M C I

Minggu, 26 April 2026

Hari ke-10, Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Sungai Kuning Tunjukkan Progres Signifikan






Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Sungai Kuning, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, terus berjalan dan menunjukkan perkembangan positif. Memasuki hari ke-10 pelaksanaan, progres pekerjaan telah mencapai 15 persen, Sabtu (25/4/2026).


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB dengan melibatkan personel gabungan serta dukungan masyarakat setempat.


“Pada hari ke-10 ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 15 persen. Tahapan pekerjaan yang dilakukan meliputi penggalian pondasi jembatan dan perakitan kerangka besi sebagai struktur awal,” ujar Kapolres.


Selain pekerjaan konstruksi, tim di lapangan juga melaksanakan distribusi material ke lokasi pembangunan guna memastikan kelancaran proses pekerjaan.


Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan personel dari Polsek jajaran, Brimob, Dit Polairud, dan Sabhara Polda Riau. Tidak hanya itu, masyarakat setempat bersama tenaga teknisi atau tukang juga turut berperan aktif dalam proses pembangunan tersebut.


Kapolres menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung akses penyeberangan masyarakat yang selama ini menjadi kebutuhan penting, khususnya bagi warga Desa Sungai Kuning dan sekitarnya.


“Sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci utama dalam percepatan pembangunan ini. Kami berharap jembatan ini nantinya dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari serta meningkatkan perekonomian warga,” tambahnya.

Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini diharapkan dapat selesai sesuai target, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Kuantan Singingi.


Melindungi Tuah, Menjaga marwah.

(Desi)

*Jadikan Lingkungan Yang Asri. Kapolsek Tualang Berikan Bibit Pohon Kepada Personil Yang Berulang Tahun*






Centerimdonesia Perawang– Dalam rangka menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan di internal, Polsek Tualang melaksanakan kegiatan pemberian bibit pohon kepada personel yang berulang tahun, Senin (26/04/2026).


Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 08.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Tualang, Kompol Teguh Wiyono, S.H., M.H., serta dihadiri oleh para Kanit, Panit, dan Kasi Polsek Tualang.


Adapun personel yang menerima bibit pohon bertepatan dengan hari ulang tahunnya adalah Brigadir Apriyadi Situmorang, S.H. Bibit pohon yang diberikan selanjutnya ditanam di area mess sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.


Kapolsek Tualang menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk perhatian kepada personel, tetapi juga sebagai upaya edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Penanaman pohon memiliki manfaat besar, di antaranya sebagai pengatur tata air guna mencegah banjir serta membantu mengurangi pencemaran lingkungan.


Lebih lanjut, kegiatan ini merupakan implementasi dan dukungan terhadap program yang dicanangkan oleh Bapak Kapolda dalam rangka Green Policing, yaitu mengajak seluruh personel Polri untuk aktif menjaga kelestarian lingkungan hidup serta menghijaukan kembali lingkungan sekitar sebagai bentuk tanggung jawab bersama.


“Kegiatan ini diharapkan menjadi kebiasaan positif di lingkungan Polsek Tualang, di mana setiap momen ulang tahun dapat diisi dengan hal bermanfaat bagi alam serta mendukung program Green Policing,” ujar Kapolsek.


Dengan adanya kegiatan ini, Polsek Tualang menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di antara personel.

(Desi)

Klarifikasi atas Pemberitaan SuaraRokanNews tentang Dugaan Pungutan Pengurusan PB






Centerindonesia BAGANSIAPIAPI – Menanggapi pemberitaan yang dimuat media SuaraRokanNews berjudul “Pecat Oknum Bimkemaswat Diduga Kuras Kantong Dua Warga Binaan Sebesar 17 Juta Saat Pengurusan PB”, pihak [instansi/pihak terkait] menyampaikan klarifikasi sekaligus hak jawab agar informasi yang beredar di tengah masyarakat tetap berimbang, proporsional, dan tidak menimbulkan kesimpulan sepihak. Source


[Pihak terkait/nama jabatan] menegaskan bahwa pada prinsipnya setiap pelayanan pemasyarakatan, termasuk proses usulan Pembebasan Bersyarat (PB), dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan tidak dibenarkan adanya pungutan di luar aturan yang berlaku. Informasi mengenai layanan PB tanpa pungutan biaya juga sejalan dengan publikasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Source


Sehubungan dengan tudingan yang beredar dalam pemberitaan tersebut, [instansi/pihak terkait] menyatakan bahwa informasi itu perlu diverifikasi secara menyeluruh, objektif, dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Hingga saat ini, [instansi/pihak terkait] menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran harus dibuktikan melalui mekanisme pemeriksaan internal maupun proses hukum yang berlaku, bukan semata-mata berdasarkan asumsi atau keterangan sepihak.


