M C I

Rabu, Juli 29, 2026

Sambut kunjungan Pasis Seskoau angkatan ke - 65, Bupati Afni harap akan ada kerjasama untuk kemajuan Siak.





Centerindonesia ,Bupati Siak Afni menyambut secara langsung

Kunjungan Kuliah Kerja Kejuangan Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Udara (Pasis Seskoau) angkatan ke - 65, di Balairung Datuk Empat Suku, Komplek Perumahan Rakyat Abdi Praja, Kecamatan Siak, Selasa (28/7/2026).


Dalam sambutannya, Bupati Siak Afni terlebih dahulu mengucapkan terimakasih telah memilih Kota Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak sebagai tempat Kunjungan Kuliah Kerja Kejuangan Perwira Siswa Sekolah Staf dan di Komando TNI Angkatan Udara (Pasis Seskoau) angkatan ke - 65 tahun 2026. 


"Sebagai salah satu daerah Bekas Kerajaan, Kabupaten Siak banyak sekali menyimpan sejarah yang luar biasa, yakni Kerajaan Siak. Karena salah satu Raja di Kerajaan Siak, yakni Sultan Syarif Kasim II yang telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Karena jasanya terhadap Kemerdekaan Republik Indonesia," jelas Afni. 


Bupati Siak tersebut menjelaskan, bahwa bangunan utama Istana Asserayyah Hasyimiah (Istana Siak) yang telah dikunjungi oleh peserta Kuliah Kerja Kejuangan Pasis Seskoau angkatan ke - 65 tadi, merupakan salah satu bukti peninggalan Kerajaan Siak, yang didirikan pada tahun 1889 oleh Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin (Sultan Siak ke-11).


"Alhamdulillah didalam Istana tersebut, masih banyak menyimpan peninggalan pada masa kerajaan Siak. Dan masih banyak lagi peninggalan pada masa kerajaan Siak, yang tersebar di beberapa tempat lainnya," terangnya. 


Afni berharap, kunjungan ini bukan hanya menjadi kunjungan studi semata, melainkan nantinya akan melahirkan kerjasama dan kolaborasi yang berkelanjutan untuk kemajuan bersama untuk Kabupaten Siak, dan kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan dimasa depan.


"Kepada seluruh Pasis Seskoau Angkatan ke-65, teruslah tekun mengembangkan kemampuan, kedalaman wawasan, serta jiwa pengabdian yang tulus, serta semoga karirnya terus menanjak. Bawalah kenangan, pelajaran dan pengalaman dari tanah Siak untuk menjadi semangat pengabdian yang lebih tinggi demi kejayaan Angkatan Udara dan kemajuan Bangsa Indonesia," pesan perempuan pertama di Siak itu. 


Wakil Komandan Seskoau, Marsma TNI Irwan Pramuda, menjelaskan bahwa jumlah Pasis Seskoau angkatan ke - 65, yang melakukan Kunjungan Kuliah Kerja Kejuangan ke Kabupaten Siak, diantaranya 100 orang Perwira dari Angkatan Udara, 2 Perwira Angkatan Darat, 4 orang Perwira dari Angkatan Laut, 3 orang Perwira dari Kepolisian dan 1 orang Perwira dari Singapura. 


"Kami mengucapkan terimakasih kepada Bupati Siak beserta jajaran serta masyarakat Siak yang telah menerima dan menyambut kedatangan kami dengan sangat luar biasa. Ini merupakan wujud nyata sinergi yang luar biasa antara Pemerintah Kabupaten Siak, bersama unsur TNI," ucap Marsma TNI Irwan Pramuda. 


Wakil Komandan Seskoau tersebut menambahkan, Kuliah Kerja Kejuangan ini bukan hanya kegiatan akademis biasa, tetapi juga merupakan wahana bagi para perwira siswa, untuk langsung belajar dilapangan. Khususnya di Kabupaten Siak. 


"Di Kabupaten Siak mereka akan belajar dan memahami tentang kebudayaan daerah, dinamika sosial, pemerintahan serta nilai-nilai kejuangan yang ada di Kabupaten Siak," terangnya. 


