M C I

Jumat, Oktober 30, 2026

Harumkan Nama Siak di Kancah Nasional, BKPRMI Siak Dinobatkan Sebagai DPD Terbaik pada BKPRMI Award 2026

 




Centerindonesia - Momen Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Kabupaten Siak tahun 2026 menjadi panggung kebanggaan bagi DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Siak.


Usai pelaksanaan upacara yang digelar pada Rabu (28/10/2026), penghargaan istimewa diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Siak, Syamsurizal. Penghargaan berupa Piagam Penghargaan dari Bupati Siak, Afni diberikan atas prestasi gemilang yang baru saja diukir, yakni DPD BKPRMI Terbaik pada BKPRMI Award Tahun 2026.


Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Siak, Muhammad Tarmizi mengaku bangga dan terharu. Menurutnya, capaian ini adalah buah dari kolaborasi dan dukungan tanpa henti dari Pemkab Siak.


"Ini sebuah kehormatan besar bagi kami. Keberadaan BKPRMI memang kami dedikasikan untuk berkontribusi membangun daerah bersama pemerintah. Penghargaan ini bukan kerja satu orang, tapi kerja kolektif seluruh pengurus dan para pihak", ungkap Tarmizi.


Lebih dari sekadar prestasi organisasi, Tarmizi membawa pesan yang sangat relevan bagi generasi muda Siak di era disrupsi teknologi.


Menanggapi fenomena Kecerdasan Buatan (AI), ia dengan tegas menolak narasi ketakutan. Baginya, AI adalah anugerah.


"Jangan lihat AI sebagai ancaman. Lihat sebagai peluang. AI ini adalah anugerah dan kesempatan untuk mempercepat keberhasilan kita. Kuncinya ada pada kita, bagaimana cara menyikapi dan memanfaatkannya. Kalau kita gunakan untuk hal positif, manfaatnya akan luar biasa besar. Tapi jika disalahgunakan untuk hal negatif, dampaknya juga akan negatif," jelasnya.


Di akhir, sosok Ketua yang dikenal dekat dengan remaja masjid ini menitipkan pesan pemuda yang kuat dan menginspirasi.


"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Saya berharap pemuda Siak punya semangat membara dan cita-cita besar. Jangan mudah terpengaruh hal negatif. Fokus pada cita-cita. Mari bersama kita bangun Kabupaten Siak yang lebih baik, lebih maju, dan lebih bermartabat di masa depan," pungkasnya.


Prestasi BKPRMI Siak ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh organisasi kepemudaan di Kabupaten Siak untuk terus berinovasi dan berprestasi hingga ke tingkat nasional.

(Ds)

Bupati Siak Lantik Makrus Jadi Penghulu Keranji Guguh, Ajak Warga Gotong Royong Benahi Balai Kampung

 




Centerindonesia — Bupati Siak Afni Z melantik Makrus sebagai Penghulu Antar Waktu (PAW) Kampung Keranji Guguh, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak. Pelantikan tersebut diwarnai ajakan gotong royong setelah Bupati menyoroti kondisi balai kampung yang rusak dan tidak terawat.


Pelantikan berlangsung di Balai Kampung Keranji Guguh dan dihadiri anggota DPRD Kabupaten Siak, Sujarwo dan Roby Cahyadi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Siak Susi, Camat Koto Gasib, serta sejumlah penghulu dari kampung tetangga.


Bupati Afni mengucapkan selamat kepada Makrus atas amanah yang diberikan. Ia mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus siap menghadapi berbagai kondisi dan tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.


“Dengan kondisi saat ini, seorang pemimpin harus siap dengan keadaan apa pun untuk melayani masyarakat,” ujar Afni, Rabu (28/10/2026).


Namun, di tengah sambutannya, perhatian Bupati tertuju pada kondisi balai kampung yang menjadi lokasi pelantikan. Ia menyebut fasilitas tersebut perlu dibenahi dan mengajak penghulu bersama masyarakat bergotong royong, baik melalui sumbangan tenaga maupun materi.


Afni bahkan menyinggung keberadaan sarang laba-laba di lokasi acara sebagai gambaran kondisi balai yang membutuhkan perhatian.


"Saya melantik penghulu dimana ada laba-laba bergantung didepan saya dan pak dewan, ini menjadi tantangan pak penghulu ajak masyarakat gotong royong baik itu materi maupun tenaga,"singung Afni.


Usai memberikan sambutan, Afni menyumbangkan uang pribadinya untuk membantu perbaikan balai kampung. Aksi tersebut disambut antusias warga yang hadir. 


