M C I: Dirlantas Polda
Tampilkan postingan dengan label Dirlantas Polda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dirlantas Polda. Tampilkan semua postingan

Senin, Juni 02, 2025

Tim Penling Ditlantas Polda Riau Edukasi Masyarakat dan Pedagang Pasar Pagi Soal Tertib Berlalu Lintas*

Center Indonesia Pekanbaru – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas, Tim Penerangan Keliling (Penling) Subdit Kamsel Ditlantas Polda Riau kembali melaksanakan kegiatan edukasi keselamatan lalu lintas di sejumlah pasar pagi di Kota Pekanbaru, Senin (2/6/2025).

Adapun lokasi kegiatan kali ini meliputi Pasar Kodim, Pasar Tumpah di Jalan A. Yani, dan Pasar Tumpah di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di samping Ramayana Trade Center. Di lokasi-lokasi tersebut, Tim Penling menyapa langsung masyarakat dan para pedagang yang sedang beraktivitas sembari membagikan brosur himbauan tertib berlalu lintas, kegiatan tersebut berlangsung sekira pukul 07.00 WIB sampai selesai. 

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, menjelaskan bahwa program Penling merupakan kegiatan edukatif yg rutin Ditlantas Polda Riau, secara kontiniu  menyampaikan pesan-pesan keselamatan berlalu lintas secara langsung di tengah masyarakat dan pengendara dengan tujuan tumbuh rasa kedisiplinan demi terwujudnya peradaban keselamatan yg berkemanusian.

"Program Penling ini menyasar berbagai lokasi seperti pasar tumpah, terminal, pusat perbelanjaan, taman kota, hingga persimpangan jalan (traffic light). Namun demikian, kami mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran dari diri sendiri sebelum berkendara. Pastikan kondisi fisik siap, surat-surat lengkap, kendaraan layak, tidak membawa barang atau penumpang berlebihan, serta tidak menggunakan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut orang," tegas Kombes Pol Taufiq.

Plh. Kasubdit Kamseltibcarlantas Ditlantas Polda Riau, Kompol Pauzi, S.H., M.H., menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Polantas di tengah masyarakat dalam memberikan edukasi yang humanis.

"Tim Penling Subdit Kamsel Ditlantas Polda Riau terus rutin melaksanakan kegiatan edukasi seperti ini. Kami turun langsung ke titik-titik keramaian agar pesan keselamatan lalu lintas lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat," ungkap Kompol Pauzi.

Brigadir Putri dari Tim Penling turut menjelaskan bahwa sasaran edukasi tidak hanya kepada pengunjung, tetapi juga para pedagang pasar.

"Kita tidak saja memberikan edukasi kepada masyarakat yang beraktivitas di pasar pagi ini, namun kita juga mengajak para pedagang agar proaktif memperhatikan keselamatan diri sebelum berkendara. Seperti tidak membawa muatan berlebihan, memastikan kendaraan layak pakai, lampu dan rem berfungsi, serta melengkapi surat-surat pribadi dan kendaraan," jelasnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan tertib, aman, dan lancar. Kehadiran Tim Penling Ditlantas Polda Riau mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang mengapresiasi upaya edukatif ini sebagai langkah positif dalam menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas.
(Desi suarni)

Minggu, Juni 01, 2025

Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas dan Penanaman Pohon Mahoni di Aulia Hospital Bersempena Hari Lahir Pancasila*

Center Indonesia Pekanbaru — Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2025, Aulia Hospital menggelar kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas bagi para driver ambulance se-Riau. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Aulia Hospital ini dipimpin langsung oleh Ps Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, Kompol Pauzi, S.H., M.H.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para driver ambulance dari berbagai instansi kesehatan di wilayah Riau. Narasumber dari pihak berwenang memberikan materi terkait prosedur keselamatan berkendara, penggunaan rambu-rambu lalu lintas, serta etika berkendara, khususnya bagi driver ambulance yang memegang peran penting dalam pelayanan kesehatan darurat.

Kompol Pauzi membuka sambutannya dengan menegaskan pentingnya peran driver ambulance dalam keselamatan berlalu lintas. Ia mengingatkan bahwa para driver harus menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan saling menghormati sesama pengguna jalan, walaupun dalam kondisi mengendarai kendaraan dalam keadaan darurat. Ia menegaskan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang tidak boleh diabaikan.

Lebih lanjut, Kompol Pauzi menambahkan, “Kami berharap kegiatan ini dapat membekali para driver ambulance dengan pengetahuan dan sikap berkendara yang aman dan bertanggung jawab. Mengingat tugas mereka yang mulia dalam pelayanan kesehatan, keselamatan di jalan harus selalu menjadi prioritas utama.”

Dalam kesempatan kegiatan tersebut, Tim Subdit Kamsel Ditlantas Polda Riau juga membagikan helm berstandar SNI, tumbler, serta buku panduan tentang tata tertib berlalu lintas kepada para peserta sebagai bentuk dukungan dalam meningkatkan keselamatan berkendara.

Selain sosialisasi, kegiatan ini juga diwarnai dengan penanaman bibit pohon Mahoni di pelataran parkir Aulia Hospital sebagai bagian dari program penghijauan rumah sakit untuk menciptakan lingkungan yang asri dan sehat bagi pasien serta pengunjung.

Menyambut positif kegiatan ini, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H. menyatakan apresiasinya atas pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia menilai sosialisasi keselamatan berlalu lintas sangat penting dan menyambut baik antusiasme para driver ambulance dalam mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme para driver ambulance dalam mengikuti sosialisasi ini. Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama, dan melalui kegiatan seperti ini, kami yakin kualitas pelayanan kesehatan darurat di Riau akan semakin meningkat,” ujar Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat.

Kegiatan berlangsung sekira pukul 08.00 WIB hingga selesai dan diakhiri dengan penyerahan bibit pohon, penanaman bibit pohon secara bersama-sama, serta sesi foto bersama. Kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar.

Pihak rumah sakit berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan keterampilan keselamatan berlalu lintas para driver ambulance serta memperkuat semangat kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. (Desi suarni)

Sempena Harlah Pancasila, Ditlantas Polda Riau Gelar Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas di CFD Pekanbaru*

Center Indonesia Pekanbaru - Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2025, Direktorat Lalu Lintas Polda Riau menggelar kampanye keselamatan berlalu lintas di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu pagi ini dipimpin langsung oleh Kasi Fasmat Subdit Regident Ditlantas Polda Riau, Kompol Dwi Krismiyati, S.H., dan diikuti oleh jajaran personel Ditlantas serta relawan keselamatan jalan.

Mengusung tema “Keselamatan Berlalu Lintas Cermin Karakter Bangsa”, kampanye ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas sebagai wujud implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana di lokasi kegiatan sangat meriah dan penuh keakraban. Sejumlah Polwan cantik turut ambil bagian, menyapa para pengunjung CFD dengan ramah sambil menyampaikan pesan-pesan edukatif tentang Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas). Mereka juga membagikan brosur himbauan tata tertib berlalu lintas yang menarik perhatian warga, khususnya kaum muda dan anak-anak.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat. Banyak pengunjung yang berdialog langsung dengan para Polwan Ditlantas Polda Riau, bahkan beberapa mengajak mereka berfoto bersama sebagai bentuk kedekatan dan apresiasi.

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, menjelaskan bahwa program kampanye ini rutin dilaksanakan setiap hari Minggu di kawasan CFD Pekanbaru mulai pukul 06.30 WIB. Menurutnya, lokasi ini sangat efektif untuk sosialisasi dan edukasi langsung kepada masyarakat yang sedang berolahraga pagi.

“CFD menjadi tempat strategis karena mempertemukan berbagai lapisan masyarakat. Ini kesempatan baik untuk memberikan pesan keselamatan secara langsung dan humanis,” ujarnya.

Lebih lanjut Kombes Taufiq menekankan bahwa menciptakan Kamseltibcarlantas yang berkelanjutan dan menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas tidak cukup hanya dengan peran polisi. “Peran masyarakat jauh lebih penting. Kesadaran tertib berlalu lintas harus datang dari diri sendiri. Jadikan tertib berlalu lintas sebuah kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” tegasnya.

