M C I

Sabtu, September 26, 2026

*Bupati Siak Soroti Nasib Guru di Pelosok Kampung, Minta PGRI Suarakan ke Pusat*

 




Centerindonesia Siak — Persoalan kepastian status dan kesejahteraan guru di daerah, terutama tenaga pendidik yang mengabdi di wilayah terpencil, kembali disuarakan Pemerintah Kabupaten Siak.


Bupati Siak Afni Zulkifli meminta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) membawa persoalan tersebut ke tingkat pemerintah pusat, termasuk menyangkut kepastian status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu serta masa depan guru Non-ASN.


Pesan itu disampaikan Afni dalam Malam Ramah Tamah Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (PORSENIJAR) PGRI Tingkat Provinsi Riau di Balairung Datuk Empat Suku, Kompleks Rumah Rakyat, Siak, Selasa (22/9/2026) malam.


Menurut Afni, kegiatan PORSENIJAR PGRI bukan sekadar menjadi ajang silaturahmi dan mempererat solidaritas antar guru. Forum tersebut diharpkan menjadi ruang menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi tenaga pendidik, khususnya mereka yang bertugas jauh di pelosok kampung.


Afni berharap aspirasi guru dari daerah terpencil tidak berhenti di tingkat pemerintah daerah. Menurut dia, organisasi profesi seperti PGRI memiliki peran penting untuk meneruskan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat.


“Kami menyampaikan hak-hak para guru, untuk kesejahteraan mereka, melalui PGRI untuk bersama-sama memperjuangkan di pusat,” ujar Afni.


Salah satu persoalan yang disoroti adalah kepastian status PPPK Paruh Waktu. Afni menyampaikan harapan agar guru yang saat ini berstatus PPPK Paruh Waktu mendapatkan kepastian untuk dapat menjadi PPPK penuh waktu.


Di sisi lain, kata dia, masih terdapat guru Non-ASN yang membutuhkan kejelasan mengenai masa depan pengabdian dan status kepegawaiannya.


Afni menilai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan pemerintah daerah sendiri. Diperlukan perjuangan bersama antara pemerintah daerah dan organisasi profesi guru untuk mendorong kebijakan yang memberikan kepastian bagi para tenaga pendidik.


Ia juga menekankan bahwa kesejahteraan guru tidak semata-mata berkaitan dengan besaran pendapatan, tetapi juga penghargaan terhadap pengabdian mereka dalam mendidik generasi muda.


“Negeri kami termasuk negeri kaya, seharusnya guru-guru kami sejahtera. Masih banyak yang harus kita perjuangkan bersama,” kata Afni.


Afni menyebut Siak memiliki sumber daya dan potensi ekonomi yang besar. Karena itu, ia berharap kekuatan ekonomi daerah dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap kesejahteraan para guru.


Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Unifah Rosyidi mengatakan PGRI merupakan mitra strategis pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.


Karena itu, berbagai persoalan yang disampaikan Bupati Siak, termasuk kepastian status dan kesejahteraan guru, menjadi bagian dari agenda perjuangan organisasi tersebut.


“PGRI merupakan mitra strategis pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dengan berbagai persoalan yang Ibu Bupati sampaikan, menjadi kewajiban kami untuk berjuang,” ujar Unifah.


Menurut Unifah, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah pengelolaan status PPPK. PGRI berharap pemerintah pusat dapat mengambil peran lebih besar dalam penanganan status PPPK tanpa mengurangi kemampuan fiskal pemerintah daerah melalui dana transfer ke daerah.


“Kami berharap status PPPK diambil alih pemerintah pusat, tetapi tidak mengurangi dana transfer ke daerah,” kata Unifah.


(Dep/Eko/MC Siak)

Kuliah Umum di STAI Siak, Bupati Afni Dorong Sinergi Kampus-Pemerintah Cetak SDM Islami





Centerindonesia SIAK SRI INDRAPURA – Bupati Siak, Dr. Afni Z., S.A.P., M.Si., memberikan paparan inspiratif dalam acara Kuliah Umum yang digelar di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sulthan Syarif Hasyim Siak Sri Indrapura, Riau.


