M C I

Senin, Agustus 17, 2026

Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, 525 Rakit Dimusnahkan di Kuantan Singingi






Centerindonesia,– Polda Riau bersama Polres Kuantan Singingi terus memperkuat penegakan hukum terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi. Melalui Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, sebanyak 525 rakit PETI dimusnahkan dan 56 titik dipasangi plang larangan selama operasi yang berlangsung pada 1 hingga 14 Agustus 2026. Minggu (16/8/2026).


Operasi dipimpin Direktur Ditpolairud Polda Riau Kombes Pol Apri Fajar Hermanto, S.I.K., selaku Kaopsda, dengan melibatkan personel gabungan Polda Riau, Polres Kuantan Singingi dan Polsek rayonisasi.


Kombes Pol Apri Fajar Hermanto mengatakan, penindakan dilakukan sebagai langkah untuk mencegah aktivitas pertambangan ilegal yang berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu kehidupan masyarakat.


“Penindakan ini kami lakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas pertambangan tanpa izin karena dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat merugikan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Kombes Pol Apri Fajar Hermanto.


Menurutnya, pemberantasan PETI membutuhkan kerja sama semua pihak. Kepolisian akan terus melakukan pemantauan dan penindakan terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang ditemukan di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.


“Kami mengharapkan dukungan masyarakat. Apabila mengetahui adanya aktivitas PETI, segera informasikan kepada kepolisian sehingga dapat ditindaklanjuti,” ungkap Kombes Pol Apri Fajar Hermanto.


Pelaksanaan Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026 mengacu pada Rencana Operasi Nomor R/Renops/9/VII/OPS.1.3/2026 tanggal 27 Juli 2026 tentang Penegakan Hukum Penambangan Emas Tanpa Izin di Kabupaten Kuantan Singingi.


Selama pelaksanaan operasi, petugas melakukan penindakan terhadap aktivitas PETI dengan memusnahkan ratusan rakit serta memasang plang larangan di sejumlah titik yang menjadi lokasi aktivitas pertambangan ilegal.


Penindakan ini menjadi bagian dari upaya Polda Riau dan Polres Kuantan Singingi dalam menekan aktivitas PETI, menjaga kelestarian lingkungan serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Kabupaten Kuantan Singingi.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Patroli Bersama Dubalang, Kapolres Kuansing Pastikan Aliran Sungai Batang Kuantan dan Singingi Bersih dari Aktivitas PETI






Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Polres Kuantan Singingi (Kuansing) bersama Dubalang Batang Kuantan Singingi melakukan patroli dan pengecekan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang aliran Sungai Batang Kuantan dan Sungai Singingi. Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., sebagai langkah pencegahan sekaligus memastikan tidak ada aktivitas pertambangan ilegal yang kembali berlangsung di wilayah aliran Sungai Batang Kuantan dan Sungai Singingi. Sabtu (15/8/2026).


Dalam patroli tersebut, Kapolres Kuansing didampingi Wakapolres Kompol Nardy Masry, S.H., Kabag Ops Kompol A. Raymon Tarigan, S.Sos., M.H., Kasat Reskrim AKP Gerry Agnar Timur, S.Tr.K., S.I.K., M.H., Kasat Intel AKP Riduan Butar Butar, S.H., M.H., Kasat Samapta AKP Repriadi, S.E., personel Samapta, Intelkam dan Reskrim, serta Dubalang Batang Kuantan Singingi.


Penyisiran dilakukan menggunakan speed boat menyusuri aliran Sungai Batang Kuantan hingga wilayah perbatasan Sumatera Barat–Riau. Dari hasil pengecekan di sepanjang jalur tersebut, petugas tidak menemukan mesin maupun peralatan yang digunakan untuk aktivitas PETI.


Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana mengatakan, patroli ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah kembali munculnya aktivitas pertambangan emas tanpa izin di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.


“Kami bersama Dubalang melakukan pengecekan langsung di sepanjang aliran sungai. Dari hasil penyisiran, tidak ditemukan mesin atau peralatan yang digunakan untuk aktivitas PETI. Namun, pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan sungai kita tetap aman dan tidak kembali digunakan untuk kegiatan pertambangan ilegal,” ujar AKBP Hidayat Perdana.


Menurutnya, penanganan PETI tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan peran serta masyarakat dan tokoh adat. Karena itu, kepolisian terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga sungai dan lingkungan dari aktivitas yang dapat menimbulkan kerusakan serta merugikan masyarakat dalam jangka panjang.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga aliran sungai. Apabila menemukan adanya aktivitas PETI, segera sampaikan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti,” tegasnya.


Selain melakukan penyisiran dan dokumentasi, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas PETI serta mengajak masyarakat berkoordinasi dengan pihak berwenang apabila menemukan adanya kegiatan pertambangan ilegal.


