M C I

Rabu, Agustus 05, 2026

Datin Imelda Samsi Satukan Puluhan Media Lewat MBN, Perkuat Integritas dan Profesionalisme Pers Riau






Centerindonesia – Upaya memperkuat profesionalisme dan integritas insan pers di Provinsi Riau memasuki babak baru. Tokoh media Datin Imelda Samsi, S.E. secara resmi menginisiasi pembentukan Media Badrika Nusantara (MBN), sebuah wadah yang menghimpun sekitar 30 perusahaan media, pimpinan redaksi, serta pemilik media dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau.


Pembentukan MBN menjadi langkah strategis dalam mempererat sinergi antarmedia sekaligus memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi yang independen, profesional, dan bertanggung jawab. Organisasi ini juga diharapkan mampu menjadi jembatan kolaborasi antara media, pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat.


Dalam sambutannya, Datin Imelda Samsi menegaskan bahwa MBN hadir bukan sekadar sebagai organisasi media, melainkan sebagai wadah pembinaan untuk melahirkan wartawan yang berkompeten, berintegritas, dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.


> "Insyaallah wadah ini akan kita besarkan bersama. Kita ingin seluruh anggota memahami dan menjalankan profesi wartawan secara profesional, menjunjung tinggi etika jurnalistik, serta mampu bersinergi dengan seluruh pihak tanpa meninggalkan fungsi kontrol sosial," tegas Datin Imelda Samsi.




Ia menambahkan bahwa profesi wartawan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, setiap insan pers dituntut memahami Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, serta meningkatkan kompetensi melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).


Penasehat Hukum MBN, Frans Chaverius Tampubolon, menyampaikan bahwa kehadiran MBN diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi wartawan.


"Kami berharap MBN menjadi organisasi yang mampu melahirkan wartawan profesional, menjunjung tinggi etika, serta menjadi mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah," ujarnya.


Hal senada disampaikan Andi Mandau, yang menekankan pentingnya pemahaman tugas pokok dan fungsi wartawan agar setiap produk jurnalistik yang dihasilkan tetap berpijak pada fakta, berimbang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Pembentukan Media Badrika Nusantara mendapat sambutan positif dari para pimpinan redaksi dan pemilik media yang hadir. Mereka optimistis MBN akan menjadi organisasi media yang solid dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pers, memperkuat solidaritas antarmedia, serta menjaga marwah profesi wartawan di Provinsi Riau.


Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, Media Badrika Nusantara (MBN) diharapkan menjadi organisasi pers yang mampu melahirkan jurnalis berintegritas, independen, dan terpercaya dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, serta bermanfaat bagi masyarakat.


(Ds))

Ekspedisi Merah Putih Presisi Jangkau Pelalawan, Polda Riau Bawa Bantuan hingga Perkuat Polsek di Wilayah Terluar




Centerindonesia Merah Putih Presisi Polda Riau terus bergerak menjangkau masyarakat hingga wilayah pesisir dan daerah terluar. 


Di Kabupaten Pelalawan, Polda Riau membawa berbagai bantuan sosial, lingkungan, pendidikan, kesehatan hingga memperkuat sarana operasional kepolisian untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Riau untuk memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan dan perkotaan.


“Ekspedisi Merah Putih Presisi bukan sekadar perjalanan menuju wilayah terluar. Kami datang membawa pelayanan dan manfaat yang bisa langsung dirasakan masyarakat. Semangatnya adalah memastikan negara hadir hingga ke pesisir dan kampung-kampung di ujung negeri,” kata Ade di Teluk Meranti, Selasa (4/8/2026).


Dalam ekspedisi tersebut, Polda Riau menyerahkan 1.000 bibit mangrove untuk mendukung pemulihan dan perlindungan ekosistem pesisir serta membagikan 1.000 bendera Merah Putih kepada masyarakat dalam rangka menumbuhkan semangat kebangsaan menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.


Polda Riau juga menyalurkan 100 paket sembako kepada masyarakat, empat paket sarana kontak berupa peralatan olahraga serta 20 paket perlengkapan sekolah bagi anak yatim piatu.


