M C I: daerah
Tampilkan postingan dengan label daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daerah. Tampilkan semua postingan

Minggu, April 19, 2026

Polsek Jajaran Polres Kuansing Intensifkan Patroli dan Pengecekan Pos Kamling, Wujudkan Kamtibmas Kondusif





Center indonesia KUANTANSINGINGI,– Jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Kuantan Singingi terus mengintensifkan kegiatan patroli, sambang, serta pengecekan Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Sabtu malam (18/4/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak oleh Polsek Logas Tanah Darat, Kuantan Hilir, Cerenti, Kuantan Mudik, Pangean, Kuantan Tengah, hingga Singingi Hilir dengan menyasar sejumlah desa yang dinilai memiliki potensi kerawanan pada malam hari.

Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan patroli dan pengecekan Pos Kamling merupakan langkah preventif kepolisian dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

“Patroli dan pengecekan Pos Kamling ini merupakan upaya preventif untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan melalui sistem keamanan swakarsa,” ujar Kapolres.

Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian tidak hanya melakukan kontrol terhadap Pos Kamling, tetapi juga memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi tindak kriminal, khususnya pada jam-jam rawan.

Selain itu, kehadiran personel Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat meningkatkan rasa aman dan mempererat hubungan antara polisi dan warga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri serta terbangunnya sinergi yang kuat dalam menjaga keamanan lingkungan,” tambah AKBP Hidayat.

Dari hasil kegiatan yang dilaksanakan, secara umum situasi di seluruh wilayah terpantau dalam keadaan aman dan kondusif. Namun, masih ditemukan beberapa Pos Kamling yang belum aktif, sehingga menjadi perhatian untuk terus dilakukan pembinaan dan pengaktifan kembali.

Polres Kuantan Singingi menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga stabilitas kamtibmas, sejalan dengan semangat “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah”." Pungkas Kapolres.

Melindungi Tuah, Menjaga Marwah

(Desi)

Pelepasan Pejabat Lama Dan Perkenalan Pejabat Baru Lapas Narkotika Rumbai






Center indonesia Pekanbaru - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai menggelar acara Pelepasan Pejabat Lama dan Perkenalan Pejabat Baru, yakni Kepala Subbagian Tata Usaha, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Kepala Seksi 
Bimbingan Narapidana Anak Didik Dan Kegiatan Kerja. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, yang berlangsung di Aula Lapas Narkotika Rumbai. (Jum'at, 17/04/2026)

Dalam pisah sambut tersebut jabatan Kepala Subbagian Tata Usaha yang sebelumnya dijabat oleh Ade Kurniawan digantikan oleh Budi Hamidi. Lalu Kepala KPLP sebelumnya dijabat oleh Ridho Kurniawan digantikan oleh Theo Tri Utama Panggabean. Serta Kepala Seksi Binadik dan Giatja yang sebelumnya dijabat oleh Ralphy Prasetyo digantikan oleh Sunu Istiqomah Danu.

Dalam kesempatan tersebut, Kalapas Narkotika Rumbai yang menyampaikan terimakasih atas pengabdiannya kepada pejabat yang lama dan kepada pejabat yang baru selamat bergabung.

"Saya pribadi mengucapkan selamat dan sukses kepada pejabat yang lama, raih terus prestasi dan raih cita-cita serta berikan yang terbaik kepada negeri, serta selamat bergabung kepada pejabat yang baru semoga dapat memberikan kontribusi positif dan meningkatkan sinergi di segala lini untuk kemajuan Lapas Narkotika Rumbai ini," ujarnya. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dan foto bersama.

(Desi)

Sabtu, April 18, 2026

Di Tengah Arus Modernisasi, Bupati Siak Ingatkan Ancaman Lenyapnya Identitas Melayu




Center indonesia Pekanbaru — Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengingatkan pentingnya menjaga marwah, sejarah, dan tradisi masyarakat Melayu di tengah derasnya arus modernisasi, yang dinilainya mulai menggerus identitas budaya dan nilai-nilai adat.

Pernyataan itu disampaikan Afni saat menghadiri Pergelaran Drama Musikal dan Peluncuran Lagu Marhum Pekan bersama keluarga besar zuriat Marhum Pekan serta keluarga raja-raja Siak di Balairung Marhum Pekan, Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru, Sabtu (18/4/2026).

Dalam sambutannya, Afni menegaskan bahwa sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura merupakan fondasi penting yang tidak bisa dipisahkan dari identitas masyarakat Melayu saat ini. Ia mengingatkan bahwa pengabdian leluhur kepada sultan adalah nilai yang harus terus dijaga lintas generasi.

“Sejarah itu tidak boleh dilupakan. Ini bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi menjadi pijakan moral kita hari ini. Marwah negeri harus tetap kita jaga,” ujarnya.

Ia juga menyinggung posisi historis Kesultanan Siak yang telah menyatakan diri sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, menurutnya, komitmen tersebut harus diiringi dengan keadilan terhadap masyarakat adat sebagai bagian dari warisan sejarah itu sendiri.

Di sisi lain, Afni menyoroti ancaman nyata terhadap keberlangsungan adat Melayu, yang tidak hanya terkait wilayah, tetapi juga praktik budaya yang mulai ditinggalkan.

“Kalau tradisi hilang, maka salah satu syarat pengakuan itu juga hilang. Dulu setiap aspek kehidupan orang Melayu penuh dengan adat dari membangun rumah, menikah, hingga masuk kampung. Hari ini itu mulai pudar,” katanya.

Menurut Afni, pelestarian adat tidak bisa hanya bersifat simbolik, melainkan harus dihidupkan kembali dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Siak terus mendorong pelestarian budaya melalui berbagai langkah, termasuk pemberian beasiswa bagi generasi muda dari komunitas adat serta revitalisasi kawasan Istana Siak sebagai pusat sejarah dan kebudayaan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, lembaga adat, tokoh masyarakat, hingga generasi muda untuk bersatu menjaga warisan budaya Melayu tanpa memelintir sejarah.

“Cerita yang kita wariskan harus lurus dan benar. Jangan sampai sejarah dibelokkan, karena generasi berikutnya akan kehilangan arah,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Afni mengajak seluruh hadirin untuk terus merawat semangat kebersamaan dan mendoakan para sultan sebagai bagian dari penghormatan terhadap sejarah.

