M C I

Sabtu, September 12, 2026

PODCAST “SINERGI INSPIRASI MULTIDISIPLIN” BAHAS EDUKASI DAN SOSIALISASI BAZNAS KEPADA MASYARAKAT








Centerindonesia — Podcast Sinergi Inspirasi Multidisiplin: Perspektif Universal dan Lugas menghadirkan pembahasan edukatif mengenai keberadaan dan peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Riau dalam memberikan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat.


Dalam podcast tersebut, Datin Imelda Samsi, S.E. selaku host mengangkat pentingnya pemahaman masyarakat terhadap lembaga-lembaga yang memiliki fungsi berbeda, namun terkadang masih keliru dalam penyebutan maupun pemahamannya.


Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pembahasan adalah masih adanya masyarakat yang menyamakan BAZNAS dengan BASARNAS.


Datin Imelda menjelaskan bahwa kedua lembaga tersebut memiliki tugas dan fungsi yang sangat berbeda.


«“Jangan salah mengartikan atau menyamakan BAZNAS dengan BASARNAS. Keduanya berbeda. Terkadang masyarakat masih keliru dalam penyebutan,” ujar Imelda Samsi.»


Lebih lanjut dijelaskan, BAZNAS merupakan lembaga yang berkaitan dengan pengelolaan zakat secara nasional, termasuk penghimpunan dan pendistribusian zakat kepada masyarakat yang berhak menerima sesuai ketentuan syariat dan peraturan yang berlaku.


Sementara itu, BASARNAS (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) memiliki tugas yang berbeda, yakni dalam bidang pencarian dan pertolongan atau penyelamatan terhadap masyarakat yang mengalami kondisi kedaruratan tertentu.


Menurut Imelda, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat menjadi hal penting agar informasi mengenai peran BAZNAS dapat dipahami secara tepat. Masyarakat diharapkan mengetahui bagaimana zakat dikelola serta siapa saja yang berhak mendapatkan manfaat dari program-program pendistribusian dan pendayagunaan zakat.


Pembahasan dalam podcast tersebut juga menyoroti pentingnya kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan, termasuk masyarakat kurang mampu dan kelompok yang masuk dalam kategori penerima zakat sesuai ketentuan.


Melalui podcast Sinergi Inspirasi Multidisiplin, edukasi publik diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperluas wawasan masyarakat dengan penyampaian informasi yang universal, lugas, dan mudah dipahami.


“Intinya, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar. Dengan edukasi dan sosialisasi yang baik, kita berharap tidak ada lagi kekeliruan dalam memahami lembaga maupun program yang diperuntukkan bagi masyarakat,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam pembahasan tersebut.


(Ds)

*Sat PJR Gerak Cepat Lindungi Warga dari Upaya Penarikan Kendaraan di Gerbang Tol Muara Fajar*

 




Centerindonesia — Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Riau bergerak cepat memberikan perlindungan kepada masyarakat menyusul terjadinya keributan yang diduga dipicu upaya penarikan kendaraan oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai pihak leasing di kawasan Gerbang Tol Muara Fajar, Pekanbaru, Sabtu (12/9/2026) sore.


Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.50 WIB tersebut sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan membuat situasi di sekitar pintu gerbang tol menjadi tidak kondusif.


Informasi kejadian diterima personel PJR dari pihak Senkom Tol Permai. Mendapat laporan tersebut, Aiptu Jansen Sihombing bersama Aipda Ismet dan Bripda Ihcsan langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan keamanan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.


Setibanya di lokasi, personel mendapati seorang pengemudi Toyota Daihatsu Sigra dengan nomor polisi BM 1656 AB, Tony Dismanto Marpaung (35), berada dalam situasi yang tidak kondusif. Kendaraan tersebut diduga akan ditarik oleh sejumlah orang yang mengaku dari pihak leasing Capella.


Personel PJR kemudian mengambil langkah cepat untuk mengamankan pengemudi dari situasi yang berpotensi menimbulkan konflik maupun membahayakan keselamatan. Pengemudi selanjutnya dibawa ke Polsek Rumbai untuk mendapatkan perlindungan dan penanganan lebih lanjut.


Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara membenarkan adanya kejadian tersebut.


Menurutnya, tindakan cepat personel merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat sekaligus memastikan gangguan di jalan tidak berkembang dan menghambat aktivitas pengguna jalan lainnya.


«“Benar, personel PJR menerima informasi dari Senkom Tol terkait adanya keributan di sekitar Gerbang Tol Muara Fajar. Setelah menerima informasi, personel langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi dan memberikan perlindungan kepada masyarakat,” ujar AKBP Eko Baskara.»


Ia menegaskan, personel di lapangan mengedepankan keselamatan masyarakat serta berupaya mengembalikan situasi agar tetap aman dan arus lalu lintas kembali berjalan kondusif.


Dirlantas Apresiasi Respons Cepat Personel


Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika mengapresiasi respons cepat personel PJR yang segera turun ke lokasi setelah menerima informasi dari Senkom Tol Permai.


Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat harus mampu memberikan rasa aman, terutama ketika terjadi situasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan maupun menghambat kelancaran lalu lintas.


