M C I

Minggu, 11 Januari 2026

Demi Masyarakat LIN Riau Toni Supriadi Angkat Bicara, Bangunan Reinoz Pool & Cafe Perlu Diproses Untuk Kejelasan Hukum.


Center Indonesia Pekanbaru
: Lembaga Investigasi Negara (LIN) DPD Riau menanggapi tegas laporan masyarakat terkait bangunan Reinoz Pool & Cafe yang berada diatas parit atau aliran air. Bangunan yang diinformasikan warga tersebut, sebelumnya adalah parit yang ditimbun, saat musim hujan sekarang ini, menimbulkan dampak banjir di lingkungan sekitarnya. Terutama masyarakat yang berada disekitar bangunan tersebut.


Ketua DPD LIN Riau, Toni Supriadi saat dijumpai dalam wawancara langsung Minggu 11/01/2026, sangat mengapresiasi laporan warga yang dibacanya di media siber. Dan sudah dipublikasikan kenapa hingga sekarang belum dapat kejelasan pasti terkait kerugian dan bencana banjir bagi masyarakat sekitar bangunan tersebut. Pemerintah harus mengambil langkah dan lakukan tindakan jika memang melanggar aturan bangunan. Tindakan yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya statmen dari pemerintah.


"Kami LIN Riau terima informasi warga yang terdampak banjir disekitar bangunan itu. Rumah mereka terendam banjir sejak adanya bangunan Reinoz Pool & Cafe tersebut ungkap warga yang berada disekitar bangunan. Dengan laporan tersebut Toni akan membentuk tim investigasi agar laporan warga tersebut lengkap  dan bisa kita proses secara hukum ke pihak berwenang," tegas Toni.


Lembaga Investigasi Negara (LIN) Riau, lanjut Toni, sangat komitmen untuk membantu warga yang terzolimi, yang tentunya tidak mendapatkan keadilan dan atau tindakan sewenang-wenang yang merugikan secara hukum baik materil maupun inmateril. Lebih konkrit, Toni balik mempertanyakan soal ijin atau legalitas Reinoz Pool & Cafe yang berada di jalan Kaharuddin Nasution, Marpoyan Damai, Pekanbaru tersebut. Sehingga LIN Riau bisa mengambil langkah untuk mencari solusi bagi warga yang terdampak tersebut.


"Selain itu, perlu juga dipertanyakan ijin usaha mereka, ijin bangunannya dan legalitas lahan yang mereka bangun. Apakah ijinnya tempat permainan, cafe atau tempat makanan dan minuman. Karena ironisnya billiar memang untuk keterampilan tapi terkadang ada indikasi unsur perjudian jika yang main di sana bertaruh dalam bentuk uang atau benda. Meskipun yang punya tempat berdalih tak mengetahui nantinya namun ini perlu diselidiki  pungkas Toni.


Persoalan ini akan terus kita kawal demi mencari kebenaran dan keadilan untuk masyarakat lanjut Toni.


( Bersambung..)


Tim Investigasi LIN

Polsek Kuantan Mudik, Amankan 7 Orang termasuk Pemilik warung Remang-remang, di Bukit Betabuh


Center Indonesia KUANTANSINGINGI,
– Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polsek Kuantan Mudik Polres Kuantan Singingi melaksanakan penertiban Penyakit Masyarakat (Pekat) dengan sasaran warung remang-remang yang berada di wilayah hukumnya, Sabtu malam (10/01/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh PLH Kapolsek Kuantan Mudik IPTU Padriainto, didampingi sejumlah personel Polsek Kuantan Mudik.


Adapun lokasi pelaksanaan di kawasan Hutan Lindung Bukit Betabuh, Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP R. Ricky Pratidiningrat, S.I.K., M.H., melalui PLH Kapolsek Kuantan Mudik IPTU Padriainto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif dan represif kepolisian dalam menekan aktivitas penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu ketertiban umum serta meresahkan masyarakat.


“Penertiban  Pekat ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Polres Kuantan Singingi dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya di wilayah hukum Polsek Kuantan Mudik,” ujar IPTU Padriainto menyampaikan pesan Kapolres.


Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan dua warung remang-remang yang masih beroperasi. Warung pertama milik inisial W, warga Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik, dengan dua orang pekerja masing-masing berinisia RS asal Sarolangun dan A asal Kebumen, Jawa Tengah.


Sementara warung kedua milik Sdri. Inisial R, warga Pasaman Barat, Sumatera Barat, yang mempekerjakan tiga orang pekerja, yakni inisial ES asal Lampung, ES asal Tarakan, Kalimantan Tengah, serta M asal Duri.

Petugas kemudian membawa dua pemilik warung dan lima orang pekerja ke Polsek Kuantan Mudik untuk dilakukan pemeriksaan, pendataan, serta pembinaan lebih lanjut.


