M C I

Rabu, Oktober 14, 2026

Polsek Singingi Hilir Tangkap Pengedar Sabu berat kotor 40,92 Gram, 3,5 Butir Ekstasi Turut Disita






Centerindonesia,– Polsek Singingi Hilir Polres Kuantan Singingi mengungkap dugaan tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu di Desa Bukit Raya, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa (13/10/2026).


Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap seorang pria berinisial R (25) yang diduga berperan sebagai pengedar atau kurir. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan narkotika jenis sabu dengan berat kotor 40,92 gram serta 3,5 butir narkotika jenis inex/ekstasi.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Singingi Hilir IPTU Alferdo Krisnata Kaban, S.H., mengatakan pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan peredaran narkotika di wilayah Desa Koto Baru.


“Informasi awal disampaikan tokoh adat Desa Koto Baru terkait ditemukannya alat penghisap sabu atau bong di sejumlah pondok kebun kelapa sawit milik masyarakat,” ujar IPTU Alferdo.


Menindaklanjuti informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Singingi Hilir melakukan serangkaian penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, petugas memperoleh informasi mengenai dugaan keterlibatan R dalam peredaran narkotika.


Sekitar pukul 08.00 WIB, petugas memperoleh informasi mengenai keberadaan R di rumahnya di Desa Bukit Raya. Kapolsek Singingi Hilir kemudian memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Rico Salomo Hutabarat, S.H., bersama tim menuju lokasi untuk melakukan penindakan.


Sekitar pukul 09.00 WIB, petugas mendatangi rumah R. Saat itu, R sedang berada di ruang tamu. Petugas kemudian menangkap R dan melakukan penggeledahan dengan disaksikan Kepala Dusun Banjar Sari serta Sekretaris Desa Bukit Raya.


Dari penggeledahan di bagian dapur, petugas menemukan satu pucuk pistol airsoftgun jenis Glock 19 warna hitam beserta lima tabung gas yang masih berisi dan tiga tabung kosong. Petugas juga menemukan satu alat penghisap sabu atau bong, plastik bening yang diduga digunakan untuk mengemas narkotika, serta sendok plastik.


Selanjutnya, di kamar R, tepatnya di bawah lemari pakaian anak, petugas menemukan satu bungkus kertas nasi berwarna cokelat. Setelah dibuka, di dalamnya terdapat satu plastik bening berukuran besar berisi diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 40,92 gram.


Petugas turut menemukan satu unit timbangan digital yang diduga digunakan untuk menimbang narkotika.


Selain sabu, R mengakui memiliki 3,5 butir narkotika jenis inex yang disimpan di dalam kotak rokok merek Sampoerna. Barang tersebut terdiri dari 2,5 butir dengan logo Heineken warna kuning dan satu butir dengan logo Smile warna oranye.


Dalam penggeledahan tersebut, petugas juga menemukan uang tunai sebesar Rp26.470.000 yang disimpan di dalam lemari pakaian anak. Uang tersebut diduga merupakan hasil penjualan narkotika dan masih dalam proses pendalaman penyidik.


Berdasarkan pemeriksaan awal, R mengaku telah mengedarkan narkotika jenis sabu selama kurang lebih satu tahun di wilayah Desa Koto Baru, Kecamatan Singingi Hilir. Paket yang diedarkan mulai dari Rp200.000 dengan berat sekitar 0,13 gram hingga paket satu gram dengan harga sekitar Rp1.200.000.


Hasil pemeriksaan urine terhadap R juga menunjukkan positif amphetamine.


Seluruh barang bukti bersama R kemudian dibawa ke Polsek Singingi Hilir untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.


Dalam perkara ini, tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Green Policing yang Dikembangkan di Riau Masuk Commander Wish Kapolri





Centerindonesia Policing yang dikembangkan Polda Riau kini tercantum dalam Commander Wish Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai bagian dari arah kebijakan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).


Program tersebut masuk dalam salah satu kegiatan strategis yang menekankan pentingnya kehadiran polisi di tengah masyarakat melalui pendekatan pencegahan, pemecahan masalah, dan keterlibatan warga.