“Kita ingin menjadi manusia yang bermanfaat, seperti para sultan baik saat hidup maupun setelah tiada. Itu warisan nilai yang harus kita jaga bersama,” tutupnya.

(Desi)

GRANAT Apresiasi Kinerja Polda Riau, Ketua Umum: Prestasi Spektakuler Selamatkan Generasi Bangsa






Center indonesia Pekanbaru – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) memberikan apresiasi tinggi kepada Polda Riau atas keberhasilan dalam mengungkap peredaran gelap narkotika sepanjang Januari hingga April 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP GRANAT, Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H., dalam surat resmi tertanggal 17 April 2026. Ia menilai kinerja Polda Riau bersama seluruh jajaran menunjukkan capaian luar biasa dalam upaya pemberantasan narkotika di wilayah hukumnya.

“Keberhasilan ini merupakan prestasi yang sangat spektakuler dan membanggakan. Ini menunjukkan kesungguhan, profesionalitas, serta komitmen kuat jajaran Polda Riau dalam memerangi peredaran narkotika,” tegasnya.

Sepanjang periode Januari hingga April 2026, Polda Riau berhasil mengungkap 1.026 kasus dengan 742 tersangka. Dari pengungkapan tersebut, aparat turut menyita barang bukti dalam jumlah besar, antara lain sabu seberat 77,22 kilogram, heroin 23,27 kilogram, ekstasi sebanyak 46.795 butir, ganja 28,69 kilogram, serta psikotropika jenis Happy Five sebanyak 10.111 butir. Selain itu, diamankan pula narkotika jenis atomidate sebanyak 592 botol dan happy water sebanyak 440 pcs.

Menurut Henry, capaian tersebut juga menjadi indikator bahwa wilayah Riau, khususnya jalur pesisir, masih menjadi salah satu pintu masuk jaringan narkotika internasional, terutama di wilayah Rokan Hilir.

Ia menegaskan bahwa narkotika merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, diperlukan langkah tegas terhadap pelaku, termasuk oknum aparat yang terlibat, serta penguatan sinergi lintas sektor.

“Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi serta dukungan terhadap upaya rehabilitasi,” ujarnya.

GRANAT juga menilai pendekatan yang dilakukan Polda Riau tidak hanya bersifat represif, tetapi juga strategis dalam memutus mata rantai peredaran narkotika dari hulu hingga hilir.

Atas dedikasi dan kerja keras tersebut, Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H. menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran Polda Riau yang dinilai telah berkontribusi nyata dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba.

*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*

Silakan laporkan jika ada aduan mengenai aktivitas terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tempat tinggal Anda melalui WA ke no 08136306547.

Apabila masyarakat memerlukan pelayanan bantuan polisi lebih cepat silahkan laporkan ke Call Center 110.

(Desi)

Tingkatkan Keamanan Swakarsa, Polsek Siak Resmikan Pos Satkamling Performa Prima di Kampung Sawit Permai





Center indonesia SIAK, RIAU – Dalam upaya memperkuat sistem pengamanan lingkungan secara mandiri, Kepolisian Resor (Polres) Siak melalui Polsek Siak secara resmi membentuk Pos Satkamling dengan kriteria "Performa Prima" di Kampung Sawit Permai, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Peresmian ini dilaksanakan pada Rabu (15/04/2026) di lingkungan RT.07 RW.04.

Kegiatan revitalisasi ini didasarkan pada Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa, serta instruksi Kapolri terkait optimalisasi pengamanan lingkungan pemukiman.

Hadir memimpin kegiatan, Kanit Binmas Polsek Siak, AKP Arifullah, SE, didampingi oleh Bhabinkamtibmas Kampung Sawit Permai, AIPTU Aliyudin, SH. Dari pihak warga, hadir Kepala Dusun Bapak Jefri beserta tokoh masyarakat setempat seperti Bapak Yasin, Roma, Rifai, dan Anto Bombom.

Berbeda dengan pos kamling biasa, status "Performa Prima" diberikan karena pos di Kampung Sawit Permai ini telah memenuhi lima aspek krusial, yaitu:
Aspek SDM: Kesiapan personel penjagaan.
Aspek Sarana Prasarana (Sarpras): Kelengkapan fisik yang memadai.
Aspek Operasional: Kedisplinan waktu dan prosedur jaga.
Aspek Dukungan Masyarakat: Partisipasi aktif warga sekitar.
Aspek Pembinaan (Binsatkamling): Koordinasi berkelanjutan dengan kepolisian.

Dalam tinjauan lapangan, tim kepolisian memeriksa ketersediaan perlengkapan standar yang telah terpenuhi dengan baik, mulai dari plang nama resmi, alat pemadam api ringan (APAR), kotak P3K, buku mutasi, hingga daftar nomor penting dan alarm berupa lonceng.

AKP Arifullah menjelaskan bahwa interaksi dengan warga sangat penting untuk memberikan pemahaman bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. 

"Kami memeriksa detail mulai dari administrasi seperti buku mutasi hingga kesiapan alat pemadam. Tujuannya agar warga benar-benar siap menghadapi situasi darurat apa pun," ujarnya.

Penghulu Kampung Sawit Permai menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada jajaran Polsek Siak, khususnya kepada AIPTU Aliyudin selaku Bhabinkamtibmas yang secara konsisten melakukan pendampingan hingga Pos Satkamling ini mencapai standar Performa Prima.

"Kami sangat terbantu dengan bimbingan dari pihak kepolisian. Dengan adanya pos yang lengkap dan terorganisir ini, warga merasa lebih tenang dan aman," ungkap salah satu warga di lokasi.

Seluruh rangkaian kegiatan yang dimulai sejak pagi hari tersebut berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif. Revitalisasi ini diharapkan menjadi percontohan bagi RT dan RW lainnya di wilayah Kabupaten Siak untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari gangguan kamtibmas.

(Desi)

Hari ke-3, Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Sungai Kuning Masuki Tahap Awal





Center indonesia KUANTANSINGINGI,– Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang menjadi sarana penyeberangan masyarakat di Desa Sungai Kuning, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi terus berjalan. Memasuki hari ke-3 pelaksanaan, kegiatan pembangunan telah memasuki tahap awal, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB tersebut melibatkan personel Polsek, anggota Brimob, serta dukungan masyarakat setempat dan tukang tempatan sebagai teknisi di lapangan.

