Center Indonesia PEKANBARU – Suasana khidmat menyelimuti Masjid At-Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru pada Sabtu (31/01). Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), termasuk para santri bentukan Lapas, berkumpul untuk memperingati hari besar Islam, Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum refleksi spiritual, tetapi juga menjadi puncak dari rangkaian perlombaan keagamaan yang telah diselenggarakan sebelumnya. Acara dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, beserta jajaran Pejabat Struktural.
Sebelum acara puncak hari ini, para warga binaan telah berkompetisi dalam berbagai cabang perlombaan islami. Antusiasme terlihat tinggi, terutama pada cabang lomba Seni Baca Al-Qur'an (Ngaji), Praktik Shalat Witir, Lomba Adzan dan Hafalan Surat Pendek.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba. Dalam sambutannya, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan rasa bangganya atas perubahan positif dan semangat religius para warga binaan.
"Kegiatan Isra Mi'raj ini bukan sekadar seremonial tahunan. Melalui lomba-lomba seperti mengaji dan praktik ibadah lainnya, kita ingin memastikan bahwa proses pembinaan kepribadian berjalan maksimal. Saya berharap prestasi yang diraih hari ini menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan mempertebal iman, sehingga saat bebas nanti, mereka memiliki bekal spiritual yang kuat," ujar Yuniarto.
Melalui peringatan ini, Masjid At-Taubah diharapkan terus menjadi pusat transformasi perilaku bagi warga binaan. Dengan melibatkan ratusan santri dan warga binaan lainnya, pihak Lapas berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pemulihan jiwa dan mental para penghuninya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antara petugas dan warga binaan, menciptakan suasana kekeluargaan yang erat di balik jeruji besi.
(Desi suarni)
