M C I

Senin, 16 Februari 2026

Kasi Intel Korem 031/ Wira Bima Kolonel CPN Fransiskus Hendra Gunawan, Putra Airmolek Hadir di Inhu Saat Pencanangan Desa Merah Putih

 c


enterindonesia Inhu :
Kehadiran Kolonel Cpn Fransiskus Hendra Gunawan, di kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) selaku Kepala Seksi Inteligen Korem 031/Wira Bima, mendapat sambutan antusias dari masyarakat. 

Kunjungan tersebut berlangsung pada Sabtu (14/02) dan disambut hangat oleh berbagai elemen masyarakat setempat.

Antusiasme warga terlihat jelas saat Pencanangan Desa Merah Putih ( PDMP ) di Kelurahan Airmolek I, Kecamatan Pasir Penyu.

Sambutan positif ini muncul karena sosok Kolonel CPN Fransiskus yang akrab disapa Abi ini merupakan putra asli Airmolek yang dinilai peduli terhadap kebutuhan lingkungan.

Ia merespon keluhan warga terkait adanya jalan yang rusak yang menjadi jalur transportasi utama di daerah tersebut, serta kebutuhan penerangan jalan, khususnya akses menuju masjid yang intens digunakan warga selama bulan suci Ramadhan nantinya.

Dalam dialog pada acara pencanangan, permintaan lampu penerangan jalan langsung ditindaklanjuti, Frans memerintahkan personelnya untuk mendata titik lampu yang dibutuhkan agar segera dapat direalisasikan. 

Hal serupa juga berlaku untuk pengajuan pembangunan pos kamling yang mendapat respons positif untuk segera diwujudkan.

Lurah Airmolek I, Jhoni Afrial, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. 

“Kami menyambut baik program ini karena pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun mental, moral, dan semangat kebangsaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Pencanangan Desa Merah Putih merupakan momentum penting yang melampaui kegiatan seremonial. Program ini menjadi wujud komitmen bersama untuk menumbuhkan nasionalisme, memperkuat persatuan, serta membangun karakter masyarakat yang cinta NKRI dan menjunjung nilai-nilai Pancasila.

Ia berharap kesadaran warga untuk menjaga keamanan dan ketertiban, memperkuat gotong royong, serta toleransi antar sesama semakin meningkat.

Sementara itu, Ia juga  menegaskan bahwa Desa Merah Putih bukan sekadar simbol warna, melainkan upaya menanamkan cinta tanah air melalui tindakan nyata seperti gotong royong, kebersamaan, Bhinneka Tunggal Ika, kesadaran hukum, dan kegiatan keagamaan tanpa membedakan suku maupun ras.

“Pada prinsipnya, Desa Merah Putih diselaraskan untuk mendukung program-program pemerintah demi suksesnya pembangunan,” tegasnya. 

Ditambahkannya bahwa penguatan rasa cinta terhadap Merah Putih dan NKRI merupakan fondasi untuk mendukung program pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Ke depan, setelah pencanangan di Kelurahan Airmolek I, rangkaian kegiatan akan terus digelar untuk “memerah putihkan” wilayah tersebut. 

Jika berjalan lancar, peresmian Kelurahan Merah Putih pertama direncanakan pada Maret mendatang, sebelum diperluas ke kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Riau—minimal satu Desa atau Kelurahan Merah Putih di setiap kabupaten, pungkasnya. **

(Desi suarni)

Minggu, 15 Februari 2026

*Ketum PWFRN Agus Flores Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-56 untuk Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto

 C


enter Indonesia Jakarta
– Rasa hormat dan doa terbaik disampaikan Ketua Umum PWFRN Counter Polri, Agus Flores, kepada ⭐⭐⭐⭐ Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., yang kini menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, dalam momentum ulang tahunnya yang ke-56 pada 16 Februari 2026.


Bagi Agus Flores, sosok Jenderal Pol. (Purn.) Agus Andrianto bukan hanya dikenal sebagai figur tegas dan berpengalaman di institusi Polri, tetapi juga sebagai pemimpin yang memiliki komitmen kuat terhadap pengabdian kepada bangsa dan negara.


“Atas nama keluarga besar PWFRN Counter Polri, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-56 kepada ⭐⭐⭐⭐ Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H. Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, penuh berkah dan kesuksesan dalam pengabdian kepada negeri,” ujar Agus Flores.


Menurutnya, perjalanan panjang pengabdian yang telah dilalui menjadi inspirasi bagi banyak pihak, khususnya insan pers dan masyarakat yang terus mendukung terciptanya sinergi antara media dan aparat penegak hukum.


Momentum ulang tahun ini pun menjadi doa bersama agar sang jenderal senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kebijaksanaan dalam mengemban amanah sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.


“Semoga beliau terus menjadi teladan dalam kepemimpinan dan pengabdian untuk Indonesia yang lebih baik,” tutup Agus Flores.

(Desi suarni)

Instruksi Kapolri: 'Tidak Ada Toleransi bagi Anggota Polri Terlibat Jaringan Narkoba'


Center Indonesia Jakarta,
- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mendalami kasus dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang menjerat mantan Kapolres Bima, AKBP Didik Putra Kuncoro (DPK). Selain proses pidana, Didik dijadwalkan menjalani sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) pada pekan ini.


Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, mengonfirmasi bahwa sidang etik tersebut akan digelar oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri untuk menentukan status kedinasan AKBP Didik.


"Untuk AKBP Didik Putra Kuncoro, saat ini yang bersangkutan akan menjalani proses kode etik. Sidang dijadwalkan pada hari Kamis, 19 Februari 2026," ujar Isir dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (15/2).


Isir menegaskan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkomitmen penuh dalam memberantas peredaran narkoba, termasuk jika pelakunya berasal dari internal kepolisian. Ia memastikan tidak ada keistimewaan hukum bagi anggota yang terlibat.


"Bapak Kapolri berkomitmen memberikan tindakan tegas. Tidak ada toleransi, perlakuan istimewa, maupun impunitas bagi setiap individu Polri yang terlibat dalam jaringan narkoba," tegasnya.


Dalam kasus ini, AKBP Didik telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan hasil penyelidikan, AKBP Didik diduga terlibat dalam jaringan narkoba bersama sejumlah anggota Polri lainnya, termasuk Kasatresnarkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi, yang juga telah menyandang status tersangka.


Modus operandi yang terungkap sejauh ini menunjukkan bahwa AKBP Didik mendapatkan pasokan narkoba dari AKP Malaungi. Sementara itu, AKP Malaungi diketahui memperoleh barang haram tersebut dari seorang bandar besar yang diidentifikasi sebagai Koko Erwin. Selain keterlibatan dalam peredaran, AKBP Didik juga diduga menerima uang sebesar Rp1 miliar dari sang bandar.


Hingga saat ini, penyidik Bareskrim Polri masih melakukan pengejaran terhadap Koko Erwin yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

(Desi suarni)

Ahmad Nasir Harahap dan Willy Robinson Lubis terpilih secara sah sebagai presiden dan wakil presiden mahasiswa universitas lancang kuning


Center Indonesia
Ahmad Nasir Harahap dan Willy Robinson Lubis secara Resmi Terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Lancang Kuning untuk periode kepengurusan terbaru taun 2026-2027.


Keduanya dinyatakan terpilih secara sah berdasarkan hasil pemilihan umum mahasiswa yang telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku di lingkungan kampus. Proses pemilihan berlangsung secara demokratis, transparan, serta mendapat partisipasi aktif dari mahasiswa berbagai fakultas.


Dalam sambutannya, Ahmad Nasir Harahap menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh mahasiswa. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa Badan Eksekutif Mahasiswa menjadi wadah aspirasi yang inklusif, progresif, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.


Sementara itu, Willy Robinson Lubis menyampaikan harapannya agar kepengurusan yang baru dapat mempererat kolaborasi antarorganisasi mahasiswa serta meningkatkan program-program yang berdampak positif bagi civitas akademika.


Pihak universitas turut mengapresiasi seluruh panitia penyelenggara dan mahasiswa yang telah berpartisipasi dalam menjaga kondusivitas serta integritas proses pemilihan.


Dengan terpilihnya kepemimpinan baru ini, diharapkan semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian dapat terus tumbuh demi kemajuan mahasiswa dan almamater.

(Desi suarni)

Sabtu, 14 Februari 2026

Pipas Lapas Narkotika Rumbai Gelar Tausiyah Sambut Ramadhan 1447 H

 C


enter Indonesia Pekanbaru
- Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (Pipas) Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai menggelar pertemuan bulanan yang dirangkaikan dengan tausiyah menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H, mengusung tema “Sucikan Hati Bersihkan Jiwa Menyambut Bulan Yang Mulia”, di salah satu cafe pekanbaru, Sabtu (14/2).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Pipas Lapas Narkotika Rumbai, Ny. Monica Ridho dan Ny. Nova Edoward, turut mengundang Ustadzah Dr. Nining Suniarti, S.Pdi., M.Pd., serta pengurus dan anggota Pipas Lapas Narkotika Rumbai.


Dalam tausiyahnya, Dr. Nining Suniarti, S.Pdi., M.Pd. menyampaikan persiapan untuk menyambut bulan suci ramadhan, yaitu iman, ilmu dan amal. Hal ini merupakan tiga pelajaran penting terhadap puasa, yakni sebagai media pembinaan pola pikir dan perilaku yang dilaksanakan pada siang hari, hal ini semata-mata dilakukan karena Allah SWT. Ia berharap nilai-nilai puasa dapat membentuk pribadi yang bertakwa. Serta untuk mempersiapkan bulan suci ramadhan.


Dalam sambutannya, Ny. Monica Ridho mengajak seluruh anggota mempersiapkan mental dan spiritual menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih serta meningkatkan kualitas ibadah. “Jadikan Ramadhan kali ini lebih baik dari tahun lalu, tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga meningkatkan tilawah, sedekah, dan zikir,” ujarnya. 


Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan mempererat silaturahmi melalui kepedulian sosial. “Selamat menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kesehatan kepada kita semua,” ucapnya.


