M C I

Kamis, November 05, 2026

Tiga Atlet Kick Boxing Bengkalis Raih Tiga Emas, Harumkan Nama Bengkalis di HANGTUAH Combat Pekanbaru

 



 

Centerindonesia — Ajang HANGTUAH Combat — Perebutan Sabuk Wali Kota Pekanbaru 2026 berlangsung 30 Oktober hingga 1 November 2026. Tiga atlet Disch Fight Camp sukses menyapu bersih medali emas kelas 54 kg dan mengharumkan nama Kabupaten Bengkalis di kancah olahraga bela diri Provinsi Riau.

 

Medali emas pertama diraih Dimas, siswa SMA Negeri 3 Kabupaten Bengkalis, membuktikan prestasi akademik dan olahraga dapat berjalan beriringan. Emas kedua disabet Muhammad Bintang Al Vino, putra PNS Satpol PP Kabupaten Bengkalis, yang menampilkan semangat juang luar biasa. Emas ketiga dipersembahkan Ananda Panrro Pakpahan, anggota TNI Yonif TP 850, Komando Daerah Militer (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai

 yang menunjukkan kedisiplinan dan ketangguhan di atas ring.

 

Ketua Kick Boxing Bengkalis Wiwin Suryana menyampaikan, "Prestasi ini bukti nyata kerja keras dan kedisiplinan para atlet. Kami sangat bangga, karena nama Bengkalis kini semakin dikenal sebagai daerah pencetak atlet berprestasi di Provinsi Riau."

 

Pelatih Hady Sucipto menambahkan, "Kemenangan ini tidak datang mudah, melainkan buah latihan konsisten dan semangat yang tak pernah padam. Keberhasilan ini bukan titik akhir, melainkan awal perjalanan yang lebih panjang bagi mereka."

 

Pelatih Alle Saputra juga menyampaikan, "Setiap tetes keringat mereka kini terbayar lunas. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi anak-anak muda Bengkalis lainnya untuk berani bermimpi besar dan mengejarnya dengan kerja keras."

 

Pada 10 November 2026, ketiga atlet akan berangkat ke Jakarta untuk Kejuaraan Nasional Kick Boxing 2026 membawa nama Pengkab Kick Boxing Kabupaten Bengkalis. Pengurus dan atlet memohon dukungan berupa dana keberangkatan, perhatian, dan dukungan dana keberangkatan atlit dari Bupati Bengkalis agar mereka dapat tampil maksimal dan meraih hasil terbaik untuk nama Kabupaten Bengkalis.

 

Para atlet dan pengurus menyampaikan terima kasih kepada Kepala Lapas Bengkalis Priyo Tri Laksono, Ketua KONI Bengkalis Darma Firdaus Sitompul atas dukungan senantiasa, KPLP Bengkalis M. De Albar, serta Kepala SPPG Steven Dinata dan seluruh mitra yang telah mendampingi keberhasilan ini.

 

Apresiasi juga disampaikan kepada bapak Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai

 Kepala Dispora Bengkalis Hady Prasetyo, Ketua Pengprov Kick Boxing Riau Ir. Muhamad Yasmin, Kepala Bea Cukai Bengkalis, serta sponsor Toko Bangunan Dumai — Sukses Bangunan Bung Acai. "Seluruh dukungan, doa, dan kesempatan yang diberikan menjadi energi terbesar bagi kami untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah tercinta ini," ungkap mereka.

(Ds)

LAPAS BENGKALIS IKUTI EVALUASI DAN PENGUATAN TUGAS DAN FUNGSI PENGAMANAN BERSAMA DIREKTUR PENGAMANAN DAN INTELIJEN

 



 

Centerindonesia — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis mengikuti kegiatan Evaluasi dan Penguatan Tugas serta Fungsi Pengamanan yang dipimpin langsung oleh Direktur Pengamanan dan Intelijen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Brigjen Pol. Tatan Dirsan Atmaja, S.I.K., pada Senin, 2 November 2026, pukul 08.30 WIB. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dari Aula Lantai 2 Lapas Bengkalis, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan, pejabat struktural, staf pegawai, serta seluruh anggota Regu Pengamanan Lapas Bengkalis.