Sementara itu, Yona, warga Sukajadi, mengapresiasi kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat positif sekali. Kalau bisa terus berkelanjutan, tidak sampai di sini saja. Selain kami merasa aman dengan kehadiran para polisi wanita, kami juga bisa langsung bertanya berbagai hal kepada mereka,” ujarnya.

Kegiatan kampanye keselamatan berlalu lintas ini berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, mendapat sambutan hangat dari warga Pekanbaru yang hadir di CFD. Semangat gotong royong dan kesadaran berlalu lintas terlihat jelas masih melekat di tengah masyarakat.
(Desi suarni)

Jumat, Mei 30, 2025

Ditlantas Polda Riau Terapkan Metode Canggih TAA untuk Ungkap Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas*

Center Indonesia Pekanbaru - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau kini menerapkan metode canggih, tepat, dan modern dalam mengungkap sebab-akibat terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Metode tersebut dikenal sebagai Traffic Accident Analysis (TAA).

TAA merupakan pendekatan berbasis teknologi tinggi yang digunakan dalam proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan untuk menganalisis penyebab insiden. Dengan metode ini, petugas dapat mengumpulkan data secara presisi dan menyusun gambaran utuh terkait kronologi, kondisi teknis kendaraan, pola kecelakaan, hingga infrastruktur jalan yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Metode TAA ini menggunakan peralatan mutakhir berupa 3D Laser Scanner Leica PS360, yang mampu merekam dan menganalisis kejadian dari sebelum, saat, hingga setelah kecelakaan. TAA juga mampu melakukan proses untuk merekonstruksi visualisasi terjadinya kecelakaan. Hasilnya disajikan dalam bentuk animasi 3D yang komprehensif dan mudah dipahami,” ujar AKBP Lagomo, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Riau, dalam keterangannya, Jumat, 30 Mei 2025.

Sementara itu, Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, menegaskan bahwa dengan penggunaan teknologi TAA, pihaknya lebih mudah dan cepat dalam menganalisis kejadian di lapangan. Teknologi ini memungkinkan pengumpulan data yang akurat serta penyajian visual yang memudahkan proses evaluasi maupun pembuktian hukum.

“Dengan TAA, kami tidak hanya mempercepat proses penyelidikan, tetapi juga meningkatkan kualitas dan akurasi analisis. Ini sangat membantu dalam menghadirkan penegakan hukum yang objektif dan transparan,” ujar Taufiq.

Metode TAA juga dinilai efisien karena tidak memerlukan banyak personel. Data point cloud yang dihasilkan dapat digunakan untuk membuat sketsa digital, animasi fly-through, menganalisis geometri jalan dan kecepatan kendaraan, serta merekonstruksi kejadian dari berbagai sudut pandang untuk kebutuhan penyidikan maupun persidangan.

Dengan penerapan metode ini, Ditlantas Polda Riau berharap proses penanganan kecelakaan lalu lintas dapat dilakukan lebih cepat, efisien, dan akurat, serta mendukung sistem penegakan hukum yang berkeadilan. 
(Desi suarni)

Kamis, Mei 29, 2025

PRESS RELEASE DITLANTAS, 29 MEI 2025

Center Indonesia Polda Riau Dorong Budaya Tertib Lalu Lintas lewat ISDC, Dukung Program Keselamatan Nasional

Pekanbaru-Polda Riau melalui Direktorat Lalu Lintas terus berupaya menekan angka kecelakaan dan membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat. 

Salah satu langkah konkret yang kini dikembangkan adalah penguatan fungsi Indonesia Safety Driving Centre (ISDC) sebagai pusat pelatihan dan pembinaan keselamatan berkendara yang terintegrasi.

Menurut Dirlantas Polda Riau, Kombes Taufiq Lukman, ISDC bukan hanya tempat belajar teknik mengemudi, tetapi menjadi pusat pembentukan karakter dan kesadaran pengguna jalan agar lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

“ISDC ini dirancang untuk mendidik siapa saja yang terlibat langsung dalam aktivitas berlalu lintas, baik pengemudi pemula, sopir profesional, petugas lalu lintas, hingga pelatih dan penguji SIM. Tujuan utamanya jelas: mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan selamat,” ujar Kombes Taufiq.

Materi pembelajaran di ISDC meliputi teori dasar keselamatan berkendara, aturan hukum, teknik mengemudi, etika berlalu lintas, penanganan situasi darurat, hingga studi kasus kecelakaan. 

Semua itu diterapkan dalam bentuk pelatihan langsung dan simulasi, sesuai kebutuhan peserta. Di sisi lain, ISDC juga mengembangkan pendekatan pengasuhan untuk membentuk kesadaran kolektif bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.

Lebih lanjut, Kombes Taufiq menegaskan, penguatan ISDC juga merupakan bagian dari dukungan Polda Riau terhadap Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUNK LLAJ) yang terdiri dari lima pilar utama keselamatan yang menjadi bagian dari program nasional ini.

Lima pilar tersebut yakni, manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan, dan penanganan korban pasca kecelakaan.

“Yang kami dorong adalah bagaimana orang-orang yang berada di jalan itu punya kesadaran. Bukan hanya soal bisa menyetir, tapi soal etika, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap keselamatan,” tegasnya.

ISDC juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti area praktik, simulasi, dan laboratorium riset kecelakaan lalu lintas. 

Selain itu, keberadaannya mendukung berbagai kebijakan strategis seperti sistem penerbitan SIM berbasis kompetensi, pencatatan perilaku lalu lintas melalui Traffic Attitude Record (TAR), dan penerapan sistem demerit point yang terhubung dengan perpanjangan SIM.

“ISDC adalah bentuk nyata kepedulian Polri dalam menyelamatkan nyawa. Ini bukan program jangka pendek, tapi langkah serius untuk mewujudkan budaya lalu lintas yang lebih disiplin dan beradab,” tutup Kombes Taufiq.

Dengan kurikulum terstruktur, tenaga pelatih bersertifikasi, dan pendekatan pembelajaran yang modern, ISDC diharapkan menjadi pusat unggulan keselamatan berlalu lintas tidak hanya di Riau, tetapi juga secara nasional. 
(Desi suarni)

Riau Menuju Zero ODOL, Tingkatkan Operasi Gabungan Penertiban Pelanggaran Lalu Lintas*

Center Indonesia PEKANBARU – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau terus menggencarkan Operasi Rutin 2025 sebagai bagian dari komitmen mendukung program nasional Zero ODOL (Over Dimension Over Loading) dan meningkatkan ketertiban berlalu lintas di wilayah Riau.

Provinsi Riau sendiri ditetapkan sebagai salah satu wilayah yang akan di jadikan percontohan dalam pelaksanaan program Zero ODOL di Indonesia. Penunjukan ini mendorong Ditlantas Polda Riau untuk meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran dimensi dan muatan kendaraan berat.

Dalam operasi yang digelar pada Selasa (27/5), sebanyak 94 kendaraan terjaring. Mayoritas pelanggaran dilakukan oleh pengendara sepeda motor di bawah umur yang tidak mengenakan helm.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Riau, AKBP Lagomo, mengatakan bahwa meski operasi ini mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis, pihaknya tetap melakukan penindakan terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan.

“Banyak anak-anak yang belum cukup umur dan belum memiliki SIM nekat membawa motor tanpa helm. Ini sangat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” ujar Lagomo.

Selain pengendara muda, razia juga menyasar truk-truk besar yang melanggar jam operasional, terutama di kawasan Jalan Arengka. Beberapa truk diketahui tetap bisa melintas setelah pukul 22.00 WIB sampai Pukul 05.00 WIB, saat arus lalu lintas meningkat akibat jam pulang kantor.

“Kami sudah sering melakukan sosialisasi dan memberi peringatan kepada sopir truk. Tapi tetap saja masih ada yang melanggar. Maka hari ini kita tindak tegas,” tegas Lagomo.