Sejumlah masyarakat turut memberikan sumbangan secara sukarela untuk mendukung pembenahan fasilitas kampung.


“Di tengah kondisi seperti ini, gotong royong dari kita semua dibutuhkan. Pak penghulu, silakan perbaiki balai pertemuan ini dengan mengajak masyarakat. Saya yakin masyarakat pasti mau,” kata Afni.


Ia berharap semangat kebersamaan tersebut menjadi langkah awal bagi Markus dalam menjalankan tugas sekaligus mendorong partisipasi warga membangun Kampung Keranji Guguh.


Pelantikan itu tidak hanya menandai pergantian kepemimpinan kampung, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam merawat fasilitas umum dan membangun lingkungan masyarakat.


(Angga/MC Siak)

Pemkab Siak Gandeng Kejati Riau untuk Benahi Aset Daerah Bermasalah*

 




Centerindonesia — Pemerintah Kabupaten Siak, menjajaki kerja sama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau untuk menelusuri, menata, dan memulihkan aset daerah yang bermasalah, termasuk aset yang belum memiliki legalitas lengkap, terbengkalai, atau dikuasai pihak ketiga.


Rencana kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi Bupati Siak Afni Z dengan Asisten Pemulihan Aset Kejati Riau, Wuriadhi Paramita, di Ruang Rapat Pucuk Rebung, Kantor Bupati Siak, Rabu (28/10). Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Siak.


Afni mengatakan, penataan aset perlu dilakukan untuk memastikan kepastian hukum sekaligus mencegah potensi sengketa yang dapat merugikan pemerintah daerah.


“Kita ingin setiap aset milik pemerintah daerah memiliki kejelasan status dan legalitas. Jangan sampai aset yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat justru terkendala persoalan administrasi dan hukum,” kata Afni, Kamis (29/10/2026).


Menurut dia, pembenahan akan dilakukan dengan menelusuri riwayat kepemilikan, memeriksa dokumen, serta mengidentifikasi status hukum setiap aset. Langkah tersebut membutuhkan koordinasi lintas perangkat daerah dan pendampingan hukum agar penyelesaiannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Afni menegaskan, penataan aset bukan sekadar pembenahan administrasi, melainkan bagian dari upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.


Sementara itu, Wuriadhi Paramita menjelaskan, pemulihan aset tidak hanya mencakup aset yang berkaitan dengan perkara pidana. Aset pemerintah yang terbengkalai atau dikuasai pihak ketiga juga dapat ditangani melalui mekanisme hukum yang sesuai.


“Pemulihan aset tidak semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum melalui proses pidana. Ada pula persoalan aset yang dapat ditangani melalui mekanisme lain sesuai ketentuan hukum, termasuk aset yang terbengkalai atau dikuasai pihak ketiga,” ujar Wuriadhi.


Ia mengatakan, pemahaman mengenai tugas dan fungsi pemulihan aset perlu diperkuat agar pemerintah daerah dapat mengidentifikasi persoalan dan menentukan mekanisme penyelesaian yang tepat.


Melalui penjajakan kerja sama ini, Kejaksaan diharapkan dapat memberikan pendampingan sesuai tugas dan kewenangannya, mulai dari mengidentifikasi persoalan hukum hingga mengarahkan penyelesaian aset berdasarkan peraturan perundang-undangan.


(Alonk/MC Siak)

PWI Siak Bekali Kepala Sekolah Literasi Jurnalistik di Era Digital*





Centerindonesia – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Siak menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kepala Sekolah Melek Jurnalistik, Sekolah Cerdas di Era Digital”, Kamis, (29/10/2026) di Aula Kantor Camat Tualang. 


Kegiatan dihadiri Bupati Siak Afni Z diwakili Kepala Dinas Kominfo Siak Rozi Chandra, Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar, Hali Pers Dewan Pers Mario Abdillah Khair, Camat Tualang Arie Darmawan, Kanit Intel Polsek Tualang Iptu Sugeng, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Siak Dadang Heru Dini, Ketua MKKS SMK Siak Raja Zalhairi serta kepala sekolah SMA dan SMK se-Siak serta mitra kerja  PWI Siak. 


Kepala Dinas Kominfo Siak Rozi Chandra saat membuka kegiatan, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai keterbukaan informasi publik. Menurutnya, lembaga pemerintah memiliki kewajiban menyampaikan informasi publik secara tepat, termasuk melalui sektor pendidikan.