Pada kunjungan Kuliah Kerja Kejuangan ini, juga dihadiri oleh Kakordos Seskoau, Marsma TNI Budi Santoso, Dirum Seskoau Marsma TNI. Dr. Verry, Dirdik Seskoau, Marsma TNI Dr. Handoko Ivan Haryanto, serta Para Pejabat Dostun, dan Pasis, serta turut mendampingi Bupati Siak, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Isyam Siregar, Wakil Bupati Siak Syamsurizal, Sekda Siak Mahadar beserta tamu undangan lainnya.

(Ds)

Di Forum Seskoau, Bupati Afni Soroti Peran Strategis Siak bagi Ketahanan Energi Nasional.

 



Centerindonesia Pekanbaru– Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si menjadi narasumber dalam Sarasehan Pasis Seskoau A-65 bertema Meneguhkan Nilai-Nilai Kejuangan dalam Mewujudkan Pertahanan Energi Guna Mewujudkan Pertahanan Negara yang Tangguh di Hotel Jatra Pekanbaru, Rabu (29/7/2026).


Dalam paparannya di hadapan seratusan perwira TNI AU, TNI AD, Polri, dan peserta pendidikan Seskoau, Afni menegaskan bahwa ketahanan energi merupakan pondasi utama ketahanan nasional. Menurutnya, negara yang kuat secara ekonomi dan pertahanan harus ditopang oleh sektor industri dan energi yang kokoh.


Generasi saat ini, ucap Afni, memikul tanggung jawab besar dalam menjaga kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan. Sebagai kepala daerah, Afni mengaku merasakan langsung tantangan mempertahankan ketahanan energi di tengah dinamika global dan nasional.


Akademisi yang juga aktivis itu juga mengingatkan bahwa masyarakat di daerah penghasil energi mengharapkan kesejahteraan dari kekayaan alam yang ada di wilayah mereka. Karena itu, pengelolaan sumber daya energi harus memberi manfaat yang nyata bagi masyarakat.


Dalam kesempatan itu, Afni mengangkat sejarah Kerajaan Siak yang menyerahkan harta, tahta, dan sumber-sumber minyaknya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, kontribusi sejarah tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan ketahanan energi nasional.


Bupati perempuan pertama si Siak itu menegaskan bahwa Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Siak, memiliki posisi strategis dalam ketahanan energi Indonesia. Ia menyebut Riau sebagai salah satu sumber utama energi nasional yang memiliki peran vital dalam menjaga kekuatan negara.


Menurut Afni, kondisi geopolitik dunia saat ini memberikan ancaman terhadap ketahanan energi. Karena itu, daerah penghasil minyak seperti Siak tidak hanya menanggung dampak eksploitasi sumber daya alam, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kepentingan strategis Republik Indonesia.


“Riau adalah jantung ketahanan energi Indonesia. Jika terjadi gangguan terhadap daerah penghasil energi, dampaknya akan dirasakan secara nasional. Menjaga Siak sama dengan menjaga ketahanan energi nasional,” kata Afni.


Afni menambahkan bahwa pusat produksi minyak nasional di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, yang dikelola Pertamina Hulu Rokan, menjadi bukti pentingnya peran Siak dalam mendukung ketahanan energi dan ketahanan negara. Terlebih lagi Kabupaten Siak menjadi pemegang saham terbesar PT Bumi Siak Pusako (BSP), yang juga salah satu BUMD sektor energi.


Sebelumnya, dalam sambutannya Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa Provinsi Riau merupakan salah satu daerah dengan potensi energi terbesar di Indonesia.


SF Hariyanto juga mengatakan, kekuatan Riau di sektor energi didukung oleh potensi perkebunan kelapa sawit dan minyak serta gas bumi yang sangat besar. Menurutnya, sektor tersebut menjadi bagian penting dalam menopang ketahanan energi nasional.


SF Hariyanto menjelaskan, Riau memiliki luas perkebunan kelapa sawit sekitar 3,87 juta hektare. Luasan itu menjadikan Riau sebagai provinsi dengan perkebunan sawit terluas di Indonesia atau sekitar 21,23 persen dari total luas perkebunan sawit nasional.