 

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Pol. Tatan Dirsan Atmaja, S.I.K. menyampaikan arahan mendalam terkait evaluasi pelaksanaan tugas dan fungsi pengamanan di lapangan, sekaligus memperkuat langkah-langkah strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. Kegiatan ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemahaman, memperkuat koordinasi, serta menaikkan tingkat kesiapsiagaan seluruh jajaran pengamanan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan, guna memastikan pelaksanaan tugas berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menyambut baik kegiatan ini dan menegaskan pentingnya penguatan keamanan. "Kegiatan ini merupakan momentum berharga untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam menjalankan tugas pengamanan secara profesional dan bertanggung jawab. Melalui arahan dan evaluasi ini, kami berharap seluruh jajaran Lapas Bengkalis semakin meningkatkan kewaspadaan, kedisiplinan, serta sinergi dalam bekerja. Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama yang senantiasa harus dijaga, agar tercipta lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif," ujar Priyo Tri Laksono.

 

 

(Ds)

Lapas Kelas IIA Bengkalis Tegakkan Tata Tertib Blok Hunian, Pastikan Lingkungan Aman dan Bersih dari HP Ilegal dan Narkoba

 




 

Centerindonesia — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis secara konsisten memperkuat pengawasan dan ketertiban di lingkungan lembaga, guna menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga binaan maupun petugas. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kegiatan penyampaian dan penyamaan pemahaman mengenai tata tertib blok hunian, yang dilaksanakan pada hari Selasa, 3 November 2026, pukul 17.00 WIB hingga selesai di Lapangan Serbaguna Lapas Kelas IIA Bengkalis.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan: "Penegakan tata tertib adalah fondasi utama terciptanya keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. Saya sangat mengapresiasi langkah ini, karena lingkungan yang tertib dan aman menjadi syarat utama agar proses pembinaan warga binaan dapat berjalan dengan optimal."

 

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KA. KPLP) Kelas IIA Bengkalis, Medy Albar, didampingi oleh Staf KPLP dan Rupam I Lapas Kelas IIA Bengkalis. Dalam pelaksanaannya, pihak Lapas menghadirkan perwakilan warga binaan dari masing-masing kamar blok hunian, sehingga pesan yang disampaikan dapat dipahami dan disebarkan dengan baik ke seluruh penghuni blok hunian.

 

Penyampaian tata tertib ini merupakan tindak lanjut langsung dari pengarahan yang disampaikan oleh Direktur Pengamanan dan Intelijen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada Senin, 2 November 2026. Fokus utama dari kegiatan ini adalah mempertegas kembali aturan yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan, khususnya dalam rangka mencegah penggunaan telepon genggam secara ilegal serta pengendalian narkoba di dalam lingkungan lembaga.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan dengan tegas kepada seluruh warga binaan: "Saya tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap penggunaan handphone ilegal. Jika kedapatan melanggar, maka akan saya tindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Saya juga menghimbau kepada seluruh warga binaan, gunakanlah Wartelsuspas yang telah kami sediakan sebagai sarana komunikasi resmi, agar tidak ada pelanggaran yang tentunya akan berdampak pada diri warga binaan sendiri."

 

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KA. KPLP) Kelas IIA Bengkalis, Medy Albar, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyampaian aturan, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga keamanan dan ketertiban sebagai dasar terciptanya lingkungan pembinaan yang sehat dan aman.

 

"Tata tertib yang kita sampaikan ini adalah pondasi terciptanya keamanan bersama. Kami tegaskan dengan tegas: tidak ada toleransi terhadap penggunaan telepon genggam secara ilegal maupun peredaran narkoba di lingkungan Lapas. Hal ini demi menjaga keselamatan warga binaan dan petugas sekaligus menjaga proses pembinaan tetap berjalan dengan baik dan bermartabat," ujar Medy Albar.