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, menegaskan bahwa penertiban terhadap kendaraan ODOL merupakan prioritas demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan mencegah kerusakan infrastruktur.

“Operasi ini tidak hanya fokus pada pengendara pribadi, tetapi juga menyasar kendaraan-kendaraan besar yang melanggar dimensi dan muatan. Riau sebagai provinsi percontohan Zero ODOL harus menjadi contoh dalam penegakan dan kesadaran hukum lalu lintas,” jelas Taufiq.

Ia menambahkan bahwa edukasi dan sinergi dengan instansi terkait terus dilakukan dalam operasi gabungan. “Kami tidak hanya menindak, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar kesadaran lahir dari diri sendiri. Zero ODOL bukan sekadar target, tapi kebutuhan bersama,” ujarnya.

Dari Januari hingga Mei 2025, Ditlantas Polda Riau mencatat hampir 2094 pelanggaran dalam operasi rutin, belum termasuk pelanggaran yang terekam melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Operasi akan terus digelar secara berkala, dengan mengutamakan pendekatan persuasif namun tetap tegas terhadap pelanggaran berulang.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Penegakan aturan lalu lintas, termasuk Zero ODOL, adalah upaya untuk mewujudkan jalan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” pungkas Taufiq.
(Desi suarni)

Sabtu, Mei 24, 2025

Puluhan Kendaraan Ditilang karena Langgar Rambu Larangan Parkir di Depan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru*

Center Indonesia Pekanbaru – Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat ditindak oleh personel Ditlantas Polda Riau pada Jumat (23/5) pagi di Jalan Diponegoro, tepatnya di depan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Kegiatan penertiban berlangsung sekira pukul 07.30 WIB dan dilakukan karena pengendara memarkirkan kendaraannya di area yang telah jelas terpasang rambu larangan parkir.

Kegiatan penindakan tersebut bermula dari pantauan hasil monitoring aktivitas lalu lintas pagi dan pelaksanaan strong point pagi. Saat monitoring tersebut, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Riau, AKBP Lagomo menemukan puluhan kendaraan parkir di kawasan larangan parkir. Ia menegaskan bahwa penindakan dilakukan melalui tilang di tempat bagi kendaraan yang melanggar aturan.

“Kami sudah sering melakukan sosialisasi dan imbauan. Namun karena masih banyak yang tidak mengindahkan rambu, hari ini kami lakukan penindakan berupa tilang langsung di lokasi,” ujar AKBP Lagomo.

Sementara itu, di lokasi kegiatan, AKBP Lagomo juga memberikan edukasi kepada para pengendara yang kedapatan memarkir kendaraan di tempat yang dilarang. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap rambu lalu lintas untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Ia juga menambahkan bahwa tingginya intensitas kendaraan di kawasan tersebut membuat kondisi lalu lintas semakin rawan. “Dengan adanya kendaraan yang parkir di lokasi larangan, ruas jalan menjadi sempit dan ini sangat berbahaya bagi pengendara lain. Kita ingin mencegah potensi kecelakaan,” lanjutnya.

Tidak sampai di situ, AKBP Lagomo turut menyampaikan kepada petugas keamanan RSUD Arifin Achmad agar secara aktif mengingatkan pengunjung dan pengendara untuk tidak parkir di sepanjang kawasan depan rumah sakit yang telah ditetapkan sebagai zona larangan parkir.

“Kami imbau kepada seluruh masyarakat maupun pengendara roda empat yang ingin berkunjung ke rumah sakit, silakan cari tempat parkir yang sudah disediakan oleh pihak RSUD Arifin Achmad. Jangan parkir di tempat yang sudah dilarang, karena akan mengganggu kelancaran lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan lain,” tegas AKBP Lagomo.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak dinas terkait, AKBP Lagomo menjelaskan bahwa parkir di lokasi tersebut hanya diperbolehkan untuk kendaraan pasien dalam kondisi darurat dan kendaraan pasien RSUD Arifin Ahmad bilamana kantong parkir yang tersedia sudah penuh dan sifatnya sementara.

Penertiban ini bertujuan untuk mengurai kemacetan dan menjaga ketertiban lalu lintas, khususnya di area rumah sakit yang setiap harinya padat dikunjungi masyarakat. Pihak kepolisian berharap kesadaran masyarakat akan terus meningkat demi terciptanya lalu lintas yang tertib dan aman.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, turut menanggapi pelaksanaan penertiban tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Ditlantas Polda Riau dalam menegakkan hukum dan membudayakan tertib berlalu lintas di wilayah Riau.

“Kami tidak hanya fokus pada penindakan, tapi juga terus melakukan pendekatan preventif dan edukatif. Namun jika pelanggaran terus terjadi, tentu kami akan mengambil langkah tegas. Ini semua demi keselamatan bersama,” ujar Kombes Taufiq.

Ia juga menambahkan bahwa kawasan depan RSUD Arifin Achmad merupakan salah satu titik rawan kecelakaan yang menjadi perhatian Ditlantas karena adanya penyempitan jalan yang di sebabkan adannya kendaraan parkir. karena itu, ia meminta seluruh pihak untuk mendukung upaya penataan lalu lintas, termasuk dengan tidak melakukan parkir sembarangan di zona larangan.
(Desi suarni)

Kamis, Mei 22, 2025

Polda Riau Gelar Pelatihan Penguatan PPID Guna Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik*

Center Indonesia Dalam rangka memperkuat implementasi keterbukaan informasi di lingkungan Kepolisian Daerah Riau, Bidang Humas Polda Riau menggelar kegiatan bertajuk “Peningkatan Kemampuan Pejabat PPID Satker dan Jajaran Polda Riau serta Optimalisasi Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi”. Bertempat di Media Center Polda Riau. Rabu, 21 Mei 2025

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto, SIK dan dihadiri oleh Kasubdit Penmas AKBP Rudi A.Samosir, Kasubdit Multimedia AKBP Vera Taurensia, SS, MH, serta pejabat PPID Satker Polda serta diikuti juga melalui zoom meeting oleh Para Kasi Humas Polres Jajaran Polda Riau. 

Hadir pula sebagai narasumber Ketua Komisi Informasi Provinsi Riau, Bapak Tatang Ardiansyah, SH.I, serta Komisioner Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi, Bapak H. Asril Darma, S.Si., M.I.Kom., C.Med., SP., Ap.

Dalam sambutannya, Kabid Humas Polda Riau menekankan pentingnya peran PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) sebagai garda terdepan dalam menjamin akses informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan salah satu pilar penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta memiliki persepsi yang sama serta pemahaman mendalam terhadap regulasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, sehingga mampu menjalankan SOP pelayanan informasi secara tepat dan terstruktur," ujar Kombes Anom.

Dalam paparannya Komisioner Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi, H. Asril Darma, S.Si., M.I.Kom., C.Med., SP., Ap., menyampaikan bahwa profesionalisme dan kesiapan infrastruktur PPID di kepolisian patut dijadikan contoh. “Sarana dan prasarana di PPID kepolisian, baik di tingkat Polda maupun Polres, sudah sangat lengkap. Bahkan hingga ke tingkat Polsek, sudah tersedia petugas Humas,” ujar Asril Darma.

Ia membandingkan kondisi saat masih aktif sebagai jurnalis di Polda Riau, di mana pada saat itu fasilitas yang tersedia masih sangat terbatas. Kini, dengan hadirnya media sosial dan platform digital lainnya, pelayanan informasi menjadi semakin cepat dan transparan. Namun, ia mengingatkan bahwa respons cepat terhadap masyarakat, termasuk melalui pesan langsung di media sosial, menjadi bagian penting dari pelayanan prima.

“Jangan sampai ada masyarakat yang mengirim DM tapi tidak ditanggapi. Ini bisa mencoreng citra pelayanan publik,” tambah Asril.

Menurutnya, kecepatan dan kejelasan informasi menjadi cerminan komitmen kepolisian dalam melayani masyarakat.

Selain itu, Asril menekankan bahwa tugas PPID bukan sekadar menyebarluaskan informasi, namun juga membangun sistem dokumentasi informasi publik yang taat SOP. Aspek anggaran dan sumber daya manusia juga harus menjadi perhatian serius agar PPID bisa bekerja secara optimal.

