Center Indonesia KUANTANSINGINGI – Musibah kebakaran menghanguskan satu unit rumah warga di Dusun Simpang Tiga, Desa Pintu Gobang Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, sekitar pukul 11.00 WIB, Rabu (11/2/2025).
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar. Rumah tersebut diketahui milik RR, seorang wiraswasta, yang saat ini ditempati oleh anaknya, AM (32), seorang ibu rumah tangga, bersama saudaranya AA (36), seorang petani.
Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kuantan Tengah AKP Linter Sihaloho, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh AM (32) saat sedang menidurkan anaknya di kamar bagian depan rumah.
“Sekira pukul 11.00 WIB, saksi mendengar suara benda jatuh dari kamar belakang yang ditempati saudaranya. Saat diperiksa, api sudah membesar dari dalam kamar tersebut,” jelas AKP Linter.
Saat kejadian, AA (36) sedang berada di kebun sawit di Dusun Merbau. Menyadari api semakin membesar dan asap mulai memenuhi bagian rumah, AM (32) segera keluar menyelamatkan diri bersama anaknya serta meminta pertolongan kepada tetangga, di antaranya Sdri. F dan Sdri. I.
Warga sekitar berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun karena kobaran api dengan cepat meluas dan melalap seluruh bangunan yang sebagian besar berbahan mudah terbakar, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Pihak Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuansing kemudian dihubungi untuk penanganan lebih lanjut.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB setelah dua unit mobil Damkar diterjunkan ke lokasi, dibantu personel BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat setempat. Proses pemadaman berlangsung dramatis karena api juga merambat ke satu unit gedung walet tiga lantai milik korban yang berada tidak jauh dari rumah utama.
Selain menghanguskan rumah beserta seluruh isinya, kebakaran turut melalap bangunan walet tersebut. Saat kejadian, aliran listrik PLN dilaporkan dalam kondisi padam sejak pukul 10.00 WIB. Dari seluruh harta benda yang ada, hanya satu unit sepeda motor yang berhasil diselamatkan.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian material diperkirakan mencapai kurang lebih satu miliar rupiah. Untuk penyebab kebakaran saat ini masih dalam penyelidikan,” terang AKP Linter.
Lebih lanjut disampaikan, pihak kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di lokasi kejadian guna kepentingan penyelidikan. Tim melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta menginventarisasi barang-barang yang terdampak kebakaran. Polisi juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait dan, bila diperlukan, menghadirkan tim identifikasi untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Kapolsek menegaskan bahwa hingga saat ini belum dapat disimpulkan sumber api, apakah berasal dari faktor kelalaian, korsleting instalasi listrik, atau penyebab lainnya. Proses penyelidikan masih terus berlangsung secara menyeluruh dan profesional.
Langkah cepat pengamanan dan penanganan di lokasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Kuantan Tengah bersama personel gabungan dari Polres Kuansing dan Polsek Kuantan Tengah sebanyak 7 orang, Koramil 02 Kuantan Tengah 1 orang, Damkar Kuansing 10 orang, serta BPBD Kuansing 5 orang.
“Atas nama Kapolres Kuansing, kami turut prihatin atas musibah yang menimpa korban. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran, memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, serta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda bahaya,” tutup AKP Linter.
Musibah ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman guna mencegah terjadinya peristiwa serupa di kemudian hari.
(Desi suarni)
