M C I

Sabtu, September 26, 2026

*Pemkab Siak Prioritaskan Empat Wilayah untuk Pembersihan Sungai*





Centerindonesia Siak – Pemerintah Kabupaten Siak, mulai prioritaskan pembersihan sungai di empat wilayah untuk memperlancar aliran sungai dan mengurangi resiko banjir saat musim hujan.


Langkah ini dilakukan dengan memaksimalkan alat berat bantuan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III Pekanbaru yang saat ini berada di Siak.


Bupati Siak Afni Z mengatakan, saat ini, alat berat sedang pembersihan sungai Mengkapan, kecamatan Sungai Apit dengan target sepanjang 5 kilometer, masa pekerjaan ditargetkan satu bulan.


"Mumpung alatnya ada di Kabupaten Siak, saya minta camat-camat mengusulkan sungai yang perlu dibersihkan. Jangan sampai alat ini menganggur, kita carikan solusi supaya tetap bekerja," kata Afni, saat rapat tentang isu yang berkaitan dengan Pertanian, Perkebunan, dan Perdagangan, di Zamrud Room, Selasa (22/9/2026).


Setelah Sungai Mengkapan, alat tersebut akan diarahkan ke wilayah Mempura dan Sungai Mandau sementara Sungai Sam-sam di kecamatan Kandis direncanakan masuk agenda 2027.


Selain menentukan lokasi pekerjaan, Bupati Afni minta dinas PUPR mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung kegiatan pembersihan sungai.


"Kita coba alokasikan anggaran khusus untuk cuci sungai. Kasihan nelayan kita. Kalau sungai tidak dibersihkan, dampaknya juga bisa menyebabkan banjir,” ujar Afni.


Afni menjelaskan, normalisasi sungai dilakukan karena terjadi pendangkalan dan penyempitan aliran berpotensi terjadinya banjir saat musim hujan.


"Tentu kita berharap pembersihan Sungai secara bertahap dapat memperlancar aliran air, menekan potensi genangan, sehingga mendukung aktivitas masyarakat yang bergantung pada sungai," pungkasnya.


(Rahma/MC Siak)

Dalam Hujan Bupati Afni buka Kompetisi Gema Pros Tingkat SMP se-kabupaten Siak.

 






Centerindonesia Siak--Pembukaan kompetisi Gema Pros Tingkat SMP/MTS Se-kabupaten Siak itu, berlangsung di Lapangan SMA Sains Tahfiz Islamic Center, Kota Siak, Selasa (22/9/2026) di bawah guyuran hujan.


Kegiatan itu, semakin meriah saat orang nomor satu di negeri istana itu, hadir dan membuka kompetisi tersebut. Semula cuaca tampak cerah di sekitar acara namun saat acara dimulai hujan mulai turun hingga deras.


Bupati Siak Afni Z mengatakan, semoga hujan yang turun membawa berkah bagi semua makhluk. Dengan hujan ini, tanah subur, Karhutla menurun dan kabut asap perlahan mulai hilang.


"Walaupun kondisi hujan kita tetap bersyukur, hujan ini bukan merusak acara kita. Tapi ini hujan yang sangat diharapkan masyarakat terutama petani yang lahan sawahnya kekeringan, Karhutla di Siak hilang, asap-asap yang beberapa hari ini ada bisa hilang," kata Afni.


Tampak baju dinas harian yang dikenakan Bupati Afni basah kuyup akibat di guyur hujan. di bawah tenda, Afni mengapresiasi inovasi dan kreatifitas yang dihasilkan para pelajar yang ada di Kabupaten Siak


"Saya tentunya mengapresiasi kegiatan positif seperti ini, ini merupakan inovasi yang baik untuk mengasah kemampuan anak-anak kita ditingkat SMP/MTS sederajat, " sebutnya.


Usai memberi sambutan Afni tetap menyempatkan diri membuka stand bazar UMKM dan pameran yang di taja anak-anak SMP sederajat se-Kabupaten Siak. 


"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim kegiatan Gema Pros tingkat SMP/MTS sederajat Se-Kabupaten Siak secara resmi saya buka," kata Afni.


