M C I

Jumat, September 25, 2026

Peduli Sesama, Bantuan untuk Masjid dan Anak Yatim Diserahkan






Centerindonesia — Sebagai bentuk kepedulian sosial dan perhatian terhadap masyarakat, telah dilaksanakan kegiatan penyerahan bantuan kepada masjid di kampung Koto serta santunan bagi anak yatim di Desa Teratak Buluh.


Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kebutuhan tempat ibadah sekaligus memberikan perhatian kepada anak-anak yatim. Bantuan yang diserahkan diharapkan dapat memberikan manfaat dan meringankan kebutuhan para penerima.


Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Kehadiran para penerima bantuan juga menjadi bagian penting dalam mempererat hubungan sosial serta menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat.


Melalui kegiatan ini, diharapkan kepedulian terhadap sesama dapat terus ditingkatkan dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan.


“Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi masjid dan anak-anak yatim, serta menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar pihak yang menyerahkan bantuan.

(Ds)

Lapas Pekanbaru Gelar Razia Gabungan Bersama TNI, Polri, dan BNN, Tegaskan Komitmen Pemberantasan Halinar






Centerindonesia – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru melaksanakan razia insidental berskala besar pada Rabu (23/9/2026) sebagai langkah nyata dalam memperkuat pengawasan dan pemberantasan Halinar (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba) serta menindak lanjuti arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan di lingkungan pemasyarakatan.


Kegiatan razia dilaksanakan secara gabungan dengan melibatkan personel Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, TNI, Polri, serta Badan Narkotika Nasional (BNN). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengawasan dan deteksi dini di lingkungan satuan kerja pemasyarakatan.


Dalam pelaksanaannya, petugas gabungan melakukan pemeriksaan pada sejumlah blok dan kamar hunian warga binaan. Penggeledahan menyasar potensi keberadaan barang-barang terlarang, khususnya handphone, narkotika, serta benda lain yang tidak diperkenankan berada di dalam blok hunian.


Selain penggeledahan, petugas juga melaksanakan tes urine terhadap warga binaan sebagai langkah deteksi dini terhadap kemungkinan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan Lapas. Tidak hanya warga binaan, petugas Lapas juga turut menjalani tes urine sebagai bentuk komitmen bersama dalam memastikan jajaran pemasyarakatan terbebas dari penyalahgunaan narkotika serta menjaga integritas petugas.


Pelaksanaan razia dilakukan secara tegas namun tetap mengedepankan pendekatan humanis. Petugas melaksanakan pemeriksaan secara profesional, persuasif, dan tetap menghormati hak serta martabat warga binaan selama seluruh proses kegiatan berlangsung.


Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Eko Ari Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan semata-mata tindakan pemeriksaan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya pencegahan dan pembinaan untuk menciptakan lingkungan Lapas yang aman, tertib, dan kondusif.


“Kami melaksanakan pemeriksaan secara tegas sesuai ketentuan, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis. Hak-hak warga binaan tetap kami hormati. Di sisi lain, petugas juga kami libatkan dalam tes urine sebagai bentuk komitmen bahwa upaya menciptakan Lapas yang bersih dari narkoba harus dimulai dari seluruh unsur yang ada di dalamnya,” ujar Eko Ari Wibowo.


Sementara itu, perwakilan APH turut menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan razia gabungan yang melibatkan berbagai unsur. Sinergi lintas instansi dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap penyalahgunaan serta peredaran narkotika di lingkungan pemasyarakatan.


“Kegiatan seperti ini merupakan bentuk sinergi dan komitmen bersama dalam melakukan pencegahan serta deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika. Pemeriksaan dan tes urine tidak hanya dilakukan kepada warga binaan, tetapi juga petugas, sehingga upaya menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba dapat dilakukan secara menyeluruh,” ungkap perwakilan BNN.


Lebih lanjut, sinergi antara Lapas, Kanwil, TNI, Polri, dan BNN turut memperkuat pelaksanaan kegiatan, khususnya dalam aspek pengawasan, pencegahan, serta deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.


Seluruh rangkaian pemeriksaan dilaksanakan dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis. Petugas memastikan kegiatan berjalan secara tertib, profesional, dan kondusif dengan tetap menghormati hak-hak warga binaan.


Melalui razia gabungan ini, Lapas Kelas IIA Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan, memperkuat sinergi dengan seluruh pihak terkait, serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari Halinar, aman, tertib, dan berintegritas.


