M C I

Rabu, September 30, 2026

Rutan Pekanbaru dan UIN Suska Riau Perkuat Sinergi melalui Nota Kesepahaman





Centerindonesia, 29 September 2026 -- Rutan Kelas I Pekanbaru bersama Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang bertempat di Aula Rutan Kelas I Pekanbaru. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara institusi pemasyarakatan dan perguruan tinggi.


Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Kepala Rutan Kelas I Pekanbaru, Erwin Siregar, bersama Rektor UIN Suska Riau, Prof. Leny Nofianti. Kerja sama ini mencakup bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.


Melalui kerja sama ini, Rutan Pekanbaru dan UIN Suska Riau berkomitmen membuka ruang kolaborasi dalam berbagai kegiatan yang dapat memberikan manfaat, khususnya dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat di lingkungan pemasyarakatan.


Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN Suska Riau beserta rombongan juga berkesempatan melihat secara langsung berbagai fasilitas dan program pelayanan yang tersedia bagi warga binaan di Rutan Kelas I Pekanbaru. Rombongan meninjau Dapur Rutan, Klinik Pratama Rutan Kelas I Pekanbaru, serta program Ketahanan Pangan yang menjadi salah satu program pembinaan bagi warga binaan.


Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai upaya Rutan Pekanbaru dalam memenuhi kebutuhan dasar, menjaga kesehatan, serta memberikan pembinaan yang produktif bagi warga binaan. Melalui program ketahanan pangan, warga binaan juga diberikan ruang untuk mengembangkan keterampilan dan menghasilkan karya yang memiliki nilai manfaat.


Sinergi antara Rutan Pekanbaru dan UIN Suska Riau diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi warga binaan, institusi, maupun masyarakat.


Penandatanganan MoU ini menjadi wujud nyata komitmen Rutan Pekanbaru dalam membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi. Bersama dunia pendidikan, menghadirkan pembinaan yang lebih maju, humanis, produktif, dan berdampak.

(Ds)

Perkuat Tugas Dan Fungsi, Karutan Rengat Berikan Pengarahan Kepada Seluruh Pegawai

 




Centerindonesia - Selasa (29 September 2026), Rutan Kelas IIB Rengat melaksanakan pengarahan dan penguatan tugas dan fungsi kepada seluruh pegawai yang dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Rengat, Dedy Irawan.


Dalam arahannya, Karutan menekankan pentingnya memahami dan melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi serta tanggung jawab masing-masing. Setiap pegawai diharapkan mampu bekerja secara disiplin, profesional, berintegritas, dan senantiasa menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan Rutan.


Pengarahan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antarpegawai, sehingga setiap pelaksanaan tugas dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Melalui penguatan tugas dan fungsi ini, Rutan Rengat terus mendorong seluruh jajaran untuk memberikan kinerja terbaik serta menghadirkan pelayanan Pemasyarakatan yang semakin optimal.


Bersama memperkuat tugas, meningkatkan kinerja, dan menjaga integritas!


(Ds)

Mudah dan Gratis, Lapas Pasir Pangarayan Pastikan Layanan Kunjungan Berjalan Sesuai Prosedur

 




Centerindonesia Pangarayan — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan terus berkomitmen memberikan pelayanan kunjungan yang optimal bagi warga binaan dan keluarga maupun masyarakat yang hendak melakukan kunjungan. Pelayanan kunjungan dilaksanakan secara terpadu melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dengan mengedepankan prinsip pelayanan yang mudah, transparan, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Dalam pelaksanaannya, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan menyediakan dua mekanisme pendaftaran kunjungan, yaitu secara online dan offline. Bagi masyarakat yang memilih layanan secara online, pendaftaran kunjungan dapat dilakukan melalui aplikasi DIGIPAS, sedangkan pendaftaran secara langsung dapat dilakukan melalui petugas layanan pada PTSP.


