M C I

Selasa, 28 April 2026

Bupati Afni Z Ajak Muslimat Perkuat Sinergi dan Kemandirian

 





Centerindonesia KERINCI KANAN – Bupati Siak, Dr. Afni Z, menghadiri Pengajian Rutinan Bulanan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) beserta Badan Otonom (Banom) yang dirangkai dengan Halal Bihalal masyarakat di pelataran Masjid Muhajirin, Kampung Jati Mulya, Kecamatan Kerinci Kanan, Ahad (26/4/2026).


Dalam arahannya, Bupati Afni Z menekankan pentingnya semangat kemandirian bagi kader Muslimat NU. Beliau berharap perempuan NU mampu menjadi sosok yang bertakwa, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi bangsa melalui pengabdian yang tulus.


"Saya mengajak seluruh Muslimat NU untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Siak. Kita butuh sinkronisasi yang kuat antara program pemerintah daerah dengan kegiatan pemberdayaan umat agar dampaknya lebih terasa bagi masyarakat," ujar Afni.


Lebih lanjut, Bupati perempuan pertama di Siak ini mengapresiasi peran Banom NU sebagai pilar penguat peran perempuan di berbagai lini. Ia menyebutkan bahwa fokus pada bidang sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan dakwah adalah kunci pembangunan daerah.


"Teruslah merawat persatuan dalam bingkai hubbul wathan minal iman. Mari kita buktikan bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman dengan menjaga kerukunan dan berkontribusi membangun Siak yang lebih baik," pungkasnya.

(Desi)

Bupati Siak Serukan Kolaborasi Hadapi Super El Nino 2026: "Jaga Gambut Tetap Basah"






Centerindonesia Pekanbaru– Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan komitmen penuh dalam mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menghadapi ancaman fenomena cuaca ekstrem Super El Nino tahun 2026. 


Hal ini ditegaskan Bupati Afni, saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral di Mapolda Riau, Senin (27/4/2026).


Dalam forum bertajuk, "Kolaborasi Strategis Pemda, TNI-POLRI, Pelaku Usaha, dan Seluruh Elemen Masyarakat" tersebut, Bupati Afni menyerukan gerakan bahu-membahu dari tingkat kabupaten hingga ke perangkat kampung dan desa.


"Komitmen dan sinergi lintas sektoral cegah karhutla sangat dibutuhkan, ini merupakan  bentuk pengabdian untuk menjaga kualitas udara Riau tetap bersih. Upaya ini diperkuat dengan beberapa poin strategis," ularnya.


Dalam Rakor tersebut, dilakukan penandatanganan fakta integritas korporasi dan janji nyata pencegahan Karhutla oleh 40 General Manager perusahaan besar di area konsesi.


Bupati Afni memaparkan berikut poin-poin dalam Rakor itu di antaranya, dukungan Data dan Operasional: Sinergi dengan BMKG untuk data real-time, BPBD untuk kesiapan logistik/embung, serta dukungan udara (water bombing & OMC) dari Danlanud Roesmin Nurjadin.


Ia menjelaskan, Penegakan Hukum: Dukungan penuh terhadap langkah tegas Polda Riau, mulai dari tindakan preventif hingga represif bagi pelaku pembakaran, baik perorangan maupun korporasi.


Fokus Utama: Restorasi Gambut & MPA

Bupati Siak menyoroti bahwa kunci utama penanganan Karhutla di wilayahnya adalah menjaga ekosistem gambut.


"Restorasi gambut dengan pemetaan dan pengawasan ketat kawasan rawan guna memastikan gambut tetap basah. Devisa Karbon: Menjaga gambut adalah modal masa depan sebagai penyumbang devisa karbon dunia," kata dia.


Selanjutnya, melakukan kerja sama Multi pihak, Pemerintah, Perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Akademisi bersama Lembaga Swadaya yang bergerak di bidang lingkungan (NGO) sebagai garda terdepan di tingkat desa untuk deteksi dini dan edukasi mandiri.


