M C I

Senin, 23 Februari 2026

Berbagi di Bulan Suci, Lapas Pekanbaru Gelar Bakti Sosial di Dua Panti Asuhan


Center Indonesia Pekanbaru, 
– Sebagai wujud nyata kepedulian sosial, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru kembali menunjukkan komitmennya melalui kegiatan bakti sosial di dua panti asuhan yang berada di Kota Pekanbaru, yaitu Panti Asuhan Al-Ilham dan Panti Asuhan Amanah. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata Lapas Pekanbaru terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan kurang beruntung, sekaligus sebagai implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Selasa (24/02).


Kegiatan bakti sosial ini juga dilaksanakan sekaligus dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadahn, sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian, berbagi kebahagiaan, serta mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat. Melalui semangat Ramadhan yang penuh berkah, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berupaya menumbuhkan nilai-nilai empati, kebersamaan, dan kepedulian sosial, khususnya kepada anak-anak panti asuhan yang membutuhkan perhatian dan dukungan.


Rombongan Lapas Kelas IIA Pekanbaru yang dipimpin oleh Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, disambut hangat oleh pengurus panti dan anak-anak asuh. Dalam kegiatan tersebut, Lapas Pekanbaru menyerahkan sejumlah kebutuhan pokok. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus menambah motivasi anak-anak dalam belajar dan berkembang.


“Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin menegaskan bahwa Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat. Terlebih di bulan Ramadhan, momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan kepedulian dan berbagi kepada sesama. Ini sejalan dengan arah kebijakan Kemenimipas dalam 15 Program Aksi Tahun 2026, yang menekankan pentingnya Pemasyarakatan yang humanis, berdampak, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Yuniarto ketika dimintai keterangan.


Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berharap dapat mempererat hubungan antara institusi Pemasyarakatan dan masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa tugas Pemasyarakatan bukan hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya dalam momentum penuh berkah di bulan suci Ramadhan.

(Desi suarni)

Titip Takjil, Titip Kasih: Program Ramadan Lapas Pekanbaru Disambut Antusias Keluarga Warga Binaan


 Center Indonesia Pekanbaru, – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Lembaga Pemasyarkat (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menghadirkan layanan penitipan takjil bagi warga binaan. Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen lapas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya bagi keluarga warga binaan yang ingin berbagi hidangan berbuka puasa, Selasa (24/02/2026).


Layanan penitipan takjil dibuka setiap hari Senin hingga Sabtu selama bulan Ramadhan pada pukul 15.30 – 17.00 WIB. Keluarga warga binaan tampak antusias memanfaatkan layanan ini dengan membawa berbagai jenis makanan dan minuman untuk diserahkan kepada petugas. Kehadiran layanan ini memberikan kemudahan bagi keluarga untuk tetap menunjukkan perhatian dan dukungan kepada warga binaan, sekaligus menghadirkan suasana Ramadhan yang penuh kebersamaan di dalam lingkungan Lapas.


Setiap takjil yang dititipkan akan melalui proses pemeriksaan ketat oleh petugas sesuai dengan prosedur pengamanan barang masuk ke dalam Lapas. Pemeriksaan ini dilakukan secara teliti guna memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga, serta menjamin bahwa seluruh barang yang masuk telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setelah melalui proses pemeriksaan dan pendataan, takjil kemudian didistribusikan kepada warga binaan untuk dinikmati saat waktu berbuka puasa.


Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menyampaikan bahwa layanan penitipan takjil ini merupakan salah satu program khusus yang dihadirkan selama bulan Ramadhan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik yang humanis dan profesional. Selain memberikan kemudahan bagi keluarga, program ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan emosional antara warga binaan dan keluarga mereka.


“Layanan penitipan takjil ini merupakan salah satu program kami di bulan suci Ramadhan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya keluarga warga binaan. Namun demikian, setiap takjil yang masuk tetap melalui pemeriksaan ketat sesuai prosedur yang berlaku demi menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Program ini tidak hanya bertujuan memberikan kemudahan pelayanan, tetapi juga untuk menghadirkan suasana Ramadhan yang penuh makna dan kebersamaan bagi warga binaan. Dengan adanya layanan penitipan takjil ini, diharapkan warga binaan dapat merasakan perhatian dari keluarga, sehingga dapat meningkatkan semangat mereka dalam mengikuti proses pembinaan,” ungkap Yuniarto.

(Desi suarni)

Satresnarkoba Polres Kampar Tangkap Pemakai Daun Ganja Kering di Salo


Center Indonesia SALO
- Seorang pria berinisial SE (40) warga Dusun Koto Bangun, Desa Salo, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar ditangkap Satresnarkoba Polres Kampar, pasalnya dari pelaku di temukan Daun Ganja Kering berat bruto 4.12 Gram.


Pelaku ditangkap saat berada di Jalan Simpang Panca, Dusun Terang Bulan, Desa Salo, Kecamatan Salo pada Jum'at (20/2/2026) sekira pukul 21.00 Wib.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S melalui Kasat Narkoba AKP Markus Sinaga mengatakan dari pelaku ini berhasil kita amankan 1 paket daun ganjakering, HP, kertas Paper dan  sepeda motor.


