M C I

Kamis, 04 Juni 2026

*Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Digelar Serentak di Riau, Fokus pada 10 Sasaran Prioritas Pelanggaran Lalu Lintas





Centerindonesia PEKANBARU – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menggelar Operasi Patuh Tahun 2026 secara serentak di seluruh Indonesia mulai tanggal 8 hingga 21 Juni 2026. Di Provinsi Riau, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan sandi Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 yang melibatkan seluruh jajaran Polres di wilayah hukum Polda Riau.


Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa operasi yang berlangsung selama 14 hari ini mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan persuasif yang didukung dengan pemanfaatan teknologi digital dalam penegakan hukum lalu lintas.


"Sesuai perintah Bapak Kapolri, tujuan Operasi Patuh 2026 adalah menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta menekan fatalitas korban kecelakaan. Kita ingin mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan menjelang Hari Bhayangkara Tahun 2026," ujar Irjen Agus.


Mengusung tema "Optimalisasi Transformasi Penegakan Hukum Secara Elektronik", pelaksanaan Operasi Patuh 2026 memaksimalkan penggunaan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dengan komposisi penindakan sebesar 60 persen ETLE, 30 persen penindakan manual (non-ETLE), dan 10 persen teguran simpatik.


Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol. Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.I.K., menjelaskan bahwa Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau bersamaan dengan pelaksanaan Operasi Patuh yang digelar di seluruh Indonesia.


"Kami mengajak seluruh masyarakat Provinsi Riau untuk meningkatkan disiplin dan kepatuhan dalam berlalu lintas. Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 ini, kami berharap dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat," ujar Kombes Pol. Jeki Rahmat Mustika.


Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 akan memfokuskan penindakan terhadap 10 sasaran prioritas pelanggaran lalu lintas, yaitu:


1. Kendaraan bermotor R2 dan R4 yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (knalpot brong).

2. Kendaraan truk yang dimodifikasi tidak sesuai standar pabrikan, menambah panjang rangka, atau mengubah spesifikasi teknis.

3. Kendaraan pribadi yang menggunakan sirine, rotator, dan strobo tidak sesuai peruntukannya.

4. TNKB (plat nomor) kendaraan bermotor yang tidak sesuai ketentuan dan spesifikasi teknis.

5. Kendaraan pribadi yang digunakan sebagai travel ilegal.

6. Kendaraan angkutan barang yang digunakan untuk mengangkut orang.

7. Kendaraan penumpang yang tidak laik jalan.

8. Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI dan berboncengan lebih dari satu orang.

9. Kendaraan pengunjung tempat wisata yang parkir di bahu jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas.

10. Pengendara yang berkendara sambil merokok.


Selain melakukan penegakan hukum, jajaran Ditlantas Polda Riau juga akan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif melalui sosialisasi, edukasi, penyuluhan, serta kampanye keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.


Melalui Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, diharapkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas semakin meningkat sehingga dapat menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan berkeselamatan di seluruh wilayah Provinsi Riau.


"Tertib Berlalu Lintas Demi Keselamatan Bersama."tutupnya. 

(Ds)

Apel Jam Pimpinan Dirangkaikan Pelepasan Purnabakti AKP Darmainil dan AKP Jalinus, Dirlantas Polda Riau Tekankan Profesionalisme dan Pengabdian*

 




Centerindonesia Pekanbaru – Suasana haru dan penuh penghormatan mewarnai pelaksanaan Apel Jam Pimpinan yang dirangkaikan dengan pelepasan personel purnabakti AKP Darmainil dan AKP Jalinus di Lapangan Apel Samsat Kota Pekanbaru, Kamis (04/06/2026) pukul 07.30 WIB.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Jeki Rahmat Mustika selaku Direktur Lalu Lintas Polda Riau dan dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Ditlantas Polda Riau, para Kepala Seksi (Kasi), perwira, bintara, ASN, serta Pegawai Harian Lepas (PHL) di lingkungan Ditlantas Polda Riau.


Apel jam pimpinan yang rutin dilaksanakan ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian arahan dan evaluasi pelaksanaan tugas, tetapi juga menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada dua personel terbaik yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya di institusi Polri.


Dalam arahannya, Dirlantas Polda Riau menegaskan bahwa setiap personel harus terus menjaga disiplin, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Menurutnya, tantangan tugas kepolisian ke depan semakin kompleks sehingga diperlukan kesiapan sumber daya manusia yang unggul, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.


