimpin oleh Ka SPK Polsek Cerenti AIPDA Tukim bersama Camat Cerenti Erizal, S.Sos., serta personel Polsek Cerenti dan jajaran Pemerintah Kecamatan Cerenti.


Penindakan tersebut dilakukan berdasarkan laporan lisan masyarakat Desa Pulau Jambu yang menyampaikan adanya aktivitas pertambangan emas tanpa izin di kawasan aliran Sungai Batang Kuantan.


Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan penertiban terhadap sarana yang digunakan untuk aktivitas PETI dengan cara membakar dan merusak mesin serta rakit yang ditemukan di lokasi. Petugas juga melepaskan jangkar rakit sehingga rakit dihanyutkan.


Dari hasil penindakan, petugas menertibkan sebanyak empat unit rakit PETI. Sementara itu, tidak ada pelaku yang diamankan dan tidak ada barang bukti yang dibawa oleh petugas.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Cerenti IPTU Debi Setyawan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan penertiban tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat sekaligus bentuk komitmen kepolisian dalam menindak aktivitas pertambangan tanpa izin.


"Penertiban ini merupakan bentuk respons Polri terhadap laporan masyarakat. Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pertambangan emas tanpa izin karena dapat berdampak terhadap kerusakan lingkungan, khususnya ekosistem dan aliran Sungai Batang Kuantan," ungkap Kapolsek.


Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan serta tidak terlibat dalam aktivitas PETI.


"Kami berharap masyarakat dapat berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas pertambangan ilegal. Sinergi antara Polri, pemerintah kecamatan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah kembali terjadinya aktivitas PETI," tambah IPTU Debi Setiawan.


Kegiatan penertiban tersebut melibatkan satu unit mobil patroli Polsek Cerenti dan satu unit mobil dinas Kecamatan Cerenti.


Melalui kegiatan ini, Polsek Cerenti bersama Pemerintah Kecamatan Cerenti berharap aktivitas PETI di wilayah hukum Polsek Cerenti dapat dicegah sehingga kelestarian lingkungan Sungai Batang Kuantan tetap terjaga.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Polsek Singingi Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Sungai Sirih, Tiga Rakit Dimusnahkan


Senin, 2 November 2026





Centerindonesia,– Jajaran Polsek Singingi, Polres Kuantan Singingi (Kuansing), melaksanakan kegiatan penertiban Penambangan Tanpa Izin (PETI) di Desa Sungai Sirih, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, sekitar pukul 13.20 WIB. Senin (2/11/2026).


Kegiatan penertiban tersebut dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Singingi IPDA Jufri Oktavianus Lumban Gaul, S.H., bersama personel Polsek Singingi, yakni BRIGADIR M. Arif, BRIGADIR Abdi Kharta, dan BRIPDA Winter Sidabutar.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Singingi IPTU Edi Winoto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait adanya dugaan aktivitas penambangan emas tanpa izin di wilayah Desa Sungai Sirih.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Kanit Reskrim bersama personel langsung melakukan penyelidikan ke lokasi yang dimaksud.


"Setibanya di lokasi, personel menemukan sebanyak tiga unit rakit PETI dalam kondisi tidak beroperasi. Selanjutnya, petugas melakukan tindakan dengan merusak dan membakar rakit-rakit tersebut agar tidak dapat digunakan kembali untuk aktivitas penambangan emas tanpa izin," jelas Kapolsek.


Dalam kegiatan penertiban tersebut, tidak ditemukan pelaku maupun barang bukti yang berhasil diamankan.


Kapolsek Singingi menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya penertiban dan penindakan terhadap aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukumnya.


Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan tanpa izin karena dapat menimbulkan kerusakan lingkungan serta dampak negatif bagi kehidupan masyarakat.


Selain itu, masyarakat diharapkan berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas PETI di wilayahnya.


"Polsek Singingi berkomitmen untuk terus menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif serta melakukan langkah-langkah penegakan hukum terhadap aktivitas PETI di wilayah Kecamatan Singingi," tutup Kapolsek.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Polres Kuansing Tertibkan 12 Unit Rakit PETI di Tiga Wilayah Hukum Polsek


Senin, 2 November 2026





Centerindonesia,– Jajaran Polres Kuantan Singingi (Kuansing) terus melakukan penertiban terhadap aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI). Melalui Polsek Kuantan Tengah, Polsek Cerenti, dan Polsek Singingi, petugas melakukan penindakan di tiga lokasi berbeda dengan total 12 unit rakit PETI berhasil ditertibkan. Senin (2/11/2026).