Kegiatan Gema Pros ini diikuti seluruh sekolah SMP sederajat Se-Kabupaten Siak dengan memperlombakan berbagai macam diantaranya lomba public speaking dan lain-lainnya.


(Angga/MC Siak)

Bupati Siak Buka MTQ ke-15 Bunga Raya, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Qurani

 




Centerindonesia RAYA – Bupati Siak Afni secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-15 tingkat Kecamatan Bunga Raya di halaman Kantor Camat Bunga Raya, Senin (21/9/2026). Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Bupati Siak, sebagai tanda dimulainya rangkaian MTQ yang diikuti kafilah dari kampung-kampung se-Kecamatan Bunga Raya.


Bupati Afni hadir didampingi suaminya, Bapak Triono. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Siak Laiskar Jaya, anggota DPRD Siak Sujarwo dan Janhan Ali, unsur Forkopimda dan Forkopimcam, para penghulu, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus LPTQ, MUI dan KUA, dewan hakim, qori-qoriah, hafiz-hafizah, para kafilah serta masyarakat Kecamatan Bunga Raya.


Dalam sambutannya, Bupati Afni menyampaikan rasa syukur karena MTQ tingkat kecamatan kembali dapat dilaksanakan. Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan memahami Alquran, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun generasi Qurani sekaligus memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.


“Di tengah keterbatasan anggaran, kami ingin membuktikan bahwa kepemimpinan Afni-Syamsurizal tetap akan mengedepankan dan memuliakan Alquran. Efisiensi anggaran tidak boleh menjauhkan kita dari Alquran,” kata Afni.


Ia mengatakan, pelaksanaan MTQ tetap menjadi perhatian pemerintah meskipun Kabupaten Siak menghadapi keterbatasan anggaran. Bagi Afni, yang paling penting bukan kemegahan pelaksanaan, melainkan bagaimana pembinaan terhadap para peserta dan kafilah dilakukan secara berkelanjutan.


“Tidak perlu astaka yang bagus-bagus. Astaka itu nomor sekian. Yang paling utama adalah bagaimana kita membimbing dan mendidik anak-anak kita,” ujarnya.


Afni juga mengapresiasi prestasi yang telah ditorehkan kafilah Kabupaten Siak. Pada MTQ tingkat Provinsi Riau di Kuantan Singingi, peringkat Kabupaten Siak mengalami peningkatan. Empat putra-putri Siak juga dipercaya masuk dalam kafilah MTQ Provinsi Riau.


Salah satunya adalah Afif, kafilah asal Kecamatan Mempura pada cabang tartil, yang berhasil meraih juara II tingkat nasional. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Siak sekaligus diharapkan dapat menjadi motivasi bagi peserta MTQ di tingkat kecamatan.


“Ini suatu kebanggaan dan semoga menjadi inspirasi bagi seluruh peserta yang ada. Kita ingin prestasi seperti ini terus lahir dari anak-anak Siak,” katanya.


Menurut Bupati, capaian tersebut tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan secara berjenjang. Setelah MTQ tingkat kecamatan, rangkaian pembinaan akan berlanjut pada MTQ tingkat Kabupaten Siak yang akan dilaksanakan di Kecamatan Koto Gasib, kemudian MTQ tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Rokan Hulu.


Untuk memperkuat pembinaan, Pemerintah Kabupaten Siak juga terus mendorong penguatan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Siak. Afni menyebut LPTQ kini terbuka bagi masyarakat yang ingin belajar Alquran, termasuk para santri, pelatih dan peserta yang membutuhkan tempat untuk belajar serta mengembangkan kemampuan.


“Bagi siapa pun yang ingin belajar Alquran, LPTQ Kabupaten Siak terbuka. Pembelajaran dilakukan secara gratis dan tersedia tempat untuk menginap. Ini kita siapkan agar pembinaan Alquran semakin mudah diakses masyarakat,” jelasnya.


Ia juga mengajak para camat, penghulu, ulama, ustaz, guru mengaji, pondok pesantren dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat pembinaan generasi Qurani.


