M C I

Kamis, 29 Januari 2026

Ketua SPSI Propinsi Riau Nursal Tanjung Dukung Polri Tetap di Bawah Naungan Presiden: Amanat Reformasi tahun 1998


Center Indonesia Pekanbaru
-Ketua SPSI Propinsi Riau secara tegas menyatakan dukungannya agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap berada langsung di bawah naungan Presiden. Pernyataan ini merespons wacana yang berkembang terkait usulan penempatan institusi kepolisian di bawah kementerian.

Menurut Ketua Nursal Tanjung kedudukan Polri saat ini sudah sangat ideal dan sesuai dengan konstitusi serta semangat reformasi. Ia menilai, memindahkan Polri ke bawah kementerian justru berisiko melemahkan independensi dan kecepatan gerak institusi tersebut dalam menjaga keamanan nasional.

Poin Penting Pernyataan Ketuar Nursal Tanjung SPSI Propinsi Riau:

 * Menjaga Marwah Konstitusi: Ketua SPSI Propinsi Riau Nursal Tanjung menekankan bahwa sesuai dengan UUD 1945 dan TAP MPR Nomor VII/MPR/2000, Polri adalah alat negara yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala Negara.

 * Efektivitas Komando: Berada langsung di bawah Presiden memungkinkan Polri melakukan langkah-langkah taktis dan strategis secara cepat dalam situasi darurat nasional tanpa birokrasi yang berbelit.

 * Independensi Institusi: Ia berpendapat bahwa posisi di bawah Presiden menjauhkan Polri dari potensi tarik-menarik kepentingan politik sektoral yang mungkin terjadi jika berada di bawah kementerian tertentu.

> "Polri di bawah Presiden adalah harga mati sesuai amanat reformasi. Kita ingin Polri yang profesional, modern, dan mandiri dalam melayani rakyat. Posisi saat ini sudah paling tepat untuk menjamin stabilitas keamanan nasional," ujar Ketua Nursal Tanjung SPSI Propinsi Riau proins dalam keterangannya, Rabu (29/1/2026).

Dukungan Serupa dari Berbagai Pihak

Dukungan yang disampaikan oleh Ketua Nursal Tanjung SPSI Propinsi Riau ini sejalan dengan pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan kesimpulan rapat kerja Komisi IIIy DPR RI baru-baru ini. Mayoritas elemen masyarakat dan organisasi kepemudaan menilai bahwa sistem yang ada saat ini merupakan desain ketatanegaraan yang paling kokoh untuk Indonesia.

Ketua SPSI Nursal Tanjung juga mengajak seluruh kader  dan elemen masyarakat untuk terus mengawal profesionalisme Polri tanpa harus mengubah struktur kelembagaan yang sudah teruji

(Desi suarni)

Tanamkan Kedekatan Sejak Dini, TK Bunda Kartini Desa Sampurago Kunjungi Polsek Hulu Kuantan dalam Program Polisi Sahabat Anak


Center Indonesia KUANTANSINGINGI,
– Dalam rangka menanamkan rasa aman, percaya, dan kedekatan anak-anak terhadap institusi Polri sejak usia dini, Polsek Hulu Kuantan menerima kunjungan edukatif dari TK Bunda Kartini Desa Sampurago, Kamis (29/01/2026) pagi.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut merupakan bagian dari Program Polisi Sahabat Anak, sekaligus pengenalan lingkungan dan tugas kepolisian kepada anak-anak usia taman kanak-kanak.


Kunjungan disambut langsung oleh jajaran Polsek Hulu Kuantan yang diwakili Kanit Binmas Polsek Hulu Kuantan Ipda Hendri bersama personel Polsek. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para guru TK Bunda Kartini Desa Sampurago, orang tua murid, serta seluruh siswa-siswi TK Bunda Kartini.


Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan dengan lingkungan Polsek Hulu Kuantan, tugas-tugas kepolisian secara sederhana, serta berbagai peralatan kepolisian dengan pendekatan yang ramah, ceria, dan komunikatif, sehingga suasana berlangsung penuh keakraban dan keceriaan.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Hulu Kuantan AKP P. Haris Suranta, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam membangun hubungan emosional yang positif dengan anak-anak sejak dini.


“Melalui Program Polisi Sahabat Anak ini, kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa polisi adalah sahabat yang hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Harapannya, anak-anak tidak merasa takut, tetapi justru merasa dekat dan nyaman dengan polisi,” ujar AKP P. Haris Suranta menyampaikan pesan Kapolres.