“Sinergi lintas instansi akan terus kami perkuat. Razia dan tes urine ini merupakan bagian dari langkah pencegahan untuk memastikan Lapas Pekanbaru tetap berada dalam kondisi aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba,” tutup Eko Ari Wibowo.

(Ds)

Perkuat Pembinaan Keagamaan, Rutan Dumai Bersama Kemenag Gelar Pengajian Rutin Warga Binaan





Centerindonesia — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai terus berkomitmen memperkuat pembinaan kepribadian bagi warga binaan, khususnya melalui pembinaan di bidang keagamaan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pengajian rutin yang dilaksanakan bersama Kementerian Agama.


Kegiatan pengajian berlangsung di masjid Rutan Dumai dan diikuti oleh warga binaan dengan penuh antusias. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan keagamaan yang bertujuan memberikan penguatan spiritual, meningkatkan pemahaman nilai-nilai keislaman, serta mendorong warga binaan untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.


Dalam kegiatan tersebut warga binaan mengikuti rangkaian pengajian dan penyampaian materi keagamaan yang diberikan oleh pihak Kemenag. Kehadiran Kemenag dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi dan kolaborasi dalam mendukung program pembinaan yang dilaksanakan Rutan Dumai.


Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian warga binaan.


“Pembinaan keagamaan merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Melalui kegiatan seperti pengajian rutin, kami berharap warga binaan dapat memperoleh bekal spiritual dan motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.


Ia juga mengapresiasi dukungan dan kolaborasi Kemenag dalam pelaksanaan pembinaan keagamaan di Rutan Dumai. Menurutnya, sinergi dengan berbagai pihak diperlukan agar program pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi warga binaan.


Selain sebagai sarana meningkatkan pemahaman agama, pengajian rutin juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk melakukan refleksi diri, memperkuat keimanan, serta membangun sikap positif selama berada di dalam Rutan.


Melalui kolaborasi antara Rutan Dumai dan Kemenag, pembinaan keagamaan diharapkan dapat terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat dengan kepribadian yang lebih baik, berakhlak dan memiliki bekal kehidupan yang positif.

(Ds)

Perkuat Pembinaan Spiritual Warga Binaan Perempuan, Lapas Tembilahan Gelar Giat Pesantren Wanita





Centerindonesia – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Tembilahan melaksanakan kegiatan Pesantren Wanita pada Jumat, 25 September 2026. Kegiatan ini digelar khusus bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) perempuan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian dan keagamaan.


Dalam kegiatan tersebut, para WBP perempuan mengikuti kajian keagamaan, pembelajaran Al-Qur’an, serta penguatan nilai-nilai spiritual yang dibimbing langsung oleh petugas dan pembina keagamaan. Suasana berlangsung khidmat dan tertib di ruang yang telah disiapkan.


Kasi Pembinaan Narapidana (Binadik) Lapas Kelas II Tembilahan, Sigit Pramono, menyampaikan bahwa giat Pesantren Wanita merupakan upaya berkelanjutan untuk memperkuat karakter dan spiritualitas warga binaan perempuan.


“Kegiatan Pesantren Wanita ini kami laksanakan secara rutin agar warga binaan perempuan mendapatkan pembinaan keagamaan yang lebih intensif. Melalui kajian dan pembelajaran yang diberikan, diharapkan mereka semakin kuat secara mental dan spiritual, serta siap kembali ke masyarakat dengan bekal keimanan yang baik,” ujar Sigit Pramono.


Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan program pembinaan berbasis keagamaan, termasuk memperluas materi kajian dan melibatkan lebih banyak pihak yang kompeten di bidang keagamaan.


Kegiatan Pesantren Wanita diikuti dengan antusias oleh para WBP perempuan. Lapas Kelas II Tembilahan berkomitmen menjadikan pembinaan spiritual sebagai salah satu pilar penting dalam proses reintegrasi sosial warga binaan.

(Ds)

Kabag TU dan Umum Kanwil Ditjenpas Riau Bahas Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Dukungan Manajemen Pemasyarakatan 2026





Centerindonesia — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Riau terus memperkuat tata kelola pelaksanaan tugas dan fungsi melalui pembahasan Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Dukungan Manajemen Pemasyarakatan Tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Kanwil Ditjenpas Riau berjalan terarah, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, Kamis, 24 September 2026.


Rapat dipimpin oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Riau, Muhammad Lukman dan diikuti oleh Jajaran Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Riau. Pembahasan difokuskan pada pemahaman terhadap pedoman sebagai acuan dalam pelaksanaan tugas dukungan manajemen, sehingga setiap unit kerja memiliki landasan yang jelas dalam merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi program serta kegiatan selama Tahun Anggaran 2026.