Adapun masyarakat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini di antaranya Sidiq, Soleh, dan Tono, yang bersama aparat kepolisian bergotong royong dalam pelaksanaan pembangunan.

Berdasarkan laporan di lapangan, progres pembangunan saat ini masih berada pada tahap awal, yang meliputi kegiatan pembersihan lahan pada lokasi rencana pembangunan jembatan serta mobilisasi material dan peralatan pendukung.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini merupakan implementasi komitmen Polri dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam membantu meningkatkan aksesibilitas masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan sarana penyeberangan yang aman dan memadai,” ujar Kapolres.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung kelancaran pembangunan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat yang turut serta dalam kegiatan ini. Sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam merealisasikan pembangunan yang memberikan manfaat luas,” tambahnya.

Kapolres berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini dapat berjalan lancar dan selesai sesuai dengan target yang telah ditetapkan, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan dapat memperlancar konektivitas antarwilayah serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di Kecamatan Singingi dan sekitarnya.

Melindungi Tuah, Menjaga Marwah

(Desi)

Tim Elang Kuantan Gagalkan Upaya Kabur Pengedar Sabu, 8 Paket Narkotika Diamankan




Center indonesia KUANTANSINGINGI,– Tim Elang Kuantan Satuan Reserse Narkoba Polres Kuantan Singingi kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu. Seorang pria yang diduga sebagai pengedar diamankan di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singingi Hilir, Jumat malam (17/4/2026).

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Resnarkoba AKP Hasan Basri, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait maraknya transaksi narkotika di wilayah tersebut.

“Menindaklanjuti informasi itu, Tim Elang Kuantan melakukan penyelidikan hingga akhirnya melakukan penggerebekan di sebuah pondok yang diduga kerap dijadikan lokasi transaksi narkotika,” ujar AKP Hasan Basri.

Dalam penggerebekan yang dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB, Tim Elang Kuantan berhasil mengamankan tersangka berinisial A alias G (29). Saat hendak ditangkap, tersangka sempat mencoba melarikan diri, namun berhasil diamankan oleh Tim Elang Kuantan.

Dari hasil penggeledahan yang disaksikan perangkat desa setempat, Tim Elang Kuantan menemukan sejumlah barang bukti berupa 8 paket diduga sabu dengan berat kotor 4,92 gram, satu pipet kaca pyrex berisikan sabu, alat hisap bong, plastik klip kosong, korek api, gunting, satu unit handphone, serta uang tunai sebesar Rp450.000.

“Barang bukti ditemukan di lantai dua pondok, disimpan dalam botol permen serta terdapat alat hisap yang sudah terpasang,” jelasnya.

Berdasarkan hasil interogasi, tersangka mengaku memperoleh sabu tersebut dari seorang pria berinisial CI (dalam lidik) dengan harga Rp3.800.000 menggunakan sistem kerja tertentu.

Selain itu, hasil tes urine menunjukkan tersangka positif mengandung amphetamine.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun serta denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Selain itu, tersangka juga dapat dikenakan Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah disesuaikan, dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 (lima belas) tahun.

AKP Hasan Basri menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

“Kami berkomitmen untuk memberantas peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya. Peran serta masyarakat sangat kami harapkan dalam memberikan informasi,” tegasnya.

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Kuantan Singingi guna proses hukum lebih lanjut.

Melindungi Tuah, Menjaga Marwah

(Desi)

Sambut Sensus Ekonomi 2026, Bupati Afni Dorong Pembangunan berbasis Data




Center indonesia Siak – Pemerintah Kabupaten Siak terus mematangkan arah pembangunan sosial ekonomi kedepan dengan menitikberatkan pada penguatan sektor ekonomi dan perluasan lapangan kerja upaya menekan angka pengangguran.

Hal tersebut disampaikan Bupati Siak, Afni, dalam Rapat Koordinasi arah pembangunan sosial ekonomi daerah dan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Zamrud Room, Komplek Rumah Rakyat, Jumat (17/4/2026).

Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah indikator strategis Kabupaten Siak tahun 2025, mulai dari indikator ekonomi, perkembangan inflasi, indikator sosial masyarakat, hasil survei MBG, kegiatan program nasional tahun 2026, hingga kondisi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dan data kependudukan Kabupaten Siak.

Bupati menegaskan bahwa data dari BPS tidak boleh hanya dipandang sebagai angka, tetapi harus menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan dan tindakan nyata Pemerintah Daerah.

“Data bukan sekadar angka, tapi action. Gunakan data ini untuk kepentingan masyarakat. Sampaikan juga ke provinsi bahwa kita ini punya peran dalam perekonomian daerah," kata Bupati.

Selain itu, data ini juga dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan, evaluasi kinerja. Seperti angka kemiskinan, pengangguran, serta menetapkan sasaran program sosial dan ekonomi secara tepat.

"Data harus valid, karena  jika data ini sampai ke pusat dan Pak Presiden tidak mendapat informasi yang valid maka efeknya ke mana-mana dalam pengambilan kebijakan,” terang Bupati Afni.

Ia juga minta para Kepala Dinas agar lebih aktif memperjuangkan kebutuhan daerah ke pemerintah provinsi dengan berbasis data, termasuk untuk pembangunan infrastruktur seperti perbaikan jalan dan program prioritas lainnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa perekonomian Kabupaten Siak sangat bergantung pada sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian yang harus terus dijaga dan diperkuat agar pertumbuhan ekonomi tetap stabil.

"Kata kunci dari Kepala BPS ialah bilamana sektor tersebut terganggu maka akan terjadi potensi PHK,  jadi mari kita jaga," tegasnya. 

Selain fokus pada sektor ekonomi, Bupati juga menyoroti masih tingginya angka pengangguran yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kondisi ini mendorong perlunya langkah konkret untuk memperluas kesempatan kerja, khususnya bagi generasi muda.

Bupati kemudian menginstruksikan Dinas Pertanian dan Dinas Ketenagakerjaan untuk menyiapkan program pemberdayaan bagi pemuda yang belum bekerja agar dapat diarahkan menjadi pelaku usaha di sektor pertanian.