Mengusung tema "Sinergis Perguruan Tinggi dan Pemerintah dalam Membangun SDM Unggul Berkarakter Islami di Kabupaten Siak", acara ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi pembangunan daerah berbasis sektor pendidikan.


Di hadapan ratusan mahasiswa, Bupati perempuan pertama dalam sejarah Kabupaten Siak ini memaparkan kilas balik historis lahirnya undang-undang otonomi daerah di era reformasi.


Perjalanan regulasi tersebut dimulai dari pengesahan UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, yang kemudian mengalami beberapa kali transformasi hingga berlakunya UU Nomor 23 Tahun 2014, yang kini telah disesuaikan melalui beberapa peraturan pemerintah pengganti undang-undang serta UU Cipta Kerja.


Bupati Afni Z yang memiliki latar belakang keilmuan yang memadukan antara administrasi negara dan jurnalistik, menekankan pentingnya disiplin total yang harus diterapkan sejak dini. Ia juga mengingatkan agar para mahasiswa meneladani nilai sejarah kebesaran lokal.


"Jadikan rekam jejak perjuangan Sultan Syarif Hasyim, Sultan ke-11 Kerajaan Siak, serta ayahnya, Sultan Syarif Kasim II, sebagai pemantik semangat untuk terus berkontribusi bagi negeri ini," tegasnya.


Terkait proses akademik, Bupati memberikan kisi-kisi mengenai pentingnya melakukan riset ilmiah dengan pendekatan ekologi guna mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan sesamanya serta lingkungan sosial masyarakat sekitar.


Ia menyatakan bahwa SDM yang unggul dan generasi islami berkarakter tidak bisa diciptakan secara instan, melainkan harus dilandasi oleh ketentuan syariat Islam serta pendidikan agama Islam yang kuat.


"Kuliah lah yang baik dan disiplin. Tambah pengalaman di luar akademisi dengan menggali potensi di tengah-tengah masyarakat. Awali semester 1, mahasiswa sudah harus memiliki perencanaan masa depan. Simpulkan rencana tersebut di semester 5 untuk didalami lebih lanjut," pesannya.


Lebih lanjut, ia memberikan saran inovatif terkait tugas akhir mahasiswa. Bupati menyarankan agar calon judul skripsi sudah mulai dirumuskan sejak semester 3 dan disesuaikan dengan passion (fesyen) masing-masing mahasiswa. Menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, ia berharap agar birokrasi kampus tidak kaku membatasi tema penelitian skripsi.


"Jangan membatasi skripsi mahasiswa harus kaku sesuai jurusannya saja. Potensi mahasiswa itu akan tumbuh secara alami selama mereka menjalani masa akademisi di kampusnya ini," tambah Bupati Siak.


Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kampus, di antaranya Ketua Yayasan Hubbul Wathan Siak – STAI Sulthan Syarif Hasyim, Jum Harroni, S.Sos., M.E., serta Rektor STAI Sulthan Syarif Hasyim, Dr. M. Hatta, M.Pd. Pihak kampus melaporkan bahwa saat ini total mahasiswa aktif di STAI Sulthan Syarif Hasyim mencapai 707 mahasiswa/mahasiswi, di mana 168 mahasiswa di antaranya merupakan mahasiswa baru angkatan tahun 2026.


Sinergitas yang kuat antara STAI Sulthan Syarif Hasyim dan Pemerintah Kabupaten Siak diharapkan mampu melahirkan generasi penerus daerah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral dan berkarakter Islami demi kemajuan Kabupaten Siak ke depan.