Kapolres Kuansing melalui PLH Kapolsek Kuantan Mudik menjelaskan bahwa terhadap para pemilik warung dilakukan interogasi dan permintaan keterangan, khususnya terkait adanya pemberitaan di salah satu media online yang menyebutkan dugaan setoran kepada oknum Polsek Kuantan Mudik.


“Hasil klarifikasi menyatakan bahwa kedua pemilik warung inisial,  R dan W, menegaskan tidak pernah memberikan setoran kepada oknum Polsek Kuantan Mudik dan keduanya bersedia untuk dilakukan klarifikasi lebih lanjut terkait pemberitaan media online tersebut,” jelas IPTU Padriainto.


Sementara itu, terhadap pekerja dan pemilik warung remang-remang, petugas memberikan pembinaan dan meminta mereka membuat surat pernyataan, yang menyatakan kesediaan untuk tidak lagi bekerja sebagai wanita penghibur, baik di kawasan Bukit Betabuh maupun di seluruh wilayah hukum Polsek Kuantan Mudik.


Kapolres Kuansing menegaskan bahwa jajaran Polres Kuantan Singingi akan terus melaksanakan Operasi Pekat secara rutin dan berkelanjutan sebagai langkah nyata dalam memberantas penyakit masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.


“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk aktivitas penyakit masyarakat dan akan terus hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegas Kapolres Kuansing.


Polres Kuantan Singingi juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar turut serta menjaga kamtibmas dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang melanggar hukum di lingkungan sekitarnya.


Sumber: Humas Polres Kuatan Singingi

(Desi suarni)

Sabtu, 10 Januari 2026

Perkuat Pengamanan Hari Minggu, TNI-Polri Siaga di Titik Strategis Lapas Kelas I Bandar Lampung


Center Indonesia Bandar Lampung
– Memastikan situasi tetap aman dan kondusif di akhir pekan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung memperketat pengawasan dengan menggandeng aparat penegak hukum (APH) terkait. Pada Minggu (11/1/2026), personel bantuan pengamanan dari TNI Kodim 0410/KBL dan kepolisian Polsek Kedaton diterjunkan langsung ke lokasi.


Langkah ini merupakan bentuk nyata sinergitas antara pihak Lapas dengan TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban (Kamtib). Para personel bantuan tersebut tidak hanya berjaga di halaman luar, namun ditempatkan secara taktis di sejumlah titik strategis yang bersifat steril dan vital.


Penebalan personel dilakukan mulai dari area Portir (Pintu Utama), Pos Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik), Pos Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), hingga Pos Komandan Jaga. Penempatan di titik-titik krusial ini bertujuan untuk memperkuat fungsi pengawasan lalu lintas orang dan barang, serta menutup celah sekecil apapun terhadap potensi gangguan keamanan.


Kehadiran personel gabungan TNI-Polri ini menjadi jaminan bagi masyarakat dan warga binaan bahwa Lapas Kelas I Bandar Lampung dalam kondisi aman, terkendali, dan siap mencegah segala bentuk potensi gangguan Kamtib secara preventif.

(Desi suarni)

Ketua DPD-KSPSI Prov. Riau Nursal Tanjung Minta Dukungan Pangdam XIX Tuanku Tambusai untuk mengikuti Festival Melayu Day 2026 di Yalla Thailand


Center Indonesia Pekanbaru
: Ketua DPD-KSPSI Prov. Riau Nursal Tanjung akan melakukan audiensi sekaligus silahturahmi dengan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP. Audensi ini bertujuan untuk meminta restu serta dukungan Pangdam, dalam mengikuti festival Melayu Day 2026 yang diadakan di Yalla Thailand. Sabtu (10/1/2026)


Kepada awak media, Ketua DPD-KSPSI Prov. Riau Nursal Tanjung, menerangkan bahwa rencananya Tim UMKM seni budaya SPSI Provinsi Riau juga mengikuti kegiatan festival Melayu Day 226 di Yalla Thailand. Dimana di kegiatan festival Melayu Day 2026 tersebut selain kegiatan seni budaya Melayu yang sejalan dengan visi misi Riau yang juga akan menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara


" Selain itu, juga ada kegiatan bazar UMKM yang sejalan dengan program Pemerintah menggeliatkan dan menggerakkan perekonomian Nasional dari tingkat yang terkecil atau terendah yaitu keluarga sejalan dengan peran fungsi Organisasi SPSI yang bertujuan kesejahteraan", kata Nursal Tanjung 


Lanjutnya, dalam acara tersebut, ada juga kegiatan pentas seni budaya Melayu seperti fashion show dan nyayi serta tari Melayu dimana kegiatan tersebut melestarikan dan mengembangkan seni budaya Melayu sesuai dengan ungkapan "Tak kan Hilang Melayu di Bumi".