Selain kegiatan keagamaan, Bupati Afni menyampaikan bahwa Pemkab Siak juga terus berupaya memberikan ruang bagi pengembangan kebudayaan di setiap kecamatan. Salah satunya melalui kegiatan Julang Budaya yang menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan ciri khas budaya masing-masing daerah.


Usai membuka MTQ secara resmi, Bupati Afni menyempatkan diri mengunjungi sejumlah stand bazar yang berada di lokasi kegiatan. Bazar yang diikuti kampung-kampung se-Kecamatan Bunga Raya tersebut turut menambah semarak pelaksanaan MTQ ke-15 sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan produk dan potensi kampung.


Kegiatan MTQ ke-15 Kecamatan Bunga Raya diharapkan tidak hanya menjadi ajang mencari bibit-bibit unggul untuk mewakili kecamatan pada tingkat kabupaten, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Alquran dan membangun generasi muda yang berkarakter Qurani.


“Dengan dukungan para alim ulama, tokoh masyarakat dan seluruh rakyat yang kami cintai, segala niat baik ini insyaallah mendapatkan keberkahan dan keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala,” tutup Afni.

(Ds)

Pekan Olahraga,Seni dan Pembelajaran, Tingkat Provinsi Riau Resmi dibuka, Seribu Peserta Padati Kota Siak




 

Centerindonesia Siak- Pekan Olahraga Seni dan Pembelajaran (PORSENIJAR) tingkat Provinsi Riau secara resmi dibuka Ketua Umum PGRI  Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd berlangsung di Lapangan Tugu, Depan Istana Siak, Kota Siak Sri Indrapura, Rabu (23/9/2026). 

 

Bupati Siak Afni Z selaku tuan rumah dalam sambutanya, mengucapkan selamat datang kepada seluruh kontingen peserta PORSENIJAR dari Kabupaten/kota se Provinsi Riau. Afni mengatakan pelaksanaan PORSENIJAR bukan semata-mata hanya kompetisi melainkan mempererat tali silaturahmi. 

 

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Siak kami mengucapkan selamat datang kepada delegasi dari Kabupaten/Kota se-Riau di Kota Istana. Pelaksanaan PORSENIJAR bukan hanya sekedar ajang meraih medali namun menjadi ajang silaturahmi dan menjunjung tinggi sportifitas dan menggali potensi seni dan olahraga,"ujar Afni.

 

Bupati Afni menambahkan, generasi yang unggul dan berdaya saing lahir dari guru yang sehat secara fisik, mental dan bahagia. Melalui event ini dapat menggali minat dan bakat serta potensi yang ada pada para guru. 

 

"Dari guru-guru hebat yang hadir ini insyaallah akan tercipta generasi emas yang unggul dan berdaya saing global. Sehingga terwujud Indonesia Emas pada 2045 mendatang,"kata Afni.

 

Pada perhelatan PORSENIJAR PGRI tingkat Provinsi Riau, setiap Kabupaten/kita mengutus 88 orang termasuk official dengan total peserta 1.056 mempertandingkan 10 cabang olahraga.

 

Pelaksanaan PORSENIJAR PGRI tingkat Provinsi Riau tahun 2026 ini mempertandingkan 10 cabang olahraga, di mulai tanggal 22-26 September 2026.


“Kami juga mengundang bapak-ibu, menikmati berbagai macam kuliner khas melayu dan buah tangan dari Siak, serta mengunjungi destinasi wisata yang ada di Kabupaten Siak mulai dari Istana Siak, Jembatan Tengku Agung, Masjid Syahabuddin, dan wisata lainnya,” kata Afni menutup sambutannya.

 

Sementara itu, Ketua Umum PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd mengapresiasi pelaksanaan PORSENIJAR tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Siak dengan latar istana Siak yang megah.

 

"Kami sangat mengapresiasi pembukaan PORSENIJAR PGRI hari ini, sangat luar biasa, di hadapan kita walaupun ditengah efisiensi anggara namun Kabupaten Siak bisa menyambut kita dengan baik. Sinergi PGRI dan pemerintah akan terus kita gaungkan dalam memajukan pendidikan didaerah," singkat Unifah.