“Untuk Dinas Pertanian, coba siapkan lahan yang kita punya, 2 hektare saja untuk anak muda yang pengangguran. Kita coba arahkan mereka agar bisa berusaha, terutama di bidang pertanian, kita tekan pengangguran,” kata dia.

Ia juga menambahkan bahwa setiap kecamatan diminta berperan aktif dalam melahirkan wirausaha muda baru sebagai bagian dari strategi perluasan lapangan kerja.

Bupati Afni turut mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Siak untuk mendukung pelaksanaan sensus tahun 2026. Mari kita membuka pintu dan menyambut petugas sensus yang datang ke rumah masing-masing,” tutupnya.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak berharap arah pembangunan tahun 2026 dapat lebih terarah, berbasis data, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(Rahma/MC Kabupaten Siak)

Jumat, April 17, 2026

Sekda Siak jadi Pembina Apel, Disiplin dan Kinerja ASN Jadi Sorotan




Center  indonesia Siak — Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar, memimpin apel pagi dalam rangka Hari Kesadaran Nasional yang digelar di halaman Kantor Bupati Siak, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat disiplin dan meningkatkan kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak.

Dalam arahannya, Mahadar menegaskan bahwa apel pagi bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan sarana refleksi bagi seluruh ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat. 

Ia menekankan pentingnya orientasi hasil dalam setiap pekerjaan, serta profesionalisme dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan berkualitas.

“Setiap pimpinan OPD harus memastikan target kinerja yang telah ditetapkan dapat dicapai secara optimal dan terukur,” tegasnya.

Mahadar juga menyoroti masih adanya pelanggaran disiplin di lingkungan kerja, seperti keterlambatan, ketidakhadiran tanpa keterangan, serta ketidakpatuhan terhadap aturan.

Ia meminta seluruh pimpinan OPD untuk lebih tegas dalam melakukan pembinaan dan penegakan disiplin sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya penyelesaian tugas secara tepat waktu dan penuh tanggung jawab. Setiap OPD disebut memiliki peran strategis dalam mendukung visi dan misi kepala daerah serta pelaksanaan program pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Mahadar turut mengajak seluruh ASN untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan tidak bekerja secara sendiri-sendiri. Menurutnya, sinergi yang baik antar unit kerja akan menghasilkan kinerja organisasi yang lebih maksimal.

“Bangun kolaborasi yang kuat untuk mencapai hasil terbaik bagi masyarakat Kabupaten Siak,” ungkapnya.

Menutup arahannya, ia mengingatkan seluruh ASN untuk senantiasa menjaga integritas dan etos kerja, mengingat setiap kinerja aparatur akan dinilai langsung oleh masyarakat.

Pelaksanaan apel pagi yang diikuti oleh ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak, ditutup dengan doa bersama.


(Alonk/MC Siak)

Polres Kuansing Tertibkan Aktivitas PETI di Kuantan Tengah, Tiga Rakit Dimusnahkan

Center indonesia KUANTANSINGINGI,– Polres Kuantan Singingi melalui Sat Reskrim bersama Polsek Kuantan Tengah kembali melakukan penertiban terhadap aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukumnya, Kamis (16/4/2026) sore.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.15 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Tipiter Sat Reskrim Polres Kuansing, IPDA Geraldo Ivanco Pandelaki, S.Tr.K, bersama Panit Opsnal Intelkam Polsek Kuantan Tengah IPDA Jufri Oktavianus Lumban Gaol, S.H., serta didukung personel gabungan dari Sat Reskrim dan Polsek Kuantan Tengah.

Penertiban dilakukan di area perkebunan kelapa sawit yang berada di RT 003 / RW 001 Lingkungan II Jao, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Kuantan Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas informasi yang beredar di media online terkait dugaan masih berlangsungnya aktivitas PETI di lokasi tersebut.

Sesampainya di lokasi, petugas menemukan tiga unit rakit PETI jenis dompeng lengkap dengan mesin, namun dalam kondisi tidak beroperasi. Untuk mencegah penggunaan kembali, petugas langsung melakukan tindakan tegas dengan merusak serta membakar seluruh peralatan tersebut.

Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui keterangannya menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen memberantas segala bentuk aktivitas PETI yang merusak lingkungan dan melanggar hukum.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi aktivitas PETI di wilayah hukum Polres Kuantan Singingi. Penertiban ini merupakan langkah tegas dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menegakkan hukum,” tegas Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal, serta turut berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya kegiatan PETI.

Dalam kegiatan tersebut, tidak ditemukan pelaku di lokasi, sehingga tidak ada pihak yang diamankan maupun barang bukti yang dibawa. Meski demikian, seluruh peralatan yang ditemukan telah dimusnahkan agar tidak dapat digunakan kembali.

Polres Kuantan Singingi menegaskan akan terus meningkatkan patroli dan penindakan terhadap aktivitas PETI di seluruh wilayah, guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman serta menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Kuantan Singingi.

Melindungi Tuah, Menjaga Marwah

(Desi)

Tak Beri Ruang Penyalahgunaan BBM, Polres Siak Ringkus Dua Pelaku dalam Sepekan

SIAK, center indonesia – Sat Reskrim Polres Siak terus mempersempit ruang gerak mafia energi. Dalam kurun waktu satu minggu, korps berseragam cokelat ini sukses mengamankan dua pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Bio Solar di wilayah Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.

Penindakan dilakukan secara intensif di dua lokasi berbeda guna memastikan keadilan distribusi energi bagi masyarakat diantara nya
Kamis, 9 April 2026: Petugas bergerak di Jalan Lintas Perawang KM 9, Kecamatan Tualang.
Rabu, 15 April 2026: Penindakan berlanjut di Jalan Balak KM 11, Perawang Barat, Kecamatan Tualang.

Dari operasi tersebut, Polres Siak mengamankan dua orang tersangka berinisial SS dan IY.

Para pelaku diketahui menjalankan aksinya dengan metode yang cukup terorganisir. Mereka memanfaatkan sejumlah barcode MyPertamina untuk mengelabui sistem dan melakukan pembelian Bio Solar secara berulang di SPBU.