"Kita harus terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kepercayaan publik dibangun melalui kerja nyata, pelayanan yang tulus, serta perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Polri Presisi," tegas Dirlantas di hadapan peserta apel.


Lebih lanjut, Dirlantas mengingatkan seluruh personel untuk mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 yang akan dilaksanakan pada 8 hingga 21 Juni 2026. Ia menekankan bahwa operasi tersebut tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, namun juga mengedepankan edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.


Personel diminta melaksanakan tugas dengan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional, sehingga tujuan utama operasi untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat tercapai secara optimal.


Selain memberikan arahan terkait pelaksanaan tugas, Dirlantas Polda Riau juga menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada AKP Darmainil dan AKP Jalinus yang telah menuntaskan pengabdiannya dengan baik. Menurutnya, masa purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak baru untuk terus memberikan manfaat kepada masyarakat melalui pengalaman dan keteladanan yang dimiliki.


"Atas nama keluarga besar Ditlantas Polda Riau, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang telah diberikan selama bertugas. Semoga segala pengorbanan dan kerja keras yang telah dilakukan menjadi amal ibadah dan inspirasi bagi generasi penerus," ujar Dirlantas.


Prosesi pelepasan berlangsung dengan penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan. Sejumlah personel tampak memberikan penghormatan dan ucapan selamat kepada kedua perwira yang memasuki masa purnabakti sebagai bentuk penghargaan atas perjalanan panjang pengabdian mereka kepada bangsa dan negara.


Momentum tersebut menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa pengabdian di lingkungan Polri bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga membangun warisan keteladanan, loyalitas, dan dedikasi yang akan terus dikenang oleh institusi.


Kegiatan apel jam pimpinan dan pelepasan personel purnabakti berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat. Semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat soliditas keluarga besar Ditlantas Polda Riau dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah.

Green Policing Ditlantas Polda Riau. 

(Ds)

Polsek Benai Tindak Tegas PETI di Desa Tebing Tinggi, Satu Rakit Dimusnahkan di Lokasi






Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Polsek Benai, Polres Kuantan Singingi, melaksanakan penindakan terhadap aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, sekitar pukul 16.30 WIB. Kamis (04/06/2026).


Kegiatan penindakan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Benai IPDA Muhammad Ali Sodiq, S.Psi., bersama personel Polsek Benai, menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan adanya aktivitas PETI di lokasi tersebut.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Benai IPDA Muhammad Ali Sodiq, S.Psi., menyampaikan bahwa pihaknya segera merespons informasi masyarakat dengan melakukan pengecekan dan patroli ke lokasi kejadian.


“Setibanya di lokasi, petugas menemukan satu unit rakit PETI yang sudah tidak beroperasi,” ujarnya.


Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pimpinan. Berdasarkan arahan pimpinan, dilakukan tindakan tegas berupa pemusnahan satu unit rakit PETI dengan cara dibakar.


Kapolsek menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan komitmen Polres Kuantan Singingi dalam memberantas aktivitas PETI yang merusak lingkungan serta berdampak terhadap ekosistem dan potensi gangguan sosial di masyarakat.


“Kami akan terus menindaklanjuti setiap laporan masyarakat dan tidak akan memberikan ruang bagi aktivitas PETI di wilayah hukum Polsek Benai,” tegasnya.


Dalam kegiatan tersebut tidak ditemukan pelaku di lokasi dan tidak ada barang bukti yang diamankan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.


Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan maupun mendukung kegiatan pertambangan tanpa izin.


Polsek Benai berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli serta pengawasan di wilayah yang rawan aktivitas PETI guna mencegah terjadinya kembali kegiatan serupa.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Program JALUR Polres Kuansing Hadir di Tanjung Simandolak, Dekatkan Layanan dan Perkuat Sinergi dengan Masyarakat





Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Kepolisian Resor (Polres) Kuantan Singingi kembali melaksanakan kegiatan JALUR (Jelajah Riau Untuk Rakyat), salah satu program unggulan Polda Riau yang digagas Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum. Kegiatan kali ini berlangsung di Desa Tanjung Simandolak, Kecamatan Benai, Kamis (4/6/2026) pagi.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H. dan dihadiri unsur Forkopimcam, jajaran Polres Kuansing, Polsek Benai, pemerintah desa, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta warga Desa Tanjung Simandolak.


Dalam sambutannya, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana menyampaikan bahwa Program JALUR merupakan program yang bertujuan mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, mempererat hubungan antara Polri dan warga, serta menghadirkan berbagai pelayanan yang bermanfaat secara langsung.