Green Policing sebelumnya dikembangkan Polda Riau pada masa kepemimpinan Komjen Herry Heryawan, yang kini menjabat Kabaharkam Polri. Pendekatan ini menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari upaya kepolisian membangun keamanan bersama masyarakat.


Dalam Commander Wish Kapolri, Kabaharkam juga menjadi salah satu penanggung jawab kegiatan strategis kehadiran polisi di ruang masyarakat bersama Kakorlantas Polri, termasuk pelaksanaan Green Policing.


Menyikapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan, masuknya Green Policing dalam Commander Wish Kapolri menjadi momentum untuk memperkuat keberlanjutan program yang telah dijalankan di Riau.


“Green Policing dibangun dari pemahaman bahwa menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari menjaga keamanan masyarakat. Karena itu, masuknya pendekatan ini dalam Commander Wish Kapolri menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat pelaksanaannya,” ujar Akmadi, Selasa (13/10/2026).


Menurutnya, persoalan lingkungan di Riau memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Kebakaran hutan dan lahan, kerusakan kawasan gambut, hingga perambahan hutan tidak hanya menimbulkan dampak ekologis, tetapi juga memengaruhi kesehatan, aktivitas ekonomi, dan keamanan warga.


Karena itu, Green Policing tidak hanya diarahkan pada kegiatan penghijauan, tetapi juga membangun kesadaran bersama untuk mencegah kerusakan lingkungan sejak dini.


“Pencegahan karhutla, perlindungan hutan, dan pelestarian lingkungan tidak mungkin hanya dilakukan kepolisian. Harus ada keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan. Inilah semangat Polisi Bersama Masyarakat yang ingin terus kami perkuat,” katanya.


Di Riau, pendekatan tersebut telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari penanaman pohon, edukasi lingkungan, penguatan pencegahan karhutla, hingga kolaborasi perlindungan kawasan gambut dan mangrove.


Akmadi menegaskan, keberhasilan Green Policing tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan atau jumlah pohon yang ditanam. Lebih jauh, program tersebut harus mampu membangun perubahan perilaku dan menghasilkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.


“Yang ingin kita bangun bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan kesadaran dan tanggung jawab bersama. Masyarakat harus merasakan manfaatnya, baik melalui lingkungan yang lebih terjaga maupun berkurangnya risiko bencana ekologis,” ujarnya.


Polda Riau juga akan terus mendorong peran jajaran kepolisian hingga tingkat Polsek dan Bhabinkamtibmas untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.


Langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kapolri yang menekankan perubahan orientasi dari sekadar kehadiran polisi menjadi kehadiran yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Semangatnya adalah polisi hadir, dekat, dan bekerja bersama masyarakat. Green Policing menjadi salah satu cara mewujudkan hal tersebut, karena menjaga lingkungan pada akhirnya juga berarti melindungi kehidupan dan masa depan masyarakat,” pungkas Akmadi. 

(Ds)

Selasa, Oktober 13, 2026

Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru

 




Centerindonesia – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggelar operasi gabungan di salah satu tempat hiburan malam di Pekanbaru, Minggu dini hari. Dalam operasi tersebut, sebanyak 68 orang diamankan dan 63 orang di antaranya dinyatakan positif narkoba berdasarkan hasil tes urine.


Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol I Putu Yudha Prawira menjelaskan, operasi yang berlangsung sekitar pukul 02.30 WIB itu merupakan tindak lanjut dari penyelidikan selama kurang lebih satu bulan terhadap tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokasi peredaran narkotika.


Sebanyak 68 orang yang diamankan terdiri dari pengunjung, pelayan atau waitress, petugas keamanan, hingga asisten manajer tempat hiburan malam tersebut. Dari hasil pemeriksaan urine, sebanyak 42 dari 47 laki-laki dinyatakan positif mengandung amfetamin dan metamfetamin. Sementara itu, seluruh 21 perempuan yang menjalani pemeriksaan juga dinyatakan positif mengandung kedua zat tersebut.


“Dari total 68 orang yang kami amankan, sebanyak 63 orang dinyatakan positif berdasarkan hasil tes urine. Namun, hasil tersebut masih perlu didalami untuk menentukan peran dan penanganan lebih lanjut terhadap masing-masing orang,” jelas Putu, Senin (12/10/2026).