Doli_wtr/Humas-Siak

www.Siakkab.go.id

MTQ Sabak Auh XX Dibuka, Pemkab Siak Pastikan Pembinaan Kafilah Terus Berjalan

 




Centerindonesia SABAK AUH — Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kecamatan Sabak Auh ke-XX kembali digelar. Namun bagi Pemerintah Kabupaten Siak, MTQ bukan sekadar panggung untuk mencari juara, MTQ menjadi bagian dari proses panjang membangun generasi Qurani sekaligus menyiapkan kafilah terbaik untuk membawa nama Siak pada tingkat yang lebih tinggi.


MTQ Kecamatan Sabak Auh ke-XX resmi dibuka Bupati Siak Afni Zulkifli di halaman Kantor Camat Sabak Auh, Kampung Bandar Sungai, Rabu (23/9/2026). 

Kegiatan berlangsung 23–26 September 2026 dengan mengusung tema “Melalui MTQ Kecamatan Sabak Auh, Kita Bangun Generasi Qurani yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah Menuju Masyarakat yang Agamis.”


Pembukaan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Siak Laiskar Jaya, anggota DPRD Kabupaten Siak Salman Alfarizi dan M. Janhan Ali, alim ulama, tokoh masyarakat serta masyarakat Kecamatan Sabak Auh.


Sebanyak 203 kafilah dari seluruh kampung di Kecamatan Sabak Auh mengikuti perhelatan tersebut. Mereka tidak hanya berkompetisi untuk menjadi yang terbaik, tetapi juga mengikuti proses seleksi untuk menjaring qari dan qariah terbaik yang akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Sabak Auh pada MTQ tingkat Kabupaten Siak pada November mendatang.


Bagi Pemkab Siak, proses tersebut merupakan bagian penting dari pembinaan kafilah. Juara yang lahir dari MTQ tingkat kecamatan diharapkan tidak berhenti pada penerimaan penghargaan, tetapi terus mendapatkan pembinaan sehingga mampu berkembang dan berkompetisi pada tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.


Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan, pelaksanaan MTQ akan terus dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Kabupaten Siak.


“Insyaallah event MTQ tidak akan hilang dari Negeri Istana,” kata Afni dalam sambutannya.


Ia menyampaikan, perjalanan kafilah Kabupaten Siak pada MTQ tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi serta keberhasilan kafilah Siak pada tingkat nasional menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan memiliki peran penting dalam melahirkan prestasi.


Karena itu, menurut Afni, proses seleksi dan pembinaan kafilah harus terus diperbaiki. Bukan hanya mencari peserta terbaik, tetapi memastikan mereka memperoleh ruang dan fasilitas yang cukup untuk meningkatkan kemampuan.


“Kami Pemerintah Kabupaten Siak bersama DPRD Kabupaten Siak komit untuk tetap melaksanakan Musabaqah Tilawatil Quran dan memberikan perhatian serta pembinaan kepada LPTQ Kabupaten Siak, dengan memberikan fasilitas yang memadai untuk membentuk kafilah-kafilah yang hebat.”


Komitmen tersebut, kata Afni, juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan prestasi Siak di berbagai tingkatan.


Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Bupati Afni memastikan pembinaan Al-Qur’an tetap mendapat perhatian.

Ia menyebut, anggaran pembinaan tetap dipertahankan, bahkan ditambah. Pelaksanaan kegiatan memang perlu dilakukan secara sederhana, namun penghargaan terhadap peserta yang mengikuti seleksi dan mereka yang berhasil meraih prestasi harus tetap menjadi perhatian.


“Efisiensi saat ini tidak akan menyentuh Al-Qur’an. Salah satunya anggaran pembinaan yang tetap, bahkan ditambah. Buat sesederhana mungkin, tetapi utamakan penghargaan untuk mereka yang mengikuti seleksi dan berprestasi.”

Pemerintah Kabupaten Siak tidak hanya melihat hasil akhir berupa piala. Ada proses panjang yang harus dihargai, keberanian peserta mengikuti seleksi, ketekunan mereka berlatih, serta kerja para guru, ustaz dan ustazah yang membimbing mereka.


