M C I

Minggu, 21 Juni 2026

Hingga Hari ini Polda Riau Salurkan 3.060 Paket Bansos dan Hadirkan Berbagai Program Sosial Menjelang Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026*

 




Centerindonesia Pekanbaru, Minggu (21/6/2026) – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Riau terus mengintensifkan berbagai kegiatan sosial sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Hingga saat ini, jajaran Polda Riau telah mendistribusikan sebanyak 3.060 paket bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang membutuhkan di seluruh wilayah hukum Polda Riau.


Selain pendistribusian bansos, Polda Riau juga telah melaksanakan berbagai program sosial lainnya, meliputi 22 kegiatan bantuan air bersih, 11 kegiatan bakti religi, 1 unit bedah rumah, serta 2 kegiatan Gerakan Indonesia Asri yang bertujuan mendukung pelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


Paket bansos tersebut disalurkan kepada berbagai lapisan masyarakat, di antaranya komunitas ojek online (ojol), petugas kebersihan, penghuni panti asuhan, panti jompo, sopir oplet, sopir truk, hingga masyarakat pesisir yang tersebar di berbagai daerah di Provinsi Riau.


Kapolda Riau, Herry Heryawan, melalui Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika selaku Ketua Pelaksana Bansos Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di wilayah hukum Polda Riau, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat sekaligus implementasi semangat Hari Bhayangkara yang mengedepankan kepedulian dan kedekatan dengan masyarakat.


Menurutnya, personel lalu lintas akan terus bergerak baik di Kota Pekanbaru maupun di seluruh kabupaten dan kota yang berada dalam wilayah hukum Polda Riau hingga pelaksanaan puncak kegiatan bansos Hari Bhayangkara ke-80. Seluruh jajaran diinstruksikan untuk hadir langsung di tengah masyarakat guna memastikan bantuan sosial tersalurkan tepat sasaran serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.


“Melalui kegiatan bansos, bantuan air bersih, bakti religi, bedah rumah hingga Gerakan Indonesia Asri, kami ingin memastikan bahwa momentum Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat. Personel lalu lintas akan terus hadir di tengah masyarakat hingga puncak peringatan Hari Bhayangkara sebagai bentuk pengabdian Polri untuk masyarakat,” ujar Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika.


Widya Ningsih, warga RT/RW 014/06 Kelurahan Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan beserta seluruh jajaran yang dinilainya selalu hadir dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, bantuan paket bansos maupun pendistribusian air bersih yang diberikan sangat membantu masyarakat dan menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah-tengah warga.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Riau beserta seluruh jajaran yang telah peduli dan selalu hadir langsung di tengah masyarakat. Semoga bantuan paket bansos dan pendistribusian air bersih ini menjadi amal ibadah dan kebaikan bagi Bapak serta seluruh jajaran,” ujar Widya Ningsih yang didampingi Kasat Lantas Polres Rokan Hilir AKP Luthfi Indra Praja.


Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 mewakili masyarakat Riau.


“Saya selaku yang mewakili masyarakat Riau mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Semoga Polri semakin sukses, semakin profesional, semakin dekat dengan masyarakat, dan semakin dicintai oleh seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya.


Selain mendistribusikan bantuan sosial, personel lalu lintas juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), serta program Green Policing yang terus digelorakan Polda Riau sebagai upaya bersama menjaga kelestarian lingkungan.


Menurutnya, sinergi antara kegiatan sosial, edukasi keselamatan berlalu lintas, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat.


Melalui berbagai program yang dilaksanakan menjelang Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polda Riau berharap dapat terus memperkuat kepercayaan publik serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

(Ds)

Kapolres Kuansing Lepas Peserta Fun Run 2026, Dalam Rangka HUT Bhayangkara Ke-80, Polri Untuk Masyarakat.





Cebterindonesia KUANTANSINGINGI,– Dalam Rangka HUT Bhayangkara Ke-80 dengan Tema Polri Untuk Masyarakat,  Polres Kuansing menggelar Fun Run To RBR 2026  yang diikuti Ribuan peserta yang memadati kawasan Jalan Rusdi S. Abrus, Teluk Kuantan,  berlangsung meriah, Minggu (21/6/2026).


Kapolres Kuansing, AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K M.H., didampingi Kajari Kuansing M. Harun Sunadi, S.E., S.H., M.H., Asisten I Setda Kuansing dr. Fahdiansyah, serta Asisten III Drs. Azhar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.