Setiap tahapan kunjungan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan aturan yang telah ditetapkan. Pengawasan dilakukan secara melekat guna memastikan seluruh proses berjalan tertib serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.


Sebelum memasuki area kunjungan, pengunjung wajib mengikuti prosedur pemeriksaan yang telah ditentukan, termasuk pemeriksaan barang bawaan. Pemeriksaan dilakukan menggunakan screening 3D system dan pemeriksaan secara manual. Selain itu, pengunjung juga menjalani pemeriksaan badan sesuai dengan standar keamanan dan ketentuan yang berlaku.


Penerapan prosedur tersebut merupakan bagian dari upaya Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan dalam mencegah masuknya barang-barang yang dilarang serta memastikan pelaksanaan layanan kunjungan berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif.


Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, menegaskan bahwa pelayanan kunjungan merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak warga binaan sekaligus wujud komitmen Lapas dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.


“Kami memastikan seluruh proses pelayanan kunjungan dilaksanakan sesuai dengan aturan dan standar operasional yang berlaku. Mulai dari pendaftaran, pemeriksaan hingga pelaksanaan kunjungan dilakukan dengan pengawasan yang melekat untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Efendi P. Purba.


Ia juga menegaskan bahwa seluruh layanan kunjungan di Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan tidak dipungut biaya atau gratis. Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan imbalan dalam bentuk apapun kepada petugas dalam proses pelayanan kunjungan.


“Pelayanan kunjungan ini kami berikan secara gratis. Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kanal layanan yang telah disediakan, baik secara online melalui DIGIPAS maupun secara langsung melalui PTSP. Jika menemukan adanya pungutan atau praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan, segera laporkan kepada pihak Lapas,” lanjutnya.


Melalui pelayanan kunjungan yang terpadu, transparan, dan berorientasi pada keamanan tersebut, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan terus berupaya menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang profesional serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat.

(Ds)

Perkuat Ketahanan Pangan, Rutan Dumai Kembali Panen Sayur Pakcoy dan Kangkung

 




Centerindonesia – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai kembali melaksanakan panen sayuran hasil program ketahanan pangan, berupa pakcoy dan kangkung yang dibudidayakan secara hidroponik di lingkungan Rutan Dumai.


Kegiatan panen ini menjadi salah satu bentuk keberlanjutan program ketahanan pangan yang dikembangkan Rutan Dumai dengan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam proses budidaya tanaman, mulai dari penyemaian, perawatan hingga masa panen.


Budidaya sayuran menggunakan sistem hidroponik dipilih karena dapat memanfaatkan lahan secara optimal sekaligus menghasilkan tanaman yang relatif cepat dipanen. Selain pakcoy dan kangkung, Rutan Dumai juga terus mengembangkan berbagai kegiatan produktif lainnya sebagai bagian dari pembinaan keterampilan bagi Warga Binaan.


Panen tersebut turut menjadi momentum untuk melihat hasil dari proses pembinaan dan pemanfaatan lahan produktif yang telah dilakukan secara berkelanjutan.


Melalui program ketahanan pangan ini, Rutan Dumai tidak hanya mendorong pemanfaatan lahan secara produktif, tetapi juga memberikan pengalaman dan keterampilan bercocok tanam kepada Warga Binaan yang diharapkan dapat menjadi bekal setelah selesai menjalani masa pidana.


Rutan Dumai berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan.

(Ds)

KOMITMEN RAWAT KERUKUNAN, LAPAS NARKOTIKA RUMBAI TERUS BERBENAH SARANA MASJID DAN GEREJA

 




Centerindonesia – Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan pembinaan terbaik bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya dengan terus berbenah dan mempercantik sarana rumah ibadah, baik Masjid maupun Gereja yang ada di dalam Lapas.