Dukungan terhadap masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada wilayah perairan juga diberikan melalui empat unit mesin katinting.


Kombes Ade menambahkan, tak hanya menyentuh masyarakat, Ekspedisi Merah Putih Presisi sekaligus memperkuat kemampuan kepolisian dalam memberikan pelayanan di wilayah pesisir. 


Polda Riau menyerahkan dua unit sepeda motor operasional untuk Polsek Kuala Kampar serta satu unit mobil patroli dinas untuk Polsek Teluk Meranti.


“Dukungan kendaraan operasional ini penting karena karakteristik wilayah kita sangat luas dan memiliki tantangan geografis tersendiri. Kami ingin memastikan anggota di lapangan memiliki sarana yang memadai untuk menjangkau masyarakat dan memberikan pelayanan secara cepat,” ujar Ade.


Selain penyerahan bantuan, Polda Riau menggelar bakti kesehatan berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat. 


Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama atas kontribusi mereka dalam menjaga keamanan, persatuan serta kehidupan sosial di wilayah masing-masing.


Lulusan Akpol tahun 2000 ini menekankan, penanaman 1.000 bibit mangrove memiliki makna khusus karena menjadi bagian dari implementasi Green Policing Polda Riau. 


Mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami pesisir dari abrasi sekaligus menjaga ekosistem dan sumber penghidupan masyarakat.


“Menjaga keamanan tidak bisa dipisahkan dari menjaga lingkungan sebagai ruang hidup masyarakat. Karena itu, melalui Green Policing, kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga alam juga merupakan bagian dari menjaga masa depan,” katanya.


Menurut Ade, Ekspedisi Merah Putih Presisi digagas Kapolda Riau sebagai bentuk pelayanan yang komprehensif, dengan menggabungkan aspek keamanan, sosial, kemanusiaan, kebangsaan dan kepedulian terhadap lingkungan.


Ia berharap ekspedisi tersebut tidak berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi semakin memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat sekaligus membangun semangat bersama untuk menjaga keamanan, persatuan dan kelestarian alam.


“Merah Putih harus hadir bukan hanya sebagai bendera yang kita kibarkan, tetapi menjadi semangat untuk saling menjaga. Menjaga masyarakat, menjaga persatuan, menjaga lingkungan, dan memastikan tidak ada masyarakat yang merasa jauh dari kehadiran negara,” tutupnya. 

(Ds)

Di Hadapan IDI, Bupati Afni Pastikan Perjuangkan Hak Fiskal Siak untuk Kesejahteraan Tenaga Medis.

 



Centerindonesia Pekanbaru – Bupati Siak, Dr. Afni Z, M.Si., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Siak memperjuangkan hak fiskal daerah kepada pemerintah pusat demi menjaga kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan tenaga medis. 


Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri Pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Riau serta IDI Cabang Siak, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hulu periode 2026–2029 di Gedung Student Center Universitas Riau, Pekanbaru, Sabtu (1/8).


Afni mengatakan tekanan fiskal akibat efisiensi anggaran tidak boleh menghambat pelayanan kesehatan. Menurutnya, kondisi tersebut justru harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan IDI untuk memperkuat kolaborasi serta menghadirkan inovasi pelayanan bagi masyarakat.


"Di sinilah kesungguhan kita diuji. Himpitan fiskal daerah harus menjadi pendorong lahirnya solusi kreatif dan terobosan pelayanan. Pemerintah daerah dan IDI harus saling mendukung demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Afni, Minggu (2/8/2026).


Ia memastikan Pemkab Siak terus memperjuangkan peningkatan kapasitas fiskal daerah agar pelayanan kesehatan tetap terjaga dan kesejahteraan dokter maupun tenaga kesehatan dapat ditingkatkan.


Afni juga mengungkapkan sejumlah perkembangan positif, di antaranya bantuan ambulans laut dari Kementerian Kesehatan RI untuk memperkuat layanan rujukan di wilayah perairan dan kawasan 3T, khususnya Kecamatan Sungai Apit. 