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi Provinsi Riau, Tatang Yudiansyah, SH.I, menegaskan pentingnya prosedur yang tepat dalam pengajuan permohonan informasi publik. Ia menyebut bahwa setiap permohonan harus melalui jalur resmi, yakni PPID di instansi yang bersangkutan.

“Kalau masyarakat ingin informasi dari Polres Kuansing, maka ajukan ke PPID Polres Kuansing, bukan ke instansi lain,” tegas Tatang.

Ia juga menjelaskan bahwa meskipun terdapat fleksibilitas dalam struktur PPID, semua pengelolaan informasi harus tetap terpusat melalui PPID Humas. Permohonan informasi mengenai hal-hal teknis seperti perkara pidana atau narkoba sekalipun, harus tetap masuk melalui jalur PPID, bukan langsung ke direktorat teknis.

Tatang menekankan pentingnya edukasi internal agar setiap satuan kerja memahami prosedur dan tidak mengabaikan permintaan informasi hanya karena dianggap sensitif. “Semua permintaan harus dilayani sesuai aturan,” kata Tatang Yudiansyah.

Menutup pernyataannya, Tatang berharap agar seluruh jajaran Polda dan Polres menganggarkan pembiayaan khusus untuk mendukung kerja-kerja PPID, seiring dengan kebijakan pusat yang mendorong keterbukaan informasi publik sebagai bentuk akuntabilitas institusi.
(Desi suarni)

Ditlantas Polda Riau Tertibkan ODOL dan Travel Gelap, Temukan SIM Palsu dan Puluhan Pelanggaran*


Center Indonesia Pekanbaru, 21 Mei 2025 – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau melalui Subdit Gakkum bersama UPPKB Tenayan Raya melaksanakan operasi gabungan penertiban kendaraan Over Dimension and Over Loading (ODOL) serta travel gelap (Penumbar), Rabu (21/5) di Jalan Lintas Pekanbaru–Pelalawan.

Operasi dimulai pukul 09.00 WIB dan melibatkan 11 personel Ditlantas serta 9 personel UPPKB. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keselamatan lalu lintas dan menekan pelanggaran kendaraan angkutan barang.

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, menegaskan penertiban ODOL sebagai komitmen Polri dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.

> “Ini bukan hanya penegakan hukum, tapi upaya mencegah kerusakan jalan dan mengurangi risiko kecelakaan,” ujarnya.



Penindakan dan Pelanggaran

Petugas menemukan sejumlah pelanggaran, termasuk satu pengemudi dengan SIM palsu yang langsung diamankan dan didata. Selain itu, terdapat pelanggaran knalpot brong dan pelat nomor tidak sesuai spesifikasi.

Hasil kegiatan:

Tilang manual: 60 berkas (51 dari Ditlantas, 9 dari UPPKB)

Jenis pelanggaran:

Tidak pakai helm: 12 pelanggar

Tidak punya SIM: 6 pelanggar

Tanpa STNK: 5 pelanggar

Tanpa STUK: 20 pelanggar

Pelanggaran muatan barang: 16 pelanggar

Tidak pakai sabuk pengaman: 1 pelanggar


Teguran: 29 pelanggar, termasuk tidak pakai helm, berboncengan lebih dari satu orang, dan tidak gunakan sabuk pengaman


Edukasi dan Imbauan

Selain penindakan, petugas juga memberi edukasi keselamatan berlalu lintas. Kasubdit Gakkum AKBP Lagomo menekankan bahwa kendaraan ODOL berpotensi tinggi menyebabkan kecelakaan fatal.

> “ODOL bukan hanya melanggar aturan, tapi juga sangat membahayakan. Kecelakaan akibat ODOL sering berujung pada korban jiwa. Kesadaran masyarakat perlu terus ditingkatkan,” tegasnya.



Riau Jadi Pilot Project Penanganan ODOL

Operasi ini mendukung rencana Kementerian Perhubungan menjadikan Riau sebagai pilot project penanganan truk ODOL bersama Jawa Barat. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan dukungan pemerintah pusat dan daerah akan mempercepat implementasinya.

> “Riau siap menjadi daerah percontohan demi sistem logistik yang lebih aman dan berkelanjutan,” ujar Menhub.



Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. 
(Desi suarni)

Senin, Mei 19, 2025

Dukung Program Zero ODOL dan Zero Accident, Ditlantas Polda Riau Tindak 76 Kendaraan dalam Razia Gabungan di Jalan SM Amin*

Center Indonesia Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau bersama instansi terkait melaksanakan penertiban kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) di Jalan SM Amin, Pekanbaru, Senin (19/5/2025). Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Riau, AKBP Lagomo.

Razia ini melibatkan Ditlantas Polda Riau, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Riau, Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Dispenda Provinsi Riau, dan PT Jasa Raharja Riau.

Sebanyak 76 kendaraan terjaring dalam operasi tersebut, dengan berbagai pelanggaran yang ditemukan, antara lain:

Kendaraan melintasi jalan larangan di luar waktu yang ditentukan,

Pelanggaran rambu-rambu lalu lintas,

Pengemudi tidak memiliki SIM,

Uji KIR mati,

STNK tidak aktif,

Pajak kendaraan belum dibayar,

Pelanggaran dimensi dan muatan (ODOL).


Selain penindakan terhadap kendaraan angkutan barang, petugas juga menindak kendaraan roda dua dan roda empat yang melakukan pelanggaran kasat mata, seperti:

Melawan arus,

Tidak menggunakan helm,

Tidak memakai sabuk pengaman,

Tidak memiliki SIM.


Petugas turut melakukan pengukuran ulang panjang dan tinggi kendaraan untuk memastikan kesesuaian dengan ketentuan teknis. Di lokasi kegiatan, personel juga memberikan edukasi langsung kepada pengendara terkait tata tertib berlalu lintas. Sementara itu, petugas dari Samsat Provinsi Riau membagikan brosur himbauan pajak kendaraan bermotor guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban pajak.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Riau, AKBP Lagomo, menegaskan bahwa meski sosialisasi telah dilakukan secara masif, masih banyak pengemudi yang tidak mengindahkan aturan. “Kami akan terus melakukan penindakan tegas terhadap pelanggaran, baik ODOL maupun pelanggaran lalu lintas lainnya,” ujarnya.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Pekanbaru, Khairunnas, menyatakan bahwa kendaraan ODOL yang terjaring akan langsung dikenai sanksi. “Tidak ada toleransi. Bila ditemukan melanggar, langsung diberikan tindakan tegas di tempat,” tegasnya.

Sementara itu, pihak Samsat Riau dan PT Jasa Raharja Riau mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini dan menyatakan siap mendukung penuh kegiatan serupa dalam rangka mendukung keselamatan dan ketertiban lalu lintas di Provinsi Riau.

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, turut menyampaikan bahwa penertiban ini adalah bagian dari komitmen Ditlantas Polda Riau dalam mendukung program nasional. “Ini bukan sekadar razia. Ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam mendukung program Zero ODOL dan Zero Accident. Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama,” tegasnya.

Sebagai penutup, AKBP Lagomo menyampaikan bahwa kegiatan penertiban ODOL akan terus ditingkatkan ke depannya. “Kami akan terus memperkuat pengawasan dan penindakan secara berkelanjutan untuk mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman, dan bebas dari ODOL, khususnya di wilayah Provinsi Riau,” tutupnya.
(Desi suarni)

Minggu, Mei 18, 2025

Kapolda Riau Pimpin Apel Tim RAGA dalam Rangka Harkamtibmas*

Center Indonesia Pekanbaru, 17 Mei 2025 – Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum, memimpin langsung apel kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) Tim RAGA Polda Riau yang digelar di halaman Samsat Kota Pekanbaru.

Apel ini diikuti oleh Pejabat Utama (PJU) Polda Riau dan PJU Polresta Pekanbaru, sebagai bentuk sinergi dan komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukum Polda Riau.

