M C I

Senin, Oktober 19, 2026

PIMPIN APEL PAGI, KALAPAS BANGKINANG PERKUAT SEMANGAT PENGABDIAN DAN PELAYANAN PRIMA

 



Centerindonesia — Senin, 19 Oktober 2026 — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, memimpin kegiatan apel pagi yang diikuti oleh jajaran petugas Lapas Kelas IIA Bangkinang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta meneguhkan komitmen seluruh jajaran dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga binaan.


Dalam amanatnya, Alexander Lisman Putra mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga kedisiplinan, melaksanakan tugas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta senantiasa mengedepankan profesionalisme dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan dan kepatuhan terhadap prosedur merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas yang terarah, efektif, dan berkualitas.


“ Saya mengajak seluruh jajaran untuk senantiasa menjaga kedisiplinan, bekerja sesuai dengan SOP, dan melaksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga binaan dengan mengedepankan sikap profesional, humanis, santun, dan penuh kepedulian. Mari kita terus menjaga kekompakan serta memberikan kontribusi terbaik melalui tugas dan pengabdian kita,” ujar Alexander Lisman Putra.


Lebih lanjut, Kalapas berharap semangat kebersamaan dan koordinasi yang baik dapat terus terpelihara dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas sehari-hari. Menurutnya, setiap jajaran memiliki peran penting dalam mewujudkan lingkungan kerja yang harmonis serta mendukung terselenggaranya pelayanan pemasyarakatan yang optimal.


Apel pagi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan menyelaraskan komitmen seluruh jajaran dalam menjalankan tugas sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing. Dengan menjunjung tinggi kedisiplinan, profesionalisme, serta sikap saling mendukung, pelaksanaan tugas diharapkan senantiasa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun warga binaan.


Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Bangkinang terus meneguhkan komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang prima, humanis, dan berkualitas. Semangat kebersamaan dan dedikasi seluruh jajaran diharapkan menjadi landasan dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang profesional serta berorientasi pada pelayanan terbaik.

(Ds)

Minggu Kasih di Gereja Immanuel, Wakapolda Riau: Polri Tak Boleh Berjarak dengan Masyarakat

 




Centerindonesia - Polda Riau terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui program Minggu Kasih. Kali ini, jajaran Polda Riau mengikuti ibadah bersama jemaat Gereja GPIB Immanuel di Jalan Sumatera, Pekanbaru, Minggu (18/10/2026), sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus mempererat tali silaturahmi.


Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Riau Brigjen Pol Simson Zet Ringu bersama sejumlah pejabat utama Polda Riau hadir dan berbaur dengan jemaat untuk mengikuti rangkaian ibadah. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh pengurus gereja dan jemaat yang mengikuti ibadah dengan khidmat.


Dalam sambutannya, Wakapolda Riau menyampaikan salam damai sejahtera kepada pendeta, majelis gereja, serta seluruh jemaat. Ia mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan untuk beribadah bersama sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat di Kota Pekanbaru.


Wakapolda menegaskan, Polri harus kembali hadir di tengah masyarakat tanpa menciptakan jarak. Menurutnya, keberadaan polisi tidak dapat dipisahkan dari masyarakat karena tugas kepolisian lahir dari kebutuhan bersama untuk menciptakan keamanan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis.


“Polri harus kembali bersama masyarakat. Tidak boleh ada jarak, tidak boleh ada gap dengan masyarakat,” tegas  Brigjen Pol Simson di hadapan jemaat.


Ia menjelaskan, pendekatan tersebut sejalan dengan arahan pimpinan Polri agar seluruh personel semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran polisi bukan semata-mata untuk menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga memberikan rasa aman, membangun kepercayaan, serta menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.