Saat ini, sejumlah pekerjaan pembenahan tengah dilakukan. Di area Masjid, dilakukan penataan dan perbaikan fasilitas untuk kenyamanan WBP dalam melaksanakan ibadah sholat dan tempat wudhu dan  kegiatan keagamaan Islam. Sementara di area Gereja Oikumene Alfa Omega, tengah dilakukan pembangunan jalan paving block dan penataan taman di halaman depan gereja.


Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai mengatakan, pembenahan rumah ibadah merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian. 


 "Prinsip kami, semua WBP berhak mendapatkan hak beribadah dengan nyaman dan layak, apapun agamanya. Masjid kita perbaiki, Gereja kita percantik, dan saat ini kami telah berkomunikasi dengan Walubi Kota Pekanbaru untuk pembangunan Vihara di Lapas Narkotika Rumabai. Tujuannya satu, agar mereka semakin dekat dengan Tuhan dan menjadi pribadi yang lebih baik. Inilah wujud nyata toleransi di dalam Lapas," tegas Kalapas.


Pantauan di lapangan, WBP dengan penuh semangat bergotong-royong bersama petugas. Ada yang memasang, kanopi,  paving block, merapikan taman, hingga membersihkan area sekitar rumah ibadah. Keterlibatan WBP ini juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian dan melatih rasa memiliki terhadap fasilitas Lapas.


Selain untuk keindahan, penataan taman di depan Gereja dan perbaikan akses di Masjid diharapkan mampu menciptakan lingkungan Lapas yang asri, bersih, humanis dan damai.


Dengan terus berbenahnya sarana ibadah ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat kerohanian WBP serta mendukung terciptanya suasana Lapas yang aman, tertib, dan religius.


(Ds)

🇮🇩 MENGENANG SEJARAH, MERAWAT PERSATUAN





Centerindonesia  September menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang tidak boleh dilupakan.


Melalui peringatan G30S/PKI, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Teluk Kuantan mengajak kita untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur serta mengambil pelajaran dari sejarah untuk terus menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Sejarah bukan sekadar untuk dikenang, tetapi menjadi pengingat agar generasi hari ini dan mendatang senantiasa menjunjung tinggi Pancasila, persatuan, dan nilai-nilai kebangsaan.


Mengenang sejarah. Menjaga persatuan. Merawat Indonesia. 🇮🇩


(Ds)

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Dampingi Menteri Kehutanan Tinjau Restorasi Gambut dan Pencegahan Karhutla di Bengkalis






Centerindonesia BENGKALIS – Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., mendampingi Menteri Kehutanan RI Dr. Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D., dalam kunjungan kerja ke Rumah Runding Restorasi, Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Rabu (30/9/2026). Kunjungan tersebut difokuskan pada upaya restorasi lingkungan dan penguatan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau.

Turut hadir Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Plt. Gubernur Riau Ir. H. S.F. Hariyanto, M.T., Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, M.M.Pol., M.M.O.A.S., Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf. Haris Nur Priatno, S.Sos., M.I.P., Bupati Bengkalis, Rektor Universitas Riau, unsur Forkopimda, serta masyarakat setempat.

Di lokasi, rombongan meninjau langsung kawasan restorasi sekaligus berdiskusi mengenai berbagai langkah strategis untuk menjaga ekosistem gambut dan menekan risiko Karhutla. Kegiatan juga menjadi wadah memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, kalangan akademisi, dan masyarakat.

Menteri Kehutanan RI Dr. Raja Juli Antoni menegaskan bahwa keberhasilan menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. “Pencegahan Karhutla dan pemulihan lingkungan harus dilakukan secara bersama-sama. Kolaborasi seluruh elemen menjadi kunci agar upaya yang dilakukan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai menegaskan komitmen TNI AD dalam mendukung berbagai program pencegahan Karhutla dan pelestarian lingkungan melalui sinergi lintas sektor di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.

Kunjungan tersebut diharapkan semakin memperkuat kesadaran bersama bahwa upaya restorasi lingkungan dan pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dijaga secara berkesinambungan demi keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat (pendam19)

(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done