"Kita harus memastikan udara Riau bebas asap. Apabila gambut terbakar, pemadaman di permukaan saja tidak cukup karena bara di kedalaman tetap menyala jika kondisi lahan kering dan minim air. Kolaborasi intensif adalah kunci," tutup Afni.


(Doli/MC Siak)

Senin, 27 April 2026

Satgas Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Percepat Pembangunan di Dua Titik Kabupaten Siak, Satu Titik Hampir Rampung

 





Centerindonesia SIAK – Komitmen Polri dalam meningkatkan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat kembali dibuktikan melalui program Satgas Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II.

Pada hari ke-12, Senin (27/04/2026), kegiatan perbaikan dan penguatan jembatan dilaksanakan secara serentak di dua lokasi strategis di Kabupaten Siak, yakni di Kecamatan Sungai Apit dan Kecamatan Kandis.


Aksi nyata ini merupakan kolaborasi antara personel kepolisian dari Polsek jajaran, personel BKO, serta masyarakat setempat guna memastikan akses transportasi warga kembali normal dan lebih kokoh dari sebelumnya.


Sinergi di Jembatan Tanjung Kuras, Sungai Apit

Di wilayah hukum Polsek Sungai Apit, Kapolsek bersama delapan personel turun langsung ke lapangan bersinergi dengan enam warga dan empat tukang profesional. 

Fokus pengerjaan pada hari keb12 adalah pemasangan batu prasasti dan pengecatan jembatan dengan kombinasi warna khas Merah-Putih.


Material yang dikerahkan cukup lengkap, mulai dari puluhan sak semen, besi beton, hingga penggunaan mesin chainsaw untuk pembersihan area. Dengan pengecatan ini, Jembatan Tanjung Kuras kini tampil lebih segar dan rapi, menandakan tahap penyelesaian yang semakin dekat.


Sementara itu, di Kelurahan Telaga Sam Sam, Kecamatan Kandis, progres pengerjaan menyentuh aspek struktural yang cukup berat. Personel yang terlibat lebih beragam, melibatkan personel Polsek Kandis, BKO Brimob, Dit Sabhara, hingga Pol Air, serta bantuan alat berat berupa ekskavator.


Kegiatan utama di lokasi ini mencakup pemasangan barel beton dan pemasangan batu rolak untuk memperkuat pondasi serta badan jembatan. Ribuan batu bata, puluhan batang besi, serta material cor seperti kerikil dan pasir telah dimobilisasi ke lokasi. Penggunaan molen dan alat berat menunjukkan keseriusan tim dalam mengejar ketahanan jembatan yang maksimal.


Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, SH,SIK,MH melalui Ps.Kasi Humas Aiptu Dedek Prayoga,SH mengatakan bahwa tujuan utama dari perbaikan tahap II di kedua lokasi ini adalah untuk menghadirkan jembatan yang lebih kokoh dan aman bagi pengguna jalan. Keberadaan jembatan ini sangat vital sebagai akses utama bagi anak-anak menuju sekolah serta mendukung aktivitas ekonomi harian masyarakat sekitar.


"Dengan jembatan yang lebih bagus dan kuat, kita berharap mobilitas warga tidak lagi terhambat, sehingga pertumbuhan ekonomi lokal pun dapat meningkat," Ucap Aiptu Dedek


Kegiatan renovasi dan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II ini dijadwalkan akan terus berlanjut guna menyelesaikan tahap akhir pengerjaan di masing-masing titik.


"Mari bersama sama kita mendukung Program dari Bapak Kapolda Riau ini, ini bukti nyata Polri hadir ditengah tengah masyarakat, bersinergi membangun negeri, melindungi tuah menjaga marwah", tutup Aiptu Dedek

(Desi)

Patroli Beat Ditlantas Polda Riau, Hadir di Jam Rawan Demi Kelancaran Lalu Lintas Pekanbaru






Centerindonesia Pekanbaru - Kehadiran Polisi Lalu Lintas di titik-titik rawan kepadatan saat jam sibuk menjadi harapan utama masyarakat di Kota Pekanbaru. Menjawab kebutuhan tersebut, Direktorat Lalu Lintas Polda Riau terus mengoptimalkan langkah preventif melalui patroli rutin yang dikenal dengan Patroli Beat. Senin (27/04/26)


Di bawah kepemimpinan Jeki Rahmat Mustika, intensitas patroli dan monitoring arus lalu lintas terus ditingkatkan, khususnya pada jam-jam rawan kemacetan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen dalam menghadirkan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di tengah tingginya aktivitas masyarakat.