Wakapolda juga mengaitkan pesan tersebut dengan nilai-nilai kasih dalam Alkitab, khususnya Roma 12 ayat 10, yang mengajarkan umat untuk saling mengasihi dan mendahulukan kepentingan sesama. Ia berharap, kehadiran polisi berseragam di tengah masyarakat dapat menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan, bukan justru menimbulkan kekhawatiran.


“Kalau masyarakat melihat polisi dan merasa aman karena kehadiran polisi, itulah polisi yang dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.


Melalui program Minggu Kasih, Polda Riau berkomitmen untuk terus membangun komunikasi yang humanis, memperkuat hubungan dengan masyarakat, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Kegiatan berlangsung aman dan lancar, menjadi bagian dari upaya mewujudkan Polri yang semakin dekat, dipercaya, dan dicintai masyarakat.

(Ds)

Subuh Keliling Polda Riau, Perkuat Kedekatan dengan Warga dan Gaungkan Green Policing




Suling Polda Riau: Merawat Silaturahmi, Menjaga Kamtibmas, Menghijaukan Bumi


Centerindonesia - Polda Riau terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui Program Suling (Subuh Keliling) Polda Riau, yang diwujudkan melalui kegiatan Sholat Subuh berjamaah, silaturahmi, serta penyampaian pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin, Jalan Bukit Barisan, Kelurahan Pematang Kapau, Kecamatan Kulim, Pekanbaru, Sabtu (17/10/2026) pagi.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 04.30 WIB itu dihadiri Karo SDM Polda Riau Kombes. Pol. Tris Lesmana Zeviansyah, S.H., S.I.K., M.H., Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol. Akmadi, S.I.K., Dir Samapta Polda Riau Kombes Pol. Syahrial M. Said, S.I.K., S.H., Kombes Pol. Anton Setyo Hartanto, Personil Kodam XIX Tuanku Tambusai, Personil Polda Riau, pengurus masjid, serta jamaah Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin. Melalui Program Suling, Polda Riau hadir langsung di tengah masyarakat untuk mempererat silaturahmi, menyerap aspirasi warga, sekaligus membangun komunikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.


Dalam sambutannya, Karo SDM Polda Riau Kombes Pol Tris Lesmana menegaskan bahwa Polri mengedepankan upaya pencegahan sebelum melakukan penegakan hukum. Langkah preventif melalui patroli, sambang, serta kehadiran personel di tengah masyarakat menjadi bagian penting untuk mendeteksi dan mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.


“Kehadiran Polri bukan sekadar untuk memenuhi kegiatan, melainkan sebagai wujud nyata bahwa Polri ingin semakin dekat dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi, dan mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga,” ujarnya.


Ia juga mengajak masyarakat agar tidak ragu menyampaikan persoalan terkait keamanan, pencurian, gangguan ketertiban, maupun masalah sosial kepada kepolisian melalui Polsek, Polres, atau Polda Riau. Menurutnya, sinergi Polri, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.


“Polri harus menjadi bagian dari solusi atau problem solver bagi masyarakat. Karena itu, komunikasi dan koordinasi harus terus dibangun agar setiap persoalan dapat dicarikan jalan keluar bersama,” tegas Kombes Pol Tris Lesmana.


Selain pesan kamtibmas, Kombes Pol. Tris Lesmana turut menggaungkan program Green Policing dengan mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan. Ia menyampaikan bahwa pada 2026 terdapat target penanaman hingga satu juta pohon yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Kepedulian lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti menanam dan merawat pohon di rumah, masjid, maupun tempat kerja.


Sebagai wujud nyata program tersebut, kegiatan Suling dirangkai dengan penanaman empat bibit pohon di halaman belakang Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin. Polda Riau berharap masjid dapat menjadi pusat penggerak kepedulian lingkungan melalui peran pengurus dan jamaah, sehingga nilai-nilai keagamaan juga diwujudkan melalui tindakan nyata menjaga kebersihan dan kelestarian alam.