“Kita sebagai lembaga pemerintah wajib memberikan informasi publik. Sekolah merupakan salah satu etalase pemerintah di sektor pendidikan. Bapak dan ibu kepala sekolah ibarat CEO di sekolah masing-masing yang turut bertanggung jawab menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi. Sebagai bagian dari penyelenggara pelayanan publik, kepala sekolah harus memastikan informasi yang disampaikan telah diperiksa kebenarannya.


Selain itu, ia menyoroti perlunya pemahaman mengenai cara menghadapi wartawan, terutama ketika terdapat pihak yang mengaku sebagai wartawan dan datang ke sekolah untuk meminta informasi yang tidak berkaitan dengan kepentingan publik atau menyangkut informasi pribadi.


Menurutnya, kepala sekolah perlu memahami mekanisme kerja jurnalistik, hak dan kewajiban pers, serta cara memverifikasi identitas wartawan agar dapat menyikapi situasi tersebut secara tepat.


Sementara itu, Ketua MKKS SMA Kabupaten Siak Dadang Heru Dini mengapresiasi PWI Siak yang secara rutin menggelar kegiatan edukasi jurnalistik bagi kepala sekolah.


Menurutnya, kepala sekolah tidak mendapatkan pembelajaran jurnalistik secara khusus dalam pendidikan formal. Karena itu kegiatan seperti FGD menjadi kesempatan untuk menambah wawasan dan memahami cara kerja media.


“Kami para kepala sekolah, tidak belajar jurnalistik secara khusus. Jadi ilmu itu kami dapat dari kegiatan seperti ini. Kami membutuhkan informasi tentang jurnalistik karena belajar secara otodidak terkadang kurang fokus. Kegiatan ini merupakan investasi ilmu bagi kita semua,” ujarnya.


Dadang menambahkan media dan wartawan merupakan mitra penting bagi sekolah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Namun ia mengakui masih ada kepala sekolah yang belum terbiasa berinteraksi dengan wartawan karena keterbatasan pemahaman mengenai dunia jurnalistik.


“Kadang di lapangan masih ada sebagian dari kami yang belum akrab dengan wartawan. Ini semata-mata karena kami belum memahami cara kerja jurnalistik dan bagaimana menyikapinya. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap bisa lebih siap ketika berhadapan dengan jurnalis,” katanya.


Ketua PWI Provinsi Riau Raja Isyam Azwar menegaskan bahwa literasi media merupakan kebutuhan penting bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya kepala sekolah, tetapi juga guru dan siswa.


Menurutnya perkembangan teknologi digital membuat informasi dapat diterima masyarakat dengan sangat cepat. Namun informasi yang beredar tidak semuanya benar atau bermanfaat sehingga diperlukan kemampuan untuk memilah dan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.


“Di era digital kita bangun pagi membuka ponsel, informasi sudah masuk. Kadang informasinya baik, kadang tidak baik. Karena itu, literasi media menjadi kebutuhan penting bagi semua kalangan,” ujarnya.


Raja Isyam mengatakan FGD tersebut juga menjadi ruang diskusi untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi kepala sekolah ketika berhadapan dengan media. Menurutnya, kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam ekosistem pendidikan sehingga perlu memahami pentingnya komunikasi publik yang baik.


“Prinsipnya sederhana, saring sebelum sharing. Ini berlaku bagi wartawan maupun bapak dan ibu kepala sekolah,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Siak Wiwik Widaningsih mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya PWI untuk meningkatkan pemahaman tentang literasi media dan jurnalistik, khususnya di lingkungan pendidikan.


“Kami ingin menjadikan FGD ini sebagai ruang berbagi pengetahuan, berdiskusi, serta mencari langkah bersama dalam menghadapi tantangan informasi di era digital,” kata Wiwik.


Ia berharap kegiatan ini dapat membangun pemahaman yang lebih baik antara insan pers dan pihak sekolah, sehingga tercipta hubungan yang profesional dan saling mendukung.


Kegiatan ditutup dengan tanya jawab antara narasumber dengan para kepala sekolah.

(Ds)

Bupati Siak: Pejabat Adalah Pelayan Masyarakat, Bukan untuk Dilayani

 




Centerindonesia — Bupati Siak Afni menegaskan bahwa pejabat pemerintah merupakan pelayan masyarakat yang harus menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. 


Ia juga meminta masyarakat tidak segan memberikan masukan untuk memperbaiki kualitas pelayanan pemerintah daerah.