Dalam operasi itu, petugas turut menyita barang bukti berupa 7,5 butir ekstasi, ganja seberat 1,6 gram, serta uang tunai sebesar Rp14,3 juta yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika. Uang tersebut disita dari salah seorang pengunjung yang tengah didalami dugaan keterlibatannya dalam peredaran narkotika di lokasi tersebut.


Penyidik masih mengembangkan perkara untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk dugaan jaringan pemasok narkotika. Pemeriksaan terhadap telepon genggam, bukti transaksi pembelian, serta rekening pihak-pihak terkait juga akan dilakukan guna menelusuri aliran transaksi dan mengidentifikasi pihak yang diduga menjadi pemasok.


Dari 68 orang yang diamankan, sebanyak 60 orang telah diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau untuk menjalani asesmen oleh Tim Asesmen Terpadu. Tim yang melibatkan unsur kepolisian, kejaksaan, BNN, dan tenaga medis tersebut akan memberikan rekomendasi penanganan berdasarkan hasil asesmen dan ketentuan yang berlaku.


Sementara itu, delapan orang lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing, termasuk kemungkinan keterlibatan dalam peredaran narkotika. Polisi belum menyimpulkan apakah mereka berperan sebagai pengedar, pihak yang turut serta mengedarkan, atau konsumen.


“Kami masih mendalami keterlibatan masing-masing. Apakah ada yang menjadi pengedar, turut serta mengedarkan, atau hanya sebagai konsumen, semuanya masih dalam proses pemeriksaan,” tegas Putu.


Polda Riau juga membuka kemungkinan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pekanbaru apabila hasil penyelidikan dan penyidikan membuktikan bahwa tempat hiburan malam tersebut digunakan sebagai lokasi peredaran narkotika. Langkah lanjutan terhadap tempat usaha itu akan ditentukan berdasarkan bukti dan hasil pengembangan perkara, sesuai kewenangan masing-masing instansi.


Di sisi lain, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi turut memperkenalkan program “Bersama Polri, Pulih Bersama”, dengan tagline “Polisi Bersama Masyarakat, Berantas Bandar dan Pengedar, Pulihkan Pengguna.” Program di bawah Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri tersebut mengedepankan penindakan terhadap jaringan bandar dan pengedar sekaligus pendekatan pemulihan bagi pengguna atau pecandu yang memenuhi kriteria rehabilitasi.


Akmadi menegaskan, upaya pemberantasan narkotika terus dilakukan melalui sinergi antara Bareskrim Polri, Polda Riau, dan jajaran polres. Pendekatan penegakan hukum dan pemulihan diharapkan dapat berjalan beriringan, dengan sasaran utama memutus jaringan peredaran narkotika sekaligus memberikan kesempatan bagi pengguna yang memenuhi persyaratan untuk pulih.


“Penegakan hukum tidak hanya diarahkan untuk mengungkap jaringan bandar dan pengedar, tetapi juga memberikan kesempatan pemulihan kepada pengguna atau pecandu yang memenuhi kriteria rehabilitasi,” tutup Akmadi.

(Ds)

Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau





Centerindonesia - Suasana haru dan penuh penghormatan mewarnai upacara Welcome and Farewell Parade Kapolda Riau di Mapolda Riau, Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum pergantian kepemimpinan sekaligus bentuk penghormatan atas pengabdian Komjen Pol. Dr. Herry Heryawan selama menjabat Kapolda Riau sebelum melanjutkan amanah sebagai Kabaharkam Polri.


Dalam upacara tersebut, tongkat estafet kepemimpinan Polda Riau dilanjutkan oleh Irjen Pol. Arman Achdiat. Pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar perubahan jabatan, melainkan juga simbol keberlanjutan pengabdian, soliditas, serta komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Riau, Irwasda, para pejabat utama (PJU) Polda Riau, para kapolres jajaran, perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, serta Dubalang Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).


Dalam sambutannya, Komjen Pol. Herry Heryawan mengungkapkan perasaan haru saat harus meninggalkan Polda Riau, institusi yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya di Bumi Lancang Kuning.