 

Kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan penuh kesadaran bersama. Kami akan terus melakukan sosialisasi dan pengawasan secara berkala, agar tata tertib tidak hanya dipahami, tetapi benar-benar dihayati dan dilaksanakan bersama oleh seluruh warga binaan. Melalui langkah ini, diharapkan Lapas Kelas IIA Bengkalis senantiasa menjadi tempat pembinaan yang aman, bersih, dan bermartabat — mencerminkan pelayanan publik yang profesional dan terpercaya bagi masyarakat luas.

 

(Ds)

Wartelsuspas Resmi Beroperasi di Lapas Bengkalis, Fasilitasi Komunikasi Warga Binaan dan Cegah HP Ilegal





 

Centerindonesia — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis telah melaksanakan pemasangan unit Wartelsuspas pada Kamis, 5 November 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memberikan sarana komunikasi yang sah dan teratur bagi warga binaan sekaligus menekan penggunaan telepon seluler secara ilegal di lingkungan pemasyarakatan.

 

Pemasangan dilakukan oleh pihak PT. Multi Layanan Nusantara, beralamat di Jl. Jakarta Garden City Cakung Ruko Boulevard No. 56, RT 11 RW 8, Cakung, Jakarta Timur, Kode Pos 13910, dan didampingi oleh staf Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP). Unit Wartelsuspas dipasang di Blok Laki-laki maupun Blok Wanita Lapas Kelas IIA Bengkalis.

 

Lapas Kelas IIA Bengkalis menegaskan bahwa Wartelsuspas merupakan satu-satunya sarana komunikasi sah dan resmi yang dilindungi undang-undang, yang diberikan bagi warga binaan untuk berkomunikasi dengan keluarga. Dalam penggunaannya, warga binaan diwajibkan membeli voucher telepon yang dijual dan dipesan melalui jalur yang sah, dengan harga yang terjangkau, berkisar mulai dari Rp5.000 hingga Rp20.000 per voucher. Langkah ini dilakukan untuk menjamin tertib administrasi serta keamanan dan kelancaran setiap proses komunikasi.

 

Kehadiran Wartelsuspas disambut dengan baik oleh para keluarga warga binaan. Melalui fasilitas ini, keluarga dapat berkomunikasi dengan sanak saudara yang sedang menjalani masa pembinaan, melepaskan kerinduan, sekaligus saling memberikan semangat. Lebih dari itu, adanya sarana komunikasi resmi ini juga diharapkan dapat mencegah berbagai pelanggaran, khususnya penggunaan telepon genggam secara ilegal di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan:

 

"Wartelsuspas adalah sarana komunikasi resmi yang diberikan sebagai wadah komunikasi resmi bagi warga binaan berkomunikasi dengan keluarga. Lapas tidak akan mentoleransi jika warga binaan kedapatan menggunakan HP secara ilegal."

 

Kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan terkendali. Diharapkan dengan adanya fasilitas ini, hubungan silaturahmi antara warga binaan dengan keluarga tetap terjaga dengan baik, serta lingkungan di Lapas Kelas IIA Bengkalis semakin kondusif dan bebas dari pelanggaran aturan. Warga binaan dan keluarga diharapkan memanfaatkan fasilitas resmi ini dengan sebaik-baiknya.

 

(Ds)

Polres Siak Amankan Oknum PNS di Kecamatan Mempura Atas Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur

 




​Centerindonesia — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siak melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mengamankan seorang pegawai negeri sipil (PNS) berinisial HP (54) yang menjabat sebagai Kasie Trantib Kelurahan Sungai Mempura. HP diamankan atas dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.


​Penangkapan dilakukan di kediaman terduga pelaku di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, pada Senin (2/11/2026) malam.


​Kasus ini terungkap berkat laporan dari pihak keluarga korban yang didampingi orang tua. Keluarga memilih untuk menempuh jalur hukum di Polres Siak setelah upaya penyelesaian secara musyawarah di tingkat desa tidak menemui kesepakatan.


​Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, SH, SIK, MH melalui Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Dr. Raja Kosmos Parmulais, S.H., M.H., menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti permulaan yang cukup, termasuk hasil pemeriksaan saksi-saksi, visum, serta alat bukti lainnya.


​"Setelah menerima laporan, personel Unit IV PPA langsung melakukan penyelidikan secara profesional dan mendalam. Dari hasil pemeriksaan medis dan alat bukti yang bersesuaian, kami menetapkan HP sebagai tersangka," ujar AKP Raja Kosmos, Selasa (3/11/2026).


