Cegah Karhutla Sejak Dini, Polres Siak Gencarkan Sosialisasi Maklumat Kapolda Riau - M C I

Sabtu, 11 April 2026

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polres Siak Gencarkan Sosialisasi Maklumat Kapolda Riau







Center indonesia SIAK, RIAU – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu kerawanan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kepolisian Resor (Polres) Siak mengambil langkah preventif yang masif. Di bawah instruksi langsung Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, SH, SIK, MH, seluruh jajaran kepolisian di Kabupaten Siak kini gencar turun ke tengah masyarakat untuk mensosialisasikan Maklumat Kapolda Riau tentang Larangan Membakar Hutan dan Lahan.

Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, menegaskan bahwa upaya pencegahan adalah prioritas utama dibandingkan pemadaman. Menurutnya, kesadaran kolektif masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga ekosistem dan kualitas udara di wilayah Kabupaten Siak.

"Kami tidak ingin menunggu api muncul baru bergerak. Fokus kami saat ini adalah pre-emptive dan preventif. Melalui Bhabinkamtibmas dan seluruh satuan fungsi, kami secara konsisten menyebarluaskan Maklumat Kapolda Riau agar masyarakat memahami betul konsekuensi hukum serta dampak lingkungan dari pembukaan lahan dengan cara membakar," ujar AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar dalam keterangannya (11/04/2026)

Poin Utama Maklumat dan Penegakan Hukum
Sosialisasi ini mencakup penyebaran brosur, pemasangan spanduk di titik rawan, hingga dialog langsung (sambang) dengan para petani dan pemilik lahan. Dalam Maklumat Kapolda Riau tersebut, ditekankan bahwa pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dijerat dengan sanksi pidana yang berat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar juga mengingatkan bahwa sanksi penjara paling lama 10 tahun dan denda hingga Rp10 miliar menanti bagi siapa saja yang terbukti sengaja melakukan pembakaran lahan.

"Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, kelompok tani, maupun korporasi untuk meninggalkan cara lama membuka lahan dengan membakar. Selain merusak lingkungan, asap yang dihasilkan sangat merugikan kesehatan masyarakat luas, terutama anak-anak dan lansia," tambahnya.

Sinergi dan Pemetaan Daerah Rawan
Selain sosialisasi, Polres Siak juga terus memperkuat sinergi dengan TNI, Manggala Agni, BPBD, serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang memiliki struktur tanah gambut yang dalam terus diperbaharui untuk memastikan respons cepat jika muncul titik panas (hotspot).

Polres Siak berharap, dengan adanya edukasi yang berkelanjutan mengenai isi Maklumat Kapolda Riau ini, angka Karhutla di Negeri Istana dapat ditekan hingga titik nol (Zero Fire).

"Mari kita jaga hutan kita, jaga langit kita agar tetap biru. Kerja sama dari masyarakat adalah bantuan terbesar bagi kami dalam menjaga kamtibmas dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Siak," pungkas Kapolres.

(Desi)
Comments


EmoticonEmoticon

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done