"Pelaku sudah melanggar Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 111 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan/atau Lampiran II UU Republik Indonesia No.1 Tahung 2026 tentang penyesuaian pidana,"kata AKP Markus.


Diungkapkan Kasat Narkoba, awal penangkapan pelaku ini saat Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kampar mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa didaerah Jl. Simpang Panca Dusun Terang Bulan Desa Salo sering terjadinya transaksi Narkotika jenis Tanaman Daun Ganja Kering.

"Tim Opsnal langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku yang saat itu berada dipinggir,"ujar Kasat Narkoba.


Selanjutnya dilakukan penggeledahan yang disaksikan oleh perangkat Desa setempat ditemukan 1 paket diduga Narkotika jenis Tanaman Daun Ganja Kering di sampingnya berdiri dan ditemukan juga seball kertas paper didalam jok sepeda motor  yang dikendarainya pada saat itu. "Kemudian terduga pelaku beserta barang bukti dibawa ke polres Kampar guna penyelidikan lebih lanjut,"tegas AKP Markus Sinaga.

(Desi suarni)

Center Indonesia Lembaga Adat Melayu Riau Tetapkan 23 Februari Hari Ekosistem

 


Center Indonesia Pekanbaru - Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau mencatat sejarah baru dengan mengeluarkan maklumat resmi yang menetapkan tanggal 23 Februari sebagai Hari Ekosistem Riau. Penetapan ini menjadi tonggak penting bagi masyarakat adat dalam memperkuat komitmen menjaga kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem di Bumi Lancang Kuning.


Maklumat Hari Ekosistem Riau ini dibacakan dalam agenda adat di Balai Adat LAM Riau, Jalan Diponegoro, Kota Pekanbaru. Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten III Setda Provinsi Riau M Job Kurniawan, Karo SDM Polda Riau Kombes Boy Jeckson Situmorang dan Dirbinmas Polda Riau Kombes Eko Budhi Purwono yang mewakili Kapolda Riau, anggota DPRD Provinsi Riau HM Sumardany Zirnata, Forkopimda Riau, Pengurus dan Anggota LAMR Provinsi Riau, dan Ketua Persatuan Hijau Riau (PeHR) Hengky Primana.


Maklumat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Datuk Seri H Raja Marjohan Yusuf dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, Datuk Seri H Taufik Ikram Jamil. Maklumat ini ditetapkan setelah sebelumnya Perhimpunan Riau Hijau (PeHR) mengajukan permohonan kepada Lembaga Adat Melayu Riau untuk menetapkan tanggal 23 Februari sebagai Hari Ekosistem Riau.


"Setelah mencermati dengan hati, Lembaga Adat Melayu Riau Provinsi Riau mengajak kita semua, baik di sini maupun di sana, pada waktu kini maupun pada masa menanti, maklumatkan bahwa tanggal 23 Februari sebagai Hari Ekosistem Riau," kata Datuk Seri H Raja Marjohan Yusuf, dalam maklumatnya, Senin (23/2/3036).


LAM Riau menilai penetapan ini diperlukan sebagai pengingat sekaligus pelecut untuk mencurahkan perhatian kepada ekosistem Riau agar tetap terawat dan bermanfaat bagi umat.


Penetapan Hari Ekosistem Riau ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan merawat alam. Hal ini juga sejalan dengan tunjuk ajar Melayu: 'Apa tanda Melayu Jati dengan alam ia berbakti, apa tanda orang berakal tahu menjaga alam kekal, apa tanda orang beriman tahu menjaga alam lingkungan'


Pada kesempatan ini, Datuk Seri H Raja Marjohan Yusuf mengajak seluruh masyarakat di Provinsi Riau untuk menyatukan langkah dan bersatu dalam menjaga alam.


"Maka daripada itu, maklumat ini hendaklah disebarkan ke bumi dibentangkan ke langit agar yang di darat dapat melihat, yang di laut dapat mengamati, bergandengan tangan mewujudkan tekad," katanya.


Momentum ini juga semakin menguatkan program Green Policing yang diusung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. Ketua Umum PeHR Hengky Primana mengapresiasi terbitnya maklumat tersebut sebagai langkah awal untuk menguatkan kolaborasi masyarakat dalam mencintai alam dan lingkungan.


"Kami menyampaikan apresiasi kepada LAM Riau yang telah menetapkan tanggal 23 Februari sebagai Hari Ekosistem, ini menjadi tonggak sejarah baru di Riau untuk meneguhkan kembali tekad kita bersama dalam menjaga alam Bumi Lancang Kuning ini," kata Hengky.

(Desi suarni)

Danrem 031/WB Brigjen TNI Agustatius Sitepu Ziarah ke Kompleks Makam Marhum Pekan Kesultanan Kerajaan Siak


Center Indonesia Pekanbaru
: Dalam rangka mengenang jasa para pendahulu, Danrem 031/Wira Bima  melaksanakan ziarah ke Komplek Makam Marhum Pekan Kesultanan Kerajaan Siak. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kasrem 031/WB beserta para Kepala Seksi  jajaran Korem 031/WB.