“Program JALUR bertujuan memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat, mendengarkan langsung aspirasi warga, serta menghadirkan pelayanan yang humanis dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar AKBP Hidayat Perdana.


Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Layanan Kepolisian 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam.


“Layanan 110 dapat digunakan untuk melaporkan tindak pidana, gangguan kamtibmas, kecelakaan lalu lintas maupun keadaan darurat lainnya yang membutuhkan kehadiran polisi. Jangan ragu menghubungi layanan tersebut apabila memerlukan bantuan kepolisian,” katanya.


Selain itu, AKBP Hidayat Perdana memberikan perhatian khusus terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat. Ia menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak kesehatan, masa depan generasi muda, serta keharmonisan keluarga.


“Saya mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya para generasi muda, agar tidak pernah mencoba narkoba. Tidak ada manfaat dari narkoba. Sekali terjerumus, dampaknya sangat merugikan, baik bagi diri sendiri maupun keluarga,” tegasnya.


Kapolres juga mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak serta memperkuat pendidikan agama dan moral dalam keluarga. Ia berharap masyarakat turut berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitar.


Dalam kegiatan tersebut, Polres Kuansing juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat, menyerahkan bantuan alat tulis kepada anak-anak sekolah, serta menggelar pelayanan kesehatan gratis yang dilaksanakan oleh Sidokkes Polres Kuansing bekerja sama dengan UPTD Kesehatan Kecamatan Benai.


Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Tanjung Simandolak, Suwandri Putra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polres Kuansing atas pelaksanaan Program JALUR di desanya. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga.


Melalui kegiatan JALUR, Polres Kuantan Singingi berharap sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Kapolres Kuansing Pimpin Green Policing di Benai, Tanam Pohon Bersama Warga untuk Lingkungan Hijau Berkelanjutan






Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung kegiatan Green Policing Polres Kuantan Singingi yang dilaksanakan di Desa Tanjung Simandolak, Kecamatan Benai, Kamis (04/06/2026).


Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan Kepolisian Daerah Riau yang digagas oleh Kapolda Riau, sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap pelestarian lingkungan hidup sekaligus mendukung terciptanya ruang hijau yang berkelanjutan di tengah masyarakat.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Binmas Polres Kuansing AKP Feri Wardi, S.H., Kasi Humas IPTU A. Razak, Kasi Dokes IPTU Arpisman, Sekcam Benai Rasali, S.H., Kanit IK Polsek Benai IPDA Karel, S.H., Kanit Reskrim Polsek Benai IPDA Tri Hari Ismi, S.H., M.H., Korwil Pendidikan Kecamatan Benai, Kepala UPTD Kesehatan Kecamatan Benai Adam Smet, S.Kep., Pj Kepala Desa Tanjung Simandolak Suwandri Putra, personel Polres Kuansing dan Polsek Benai, serta masyarakat setempat.


Kegiatan diawali dengan penyerahan bibit pohon secara simbolis oleh Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., kepada Pj Kepala Desa Tanjung Simandolak, dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon secara bersama-sama oleh seluruh unsur yang hadir.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana menyampaikan bahwa kegiatan Green Policing merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga alam sejak dini.


“Program Green Policing ini bukan hanya sekadar kegiatan menanam pohon, tetapi merupakan gerakan bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan agar tetap hijau, sehat, dan bermanfaat bagi generasi mendatang. Kami berharap masyarakat dapat terus mendukung dan melestarikan kegiatan seperti ini,” ujar Kapolres.


Lebih lanjut, Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, asri, dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.


Kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan penuh antusiasme dari masyarakat yang turut berpartisipasi dalam penanaman pohon tersebut.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Selasa, 02 Juni 2026

Polsek Pangean Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Ketahanan Pangan di Desa Rawang Binjai

 




Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Dalam rangka mendukung program Swasembada Pangan Tahun 2026 yang menjadi salah satu program strategis nasional, Polsek Pangean melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung di lahan ketahanan pangan Desa Rawang Binjai, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa (2/6/2026).


Kegiatan pengecekan dilaksanakan sekitar pukul 10.00 WIB oleh Bhabinkamtibmas Desa Rawang Binjai, BRIPKA Supriono, S.H., bersama anggota BUMDes Sambaran Elang Pulai Desa Rawang Binjai. Pengecekan dilakukan untuk memantau pertumbuhan tanaman jagung yang ditanam pada lahan seluas sekitar satu hektare.