Dari lahan tersebut, Riau mampu memproduksi sekitar 9,4 juta ton crude palm oil (CPO) per tahun. Jumlah itu setara dengan 20,11 persen dari total produksi CPO nasional.


Di sektor minyak dan gas bumi, Riau juga menjadi salah satu penopang utama energi nasional. Produksi minyak bumi di provinsi ini mencapai sekitar 131.040 hingga 151.550 barel per hari (BOPD).


Angka tersebut memberikan kontribusi sekitar 24 hingga 30 persen terhadap total produksi minyak nasional. Karena itu, Riau dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga pasokan energi Indonesia.


Selain itu, keberadaan Kilang Pertamina RU II Dumai turut memperkuat peran Riau di sektor energi. Kilang tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 170.000 barel per hari atau setara 16,5 persen dari total kapasitas pengolahan nasional.


SF Hariyanto menambahkan, letak Riau yang berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka menjadikan provinsi ini sebagai salah satu pusat distribusi energi dan ekspor komoditas strategis Indonesia. Posisi geografis tersebut dinilai semakin memperkuat peran Riau dalam mendukung ketahanan energi dan pertahanan negara. 


(Agi/ MC Siak)

Tiga Cagar Budaya Siak Masuk Seleksi Nasional, Bupati Afni Mohon Dukungan.

 




Centerindonesia Pekanbaru--Tiga objek cagar budaya dari Kabupaten Siak masuk dalam Sidang Kajian Penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasional ke-5 Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Ketiga objek tersebut adalah Istana Siak Asserayyah Al Hasyimiah, Balairung Sri (Balai Kerapatan Tinggi), dan alat musik Komet.


Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si. mengatakan ketiga objek tersebut masih dalam proses seleksi dan kajian untuk memperoleh status sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Siak memberikan dukungan agar usulan tersebut dapat ditetapkan di tingkat nasional.


“Besok sidang pleno penetapan cagar budaya peringkat nasional dari Siak. Mohon doa dan dukungan agar tiga objek cagar budaya kita dapat lolos dan ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat nasional,” kata Afni, Rabu (29/7/2026).


Sidang kajian tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan, pada 29–31 Juli 2026 secara daring melalui Zoom Meeting.


Pelaksanaan sidang mengacu pada surat undangan Nomor B/186/L4/KB.09.02/2026 tertanggal 24 Juli 2026 yang ditandatangani secara elektronik oleh Direktur Warisan Budaya, Dr. Agus Widiatmoko, S.S., M.M.


Dalam agenda pembahasan usulan dari Provinsi Riau yang dijadwalkan pada 30 Juli 2026, terdapat lima objek yang akan dikaji sebagai calon Cagar Budaya Peringkat Nasional. Tiga di antaranya berasal dari Kabupaten Siak, yakni Balairung Sri (Balai Kerapatan Tinggi), Istana Siak Asserayyah Al Hasyimiah, dan Benda Cagar Budaya Komet.


Selain tiga objek dari Siak, dua objek lain yang juga akan dibahas adalah Rumah Adat Bendang Ranah Kanagarian Air Tiris di Kabupaten Kampar dan Masjid Raja Pauh Ranap di Kabupaten Indragiri Hulu.


Proses kajian akan melibatkan Balai Pelestarian Kebudayaan Riau, Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Dinas Kebudayaan Kabupaten Siak, Kampar, dan Indragiri Hulu, serta Tim Ahli Cagar Budaya dari tingkat provinsi dan kabupaten. Hasil sidang kajian tersebut akan menjadi dasar dalam proses penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasional Tahun 2026. 


(Agi/MC Siak)

Tangani 6,4 Km Jalan Rusak KITB-Sungai Rawa, Bupati Afni Dorong Percepatan Kolaborasi*

 




Centerindonesia Siak – Pemerintah Kabupaten Siak menyiapkan langkah percepatan penanganan Jalan KITB–Sungai Rawa sepanjang 6,4 kilometer merupakan akses penting bagi masyarakat setempat, sekaligus mendukung aktivitas Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB).


Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, pemerintah daerah tidak tinggal diam melihat persoalan infrastruktur jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, Pemkab Siak terus mencari solusi agar  infrastruktur dasar seperti jalan dan pelayanan publik menjadi prioritas nya kedepan.