Untuk memaksimalkan hasil jarahan, para pelaku menggunakan mobil pick up yang telah dimodifikasi pada bagian tangki, Modifikasi ilegal ini memungkinkan kendaraan menampung BBM jauh di atas kapasitas standar, yang selain melanggar hukum juga sangat berisiko memicu kebakaran.

BBM hasil penimbunan tersebut kemudian dipindahkan ke dalam ratusan jerigen berkapasitas 35 liter untuk dijual kembali dengan harga tinggi demi meraup keuntungan pribadi.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti krusial, diantaranya 2 unit kendaraan pick up dengan tangki modifikasi, 
Mesin pompa dan selang minyak, Ratusan jerigen, Sekitar 160 liter Bio Solar, Beberapa lembar barcode MyPertamina, Uang tunai hasil penjualan.

Kapolres Siak AKBP Ade Irsyam Siregar, SH, SIK, MH melalui Kasat Reskrim, AKP Dr. Raja Kosmos P, SH, MH menegaskan bahwa kedua pelaku akan dijerat dengan Pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja.

“Penindakan ini adalah bentuk kehadiran negara dalam melindungi hak masyarakat. BBM subsidi diperuntukkan bagi mereka yang berhak, bukan untuk dipermainkan demi keuntungan pribadi, Kami akan terus melakukan pemantauan dan penindakan tegas di seluruh wilayah Siak,” tegas AKP Raja Kosmos.

Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Siak untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

APRESIASI KINERJA PEGAWAI, LAPAS BANGKINANG GELAR PENYEMATAN KENAIKAN PANGKAT 28 PEGAWAI*





Center indonesia BANGKINANG*– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang melaksanakan kegiatan penyematan tanda kenaikan pangkat kepada 28 orang pegawai sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan pengabdian. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lapas Bangkinang pada Kamis, 16 April 2026, dan diikuti oleh jajaran pejabat struktural, seluruh pegawai, serta peserta magang dari Kemnaker.

Dari total 28 pegawai yang menerima kenaikan pangkat, sebanyak 23 orang naik dari Pengatur Muda Tingkat I (II/b) menjadi Pengatur (II/c), 2 orang dari Pengatur Tingkat I (II/d) menjadi Penata Muda (III/a), 2 orang dari Penata Muda (III/a) menjadi Penata Muda Tingkat I (III/b), serta 1 orang dari Penata (III/c) menjadi Penata Tingkat I (III/d).

Penyematan tanda kenaikan pangkat ini merupakan penegasan administratif atas hak kepegawaian yang diperoleh melalui mekanisme yang berlaku, meliputi masa kerja, penilaian kinerja, serta pemenuhan persyaratan lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar peningkatan golongan, melainkan bentuk penghargaan negara atas dedikasi dan loyalitas pegawai dalam menjalankan tugas.

“Kenaikan pangkat ini adalah bentuk apresiasi atas kinerja dan pengabdian yang telah saudara berikan. Kami berharap, momentum ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, dan integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar Alexander.

Salah satu pegawai penerima kenaikan pangkat, James, turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian pimpinan terhadap pemenuhan hak-hak kepegawaian.

“Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras kami selama ini. Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik, meningkatkan kinerja, serta mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan di Lapas Bangkinang,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini menjadi pengingat bahwa setiap capaian bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Lapas Kelas IIA Bangkinang optimis terus menghadirkan kinerja yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.

(Desi)

Kamis, April 16, 2026

APRESIASI KINERJA PEGAWAI, LAPAS BANGKINANG GELAR PENYEMATAN KENAIKAN PANGKAT 28 PEGAWAI*





Center indonesia  BANGKINANG*– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang melaksanakan kegiatan penyematan tanda kenaikan pangkat kepada 28 orang pegawai sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan pengabdian. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lapas Bangkinang pada Kamis, 16 April 2026, dan diikuti oleh jajaran pejabat struktural, seluruh pegawai, serta peserta magang dari Kemnaker.

Dari total 28 pegawai yang menerima kenaikan pangkat, sebanyak 23 orang naik dari Pengatur Muda Tingkat I (II/b) menjadi Pengatur (II/c), 2 orang dari Pengatur Tingkat I (II/d) menjadi Penata Muda (III/a), 2 orang dari Penata Muda (III/a) menjadi Penata Muda Tingkat I (III/b), serta 1 orang dari Penata (III/c) menjadi Penata Tingkat I (III/d).

Penyematan tanda kenaikan pangkat ini merupakan penegasan administratif atas hak kepegawaian yang diperoleh melalui mekanisme yang berlaku, meliputi masa kerja, penilaian kinerja, serta pemenuhan persyaratan lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar peningkatan golongan, melainkan bentuk penghargaan negara atas dedikasi dan loyalitas pegawai dalam menjalankan tugas.

“Kenaikan pangkat ini adalah bentuk apresiasi atas kinerja dan pengabdian yang telah saudara berikan. Kami berharap, momentum ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, dan integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar Alexander.

Salah satu pegawai penerima kenaikan pangkat, James, turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian pimpinan terhadap pemenuhan hak-hak kepegawaian.

“Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras kami selama ini. Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik, meningkatkan kinerja, serta mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan di Lapas Bangkinang,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini menjadi pengingat bahwa setiap capaian bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Lapas Kelas IIA Bangkinang optimis terus menghadirkan kinerja yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.

(Desi)

Kalapas Pekanbaru Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Pembangunan Pekanbaru yang Lebih Maju





Center indonesia Pekanbaru,  – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, turut menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pekanbaru Tahun 2027 yang digelar di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Rabu (15/4/2026) siang.

Kegiatan Musrenbang tersebut secara resmi dibuka oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, dan dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemimpin terdahulu, hingga perwakilan pihak swasta. Kehadiran Yuniarto dalam forum ini menjadi bagian dari sinergi antarinstansi dalam mendukung arah pembangunan daerah yang lebih komprehensif.

Dalam sambutannya, Wali Kota Agung Nugroho menegaskan bahwa pembangunan Kota Pekanbaru masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait pemerataan infrastruktur serta pengendalian banjir. Meski demikian, ia menyebut upaya yang dilakukan pemerintah mulai menunjukkan hasil, salah satunya dengan waktu surut banjir yang kini lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

“Infrastruktur belum merata, pengendalian banjir masih terus kita perjuangkan. Memang belum tuntas, tapi sekarang surutnya sudah lebih cepat,” ujarnya.