"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat serta berbagai pihak yang telah menyukseskan Polres Kuansing Fun Run pagi ini," ujar Kapolres.


Menurutnya, kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli mendatang, sekaligus sebagai ajang pemanasan bagi para pelari Kuansing menjelang pelaksanaan  Riau Bhayangkara Run (RBR) 2026.


"Kami berharap para pelari Kuansing dapat tampil maksimal dan meraih prestasi, bahkan naik podium pada ajang  Riau Bhayangkara Run mendatang," tambahnya.


Pada penyelenggaraan tahun ini, peserta menempuh jarak sejauh 5 kilometer dan seluruh peserta berhasil mencapai garis finis dengan aman dan lancar.


Yang membuat suasana semakin semarak, ribuan peserta tidak hanya menikmati olahraga bersama, tetapi juga berkesempatan membawa pulang ratusan doorprize menarik yang telah disiapkan panitia. Berbagai hadiah tersebut menjadi daya tarik tersendiri dan menambah kemeriahan acara sejak awal hingga akhir kegiatan.


Selain Fun Run, dalam rangka HUT Bhayangkara Ke-80, Polres Kuansing juga menggelar berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, seperti khitanan massal, donor darah, turnamen voli, Bhakti Religi, Anjang Sana serta sejumlah kegiatan lainnya yang melibatkan masyarakat luas.


Kapolres menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengampanyekan program Green Policing, sebuah gagasan yang diinisiasi Kapolda Riau sebagai upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.


Sementara itu, Kajari Kuansing M. Harun Sunadi yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Polres Kuansing Fun Run 2026.


"Selain menjadi sarana olahraga yang sehat, santai, dan menyenangkan, kegiatan ini juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Banyak pelaku UMKM yang memperoleh manfaat ekonomi dari momentum ini," ujarnya didampingi Kasi Datun Raden M. Shandy.


Senada dengan itu, Ketua KONI Kuansing Andi Cahyadi menyambut baik berbagai kegiatan yang digagas Polres Kuansing.


"Kegiatan seperti ini sangat positif, baik untuk masyarakat maupun generasi muda Kuansing. Selain mendorong gaya hidup sehat, juga mempererat kebersamaan dan semangat berolahraga," katanya.


Acara Polres Kuansing Fun Run 2026 turut dihadiri seluruh kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing, para pejabat utama Polres Kuansing, Bhayangkari serta berbagai unsur masyarakat dan tamu undangan lainnya.


Dengan peserta yang membludak, suasana yang meriah, serta taburan hadiah doorprize, Polres Kuansing Fun Run 2026 menjadi salah satu rangkaian perayaan Hari Bhayangkara Ke-80 yang paling dinantikan masyarakat tahun ini.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Unit Gakkum Sat Lantas Olah TKP Kecelakaan Beruntun, Satu Pelajar Meninggal Dunia.






Cebterindobesia KUANTANSINGINGI,– Unit Penegak Hukum (Gakkum) Sat Lantas Polres Kuansing olah TKP Kecelakaan lalu lintas beruntun yang terjadi di Jalan Kabupaten, tepatnya di Desa Seberang Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, sekitar pukul 14.00 WIB. Sabtu (20/6/2026). 


Peristiwa kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia (MD) berinisal MZ (15) Pelajar warga Pangkalan Pucuk Rantau yang merupakan penumpang Sepeda motor Beat tanpa No Pol yang dikendarai oleh berinisal MP, mengalami luka berat (LB).


Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H,. S.I.K,. M.H,. Melalui Kasat Lantas Polres Kuantan Singingi AKP Siswoyo, S.H. menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan lima kendaraan, yakni satu unit Mitsubishi Colt Diesel BM 92XX KU, Mitsubishi Fuso BK 80XX EM, Toyota Avanza BM 11XX KC, Suzuki Escudo BM 18XX KL, dan satu unit sepeda motor Honda Beat tanpa nomor polisi.


Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat Mitsubishi Colt Diesel BM 92XX KU yang dikemudikan oleh Sdr  ST melaju dari arah Desa Pangkalan menuju Desa Lubuk Jambi. 


Setibanya di lokasi kejadian, terdapat kendaraan Mitsubishi Self Loader yang sedang terparkir di badan jalan sehingga menyebabkan arus lalu lintas mengalami sistem buka-tutup dan antrean kendaraan.