Sebab, seorang qari atau qariah tidak lahir secara instan. Di balik satu penampilan di atas panggung, terdapat proses belajar yang panjang


Karena itu, pembinaan kafilah menjadi investasi yang hasilnya tidak hanya berupa prestasi, tetapi juga lahirnya generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.


Eko/MC SIAK

Wabup Syamsurizal : Sertifikat Syair Perang Siak Bentuk Validasi Negara Terhadap Kekayaan Peradaban Melayu

 





Centetindonesia Pekanbaru--Menyambut Hari Jadi Kabupaten Siak ke - 27, pada 12 Oktober 2026 mendatang, Kabupaten Siak mendapatkan kado istimewa. Hadiah istimewa tersebut ditetapkannya Syair Perang Siak, sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2026 oleh Perpustakaan Republik Indonesia pada tanggal 14 september 2026.


Untuk menyambut hadiah istimewa tersebut, yang dibawa langsung oleh Wakil Bupati Siak Syamsurizal dari Jakarta, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, mengelar kenduri syukuran Ikon Sertifikat Syair Perang Siak di Balairung Tenas Effendi Balai Adat LAMR Provinsi Riau, di Kota Pekanbaru, Jum’at (25/9/2026).


Sertifikat IKON Syair Perang Siak, sebelumnya telah diterima oleh Wakil Bupati Siak Syamsurizal, dari Kepala Perpustakaan Republik Indonesia, di Jakarta pada Kamis 24 september 2026. Setelah disambut di Balai Adat LAMR, Piagam IKON Syair Perang Siak tersebut langsung dibawa oleh Wakil Bupati Siak ke Kabupaten Siak, dan akan disambut di Gedung LAMR Kabupaten Siak. 


Ketum DPH LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil dalam sambutannya, mengucapkan syukur karena akhirnya ada naskah kuno di Provinsi Riau yang diakui Nasional. 


"Alhamdulillah, Syair Perang Siak, merupakan naskah kuno pertama di Provinsi Riau yang telah diakui oleh Perpustakaan Republik Indonesia. Setelah sekian lama naskah kuno di Provinsi Riau belum ada yang diakui Nasional," ucap Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil.


Wakil Bupati Siak Syamsurizal mengatakan bahwa Keberhasilan penetapan naskah "Syair Perang Siak" sebagai Ingatan Kolektif Nasional oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia adalah sebuah anugerah luar biasa bagi Kabupaten Siak.


"Manuskrip Syair Perang Siak yang ditulis oleh bangsawan melayu dari kerajaan Siak pada masa dahulu, bukan sekadar lembaran kertas tua, melainkan saksi bisu heroisme perjuangan rakyat Siak melawan kolonialisme, sebuah catatan literasi yang menggambarkan keteguhan sikap dan kedalaman intelektual nenek moyang kita. Pengakuan ini adalah bentuk validasi negara terhadap kekayaan peradaban Melayu yang di warisi," jelas Syamsurizal. 


Syamsurizal juga menceritakan dirinya sendiri lahir dan besar di Sungai Apit muara Siak, tempat dimana peperangan melawan Belanda itu berlangsung 260 tahun yang lalu, tepatnya terjadi di bulan april tahun 1761. Yang kini menyisakan bukti fisik peninggalan-peninggalan arkeologi bawah air, yang telah pula diteliti oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Riau tahun 2024, agar nantinya dapat dikembangkan dan dilestarikan kedepannya. 


"Oleh karena itu, selaku Pemerintah Kabupaten Siak kami mengucapkan terimakasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh pihak-pihak yang telah berjasa dan mendukung pengusulan Syair Perang Siak yang berhasil meraih Sertifikat IKON dari Kementerian Perpustakaan RI, seperti jajaran LAMR Provinsi Riau, Para Tenaga Ahli dan Pakar Independen, Kepada Institusi dan Lembaga Terkait dan unsur Akademisi dan Praktisi serta pihak lainya," ujar Wabup Siak tersebut. 