Pesan tersebut disampaikan Afni saat menghadiri Gebyar Sholawat bersama KH Toyib Firdaus di Lapangan Purna MTQ, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Riau, Rabu (28/10/2026) malam.


Di hadapan para santri, ulama, dan masyarakat, Afni meminta pejabat eselon II dan III yang mendampinginya berdiri. Ia ingin menegaskan bahwa jabatan pemerintahan merupakan amanah untuk melayani masyarakat.


“Pejabat itu adalah pelayan masyarakat. Jika selama ini kami masih belum terasa melayani dengan baik, kami mohon dimaafkan. Berikan kami masukan yang baik dan doakan agar kami istiqamah, serta dijauhkan dari segala macam fitnah,” kata Afni.


Selain menyampaikan pesan mengenai pelayanan publik, Afni mengapresiasi antusiasme santri dan masyarakat yang tetap berupaya menghadiri majelis sholawat meski hujan mengguyur wilayah tersebut.


Sejumlah rombongan dilaporkan masih dalam perjalanan menuju lokasi kegiatan. Bahkan, sekitar 10 truk yang membawa rombongan santri dari pondok pesantren KH Toyib Firdaus di wilayah Kerinci Kanan sempat tertahan sebelum melanjutkan perjalanan.


Rombongan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat lainnya juga dilaporkan masih menuju lokasi acara.


“Alhamdulillah, kita berharap keberkahan Allah menaungi kita semua. Walaupun hujan dan banyak rombongan masih dalam perjalanan, semangat untuk bersholawat dan menghadiri majelis ini tetap luar biasa,” sebut Afni.


Afni berharap doa dan dukungan para ulama, kiai, santri, serta masyarakat dapat menguatkan jajaran Pemerintah Kabupaten Siak dalam menjalankan amanah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.


Menurut dia, kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi sarana memperkuat nilai spiritual, tetapi juga mempererat silaturahmi antara pemerintah, ulama, pondok pesantren, dan masyarakat.


Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan pondok pesantren, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).


(Riki/MC Siak)

Wakili Bupati Siak Afni Z, Rozi Chandra Dorong Keterbukaan Informasi Publik yang Sehat





Centerindonesia – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Siak sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Kepala Sekolah Melek Jurnalistik, Sekolah Cerdas di Era Digital”. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan literasi media dan pemahaman jurnalistik di lingkungan pendidikan ini berlangsung di Aula Kantor Camat Tualang, Kamis (29/10/2026).


Bupati Siak Afni Z yang diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo Siak Rozi Chandra, Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar, Ahli Pers Dewan Pers Mario Abdillah Khair, Camat Tualang Arie Darmawan, Kanit Intel Polsek Tualang Iptu Sugeng, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Siak Dadang Heru Dini, Ketua MKKS SMK Siak Raja Zalhairi, serta kepala sekolah SMA dan SMK se-Kabupaten Siak beserta mitra kerja PWI Siak.


Kepala Dinas Kominfo Siak, Rozi Chandra, yang membuka secara resmi kegiatan ini sampaikan permohonan maaf Bupati Siak Afni Z tidak bisa hadir bersama kita hari ini, disebabkan ada agenda kedatangan Kapolda Riau dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Siak.


Rozi Chandra mengingatkan, bahwa sekolah merupakan etalase pemerintah di sektor pendidikan. Oleh karena itu, kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar sebagai penyampai informasi publik yang valid kepada masyarakat.


"Kita sebagai lembaga pemerintah wajib memberikan informasi publik. Bapak dan ibu kepala sekolah ibarat CEO di sekolah masing-masing yang turut bertanggung jawab menyampaikan informasi kepada masyarakat," ujar Rozi Chandra.


Ia juga mengingatkan para kepala sekolah untuk berhati-hati dalam menerima serta menyebarkan informasi. Rozi menekankan pentingnya memahami mekanisme kerja jurnalistik dan hak-hak pers, terutama dalam memverifikasi identitas oknum yang mengaku wartawan namun meminta informasi yang tidak berkaitan dengan kepentingan publik.


Selain itu, Apresiasi tinggi datang dari Ketua MKKS SMA Kabupaten Siak, Dadang Heru Dini. Menurutnya, kegiatan edukasi yang diinisiasi PWI Siak ini menjadi investasi ilmu yang sangat berharga karena ilmu jurnalistik tidak didapatkan secara khusus dalam pendidikan formal.