Pada saat yang bersamaan, sepeda motor Honda Beat yang dikendarai MP yang berboncengan dengan MZ berusaha mendahului kendaraan di depannya. Diduga pengendara sepeda motor tidak terlihat oleh pengemudi truk yang berada di lokasi sehingga terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan beberapa kendaraan.


Akibat kejadian tersebut, MZ meninggal dunia (MD) di lokasi kejadian, sedangkan MP mengalami luka berat (LB) dan mendapatkan penanganan medis.


Seluruh kendaraan yang terlibat juga mengalami kerusakan dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp15 juta.


Saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan cerah. Jalan di lokasi berupa jalan beraspal dengan satu jalur dua lajur, kondisi lurus, tanpa marka jalan, dan berada di kawasan perkebunan sawit.


Di TKP Petugas juga mengamankan barang bukti, mendata identitas pengemudi, korban dan saksi-saksi, guna penyelidikan lebih lanjut.


Petugas juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, serta memastikan kondisi aman sebelum mendahului kendaraan guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Melalui Minggu Kasih, Polsek Jajaran Polres Kuansing Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat






Cebterindonesia KUANTANSINGINGI,– Polres Kuantan Singingi (Kuansing) terus berupaya mendekatkan diri kepada masyarakat melalui program Minggu Kasih yang dilaksanakan oleh jajaran Polsek, Minggu (21/6/2026).


Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah hukum Polsek Kuantan Tengah dan Polsek Singingi dengan memberikan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga yang membutuhkan serta mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan masyarakat.


Di wilayah Polsek Kuantan Tengah, kegiatan Minggu Kasih dilaksanakan sekitar pukul 09.15 WIB di Gereja Katolik Santo Antonius Padua, Simpang Telkom, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Kuantan Tengah. Kegiatan dipimpin oleh personel Polsek Kuantan Tengah, yakni Aiptu Hasbi Indra, Aiptu Alfiandi, dan Aipda Amin Suryadi.


Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Kuantan Tengah menyerahkan satu paket sembako kepada Dahlan Sormin Siregar, warga yang membutuhkan bantuan. Selain itu, petugas juga berinteraksi dengan masyarakat guna menyerap aspirasi serta memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga.


Sementara itu, di wilayah Polsek Singingi, kegiatan Minggu Kasih dilaksanakan sekitar pukul 10.30 WIB oleh Bhabinkamtibmas Desa Sumber Datar, Aipda Feri Dianto, S.H., Pada kesempatan tersebut, bantuan sembako diberikan kepada Rusmanto (45) dan Haryati (40), warga Desa Sumber Datar, Kecamatan Singingi.


Masyarakat yang menerima bantuan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polri atas kepedulian yang diberikan. Mereka juga berharap kegiatan Minggu Kasih dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena dinilai sangat bermanfaat dan semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa program Minggu Kasih merupakan salah satu upaya Polri untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan perhatian sosial kepada warga yang membutuhkan.


"Melalui program Minggu Kasih, kami ingin mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Kehadiran anggota di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, tetapi juga untuk mendengarkan aspirasi masyarakat serta membantu warga yang membutuhkan," ujar AKBP Hidayat Perdana.


Kapolres menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti ini sejalan dengan semangat Polri Untuk Masyarakat, di mana Polri hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang humanis serta responsif terhadap kebutuhan warga.


"Kami berharap kegiatan Minggu Kasih dapat terus menjadi sarana komunikasi yang efektif antara Polri dan masyarakat. Dengan terjalinnya kedekatan dan kepercayaan, maka bersama-sama kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif di Kabupaten Kuantan Singingi," tutup Kapolres.


Selama pelaksanaan kegiatan di kedua wilayah tersebut, situasi berlangsung aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Program Minggu Kasih pun terus menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta memperkuat komunikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Sabtu, 20 Juni 2026

Wujudkan Misi Ekologi, Pemkab Siak Gandeng Pemerintah Swiss, UNDP dan Mitra Pembangunan





Centerindonesia Bupati Siak, Afni Z, menerima audiensi dan kunjungan lapangan dari perwakilan United Nations Development Programme (UNDP), Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO), Kedutaan Besar Swiss, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Kementerian Pertanian di Kabupaten Siak, Jumat (19/6).


Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan berbagai program lingkungan hidup yang telah berjalan di Kabupaten Siak sekaligus mempelajari implementasi kebijakan Siak Kabupaten Hijau sebagai model pembangunan daerah yang mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan.


Dalam pertemuan tersebut, Bupati Siak menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian alam dan mewujudkan pembangunan berbasis ekologi tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah secara sendiri. Menurutnya, diperlukan kolaborasi multipihak atau pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat sipil, dan komunitas lokal.


"Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri untuk menjaga lingkungan. Visi dan misi kami untuk mewujudkan Siak yang bermartabat dan berdaya saing berbasis ekologi membutuhkan dukungan serta kemitraan strategis dari berbagai pihak, termasuk mitra internasional," ujar Afni.


Bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Siak telah memiliki fondasi kebijakan yang kuat melalui Peraturan Daerah tentang Siak Kabupaten Hijau. Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak juga membentuk Tim Siak Hijau sebagai wadah koordinasi multipihak yang berfungsi memfasilitasi berbagai bentuk kerja sama pembangunan hijau antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, dan lembaga pembangunan internasional.


Menurut Afni, keberadaan Tim Siak Hijau menjadi instrumen penting dalam memastikan seluruh dukungan program pembangunan berkelanjutan dapat berjalan secara terkoordinasi, selaras dengan kebutuhan daerah, serta mendukung pencapaian visi pembangunan Kabupaten Siak.


Di Provinsi Riau, Program Siak Pelalawan Landscape Program (SPLP) yang difasilitasi oleh Daemeter dan Proforest saat ini hanya dilaksanakan di dua wilayah, yakni Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan.


Program tersebut berfokus pada perlindungan lanskap berkelanjutan melalui konservasi kawasan hutan, rehabilitasi ekosistem pesisir dan mangrove, restorasi gambut, penguatan perhutanan sosial, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui praktik ekonomi berkelanjutan.


Selain itu, program ini juga memberikan dukungan terhadap percepatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi petani sawit swadaya agar produktivitas ekonomi masyarakat dapat terus meningkat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.


Bupati Afni menekankan bahwa berbagai program yang didukung oleh UNDP dan mitra internasional harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat dan mendukung agenda pembangunan daerah.


"Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang masuk ke Kabupaten Siak berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat dan visi pembangunan daerah. Kolaborasi ini harus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.


Salah satu perhatian utama Pemerintah Kabupaten Siak adalah perlindungan koridor satwa liar seperti harimau Sumatera, gajah, beruang madu, dan tapir yang masih ditemukan di sejumlah kawasan hutan di Siak. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi potensi konflik antara satwa dan manusia sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.


Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Bupati Siak juga mendampingi para delegasi internasional meninjau sejumlah lokasi dan kawasan penting di Kabupaten Siak.


Selain berdiskusi mengenai pengelolaan lingkungan dan pembangunan hijau, para tamu diajak melihat secara langsung wajah Kota Siak, kawasan hijau, serta kekayaan sejarah dan budaya daerah, termasuk mengunjungi Istana Siak sebagai salah satu ikon warisan budaya Melayu.


Sementara itu, Pimpinan Proyek Siak Pelalawan Landscape Program, Jimmy Widopo, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Siak

*Pemkab Siak Gandeng Ngo Perkuat Kapasitas Hukum Penghulu Kampung Hadapi Konflik Agraria Dan Lingkungan Hidup*

 




Centerindonesia Pemerintah Kabupaten Siak bekerja sama dengan Jikalahari dan didukung oleh The Asia Foundation menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kapasitas Hukum bagi Penghulu Kampung dalam Menghadapi Konflik Agraria dan Lingkungan Hidup di Kabupaten Siak pada 18–19 Juni 2026 di Hotel Prime Park Pekanbaru. 


Kegiatan ini diikuti oleh 50 penghulu kampung dari berbagai wilayah di Kabupaten Siak sebagai upaya memperkuat kapasitas pemerintah kampung dalam menghadapi persoalan agraria dan lingkungan hidup yang semakin kompleks.


Bupati Siak, Afni Zulkifli, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Siak merupakan daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar dan menjadi salah satu pusat aktivitas industri kehutanan serta perkebunan di Provinsi Riau. Keberadaan perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan perkebunan kelapa sawit telah memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah. Namun, di sisi lain, tingginya penguasaan ruang oleh korporasi juga memunculkan berbagai persoalan agraria yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.