[Instansi/pihak terkait] juga menyampaikan bahwa apabila benar terdapat laporan, keberatan, atau dugaan penyimpangan dalam pelayanan, pihaknya terbuka untuk menerima pengaduan resmi yang disertai identitas pelapor, kronologi, serta bukti pendukung agar dapat ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan akuntabel.


Selain itu, [instansi/pihak terkait] mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan sampai terdapat hasil pemeriksaan resmi dari lembaga yang berwenang. Langkah ini penting agar tidak terjadi penghakiman di ruang publik sebelum adanya kepastian fakta.


Dalam konteks pemberitaan pers, hak jawab merupakan hak setiap orang atau lembaga untuk memberikan tanggapan dan sanggahan terhadap informasi yang dianggap merugikan nama baiknya. Pers juga wajib melayani hak jawab secara proporsional dan profesional. Source


Sebagai bentuk tanggung jawab kelembagaan, [instansi/pihak terkait] menyatakan akan menghormati proses klarifikasi, evaluasi, dan penelusuran fakta sesuai aturan yang berlaku. Jika nantinya ditemukan adanya pelanggaran, maka penanganannya harus dilakukan melalui prosedur resmi dan berdasarkan hasil pemeriksaan yang sah.


Dengan demikian, [instansi/pihak terkait] berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh, berimbang, dan tidak terpengaruh oleh narasi yang belum teruji secara menyeluruh. Klarifikasi ini disampaikan untuk menjaga objektivitas informasi sekaligus sebagai bentuk penggunaan hak jawab sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Pedoman Hak Jawab Dewan Pers. Source

Silaturahmi Penuh Makna, Ditlantas Polda Riau Gaungkan Keselamatan Berlalu Lintas dan Green Policing di Pekanbaru.






Centralindonesia Pekanbaru – Dalam suasana hangat penuh kebersamaan, Direktorat Lalu Lintas Polda Riau menggelar kampanye keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat Kota Pekanbaru dalam rangka Halal Bihalal 1447 H dan Pengukuhan Pengurus Ikatan Kekeluargaan Magek (IKM) Pekanbaru, Minggu (26/4/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Ballroom RS PMC Pekanbaru ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, S.Pd., M.M., serta dihadiri oleh personel Subdit Kamsel, di antaranya Brigadir Annisa Elfitri, S.H. Acara tersebut turut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan.


Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dari Wali Nagari Magek dan Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau. Momentum ini semakin bermakna dengan penyerahan helm keselamatan dan bibit pohon secara simbolis kepada peserta sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan berlalu lintas dan pelestarian lingkungan.


Dalam sambutannya, AKBP Dasril menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas harus menjadi kebutuhan dan budaya di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi pelopor keselamatan dengan mematuhi aturan serta mengutamakan etika berlalu lintas di jalan raya.


Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah sosialisasi program Green Policing yang diinisiasi oleh Kapolda Riau, sebagai langkah konkret dalam mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan. Penyerahan bibit pohon menjadi simbol penting bahwa keselamatan dan kelestarian alam harus berjalan seiring.


Di bawah kepemimpinan Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H., berbagai upaya edukasi dan sosialisasi terus digencarkan guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.


Dalam keterangannya, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Ditlantas Polda Riau dalam membangun budaya tertib berlalu lintas yang dimulai dari kesadaran individu. “Keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan, sekaligus ikut menjaga lingkungan melalui program Green Policing,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang berkelanjutan di Provinsi Riau.


Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Irzal, S.H selaku Wali Nagari Magek yang mewakili keluarga besar Magek di Kota Pekanbaru menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Ditlantas Polda Riau. Ia menilai kehadiran Ditlantas dalam momen silaturahmi tersebut memberikan nilai tambah yang sangat positif bagi masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ditlantas Polda Riau yang telah berkenan hadir di tengah-tengah kegiatan keluarga besar Magek, sekaligus memberikan edukasi tentang tata tertib berlalu lintas hingga kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan seperti ini sangat positif dan bermanfaat bagi kami semua,” pungkasnya.


Melalui kegiatan ini, Ditlantas Polda Riau berharap masyarakat tidak hanya memahami pentingnya keselamatan di jalan raya, tetapi juga turut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.


Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi dan komitmen bersama dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas dan kepedulian terhadap lingkungan di Provinsi Riau.

(Desi)

Polsek Jajaran Polres Kuansing Intensif Amankan SPBU, Antisipasi Penyalahgunaan BBM dan Kemacetan






Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Dalam rangka menjaga stabilitas kamtibmas serta memastikan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) berjalan sesuai ketentuan, jajaran Polres Kuantan Singingi (Kuansing) melaksanakan kegiatan patroli, pengamanan, dan pengaturan lalu lintas (gatur lalin) di sejumlah SPBU, Minggu (26/4/2026).


Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak oleh Polsek jajaran, di antaranya Polsek Kuantan Mudik, Singingi Hilir, Singingi, Cerenti, Kuantan Tengah, dan Pangean. Patroli difokuskan pada pengawasan antrean kendaraan, kelancaran arus lalu lintas, serta pencegahan potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran personel di SPBU merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi kemacetan, penimbunan, serta penyimpangan distribusi BBM di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.


“Personel kami turun langsung melakukan pengaturan lalu lintas, memberikan imbauan kepada masyarakat agar tertib saat mengantre, serta memastikan pihak SPBU menyalurkan BBM sesuai aturan yang berlaku,” ujar Kapolres.


Dalam kegiatan tersebut, petugas juga memberikan penekanan kepada pengelola SPBU agar tidak melayani pengisian BBM bersubsidi menggunakan jerigen, tangki modifikasi, maupun “baby tank”. Selain itu, pengisian BBM diwajibkan sesuai barcode dan identitas kendaraan guna mencegah penyelewengan.


Di beberapa lokasi, seperti di SPBU wilayah Singingi Hilir dan Cerenti, terpantau adanya peningkatan aktivitas masyarakat, khususnya pada pengisian Bio Solar. Namun secara umum, situasi antrean masih dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan gangguan berarti terhadap arus lalu lintas.


Sementara itu, di wilayah Kuantan Tengah, personel Polres bersama Polsek setempat melakukan pengamanan di beberapa SPBU dengan memantau ketersediaan stok BBM serta memastikan distribusi berjalan lancar. Petugas juga aktif mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dan mematuhi aturan berlalu lintas.


Kapolres menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.


“Kami akan terus melakukan pengawasan secara rutin dan berkelanjutan, guna memastikan distribusi BBM tepat sasaran serta situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Kuansing tetap aman dan kondusif,” tegas AKBP Hidayat.


Hingga kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian patroli dan pengamanan di SPBU wilayah Kuantan Singingi berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Desi)

Sabtu, 25 April 2026

Tingkatkan Keamanan Wilayah, TIM RAGA Polres Siak Gelar Patroli Skala Besar






Centerindonesia SIAK – Guna memastikan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, jajaran Polres Siak melalui TIM RAGA melaksanakan kegiatan patroli pengamanan skala besar di wilayah hukum Polres Siak pada Sabtu malam (25/04/2026).


Kegiatan yang dimulai sejak pukul 21.00 WIB ini difokuskan pada pengamanan pemukiman warga, pusat keramaian, hingga objek vital nasional. Sebanyak 20 personel dikerahkan untuk menyisir berbagai titik strategis menggunakan kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4).


Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, SH, SIK, MH melalui Ps Kasi Humas Aiptu Dedek Prayoga, SH menjelaskan bahwa Patroli menyasar sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, di antaranya:

Kawasan Wisata: Jembatan Siak, Taman Siak Lawoh, dan Turap Singapur.

Infrastruktur Vital: Jalan Protokol, Jalan Lintas (rawan laka dan macet), serta Jalan Tol.

Pusat Ekonomi: Perbankan, pusat perbelanjaan, dan pertokoan yang masih beroperasi hingga malam hari.


"Patroli ini tidak hanya sekadar pengawasan, tetapi juga bertujuan untuk memberikan efek penangkalan (deterrent effect) bagi pelaku kejahatan, khususnya tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor)" Ucap Aiptu Dedek


Dalam pelaksanaannya, petugas di lapangan juga merangkul organisasi kemasyarakatan (ormas) dan pemangku kepentingan (stakeholders) terkait. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan imbauan secara masif kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga ketertiban serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.


"Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman, terutama bagi warga yang masih beraktivitas di luar rumah pada malam hari," Tambah nya


Hingga berakhirnya kegiatan, dilaporkan bahwa situasi di seluruh wilayah hukum Polres Siak berada dalam keadaan aman dan terkendali. Tidak ditemukan adanya gangguan menonjol, dan masyarakat menyambut positif kehadiran petugas di lapangan.


Dengan adanya patroli rutin dari TIM RAGA ini, Polres Siak berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan demi terciptanya lingkungan yang kondusif bagi seluruh warga Kabupaten Siak.

(Desi)

Mahasiswa, Polri, dan Intelektual Bersatu di Rimbang Baling, Perkuat Gerakan Cegah Karhutla dan Narkoba di Riau





Centerindonesia Kampar-Upaya membangun kesadaran kolektif terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus diperkuat melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor. 


Salah satunya melalui kegiatan Camping Kebangsaan Mahasiswa Riau yang diinisiasi oleh Tumbuh Institute di kawasan Rimbang Baling, pada 25–26 April 2026.


Kegiatan yang mengangkat tema “Bersama Wujudkan Green Policing, Green Generation, dan Cegah Karhutla” ini diikuti sekitar 150 mahasiswa dari BEM dan organisasi Cipayung Plus se Provinsi Riau.