"Kita berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat menjalin kerjasama antar Negara, yang mana kegiatan festival Melayu Day ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang sudah berjalan 11 kali dan diikuti oleh beberapa negara yang ada di Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia, dan Thailand, serta negara lain", ujar Nursal Tanjung.


Dengan adanya acara ini, tentunya akan membuka peluang para UMKM masing masing Negara untuk memanfaatkan peluang ekonomi satu sama lain.


Lebih lanjut Nursal Tanjung menyebutkan bahwa Masyarakat Melayu itu tersebar dibeberapa Negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia, Brunai, dan Singapura, serta Thailand. Dengan kegiatan Melayu Day akan memperlihatkan keberagaman kebudayaan Melayu dan akan membangun sikap toleransi dalam saling menghargai budaya sesama Negara tetangga sehingga dari hal ini juga akan membangun diplomasi budaya khususnya antara Indonesia (Riau) dan Thailand.


Saat ditanya soal sumber dana untuk mengikuti acara, Nursal Tanjung mengatakan bahwa kegiatan festival Melayu Day 2026 ini mengandung kegiatan perekonomian, ini artinya dengan adanya bazar UMKM dan kegiatan seni budaya Melayu dengan adanya pegelaran pentas seni budaya seperti kegiatan fashion show, nyayi dan tari.


Kegiatan ini tentunya sejalan dengan visi misi Riau yang dikumandangkan oleh pemerintah Provinsi Riau menjadikan Riau ini sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara, dan menjadikan Riau sebagai pusat perekonomian di Asia Tenggara mengingat potensi yang dimiliki Riau secara geografis dan sumber daya alam yang dimiliki provinsi Riau, ungkap Nursal Tanjung.


Dengan adanya bazar UMKM yang juga sejalan dengan program Pemerintah Pusat menggerakkan perekonomian Nasional melalui menggerakkan perekonomian dari kegiatan UMKM. Festival Melayu Day 2026 yang ke 11 di Yalla Thailand ini sejalan dengan peran fungsi Organisasi SPSI Bina Lundung Sejahtera mensejahterakan pekerja melalui keluarga pekerja.


Dan dari dasar pemikiran kegiatan ini maka untuk dana kegiatan ke festival Melayu Day 2026 di Yalla Thailand ini didukung dari:


1. Kas Organisasi 

2. Bantuan sumbangan yang tidak meningkat 

3. Sponsor 


Terkait dengan dilayangkan nya surat audensi silaturahmi dari SPSI Provinsi Riau yang meminta restu dan dukungan atas keberangkatan delegasi tim UMKM dan tim seni budaya SPSI Provinsi Riau ke festival Melayu Day 2016 di Yalla Thailand, maka pihak Kodam XIX Tuanku Tambusai meminta ketemu dan duduk bareng dalam rangka persiapan silahturahmi meminta restu dukungan dari Pangdam XIX Tuanku Tambusai atas keberangkatan delegasi UMKM dan seni budaya SPSI Provinsi Riau ke festival Melayu Day 2026 di Yalla Thailand, tutup Nursal Tanjung.


(Desi suarni)

Polres Kuansing Intensifkan KRYD, Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Teluk Kuantan


Center Indonesia KUANTANSINGINGI,
– Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polres Kuantan Singingi melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah Kota Teluk Kuantan, pukul 22.00 WIB. Sabtu, (10/01/2025).


Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang digelar di halaman Mapolsek Kuantan Tengah dan dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Kuansing KOMPOL Y. Emanuel Bambang Dewanto, S.H., dengan melibatkan sejumlah pejabat utama serta personel gabungan Polres Kuansing.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP R. Ricky Pratidiningrat, S.I.K., M.H., melalui Kabag SDM KOMPOL Y. Emanuel Bambang Dewanto, S.H. menyampaikan bahwa pelaksanaan KRYD merupakan langkah konkret Polri dalam mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas, khususnya pada malam hari.


“Kegiatan KRYD ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus sebagai upaya pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan Kamtibmas, termasuk balap liar dan tindak kriminal lainnya,” ujar KOMPOL Y. Emanuel menyampaikan arahan Kapolres.


Dalam pelaksanaannya, personel gabungan melakukan patroli secara mobile menggunakan kendaraan roda empat dengan menyasar sejumlah lokasi strategis dan rawan gangguan Kamtibmas, seperti Jalan Proklamasi Teluk Kuantan, kawasan Sport Center, perkantoran Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, serta perbankan di seputaran Kota Teluk Kuantan.


Selain patroli, personel juga memberikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat serta melakukan pengecekan terhadap pengamanan objek vital. Personel turut diarahkan untuk melakukan penindakan tegas dan terukur terhadap pelaku balap liar yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.


