M C I

Kamis, Juli 02, 2026

Persiapan Program RPL Fakultas Hukum Unilak Dimatangkan, SPSI Riau Gelar Rapat Bersama Pimpinan Fakultas






Centerindonesia Pekanbaru, 30 Juni 2026 – Sebagai tindak lanjut dari dua pertemuan sebelumnya bersama Rektor Universitas Lancang Kuning, Prof. Junaidi, dan Wakil Rektor I, Prof. Zamzami, hari ini Selasa (30/6/2026) kembali dilaksanakan rapat koordinasi dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan pelatihan pembekalan bagi calon mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), khusus Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning.

Rapat diawali dengan pertemuan bersama Dekan Fakultas Hukum, Prof. Fahmi, kemudian dilanjutkan dengan rapat teknis yang dihadiri Wakil Dekan I Fakultas hukum Dr. Azani, Ketua Program Studi Hukum Dr. Robert, serta lembaga independen yang akan menjadi pelaksana pelatihan pembekalan bagi calon mahasiswa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara SPSI Provinsi Riau dengan Universitas Lancang Kuning dalam penyelenggaraan Program RPL, yang bertujuan memberikan kesempatan kepada para pekerja dan anggota SPSI untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui pengakuan atas pengalaman kerja dan kompetensi yang telah dimiliki.

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai aspek teknis pelaksanaan pembekalan, mulai dari materi dan teknis pelaksanaan  pelatihan, mekanisme pelaksanaan, hingga kesiapan akademik agar seluruh calon mahasiswa dapat mengikuti proses perkuliahan dengan baik dan bisa menjalani perkuliahan S1 hanya 1 tahun sesuai persyaratan yg ditentukan oleh kementrian pendidikkan tinggi .

Ketua SPSI Provinsi Riau sekaligus Wakil Ketua Umum SPSI Indonesia, Nursal Tanjung, menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan Universitas Lancang Kuning, khususnya Fakultas Hukum, atas komitmen dan dukungan penuh dalam menyukseskan Program RPL.

"Sinergi antara SPSI Provinsi Riau dan Universitas Lancang Kuning diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia pekerja melalui akses pendidikan tinggi yang lebih luas, sehingga melahirkan lulusan yang profesional, kompeten, dan siap memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional," ujar Nursal Tanjung.

Dengan terlaksananya rangkaian koordinasi ini, diharapkan pelaksanaan pelatihan pembekalan dan proses perkuliahan Program RPL Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning dapat berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta dan mengantarkan pekerja ke kehidupan sejahtera.


Red

Afni Zulkifli Masuk 22 Sosok Reset Indonesia, Kebijakan Pangkas Anggaran Jadi Perhatian*





Centerindonesia Pekanbaru – Bupati Siak Afni Zulkifli masuk dalam daftar 22 Sosok Reset Indonesia, sebuah potret kumpulan tokoh yang dinilai memiliki gagasan, keberanian, dan rekam jejak dalam mendorong perubahan di berbagai bidang kehidupan di Indonesia.


Daftar tersebut diumumkan melalui akun Instagram terverifikasi @idbaruid. Penyusunnya menyebut daftar itu merupakan hasil tiga kali ekspedisi ke sejumlah daerah di Indonesia untuk menemukan figur-figur yang dinilai mampu menghadirkan perubahan di bidang sosial, ekonomi, budaya, hukum, maupun politik.


Dalam pengantarnya, penyusun menyatakan Indonesia tidak kekurangan sosok yang memiliki kapasitas dan kepedulian terhadap persoalan bangsa. Di tengah terbatasnya figur pemimpin yang dinilai kredibel di partai politik, perubahan disebut juga dapat lahir dari tokoh-tokoh di luar lingkaran kekuasaan nasional.


Afni dipilih karena dinilai berani mengambil kebijakan strategis di bidang tata kelola keuangan daerah. Salah satunya melalui pemangkasan anggaran perjalanan dinas bernilai ratusan miliar rupiah sebagai bagian dari upaya menyelesaikan utang Pemerintah Kabupaten Siak sebesar Rp326 miliar yang berasal dari pemerintahan sebelumnya.