Setibanya di lokasi, Danrem 031/WB disambut hangat oleh juru pelihara makam setempat. Kegiatan ziarah diawali dengan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para Sultan dan keluarga kerajaan yang telah mendahului. 


Selama kegiatan, juru pelihara makam juga memberikan penjelasan sejarah dan makna setiap makam yang ada di kompleks tersebut.


Ziarah ditutup dengan doa bersama , sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk para leluhur. Kegiatan ini sekaligus menjadi momen refleksi dan penguatan nilai-nilai sejarah bagi seluruh peserta yang hadir.


Danrem 031/WB menekankan pentingnya melestarikan sejarah dan budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa, sekaligus menanamkan rasa hormat terhadap para pendahulu yang telah berkontribusi bagi perkembangan daerah dan negara.**Penrem 031 WB

(Desi suarni)

Polres Kuansing Tertibkan PETI di Belakang SMA Pintar, Dua Rakit Dimusnahkan

 


Center Indonesia KUANTANSINGINGI,– Polres Kuantan Singingi kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukumnya. Jajaran Sat Reskrim Polres Kuansing melakukan penertiban terhadap aktivitas PETI jenis stingkai di belakang SMA Pintar, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Senin sore (23/2/2026).


Penertiban tersebut dilaksanakan sekitar pukul 15.30 WIB oleh personel Tim Resmob Sat Reskrim Polres Kuansing, menindaklanjuti laporan masyarakat yang diterima melalui pengaduan via handphone terkait adanya aktivitas penambangan ilegal di lokasi tersebut.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim IPTU Gerry Agner Timur, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi dari masyarakat.


“Menindaklanjuti laporan masyarakat, kami langsung memerintahkan Tim Resmob untuk turun ke lokasi guna melakukan pengecekan dan penindakan. Setibanya di tempat kejadian perkara, ditemukan dua unit rakit PETI jenis stingkai dalam keadaan tidak beroperasi,” ujar IPTU Gerry.


Meski tidak ditemukan pelaku di lokasi, petugas tetap melakukan tindakan tegas dengan memusnahkan sarana yang digunakan untuk aktivitas ilegal tersebut. Dua unit rakit PETI beserta peralatan pendukung dirusak dan dibakar agar tidak dapat digunakan kembali oleh para pelaku.


“Langkah ini kami ambil sebagai bentuk komitmen Polres Kuansing dalam memberantas praktik PETI yang merusak lingkungan, berpotensi mencemari aliran sungai, serta mengganggu ketertiban masyarakat,” tegasnya.


Dalam kegiatan tersebut, tidak ada pelaku yang berhasil diamankan dan tidak terdapat barang bukti yang dibawa ke Mapolres karena seluruh peralatan langsung dimusnahkan di lokasi.


Kapolres melalui Kasat Reskrim juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas penambangan ilegal serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya kegiatan PETI di wilayahnya.


“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mendukung upaya penegakan hukum. Informasi dari masyarakat sangat membantu dalam menekan aktivitas PETI di Kabupaten Kuantan Singingi,” tutup IPTU Gerry.


(Desi suarni)

Segera Diresmikan, Kapolda Riau Cek Jembatan Merah Putih di Kampar

 




Center Indonesia
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang berlokasi di Desa Gobah, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur sebelum diresmikan.


Dalam pengecekan tersebut, Kapolda Riau didampingi oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Riau, di antaranya Karo SDM Kombes Boy Jeckson Situmorang, Dansat Brimob Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa, Kepala SPN Kombes Indra Duaman, dan Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, pada Senin (23/2/2026).


Jembatan Merah Putih Presisi ini memiliki spesifikasi panjang 27,5 meter dengan lebar 4 meter. Infrastruktur ini dirancang cukup kokoh sehingga dapat dilintasi oleh kendaraan roda empat (mobil), yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan ekonomi warga setempat.


Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, menyampaikan sejumlah catatan penting dari Kapolda Riau selama peninjauan berlangsung. Fokus utama Kapolda adalah memastikan kelayakan lokasi sebelum diresmikan yang direncanakan akan dihadiri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.


"Insya Allah, peresmian jembatan oleh Bapak Kapolri akan dilaksanakan di lokasi ini. Oleh karena itu, persiapan sarana pendukung seperti jalur masuk dan kebersihan lingkungan menjadi prioritas kami saat ini," ujar AKBP Boby.


Dalam pengecekan tersebut, Kapolda Riau meminta agar area di seputaran jembatan dibersihkan secara maksimal agar tampak rapi saat peresmian. Penekanan khusus diberikan pada kesiapan lokasi helipad dan jalur masuk yang akan dilalui oleh Kapolri.


Kegiatan peninjauan yang dimulai sekira pukul 15.30 WIB tersebut berjalan dengan aman dan terkendali. Kehadiran Jembatan Merah Putih Presisi ini menjadi bukti nyata sinergi Polri dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat di pelosok daerah.


Pada kesempatan tersebut, Irjen Herry Heryawan dan rombongan juga sempat berkunjung ke sekolah dasar. Di sana, Kapolda membagikan bantuan berupa alat tulis kepada para murid.

(Desi suarni)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done