Pada Senin, 27 April 2026, tim Patroli Beat siang yang menggunakan kendaraan roda dua dipimpin oleh AKP Awi Ruben, S.H., M.H., Kanit 7 Sat PJR Ditlantas Polda Riau, melaksanakan penertiban di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Kantor Gubernur Riau. Dalam kegiatan tersebut, petugas memberhentikan sejumlah pengendara yang tidak menggunakan helm.


Tidak hanya melakukan penindakan, petugas juga mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan edukasi langsung kepada para pelanggar terkait pentingnya keselamatan berkendara. Selanjutnya, pelanggar diserahkan kepada personel Satlantas Polresta Pekanbaru untuk proses penindakan sesuai aturan yang berlaku.


Patroli Beat sendiri bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas, sekaligus memastikan terciptanya kelancaran arus lalu lintas di Kota Pekanbaru. Kegiatan patroli ini dimulai sekitar pukul 12.00 WIB hingga sore hari, menyesuaikan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.


Fokus patroli diarahkan pada ruas-ruas jalan protokol dengan tingkat kepadatan tinggi, seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Riau, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Arifin Ahmad, Jalan SM Amin, hingga Jalan HR Soebrantas. Selain itu, personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau juga aktif melakukan penguraian arus lalu lintas di kawasan pusat perbelanjaan, seperti Mal SKA, Ciputra Seraya Mall, Plaza Sukaramai (RTC), Mal Pekanbaru, dan Ramayana Soebrantas.


Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada jam pulang kantor, Ditlantas Polda Riau juga melaksanakan kegiatan strong point sore di sejumlah titik rawan kepadatan, guna memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan terkendali.


Salah satu warga, Erni dari Kecamatan Payung Sekaki, turut merasakan langsung kehadiran dan kepedulian Polantas saat membantu dirinya menyeberang jalan. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Ditlantas Polda Riau atas pelayanan yang diberikan.


“Terima kasih kepada Polantas yang sudah membantu saya saat menyeberang. Semoga pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan, khususnya patroli di jam-jam rawan kepadatan kendaraan. Tetap semangat Pak, terima kasih atas bantuannya,” ujarnya.


Sementara itu, Jeki Rahmat Mustika memberikan semangat kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan agar terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“Terus semangat kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan. Kehadiran Polantas di tengah masyarakat adalah bentuk pelayanan nyata untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan kelancaran aktivitas warga. Selain itu, kami juga terus mengedukasi masyarakat agar selalu mematuhi tata tertib berlalu lintas saat berkendara. Perlu diketahui, tertib berlalu lintas adalah tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan lalu lintas yang aman, nyaman, dan berkeselamatan,” tegasnya.


Melalui kehadiran aktif di lapangan, Ditlantas Polda Riau berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga tercipta budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di Bumi Lancang Kuning.

(Desi)

Antisipasi Karhutla 2026, Polda Riau dan Forkopimda Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman El Nino





Centerindonesia PEKANBARU – Polda Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Aula Tribrata Mapolda Riau, Senin (27/4/2026), sebagai langkah strategis memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.


Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, para kepala daerah se-Provinsi Riau, jajaran TNI-Polri, BNPB, BMKG, pelaku usaha, serta berbagai instansi terkait lainnya yang memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana.


Rapat koordinasi dibuka oleh Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., yang menegaskan bahwa ancaman karhutla tahun 2026 harus dihadapi dengan langkah serius, terukur, penuh kesiapan, dan kolaborasi sejak dini.


“Karhutla bukan persoalan yang bisa ditangani setelah kejadian. Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Seluruh elemen harus memperkuat kesiapsiagaan dari sekarang, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi,” tegas Kapolda Riau.