Dalam arahannya, Muhammad Lukman menekankan pentingnya kesamaan pemahaman dan konsistensi dalam mengimplementasikan pedoman tersebut. Menurutnya, dukungan manajemen memiliki peran strategis dalam memastikan pelaksanaan tugas pemasyarakatan dapat berjalan secara efektif, tertib administrasi, serta didukung oleh perencanaan dan pengelolaan yang baik.


“Pedoman ini menjadi acuan bersama dalam melaksanakan tugas dan fungsi dukungan manajemen. Yang paling penting adalah bagaimana setiap ketentuan dapat diimplementasikan secara konsisten di wilayah, sehingga pelaksanaan program dan kegiatan dapat berjalan efektif, akuntabel, dan memberikan dukungan optimal terhadap pelaksanaan tugas Pemasyarakatan,” ujar Muhammad Lukman.


Melalui pembahasan ini, Kanwil Ditjenpas Riau berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi antarunit kerja. Pemahaman yang sama terhadap pedoman diharapkan dapat mendukung terciptanya tata kelola administrasi dan manajemen yang semakin tertib, efektif, serta mampu menunjang pencapaian target kinerja Pemasyarakatan di wilayah Riau.

(Ds)

Kakanwil Ditjenpas Riau Pimpin Langsung Razia dan Tes Urine di Lapas Perempuan Pekanbaru





Centerindonesia — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Riau terus memperkuat langkah deteksi dini dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan Pemasyarakatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan razia dan tes urine di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Pekanbaru, Kamis (24/9).


Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Riau, Rudy Fernando Sianturi, bersama seluruh jajaran Kepala Bagian dan Kepala Bidang di lingkungan Kanwil Ditjenpas Riau. Pelaksanaan kegiatan turut menggandeng Brimob Polda Riau, Koramil 05, Polsek Bukit Raya dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru sebagai bentuk penguatan sinergi lintas instansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.


Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan razia dengan memeriksa kamar hunian dan sejumlah area yang menjadi sasaran. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan terukur untuk memastikan tidak terdapat barang terlarang maupun benda yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban Lapas.


Selain razia, dilaksanakan pula tes urine dengan melibatkan BNN Kota Pekanbaru. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika sekaligus memastikan lingkungan Lapas Perempuan Pekanbaru tetap kondusif dan mendukung pelaksanaan pembinaan.


Kepala Kanwil Ditjenpas Riau, Rudy Fernando Sianturi, menegaskan bahwa penguatan keamanan dan pemberantasan narkotika membutuhkan komitmen bersama serta pengawasan yang dilakukan secara konsisten.


“Razia dan tes urine ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat deteksi dini. Kita ingin memastikan seluruh jajaran memiliki komitmen yang sama untuk menjaga Lapas tetap aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Sinergi dengan TNI, Polri, dan BNN akan terus kita perkuat,” tegasnya.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kanwil Ditjenpas Riau dalam memperkuat pengawasan dan pencegahan gangguan keamanan secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi bersama aparat penegak hukum dan instansi terkait, upaya menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib,

(Ds)

Tingkatkan Pembinaan Spiritual, Rutan Pekanbaru Gelar Kegiatan Tahfiz Al-Qur’an





Centerindonesia, 23 September 2026 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui kegiatan keagamaan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan belajar membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an (Tahfiz Qur’an) bagi santri Al-Hidayah Rutan Kelas I Pekanbaru yang dilaksanakan di Masjid Al-Hidayah, Rabu (23/9).


Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.30 WIB tersebut diisi oleh Ustadz Ari Azhar. Warga binaan dari beberapa blok hunian mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan khidmat. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah bagi warga binaan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus menguatkan hafalan sebagai bagian dari proses pembinaan spiritual.


Melalui program Tahfiz Qur’an, Rutan Pekanbaru tidak hanya mendorong warga binaan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kesabaran, ketekunan, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bekal positif selama menjalani masa pembinaan hingga kembali ke tengah masyarakat.


Selama kegiatan berlangsung, proses pembelajaran didampingi dan diawasi oleh jajaran Rutan Pekanbaru, terdiri dari petugas Pelayanan Tahanan, staf Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), serta anggota regu jaga. Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.


Rutan Kelas I Pekanbaru berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek kepribadian dan spiritual warga binaan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat karakter, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done