​Berdasarkan hasil penyidikan sementara, tersangka diduga melakukan perbuatannya di kediamannya saat kondisi rumah sedang sepi. Dalam menjalankan aksinya, tersangka juga menggunakan sarana komunikasi genggam untuk memengaruhi korban.


​Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban serta satu unit telepon genggam.


​Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo. Pasal 76D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, serta ketentuan dalam KUHP yang berlaku.


​Kasat Reskrim Polres Siak menegaskan komitmen jajarannya untuk menindak tegas segala bentuk tindak pidana yang menyasar kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak. Pihaknya juga mengimbau para orang tua untuk senantiasa meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak guna mencegah kejadian serupa terulang.


​"Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan dan membangun komunikasi yang baik dengan anak. Apabila mengetahui atau mengalami dugaan kekerasan terhadap anak, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditangani secara cepat dan tepat," pungkasnya.


​Pihak kepolisian memastikan bahwa proses penanganan perkara ini tetap menjunjung tinggi prinsip perlindungan hak anak, kerahasiaan identitas korban, serta asas praduga tak bersalah.

(Ds)

Wakapolda Riau Tanam Pohon dan Bantu Nelayan di Inhil, Tegaskan Perang terhadap Narkoba

 




Centerindonesia - Kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian dari agenda kunjungan kerja Wakapolda Riau Brigjen Pol Simson Zet Ringu, S.I.K., M.Si., ke Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rabu (4/11/2026).


Tak sekadar melakukan kunjungan kedinasan, Wakapolda Riau bersama rombongan juga membawa pesan penting tentang kepedulian lingkungan melalui program Green Policing. Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 20 bibit pohon ditanam dan enam unit mesin ketinting diserahkan kepada masyarakat nelayan.


Kedatangan Wakapolda Riau disambut Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., bersama Bupati Inhil H Herman, S.E., M.T., unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat daerah di halaman Kantor Bupati Inhil.


Salah satu agenda berlangsung di SMKN 2 Tembilahan, Jalan SKB, Kelurahan Tembilahan Hilir. Bersama Forkopimda, Wakapolda melakukan penanaman 20 bibit pohon yang terdiri dari lima pohon mahoni, 10 pohon kemiri, dan lima pohon kelengkeng.


Kegiatan penghijauan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Green Policing tidak hanya menjadi gerakan menjaga kelestarian alam, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.


Pada kesempatan yang sama, Wakapolda Riau menyerahkan enam unit mesin ketinting kepada nelayan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu aktivitas masyarakat pesisir, khususnya dalam menunjang pekerjaan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


Usai kegiatan di SMKN 2 Tembilahan, rombongan melanjutkan kunjungan ke Mapolres Inhil. Di Aula Rekonfu, Wakapolda memberikan pengarahan kepada seluruh personel terkait disiplin, profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas kepolisian.


Dalam arahannya, Brigjen Pol Simson Zet Ringu mengingatkan bahwa setiap anggota Polri harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tantangan tugas yang semakin kompleks. Personel juga diminta menjaga kehormatan institusi serta tidak melupakan hakikat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


"Polri harus selalu hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi. Laksanakan tugas dengan ikhlas, profesional, dan penuh tanggung jawab. Jaga nama baik institusi serta berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tegasnya.


Wakapolda juga menekankan pentingnya mengimplementasikan semangat Polisi Bersama Masyarakat. Menurutnya, kepercayaan publik harus dijaga melalui tindakan nyata, pelayanan yang humanis, serta kehadiran personel yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.


Tak hanya soal pelayanan, perhatian serius juga diarahkan pada pemberantasan narkotika. Seluruh personel diminta meningkatkan kinerja dan tidak memberikan ruang bagi peredaran narkoba. Bahkan, anggota diingatkan agar tidak sekali-kali terlibat dalam penyalahgunaan maupun jaringan peredaran barang terlarang tersebut.