Selain kebijakan fiskal, mantan aktivis lingkungan dan mantan Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu juga dinilai konsisten menyuarakan kritik terhadap sentralisasi kebijakan di sektor kehutanan dan agraria.


Berdasarkan pengalamannya mendampingi masyarakat di Sumatera, Afni berpandangan konflik agraria tidak akan terselesaikan apabila pemerintah pusat terus menerapkan kebijakan tanpa mempertimbangkan kondisi serta karakteristik daerah.


Penyusun menilai langkah-langkah tersebut mencerminkan keberanian dalam mengambil keputusan yang tidak populer sekaligus menawarkan perspektif baru dalam tata kelola pemerintahan daerah.


Selain Afni, putri Presiden Keempat RI, Alissa Wahid, juga masuk dalam daftar tersebut. Alissa dinilai konsisten menolak pemberian izin usaha pertambangan kepada organisasi keagamaan serta aktif menyatukan gerakan masyarakat sipil untuk memperkuat toleransi, keadilan ekologis, dan nalar kritis.


Nama lain yang turut masuk dalam daftar ialah Gus Kautsar, pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri. Ia dinilai mampu menjembatani kajian kitab klasik dengan realitas sosial kontemporer melalui penguatan jejaring kiai muda, pembinaan santri urban, serta pengembangan ekosistem ekonomi sirkular berbasis komoditas lokal.


Sementara itu, Hening Purwati dinilai berhasil mengembangkan gerakan yang menghubungkan isu lingkungan dengan feminisme yang dipadukan dengan nilai-nilai keagamaan melalui gerakan Eco-Jihad. Sebagai Koordinator Nasional Green Faith Indonesia dan pimpinan LLHPB 'Aisyiyah, Hening aktif menggerakkan masyarakat lintas agama dalam isu pelestarian lingkungan dan transisi energi yang berkeadilan.


Sejumlah nama lain yang masuk dalam daftar tersebut antara lain Novel Baswedan, Bivitri Susanti, Farwiza Farhan, Andrew Kalaweit, dan Victor Yeimo.


Penyusun menegaskan daftar 22 Sosok Reset Indonesia bukan dimaksudkan sebagai daftar tokoh yang sempurna. Seluruh nama dipilih karena dinilai memiliki komitmen, keberanian, dan gagasan yang dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya perubahan di Indonesia.


Daftar 22 Sosok Reset Indonesia:

1. Afni Zulkifli

2. Alissa Wahid

3. Andrew Kalaweit

4. A.S. Rosyid

5. Bivitri Susanti

6. Chiki Fawzi

7. Dicky Senda

8. Farwiza Farhan

9. Gus Kautsar

10. Hening Purwati

11. Iman Zanatul

12. Jacky Manuputty

13. John Bamba

14. Kalis Mardiasih

15. Lian Gogali

16. Media Askar

17. M. Nur Arifin

18. Novel Baswedan

19. Virdian Aurellio

20. Zainal Arifin

21. Dorthea Wabiser

22. Victor Yeimo. 



(DP07/MC Siak)

Rabu, Juli 01, 2026

Dari Pasar Rakyat hingga Pelosok Negeri, Sentuhan Kepedulian Polda Riau Hadir di Hari Bhayangkara ke-80

 





Centerindonesia – Menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, semangat pengabdian dan kepedulian Polri terus diwujudkan melalui berbagai aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Di Provinsi Riau, ribuan paket bantuan sosial disalurkan, air bersih didistribusikan, rumah warga diperbaiki, rumah ibadah dibersihkan, hingga gerakan penghijauan digencarkan sebagai bentuk nyata kehadiran Polri untuk masyarakat.