 

(Angga/MC Siak)

*Bupati Siak Soroti Nasib Guru di Pelosok Kampung, Minta PGRI Suarakan ke Pusat*

 




Centerindonesia Siak — Persoalan kepastian status dan kesejahteraan guru di daerah, terutama tenaga pendidik yang mengabdi di wilayah terpencil, kembali disuarakan Pemerintah Kabupaten Siak.


Bupati Siak Afni Zulkifli meminta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) membawa persoalan tersebut ke tingkat pemerintah pusat, termasuk menyangkut kepastian status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu serta masa depan guru Non-ASN.


Pesan itu disampaikan Afni dalam Malam Ramah Tamah Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (PORSENIJAR) PGRI Tingkat Provinsi Riau di Balairung Datuk Empat Suku, Kompleks Rumah Rakyat, Siak, Selasa (22/9/2026) malam.


Menurut Afni, kegiatan PORSENIJAR PGRI bukan sekadar menjadi ajang silaturahmi dan mempererat solidaritas antar guru. Forum tersebut diharpkan menjadi ruang menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi tenaga pendidik, khususnya mereka yang bertugas jauh di pelosok kampung.


Afni berharap aspirasi guru dari daerah terpencil tidak berhenti di tingkat pemerintah daerah. Menurut dia, organisasi profesi seperti PGRI memiliki peran penting untuk meneruskan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat.


“Kami menyampaikan hak-hak para guru, untuk kesejahteraan mereka, melalui PGRI untuk bersama-sama memperjuangkan di pusat,” ujar Afni.


Salah satu persoalan yang disoroti adalah kepastian status PPPK Paruh Waktu. Afni menyampaikan harapan agar guru yang saat ini berstatus PPPK Paruh Waktu mendapatkan kepastian untuk dapat menjadi PPPK penuh waktu.


Di sisi lain, kata dia, masih terdapat guru Non-ASN yang membutuhkan kejelasan mengenai masa depan pengabdian dan status kepegawaiannya.


Afni menilai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan pemerintah daerah sendiri. Diperlukan perjuangan bersama antara pemerintah daerah dan organisasi profesi guru untuk mendorong kebijakan yang memberikan kepastian bagi para tenaga pendidik.


Ia juga menekankan bahwa kesejahteraan guru tidak semata-mata berkaitan dengan besaran pendapatan, tetapi juga penghargaan terhadap pengabdian mereka dalam mendidik generasi muda.


“Negeri kami termasuk negeri kaya, seharusnya guru-guru kami sejahtera. Masih banyak yang harus kita perjuangkan bersama,” kata Afni.


Afni menyebut Siak memiliki sumber daya dan potensi ekonomi yang besar. Karena itu, ia berharap kekuatan ekonomi daerah dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap kesejahteraan para guru.


Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Unifah Rosyidi mengatakan PGRI merupakan mitra strategis pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.


Karena itu, berbagai persoalan yang disampaikan Bupati Siak, termasuk kepastian status dan kesejahteraan guru, menjadi bagian dari agenda perjuangan organisasi tersebut.


“PGRI merupakan mitra strategis pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dengan berbagai persoalan yang Ibu Bupati sampaikan, menjadi kewajiban kami untuk berjuang,” ujar Unifah.


Menurut Unifah, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah pengelolaan status PPPK. PGRI berharap pemerintah pusat dapat mengambil peran lebih besar dalam penanganan status PPPK tanpa mengurangi kemampuan fiskal pemerintah daerah melalui dana transfer ke daerah.


“Kami berharap status PPPK diambil alih pemerintah pusat, tetapi tidak mengurangi dana transfer ke daerah,” kata Unifah.


(Dep/Eko/MC Siak)

Kuliah Umum di STAI Siak, Bupati Afni Dorong Sinergi Kampus-Pemerintah Cetak SDM Islami





Centerindonesia SIAK SRI INDRAPURA – Bupati Siak, Dr. Afni Z., S.A.P., M.Si., memberikan paparan inspiratif dalam acara Kuliah Umum yang digelar di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sulthan Syarif Hasyim Siak Sri Indrapura, Riau.