Selain itu, Agung juga memaparkan berbagai capaian selama masa kepemimpinannya, termasuk keberhasilan menyelesaikan utang daerah pada tahun pertama. Namun, pemerintah daerah kembali dihadapkan pada tantangan berupa pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar Rp433 miliar. Meski demikian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru justru mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai Rp1,2 triliun pada tahun lalu.

Di sektor infrastruktur, Pemko Pekanbaru telah menyelesaikan pembangunan dan pengaspalan sekitar 42 kilometer jalan pada 2025, serta menargetkan tambahan sekitar 50 kilometer jalan pada 2026. Sementara itu, program pelayanan dasar seperti Universal Health Coverage (UHC) juga terus dilanjutkan guna menjamin akses kesehatan bagi masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Musrenbang sebagai forum strategis dalam menyerap aspirasi dan merumuskan arah pembangunan daerah. Ia menilai kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan instansi pemasyarakatan, sangat penting dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui Musrenbang RKPD Tahun 2027 ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif, sehingga program pembangunan Kota Pekanbaru ke depan semakin tepat sasaran serta mampu menjawab berbagai tantangan yang ada.

(Desi)

Lapas Kelas IIA Pekanbaru Masuk 6 Besar Nasional, Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Verifikasi Lapangan Lomba Klinik Terbaik





Center indondonesia Pekanbaru, – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau mengikuti kegiatan zoom meeting verifikasi lapangan terhadap UPT Lapas Kelas IIA Pekanbaru dalam rangka lomba Klinik Terbaik menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan, Rabu (15/04/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau.

Pelaksanaan verifikasi ini merupakan tindak lanjut dari usulan Klinik Terbaik berdasarkan Surat Kepala Kantor Wilayah Nomor: WP.4.PK.07.01-1229 tanggal 22 Maret 2026, yang mengusulkan Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan Lapas Narkotika Rumbai sebagai perwakilan. Dari hasil seleksi, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berhasil menembus 6 besar Klinik Terbaik tingkat nasional.

Kegiatan verifikasi dibuka oleh Kasubdit Perawatan Kesehatan Dasar Direktorat Watkeshab, Bapak Pahrul, yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung fasilitas poliklinik melalui media virtual. Dalam proses tersebut, tim verifikator memberikan sejumlah catatan penting, di antaranya perlunya menjaga area poliklinik sebagai kawasan steril bebas asap rokok, serta optimalisasi ruang tunggu pasien terutama dalam kondisi cuaca hujan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan.

Selain itu, dilakukan pula sesi wawancara terhadap jajaran Lapas Kelas IIA Pekanbaru, khususnya Kasubsi Bimaswat beserta tim poliklinik, guna mendalami pengelolaan layanan kesehatan. Terkait pengelolaan Dana Kapitasi BPJS, disarankan agar berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2022 tentang penggunaan jasa pelayanan kesehatan dan dukungan biaya operasional dalam pemanfaatan dana kapitasi.

(Desi)

Jawaban Pemerintah Atas LKPJ 2025: Wabup Siak Tekankan Efisiensi Anggaran dan Sinergi Program Nasional.





Center indonesia Siak Sri Indrapura – Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menyampaikan, tanggapan dan jawaban Pemerintah Daerah terhadap Pandangan Umum Fraksi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Siak Tahun 2025.

Tanggapan tersebut di sampaikan dalam rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Siak di Ruang Rapat Puti Kacang Mayang, Gedung Panglima Ghimbam, Rabu, (15/4/2026).

Wabup Syamsurizal menegaskan, saat ini pemerintah fokus pada efisiensi dan penataan BUMD. Menanggapi pandangan fraksi terkait kemandirian ekonomi, Pemerintah Kabupaten Siak berkomitmen melakukan pembenahan BUMD agar memberikan kontribusi nyata bagi PAD.

"Langkah konkret yang diambil meliputi evaluasi kinerja berkala, penguatan manajemen, hingga penataan unit usaha yang kurang produktif," ujarnya.

Ia mengatakan, ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, Pemkab Siak juga menegaskan komitmennya terhadap efisiensi belanja daerah. 

"Kami memastikan pelayanan publik tidak akan terganggu. Hasil penghematan belanja diarahkan langsung untuk memperkuat program prioritas yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat," tegas Syamsurizal.

Syamsurizal mengapresiasi para anggota legislatif atas masukan, pertanyaan, dan saran yang diberikan demi perbaikan tata kelola pemerintahan di Negeri Istana.

Menjawab isu ketimpangan pembangunan infrastruktur, Wabup menjelaskan adanya tantangan geografis berupa lahan gambut dan wilayah konsesi perusahaan yang memerlukan perizinan khusus. 

"Saat ini, kondisi jalan mantap di Kabupaten Siak mencapai 51,17% atau 957,017 km. Fokus utama pembangunan saat ini adalah memperkuat konektivitas antar-kampung di seluruh kecamatan," terangnya.

Di sektor sosial, Pemkab Siak mencatatkan prestasi membanggakan dengan kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 77,19% pada tahun 2025, naik dari 76,52% di tahun sebelumnya. 

"Capaian ini menempatkan Siak di posisi ketiga tertinggi di Provinsi Riau, serta menduduki peringkat pertama untuk kategori Kabupaten se-Provinsi Riau," ulasnya lagi.

Selain itu, kata dia dari sisi sinergi Kebijakan Nasional menutup jawabannya, Wabup menekankan pentingnya sinergi antara daerah dan pusat sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014. 

Pemerintah Kabupaten Siak berkomitmen untuk memastikan setiap program daerah terintegrasi dengan arah kebijakan nasional dan program strategis pusat.

"Ke depan, diperlukan langkah aktif dan progresif bersama DPRD agar sinergi ini berjalan baik, termasuk dalam optimalisasi PAD dan penanganan isu lingkungan seperti Karhutla," pungkasnya.

Diseminasi:
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak
Desi/MC-Siak

Tanamkan Pendidikan Penuh Kasih, Bupati Siak Dorong Guru RA Terapkan KBC






Center indonesia Siak – Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengatakan, bahwa peran guru Raudhatul Athfal (RA) sangat strategis dalam membentuk fondasi karakter generasi masa depan.