Irjen Herry menekankan bahwa berbagai langkah strategis harus dilakukan secara kolaboratif, mulai dari penyiapan embung air, penguatan sekat kanal, pembangunan menara pantau atau menara api, hingga penerapan pendekatan multi-helix yang melibatkan pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat. Dalam rapat tersebut juga hadir sejumlah pelaku usaha, termasuk perusahaan besar pemegang konsesi, yang turut menyatakan komitmen mendukung upaya pencegahan karhutla secara menyeluruh.


Menurut Kapolda, langkah utama yang harus terus diperkuat adalah pencegahan melalui peningkatan edukasi, literasi, dan sosialisasi secara masif kepada masyarakat agar terjadi perubahan pola pikir dan perilaku, sehingga masyarakat ikut mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan.


“Pencegahan adalah kunci utama. Kita harus membangun mindset bersama bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kolektif. Jangan membuka lahan dengan membakar, karena dampaknya bukan hanya hukum, tetapi juga merusak kesehatan, ekonomi, dan masa depan daerah,” ujarnya.


Kapolda juga meminta seluruh Kapolres jajaran aktif turun langsung ke lapangan memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, mulai dari sumber air cadangan, embung, alat pemadam, kesiapan personel, masyarakat peduli api, hingga patroli terpadu berbasis teknologi. Polda Riau juga terus memperkuat koordinasi dengan BNPB dan pemerintah pusat terkait mitigasi lanjutan, termasuk kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan jika situasi mengharuskan.


“Kita harus melakukan langkah-langkah luar biasa. Jangan sampai kelengahan kecil memicu bencana besar. Deteksi dini harus berjalan maksimal, survei harus berkelanjutan, dan setiap titik api harus dipadamkan secepat mungkin sebelum meluas,” tegasnya.


Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa Provinsi Riau memiliki luas lahan gambut sekitar 5,3 juta hektare, terbesar dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Kondisi ini menjadikan Riau sebagai salah satu wilayah paling rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan, terutama saat musim kemarau panjang dan peningkatan suhu ekstrem akibat El Nino. Secara nasional, sekitar 53.000 hektare kawasan terdampak karhutla pada 2026, dengan wilayah terbesar berada di Kalimantan Barat dan Provinsi Riau.


Atas dasar kerawanan tersebut, seluruh pihak menilai penguatan kolaborasi menjadi kebutuhan mutlak. Posko penanggulangan yang telah tersedia di BPBD akan diperkuat hingga tingkat provinsi, dengan dukungan penuh seluruh pemangku kepentingan. Para kepala daerah juga diminta memastikan kebijakan berbasis pelestarian lingkungan berjalan efektif serta seluruh perangkat daerah terlibat aktif dalam strategi pencegahan.


Kapolda Riau turut memberikan apresiasi kepada unsur TNI, relawan, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat peduli api yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pencegahan serta penanggulangan karhutla di Bumi Lancang Kuning.


Ia juga menekankan pentingnya dukungan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan kepada masyarakat luas.


“Terima kasih kepada rekan-rekan media yang akan terus menyiarkan semangat pencegahan ini kepada masyarakat. Hasil kerja kolaboratif ini harus benar-benar dirasakan masyarakat. Ini adalah melting pot bagi kita semua untuk bergerak serentak, menyamakan visi, menyamakan frekuensi, dan menjaga Bumi Lancang Kuning agar tetap lestari,” pungkas Irjen Herry.


Melalui rapat koordinasi lintas sektoral ini, Polda Riau bersama Forkopimda menegaskan komitmen kuat untuk memperkuat sinergi, kolaborasi, respons cepat, dan aksi nyata menghadapi ancaman karhutla sepanjang tahun 2026, demi menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan di Provinsi Riau.


*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*

(Desi)

Minggu, 26 April 2026

Juara Tim Lomba Mancing Diraih Team 3 Humas Lapas Bengkalis Sempena HBP ke 62

 





Centerindonesia BENGKALIS - Memancing bukan hanya sekadar hobi atau aktivitas rekreasi, tetapi juga memiliki berbagai manfaat yang signifikan bagi kesehatan fisik dan mental.