Kapolres Kuansing melalui Kabag SDM juga menekankan pentingnya profesionalisme dan keselamatan personel selama bertugas di lapangan.


“Seluruh personel diinstruksikan untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, humanis, serta tetap mengutamakan keselamatan diri dan masyarakat,” tambahnya.


Kegiatan KRYD ditutup dengan apel konsolidasi yang dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Kuansing. Dalam kesempatan tersebut, pimpinan memberikan apresiasi atas dedikasi dan kinerja personel yang telah melaksanakan tugas dengan baik serta berharap kegiatan serupa dapat terus ditingkatkan guna menekan angka pelanggaran dan menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif.


Secara umum, pelaksanaan KRYD Polres Kuantan Singingi berjalan aman, tertib, dan kondusif, serta mendapat respon positif dari masyarakat yang merasakan langsung kehadiran Polri di lapangan.


Sumber: Humas Polres Kuatan Singingi

(Desi suarni)

Polsek Kuantan Tengah laksanakan kegiatan Minggu kasih dengan memberikan bantuan sembako kepada Warga


Center Indonesia KUANTAN SINGINGI
– Polsek Kuantan Tengah kembali melaksanakan kegiatan Minggu Kasih sebagai wujud kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Lingkungan II Jao, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi. Minggu (11/01/2026)


Kegiatan Minggu Kasih ini dilaksanakan oleh Ka. SPK Polsek Kuantan Tengah Aipda RZ Yendro, bersama Bhabinkamtibmas Bripka Epit Yulius dan Bhabinkamtibmas Brigadir Julius.


Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Kuantan Tengah melakukan dialog dan silaturahmi dengan masyarakat serta menyerahkan paket bantuan sembako kepada warga lansia kurang mampu bernama Tima Asia (87 tahun), warga Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Kuantan Tengah. 


Kapolres Kuantan Singingi AKBP R. Ricky Pratidiningrat, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kuantan Tengah AKP Linter Sihaloho, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan Minggu Kasih merupakan program Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat serta mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan warga.


Melalui kegiatan Minggu Kasih ini, Polri ingin terus membangun hubungan yang humanis dengan masyarakat, menciptakan rasa aman dan nyaman, serta memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Kapolsek Kuantan Tengah menyampaikan pesan Kapolres.


Masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polsek Kuantan Tengah atas perhatian serta kepedulian yang diberikan.


Sumber : Humas Polres Kuansing

(Desi suarni)

Penuh Haru dan Apresiasi, Lapas Pekanbaru Lepas Pejabat Pindah Tugas dan Pegawai Purna Bakti


Center Indonesia/Pekanbaru
,  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru melaksanakan kegiatan pelepasan terhadap pejabat yang pindah tugas serta pegawai yang memasuki masa purna bakti, pada hari ini, Sabtu (10/01/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIA Pekanbaru melepas tiga orang pejabat yang mendapatkan amanah dan penugasan baru di satuan kerja yang berbeda. Pejabat pertama yakni Haby Burrahman yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Urusan Umum (Kaur Umum) Lapas Kelas IIA Pekanbaru, mendapatkan jabatan baru sebagai Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban pada Lapas Terbuka Kelas III Rumbai.


Selanjutnya, Sepriadi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Subseksi Keamanan pada Lapas Kelas IIA Pekanbaru, dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Kepala Subseksi Pendidikan dan Bimbingan Kemasyarakatan pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pekanbaru. Sementara itu, Ega Saputra yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan pada Lapas Kelas IIA Pekanbaru, mendapatkan jabatan baru sebagai Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan pada Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan.


Selain pelepasan pejabat pindah tugas, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelepasan satu orang pegawai Lapas Kelas IIA Pekanbaru, dr. Rosmawaty Sinulingga, yang secara resmi memasuki masa purna bakti setelah mengabdikan diri dalam memberikan pelayanan kesehatan di lingkungan Lapas Kelas IIA Pekanbaru.


Kegiatan pelepasan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, dihadiri oleh Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, jajaran pejabat struktural, serta seluruh pegawai. Dalam sambutannya, pimpinan Lapas menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang telah diberikan, serta mendoakan agar para pejabat yang pindah tugas dapat menjalankan amanah dengan baik dan sukses di tempat tugas yang baru.


“Mutasi dan purna bakti merupakan bagian dari dinamika organisasi. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Semoga pejabat yang pindah tugas dapat mengemban amanah dengan baik di tempat yang baru, dan bagi pegawai yang memasuki masa purna bakti, kami doakan senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan,” ucap Yuniarto.


Acara diakhiri dengan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama sebagai bentuk penghormatan dan kenang-kenangan atas kebersamaan selama bertugas di Lapas Kelas IIA Pekanbaru.

(Desi suarni)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done