Dalam arahannya, Irjen Pol Herry Heryawan menekankan pentingnya kehadiran aktif aparat kepolisian di tengah masyarakat sebagai langkah preventif terhadap potensi gangguan kamtibmas.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kita untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Tim RAGA harus menjadi ujung tombak dalam menjaga keamanan dengan pendekatan yang humanis, namun tetap tegas terhadap setiap potensi gangguan," tegas Kapolda Riau.

Ia juga menegaskan bahwa Polda Riau akan terus meningkatkan kegiatan preventif dan preemtif guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif, terutama di momen-momen rawan seperti akhir pekan dan hari libur.

Kehadiran Tim RAGA Polda Riau sendiri dibentuk sebagai jawaban atas harapan masyarakat terhadap terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di Provinsi Riau. Tim ini diharapkan mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan respons cepat atas setiap potensi gangguan.

Sementara itu, pantauan di lokasi kegiatan apel menunjukkan kesiapan penuh dari jajaran yang hadir. Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, turut memastikan kesiapan personel Ditlantas Polda Riau yang tergabung dalam Tim RAGA.

"Personel Ditlantas Polda Riau yang tergabung dalam Tim RAGA telah disiapkan dengan matang. Mereka siap menjalankan tugas di lapangan dengan profesional, sesuai dengan arahan pimpinan," ujarnya.

Di akhir kegiatan, Kapolda Riau yang didampingi oleh seluruh Pejabat Utama Polda Riau serta Pejabat Utama Polresta Pekanbaru secara simbolis melepas keberangkatan Tim RAGA ke lapangan. Dalam kesempatan itu, ia menitipkan pesan penting kepada seluruh personel.

"Laksanakan tugas secara proporsional, tetap jaga etika, dan berikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat. Jadilah representasi Polri yang hadir untuk melindungi dan mengayomi," pesan Irjen Pol Herry Heryawan.

Apel ini menjadi simbol nyata keseriusan jajaran Polda Riau dalam memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat demi menjaga keamanan dan ketertiban secara berkelanjutan.
(Desi suarni)

Tim Polwan Cantik Ditlantas Polda Riau Dapat Sambutan Hangat di Car Free Day Pekanbaru*

Center Indonesia Pekanbaru – Suasana Car Free Day di Kota Pekanbaru makin semarak dengan kehadiran tim Polwan cantik dari Direktorat Lalu Lintas Polda Riau. Mereka menjadi pusat perhatian dan mendapatkan sambutan hangat dari para pengunjung saat menggelar sosialisasi Kamseltibcarlantas, Minggu (18/5/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ipda Maria Helen, Pamin 2 SI STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Riau, yang memandu tim Polwan dalam membagikan buku tata tertib berlalu lintas kepada para pengunjung sambil memberikan edukasi pentingnya keselamatan berkendara.

Pantauan di lokasi, pendekatan humanis yang diterapkan berhasil menciptakan suasana hangat dan akrab di tengah keramaian Car Free Day, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas.

Ridwan, salah satu pengunjung Car Free Day, menyatakan apresiasinya, "Secara pribadi dan mewakili rekan-rekan lainnya, kami sangat senang dan nyaman saat olahraga dengan adanya kehadiran Polwan Ditlantas. Terima kasih untuk edukasinya. Yang jelas kami lebih paham lagi bagaimana tata cara berlalu lintas yang benar. Tetap semangat ya, Bu Polwan."

Ia juga berharap kegiatan ini terus berlanjut karena keberadaan Polwan membuat pengunjung merasa aman saat berolahraga pagi di kawasan tersebut.

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, menegaskan bahwa kampanye ini merupakan program rutin untuk membangun budaya tertib berlalu lintas yang menyenangkan dan dekat dengan masyarakat.

Lebih lanjut, Dirlantas Polda Riau menghimbau, “Dapat kita ketahui bersama, untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas di Provinsi Riau sangat membutuhkan kesadaran yang tinggi yang dimulai dari diri sendiri. Sebelum berkendara, pastikan kelengkapan surat-surat diri maupun kendaraan, kondisi kendaraan, kelengkapan saat berkendara, mematuhi tata tertib berlalu lintas, dan saling menghormati sesama pengguna jalan. Ingat, keselamatan adalah yang pertama dan utama. Mari kita bersama-sama menekan angka fatalitas di jalan raya. Kecelakaan terjadi diawali dari pelanggaran yang dibuat sendiri oleh pengendara itu sendiri.”

Kegiatan kampanye keselamatan ini dimulai dari pukul 06.30 WIB hingga selesai dan berlangsung dengan aman, tertib, serta lancar. 
(Desi suarni)

Sabtu, Mei 17, 2025

Tingginya Animo dan Antusias Warga Bina Widya dalam Kegiatan Jumat Curhat*

Center Indonesia Pada Jumat, 16 Mei 2025, pukul 09.00 WIB, kegiatan Jumat Curhat digelar di Kedai Kopi Jalan Melati, Kelurahan Bina Widya, berjalan dengan sangat antusias dan mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Puluhan masyarakat hadir aktif menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait keamanan, ketertiban, serta masalah lalu lintas di lingkungan mereka.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Para Pejabat Utama (PJU) Polda Riau dan perwakilan dari satuan kerja (Satker) Polda Riau, serta mendapat sambutan antusias dari warga setempat. Terlihat puluhan warga menghadiri kegiatan dengan penuh semangat, menunjukkan tingginya partisipasi dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan mereka.

Selain masyarakat umum, kegiatan ini juga turut dihadiri oleh para pemuka masyarakat, seperti tokoh agama dan tokoh pemuda setempat. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan moral dan komitmen bersama dalam menjaga keamanan serta mempererat hubungan antara masyarakat dan kepolisian.

Dalam kesempatan itu, warga menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari kemacetan lalu lintas, kurangnya rambu-rambu jalan, hingga pelanggaran pengendara yang sering terjadi di titik-titik rawan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Wadirlantas Polda Riau AKBP Budi Setiyono yang mewakili Dirlantas Polda Riau, didampingi langsung oleh Plh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau Kompol Pauzi. Kompol Pauzi merespons langsung berbagai keluhan masyarakat dan menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan pemetaan ulang titik rawan kecelakaan serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti keluhan tersebut.

Dalam sambutannya, AKBP Budi Setiyono menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Curhat merupakan salah satu wujud nyata dari keterbukaan Polri terhadap suara masyarakat. “Kami hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk mendengar, tetapi juga untuk mencari solusi bersama. Polantas tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, kami sangat terbuka untuk masukan demi perbaikan pelayanan dan keselamatan berlalu lintas,” ujar Budi.

Lebih jauh, Kompol Pauzi juga menekankan peran orang tua dan masyarakat dalam mengatasi kenakalan remaja. Ia mengimbau agar para orang tua aktif memberikan edukasi kepada anak-anak tentang bahaya pergaulan negatif, seperti geng motor, balap liar, dan perilaku remaja berisiko lainnya yang dapat membahayakan diri dan lingkungan.

“Peran serta keluarga dan masyarakat sangat penting untuk membimbing dan mengawasi remaja agar terhindar dari hal-hal yang merugikan, terutama dalam aspek keamanan dan ketertiban,” ujarnya.

“Melalui program Jumat Curhat, Polda Riau berkomitmen memberikan pelayanan yang optimal dan menciptakan lingkungan yang aman serta nyaman. Ini adalah bukti bahwa Polri hadir dan mendengar langsung suara masyarakat,” tambah Kompol Pauzi.

Dalam sesi tanya jawab, Rodiah (42), salah satu warga, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “Kami sangat senang dan merasa diperhatikan. Kegiatan ini membuat kami merasa lebih aman, dan kami bisa menyampaikan langsung keluhan terutama terkait kamtibmas maupun kamseltibcarlantas,” ungkapnya.