"Kami membutuhkan informasi tentang jurnalistik karena belajar secara otodidak terkadang kurang fokus. Melalui kegiatan ini, kami berharap bisa lebih memahami cara kerja jurnalistik dan lebih siap serta profesional saat berinteraksi dengan jurnalis di lapangan," tutur Dadang.


Di sisi lain, Ketua PWI Provinsi Riau, Raja Isyam Azwar, menyoroti tantangan arus informasi di era digital yang sangat cepat namun tidak semua kebenarannya terjamin. Ia mengingatkan pentingnya rumus penyaringan informasi demi kebaikan bersama.


"Di era digital kita bangun pagi membuka ponsel, informasi sudah masuk. Kadang informasinya baik, kadang tidak baik. Karena itu, literasi media menjadi kebutuhan penting bagi semua kalangan. Prinsipnya sederhana, saring sebelum sharing. Ini berlaku bagi wartawan maupun bapak dan ibu kepala sekolah," tegas Raja Isyam.


Selanjutnya, Ketua PWI Kabupaten Siak, Wiwik Widaningsih, menjelaskan bahwa FGD ini dirancang sebagai ruang kolaboratif untuk berbagi pengetahuan dan mencari solusi bersama dalam menghadapi tantangan informasi digital.


"Kami ingin menjadikan FGD ini sebagai ruang berbagi pengetahuan, berdiskusi, serta mencari langkah bersama dalam menghadapi tantangan informasi di era digital. Kami berharap kegiatan ini dapat membangun hubungan yang profesional dan saling mendukung antara insan pers dan pihak sekolah," pungkas Wiwik.


Kegiatan edukatif ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang dinamis antara para narasumber dan kepala sekolah, yang secara aktif membahas berbagai studi kasus komunikasi publik di lingkungan sekolah.


Www.Siakkab.go.id

Doli_wtr/Humas-Siak

Wabup Siak Ajak Guru RA Kenalkan Al-Qur’an kepada Anak Sejak Dini

 




Centerindonesia — Wakil Bupati Siak Syamsurizal mengajak para guru Raudhatul Athfal (RA) terus berperan dalam mengenalkan Al-Qur’an dan menanamkan nilai-nilai agama kepada anak sejak usia dini. 


Pesan tersebut disampaikan Wabup saat menghadiri Milad ke-24 Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Siak di Taman Siak Lawo, Kamis (29/10/2026) mengambil tema “Menguatkan Kader, Menyatukan Gerak, Melahirkan Karya dan Prestasi Menuju IGRA Bermartabat dan Bermanfaat.”


Wabup Syamsurizal mengatakan, pendidikan di tingkat RA menjadi fondasi awal dalam membentuk karakter anak. Melalui RA, anak-anak dibimbing mengenal huruf hijaiyah, belajar membaca Al-Qur’an, serta menanamkan nilai-nilai agama sebagai bekal sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.


“Harapan kita, ketika anak-anak masuk SD/MI nanti sudah memiliki dasar membaca Al-Qur’an, dan memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an. Paling tidak sudah mengenal huruf Hijaiyah karena Al-Qur’an adalah pedoman umat agama islam," Ujar Wabup Siak Syamsurizal.


Wabup juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas Milad ke-24 IGRA Kabupaten Siak. Ia berharap keluarga besar IGRA terus menguatkan kader, menyatukan gerak, serta melahirkan karya dan prestasi dalam mendukung pendidikan anak usia dini.


Milad ke-24 IGRA Kabupaten Siak digelar sebagai momentum memperkuat silaturahmi antarpendidik RA, meningkatkan semangat pengabdian guru, serta memperkuat komitmen bersama dalam memberikan pendidikan terbaik bagi anak usia dini. 


Kegiatan diawali dengan pemotongan tumpeng bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Fuadi Ahmad sebagai tanda dimulainya rangkaian peringatan Milad ke-24 IGRA.


Ketua Pengurus Daerah IGRA Kabupaten Siak Hamidah menyampaikan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 116 peserta dari 156 kepala dan guru RA se-Kabupaten Siak yang telah terdata. Peserta yang hadir berasal dari 22 RA di Kabupaten Siak.


"Alhamdulillah, pelaksanaan kegiatan didukung melalui swadaya dari kas IGRA, Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA), serta iuran peserta yang mengikuti kegiatan," kata dia. 


Rangkaian kegiatan kemudian dimeriahkan dengan IGRA Fun Game sebagai ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan antarpendidik RA se-Kabupaten Siak.


(Rahma/Siak)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done