"Saya tidak diam bapak/ibu. Hari ini tidak banyak kepala daerah yang berani menyuarakan hak-hak daerah. Saya berjuang,  bahkan pasang badan. Karena kalau tidak, rakyat saya bagaimana. Kami akan terus berjuang dan mencari alternatif tapi tetap sesuai aturan," kata Afni dalam rapat forkopimda bersama perusahaan terkait kolaborasi pemeliharaan KITB, di Kediaman Bupati Siak, Selasa (28/7/2026).


Afni menjelaskan, berdasarkan perhitungan teknis, penanganan Jalan KITB–Sungai Rawa sepanjang sekitar 6,4 kilometer membutuhkan dukungan material dengan nilai sekitar Rp2,3 miliar. Karena itu, Pemkab Siak mengajak perusahaan yang berada di sekitar kawasan tersebut untuk ikut gotong royong melalui CSR membantu penanganan ruas jalan yang juga mendukung aktivitas masyarakat dan kawasan industri.


“Ini bukan berarti tanggung jawab pembangunan jalan berpindah kepada perusahaan. Pemerintah daerah tetap bekerja, menyiapkan alat berat, BBM, dan kebutuhan lainnya. Kita hanya mengajak gotong royong agar jalan ini bisa segera ditangani,” ujarnya.


Menurut Afni, ruas jalan tersebut menjadi perhatian Pemkab karena merupakan akses masyarakat, menuju Teluk Lanus yang membutuhkan konektivitas lebih baik. Jalan tersebut juga berada di sekitar kawasan operasional sejumlah perusahaan sehingga kolaborasi menjadi langkah bersama untuk kepentingan wilayah.


Afni menambahkan, penanganan infrastruktur pendukung juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB). Pemerintah daerah terus mendorong agar kawasan tersebut berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat maupun dunia usaha.


“Tidak ada niat kami untuk mengganggu dan lain sebagainya semua demi konduktivitas terutama di KITB. Fokus utama kami hari ini, selain Bumi Siak Pusako adalah Kawasan Industri Tanjung Buton. Saya melihat kawasan industri kita ini insyaallah akan menjadi yang terbaik, melampaui Dumai bahkan melampaui Teluk Bayur,” kata Afni


Untuk mempercepat penanganan ruas prioritas, Pemkab Siak telah membagi rencana pemeliharaan jalan dalam 7 koridor. Salah satunya Koridor 5 yang membahas Jalan KITB–Sungai Rawa sepanjang 6,4 kilometer dengan melibatkan sembilan perusahaan yang berada di sekitar kawasan tersebut.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Siak Ardi Irfandi menjelaskan, skema yang disiapkan bersama perusahaan bukan berupa bantuan dana, melainkan penyediaan material sesuai kebutuhan teknis.


“Untuk penanganan 6,4 kilometer ini membutuhkan sekitar 5.044,8 ton material agregat base. Pembagian kontribusi perusahaan dihitung berdasarkan porsi yang telah disepakati,” jelas Ardi.


Ia menjelaskan, pembagian porsi masing-masing perusahaan disesuaikan dengan keterlibatan dan aktivitas perusahaan di kawasan tersebut, termasuk penggunaan akses jalan.


Salah satu perusahaan dengan porsi terbesar adalah PT Eka Sapta Paramita Energi, yakni sekitar 30,77 persen atau setara kurang lebih 1.552 ton material. Jumlah tersebut diperkirakan sekitar 51 tronton material dengan asumsi satu truk membawa 30 ton.


Ardi mengatakan, pelaksanaan kerja sama tersebut nantinya akan diikat melalui nota kesepahaman (MoU). Dalam MoU itu akan dikunci kualitas material sesuai spesifikasi teknis PUPR, kuantitas material, serta waktu pelaksanaan, sementara Pemkab Siak tetap menyiapkan alat berat dan kebutuhan operasional lainnya.


Sementara itu, perwakilan PT Eka Sapta Paramita Energi, Phili Stanlee menyatakan kesiapan mendukung penanganan ruas tersebut. Perusahaan menyampaikan siap membantu sesuai kebutuhan, termasuk menyediakan sekitar 51 truk material dan dukungan lainnya.