Mengusung tema "Sinergis Perguruan Tinggi dan Pemerintah dalam Membangun SDM Unggul Berkarakter Islami di Kabupaten Siak", acara ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi pembangunan daerah berbasis sektor pendidikan.


Di hadapan ratusan mahasiswa, Bupati perempuan pertama dalam sejarah Kabupaten Siak ini memaparkan kilas balik historis lahirnya undang-undang otonomi daerah di era reformasi.


Perjalanan regulasi tersebut dimulai dari pengesahan UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, yang kemudian mengalami beberapa kali transformasi hingga berlakunya UU Nomor 23 Tahun 2014, yang kini telah disesuaikan melalui beberapa peraturan pemerintah pengganti undang-undang serta UU Cipta Kerja.


Bupati Afni Z yang memiliki latar belakang keilmuan yang memadukan antara administrasi negara dan jurnalistik, menekankan pentingnya disiplin total yang harus diterapkan sejak dini. Ia juga mengingatkan agar para mahasiswa meneladani nilai sejarah kebesaran lokal.


"Jadikan rekam jejak perjuangan Sultan Syarif Hasyim, Sultan ke-11 Kerajaan Siak, serta ayahnya, Sultan Syarif Kasim II, sebagai pemantik semangat untuk terus berkontribusi bagi negeri ini," tegasnya.


Terkait proses akademik, Bupati memberikan kisi-kisi mengenai pentingnya melakukan riset ilmiah dengan pendekatan ekologi guna mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan sesamanya serta lingkungan sosial masyarakat sekitar.


Ia menyatakan bahwa SDM yang unggul dan generasi islami berkarakter tidak bisa diciptakan secara instan, melainkan harus dilandasi oleh ketentuan syariat Islam serta pendidikan agama Islam yang kuat.


"Kuliah lah yang baik dan disiplin. Tambah pengalaman di luar akademisi dengan menggali potensi di tengah-tengah masyarakat. Awali semester 1, mahasiswa sudah harus memiliki perencanaan masa depan. Simpulkan rencana tersebut di semester 5 untuk didalami lebih lanjut," pesannya.


Lebih lanjut, ia memberikan saran inovatif terkait tugas akhir mahasiswa. Bupati menyarankan agar calon judul skripsi sudah mulai dirumuskan sejak semester 3 dan disesuaikan dengan passion (fesyen) masing-masing mahasiswa. Menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, ia berharap agar birokrasi kampus tidak kaku membatasi tema penelitian skripsi.


"Jangan membatasi skripsi mahasiswa harus kaku sesuai jurusannya saja. Potensi mahasiswa itu akan tumbuh secara alami selama mereka menjalani masa akademisi di kampusnya ini," tambah Bupati Siak.


Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kampus, di antaranya Ketua Yayasan Hubbul Wathan Siak – STAI Sulthan Syarif Hasyim, Jum Harroni, S.Sos., M.E., serta Rektor STAI Sulthan Syarif Hasyim, Dr. M. Hatta, M.Pd. Pihak kampus melaporkan bahwa saat ini total mahasiswa aktif di STAI Sulthan Syarif Hasyim mencapai 707 mahasiswa/mahasiswi, di mana 168 mahasiswa di antaranya merupakan mahasiswa baru angkatan tahun 2026.


Sinergitas yang kuat antara STAI Sulthan Syarif Hasyim dan Pemerintah Kabupaten Siak diharapkan mampu melahirkan generasi penerus daerah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral dan berkarakter Islami demi kemajuan Kabupaten Siak ke depan.


Doli_wtr/Humas-Siak

www.Siakkab.go.id

MTQ Sabak Auh XX Dibuka, Pemkab Siak Pastikan Pembinaan Kafilah Terus Berjalan

 




Centerindonesia SABAK AUH — Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kecamatan Sabak Auh ke-XX kembali digelar. Namun bagi Pemerintah Kabupaten Siak, MTQ bukan sekadar panggung untuk mencari juara, MTQ menjadi bagian dari proses panjang membangun generasi Qurani sekaligus menyiapkan kafilah terbaik untuk membawa nama Siak pada tingkat yang lebih tinggi.