Selain itu, usulan peningkatan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Kabupaten Siak telah mendapat respons positif dari pemerintah pusat dan segera menjadi prioritas pembahasan kementerian terkait.


Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua Umum PB IDI DR. Dr. Slamet Budiarto, S.H., M.H.Kes., Ketua IDI Wilayah Riau DR. dr. Marhan Effendi, M.H., C.M.C., serta pengurus IDI kabupaten/kota se-Riau.


Pada periode 2026–2029, IDI Cabang Siak dipimpin dr. Hasriza Eka Putra, M.Sc., Sp.A. Ia menegaskan komitmen IDI menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Siak dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan yang adaptif, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.



(Doli/Humas Siak)

Kejurkab MMA Amateur IBCA "Boedak Betumbuk Siak 2026" Sukses Digelar, Cetak Bibit Atlet Berprestasi





Centerindonesia – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (IBCA MMA) Kabupaten Siak sukses menyelenggarakan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) MMA Amateur IBCA "Boedak Betumbuk Siak Tahun 2026", sebagai ajang pembinaan atlet sekaligus kompetisi MMA amatir pertama yang digelar di Kabupaten Siak.


Kejuaraan yang berlangsung di Kabupaten Siak ini diikuti oleh 24 atlet dari berbagai kategori usia, mulai dari Youth B MMA Putra (14–15 tahun), Youth A MMA Putra (15–17 tahun), Junior MMA (17–18 tahun), hingga Senior MMA Putra dan Putri. Seluruh peserta merupakan atlet-atlet binaan yang berasal dari Kabupaten Siak.


Ketua Pengkab IBCA MMA Siak, James Aritonang, AMK., C.Neg., mengatakan bahwa penyelenggaraan Kejurkab merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam membangun ekosistem olahraga bela diri campuran yang berkelanjutan di Kabupaten Siak.


Menurutnya, kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan untuk meningkatkan kemampuan teknik, mental bertanding, disiplin, dan sportivitas para atlet.


«"Melalui Kejurkab ini kami ingin memberikan ruang bagi atlet-atlet muda untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Harapannya, dari kejuaraan ini akan lahir bibit-bibit atlet yang mampu membawa nama baik Kabupaten Siak pada kejuaraan tingkat provinsi, nasional hingga internasional," ujar James.»


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Siak, Afni, serta Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, S.Ag., M.Si., selaku Ketua Umum KONI Kabupaten Siak atas dukungan dan perhatian yang diberikan terhadap perkembangan olahraga bela diri campuran di Kabupaten Siak.


"Keberhasilan penyelenggaraan Kejurkab ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Siak, KONI Kabupaten Siak, para sponsor, panitia, wasit, juri, pelatih, atlet, tim medis RSUD Tengku Rafi'an Siak, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini. Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi yang telah terjalin," tambahnya.


Kejurkab MMA Amateur IBCA "Boedak Betumbuk Siak Tahun 2026" diharapkan menjadi agenda pembinaan yang berkesinambungan sehingga mampu meningkatkan kualitas atlet daerah dan memperkuat prestasi olahraga Kabupaten Siak di masa mendatang.


Semangat sportivitas, persaudaraan, dan prestasi yang ditunjukkan seluruh peserta menjadi modal penting dalam membangun pembinaan olahraga bela diri yang profesional dan berdaya saing.


"IBCA MMA Siak, Berani Menang Terhormat."


Salam Olahraga! Jaya... Jaya... Jaya!

Diskominfo Siak Kembangkan Aplikasi MBG, Perkuat Pengawasan Kualitas Makanan bagi Penerima Manfaat





Centerindonesia SIAK – Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus mendorong transformasi digital dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkah strategis yang dilakukan ialah mengembangkan Aplikasi MBG sebagai instrumen pengawasan kualitas makanan yang akan digunakan oleh para pelaksana program di lapangan.


Pengembangan aplikasi tersebut dipaparkan dalam rapat ekspos yang digelar di Ruang Rapat Diskominfo Kabupaten Siak, Senin (3/8/2026). Rapat dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), Koordinator MBG Kabupaten Siak, Sekretaris Diskominfo, serta para kepala bidang di lingkungan Diskominfo Kabupaten Siak.


Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak, Rozi Chandra, mengatakan aplikasi tersebut dikembangkan bukan sekadar sebagai sarana pelaporan, tetapi juga untuk membangun kesadaran seluruh pihak yang terlibat agar mutu makanan bagi penerima manfaat tetap terjaga sejak proses produksi hingga distribusi.


"Aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan awareness para pelaksana lapangan terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat Program MBG," kata Rozi Chandra saat memaparkan pengembangan aplikasi.


Menurut Rozi, sistem tersebut dibangun dengan empat parameter utama yang menjadi acuan dalam pengawasan kualitas makanan. Keempat parameter itu meliputi ketepatan waktu distribusi, kesegaran makanan, kelayakan dan cita rasa makanan, serta variasi menu yang disajikan.


"Ada empat parameter dalam aplikasi yang kita luncurkan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan awareness kepada KSPPG, pengawas gizi, dan mitra, bahwa makanan yang didistribusikan kepada anak harus tepat waktu, segar, baik dan enak untuk dimakan, serta bervariasi supaya tidak membosankan," ujarnya.


Ia menjelaskan, keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan gizi, tetapi juga kualitas makanan yang diterima anak-anak setiap hari. Karena itu, seluruh unsur yang terlibat, mulai dari KSPPG, tenaga pengawas gizi, hingga mitra penyedia makanan, perlu memiliki standar yang sama dalam menjaga mutu layanan.


Melalui aplikasi tersebut, proses pengawasan diharapkan menjadi lebih cepat, terukur, dan terdokumentasi secara digital. Data yang dihimpun dari lapangan juga akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Program MBG secara berkelanjutan.


Rapat ekspos juga dimanfaatkan sebagai forum koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) guna menyamakan persepsi mengenai kebutuhan data, mekanisme pelaporan, serta peran masing-masing instansi dalam mendukung implementasi aplikasi. Masukan dari seluruh peserta akan menjadi bagian dari penyempurnaan sistem sebelum diterapkan secara lebih luas.


Rozi menegaskan, pengembangan Aplikasi MBG merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Siak dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.  Melalui kolaborasi lintas sektor dan sistem pengawasan yang lebih modern, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan lebih efektif, akuntabel, dan memberikan manfaat optimal bagi para penerima manfaat di Kabupaten Siak.(MC Siak)

Smart Farming Binaan BI di Bunga Raya Tunjukkan Hasil, Produktivitas Padi Meningkat.

 



Centerindonedia Bunga Raya – Program pengembangan pertanian berbasis smart farming yang dijalankan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mulia Tani di Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, mulai menunjukkan hasil positif. 


Setelah lebih dari satu tahun pendampingan, produktivitas padi petani meningkat sekitar sepuluh persen, sekaligus menjadi bukti bahwa penerapan teknologi mampu mendukung penguatan ketahanan pangan daerah.


Capaian tersebut mengemuka pada Panen Raya Padi Gapoktan Mulia Tani binaan BI Provinsi Riau bertema "Panen Raya Petani Modern Menuju Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan" di Kampung Jayapura, Kecamatan Bunga Raya, Senin (3/8/2026).


Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan peningkatan produktivitas itu tidak terlepas dari kegigihan para petani yang tetap mengelola lahan pertanian di tengah berbagai tantangan, terutama keterbatasan pasokan air.


“Kami mengapresasi bapak-ibu para petani Banyak tantangan yang dihadapi mereka, tetapi petani kita di sini luar biasa, rajin. Petani di Bunga Raya ini bisa dikategorikan sebagai petani sawah tadah hujan karena tidak selamanya air tersedia. Saat musim kemarau, mereka menghadapi keterbatasan air," kata Afni.


Dihadapan para petani, Afni menegaskan akan terus mengupayakan dan mencari solusi setiap persoalan yang dihadapi para petani terutama di Bunga Raya. Menurutnya, Bunga Raya merupakan sentra pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Siak.