Sementara itu, Ketua Masjid Paripurna Raudhatus Shalihin Dr. H. Arbakmis Lamid, S.H., M.H. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polda Riau yang telah melaksanakan Program Suling (Subuh Keliling) bersama pengurus masjid dan jamaah. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum positif untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, serta memperkuat hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.


“Kami menyambut baik kegiatan Subuh Keliling Polda Riau ini. Kehadiran jajaran kepolisian di tengah-tengah jamaah tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memberikan motivasi kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat,” ungkapnya.


Melalui Program Suling (Subuh Keliling) Polda Riau, kepolisian berharap hubungan dengan masyarakat semakin erat, kepercayaan publik terus meningkat, serta kesadaran menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan tumbuh dari tingkat komunitas. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Polda Riau untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pendekatan humanis, memperkuat kemitraan, dan mengimplementasikan semangat Green Policing.

(Ds)

Minggu, Oktober 18, 2026

Ka. Kanwil Ditjenpas Riau Sapa Warga Binaan, Perkuat Keamanan dan Pendekatan Humanis




Centerindonesia – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau, Rudy Fernando Sianturi, menyambangi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai pada Kamis malam. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau pelaksanaan pengamanan sekaligus membangun komunikasi dan memberikan penguatan moral kepada warga binaan, Kamis (15/10). 


Didampingi Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Yusup Gunawan, dan Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, Rudy mengawali kegiatan dengan menyaksikan apel serah terima regu pengamanan. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari pergantian tugas petugas untuk memastikan kesinambungan pengawasan dan keamanan di lingkungan rutan.


Usai apel, rombongan menyusuri blok hunian dan menyapa warga binaan secara langsung. Dalam suasana penuh keakraban, Rudy memberikan perhatian dan penguatan kepada warga binaan agar tetap menjaga ketertiban, mengikuti program pembinaan dengan baik, serta memanfaatkan masa pembinaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan.


Kunjungan tersebut menegaskan pentingnya keseimbangan antara pengawasan yang disiplin dan pendekatan yang humanis dalam penyelenggaraan Pemasyarakatan. Kehadiran pimpinan secara langsung juga menjadi kesempatan untuk melihat kondisi lingkungan hunian sekaligus mendorong petugas agar senantiasa menjalankan tugas sesuai prosedur dan mengedepankan pelayanan yang bermartabat.


Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Riau terus mendorong terciptanya lingkungan rutan yang aman, tertib, dan kondusif. Pengamanan yang konsisten serta pembinaan yang humanis diharapkan mendukung perubahan perilaku warga binaan, mempersiapkan reintegrasi sosial, dan memberikan manfaat bagi masyarakat ketika mereka kembali menjalani kehidupan di luar rutan.

(Ds)

Kanwil Ditjenpas Riau Dorong Kemandirian Warga Binaan melalui SAE Rutan Siak

 




Lintasberitanasional – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau, Rudy Fernando Sianturi, mendorong penguatan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui pemanfaatan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Siak, Kamis, 15 Oktober 2026.


Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan SAE sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan keterampilan produktif bagi warga binaan. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan meliputi budidaya tanaman melon, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta panen sayur sawi yang merupakan hasil dari kegiatan pertanian yang dikelola di lingkungan SAE Rutan Siak.


Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau menekankan pentingnya pembinaan yang berorientasi pada keterampilan dan produktivitas agar warga binaan memiliki bekal yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat. Melalui kegiatan pertanian dan pengolahan kompos, warga binaan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, serta menumbuhkan semangat kemandirian.


Sinergi bersama BRI Cabang Siak juga menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan terhadap program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan. Keberadaan SAE diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelatihan keterampilan, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang bernilai guna dan ekonomis, sekaligus mendukung penerapan prinsip pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.


Melalui pengembangan SAE, Kanwil Ditjenpas Riau terus mendorong pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Program ini diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan berkontribusi positif setelah menyelesaikan masa pembinaan.