MTQ Kecamatan Sabak Auh ke-XX resmi dibuka Bupati Siak Afni Zulkifli di halaman Kantor Camat Sabak Auh, Kampung Bandar Sungai, Rabu (23/9/2026). 

Kegiatan berlangsung 23–26 September 2026 dengan mengusung tema “Melalui MTQ Kecamatan Sabak Auh, Kita Bangun Generasi Qurani yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah Menuju Masyarakat yang Agamis.”


Pembukaan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Siak Laiskar Jaya, anggota DPRD Kabupaten Siak Salman Alfarizi dan M. Janhan Ali, alim ulama, tokoh masyarakat serta masyarakat Kecamatan Sabak Auh.


Sebanyak 203 kafilah dari seluruh kampung di Kecamatan Sabak Auh mengikuti perhelatan tersebut. Mereka tidak hanya berkompetisi untuk menjadi yang terbaik, tetapi juga mengikuti proses seleksi untuk menjaring qari dan qariah terbaik yang akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Sabak Auh pada MTQ tingkat Kabupaten Siak pada November mendatang.


Bagi Pemkab Siak, proses tersebut merupakan bagian penting dari pembinaan kafilah. Juara yang lahir dari MTQ tingkat kecamatan diharapkan tidak berhenti pada penerimaan penghargaan, tetapi terus mendapatkan pembinaan sehingga mampu berkembang dan berkompetisi pada tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.


Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan, pelaksanaan MTQ akan terus dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Kabupaten Siak.


“Insyaallah event MTQ tidak akan hilang dari Negeri Istana,” kata Afni dalam sambutannya.


Ia menyampaikan, perjalanan kafilah Kabupaten Siak pada MTQ tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi serta keberhasilan kafilah Siak pada tingkat nasional menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan memiliki peran penting dalam melahirkan prestasi.


Karena itu, menurut Afni, proses seleksi dan pembinaan kafilah harus terus diperbaiki. Bukan hanya mencari peserta terbaik, tetapi memastikan mereka memperoleh ruang dan fasilitas yang cukup untuk meningkatkan kemampuan.


“Kami Pemerintah Kabupaten Siak bersama DPRD Kabupaten Siak komit untuk tetap melaksanakan Musabaqah Tilawatil Quran dan memberikan perhatian serta pembinaan kepada LPTQ Kabupaten Siak, dengan memberikan fasilitas yang memadai untuk membentuk kafilah-kafilah yang hebat.”


Komitmen tersebut, kata Afni, juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan prestasi Siak di berbagai tingkatan.


Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Bupati Afni memastikan pembinaan Al-Qur’an tetap mendapat perhatian.

Ia menyebut, anggaran pembinaan tetap dipertahankan, bahkan ditambah. Pelaksanaan kegiatan memang perlu dilakukan secara sederhana, namun penghargaan terhadap peserta yang mengikuti seleksi dan mereka yang berhasil meraih prestasi harus tetap menjadi perhatian.


“Efisiensi saat ini tidak akan menyentuh Al-Qur’an. Salah satunya anggaran pembinaan yang tetap, bahkan ditambah. Buat sesederhana mungkin, tetapi utamakan penghargaan untuk mereka yang mengikuti seleksi dan berprestasi.”

Pemerintah Kabupaten Siak tidak hanya melihat hasil akhir berupa piala. Ada proses panjang yang harus dihargai, keberanian peserta mengikuti seleksi, ketekunan mereka berlatih, serta kerja para guru, ustaz dan ustazah yang membimbing mereka.


Sebab, seorang qari atau qariah tidak lahir secara instan. Di balik satu penampilan di atas panggung, terdapat proses belajar yang panjang


Karena itu, pembinaan kafilah menjadi investasi yang hasilnya tidak hanya berupa prestasi, tetapi juga lahirnya generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.


Eko/MC SIAK

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done