Menurut Afni, Kecamatan Bungaraya memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra produksi pangan di Kabupaten Siak. Kawasan tersebut memiliki hamparan sawah sekitar 3.000 hektare dalam satu kawasan, dengan indeks pertanaman (IP) yang kini telah mencapai sekitar 2,5 kali tanam dalam setahun.


Ia menilai penerapan teknologi melalui smart farming menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Namun, teknologi hanya akan memberikan hasil optimal apabila didukung oleh semangat dan kerja keras para petani.


"Teknologi ini sifatnya membantu, tetapi kalau petaninya pemalas tetap saja tidak ada gunanya. Jadi kembali kepada manusianya. Kalau petaninya sudah rajin dan gigih seperti petani Bunga Raya, kemudian didukung teknologi, pasokan air yang baik, dan pupuk yang tersedia, saya yakin Bungaraya akan menjadi jauh lebih luar biasa dari yang kita lihat hari ini," ujarnya.


Afni berharap keberhasilan yang ditunjukkan Gapoktan Mulia Tani tidak berhenti pada satu kawasan percontohan, tetapi dapat direplikasi ke seluruh wilayah Bunga Raya sehingga mampu menjadi model pengembangan pertanian modern di Kabupaten Siak.


"Saya harapkan kegiatan hari ini bukan hanya soal bulir-bulir padi yang kita panen, tetapi menjadi bukti hasil kerja keras bersama. Kalau semua pihak berkolaborasi membantu petani, saya yakin Bunga Raya bukan hanya memiliki satu demplot, tetapi satu kecamatan ini bisa menjadi contoh," katanya.


Sementara itu, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Panji Ahmad mengatakan pendampingan smart farming yang dilakukan selama lebih dari satu tahun mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan hasil panen.


"Alhamdulillah, dalam kurun waktu lebih dari satu tahun, program tersebut mulai menunjukkan hasil secara nyata. Dampak positifnya tercermin dari peningkatan produktivitas sekitar sepuluh persen," ujar Panji.


Ia menjelaskan, pendampingan dilakukan melalui penerapan teknologi pertanian yang lebih presisi, mulai dari penggunaan benih unggul, pemupukan sesuai kebutuhan tanaman, pengendalian hama dan penyakit secara efektif, hingga pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern. Seluruh pendekatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.


Ketua Gapoktan Mulia Tani, Yanto Sukanto mengatakan panen raya tahun ini merupakan panen kedua sejak kelompok tani tersebut menerapkan sistem smart farming bersama Bank Indonesia Provinsi Riau.


"Bagi kami para petani, panen raya bukan sekadar memanen hasil tanaman, tetapi menjadi puncak dari perjuangan panjang. Bersama Bank Indonesia kami menerapkan teknologi tepat guna, seperti penggunaan benih unggul berkualitas, pengendalian hama dan penyakit secara efektif, penggunaan alat dan mesin pertanian modern, hingga teknik pemupukan yang lebih terukur," kata Yanto.


Keberhasilan program smart farming di Bunga Raya diharapkan menjadi contoh pengembangan pertanian modern di Provinsi Riau. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan petani dinilai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan sektor pertanian yang lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.


(Rahma/MC Siak)

SINERGI PERSIAPAN REMISI KEMERDEKAAN





Centerindonesia Dalam rangka mendukung persiapan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Teluk Kuantan yang diwakili oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik) menghadiri Rapat Persiapan HUT RI Ke-81 yang diselenggarakan di Ruang Rapat Multimedia Kantor Bupati Kuantan Singingi.


Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kuantan Singingi dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, serta para pemangku kepentingan lainnya. Pertemuan ini membahas berbagai agenda persiapan pelaksanaan HUT RI ke-81, termasuk koordinasi terkait pelaksanaan pemberian Remisi Umum bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.


Kehadiran Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan merupakan bentuk komitmen dalam memperkuat sinergi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi serta seluruh instansi terkait guna memastikan pelaksanaan peringatan HUT RI ke-81, khususnya pemberian remisi kepada warga binaan, dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai ketentuan yang berlaku.


(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done