Centerindonesia, 1 NOVEMBER 2026
Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi dan rotasi jabatan terhadap lima Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2414/X/KEP./2026 tertanggal 29 Oktober 2026.
Mutasi ini mencakup sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri serta Pusat Keuangan (Puskeu) Polri. Pergantian tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan, meningkatkan profesionalisme, dan memperkuat pelaksanaan tugas institusi.
Salah satu perubahan penting terjadi di lingkungan Pusdokkes Polri. Brigjen Pol. dr. Nariyana, M.Kes., QHIA., dipercaya mengemban jabatan sebagai Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri.
Sementara itu, Irjen Pol. Asep Hendradiana yang sebelumnya menjabat Kapusdokkes Polri dimutasi sebagai Pati Pusdokkes Polri dalam rangka memasuki masa pensiun.
Perubahan juga terjadi pada posisi Karumkit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri. Jabatan tersebut kini dipercayakan kepada Brigjen Pol. Syamsul Bahar, M.Kes., M.A.R.S. Sebelumnya, ia merupakan Pati Bareskrim Polri yang menjalankan penugasan pada Badan Narkotika Nasional (BNN).
Di bidang pengelolaan keuangan, Kombes Pol. Ikhlas Putro Wasono, S.I.K., M.M., mendapat kepercayaan untuk menjabat sebagai Kepala Pusat Keuangan (Kapuskeu) Polri. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Administrasi Pelaksanaan Keuangan (Kabid APK) Puskeu Polri.
Adapun Irjen Pol. Lukas Akbar Abriari, yang sebelumnya menjabat Kapuskeu Polri, dimutasi sebagai Pati Puskeu Polri dalam rangka pensiun.
PENYEGARAN ORGANISASI DAN PENGUATAN PELAYANAN
Mutasi jabatan di lingkungan Polri merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier dan kebutuhan organisasi. Pergantian pejabat diharapkan mampu menghadirkan semangat baru, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap satuan kerja menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
Di bidang kesehatan, Pusdokkes Polri memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi anggota Polri sekaligus menunjang kebutuhan medis dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Karena itu, kepemimpinan yang kuat dan tata kelola rumah sakit yang profesional menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung kesiapan personel.
Sementara di bidang keuangan, Puskeu Polri memiliki tanggung jawab strategis dalam mendukung tata kelola anggaran dan administrasi keuangan institusi. Pengelolaan keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel menjadi bagian penting dalam memastikan program serta operasional kepolisian berjalan dengan baik.
Dengan adanya pergantian lima pejabat tersebut, diharapkan kesinambungan organisasi tetap terjaga dan setiap pejabat yang menerima amanah baru dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas.
Mutasi bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan juga bentuk kepercayaan dan tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terbaik bagi institusi, negara, dan masyarakat.
Polri diharapkan terus memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga kepercayaan masyarakat melalui kinerja nyata dan pengabdian yang berkelanjutan.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa penempatan pejabat mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kapabilitas, kompetensi, dan rekam jejak personel.
Inti mutasi:
* Tiga perwira memperoleh penugasan jabatan baru.
* Dua perwira memasuki masa pensiun.
* Dua pusat strategis, Pusdokkes dan Puskeu Polri, mengalami pergantian kepemimpinan.
Pesan utama pemberitaan: pergantian jabatan harus menjadi momentum peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, ketertiban pengelolaan keuangan, dan profesionalisme Polri.
(Ds)