Usai rangkaian diskusi dan tanya jawab, kegiatan ditutup dengan pemberian simbolis berupa Helm standar SNI, tumbler, buku pedoman lalu lintas, serta bibit pohon kepada warga setempat. Pemberian ini merupakan bagian dari program Polda Riau Green Policing yang bertujuan meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

Penyerahan bantuan ini diterima dengan antusias oleh masyarakat dan tokoh setempat sebagai bentuk perhatian dan komitmen Polda Riau dalam memberikan pelayanan menyeluruh yang tidak hanya fokus pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga peduli pada lingkungan hidup.

Kegiatan berlangsung dalam suasana santai, penuh keakraban, namun tetap produktif. Diharapkan program ini dapat terus mempererat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan kondusif. 
(Desi suarni)

Jumat, Mei 16, 2025

Ditlantas Polda Riau Laksanakan Program Police Goes to School di SMAN 7 Pekanbaru, Edukasi Keselamatan Lalu Lintas dan Himbauan Pergaulan Sehat untuk Pelajar*

Center Indonesia Pekanbaru, 15 Mei 2025 – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau kembali menggelar program Police Goes to School di SMAN 7 Pekanbaru, Kamis (15/5). Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi pelajar terkait pentingnya keselamatan berlalu lintas serta menanamkan kesadaran akan tertib berkendara sejak usia dini. Program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap inisiatif Green Policing yang digagas Kapolda Riau.

Acara dimulai pukul 07.30 WIB dan dipimpin langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H., didampingi Plh. Kasubdit Kamsel Ditlantas, Kompol Pauzi, S.H., M.H. Turut hadir perwakilan Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, PT Jasa Raharja Provinsi Riau, jajaran guru SMAN 7 Pekanbaru, serta para siswa-siswi yang menjadi peserta utama kegiatan.

Dalam arahannya, Kombes Pol Taufiq menyampaikan bahwa pelajar dan usia produktif (16–30 tahun) menjadi kelompok yang paling rentan terlibat dalam kecelakaan lalu lintas. “Melalui program Police Goes to School, kami ingin memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya tertib berlalu lintas, demi keselamatan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Dirlantas juga menegaskan pentingnya legalitas berkendara melalui kepemilikan SIM. “Pelajar yang telah berusia 17 tahun diimbau untuk segera mengurus SIM secara resmi. Ini bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga bentuk kompetensi dan tanggung jawab sebagai pengguna jalan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kombes Pol Taufiq menghimbau para pelajar untuk tidak ugal-ugalan di jalan dan tidak membawa kendaraan sebelum memiliki SIM. Ia juga mengingatkan agar para remaja menjauhi bentuk kenakalan remaja seperti balap liar, berkendara tanpa helm atau kelengkapan, serta begadang hingga larut malam yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan prestasi belajar.

Selain edukasi lalu lintas, pihak Ditlantas Polda Riau juga menyampaikan himbauan kepada para pelajar agar bijak dalam memilih teman bergaul dan menjaga diri dari pergaulan bebas yang dapat berdampak negatif. Para remaja diingatkan untuk tidak mudah percaya pada kenalan baru, terutama yang dikenal melalui media sosial, serta untuk selalu terbuka kepada orang tua dan guru jika mengalami hal-hal yang mencurigakan atau tidak nyaman.

“Pergaulan yang sehat dan positif adalah salah satu kunci keselamatan dan kesuksesan di masa depan. Jangan mudah tergoda ajakan kenalan yang tidak jelas, apalagi jika mengarah pada aktivitas yang melanggar hukum atau merugikan diri sendiri,” pesan Kombes Pol Taufiq kepada siswa.

Salah satu segmen menarik dalam kegiatan ini adalah sesi tanya jawab antara Dirlantas dan para siswa. Siswa terlihat antusias mengajukan pertanyaan seputar aturan lalu lintas, prosedur pembuatan SIM, serta tips keselamatan berkendara. Sebagai bentuk apresiasi, Ditlantas Polda Riau membagikan hadiah berupa helm berstandar SNI, tumbler, dan buku pedoman lalu lintas kepada siswa yang aktif berpartisipasi.

Di akhir kegiatan, Ditlantas menyerahkan bibit pohon secara simbolis kepada pihak sekolah, sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui program Green Policing.

Kepala SMAN 7 Pekanbaru, Amri, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami mengapresiasi Polda Riau, khususnya Ditlantas, atas perhatian yang diberikan kepada siswa kami. Edukasi seperti ini sangat penting dan semoga bisa dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama, penutupan resmi oleh MC, dan sesi doorstop media. Program Police Goes to School ini diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang lebih sadar hukum, tertib berlalu lintas, bijak dalam bergaul, serta menjauhi kenakalan remaja dan peduli lingkungan. 
(Desi suarni)

Ditlantas Polda Riau Gelar Razia Gabungan, Sasar ODOL dan Truk Pelanggar Jam Operasional di Pekanbaru*

Center Indonesia Pekanbaru, 15 Mei 2025 – Subdit Gakkum Ditlantas Polda Riau bersama sejumlah instansi terkait menggelar razia gabungan dalam rangka penegakan hukum lalu lintas terhadap kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), pelanggaran kasat mata, serta truk yang melintas tidak sesuai jam operasional. Kegiatan ini dilaksanakan di sepanjang Jalan S.M. Amin hingga Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru, Kamis (15/5), sejak pukul 09.00 WIB.

Razia ini melibatkan 76 personel dari Ditlantas Polda Riau, Satlantas Polresta Pekanbaru, BPTD Kemenhub, Dishub Provinsi dan Kota Pekanbaru, PT Jasa Raharja, serta petugas Samsat Panam.

Hasil Penindakan:

Tilang manual: 80 pelanggaran (Ditlantas Polda Riau 55, Dishub Kota Pekanbaru 13, BPTD Kemenhub 12)

Tilang ETLE: 10 pelanggar

Teguran langsung: 21 pelanggar, termasuk tidak menggunakan helm dan sabuk pengaman

Pemeriksaan kendaraan ODOL, kelengkapan surat, serta uji fisik kendaraan (rem, ban, lampu, dan beban angkut)


Terpantau di lapangan, petugas gabungan juga melakukan penindakan terhadap truk-truk besar yang melanggar aturan jam operasional dan masih melintas di jalan utama kota, khususnya dari Jalan S.M. Amin hingga Jalan HR Soebrantas. Kendaraan-kendaraan berat ini tidak hanya melanggar ketentuan lalu lintas, tetapi juga menyebabkan kepadatan dan kemacetan lalu lintas, terutama di Jalan Soebrantas yang merupakan jalur padat aktivitas masyarakat.

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah tegas untuk meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan. “Penegakan hukum terhadap ODOL dan pelanggaran lalu lintas, termasuk truk yang melanggar jam operasional, adalah komitmen kami dalam menciptakan jalan yang aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Riau, AKBP Lagomo, yang menyatakan bahwa operasi gabungan akan terus dilakukan secara berkala demi mewujudkan Riau Zero ODOL dan Zero Accident. “Kita akan terus melakukan pengawasan terhadap kendaraan berat yang masuk kota di luar jam yang ditentukan. Ini penting untuk mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan,” tegasnya.

Tak hanya memeriksa kelengkapan surat dan identitas pengemudi, petugas juga melakukan pemeriksaan kondisi teknis kendaraan secara menyeluruh, termasuk sistem pengereman, kondisi ban, lampu-lampu, dan beban muatan, guna memastikan kendaraan laik jalan dan aman untuk beroperasi di area perkotaan.

Kepala Samsat Panam Bapenda Provinsi Riau, Ria Noviana, S.E., M.Si, juga menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. “Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan operasi ini. Penegakan hukum seperti ini sangat penting untuk mendorong kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban membayar pajak kendaraan dan menjaga kelayakan operasionalnya,” ujarnya.

Semua kendaraan yang terjaring langsung didata oleh petugas gabungan untuk tindak lanjut dan antisipasi pelanggaran berulang. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali. 
(Desi suarni)

Rabu, Mei 14, 2025

Penegakan Hukum dan Edukasi Lalu Lintas: Upaya Subdit Gakkum Cegah Kecelakaan di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai"*

Center Indonesia Pekanbaru - Pada hari Rabu, tanggal 14 Mei 2025, Subdit Gakkum Ditlantas Polda Riau melaksanakan kegiatan penegakan hukum (Dakgar) di Jalan Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) dengan menggunakan alat speed gun. Kegiatan ini dimulai pukul 09.30 WIB hingga selesai, dan dipimpin langsung oleh Kasubdit Gakkum AKBP Lagomo.