Berdasarkan analisis Jikalahari tahun 2026, terdapat 13 perusahaan HTI dan 36 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Siak. Dari total luas wilayah Kabupaten Siak sebesar 8.556,09 kilometer persegi, sekitar 29 persen berada dalam konsesi HTI dan 24 persen dikuasai oleh perkebunan kelapa sawit. Kondisi ini menunjukkan masih adanya ketimpangan penguasaan ruang yang berpotensi memicu konflik agraria dan lingkungan hidup di tengah masyarakat.


Menurut Afni, penyelesaian konflik agraria bukanlah persoalan yang sederhana. Sejak awal masa kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Siak telah dihadapkan pada berbagai persoalan konflik lahan yang melibatkan masyarakat dan perusahaan. Karena itu, perjuangan untuk memastikan hak-hak masyarakat atas sumber daya alam menjadi bagian penting dari agenda pembangunan Kabupaten Siak,” ujar Afni.


Ia menegaskan bahwa komitmen tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah, yaitu Terwujudnya Siak Hebat, Bermartabat, Berkarakter Budaya Melayu, dan Berdaya Saing Berbasis Ekologi.


“Pemerintah Kabupaten Siak berkomitmen menghadirkan keadilan dalam penyelesaian konflik agraria. Persoalan ini tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar hak masyarakat terlindungi dan kepastian hukum dapat diwujudkan,” tegasnya.


Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jikalahari, Okto Yugo, menjelaskan bahwa konflik sumber daya alam dan lingkungan hidup di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan Catatan Tahunan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), sepanjang tahun 2025 terjadi 341 konflik agraria di Indonesia, meningkat dibandingkan 295 konflik pada tahun sebelumnya. Konflik tersebut terjadi di area seluas sekitar 914,5 ribu hektare dan berdampak terhadap lebih dari 123 ribu keluarga di 428 desa.


Khusus di Provinsi Riau, tekanan terhadap hutan dan ruang hidup masyarakat terus meningkat akibat ekspansi konsesi perusahaan dalam skala besar. Data KPA mencatat sedikitnya 14 konflik agraria terjadi di Riau sepanjang tahun 2025. Sementara itu, Catatan Akhir Tahun Jikalahari mencatat sedikitnya delapan konflik agraria besar yang dipicu oleh tumpang tindih penguasaan ruang antara masyarakat dan korporasi.


Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas aparatur kampung sebagai garda terdepan dalam mendeteksi, mencegah, dan menangani konflik di tingkat tapak.

Afni menambahkan bahwa secara umum kondisi konflik agraria di Kabupaten Siak masih berada dalam tingkat yang dapat dikendalikan. Namun demikian, peningkatan kapasitas aparatur kampung tetap menjadi kebutuhan mendesak agar setiap persoalan yang muncul dapat ditangani secara tepat, cepat, dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.


“Penghulu kampung merupakan garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu mereka harus memiliki pemahaman hukum yang memadai agar mampu melakukan pencegahan, mediasi, dan penanganan konflik secara efektif. Pelatihan paralegal ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas penghulu kampung sekaligus memperkuat legitimasi pemerintah kampung dalam melindungi ruang hidup masyarakat,” katanya.


Selama pelatihan berlangsung, para peserta sangat aktif menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di tingkat kampung dan berdiskusi memberikan pandangan dan meminta Solusi. Salah satu isu yang mengemuka adalah praktik transaksi jual beli lahan pada kawasan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Selain itu, peserta juga mendalami berbagai aspek penanganan konflik, perlindungan hukum terhadap masyarakat, penerapan pendekatan restorative justice, hingga pemahaman mengenai instrumen Anti-SLAPP sebagai bentuk perlindungan terhadap warga yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup.


Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, antara lain Direktur Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Lasma, Made Ali, serta Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Siak.Ketua Tim Fasilitasi Penyelesaian Konflik Kabupaten (TFPK) Siak, Anton, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas hukum pemerintah kampung dalam menghadapi konflik agraria yang semakin kompleks. Menurutnya, masih tingginya ketimpangan penguasaan lahan dan terbatasnya akses masyarakat terhadap keadilan menjadi alasan penting dilaksanakannya program tersebut.


“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan para penghulu memahami dasar-dasar hukum agraria, hukum lingkungan, dan hak-hak konstitusional masyarakat atas wilayah kelolanya. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan penghulu dalam mengidentifikasi, menangani, dan memediasi konflik serta melindungi masyarakat dari risiko kriminalisasi yang kerap muncul dalam sengketa agraria,” ujarnya.