«“Kami mengapresiasi respons cepat personel PJR yang segera turun ke lokasi setelah menerima informasi dari Senkom Tol. Kehadiran polisi harus mampu memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya ketika terjadi situasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan maupun menghambat arus lalu lintas,” ujar Kombes Pol Jeki.»


Dirlantas juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dan sinergi berkelanjutan dengan pihak Senkom Tol sebagai bagian dari sistem deteksi dini terhadap berbagai kejadian yang terjadi di kawasan jalan tol.


«“Sinergi dan komunikasi dengan pihak Senkom Tol akan terus kita tingkatkan. Informasi yang cepat dari petugas di lapangan sangat membantu kepolisian dalam mengambil langkah cepat untuk mencegah gangguan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” jelasnya.»


Kombes Pol Jeki mengajak masyarakat untuk tidak ragu menghubungi kepolisian apabila mengalami ancaman, intimidasi, keributan maupun tindakan lain yang berpotensi membahayakan keselamatan.


«“Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengalami ancaman atau tindakan yang membuat tidak aman. Jangan menghadapi sendiri. Informasi yang cepat akan memudahkan personel memberikan perlindungan dan mengambil langkah sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.»


Untuk tindak lanjut penanganan kejadian tersebut, Dirlantas mengatakan pihaknya telah menyerahkan penanganan kepada Polsek terdekat untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.


«“Untuk tindak lanjutnya, kita sudah serahkan kepada pihak Polsek terdekat agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengalami ancaman atau tindakan yang dapat mengganggu keamanan. Kepolisian akan hadir memberikan perlindungan dan memastikan setiap persoalan ditangani sesuai dengan ketentuan hukum,” tutup Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika.

(Ds)

Layanan Kepolisian 110, Polres Kuansing Tindak Lanjuti Laporan Aktivitas PETI di Pulau Komang


Sabtu, 12 September 2026





Centerindonesia,– Polres Kuantan Singingi melalui Polsek Kuantan Tengah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang disampaikan melalui Layanan Kepolisian 110, Sabtu (12/9/2026).


Laporan masyarakat tersebut diterima pada pukul 08.20 WIB, yang menyebutkan adanya aktivitas PETI di sekitar jembatan Sungai Lintang, tepatnya di depan Lesehan Naniki, Desa Pulau Komang, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi.


Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polres Kuansing dan Polsek Kuantan Tengah langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus penertiban.


Kegiatan tersebut dipimpin Pamapta II Polres Kuansing IPDA Brian Adam, S.H., M.H., bersama Ps. Panit Samapta Polsek Kuantan Tengah AIPTU Alpajri, serta personel Polsek Kuantan Tengah dan Polres Kuansing.


Setibanya di lokasi, petugas menemukan empat unit peralatan PETI yang berada di tengah aliran Sungai Lintang. Keempat unit tersebut dalam kondisi tidak beroperasi dan mesinnya telah dibongkar.


Petugas kemudian melakukan penertiban dengan merusak dan membakar empat unit peralatan PETI tersebut agar tidak dapat digunakan kembali.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kuantan Tengah AKP Linter Sihaloho, S.H., M.H., mengatakan bahwa tindak lanjut laporan melalui Layanan Kepolisian 110 merupakan bentuk respons cepat Polri terhadap informasi dan pengaduan masyarakat.


“Setiap laporan masyarakat yang disampaikan melalui Layanan Kepolisian 110 akan ditindaklanjuti oleh personel sesuai dengan kondisi di lapangan. Hal ini merupakan upaya Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mencegah aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan,” ujar AKP Linter.


Ia juga mengimbau masyarakat agar terus berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas PETI maupun gangguan kamtibmas lainnya.


Dalam kegiatan tersebut, tidak ada pelaku yang diamankan dan tidak terdapat barang bukti yang diamankan.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Layanan Kepolisian 110, Polres Kuansing Tindak Lanjuti Laporan Aktivitas PETI di Seberang Taluk


Sabtu, 12 September 2026





Centerindonesia,– Polres Kuantan Singingi melalui Polsek Kuantan Tengah menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) jenis setingkai di aliran Sungai Kuantan, Desa Seberang Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Sabtu (12/9/2026).


Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polres Kuansing bersama personel Polsek Kuantan Tengah melaksanakan patroli dan pengecekan ke lokasi sekitar pukul 15.30 WIB. Kegiatan dipimpin Pamapta I Polres Kuansing IPDA Brian Adam, S.H., M.H., bersama Ps. Ka SPK Polsek Kuantan Tengah Aiptu Andi Firmanto dan personel gabungan.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kuantan Tengah AKP Linter Sihaloho, S.H., M.H., mengatakan, penertiban tersebut merupakan tindak lanjut cepat atas informasi yang disampaikan masyarakat terkait dugaan aktivitas PETI.


“Setelah menerima informasi, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penertiban. Ini merupakan bentuk respons kepolisian terhadap laporan masyarakat dalam menjaga keamanan sekaligus mencegah aktivitas pertambangan ilegal,” ujar AKP Linter.