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas IPTU Romlan, S.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat serta informasi pemberitaan media terkait dugaan aktivitas penambangan emas ilegal di sejumlah wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.


"Penindakan ini merupakan bentuk keseriusan Polres Kuansing dalam merespons setiap informasi masyarakat terkait aktivitas PETI. Kami akan terus melakukan pengecekan dan penertiban guna mencegah aktivitas penambangan ilegal yang dapat merusak lingkungan," ujar IPTU Romlan.


Di wilayah hukum Polsek Kuantan Tengah, petugas melakukan pengecekan di areal bendungan Dusun Batang Barigi, Desa Titian Modang, Kecamatan Kuantan Tengah. Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Kuantan Tengah AKP Toni, S.H., M.H., tersebut merupakan tindak lanjut pemberitaan media online dan media sosial mengenai dugaan aktivitas PETI di kawasan bendungan. Dari hasil pengecekan, ditemukan lima unit rakit PETI dalam kondisi tidak beroperasi dan telah ditinggalkan. Petugas kemudian merusak dan membakar rakit beserta peralatan yang digunakan agar tidak dapat dipergunakan kembali.


Sementara itu, Polsek Cerenti bersama Pemerintah Kecamatan Cerenti melaksanakan penertiban di seberang Sungai Tepian Pacu Jalur Nyiur Melambai, Desa Pulau Jambu, Kecamatan Cerenti. Kegiatan dipimpin Kapolsek Cerenti IPTU Debi Setyawan, S.H., M.H., yang diwakili Ka SPK AIPDA Tukim bersama Camat Cerenti Erizal, S.Sos., serta personel kepolisian dan pihak kecamatan. Berdasarkan laporan masyarakat, petugas melakukan pembakaran dan pengrusakan mesin serta rakit PETI, termasuk melepas jangkar rakit. Sebanyak empat unit rakit PETI berhasil ditertibkan. Petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan ilegal.


Penindakan juga dilakukan jajaran Polsek Singingi di Desa Sungai Sirih, Kecamatan Singingi. Kegiatan dipimpin Kapolsek Singingi IPTU Edi Winoto, S.H., M.H., yang diwakili Kanit Reskrim IPDA Jufri Oktavianus Lumban Gaul, S.H., bersama personel Polsek Singingi. Menindaklanjuti laporan masyarakat, petugas melakukan penyelidikan dan menemukan tiga unit rakit PETI dalam kondisi tidak beroperasi. Selanjutnya, rakit tersebut dirusak dan dibakar agar tidak dapat digunakan kembali.


Dari keseluruhan kegiatan penindakan di tiga wilayah tersebut, tidak ada pelaku yang diamankan maupun barang bukti yang dibawa petugas.


IPTU Romlan menegaskan bahwa Polres Kuansing akan terus meningkatkan upaya pencegahan, patroli, pengecekan, dan penindakan terhadap aktivitas PETI di wilayah hukumnya.


Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam kegiatan penambangan emas tanpa izin karena berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan, pencemaran sungai, serta merugikan kehidupan masyarakat.


"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman serta kondusif. Apabila mengetahui adanya aktivitas PETI, segera sampaikan informasi kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti," tutup IPTU Romlan.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Buka Musda V MUI Siak, Wabup Syamsurizal Dorong Ulama Mampu Jawab Persoalan Umat

 




Centerindonesia – Wakil Bupati Siak Syamsurizal mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Siak terus memperkuat perannya sebagai pelayan umat dan mitra pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan kehidupan yang berkembang saat ini.


Pesan tersebut disampaikan Syamsurizal saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) V MUI Kabupaten Siak, di Balairung Datuk Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat, Jumat (30/10/2026) malam. 


Syamsurizal mengatakan, peran MUI tidak hanya berkaitan dengan persoalan agama, tetapi juga mengedukasi masyarakat terhadap berbagai hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti kesehatan, pemahaman halal dan haram, bahaya narkoba, pinjaman online hingga judi online. 