Diakhir sambutannya, Wabup Syamsurizal berharap bahwa capaian ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan sebuah pemantik semangat baru. Dan berharap penetapan "Syair Perang Siak" sebagai Ingatan Kolektif Nasional dapat mendorong semangat pelestarian budaya dan literasi di tengah masyarakat.


Ia berpesan, kepada generasi muda, jadikanlah pencapaian ini sebagai cermin identitas untuk mewujudkan "Siak Negeri Bersyair" dan Siak sebagai “Pusat Kebudayaan Melayu Nusantara”. 


“Mari kita perkuat literasi kita, mari kita cintai sejarah kita, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan melestarikan ingatan kolektifnya. Semoga langkah ini menjadi wasilah untuk memperkokoh jati diri Melayu yang beradab dan berkemajuan di Bumi Lancang Kuning yang kita cintai," tutup Syamsurizal.


(Agi/MC Siak)

RAPBD-P 2026 Siak: Bupati Afni pangkas belanja Rp 134 Miliar, Tetap fokus jaga target RPJMD

 




Centerindonesia – Bupati Siak Afni Z menyampaikan pengantar nota keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD-P) tahun anggaran 2026 dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Siak di Siak Sri Indrapura, Jumat (25/9/2026).


Dalam pidatonya, Afni mengungkapkan postur RAPBD-P 2026 mengalami penyesuaian cukup signifikan akibat perkembangan asumsi Kebijakan Umum APBD (KUA) yang tidak sesuai, terutama pada pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah.


Secara umum, Pendapatan Daerah Kabupaten Siak pada RAPBD-P 2026 diproyeksikan turun Rp 160,17 miliar atau 6,76 persen, dari semula Rp 2,370 triliun menjadi Rp 2,210 triliun.


Afni menjelaskan, penyesuaian ini telah disepakati bersama DPRD melalui Nota Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS-P 2026, dan tetap mengacu pada pencapaian Visi-Misi RPJMD Kabupaten Siak 2021-2026.


"Perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA terutama berkenaan dengan perubahan asumsi keuangan daerah. Meskipun terjadi perubahan anggaran, Pemerintah Kabupaten Siak tetap fokus dalam upaya mencapai target-target kinerja yang telah disepakati dalam RPJMD," ujar Afni.


Afni mengatakan, dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) turun 9,75 persen menjadi Rp 623,06 miliar. Penurunan terdalam terjadi pada Pajak Daerah yang anjlok 28,38 persen atau Rp 87,82 miliar menjadi Rp 221,6 miliar.


“Beberapa sektor PAD justru tumbuh, retribusi daerah naik 9,60 persen menjadi Rp 138,01 miliar, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan naik 2,33 persen menjadi Rp 253,18 miliar akibat peningkatan laba BUMD, dan Lain-lain PAD yang Sah naik 35,08 persen menjadi Rp 10,25 miliar,” urai dia.


Afni menjelaskan, pendapatan transfer juga terkoreksi 5,53 persen menjadi Rp 1,587 triliun. Transfer dari Pemerintah Pusat turun 8,76 persen menjadi Rp 1,370 triliun, sementara Transfer Antar Daerah justru naik signifikan 21,74 persen menjadi Rp 216,57 miliar.


Dari sisi Belanja Daerah juga mengalami efisiensi sebesar 5,68 persen atau Rp 134,69 miliar, dari Rp 2,371 triliun menjadi Rp 2,236 triliun. Dengan postur tersebut, RAPBD-P 2026 mencatatkan defisit anggaran sebesar Rp 26,6 miliar.


“Belanja Operasi turun 1,54 persen menjadi Rp 1,918 triliun. Belanja Pegawai dipangkas 9,86 persen menjadi Rp 969,75 miliar, Belanja Hibah turun 22,63 persen menjadi Rp 35,32 miliar, dan Belanja Bantuan Sosial turun 43,29 persen menjadi Rp 979,39 juta. Sebaliknya, Belanja Barang dan Jasa naik 10,55 persen menjadi Rp 911,94 miliar,” kata dia. 