Menurut Bupati Afni, RA mengusung konsep workshop deep learning yang dipadukan dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) untuk meningkatkan kompetensi guru RA serta memperkuat pendidikan karakter anak sejak usia dini.

"InsyaAllah, guru RA adalah orang-orang yang meletakkan peradaban anak-anak kita ke depan, menciptakan anak-anak yang sholeh dan sholehah, serta mampu mewujudkan negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujar Bupati Afni di Balairung Datuk Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat, Kamis, (16/4/2026).

Bupati Afni saat membuka pelatihan  Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Siak, juga menyambut baik penerapan Kurikulum Berbasis Cinta yang menekankan tiga unsur utama, yakni cinta kepada Allah dan Rasul, cinta kepada sesama, serta cinta terhadap alam, lingkungan, dan tanah air. 

“Saya menyambut baik kurikulum berbasis cinta ini. Selamat mengikuti pelatihan di Kota Siak. Saya yakin ilmu yang ibu-ibu ajarkan insyaAllah menjadi jariyah hingga akhirat. Mari kita jaga dunia pendidikan kita,” ucap Afni.

Pelatihan yang digelar oleh PD IGRA Kabupaten Siak, dan Kelompok Kerja RA Kabupaten Siak bersama Kelompok Kerja (KK) RA ini mengusung konsep workshop deep learning bertujuan meningkatkan kompetensi guru RA Se-Kabupaten Siak. 

Menurutnya, konsep Kurikulum Berbasis Cinta merupakan metode pembelajaran yang efektif karena menyentuh hati, bukan didasari oleh rasa takut, tekanan, atau paksaan. Anak-anak akan tumbuh optimal jika belajar dalam suasana yang penuh kasih sayang, kenyamanan, kelembutan, dan keteladanan.

Bupati Afni turut mengapresiasi sinergi antara IGRA dan Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan RA di daerah, serta mendorong para guru untuk terus mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak yang diwakili oleh Syaifuddin menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong peningkatan kapasitas guru RA.

“Kami tentu berharap materi yang diperoleh selama pelatihan ini dapat dipahami secara utuh dan diimplementasikan dalam proses pembelajaran di masing-masing lembaga,” ujarnya.

Ia juga berharap agar guru RA mampu memahami karakter dan kebutuhan anak, sekaligus menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, inovatif, dan dilandasi dengan rasa cinta.

Ketua PD IGRA Kabupaten Siak menyampaikan bahwa pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai 16 hingga 17 April 2026 yang diikuti  29 lembaga RA se-Kabupaten Siak, sebanyak 103 peserta. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari luar daerah dan didukung melalui swadaya organisasi serta partisipasi para guru.

Kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan teknis, pembentukan kelompok belajar, serta penyusunan agenda pelatihan selama 2 hari ke depan, guna memastikan implementasi deep learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dapat berjalan optimal di masing-masing satuan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru RA mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, sehingga dapat melahirkan generasi emas yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

(Desi/MC Siak)

Pemkab Siak Dorong Petani Jemput Program PSR, Bupati Afni : Kuncinya Kolaborasi.





 
Center indonesia Siak - Bupati Siak, Afni Zulkifli, membuka Sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun (PKSP) Tahun 2026 dan menegaskan pentingnya kolaborasi serta kesiapan petani dalam mengakses program tersebut agar berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
 
Dalam arahannya, Afni menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Siak ditopang oleh dua sektor pendorong utama, manufaktur dan perkebunan. Jika kedua sektor ini terganggu, maka akan berdampak langsung pada ekonomi daerah.
 
“Kalau industri terganggu produksinya, ekonomi ikut terganggu. Begitu juga perkebunan, kalau harga sawit tidak baik, produktivitas rendah, atau konflik lahan terjadi, itu juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi,” ujar Bupati Afni, di Okky Resto, Jalan Raja Kecik, Kamis (16/4/2026).
 
Ia menyebutkan, di tengah keterbatasan lahan di Kabupaten Siak, peningkatan produktivitas menjadi satu-satunya solusi, sehingga program Peremajaan Kelapa Sawit dari Pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh petani.
 
“Lahan kita sudah tidak ada lagi untuk perluasan. Maka produktivitas yang harus kita dorong dengan melakukan PSR dan program ini harus kita akses bersama,” tegasnya.
 
Ia juga menegaskan, jika petani masih kesulitan mengakses program, maka pelayanan harus dibenahi. Peluang dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit disebutnya cukup besar dan perlu dimanfaatkan bersama.
 
Ia mendorong kelompok tani untuk aktif menyiapkan proposal dan jemput peluang agar program dapat dimanfaatkan secara optimal. Untuk tahun 2026 target peremajaan kebun kelapa sawit di Kabupaten Siak seluas 750 Ha, target ini mencakup perkebunan eks Plasma dan Perkebunan Swadaya.
 
 "Kuncinya kolaborasi dan konsolidasi. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri, kalau tidak kita hanya jadi penonton kebijakan negara,” tegas Afni.
 
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Siak, Kaharuddin selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada petani terkait teknis dan persyaratan program PSR.
 
"Program PSR ini penting dalam meningkatkan produktivitas, kualitas, serta kesejahteraan petani kelapa sawit yang memiliki kontribusi yang begitu besar bagi ekonomi Kabupaten Siak selama ini. Yang tumbuh dan tampaknya telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kita saat ini. hingga 2025 program PSR telah menjangkau 3.119 kebun dengan luas 7.223 hektar di Kabupaten Siak," kata dia.
 
Ketua Koperasi Jasa Jaya Abadi Sungai Berbari, Purnama, menyampaikan bahwa pihaknya tertarik untuk mengikuti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Saat ini kelompoknya telah mulai mengurus pengajuan, meskipun masih terdapat tahapan perbaikan administrasi yang perlu diselesaikan.
 
“Kami tertarik untuk mengikuti PSR, apalagi tadi Bupati juga menyampaikan agar program ini diperbanyak. Saat ini kami sudah mulai mengurus pengajuan, namun masih ada tahap perbaikan administrasi. Dengan adanya pendampingan dari dinas, kami merasa lebih termotivasi dan terbantu dalam proses pengusulan," ringkasnya.