Kegiatan ini melibatkan 10 personel Dit Gakkum, 2 personel Sat PJR, serta 6 personel dari PT. Hutama Karya. Penegakan hukum dilakukan terhadap pengemudi yang melanggar batas kecepatan maksimal, yang merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas di jalan tol.

Selain penindakan, personel juga melaksanakan edukasi dan imbauan kepada para pengemudi agar senantiasa tertib berlalu lintas dan mematuhi aturan yang berlaku demi keselamatan bersama.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas, personel Sat PJR turut melaksanakan patroli rutin bersama petugas tol. Patroli ini dilakukan dengan menyisir sepanjang jalur tol guna memastikan tidak ada pengendara yang berhenti atau parkir di bahu jalan, yang sangat berisiko menimbulkan kecelakaan.

Hasil dari kegiatan ini adalah penindakan terhadap 8 pengemudi yang melampaui batas kecepatan, yaitu:

1. Honda BR-V (BM 1151 YD)


2. Suzuki Ertiga (BM 470 DE)


3. Toyota Fortuner (BM 805 BJ)


4. Toyota Innova (BM 1050 AAE)


5. Toyota Fortuner (B 2982 PBS)


6. Mitsubishi Pajero (BM 541 BI)


7. Toyota Rush (BA 1867 AAG)


8. Toyota Hilux (BM 8140 JT)



Dari keterangan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Riau, pengendara yang melebihi batas kecepatan di tol langsung diberikan tindakan tilang. Saat pemantauan kecepatan dilakukan dengan menggunakan alat speed gun, terdapat pengendara yang melaju dengan kecepatan mencapai 130 KM per jam, sementara batas kecepatan yang berlaku di jalan tol tersebut adalah 80 KM per jam, yang jelas melebihi ketentuan yang telah ditetapkan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau dalam keadaan kondusif dan terkendali.

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, menegaskan bahwa kegiatan penegakan hukum dan patroli akan terus ditingkatkan.

> "Kami berkomitmen untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan tol. Tidak hanya dengan penindakan, tetapi juga melalui patroli rutin dan edukasi kepada pengendara agar lebih sadar akan pentingnya keselamatan di jalan. Untuk mencegah terjadinya laka lantas di jalan, tentunya butuh kesadaran pengendara itu sendiri agar selalu mematuhi tata tertib dalam berlalu lintas dan saling menghormati sesama pengguna jalan, baik di jalan tol maupun jalan alteri," ujar beliau.



Selama kegiatan tersebut berlangsung, situasi berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.
(Desi suarni)

Senin, Mei 12, 2025

Long Weekend, Ditlantas Polda Riau Tempatkan Personel di Titik Jalan Padat Kendaraan dan Urai Kemacetan*

Center Indonesia Pekanbaru, 12 Mei 2025 — Mengantisipasi lonjakan arus kendaraan selama libur panjang atau long weekend, Direktorat Lalu Lintas Polda Riau menurunkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan di Kota Pekanbaru. Penempatan personel ini bertujuan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Beberapa titik yang menjadi fokus pengamanan meliputi Jalan Soebrantas kawasan Panam, pusat perbelanjaan SKA Mall, traffic light Tabek Gadang, serta beberapa ruas jalan protokol lainnya di Kota Pekanbaru.

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pelayanan publik selama masa libur.
"Kami sudah memetakan lokasi yang berpotensi padat kendaraan. Personel kami siagakan untuk pengaturan lalu lintas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat," ujarnya.

Selain pengamanan di kawasan perkotaan, pantauan di Jalan Tol Pekbang dan Permai menunjukkan adanya peningkatan volume kendaraan selama liburan. Meski begitu, kondisi lalu lintas di kedua jalur tol tersebut tetap lancar dan terkendali.

Untuk meningkatkan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) serta Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas), personel SAT PJR (Satuan Patroli Jalan Raya) bersama petugas tol melaksanakan patroli rutin. Mereka menyisir jalan tol guna memastikan tidak ada kendaraan yang parkir di bahu jalan, yang dapat membahayakan keselamatan pengendara lainnya.

Dari pantauan di lokasi, personel Ditlantas Polda Riau yang terlibat dalam pengamanan long weekend juga aktif memberikan edukasi terkait Kamseltibcarlantas kepada pengendara. Mereka menyampaikan imbauan untuk mematuhi aturan berlalu lintas, menggunakan helm, serta mengingatkan pengendara untuk menjaga jarak aman dan menghindari kecepatan berlebih.

Pemantauan situasi Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas tersebut tidak hanya berlangsung di jalan tol dan ruas jalan utama, tetapi juga diperluas ke Terminal AKAP Dumai dan Pelabuhan Dumai. Hal ini dilakukan guna memastikan situasi di area transportasi tersebut tetap tertib, aman, dan lancar selama masa liburan. Keberadaan personel di kedua lokasi tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi kerumunan yang berlebihan dan meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan serta penumpang yang keluar masuk Dumai.

Tak hanya dilakukan pada siang hari, pengamanan lalu lintas juga berlangsung hingga malam dengan kegiatan Blue Light Patrol yang dilakukan di beberapa titik strategis. Patroli ini menggunakan lampu rotator sebagai tanda kehadiran polisi, serta untuk memantau situasi lalu lintas di jam-jam rawan.

Kombes Taufiq menambahkan, "Kami ingin memastikan bahwa arus lalu lintas selama libur panjang ini tetap aman dan terkendali, baik di jalan tol, jalan utama, maupun di area transportasi seperti terminal dan pelabuhan."

Polda Riau juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi peraturan berlalu lintas dan menghindari parkir sembarangan di bahu jalan, demi menjaga keselamatan bersama selama libur panjang berlangsung. 
(Desi suarni)

Sabtu, Mei 10, 2025

RAMBU HILANG DAN POS TAK TERAWAT, DITLANTAS POLDA RIAU LAKUKAN PENGECEKAN DI PEKANBARU*

Center Indonesia Pekanbaru, 9 Mei 2025 — Direktorat Lalu Lintas Polda Riau bersama Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru melakukan pengecekan terhadap rambu-rambu larangan kendaraan berat masuk kota di sejumlah titik strategis di wilayah hukum Kota Pekanbaru. Kegiatan ini menjadi langkah awal sebelum dilakukan penindakan serta evaluasi terhadap fungsi dan kondisi pos pelayanan terpadu di lapangan.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Riau, AKBP La Gomo, Amd., didampingi AKP Indra Sakti, SH, dan AKP Hokmal. Turut hadir dalam kegiatan ini Kabid Angkutan Dishub Kota Pekanbaru, Kairunas, serta Kasi Angkutan, Beni.

Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.
"Penataan dan keberadaan rambu lalu lintas harus menjadi perhatian bersama. Rambu yang hilang atau salah penempatan berpotensi membingungkan pengguna jalan, dan pada akhirnya dapat memicu pelanggaran hingga kecelakaan. Ini bukan sekadar soal aturan, tetapi menyangkut keselamatan bersama," tegasnya.

Pemeriksaan dilakukan di tujuh titik padat lalu lintas, termasuk Tugu Celengan (Jalan Riau–Jalan Siak II), Bundaran AKAP (Jalan SM Amin–Jalan Air Hitam), Tugu Selendang (Jalan SM Amin–Jalan Tambusai Ujung), serta sejumlah simpang utama seperti Simpang Tabek Gadang dan Simpang Empat Pasar Pagi. Dari hasil pengecekan, ditemukan sejumlah rambu yang hilang akibat pencurian, serta rambu-rambu yang tidak sesuai penempatan sehingga tidak efektif memberi peringatan kepada pengendara.