Sementara itu, Sambung Afni, belanja modal turun paling dalam 27,23 persen menjadi Rp 137,23 miliar.Belanja Transfer turun 22,80 persen menjadi Rp 180,41 miliar. 


“Untuk menutup defisit, Penerimaan Pembiayaan Daerah yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun 2025 hasil audit BPK RI Perwakilan Riau melonjak 185,17 persen menjadi Rp 41,10 miliar, dari sebelumnya hanya Rp 14,41 miliar,” sambung Afni.


Di awal pidato, Bupati Afni menyampaikan apresiasi atas capaian Pemkab Siak yang kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-15 kalinya berturut-turut.


"Ini merupakan buah hasil dari kerja sama yang baik antara Eksekutif dan Legislatif. Tanpa dukungan dan kerja sama yang baik tentunya penghargaan ini tak mungkin kita peroleh," terang Afni.


Afni meminta seluruh Kepala Perangkat Daerah proaktif dalam pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD agar Ranperda Perubahan APBD 2026 dapat segera ditetapkan menjadi Perda sebagai dasar pengelolaan keuangan daerah.


Sidang paripurna tersebut dihadiri Ketua, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Siak, Forkopimda, Sekda, para kepala OPD, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, pimpinan bank, tokoh masyarakat, dan insan pers. 


(Angga/MC Siak)

Bupati Siak: Syair Perang Siak Warisan Sejarah, Dorong Pemanfaatan Naskah Melalui Digitalisasi.





Centerindonesia – Sertifikat Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Tahun 2026 untuk naskah kuno "Syair Perang Siak" akhirnya tiba di Kabupaten Siak melalui prosesi penyambutan dan syukuran yang digelar di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak.


Bupati Siak Afni Z saat menyambut di LAMR Siak bersyukur dan bangga naskah syair perang Siak tata bahasanya yang mengandung makna dalam itu, diakui negara melalui penetapan IKON oleh Perpustakaan Nasional.


"Alhamdulillah, siang hari ini kita menyaksikan sebuah momentum yang sangat bersejarah. Sertifikat Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Tahun 2026 untuk naskah kuno Syair Perang Siak secara resmi kita sambut dan kita jejakkan di Balai Sultan Yahya, Gedung Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Siak yang kita cintai ini," kata Bupati Afni, di Gedung LAMR Kabupaten Siak, Jumat (25/9/2026). 


Ia mengatakan keberhasilan itu merupakan hasil kerja keras dan kebersamaan banyak pihak. Berkat semangat pemerintah daerah, LAMR, akademisi, tenaga ahli, dan masyarakat hingga tokoh adat, "Syair Perang Siak"  memperoleh pengakuan sebagai Ingatan Kolektif Nasional.


"Penetapan IKON ini bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal untuk program pemanfaatan naskah secara luas, baik melalui pendidikan, digitalisasi, maupun atraksi seni budaya," ujarnya.


Afni berharap upaya pelestarian Syair Perang Siak terus berlanjut hingga mendapat pengakuan yang lebih luas. Ia menilai potensi memori kolektif di bumi Siak ini tidak hanya sebatas IKON dari Perpusnas RI saja. 


"Target kita harus lebih tinggi. Kita akan usahakan agar Syair Perang Siak melangkah menuju pengakuan dunia sebagai Memory of the World (MoW) dari UNESCO. Potensi Memori Kolektif Bangsa (MKB) dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)  di Negeri kita ini seluas saujana memandang," kata Afni.


Bunda Literasi Kabupaten Siak itu, juga meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak lebih giat mengusulkan warisan dokumenter lainnya. Menurutnya, Siak masih memiliki banyak arsip dan dokumen bersejarah yang layak mendapat pengakuan di tingkat nasional.


Setelah kegiatan syukuran, sertifikat IKON kemudian diarak menuju Museum Istana Asserayah Al-Hasyimiah untuk disimpan sebagai bagian dari warisan sejarah Kabupaten Siak dan diwariskan kepada generasi mendatang.