“Saya berharap MUI tidak hanya bicara masalah agama saja, namun persoalan lain. Seperti judi online, maraknya peredaran narkoba di masyarakat yang sangat menghawatirkan kita semua," ujar Syamsurizal.


Menurut Syamsurizal, perkembangan zaman menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari derasnya arus informasi, perubahan sosial, hingga persoalan moral generasi muda. Karena itu, kehadiran ulama dibutuhkan untuk memberikan pencerahan menjaga nilai-nilai Islam, serta memperkuat keharmonisan masyarakat.


Ia menyampaikan, ulama memiliki kedudukan penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Selain menjadi tempat bertanya mengenai persoalan agama, ulama juga berperan memberikan keteladanan dan menjaga persatuan di tengah masyarakat.


“Pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan juga harus diiringi dengan pembangunan sumber daya manusia yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial,” katanya.


Syamsurizal mengapresiasi pelaksanaan Musda V MUI Kabupaten Siak, ia berharap dari kegiatan ini muncul ide baru yang membawa keberkahan bagi Negeri Istana ini. 


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Siak, kami menyampaikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Siak yang telah menyelenggarakan Musda ini. Semoga lahir gagasan-gagasan besar, program kerja yang bermanfaat, serta kepengurusan yang mampu membawa manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.


Ketua Umum MUI Kabupaten Siak Ahmad Muhaimin menyampaikan, MUI memiliki peran penting dalam membimbing umat dan menjaga kehidupan keagamaan masyarakat. Selain memberikan pemahaman agama, MUI juga berperan memberikan edukasi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat serta menjadi mitra pemerintah dalam membangun daerah.


“MUI merupakan pelayan umat, pelayan masyarakat. Tugas MUI mengawal dan membimbing umat, menjaga akidah umat Islam dari penyimpangan, memberikan edukasi keagamaan sekaligus menjadi teman atau mitra pemerintah,” kata Ahmad.


(Rahma/MC Siak)

MTQ Kecamatan Kandis Resmi Dibuka, Bupati Afni : Astaka Tak Perlu Megah Tapi Bonus Utamakan





Lintasberitanasional Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kecamatan Kandis secara resmi dibuka Bupati Siak Afni di Lapangan Bola Kaki Pondok II Palapa, Kampung Bekalar, Kecamatan Kandis, Jumat (30/10/2026).


Meski sempat tersesat jalan menuju acara, Bupati Siak Afni hadir didampingi suami akhirnya tiba dilokasi acara dan langsung membuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur'an MTQ tingkat Kecamatan Kandis.


"Alhamdulillah hari ini saya bisa membuka MTQ Kecamatan Kandis walaupun tadi sempat tersesat karena memang saya tidak memakai patwal, "ujar Afni


Bupati perempuan pertama Kabupaten Siak itu juga menekankan pentingnya seorang pejabat atau pelayanan masyarakat menghargai masyarakat dengan hal-hal kecil seperti ketepatan waktu.


"Kita sebagai pejabat dan pelayanan masyarakat kalau ingin dihormati dan diharga masyarakat, kita harus terlebih dahulu menghargai masyarakat contohnya diberbagai acara jangan masyarakat yang menunggu kita baru acara dimulai, itu contoh hal kecil saja"ujar Afni


"Sebagai seorang pejabat dan pelayan masyarakat untuk mendapatkan kemuliaan dan dihormati masyarakat tentu lahir dari diri kita masing-masing contohnya dengan memulai kegiatan tepat waktu, jangan masyarakat berlama menunggu kita, " sambung Afni.


Bupati Siak Afni juga menambahkan sebagai seorang pemimpin mata dan telinga harus digunakan untuk melihat permasalahan di masyarakat walaupun dengan berbagai persoalan.


"Saya hadir di sini, selain silaturahmi dengan bapak/ibu semua ingin melihat dan mendengar kesulitan di tengah masyarakat," kata Afni.


Bupati Afni berpesan agar perhelatan MTQ tidak membangun astaka yang megah dan seremonial nya namun muliakanlah al quran dan khafilahnya.


"Mulai sekarang jangan lagi kita bagun astaka yang megah-megah. Tidak ada hubungannya astaka megah dengan alquran, lebih baik uang yang tersedot untuk astaka dan asrama dialihkan untuk khafilah sebagai bonus peserta berprestasi serta pendidikannya," pungkas Afni.

(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done