Ia menambahkan bahwa pengenalan sejak dini ini juga menjadi sarana edukasi karakter, disiplin, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap hukum dan ketertiban di lingkungan masyarakat.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama antara anak-anak TK Bunda Kartini, para guru, orang tua murid, dan personel Polsek Hulu Kuantan sebagai bentuk kebersamaan dan kenang-kenangan atas kunjungan tersebut.


Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan, sejalan dengan semangat Polri yang humanis dan dekat dengan seluruh lapisan masyarakat.


Sumber: Humas Polres kuatan Singingi

(Desi suarni)

Dukungan Intelektual Menguat, Ketua FABEM Riau Tegaskan Komitmen Bersama Polri di Bawah Presiden


Center Indonesia KUANTANSINGINGI
,– Dukungan moral terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) terus menguat dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, dukungan datang dari kalangan intelektual melalui Sdr. Heri Guspendri, M.Sos., aktivis Kabupaten Kuantan Singingi sekaligus Ketua Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Riau, yang menegaskan komitmennya mendukung peran dan keberadaan POLRI di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi, Rabu (28/1/2026).


Dalam pernyataannya, Ketua FABEM Riau menilai bahwa POLRI merupakan pilar strategis negara dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat, serta menegakkan hukum secara adil dan bermartabat. Menurutnya, peran tersebut sangat vital dalam menciptakan rasa aman dan kepercayaan publik di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.


Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara POLRI dan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk penguatan tata kelola keamanan nasional yang profesional, modern, dan berorientasi pada pelayanan publik. Dalam sistem demokrasi, POLRI diharapkan terus menjaga netralitas, mengedepankan pendekatan humanis, serta menjunjung tinggi supremasi hukum dan hak asasi manusia.


Sebagai bagian dari elemen masyarakat intelektual dan kekuatan moral bangsa, FABEM Riau menyatakan komitmennya untuk terus mendukung langkah-langkah POLRI dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah, menolak segala bentuk provokasi, serta memperkuat semangat kebangsaan demi Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.


Menanggapi dukungan tersebut, Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Intelkam Polres Kuantan Singingi AKP Syurfanaidi, S.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua FABEM Riau beserta seluruh elemen alumni mahasiswa yang telah memberikan dukungan positif kepada institusi POLRI.


Kapolres menegaskan bahwa dukungan dari kalangan intelektual dan aktivis merupakan energi moral yang sangat berarti bagi POLRI dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat. Sinergi yang baik antara POLRI dan masyarakat, khususnya kelompok intelektual, menjadi fondasi penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif.


“POLRI akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan yang profesional, humanis, dan berlandaskan hukum. Kami berkomitmen menjalankan tugas sesuai konstitusi di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, serta membuka ruang dialog dan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat,” ujar Kapolres melalui Kasat Intelkam.


Ia juga berharap dukungan dan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat dapat terus terjaga guna memperkuat persatuan dan menjaga stabilitas keamanan sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.


Sumber: Humas Polres Kuantan Singingi

(Desi suarni)

Perkuat Tata Kelola yang Akuntabel, Polres Kuansing Gelar Sosialisasi Penggunaan Anggaran TA 2026


Center Indonesia KUANTANSINGINGI
,– Dalam rangka meningkatkan pemahaman serta tertib administrasi pengelolaan keuangan negara, Polres Kuantan Singingi menggelar kegiatan Sosialisasi Penggunaan Anggaran Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Tim Biro Perencanaan (Biro Rena) Polda Riau, Kamis (29/1/2026) pagi.


Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rupatama Polres Kuansing tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan dihadiri langsung oleh Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., didampingi para pejabat utama dan jajaran Polres Kuansing.


Turut hadir dalam kegiatan ini para Kabag, Kasat, Kasie, Kapolsek jajaran, Kaurmin, serta Kasium Polsek jajaran Polres Kuansing. Sementara itu, Tim Biro Rena Polda Riau dipimpin oleh Kabag Renprogar Rorena Polda Riau AKBP Setiyadi, S.Pd, bersama anggota tim.


Dalam sambutannya, Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi kepada Tim Biro Rena Polda Riau atas pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan dan pendampingan yang sangat penting bagi satuan kerja di daerah dalam mengelola anggaran secara benar dan bertanggung jawab.


“Melalui kegiatan sosialisasi ini, saya berharap seluruh personel yang terlibat dalam pengelolaan anggaran dapat memahami mekanisme, aturan, serta tata kelola anggaran dengan baik dan benar,” ujar Kapolres.


Kapolres menegaskan bahwa pengelolaan anggaran yang tepat bukan hanya soal penyerapan, tetapi juga menyangkut akuntabilitas dan transparansi. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan penggunaan anggaran di Polres Kuansing dapat berjalan maksimal serta terhindar dari kesalahan administrasi maupun pelanggaran ketentuan.