Dari hasil pengecekan, tanaman jagung yang dibudidayakan di lahan ketahanan pangan tersebut telah berumur kurang lebih 60 hari tanam dan menunjukkan perkembangan yang cukup baik.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Pangean IPTU Aman Sembiring, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.


“Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Melalui kegiatan pengecekan ini, kami ingin memastikan tanaman yang dikelola masyarakat dapat tumbuh dengan baik sehingga memberikan hasil yang optimal,” ujar IPTU Aman Sembiring.


Ia menambahkan, sinergi antara Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ketahanan pangan yang sedang dijalankan.


“Kami berharap program penanaman jagung ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat serta mendukung tercapainya swasembada pangan, khususnya di Kabupaten Kuantan Singingi,” tambahnya.


Kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar. Polsek Pangean berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap program ketahanan pangan guna mendukung kesejahteraan masyarakat serta keberhasilan program nasional Swasembada Pangan Tahun 2026.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

145 Rakit PETI Dimusnahkan oleh Personil Gabungan TNI-POLRI, Sat Pol PP, Damkar, BPBD dan Instansi Terkait, di Sepanjang Sungai Kuantan.*





Centerindonesia KUANTAN SINGINGI– Polres Kuantan Singingi (Kuansing) bersama TNI dan instansi terkait melaksanakan kegiatan penindakan terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang aliran Sungai Batang Kuantan yang melintasi Kecamatan Inuman dan Kecamatan Cerenti, Selasa (2/6/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., serta melibatkan personel gabungan dari Polres Kuansing, TNI, Satpol PP, BPBD, Damkar, dan unsur pemerintah daerah yang berjumlah 260 personil.

Sebelum pelaksanaan penindakan, seluruh personel mengikuti Apel Penertiban PETI yang digelar di Lapangan Apel Mapolsek Cerenti. 


Kapolres Kuansing dalam arahannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam menindak aktivitas PETI yang masih terjadi di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.


"Kegiatan ini merupakan operasi gabungan sebagai bentuk keseriusan kita dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menegakkan hukum terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin. 


Sebelumnya berbagai upaya preventif dan persuasif telah dilakukan, mulai dari sosialisasi hingga penyampaian imbauan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan," ujar Kapolres.


Kapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk tetap mengedepankan pendekatan humanis, menjaga keselamatan selama bertugas, serta menghindari tindakan yang dapat memicu provokasi di lapangan.


Usai apel, sekitar pukul 10.30 WIB, tim gabungan bergerak menuju sejumlah titik lokasi PETI dengan menggunakan empat unit speed boat melalui jalur Sungai Batang Kuantan.


Adapun sasaran penertiban meliputi Desa Pulau Busuk, Desa Pulau Panjang,  Desa Ketaping Jaya di Kecamatan Inuman dan Desa Tanjung Medan, Desa Sikakak serta Desa Pulau Bayur di Kecamatan Cerenti.


Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan tindakan penertiban berupa pengrusakan dan pemusnahan sarana PETI dengan cara dibakar, termasuk mesin dan rakit yang digunakan untuk aktivitas pertambangan ilegal. 


Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat terkait larangan melakukan aktivitas PETI yang berpotensi merusak lingkungan dan melanggar hukum.


Dari hasil penindakan, tim gabungan berhasil menertibkan sebanyak 145 unit rakit PETI yang tersebar di sejumlah lokasi, sebanyak 43 rakit di wilayah Kecamatan Inuman dan 102 rakit di wilayah Kecamatan Cerenti.


Kecamatan Inuman, Desa Ketaping Jaya: 15 rakit, Desa Pulau Busuk: 16 rakit, Desa Pulau Panjang: 12 rakit.

Sementara di Kecamatan Cerenti, Desa Tanjung Medan: 21 rakit

Desa Sikakak: 29 rakit

Desa Pulau Bayur: 52 rakit


Selama kegiatan berlangsung, tidak ada pelaku yang diamankan maupun barang bukti yang disita. Kegiatan penertiban berakhir pada pukul 18.30 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.


Selanjutnya, pada pukul 19.00 WIB dilaksanakan Apel Konsolidasi di Pasar Cerenti yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kuansing. Beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan instansi yang terlibat atas kerja sama dan dedikasi selama pelaksanaan penertiban PETI tersebut.


Berharap penertiban tersebut dapat memberikan efek jera bagi pelaku PETI serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.


(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done