"Di sanalah  ia akan tersimpan rapi, dibaca oleh generasi masa kini, dan diwariskan kepada anak cucu kita kelak. Mari kita terus melangkah dengan bergandengan tangan, mewujudkan Siak yang harmonis dan melayu yang lestari," pungkasnya.


(Rahma/MC Siak)

Kontingen PGRI Siak Juara Umum PORSENIJAR Riau 2026, Borong 7 Medali Emas

 




Centerindonesia — Kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Siak keluar sebagai juara umum Pekan Olahraga, Seni dan Pembelajaran (PORSENIJAR) PGRI Provinsi Riau 2026. Prestasi tersebut diraih setelah Siak mengoleksi 7 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu.


PORSENIJAR PGRI Provinsi Riau 2026 resmi ditutup Bupati Siak Afni Zulkifli di Balairung Datuk Empat Suku, Kompleks Rumah Rakyat, Kelurahan Kampung Rempak, Jumat (25/9/2026).


Penutupan turut dihadiri Ketua PGRI Provinsi Riau Prof. Dr. Adolf Bastian, Ketua PGRI Kabupaten Siak Mahadar, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak Romi Lesmana, serta para atlet dan official PGRI dari kabupaten/kota se-Provinsi Riau.


Keberhasilan Siak menjadi juara umum menjadi penutup manis dari rangkaian kompetisi yang mempertemukan para guru dari seluruh penjuru Riau. Bukan sekadar mengejar medali, PORSENIJAR juga menjadi ruang bagi para pendidik untuk membangun kekompakan, sportivitas dan persaudaraan melalui berbagai cabang olahraga, seni dan pembelajaran.


Dalam klasemen akhir, Siak berada di posisi teratas dengan raihan 7 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Posisi kedua ditempati Kota Pekanbaru dengan 4 emas, 5 perak dan 2 perunggu, sementara Kabupaten Kuantan Singingi berada di posisi ketiga dengan 3 emas dan 1 perunggu.


Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, PORSENIJAR memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi. Pertemuan para guru dari berbagai daerah di Riau menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan rasa persaudaraan.


Menurutnya, meskipun datang dari kabupaten dan kota yang berbeda serta bertanding sebagai kontingen masing-masing, seluruh peserta pada dasarnya memiliki peran yang sama sebagai pendidik.


“Saya yakin dengan event ini tali persaudaraan dan silaturahmi kita semakin erat. Tidak ada perbedaan yang membatasi, kita semua adalah guru, minimal di lingkungan keluarga kecil kita,” ujar Afni.


Ia menilai kehangatan dan kebersamaan yang terbangun selama pelaksanaan PORSENIJAR menjadi nilai penting yang perlu terus dipelihara. Semangat berkompetisi tidak menghilangkan rasa persaudaraan antarguru.


Sementara itu, keberhasilan Kontingen PGRI Kabupaten Siak menjadi juara umum menjadi gambaran bahwa para guru tidak hanya memiliki peran penting dalam dunia pendidikan, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi melalui olahraga, seni dan berbagai bidang pembelajaran.


Pada kesempatan tersebut, Ketua PGRI Provinsi Riau Prof. Dr. Adolf Bastian menyerahkan langsung piala juara umum PORSENIJAR PGRI Provinsi Riau 2026 kepada Ketua PGRI Kabupaten Siak Mahadar.


PORSENIJAR PGRI Provinsi Riau berikutnya akan digelar di Kota Dumai pada 2027. Keputusan tersebut ditetapkan melalui rapat pleno penentuan tuan rumah PORSENIJAR tahun 2027.


Dengan berakhirnya PORSENIJAR 2026, kemenangan Siak bukan hanya tercatat dalam perolehan medali, tetapi juga menjadi bagian dari cerita kebersamaan para guru se-Riau—berkompetisi untuk berprestasi, sekaligus bertemu untuk memperkuat persaudaraan.


Eko/doli/MC Siak

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done