“Pengelolaan anggaran yang akuntabel akan sangat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” tambahnya.


Kapolres juga menyampaikan terima kasih kepada Tim Biro Rena Polda Riau atas ilmu dan arahan yang diberikan, serta berharap sosialisasi ini membawa manfaat nyata dalam meningkatkan profesionalisme dan kinerja Polres Kuantan Singingi ke depan.


Sementara itu, dalam paparan dan arahannya, Kabag Renprogar Rorena Polda Riau AKBP Setiyadi, S.Pd menekankan pentingnya penyerapan anggaran yang sesuai dengan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) agar tidak menimbulkan temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).


Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi miskomunikasi antar fungsi maupun satuan kerja dalam pengelolaan anggaran, karena hal tersebut dapat berdampak pada keterlambatan dan kesalahan penyerapan anggaran.


“Koordinasi dan kekompakan antara Bag Ren, Seksi Keuangan, Bag Logistik, seluruh satker serta Polsek jajaran menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan anggaran,” jelasnya.


Sebagai motivasi, AKBP Setiyadi menyampaikan bahwa realisasi anggaran Polda Riau Tahun Anggaran 2025 mencapai 99,98 persen, dan capaian tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi Polres Kuansing dalam meningkatkan kinerja pengelolaan anggaran.


Kegiatan sosialisasi ditutup dengan penegasan agar seluruh satuan kerja mematuhi Rencana Penarikan Dana (RPD) dan Rencana Pelaksanaan Anggaran (RPA) dengan tetap berpedoman pada Kalender Kamtibmas, sehingga perencanaan dan pelaksanaan anggaran selaras dengan kebutuhan operasional di lapangan.


Sumber: Humas polres kuatan Singingi

(Desi suarni)

Curi 24 Tandan Sawit di Kebun Cempaka, Pelaku Diamankan Polsek Logas Tanah Darat


Center Indonesia KUANTANSINGINGI
– Polsek Logas Tanah Darat (LTD) Polres Kuantan Singingi menindaklanjuti laporan dugaan tindak pidana pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang terjadi di area perkebunan sawit Cempaka, Desa Sekijang, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi, Rabu (28/1/2026).


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Logas Tanah Darat IPTU Masjidil, S.E., M.H. menyampaikan bahwa laporan tersebut diterima Polsek Logas Tanah Darat sekira pukul 23.15 WIB.


“Benar, Polsek Logas Tanah Darat telah menerima laporan dugaan tindak pidana pencurian buah kelapa sawit yang terjadi di Kebun Cempaka. Saat ini perkara tersebut sedang kami tangani sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” ujar IPTU Masjidil.


Peristiwa pencurian diketahui terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026 sekitar pukul 14.00 WIB di lahan perkebunan sawit Cempaka, Desa Sekijang. Pelapor berinisial E (47), seorang petani, melaporkan kejadian tersebut berdasarkan surat kuasa dari pemilik kebun.


Kejadian bermula saat seorang pekerja kebun melihat seorang pria yang bukan pekerja Kebun Cempaka sedang mengangkut buah kelapa sawit. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada pihak keamanan kebun, yang selanjutnya melakukan pemantauan hingga pelaku selesai melangsir buah sawit.


Saat dimintai keterangan, pelaku mengakui bahwa buah sawit tersebut diambil dari Kebun Cempaka. Aparat desa setempat turut dihadirkan ke lokasi, dan hasil pemeriksaan lapangan menguatkan adanya dugaan tindak pidana pencurian. Atas perintah pemilik kebun, pelaku beserta barang bukti kemudian diamankan ke Polsek Logas Tanah Darat guna proses hukum lebih lanjut.


Dalam perkara ini, petugas mengamankan seorang terlapor berinisial R (25). Selain itu, turut diamankan barang bukti berupa 24 tandan buah kelapa sawit dengan berat sekitar 300 kilogram, satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam tanpa nomor polisi, serta satu buah keranjang rotan yang digunakan untuk mengangkut hasil curian.


Kapolres Kuantan Singingi melalui Kapolsek Logas Tanah Darat menegaskan komitmen Polri dalam menindak tegas setiap bentuk tindak pidana, termasuk pencurian hasil perkebunan yang merugikan masyarakat.


“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perbuatan melawan hukum. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan perundang-undangan,” tegas IPTU Masjidil.


Saat ini penyidik Polsek Logas Tanah Darat telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari menerima laporan, pengecekan dan olah tempat kejadian perkara, pengamanan barang bukti, serta pemeriksaan saksi-saksi untuk melengkapi berkas perkara.