Kapolres menambahkan, sinergi antara kepolisian, Dubalang dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan sekaligus kelestarian Sungai Batang Kuantan dan Sungai Singingi.


“Menjaga sungai bukan hanya tugas kepolisian. Ini tanggung jawab kita bersama. Dengan kepedulian dan kerja sama semua pihak, kita dapat menjaga lingkungan agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas AKBP Hidayat Perdana.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Minggu Kasih Polsek Logas Tanah Darat, Polisi Tampung Keluhan dan Aspirasi Masyarakat






Centerindonesia,– Polsek Logas Tanah Darat Polres Kuantan Singingi terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat melalui kegiatan Minggu Kasih yang dilaksanakan di Desa Situgal, Kecamatan Logas Tanah Darat, Minggu (16/8/2026).


Kegiatan yang dilaksanakan AIPDA Edu Lesmon Hutagaol bersama masyarakat tersebut menjadi ruang dialog untuk menyampaikan informasi terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mendengarkan secara langsung berbagai saran, keluhan, maupun permasalahan yang dirasakan masyarakat.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Logas Tanah Darat IPTU Masjidil, S.E., M.H., mengatakan kegiatan Minggu Kasih merupakan sarana bagi kepolisian untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat dapat menyampaikan secara langsung setiap keluhan, masukan dan persoalan yang berkaitan dengan kamtibmas. Dengan komunikasi yang baik, setiap permasalahan diharapkan dapat ditangani lebih cepat dan tepat,” ujar IPTU Masjidil.


Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing serta tidak ragu berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.


“Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan peran serta seluruh masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, tertib dan kondusif,” tegas IPTU Masjidil.


Kegiatan Minggu Kasih berlangsung dalam suasana aman dan kondusif serta mendapat respons positif dari masyarakat.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Dir Samapta Polda Riau Tekankan Semangat Kemerdekaan dan Sinergi dalam Upacara HUT ke-81 RI di SMPN 7 Teluk Kuantan


Senin, 17 Agustus 2026





Centerindonesia, – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menggema dalam upacara yang digelar di Lapangan SMPN 7 Teluk Kuantan, Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Senin (17/8/2026).


Upacara dipimpin langsung oleh Dir Samapta Polda Riau Kombes. Pol. Syahrial M. Said, S.I.K., S.H., selaku Inspektur Upacara dan diikuti oleh unsur kepolisian, TNI, pemerintah desa, para guru, pelajar, mahasiswa, organisasi masyarakat, pemuda serta masyarakat.


Dalam amanatnya, Kombes. Pol. Syahrial M. Said menekankan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat persatuan, gotong royong dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.


“Semangat kemerdekaan harus terus kita jaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Perbedaan bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan untuk bersama-sama membangun daerah dan menjaga keamanan serta ketertiban,” ujar Kombes. Pol. Syahrial M. Said.


Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, meningkatkan prestasi, menjaga persatuan dan ikut berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.


“Keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan peran seluruh masyarakat. Mari kita terus memperkuat kebersamaan dan menjaga nilai-nilai perjuangan para pahlawan,” lanjutnya.


Upacara berlangsung khidmat dengan rangkaian pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan Proklamasi, Pancasila, Pembukaan UUD 1945, mengheningkan cipta dan doa.


Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan dari Kapolda Riau kepada sejumlah personel Polres Kuansing dan masyarakat yang dinilai berprestasi serta berkontribusi dalam menjaga keamanan dan mendukung tugas kepolisian.


Peringatan HUT ke-81 RI tersebut kemudian ditutup dengan penampilan drumband SMPN 7 Teluk Kuantan yang mendapat sambutan antusias dari para peserta dan masyarakat yang hadir.


Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, pelajar dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menjaga persatuan serta mewujudkan Kabupaten Kuantan Singingi yang aman, tertib dan harmonis.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Minggu, Agustus 16, 2026

Sekda Siak Hadiri Hari Pramuka ke-65 dan Pembukaan Jamnas XII, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Mandiri

 




Centerindonesia – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak Mahadar mewakili Bupati Siak Afni menghadiri peringatan Hari Pramuka ke-65 sekaligus pembukaan Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (14/8/2026).


Jamnas XII Tahun 2026 berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 dengan mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”


Kegiatan lima tahunan Pramuka Penggalang ini diikuti sekitar 19.833 peserta dari 41 kontingen. Peserta berasal dari 35 Kwartir Daerah, perwakilan gugus depan di luar negeri serta negara sahabat. Jika ditambah panitia dan pembina pendamping, jumlah warga perkemahan mencapai hampir 25 ribu orang.


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui pidato yang dibacakan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan pentingnya Gerakan Pramuka dalam pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia.