"Kami temukan beberapa rambu dan petunjuk yang salah penempatannya, sehingga kendaraan dengan sumbu dua ke atas tetap masuk ke jalur yang seharusnya dilarang," jelas AKBP La Gomo.

Selain untuk menegakkan aturan dan meningkatkan keselamatan, langkah pengecekan ini juga merupakan bagian dari upaya mengurai kemacetan di Jalan Soebrantas (Panam) salah satu ruas jalan utama di Pekanbaru yang sudah padat oleh kendaraan pribadi, dan kerap diperparah dengan lalu lintas kendaraan bertonase besar yang tetap melintas di jalur tersebut.

Tim juga meninjau Pos Terpadu di Jalan Garuda Sakti dan Pos Polantas di kawasan Pasar Pagi. Kedua pos ditemukan dalam kondisi tidak terawat, kotor, dan minim fungsi pelayanan optimal.

Sebagai tindak lanjut, Ditlantas Polda Riau merekomendasikan pemasangan ulang rambu pada titik-titik strategis yang mudah terlihat oleh pengguna jalan, serta mendorong renovasi pos pelayanan agar kembali layak digunakan.

Pihak kepolisian turut menghimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa mematuhi tata tertib berlalu lintas.
“Kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas adalah kunci utama terciptanya keamanan dan keselamatan di jalan. Mari bersama-sama wujudkan Kamseltibcarlantas demi keselamatan kita semua,” tutup Kombes Pol Taufiq.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. 
(Desi suarni)

Jumat, Mei 09, 2025

Uji Coba Penutupan Dua U-Turn di Jalan Nangka Pekanbaru Dimulai Jumat, 9 Mei 2025*

Center Indonesia Pekanbaru, 8 Mei 2025 — Sebagai langkah untuk mengatasi kemacetan di Jalan Nangka, dua u-turn atau putaran balik di lokasi tersebut akan ditutup mulai Jumat, 9 Mei 2025, pukul 16.00 WIB. Penutupan ini akan dilakukan dalam rangka uji coba yang berlangsung selama dua pekan.

Kegiatan ini diawali dengan rapat yang diselenggarakan oleh Tim Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Riau di Gedung BPKB Prototipe Ditlantas Polda Riau. Rapat tersebut dipimpin oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Riau, AKBP La Gomo, yang mewakili Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat. Rapat ini dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, termasuk Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, PUPR Provinsi Riau, PUPR Kota Pekanbaru, Jasa Raharja, serta BPTD.

Keputusan penutupan dua u-turn ini diambil setelah melalui pembahasan yang mendalam antara berbagai instansi terkait. Dua lokasi u-turn yang akan ditutup adalah yang terletak di depan Pasar Cik Puan dan di depan Hotel Royal Asnof. Langkah ini diambil untuk mengurangi tingkat kemacetan yang kerap terjadi di sepanjang Jalan Nangka.

Pada Kamis (8/5/2025), tim Ditlantas Polda Riau, yang dipimpin oleh Kasubdit Gakkum, AKBP La Gomo, bersama Kasubdit Kamsel, AKBP Dasril, melakukan peninjauan langsung ke lokasi-lokasi yang akan terdampak. Kasubdit Gakkum AKBP La Gomo menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas dan mengurangi kemacetan yang sering terjadi di kawasan tersebut.

“Kebijakan ini kami ambil setelah melakukan pembahasan dan peninjauan langsung di lapangan. Penutupan dua u-turn ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan Nangka,” ujar AKBP La Gomo.

Salah satu u-turn yang ditutup, yaitu yang berada di depan Pasar Cik Puan, dinilai berpotensi membahayakan karena hanya bisa dilewati sepeda motor. Keberadaan u-turn ini dinilai rawan menyebabkan kecelakaan dan meningkatkan kemacetan. Selain itu, u-turn yang berada di depan Masjid Raudhatul Jannah, yang sebelumnya dapat digunakan dua arah, kini akan diberlakukan satu arah. Kendaraan dari arah timur (Jenderal Sudirman) masih dapat menggunakan u-turn tersebut, sementara kendaraan dari arah barat harus berputar di u-turn depan Kantor Haluan.

Lagomo berharap dengan kebijakan ini, ruang gerak kendaraan akan lebih luas, yang pada gilirannya akan membantu mengurangi kemacetan, terutama di sekitar traffic light Mal SKA dan Simpang Nangka-Jenderal Sudirman.

Uji coba penutupan dan pemberlakuan satu arah untuk u-turn ini akan dilaksanakan bersamaan dengan libur panjang akhir pekan. Hal ini diprediksi akan meningkatkan volume kendaraan, sehingga pengawasan dan evaluasi terhadap efektivitas kebijakan ini akan dilakukan secara intensif. "Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan efektivitas kebijakan ini," tambah Kasubdit Gakkum.

Himbauan kepada Masyarakat

Kasubdit Gakkum juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk mendukung pelaksanaan uji coba ini. "Kami mengajak masyarakat untuk mematuhi petunjuk rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. Dengan kerja sama dari semua pihak, kami yakin upaya ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi kelancaran lalu lintas di Jalan Nangka," ujarnya. Diharapkan, masyarakat dapat beradaptasi dengan perubahan ini, sehingga kebijakan ini dapat mencapai tujuan untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan berlalu lintas. 
(Desi suarni)

Ditlantas Polda Riau Gelar Ramp Check Bus AKAP di Terminal Payung Sekaki Pekanbaru*

Center Indonesia Pekanbaru, 8 Mei 2025 — Direktorat Lalu Lintas Polda Riau bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Riau menggelar kegiatan pemeriksaan kendaraan atau Ramp Check terhadap bus angkutan umum di Terminal AKAP Bandar Raya Payung Sekaki, Kamis (8/5).

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 16.00 WIB ini bertujuan untuk memastikan kelayakan operasional kendaraan dan meningkatkan keselamatan transportasi darat, khususnya angkutan penumpang dan barang.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Kasubsit Kamsel AKBP Dasril, S.Pd., M.M., Kasubdit Gakkum AKBP La Gomo, Amd., Kasi Jemen Opsrek AKP Jalinus, Kanit Jemen Opsrek AKP Jajang Sobar, serta Ps. Kanit Dikmas IPDA Roni Subrandrio. Tim penguji dari BPTD Kelas II Riau dan Kepala Terminal Payung Sekaki, Bambang Armanto, SH, juga ambil bagian dalam pemeriksaan ini.

Dari keterangan Direktur Lalu Lintas ( Dirlantas) Polda Riau Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat melalui Kasubsit Kamsel, AKBP Dasril, S.Pd., M.M., mengatakan bahwa kegiatan Ramp Check merupakan bentuk komitmen Polda Riau dalam meningkatkan keselamatan transportasi umum.
“Pemeriksaan ini kami lakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi teknis kendaraan hingga kelengkapan dokumen. Tujuannya adalah memastikan setiap bus yang beroperasi benar-benar layak jalan dan aman bagi penumpang. Kami ingin menciptakan budaya tertib dan selamat di jalan,” ujarnya.

Selain pemeriksaan teknis, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi kepada para sopir bus. Kasubdit Gakkum, AKBP La Gomo, Amd., menekankan pentingnya kesadaran pengemudi dalam menjaga keselamatan.
“Kami sampaikan kepada para sopir agar tidak memaksakan diri mengemudi dalam keadaan lelah, serta selalu mematuhi batas kecepatan. Keselamatan penumpang berada di tangan mereka. Jadi tanggung jawab moral dan hukum harus berjalan seimbang,” jelasnya.

Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan tenaga medis dari RS Bhayangkara Polda Riau yang melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para sopir bus. Pengecekan meliputi tekanan darah, kondisi fisik umum, serta tanda-tanda kelelahan. Langkah ini dilakukan guna memastikan para pengemudi dalam kondisi prima sebelum melanjutkan perjalanan.

Pemeriksaan kendaraan sendiri meliputi sistem rem, lampu, ban, surat-surat kendaraan, serta peralatan darurat. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan umum.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini secara rutin, diharapkan pelayanan angkutan umum di Riau semakin aman dan nyaman bagi masyarakat. 
(Desi suarni)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done