(Ds)

Kalapas Pasir Pangarayan Jadi Pengajar, Warga Binaan Belajar Membaca, Menulis, dan Berhitung

 



Centerindonesia PANGARAYAN – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, turun langsung menjadi pengajar dalam kegiatan belajar mengajar bagi warga binaan. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pemenuhan hak pendidikan sekaligus upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan.


Dalam kegiatan tersebut, Efendi P. Purba memberikan pelajaran dasar berupa membaca, menulis, dan berhitung kepada warga binaan yang belum memiliki kemampuan tersebut. Pembelajaran dilaksanakan sebagai langkah untuk memberikan kesempatan kepada setiap warga binaan agar dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik.


Kegiatan belajar mengajar ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam membenahi fondasi bangsa, khususnya di bidang pendidikan. Melalui pendidikan, warga binaan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan diri, memperluas wawasan, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih positif.


Kalapas Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, keterbatasan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung tidak boleh menjadi penghalang bagi warga binaan untuk terus belajar dan memperbaiki diri.


“Belajar merupakan hak setiap orang, termasuk warga binaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada mereka untuk meningkatkan kemampuan dasar, menambah pengetahuan, serta membangun kepercayaan diri. Saya berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Efendi P. Purba, Rabu (14/10/2026).


Ia menambahkan, pembinaan melalui pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kecerdasan, tetapi juga membentuk pola pikir dan sikap yang lebih baik. Dengan bekal pendidikan dan kesadaran untuk berubah, warga binaan diharapkan mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, serta tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum.


Melalui kegiatan belajar mengajar ini, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan terus berupaya menghadirkan pembinaan yang bermanfaat dan berkelanjutan. Pendidikan diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan sekaligus mewujudkan perubahan nyata bagi masa depan mereka.


(Ds)

*POLRES PELALAWAN GEREBEK KONTRAKAN, PEMUDA ASAL JAKARTA DITANGKAP SAAT NYABU*




Centerindonesia – Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Pelalawan menggerebek sebuah rumah kontrakan dan menangkap seorang pria yang sedang menggunakan narkotika jenis sabu, Jumat (16/10/ 2026) 


Lokasi kejadian di Jalan Datuk Engku Raja Lela Putra, Kel. Pangkalan Kerinci Timur, Kec. Pangkalan Kerinci, Kab. Pelalawan, Provinsi Riau.


Pengungkapan ini berdasarkan LP/A/123/X/2026/RIAU/Res Pelalawan tanggal 16 Oktober 2026, Pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 127 huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan atau Pasal 609 Ayat (1) huruf a UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.


Tersangka M, laki-laki, lahir di Jakarta , 33 tahun, tidak bekerja,  warga Kel. Pangkalan Kerinci Timur, Kec. Pangkalan Kerinci.


Barang bukti yang diamankan 1 paket diduga sabu dengan berat kotor 0,91 gram, 2 buah bong, 2 buah kaca pirek, dan 1 unit handphone Android merk Oppo.


Kronologis, Tim Opsnal Sat Resnarkoba mendapat informasi dari masyarakat adanya penyalahgunaan narkotika di rumah kontrakan tersebut. Tim yang dipimpin Kasat Resnarkoba Iptu Rudi Syahputra, SH, MH langsung melakukan penyelidikan.


Setelah informasi akurat, tim langsung melakukan penggerebekan dan mendapati tersangka sedang menggunakan sabu di tempatnya duduk. Penggeledahan menemukan paket sabu, bong dan pirek.


Dari hasil interogasi, tersangka mengakui sabu tersebut miliknya yang diperoleh dari seseorang lagi masih dalam  penyelidikan.


Kasat Resnarkoba Polres Pelalawan Iptu Rudi Syahputra, SH, MH menyampaikan, _"Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Kami akan terus melakukan pengembangan terhadap pemasoknya dan mengajak masyarakat berani melapor melalui 110,"_ tegasnya.

(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done