Bagi banyak orang, memancing merupakan cara untuk melarikan diri dari rutinitas sehari-hari dan menikmati ketenangan alam yang ada. Apalagi dengan fenomena kelelahan selama melaksanakan aktivitas pekerjaan.


Aktivitas tersebut menawarkan kesempatan untuk bersantai, refleksi diri, dan memperkuat koneksi dengan lingkungan alam sekitar. Selain itu, memancing memiliki dampak positif yang tak terduga bagi tubuh dan pikiran kita semua.


Begitulah yang dilakukan pihak lapas Bengkalis. Mereka dalam rangka memeriahkan hari bhakti pemasyarakatan ke 62 tahun 2026. Kepala Lembaga pemasyarakatan (Lapas) IIA Bengkalis Priyo Tri Laksono berinisiatif menggelar berbagai kegiatan.


Adapun kegiatan yang paling seru adalah lomba memancing internal dan pertandingan dumino internal. Disamping itu, pada HBP ke 62 tersebut juga dilaksanakan acara bhakti sosial membersihkan rumah ibadah disekitaran wilayah Lapas IIA Bengkalis.


Sementara, Kalapas IIA Bengkalis Priyo Tri Laksono mengatakan bahwa, untuk kegiatan hari bhakti pemasyarakatan ke 62 tersebut yang jatuh pada 27 April 2026 lapas Bengkalis telah menggelar berbagai kegiatan.


"Kita dari lapas IIA Bengkalis telah gelar kegiatan pemasyarakatan diantaranya, membersihkan rumah ibadah, kemudian memberikan pembinaan kepada para tahanan. Dan yang paling seru sebelumnya adalah pertandingan Dumino serta lomba memancing yang digelar Minggu 26 April 2026 kamarin,"ujar Kalapas IIA Bengkalis Priyo Tri Laksono, Senin 27 April 2026.


Diutarakannya, lomba memancing ini merupakan dari komunitas Lapas Bengkalis Fishing Club yang diikut sebanyak 7 tim dengan 27 orang peserta dari internal Lapas.


Selama pertandingan memancing yang mendapatkan juara 1 adalah Kasubag TU Dwi Mulyono, Juara II adalah Kasi Humas Wiwin Suryana dan juara III diraih oleh Staf pengamanan Junaidi.


"Untuk kasubag TU mendapatkan ikan baramundi sebesar 4,5 kilogram (baramundi) Kasi Humas 3,2 kilogram (baramundi) dan staf pengamanan sebesar 1,5 kilogram (baramundi),"pungkasnya seraya meyebutkan untuk juara tim diraih oleh kasi Humas.

(Desi)

Hari ke-10, Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Sungai Kuning Tunjukkan Progres Signifikan






Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Sungai Kuning, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, terus berjalan dan menunjukkan perkembangan positif. Memasuki hari ke-10 pelaksanaan, progres pekerjaan telah mencapai 15 persen, Sabtu (25/4/2026).


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB dengan melibatkan personel gabungan serta dukungan masyarakat setempat.


“Pada hari ke-10 ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 15 persen. Tahapan pekerjaan yang dilakukan meliputi penggalian pondasi jembatan dan perakitan kerangka besi sebagai struktur awal,” ujar Kapolres.


Selain pekerjaan konstruksi, tim di lapangan juga melaksanakan distribusi material ke lokasi pembangunan guna memastikan kelancaran proses pekerjaan.


Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan personel dari Polsek jajaran, Brimob, Dit Polairud, dan Sabhara Polda Riau. Tidak hanya itu, masyarakat setempat bersama tenaga teknisi atau tukang juga turut berperan aktif dalam proses pembangunan tersebut.


Kapolres menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung akses penyeberangan masyarakat yang selama ini menjadi kebutuhan penting, khususnya bagi warga Desa Sungai Kuning dan sekitarnya.


“Sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci utama dalam percepatan pembangunan ini. Kami berharap jembatan ini nantinya dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari serta meningkatkan perekonomian warga,” tambahnya.

Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini diharapkan dapat selesai sesuai target, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Kuantan Singingi.


Melindungi Tuah, Menjaga marwah.

(Desi)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done