“Pramuka tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Pramuka harus menjadi bagian penting dari pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia,” tegas Presiden.


Presiden juga menekankan bahwa nilai-nilai Pramuka seperti disiplin, kemandirian, gotong royong, kerja sama dan kepedulian terhadap sesama tetap relevan di tengah perkembangan zaman dan teknologi.


Menanggapi hal tersebut, Sekda Siak Mahadar mengatakan Pemkab Siak memberikan perhatian terhadap pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.


Menurutnya, Pramuka tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga membentuk sikap dan karakter yang dibutuhkan generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat.


“Pramuka merupakan wadah yang sangat baik untuk membentuk karakter generasi muda. Di dalamnya ada nilai kedisiplinan, kemandirian, gotong royong, kepemimpinan dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai ini penting untuk terus kita tanamkan kepada generasi muda di Kabupaten Siak,” kata Mahadar.


Ia mengatakan, kehadirannya mewakili Bupati Siak pada kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemkab Siak terhadap penguatan Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda.


“Kami mewakili Bupati Siak menyampaikan dukungan terhadap Gerakan Pramuka. Anak-anak muda kita harus diberikan ruang untuk belajar, berkreasi, berinovasi dan membangun kemandirian. Dari kegiatan seperti inilah karakter dan rasa percaya diri mereka dapat tumbuh,” ujarnya.


Mahadar juga menilai tema Jamnas XII sangat relevan dengan tantangan pembangunan saat ini. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali keterampilan sekaligus dikenalkan dengan berbagai potensi daerah, termasuk pertanian, lingkungan, teknologi dan kewirausahaan.


“Tema swasembada pangan ini menjadi pengingat bahwa generasi muda juga harus dekat dengan potensi daerah. Mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu berinovasi dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.


Selama pelaksanaan Jamnas XII, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas dan wawasan. Kegiatan tersebut antara lain keagamaan, olahraga, upacara bendera, forum penggalang, keterampilan dan petualangan kepramukaan, petualangan air, kampung pertanian terpadu serta kampung digital.


Selain itu, peserta juga mengikuti kegiatan bela negara, festival seni dan budaya serta berbagai kegiatan pimpinan kontingen.


Mahadar berharap pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti Jamnas XII dapat dibawa pulang dan dikembangkan di daerah masing-masing, termasuk oleh generasi muda Siak.


“Kita berharap anak-anak Siak yang mengikuti kegiatan kepramukaan dapat membawa pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh di sini untuk dikembangkan di daerah. Semangat belajar, berinovasi, menjaga lingkungan dan bekerja sama harus terus menjadi bagian dari kehidupan generasi muda kita,” ungkapnya.


Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa Indonesia akan memasuki usia 100 tahun pada 2045. Generasi muda saat ini akan menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju Indonesia Emas.


Presiden mengajak anggota Pramuka untuk terus belajar, berlatih dan berkarya, menjaga persatuan serta mencintai bangsa dan tanah air.


“Indonesia Emas 2045 adalah masa depan kalian dan kalian sendiri yang harus ikut membangunnya. Terus belajar, berlatih, dan berkarya. Jaga persatuan, cintai rakyat kita, bangsa kita, dan tanah air kita,” pesan Presiden.


Mahadar menegaskan, pembinaan generasi muda membutuhkan dukungan bersama agar mereka tumbuh menjadi generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan.


“Masa depan daerah dan bangsa ada di tangan generasi muda. Karena itu, menjadi tugas kita bersama memberikan ruang dan kesempatan agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, terampil, mandiri dan memiliki kecintaan terhadap daerah serta bangsanya,” pungkas Mahadar.

(Ds)

Semangat Kemerdekaan Warnai Karnaval Budaya, Puluhan Sekolah Unjuk Kreativitas di Rumah Rakyat





Centerindonesia Siak – Semangat kemerdekaan terasa hidup di Komplek Rumah Rakyat. Satu per satu rombongan peserta Karnaval Budaya Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia disambut langsung oleh Bupati Siak Afni Zulkifli bersama suami, didampingi Wakil Bupati Siak Syamsurizal beserta istri dan unsur Forkopimda.


Karnaval tersebut dimulai dari bawah Jembatan Siak di Jalan Panglima Ghimbam dan berakhir di Komplek Rumah Rakyat sebagai titik penyambutan peserta.


Di hadapan masyarakat, para pelajar unjuk kreativitas melalui tarian tradisional, tari kreasi, gurindam, drama perjuangan, drum band, busana adat, busana profesi, kendaraan hias, hingga berbagai atraksi yang mengangkat semangat kemerdekaan dan keberagaman.