“Untuk masalah ini, kami serahkan kepada Ibu Bupati. Kami gak masalah 51 truk kami siap membantu. Kalau ada kebutuhan lain yang bisa kami bantu, kami bersedia  termasuk alat berat, kami juga ada,” singkatnya.


(Rahma/MC Siak)

Kejari Rokan Hulu Ucapkan Selamat kepada Pejabat Eselon I Kejaksaan RI yang Baru Dilantik

 



Centerindonesia Rokan Hulu, - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rokan Hulu, Fredy F. Simanjuntak, S.H., M.H., beserta seluruh jajaran menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada para Pejabat Eselon I Kejaksaan Republik Indonesia yang telah resmi dilantik. 


Ucapan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus dukungan kepada para pejabat yang dipercaya mengemban amanah dalam memperkuat kinerja institusi Kejaksaan Republik Indonesia. 


Adapun pejabat yang dilantik, yaitu: 

Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.Hum. sebagai Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia. 

Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, S.H., M.H. sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum). 

Dr. Kuntadi, S.H., M.H. sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus). 

Dr. Harli Siregar, S.H., M.H. sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia. 

Dr. Patris Yusrian Jaya, S.H., M.H. sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Republik Indonesia. 

Dr. Hermon Dekristo, S.H., M.H. sebagai Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Politik, Keamanan, dan Penegakan Hukum. Kajari Rokan Hulu Fredy F. 


Simanjuntak menyampaikan harapan agar para pejabat yang baru dilantik senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan. 


“Selamat dan sukses atas pelantikan Pejabat Eselon I Kejaksaan Republik Indonesia. Semoga senantiasa diberikan kelancaran, kebijaksanaan, serta keberkahan dalam mengemban amanah untuk memberikan pengabdian terbaik bagi Korps Adhyaksa, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Kajari. 


Kejaksaan Negeri Rokan Hulu menegaskan komitmennya untuk terus mendukung setiap kebijakan dan program strategis Kejaksaan Republik Indonesia dalam mewujudkan penegakan hukum yang profesional, berintegritas, humanis, dan berkeadilan demi meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan.

(Ds)

Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Rutin Blok Hunian Guna Meningkatkan Keamanan Dan Ketertiban

 



Centerindonesia Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai kembali memperketat keamanan melalui razia rutin blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan. Operasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Subseksi Keamanan, Jhunaidi bersama jajaran petugas pengamanan.Dengan pendekatan yang humanis namun tetap tegas, petugas menyisir kamar hunian satu per satu untuk memastikan tidak ada barang-barang terlarang seperti handphone, senjata tajam rakitan, maupun narkotika.Jhunaidi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen konsisten lapas dalam mewujudkan program Zero Halinar (Bersih dari Handphone, Pungutan Liar, dan Narkotika) serta menjaga stabilitas keamanan internal agar proses pembinaan berjalan kondusif. Dari hasil razia, sejumlah barang yang tidak sesuai aturan berhasil diamankan untuk kemudian dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku

(Ds)

Selasa, Juli 28, 2026

APEL BERSAMA TINGKATKAN SOLIDITAS




Centerindonesia Dalam rangka memperkuat soliditas, disiplin, dan semangat kebersamaan antar Aparatur Sipil Negara, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Teluk Kuantan beserta seluruh jajaran mengikuti Apel Bersama Bulan Juli Tahun 2026 secara virtual melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Kementerian Hukum, Kementerian Hak Asasi Manusia, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai upaya memperkuat koordinasi, meningkatkan kedisiplinan, dan menyatukan komitmen dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. 


Apel Bersama menjadi momentum untuk memperteguh integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian seluruh jajaran dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing. Melalui amanat yang disampaikan oleh Pembina Apel, seluruh pegawai diharapkan senantiasa menjaga loyalitas, meningkatkan kolaborasi, serta mengedepankan nilai-nilai ASN BerAKHLAK dalam memberikan pelayanan yang berkualitas. Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan berkomitmen untuk mengimplementasikan setiap arahan yang disampaikan sebagai bagian dari upaya mewujudkan organisasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done