“Jujur, hari ini adalah salah satu hari yang tidak mudah bagi saya. Ada perasaan yang sulit saya ungkapkan dengan kata-kata ketika harus berdiri di tempat ini dan menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada pemimpin yang akan melanjutkan perjalanan ini,” ungkap Herry.


Ia menuturkan, selama bertugas di Riau, dirinya bersama seluruh jajaran telah melewati berbagai dinamika dan tantangan, termasuk menghadapi persoalan yang membutuhkan pengorbanan, tanggung jawab, serta kerja sama yang kuat.


Menurutnya, tidak semua perjuangan akan tercatat dalam sejarah. Namun, setiap langkah, keringat, malam-malam panjang dalam pelaksanaan tugas, serta pengorbanan demi masyarakat akan selalu memiliki makna.


“Jabatan memiliki batas waktu, tetapi kenangan tentang orang-orang yang pernah berjuang bersama saya tidak mengenal batas waktu,” tuturnya.


Pada kesempatan itu, Herry menyampaikan terima kasih kepada Wakapolda, pejabat utama, para perwira, bintara, tamtama, ASN Polri, Bhayangkari, serta seluruh personel yang telah memberikan dukungan selama dirinya memimpin Polda Riau. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan kepemimpinan terdapat keputusan atau kebijakan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan seluruh personel.


Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol. Arman Achdiat menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada Komjen Pol. Herry Heryawan atas dedikasi, berbagai capaian, serta warisan program yang telah dibangun selama memimpin Polda Riau.


Arman mengakui bahwa melanjutkan kepemimpinan tersebut merupakan tanggung jawab besar. Ia menilai berbagai program dan tata kelola yang telah dirintis pendahulunya menjadi fondasi penting dalam meneruskan pelaksanaan tugas kepolisian di Provinsi Riau.


“Saya apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Kabaharkam atas dedikasi dan legacy yang telah dibangun di Polda Riau. Seluruh anggota harus bangga dengan berbagai prestasi yang telah dicapai,” ujar Arman.


Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan sekaligus menjaga konsistensi pelaksanaan tugas sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Arman juga mengajak seluruh personel Polda Riau, tokoh masyarakat, alim ulama, serta seluruh elemen daerah untuk memperkuat kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Menurutnya, setiap pemimpin memiliki karakter dan pendekatan yang berbeda, tetapi tujuan pengabdian tetap sama, yakni memberikan rasa aman, menghadirkan pelayanan terbaik, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.


“Kehadiran kami bersama keluarga di Bumi Lancang Kuning ini, dengan segala kerendahan hati, mudah-mudahan dapat memberikan suasana yang baru,” tegas Arman.


Menutup sambutannya, Arman berharap berbagai program yang telah dirintis Herry Heryawan di Polda Riau dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan, bahkan menjadi inspirasi bagi pelaksanaan tugas kepolisian di tingkat nasional.


Momentum Welcome and Farewell Parade ini menjadi penanda berakhirnya satu babak pengabdian sekaligus dimulainya kepemimpinan baru di Polda Riau. Dengan semangat kebersamaan dan kesinambungan program, Polda Riau diharapkan semakin solid dalam menjaga keamanan, memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta mewujudkan Polri yang profesional dan dipercaya publik.

(Ds)

Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar

 




Centerindonesia – Suasana hangat dan penuh nuansa budaya Melayu mewarnai penyambutan Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat, S.I.K., M.Si., bersama istri di Mapolda Riau, Minggu (11/10/2026) pagi. Penyambutan tersebut dirangkai dengan penanaman pohon dan tradisi adat tepuk tepung tawar sebagai simbol doa, penghormatan, serta harapan dalam mengemban amanah baru di Bumi Lancang Kuning.


Kedatangan Kapolda Riau beserta rombongan disambut langsung Kabaharkam Polri Komisaris Jenderal Polisi Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum. bersama istri, Wakapolda Riau Brigjen Pol Simson Zet Ringu, S.I.K., M.Si. bersama istri serta Pejabat Utama (PJU) Polda Riau. Prosesi penyambutan ditandai dengan pengalungan bunga kepada Kapolda Riau dan penyerahan buket bunga kepada istri Kapolda. Suasana semakin semarak dengan jajar hormat dari Tim RAGA Polda Riau sebagai bentuk penghormatan institusi kepada pimpinan yang baru disambut.


Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di halaman Mapolda Riau. Kegiatan ini menjadi bagian dari semangat kepedulian terhadap lingkungan yang terus didorong Polda Riau, sekaligus memperkuat pesan bahwa menjaga keamanan dan kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama.


Kapolda Riau beserta rombongan juga menyaksikan pertunjukan silat di kawasan persimpangan jalan dekat Gedung SPKT dan lapangan apel Mapolda Riau. Setelah itu, rombongan bergerak menuju lobi Polda Riau menggunakan kendaraan golf car, dengan disambut jajaran pejabat utama Polda Riau serta para Kapolres dan Kapolresta yang berbaris di sisi kanan dan kiri jalur penyambutan.


Penyambutan dilanjutkan dengan prosesi adat tepuk tepung tawar yang berlangsung khidmat. Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara dan Tari Persembahan, sebelum memasuki prosesi adat yang sarat makna dalam budaya Melayu Riau. Tradisi ini menjadi ungkapan doa dan harapan agar Kapolda Riau beserta keluarga senantiasa diberikan keselamatan, kelancaran, serta keberkahan dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.


Prosesi tepuk tepung tawar dilakukan oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf; Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil; serta Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr. H. Syahrial Abdi, AP., M.Si. Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa oleh Sekretaris Umum DPH LAM Riau, Datuk H. Jonnaidi Dasa, dilanjutkan foto bersama.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabaharkam Polri beserta istri, Wakapolda Riau beserta istri, Irwasda, Karo Ops, para pejabat utama Polda Riau, para Kapolres dan Kapolresta jajaran, serta Kepala BNNP Riau. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan dukungan dan kebersamaan dalam menyambut kepemimpinan Kapolda Riau.


Melalui penyambutan yang memadukan penghormatan kedinasan, kepedulian lingkungan, dan kearifan lokal, Polda Riau menegaskan pentingnya menjaga nilai budaya Melayu sebagai bagian dari identitas daerah. Tradisi tepuk tepung tawar sekaligus menjadi simbol harapan agar pelaksanaan tugas kepolisian di Riau senantiasa berjalan lancar, mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga keamanan dan ketertiban secara humanis dan profesional.

(Ds)

*BUPATI PELALAWAN ZUKRI TUTUP MALAM PUNCAK HELAT PELALAWAN KE-27, RIBUAN WARGA PADATI LAPANGAN BUPATI*





Centerindonesia – Malam Puncak Helat Pelalawan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pelalawan ke-27 Tahun 2026 digelar meriah, Senin 12 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Lapangan Kantor Bupati Pelalawan dengan motto _Mola Awak Bangun Pelalawan_.


Acara dihadiri Kadis Pariwisata Riau H. Tekad Parbatas Setia Dewa mewakili Plt. Gubernur Riau, Anggota DPD RI Abdul Hamid dan Sewetri, Bupati Zukri, S.M, M.M beserta istri, Wabup H. Husni Tamrin beserta istri.


Hadir juga Ketua DPRD H. Syafrizal, SE, Dandim 0313/KPR Letkol Csi Satriady Prabowo, S.IP, M.Si, Kapolres AKBP Ahmad Nur A, S.Sos, S.I.K, MH beserta istri, Kajari Dr. Eka Nugraha, SH, MH, Ketua PN Dr. Andry Simbolon, Ketua PA SudarmanS.Ag, MH, Sekda T. Zulfan, M.Si.


Turut hadir para mantan Bupati, mantan Wabup, mantan Sekda dan mantan Ketua DPRD, anggota DPRD Provinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan, organisasi lintas agama, kepala OPD, camat, lurah, ASN, pimpinan perusahaan, insan pers dan belasan ribu pengunjung.


Rangkaian acara dimulai pembukaan MC, penyerahan penghargaan kepada partisipan yang turut membangun Pelalawan, launching Menawan (Melayani Administrasi Kependudukan) Disdukcapil dan penandatanganan kerjasama.


Dilanjutkan sambutan Bupati Pelalawan, penampilan Wali Band dan hiburan tambahan Nuri Selasih KDI yang memukau ribuan penonton.