Beragam penampilan tersebut menggambarkan wajah Kabupaten Siak yang berakar pada budaya Melayu, namun tumbuh bersama keberagaman budaya Nusantara yang telah lama hidup berdampingan di tengah masyarakat.


Mengusung tema "Merajut Keberagaman, Menjaga Warisan, Mengukir Prestasi", setiap penampilan menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya yang hidup di Kabupaten Siak.


Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kemeriahan karnaval tidak berhenti saat peserta mencapai titik akhir. Rumah Rakyat menjadi ruang apresiasi, tempat masyarakat menyaksikan penampilan setiap kelompok peserta sekaligus menikmati berbagai kegiatan rakyat dan stan UMKM yang turut memeriahkan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.


Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, peringatan HUT RI tahun ini memang dikemas secara sederhana. Namun, mekanisme pelaksanaannya sengaja diubah agar semangat kemerdekaan tetap terasa dan hasil kreativitas para pelajar dapat dinikmati masyarakat lebih lama.


"Alhamdulillah hari ini festival dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan bisa terlaksana. Kita laksanakan secara sederhana, tetapi mekanismenya kita ubah. Biasanya kita melepas, sekarang di akhir kita menyambut. Begitu mereka sampai, mereka langsung berkumpul di Rumah Rakyat dan hasil karya anak-anak bisa disaksikan sampai sore," ujar Afni, di Halaman Rumah Rakyat, Sabtu (15/2026). 


Menurut Afni, semangat kemerdekaan harus terus tumbuh di tengah masyarakat, tidak hanya melalui upacara atau seremoni, tetapi juga lewat ruang-ruang kebersamaan yang melibatkan masyarakat secara langsung.


Karena itu, Pemerintah Kabupaten Siak mendorong agar semarak HUT RI tidak hanya terpusat di Kota Siak, tetapi juga dirasakan hingga kecamatan dan kampung melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan di wilayah masing-masing.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan  Kabupaten Siak, Romy Lesmana Dermawan  mengatakan, Karnaval Budaya di Kecamatan Siak dan Mempura diikuti 65 kelompok peserta dari jenjang SLB, TK, SD, SMP, hingga SMA. Masing-masing menghadirkan beragam kreasi yang menggambarkan semangat kemerdekaan, keberagaman budaya, dan kecintaan terhadap tanah air.


Ia menambahkan, selain di Kecamatan Siak dan Mempura, peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia juga digelar di kecamatan lain melalui berbagai kegiatan sesuai potensi dan kondisi wilayah masing-masing. Sejumlah daerah mengadakan karnaval budaya maupun perlombaan lainnya agar semarak kemerdekaan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.


"Mudah-mudahan Karnaval Budaya ini terus menjadi wadah bagi anak-anak untuk berkarya dan menunjukkan kreativitasnya serta mereka bisa semakin mengenal, mencintai, dan menjaga warisan budaya yang ada di Kabupaten Siak, sekaligus menghargai keberagaman budaya yang hidup di tengah masyarakat," tutupnya.


(Rahma/MC Siak)

Sabtu, Agustus 15, 2026

Green Policing, Polsek Singingi Hilir Ajak Warga Desa Petai Tanam Pohon dan Peduli Lingkungan






Centerindonesia,– Polsek Singingi Hilir Polres Kuantan Singingi (Kuansing) terus mendukung Program Green Policing Kapolda Riau melalui kegiatan Gerakan Cinta Lingkungan dan Peduli Hutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menyambangi masyarakat sekaligus melakukan penanaman bibit pohon di Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuansing, Minggu (9/8/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Desa Petai tersebut diikuti Kapolsek Singingi Hilir IPTU Alferdo Krisnata Kaban, S.H., Bhabinkamtibmas Desa Petai AIPDA Kustian, Babinsa Petai PRAKA Roma Irama, serta masyarakat Desa Petai.


Dalam kegiatan tersebut, Polsek Singingi Hilir bersama masyarakat melakukan penanaman sebanyak lima bibit pohon kemiri. Penanaman dilakukan secara simbolis dan dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon di lokasi yang telah ditentukan di wilayah Desa Petai.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Singingi Hilir IPTU Alferdo Krisnata Kaban, S.H., mengatakan bahwa kegiatan Green Policing merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan dan hutan sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan.


“Melalui kegiatan ini, kami mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan hutan. Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar IPTU Alferdo.


Menurutnya, kegiatan penanaman pohon juga menjadi sarana untuk mempererat kemitraan antara Polri, TNI dan masyarakat. Dengan terjalinnya komunikasi dan kerja sama yang baik, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif.


“Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan. Kami berharap bibit yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan di masa mendatang,” tambahnya.


Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan, mencegah kerusakan lingkungan, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.


Polsek Singingi Hilir mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak hutan, serta berperan aktif dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Singingi Hilir.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done