Saat tiba di lokasi, petugas menemukan sebanyak 8 unit PETI jenis setingkai yang dalam kondisi tidak beroperasi. Peralatan tersebut diketahui telah dibongkar mesinnya dan ditambatkan di pinggir aliran Sungai Kuantan.


Petugas kemudian melakukan penertiban terhadap seluruh unit PETI tersebut agar tidak dapat digunakan kembali. Sebanyak dua unit dirusak dan dibakar, sementara tiga unit lainnya dihanyutkan karena hanya berupa dudukan mesin yang terbuat dari besi.


Sedangkan tiga unit lainnya diketahui telah dihanyutkan oleh para pelaku dengan cara menaiki dudukan mesin dan mengikuti aliran sungai sebelum petugas tiba.


Dalam kegiatan tersebut, tidak ada pelaku yang berhasil diamankan dan tidak terdapat barang bukti yang diamankan.


Kapolsek Kuantan Tengah menegaskan bahwa pihaknya akan terus menindaklanjuti setiap informasi masyarakat berkaitan dengan aktivitas PETI di wilayah hukumnya.


“Kami mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas PETI. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” Pungkas Kapolsek.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

MENATA DIRI, UNTUK ESOK HARI


 


Centerindonesia semua perubahan dimulai dari langkah besar. Ada yang tumbuh perlahan, dari selembar Al-Qur’an, dari satu ayat yang dipelajari, dan dari niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.


Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Teluk Kuantan melaksanakan Kegiatan Santri berupa mengaji dan belajar membaca Al-Qur’an bersama warga binaan, Kamis (10/9).


Didampingi guru/ustaz/ustadza, warga binaan belajar memperbaiki bacaan, mengenal pelafalan yang tepat, serta memahami nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan kerohanian.


Sebab pembinaan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga tentang memberi ruang bagi seseorang untuk belajar, memperbaiki diri, dan menyiapkan langkah yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.


Di antara ayat yang dibaca, ada harapan yang sedang tumbuh.

(Ds)

Coffee Morning Jajaran Pimpinan Dan Staf





Centerindonesia Pekanbaru - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai menyelenggarakan kegiatan "Coffee Morning" yang melibatkan jajaran pimpinan dan staf. Acara ini dirancang sebagai forum komunikasi informal untuk memperkuat koordinasi dan sinergi internal dalam rangka peningkatan kinerja.


​Melalui suasana diskusi yang santai dan terbuka, kegiatan ini menjadi wadah bagi Kepala Lapas dan pejabat struktural untuk bertukar pikiran, mendiskusikan kendala operasional, dan mencari solusi bersama. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih dinamis dan responsif terhadap berbagai tantangan tugas pemasyarakatan.


​Inisiatif "Coffee Morning" merupakan wujud komitmen Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai untuk terus mengoptimalkan pelayanan dan pembinaan. Dengan komunikasi yang terjalin baik, seluruh elemen di Lapas diharapkan memiliki kesamaan visi dan semangat untuk memberikan pelayanan yang prima dan berintegritas kepada masyarakat dan warga binaan.

(Ds)

Api Tak Lagi Terlihat, Kodam XIX/Tuanku Tambusai Fokus Tuntaskan Pendinginan Karhutla Inhu








Centerindonesia INDRAGIRI HULU – Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui Kodim 0302/Indragiri Hulu terus mengintensifkan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Payarumbai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Sabtu (12/9/2026). Api tidak lagi terlihat, namun sejumlah titik asap masih bertahan di kawasan terdampak seluas sekitar 75 hektare.

Tim gabungan telah menangani sekitar 30 hektare, sementara kurang lebih 45 hektare lainnya masih membutuhkan penanganan dan pendinginan. Hujan dengan intensitas sedang yang turun di lokasi turut membantu proses penanganan, meski karakteristik gambut tebal dan kering masih menjadi tantangan.

“Api sudah tidak terlihat, tetapi sampai saat ini masih banyak titik asap di lokasi. Karena itu, pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kebakaran kembali,” ujar personel Kodim 0302/Inhu di lapangan.

Penanganan dilakukan bersama unsur TNI, Polri, BPBD, MPA serta pihak perusahaan. Sejumlah mesin pompa air dan empat unit ekskavator dikerahkan untuk mendukung pemadaman dan pendinginan, sekaligus membuat sekat bakar serta embung sebagai cadangan sumber air.

Proses penanganan menghadapi sejumlah kendala. Selain luasnya area terdampak, sumber air berada sekitar 100 meter hingga satu kilometer dari lokasi dan sebagian mulai mengering. Hujan juga menyebabkan akses menuju sejumlah titik menjadi berlumpur, sementara angin kencang turut menjadi perhatian tim di lapangan.

Untuk mempercepat penanganan, tim gabungan terus membuka jalur darurat, memperkuat sekat bakar dan melakukan pendinginan pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Masyarakat sekitar juga terus diimbau agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Penanganan akan terus dilakukan hingga seluruh titik asap benar-benar tertangani dan kawasan terdampak dinyatakan aman dari potensi kebakaran kembali (pendam19)

(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done