Bupati Zukri menyampaikan, _"Terima kasih kepada seluruh perusahaan, para panitia dan anak-anak muda yang bertungkus lumus mempersiapkan Helat Pelalawan ini,"_ ungkapnya di depan belasan ribu pengunjung.


Ia menjelaskan meski APBD dipotong Rp 270 miliar, Pemda tetap berinovasi dan berkolaborasi agar pembangunan jalan dan Helat Pelalawan tetap terlaksana. Tema _Mola Awak Bangun Pelalawan_ bermakna mari kita bangun Pelalawan bersama.


Pengamanan dipimpin Kabag Ops AKP Yulhairi, SH, MH dengan 222 personel gabungan. Apel konsolidasi pukul 23.30 WIB dan acara berakhir pukul 00.00 WIB situasi aman dan kondusif.

(Ds)

*UPACARA HARI JADI KE-27 KABUPATEN PELALAWAN BERLANGSUNG KHIDMAT DI HALAMAN DPRD*





Centerindonesia – Upacara Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Pelalawan Tahun 2026, 12 Oktober 1999 – 12 Oktober 2026, digelar khidmat Senin (12/10/ 2026) pukul 08.00 WIB di Halaman Kantor DPRD Kabupaten Pelalawan.


Upacara dipimpin Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM sebagai pembina upacara, dihadiri Wakil Bupati H. Husni Tamrin, S.H.


Hadir Wakapolres Kompol Asep Rahmat, SH, S.I.K, MM mewakili Kapolres, Danramil 09/Langgam Kapten Cba Y. Zebua mewakili Dandim 0313/KPR, Kajari Dr. Eka Nugraha SH, MH.


Turut hadir Ketua PN Dr. Andry Simbolon SH, MH, Ketua DPRD H. Syafrizal, SE, Ketua PA Sudarman S.Ag, MH, Danposal Penyalai Lettu Samsul Bahri Hutagalung.


Jajaran Asisten dan OPD Pemkab Pelalawan, para pendiri Kabupaten Pelalawan H. Ir. T. Dahril, Ir. Abdul Hamid, H. Misran, H. Kamarruzzaman, H. Rozali hadir bersama para mantan Bupati.


Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tamu undangan turut menyaksikan upacara yang berlangsung penuh kekeluargaan.


Rangkaian upacara dimulai komandan upacara memasuki lapangan, pembina menuju mimbar, penghormatan umum, laporan, mengheningkan cipta.


Dilanjutkan pembacaan teks Pancasila, pembacaan visi misi, amanat pembina upacara, instrumental Kabupaten Pelalawan, pembacaan doa, laporan dan penghormatan umum.


Dalam amanatnya, Bupati Zukri menyampaikan, _"Di usia 27 tahun, Pelalawan harus semakin maju, mandiri dan bermarwah. Kita syukuri nikmat pembangunan ini dengan terus menjaga persatuan dan kebersamaan,"_ tegasnya.


Ia juga mengajak seluruh elemen, _"Mari kita jadikan Helat Pelalawan ke-27 ini momentum untuk terus bersinergi membangun daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dan mewujudkan Pelalawan yang sejahtera,"_ ujar Bupati.


Bupati juga memberi apresiasi kepada para pendiri dan seluruh masyarakat yang telah berkontribusi membangun Pelalawan sejak 1999 hingga kini.


Setelah upacara, dilakukan pemberian penghargaan atas pemenuhan kewajiban perpajakan kepada OPD. Terbaik 1 kepatuhan pajak diraih Sekretariat DPRD, SPT Tahunan terbaik Bappeda dan sinergi basis data terbaik Bapenda.


Penghargaan Kirab Budaya kategori umum Juara I Kecamatan Pelalawan, Juara II PKK Kuala Terusan, Juara III Kecamatan Langgam. Kategori OPD diraih Bapenda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, DPMD. Kategori pendidikan diraih SMPN Bernas, SMPN 1 Pangkalan Kerinci dan SDN 007 Pangkalan Kerinci.


Kegiatan dilanjutkan Rapat Paripurna Istimewa dan syukuran Hari Jadi ke-27 Pelalawan. Upacara berakhir pukul 09.30 WIB situasi aman dan kondusif.

(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done