Anton menambahkan bahwa penguatan kapasitas hukum di tingkat kampung juga penting untuk memperkuat kerja sama antar-kampung dalam mendorong penyelesaian konflik secara adil, termasuk mendorong evaluasi terhadap izin-izin korporasi yang bermasalah dan berdampak terhadap masyarakat.


Menutup kegiatan tersebut, Bupati Siak menyampaikan apresiasi kepada seluruh penghulu kampung yang mengikuti pelatihan. Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat kapasitas pemerintah kampung dalam memetakan persoalan agraria di wilayah masing-masing, membangun mekanisme penyelesaian konflik yang lebih efektif, serta memastikan perlindungan hak-hak masyarakat dapat diwujudkan. 


Hadir dalam pertemuan ini Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Siak,Bapak Martin, yang memberikan edukasi dan berdiskusi antara penghulu mengenai tata kelola pertanahan dan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam penyelesaian konflik agraria di Kabupaten Siak.

Jumat, 19 Juni 2026

Wujudkan Siak Bermartabat Berbasis Ekologi, Bupati Afni Z Terima Kunjungan UNDP dan Pemerintah Swiss Terkait Lanskap Berkelanjutan





Centerindonesia Siak Sri Indrapura – Bupati Siak, Afni Z, menerima audiensi dan kunjungan lapangan dari United Nations Development Programme (UNDP), Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO), Kedutaan Besar Swiss, serta perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Pertanian di Kabupaten Siak pada Jumat (19/6/2026).


Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan program lingkungan sekaligus mempelajari implementasi kebijakan inisiasi "Siak Kabupaten Hijau" dalam menjaga lanskap berkelanjutan.


Bupati Siak Afni Z menjelaskan bahwa menjaga kelestarian alam di Kabupaten Siak memerlukan kolaborasi multi-pihak (pentaheliks) karena tidak bisa hanya mengandalkan APBD maupun APBN.


Di wilayah Provinsi Riau, fokus program Siak Pelalawan Landscape Program yang difasilitasi oleh lembaga Daemeter dan Proforest ini hanya menyasar dua wilayah, yaitu Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan.


"Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri untuk menjaga lingkungan. Visi misi kita untuk mewujudkan Siak bermartabat berbasis ekologi ini membutuhkan kemitraan strategis global," ujar Afni.


Program kolaboratif internasional ini berfokus pada 

Kelestarian Kawasan, Menjaga hutan yang tersisa sebagai habitat satwa langka. Rehabilitasi Pesisir, Melakukan pemulihan wilayah mangrove dan ekosistem pantai.


Restorasi Gambut, Mengatasi kerusakan lahan gambut melalui pengelolaan ramah lingkungan. Melakukan Pemberdayaan Masyarakat, Meningkatkan kapasitas desa dalam mengelola hutan desa dan perhutanan sosial.


Dukungan ISPO, guna membantu pendampingan dan pendanaan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi petani sawit swadaya agar ekonomi warga tetap berjalan tanpa merusak alam.


Bupati Afni menegaskan bahwa program global yang dikoordinasikan oleh Kementerian Perekonomian ini harus sinkron dengan kebutuhan riil daerah dan visi misi bupati, bukan berjalan sendiri memakai versi pihak luar.


Salah satu fokus yang diminta pemda adalah perlindungan garis jelajah satwa liar seperti harimau Sumatera, gajah, beruang, dan tapir guna mencegah konflik dengan masyarakat lokal.


Saat ini, program tersebut sudah berjalan dan akan dilanjutkan dengan dukungan pendanaan berskala besar dari UNDP dan mitra internasional.


Sementara itu, Pimpinan Proyek Siak Pelalawan Landscape Program, Jimmy Widopo, menyampaikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Bupati Afni Z yang dinilai sangat konsisten dan berkomitmen kuat dalam menjaga kelestarian hutan, gambut, dan mangrove tersisa di Kabupaten Siak.


Sebelum bertemu Bupati, delegasi internasional telah melakukan diskusi mendalam di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Siak. Mereka memantau progres nyata di lapangan, termasuk pendampingan terhadap koperasi masyarakat yang terbukti mampu memanfaatkan lahan gambut secara produktif tanpa menimbulkan kerusakan ekosistem.


Penulis Doli_wtr/MC-Siak

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done