(Desi/MC Kabupaten Siak)

Bupati Afni, Bagus Tidaknya Wajah Kabupaten Ditentukan Admin Medsos OPD*






Center indonesia SIAK--Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, dunia saat ini sudah berubah eranya milenial. Masyarakat dengan mudah mendapatkan data dan informasi di Media Sosial.

Karena itu, melalui bimbingan teknis ini, ia ingin setiap admin sosmed di OPD aktif menyampaikan kegiatan lingkup dinas di Media Sosial. Agar masyarakat tahu bahwa dinas itu bekerja.

"Rakyat ingin melihat kita kerja, buat konten narasi menarik tunjukan bahwa dinas kita tuh kerja," kata Afni, saat membuka, Bimtek Admin Media Sosial, di Raja Indra Pahlawan Room Lt.II Kantor Bupati Siak,Kamis, (16/4/2026).

Ia juga menegaskan, jika konten yang di buat di kritik Itu menjadi energi untuk terus bagaimana berbuat lebih baik lagi. Namun, jangan membiarkan hoax meraja lela.

"Lindungi kawan-kawan yang bekerja luar biasa dilapangan. Bagus tidaknya kabupaten kita, wajahnya diluar sana ditentukan bapak-ibu yang ada diruangan ini" ucapnya.

Sementara Kepala Diskominfo Siak, Rozi Chandra mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung arah kebijakan dalam transformasi digital, termasuk penguatan komunikasi publik pemerintah, serta program literasi digital.

Dalam konteks tersebut, ASN tidak hanya dituntut mampu bekerja secara administratif, tetapi juga harus mampu menjadi komunikator publik yang adaptif, cerdas dan bertanggungjawab di ruang digital.

"Melalui kegiatan ini kami berupaya untuk meningkatkan kapasitas ASN dalam pengelolaan medsos perangkat daerah. Membangun pemahaman terkait strategi komunikasi publik yang efektif, serta menguatkan koordinasi komunikasi publik Pemkab Siak" ujarnya.

Rozi menambahkan, output yang diharapkan dari kegiatan ini, perangkat daerah memiliki admin medsos yang kompeten dan terlatih, perencanaan konten yang lebih terstruktur, terbentuknya jejaring pengelola medsos pemkab siak serta meningkatnya kualitas komunikasi publik pemkab siak di ruang digital.

"Kami menegaskan melalui kegiatan ini kita berharap tidak hanya hadir di ruang digital, tetapi mampu menjadi sumber informasi yang kredibel, membangun kepercayaan publik, serta menjaga citra pemerintah daerah secara profesional dan berintegritas," terangnya.

Kegiatan Pembekalan dan Pengembangan Kapasitas ASN Pengelola Media Sosial pada Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak. Diikuti 102 peserta, berasal dari Perangkat Daerah, Kecamatan dan RSUD.

Bupati Afni, menjadi pemateri pada kegiatan itu, Yanti Sugiarti dari Pandu Literasi Digital Kementerian Komdigi RI dan Best Practice pembuatan dan pengelolaan media sosial perangkat daerah oleh Rizqa Harumanti, Social Media Specialist.

Diakhir kegiatan, Kepala Diskominfo Siak Rozi Chandra memberikan hadiah sebagai apresiasi kepada 3 Admin Perangkat Daerah yang aktif dalam pengelolaan Media Sosial, diantaranya peringkat I diraih Dinas Pariwisata, peringkat II Satpol PP dan peringkat III Dinas PU Tarukim.

(Desi/MC Siak)

POLRES SIAK GAGALKAN PEREDARAN 50,1 GRAM SABU DI TUALANG, SEORANG PEMUDA DIAMANKAN





Center indonesia SIAK – Satuan Reserse (Sat) Narkoba Polres Siak kembali berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Kabupaten Siak. Dalam operasi yang digelar pada Senin malam, 13 April 2026, petugas berhasil mengamankan seorang pemuda beserta barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat kotor mencapai 50,1 gram.

Penangkapan terjadi di Jalan Lintas Perawang – Okura, tepatnya di kawasan PT. SIR, RT. 001 RW. 004, Kampung Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, sekira pukul 20.00 WIB.
Tersangka yang berhasil diamankan berinisial DA alias D (24), seorang mahasiswa yang berdomisili di Kelurahan Perawang Barat. Dalam jaringan ini, tersangka diketahui berperan sebagai kurir.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, SH, SIK, MH melalui Kasi Humas Polres Siak Aiptu Dedek Prayoga, SH  tim operasional menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang resah akan seringnya terjadi transaksi narkotika di wilayah Kecamatan Tualang. 

"Menindaklanjuti informasi tersebut, tim melakukan penyelidikan intensif di lapangan.
Pada pukul 20.00 WIB, tim mendapati pergerakan mencurigakan di sebuah jembatan di Jalan Lintas Perawang-Okura. Petugas kemudian melakukan penyergapan terhadap tersangka. Saat dilakukan penggeledahan di tempat, petugas menemukan:
2 paket sabu yang disembunyikan di dalam kantong celana tersangka.
1 paket sabu tambahan yang sedang dipegang oleh tersangka", Ucap Aiptu Dedek

Berdasarkan interogasi awal, tersangka mengakui bahwa barang haram tersebut adalah miliknya yang diperoleh dari dua orang berinisial S dan A, yang saat ini telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Selain narkotika jenis sabu seberat 50,1 gram, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti pendukung lainnya, di antaranya:
2 buah plastik hitam dan 3 buah plastik klip bening pembungkus.
1 helai tisu dan dua kotak rokok (Sampoerna & Marlboro) yang digunakan untuk menyembunyikan sabu.
1 unit Handphone merek Vivo.
1 unit sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi BM 3427 SAM.
Hasil Tes Urine dan Tindak Lanjut
Pihak kepolisian juga telah melakukan tes urine terhadap tersangka DA. Hasilnya, tersangka dinyatakan Positif (+) mengandung Amphetamine dan Metamfetamina, yang menunjukkan bahwa tersangka juga merupakan pengguna aktif zat terlarang tersebut.

"Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Mapolres Siak guna proses penyidikan lebih lanjut dan pengejaran terhadap pemasok utama (DPO). Atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman berat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika", tutup Aiptu Dedek

(Desi)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done