"Perang terhadap narkoba harus menjadi komitmen bersama. Jangan sampai ada anggota yang justru terlibat atau bermain-main dengan narkotika. Kita harus menjadi garda terdepan dalam melindungi masyarakat dan menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba," demikian penekanan Wakapolda dalam arahannya.


Selain itu, Wakapolda turut mengingatkan personel mengenai larangan penggunaan vape serta meminta seluruh anggota tetap fokus pada tugas pokok dan fungsi kepolisian.


Rangkaian kunjungan kerja kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, serta insan pers di Rumah Makan Pondok Indragiri, Jalan Sri Gemilang, Tembilahan.


Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto menyampaikan bahwa kunjungan kerja Wakapolda Riau menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas internal sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Ia berharap arahan yang disampaikan Wakapolda dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Inhil untuk terus meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan integritas dalam menjalankan tugas.


Melalui kunjungan tersebut, Polres Inhil berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Sebab, menjaga keamanan, merawat lingkungan, serta melindungi masyarakat dari ancaman narkoba membutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama.

(Ds)

POLISI BERSAMA MASYARAKAT, POLSEK TUALANG UANGKAP PELAKU PENCURIAN KABEL PLN YG VIRAL*





Centerindonesia, SIAK – 5 November 2026- Polsek Tualang, Polres Siak, berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan berupa pemotongan dan pencurian kabel grounding milik PT PLN (Persero) sepanjang 3 meter di Jalan Inpres, Kampung Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.


Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono S.H.M.H membenarkan adanya pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan berupa pemotongan dan pencurian kabel grounding milik PT PLN (Persero) yang diamankan tim Opsnal Polsek Tualang


Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang laki-laki berinisial IS alias M (29), pada Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 21.00 WIB di kawasan Taman Motuyoko, Jalan Raya Perawang Km 6, Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang.


Kapolsek Tualang, Kompol Teguh Wiyono, S.H., M.H., menjelaskan bahwa peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 13.32 WIB, tepatnya di depan halaman PT Mitra Porang Nusantara.


Pengungkapan kasus bermula dari informasi saksi yang mengetahui adanya kabel PLN yang telah terputus. Setelah melakukan pengecekan di lokasi, saksi kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada pihak PLN dan mengirimkan rekaman video yang memperlihatkan dugaan aksi pencurian yang dilakukan oleh dua orang pelaku dan videonya sempat viral beberapa waktu lalu.


Atas kejadian tersebut, pihak PT PLN (Persero) mengalami kerugian material sekitar Rp1 juta. Selanjutnya, korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Tualang pada Selasa (3/11/2026) untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.


Menindaklanjuti laporan tersebut Kanit Reskrim Polsek Tualang Iptu Kristian Sirait SE bersama Tim Opsnal Melakukan Penyelidikan. Dari hasil Penyelidikan berhasil mengidentifikasi terduga pelaku. Dipimpin Panit I Opsnal Unit Reskrim Polsek Tualang, Ipda Khairul, S.H., petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku di kawasan Taman Motuyoko.


Saat dilakukan pemeriksaan awal, terduga pelaku mengakui keterlibatannya dalam pencurian kabel grounding tersebut. Petugas turut mengamankan barang bukti berupa 3 meter kabel grounding milik PT PLN (Persero).


Dalam pengungkapan kasus tersebut, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap satu orang lainnya yang diduga turut terlibat dalam aksi pencurian kabel grounding milik PT PLN (Persero).


Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan tes urine terhadap terduga pelaku, diperoleh hasil positif mengandung amphetamine. Temuan tersebut menjadi bagian dari proses pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut oleh penyidik.


Atas perbuatannya, terduga pelaku diproses dengan penerapan Pasal 477 ayat (1) huruf f dan g Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).


Saat ini, penyidik Unit Reskrim Polsek Tualang masih melengkapi administrasi penyidikan dan berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut serta memburu pelaku lainnya.


Kapolsek Tualang juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi terkait peristiwa pencurian tersebut.


Kapolsek Tualang menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).


Polisi Bersama Masyarakat. Polsek Tualang mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap tindak pidana maupun gangguan Kamtibmas melalui Polsek Tualang atau Call Center Polri 110.

(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done