Atas perbuatannya, terlapor disangkakan Pasal 476 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai tindak pidana pencurian, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda sesuai ketentuan yang berlaku.


Sumber: Humas Polres Kuantan Singingi

(Desi suarni)

Warga Binaan Lapas Narkotika Rumbai Jalani Sidang TPP


Center Indonesia Pekanbaru
- Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai hari ini menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) bagi warga binaan yang bertujuan mengumpulkan data narapidana yang masuk dan memenuhi syarat untuk menjadi Tahanan Pendamping (Tamping) atau Pekerja, Kamis (29/1/2026).


Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor 9 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemuka dan Tamping Pada Lembaga Pemasyarakatan.


Sidang TPP dipimpin oleh Kepala Seksi Binadik dan Giatja, Ralphy Prasetyo sebagai Ketua Tim TPP dan Kepala Subseksi Registrasi dan Bimkemas, Riko Saputra sebagai Sekretaris TPP, serta Kepala Pengamanan Lapas, Ridho Kurniawan, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Edoward Nikelini Bangun anggota Tim TPP lainnya dan Regu Pengamanan yang termasuk dalam Anggota Tim Pengamatan Pemasyarakatan serta di hadiri oleh beberapa perwakilan warga binaan yang terdaftar sebagai tahanan pendamping.


Topik utama pembahasan dalam kegiatan ini adalah pengusulan Warga Binaan terpilih untuk menjadi Tamping. Proses pengangkatan tamping dilakukan melalui berbagai tahapan mulai dari usulan wali pemasyarakatan, kemudian nama-nama tersebut dibahas dalam sidang TPP yang mempertimbangkan sejumlah instrumen penentu seperti perilaku di dalam lapas, tingkat partisipasi dalam program-program untuk mengikuti pembinaan kerja, tidak boleh melanggar tata tertib serta telah menjalani 1/3 masa tahanannya dan dilakukannya tes urine.


Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, Reinhards Indra Pitoy menegaskan bahwa pelaksanaan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) ini adalah bagian penting dari pembinaan dan pemberdayaan warga binaan. “Proses seleksi Tamping atau pekerja di Lapas Narkotika Rumbai dilakukan dengan cermat dan transparan. Kami berupaya memastikan bahwa warga binaan yang dipilih benar_b

(Desi suarni)

VogoCamp Rumah Zakat Hadir di STIKes Tengku Maharatu Pekanbaru


Center Indonesia Pekanbaru,
29 Januari 2026 — Rumah Zakat kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang peduli dan berdaya melalui kegiatan VogoCamp (Volunteer Goes to Campus) yang digelar di STIKes Tengku Maharatu Pekanbaru pada Kamis, 29 Januari 2026. 


Program ini menjadi salah satu upaya Rumah Zakat dalam menumbuhkan semangat kepedulian sosial dan kerelawanan di lingkungan kampus.

Kegiatan VogoCamp disambut baik oleh civitas akademika STIKes Tengku Maharatu Pekanbaru. Acara ini dihadiri oleh pimpinan kampus yang diwakili oleh Miss Nurul Utami, B.HS (Hons), MA, selaku Wakil Ketua II Bidang Kemahasiswaan, serta Ridu Wanto selaku representasi Manajer Rumah Zakat. Dalam sambutannya, pihak kampus menyampaikan apresiasi atas kehadiran Rumah Zakat yang telah membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.


VogoCamp menjadi wadah edukatif bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat peran dan kiprah Rumah Zakat dalam bidang pemberdayaan masyarakat, kesehatan, pendidikan, dan kebencanaan. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada nilai-nilai dasar kerelawanan, pentingnya empati sosial, serta peran strategis relawan dalam menjawab berbagai persoalan kemanusiaan di tengah masyarakat.


Kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan materi pengenalan Rumah Zakat dan open recruitment relawan yang disampaikan oleh April, Relawan Rumah Zakat. Materi disampaikan secara komunikatif dan inspiratif, sehingga mampu membangkitkan antusiasme mahasiswa untuk terlibat aktif sebagai relawan.


 Para peserta tampak aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar aktivitas relawan serta peluang kontribusi yang dapat dilakukan oleh mahasiswa.


Melalui kegiatan VogoCamp ini, Rumah Zakat berharap dapat melahirkan relawan-relawan muda dari lingkungan STIKes Tengku Maharatu Pekanbaru yang tidak hanya memiliki semangat pengabdian, tetapi juga siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Kehadiran relawan kampus diharapkan mampu memperkuat gerakan sosial Rumah Zakat sekaligus menanamkan nilai kepedulian dan kemanusiaan sejak dini kepada generasi muda.

(Desi suarni)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done