Hingga Selasa (30/6/2026), Polda Riau dan jajaran telah menyalurkan sebanyak 8.357 paket bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, telah terlaksana 56 kegiatan penyaluran air bersih, 40 kegiatan bakti religi, penyelesaian 11 unit bedah rumah, serta 1 unit bedah rumah yang masih dalam proses pengerjaan oleh Polres Indragiri Hulu. Kepedulian terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui 5 kegiatan Gerakan Indonesia Asri yang melibatkan personel Polri bersama masyarakat.


Bantuan yang disalurkan tidak hanya menjangkau kawasan perkotaan, tetapi juga menyentuh masyarakat di berbagai pelosok daerah serta pusat-pusat aktivitas ekonomi rakyat. Salah satu kegiatan berlangsung di Pasar Rakyat Jalan Jenderal Soedirman, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir.


Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pasar, personel lalu lintas hadir bukan hanya membawa paket sembako, tetapi juga menyampaikan edukasi kamtibmas, kamseltibcarlantas, dan Green Policing. Dengan pendekatan humanis, masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan disiplin berlalu lintas, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam.


Suasana haru tampak ketika personel Polantas menyambangi para pekerja sektor informal yang tengah berjuang mencari nafkah. Salah satunya Ridwan, seorang pengemudi ojek becak yang sehari-hari mangkal di sekitar pasar. Saat itu ia sedang menunggu penumpang seperti biasanya, tanpa menyangka akan mendapatkan bantuan.


“Saya kaget saja, Pak. Lagi menunggu penumpang di pasar, tiba-tiba didatangi Pak Polantas. Alhamdulillah, berkat doa keluarga kami dan rekan-rekan lainnya dapat bantuan paket sembako. Bantuan ini sangat berkah dan sangat membantu kami. Apalagi sekarang penumpang sedang sepi,” ucap Ridwan dengan wajah penuh syukur.


Bagi Ridwan, bantuan tersebut bukan hanya sekadar paket sembako, melainkan bentuk perhatian yang memberikan harapan di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolda Riau dan seluruh jajaran yang telah hadir dan peduli kepada masyarakat kecil.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Riau dan seluruh jajaran. Semoga di usia Bhayangkara yang ke-80 tahun ini, Polri semakin sukses, semakin dicintai masyarakat, dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.


Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melalui Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika selaku Ketua Pelaksana Bakti Sosial Hari Bhayangkara ke-80 menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian Polri yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga pada kemanusiaan.


“Momentum Hari Bhayangkara ke-80 kami jadikan sebagai kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat. Kehadiran Polri harus mampu memberikan manfaat, menghadirkan solusi, dan menumbuhkan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, bantuan sosial kami salurkan hingga ke pelosok daerah dan menyentuh langsung masyarakat yang sehari-hari berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya,” ujar Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika.


Menurutnya, kegiatan sosial yang dilaksanakan tidak hanya bertujuan membantu meringankan beban masyarakat, tetapi juga memperkuat jalinan kebersamaan antara Polri dan masyarakat sebagai mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban.


“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri selalu hadir bersama mereka, baik dalam menjaga keamanan, memberikan pelayanan, maupun ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan. Semangat Bhayangkara adalah semangat pengabdian untuk negeri dan untuk masyarakat,” tutupnya.


Rangkaian kegiatan sosial yang dilaksanakan Polda Riau dan jajaran menjadi gambaran bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremonial tahunan. Di balik ribuan paket bantuan yang disalurkan, air bersih yang dibagikan, rumah yang diperbaiki, serta edukasi yang diberikan, terdapat komitmen untuk terus menghadirkan Polri yang humanis, peduli, dan dekat dengan masyarakat.


Dari pasar rakyat di Tembilahan hingga pelosok-pelosok daerah di Provinsi Riau, semangat pengabdian itu terus bergerak, membawa pesan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam menghadirkan kepedulian dan harapan bagi masyarakat. 

(Ds)

Angkat Tema ‘Ayah Wajib Hadir’, Lapas Pekanbaru Gelar Upacara Harganas ke-33 Penuh Makna






Centerindonesia – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru melaksanakan Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dengan mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di Lapangan Upacara Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai, Senin (29/06).


Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Heru Prabowo, memimpin jalannya upacara dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan.


Upacara kali ini menghadirkan nuansa keberagaman budaya, dimana para peserta mengenakan berbagai macam pakaian adat nusantara. Hal ini menjadi simbol persatuan dan memperkuat nilai-nilai kekeluargaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan sejarah singkat Hari Keluarga Nasional yang mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian amanat Inspektur Upacara yang membacakan pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.


Dalam kesempatan tersebut, Inspektur Upacara menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama menghadapi tantangan zaman. 


“Keluarga harus menjadi benteng utama dalam membentuk sumber daya manusia yang sehat, berkarakter, dan tangguh. Peran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi harus hadir secara utuh dalam pengasuhan, menjadi teladan, serta membangun kedekatan emosional dengan anak. Di tengah tantangan era digital, orang tua juga harus bijak dalam mengawasi penggunaan gawai serta memastikan keluarga menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh nilai moral,” ujar Heru Prabowo saat membacakan amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.


Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 ini, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai keluarga dalam pelaksanaan tugas dan kehidupan sehari-hari, guna mendukung terwujudnya keluarga yang harmonis, berkualitas, dan berdaya saing.

(Ds)

Dinding Lapas Tak Membatasi Mimpi, Warga Binaan Pekanbaru Tetap Semangat Menuntut Ilmu






Centerindonesia Pekanbaru – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru yang mengikuti program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) melaksanakan ujian akhir semester genap sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran pendidikan kesetaraan. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan lancar di ruang belajar Lapas Pekanbaru, Selasa (30/06).


Sebanyak 9 (sembilan) orang WBP mengikuti ujian tersebut. Mereka merupakan peserta aktif dalam program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C yang difasilitasi oleh Lapas Pekanbaru bekerja sama dengan PKBM Pelita Riau. Program ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian di bidang pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan.


Pelaksanaan ujian semester ini menjadi indikator penting dalam menilai capaian pembelajaran para WBP selama satu semester terakhir. Selain itu, kegiatan ini mencerminkan komitmen Lapas Pekanbaru dalam memberikan akses pendidikan yang layak dan berkelanjutan bagi warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan.


Lebih dari sekadar evaluasi akademik, kegiatan ini menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk terus belajar. Dinding Lapas tidak membatasi semangat warga binaan dalam menggali ilmu pengetahuan. Justru dari dalam Lapas, tumbuh tekad dan motivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan siap menghadapi kehidupan setelah masa pidana.


Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi WBP lainnya untuk terus belajar dan mengasah kemampuan. Pendidikan adalah hak setiap warga binaan yang harus dijunjung tinggi, dan kami berkomitmen untuk terus mendukung setiap upaya pembinaan yang membawa perubahan positif,” ujarnya.


Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembinaan warga binaan. Melalui pendidikan, diharapkan WBP dapat meningkatkan kepercayaan diri, memperluas wawasan, serta memiliki bekal yang cukup untuk kembali ke masyarakat dan berkontribusi secara positif.


Dengan terselenggaranya ujian akhir semester ini, diharapkan seluruh peserta program pendidikan kesetaraan dapat melanjutkan proses belajar hingga tuntas. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung reintegrasi sosial warga binaan, sehingga mereka dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai individu yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

(Ds)

Khidmat dan Penuh Makna, Lapas Pekanbaru Tutup Peringatan 1 Muharram 1448 H di Masjid At-Taubah






Centerindonesia – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru resmi menutup rangkaian kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dengan suasana khidmat dan penuh makna, yang diikuti oleh warga binaan pemasyarakatan dan jajaran petugas. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid At-Taubah Lapas Pekanbaru, Sabtu (27/06).


Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan. Berbagai perlombaan religi telah sukses diselenggarakan, meliputi lomba Adzan, Seni Tilawah Al-Qur’an, Tahfidz, Sholat Witir, serta Tausiyah.


Acara penutupan diawali dengan penampilan marawis yang memeriahkan suasana, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, panitia menyampaikan laporan kegiatan sebagai bentuk evaluasi dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan seluruh rangkaian acara.


Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Ridho Kurniawan, dalam sambutannya sekaligus menutup kegiatan secara resmi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah berpartisipasi aktif.


“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran spiritual warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik. Kami berharap nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan dapat terus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ridho.


Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba serta penyerahan sertifikat dan hadiah kepada para juara sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih.


Menambah kekhusyukan acara, tausiyah agama disampaikan oleh Ustadz Nazriel Abdul Muluk yang mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi diri dan meningkatkan kualitas keimanan.


“Pergantian tahun Hijriah hendaknya kita jadikan sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia,” tutur Ustadz Nazriel dalam ceramahnya.


Salah satu warga binaan, Husen, mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan pengalaman spiritual yang berharga.


“Saya merasa kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain menambah ilmu agama, juga membuat kami lebih termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ungkap Husen.


Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang berlangsung penuh khidmat. Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama sebagai wujud kebersamaan dan keberhasilan pelaksanaan kegiatan.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berharap pembinaan keagamaan dapat terus berjalan secara berkesinambungan guna mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan ke masyarakat.

(Ds)

Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Kuansing Beri Reward kepada Personel Berprestasi Pendukung Tugas Polri


Rabu, 1 Juli 






Centerindonesia,– Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kuantan Singingi memberikan penghargaan (reward) kepada personel berprestasi yang telah memberikan kontribusi dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Penyerahan penghargaan dilaksanakan pada Rabu (1/7/2026).


Pemberian penghargaan tersebut berdasarkan Keputusan Kapolres Kuantan Singingi Nomor: KEP/44/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026.


Penghargaan diberikan kepada personel yang menunjukkan dedikasi, prestasi, dan pengabdian di berbagai bidang, mulai dari pengungkapan tindak pidana narkotika, pembinaan masyarakat, edukasi keselamatan berlalu lintas, ketahanan pangan, hingga dukungan terhadap kegiatan sosial serta pembangunan fasilitas kepolisian.


Sebanyak delapan personel menerima penghargaan atas keberhasilannya mengungkap peredaran narkotika jenis daun ganja kering seberat 22 kilogram di wilayah hukum Polres Kuantan Singingi. Mereka adalah AKP Hasan Basri, S.H., M.H., Bripka Agus Prajandi Situmorang, S.H., Bripka Adeski Zep Pasaribu, Brigadir Wendi Irawan, Brigadir Edi Fran Sihotang, S.H., Bripda Bagas Kristo Tindanon, Bripda Armando Andreas Simamora, dan Bripda M. Fikri Alfianto.


Penghargaan juga diberikan kepada Brigadir Muhammad Taufiq atas dedikasinya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi keselamatan berlalu lintas, Aiptu Hasbi Indra atas perannya dalam mendukung pelaksanaan Festival Pacu Jalur Tradisional di Tepian Narosa, Aiptu Putut Wisnu Santoso atas keberhasilannya memberikan penyuluhan hukum sekaligus mendukung program ketahanan pangan di Kecamatan Singingi Hilir, Bripka Eko Siswantoro, S.H., atas peran aktifnya dalam proses hibah tanah untuk pembangunan Pos Bhabinkamtibmas Desa Bumi Mulya, serta Brigadir Arief Rahman Hakim atas dedikasi dan loyalitasnya dalam pelaksanaan tugas kepolisian.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada personel yang telah menunjukkan dedikasi dan kinerja terbaik dalam mendukung tugas-tugas Polri.


"Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada personel Polri yang berprestasi. Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Kapolres.


Ia menambahkan, berbagai capaian yang diraih merupakan hasil kerja sama, soliditas, dan sinergi seluruh jajaran Polri bersama masyarakat. Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban tidak dapat terwujud tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat.


Melalui pemberian penghargaan ini, Polres Kuantan Singingi berharap semangat pengabdian, profesionalisme, dan budaya berprestasi terus tumbuh di lingkungan Polri sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal, humanis, dan terpercaya sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done