Acara dilanjutkan dengan kegiatan dilanjutkan dengan pencabutan nomor arisan, lotre dan doorprize yang dilaksanakan oleh Seksi Bidang Ekonomi Usaha. Serta tukaran kado yang berlangsung hangat dan ceria antar anggota Pipas.

(Desi suarni)

Polsek Benai Tindak Tegas PETI Setingkai di Desa Talontam


Center Indonesia KUANTANSINGINGI,
– Jajaran Polsek Benai Polres Kuantan Singingi kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI). Unit Reskrim Polsek Benai melakukan penindakan terhadap dugaan aktivitas PETI jenis setingkai di Desa Talontam, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, sekira pukul 12.30 WIB. Sabtu (14/2/2026)


Penindakan tersebut dilakukan setelah pihak kepolisian menerima informasi dari pemberitaan media Online terkait adanya aktivitas penambangan emas ilegal yang meresahkan masyarakat di wilayah perbatasan Talontam–Koto Benai.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Benai IPDA M. Ali Sodiq, S.Psi., menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti informasi tersebut dengan menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.


“Begitu menerima informasi dari media dan laporan masyarakat, kami langsung perintahkan Unit Reskrim turun ke lokasi guna memastikan kebenarannya. Ini merupakan bentuk respons cepat Polri terhadap setiap informasi yang berkembang di tengah masyarakat,” tegas IPDA M. Ali Sodiq.


Tim yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Benai AIPDA Hardianto Manik bersama empat personel yakni Brigadir Wahyu Kuantari, Briptu Dadan Ahmad Rafi, S.H., Bripda Rozy Mulya, dan Bripda Yuhaldo, bergerak menuju lokasi menggunakan kendaraan dinas roda empat.


Setibanya di lokasi sekira pukul 12.30 WIB, tim mendapati adanya rakit PETI jenis setingkai di area lahan masyarakat Desa Talontam. Namun saat dilakukan pengecekan, aktivitas tersebut sudah tidak beroperasi dan para pelaku tidak berada di tempat.


Guna mencegah kembali digunakannya sarana tersebut untuk aktivitas ilegal, petugas langsung melakukan penertiban dengan cara memusnahkan setingkai di lokasi, disertai dokumentasi serta pembuatan laporan resmi.


Kapolsek Benai menegaskan bahwa Polres Kuansing berkomitmen menindak tegas segala bentuk aktivitas PETI yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.


“Kami tidak akan memberi ruang bagi aktivitas pertambangan ilegal di wilayah hukum Polres Kuansing. Selain melanggar hukum, PETI juga berdampak besar terhadap kerusakan lingkungan dan berpotensi menimbulkan konflik sosial,” tegasnya.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas pertambangan tanpa izin di lingkungannya.


“Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat kami harapkan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti secara profesional dan proporsional,” tutup Kapolsek Benai.


Dengan langkah tegas ini, diharapkan wilayah Kecamatan Benai terbebas dari aktivitas PETI serta tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.


(Desi suarni)

Progres Pesat, Jembatan Merah Putih Presisi Kini Tahap Pemboran dan Cor Pondasi


Center Indonesia KUANTANSINGINGI,
– Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Desa Muara Petai dengan Desa Muara Tiu Makmur, Kecamatan Pucuk Rantau, Kabupaten Kuantan Singingi, terus menunjukkan progres positif. Memasuki hari ke-5,  pekerjaan telah sampai pada tahap pemboran besi UNP untuk gelagar hingga pengecoran pondasi. Sabtu (14/2/2026),


Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB tersebut dilaksanakan di Desa Muara Petai dengan melibatkan 30 personel gabungan. Rinciannya, 5 personel Brimob, 3 personel Sabhara, 2 personel Polairud, serta 20 personel gabungan Polres dan Polsek jajaran. Selain itu, pembangunan juga didukung partisipasi masyarakat setempat serta lima orang teknisi.


Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam membantu masyarakat, khususnya dalam membuka akses transportasi yang aman dan layak.


“Memasuki hari kelima, pekerjaan sudah berada pada tahap pemboran besi UNP untuk gelagar, pemasangan angkur batangan bawah, pembuatan tapak pondasi, serta pengecoran pondasi. Progres fisik berjalan sesuai rencana dan jadwal yang telah ditetapkan,” ujar AKBP Hidayat Perdana.


Menurutnya, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini membutuhkan akses penyeberangan yang lebih aman.


“Sinergi antara personel Polri, teknisi, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam percepatan pembangunan ini. Kami berharap jembatan ini nantinya dapat memberikan manfaat besar bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat,” tambahnya.


Dalam pelaksanaan pekerjaan, sejumlah peralatan digunakan seperti mesin las, palu, gerinda tangan, penggaris baja, bor, catrol, linggis, cangkul, tembilang, serta perlengkapan lainnya guna menunjang kelancaran proses pembangunan.


Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, progres pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah hukum Polres Kuantan Singingi terus berjalan optimal. Diharapkan, jembatan ini segera rampung dan dapat digunakan masyarakat sebagai akses penghubung yang aman dan representatif antar desa.

(Desi suarni)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done