Head of Tumbuh Foundation, Azairus Adlu, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai forum dialog yang jujur dan reflektif.


“Karhutla bukan hanya soal lingkungan, ini soal kesehatan, ekonomi, dan kepercayaan publik terhadap tata kelola negara. Karena itu, kami ingin menghadirkan ruang di mana semua pihak bisa duduk bersama, berdiskusi, dan membangun kesadaran kolektif,” ujarnya.


Ia juga menyoroti bahwa ancaman terhadap masa depan Riau tidak hanya datang dari karhutla, tetapi juga dari persoalan narkoba yang merusak generasi muda.


“Narkoba menghancurkan manusia, karhutla menghancurkan ruang hidup manusia. Keduanya lahir dari akar yang sama, yaitu keserakahan dan pembiaran. Maka melawan narkoba berarti menjaga manusia, dan melawan karhutla berarti menjaga masa depan,” kata Azairus.


Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan karena memiliki kekuatan berpikir kritis, pengaruh sosial, dan akses terhadap pengetahuan. 


"Oleh sebab itu, keterlibatan mahasiswa tidak boleh lagi bersifat sporadis, melainkan harus menjadi gerakan yang terorganisir dan berkelanjutan," jelasnya.


Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu malam melalui sesi api unggun kebangsaan yang menghadirkan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung, serta aktivis HAM Hurriah.


Dalam kesempatan itu, Kapolda Riau menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif dan perubahan pola pikir dalam menghadapi ancaman karhutla dan narkoba.


Ia mengingatkan bahwa Riau berpotensi menghadapi siklus karhutla besar, sebagaimana pernah terjadi pada 1997, sehingga diperlukan kesiapan dan keterlibatan semua pihak.


“Masalah seperti karhutla dan narkoba tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah atau kepolisian. Harus ada kolaborasi, mulai dari hulu melalui edukasi hingga hilir melalui penegakan hukum,” ujarnya.


Kapolda juga menegaskan komitmen tegas dalam pemberantasan narkoba, termasuk tidak mentolerir keterlibatan anggota kepolisian dalam jaringan tersebut.


Sementara itu, Rocky Gerung menempatkan isu karhutla dalam konteks yang lebih luas, sebagai bagian dari krisis ekologis global yang mengancam masa depan peradaban.


Ia menekankan bahwa persoalan lingkungan tidak lagi bisa dilihat secara parsial, melainkan harus dipahami sebagai bagian dari sistem global yang saling terhubung.


“Kita tidak sedang hanya membicarakan Riau atau Indonesia, tetapi masa depan bumi. Bumi ini satu-satunya ‘kapal’ yang kita miliki, dan semua manusia adalah penumpangnya,” ujarnya.


Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai buffer intelektual dalam menghadapi krisis multidimensi, mulai dari ekonomi, energi, hingga ekologi.


Sementara itu, Hurriah menegaskan bahwa karhutla harus dilihat sebagai persoalan hak asasi manusia, karena berkaitan langsung dengan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat.


“Karhutla bukan sekadar bencana alam, tetapi krisis yang terus diproduksi dan akhirnya dinormalisasi. Padahal itu berarti hak kita atas udara bersih sedang dicabut,” ujarnya.


Ia juga mendorong mahasiswa untuk memperkuat basis gerakan melalui riset dan advokasi kebijakan, tidak hanya aksi simbolik.


“Tanpa data, gerakan akan mudah dipatahkan. Mahasiswa harus mampu mengumpulkan data, menganalisis, dan menyusun rekomendasi kebijakan,” katanya.


Rangkaian kegiatan Camping Kebangsaan juga diisi dengan berbagai aktivitas yang dirancang untuk membangun pemahaman komprehensif peserta. 


Selain api unggun kebangsaan, kegiatan diisi dengan sesi diskusi teknis bertema karhutla yang menghadirkan narasumber dari Ditreskrimsus Polda Riau, BPBD dan Pemadam Kebakaran Provinsi Riau, serta Manggala Agni.


Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi lapangan, tantangan penegakan hukum, serta upaya mitigasi karhutla yang selama ini dilakukan oleh berbagai pihak.


Tidak hanya itu, kegiatan juga dilanjutkan dengan forum diskusi kelompok (focus group discussion) yang membahas tentang isu narkoba dengan melibatkan narasumber dari Ditbinmas dan Ditresnarkoba Polda Riau.


Forum ini menjadi ruang interaktif bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan sekaligus memahami kompleksitas persoalan keamanan dan sosial di daerah  


Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir kesadaran baru di kalangan mahasiswa bahwa persoalan karhutla merupakan tanggung jawab bersama, sekaligus mendorong terbentuknya jejaring mahasiswa yang lebih solid dalam menjaga lingkungan dan masa depan Riau.


*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*


(Desi)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done