M C I

Jumat, 08 Mei 2026

Wabup Siak: Pencegahan Paham IRET Harus Dimulai dari Keluarga hingga Ruang Digital






Centerindonesia Siak — Pemerintah Kabupaten Siak bersama Polres Siak dan Densus 88 Anti Teror Polri memperkuat langkah pencegahan dini terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) yang kini banyak berkembang di ruang digital.


Wakil Bupati Siak Syamsurizal saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, meski Siak dalam kondisi aman dan terkendali namun, ia meminta seluruh elemen pemerintah dan masyarakat tetap waspada dan terus melakukan sosialisasi IRET melalui media sosial. 


“Alhamdulillah Siak saat ini dalam kondisi aman dan kondusif, namun upaya pencegahan tetap harus dilakukan melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi seperti ini,” ujar Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, di Zamrud Room, Komplek Rumah Rakyat, Kamis (7/5/2026). 


Syamsurizal menegaskan, Sosialisasi ini, memperkuat langkah pencegahan dini terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) yang kini banyak berkembang di ruang digital.


Menurutnya, pencegahan ini harus dimulai dari dua hal, yakni "Hubungan kita manusia dengan Allah (hablu minallah) dan hubungan  kita dengan sesama manusia (hablu minannas). karena jika dua hal ini kuat, insyaAllah dapat menghindarkan kita dari hal-hal yang tidak baik," kata dia.


“Kami mengapresiasi peran Densus 88, ini juga menjadi tugas kita bersama agar masyarakat kita waspada terhadap paham IRET ini. Apalagi di era digital baik lewat media sosial maupun video game, jadi kita harus melakukan pencegahan dini mulai dari keluarga, seperti anak kita, lalu sekolah hingga masyarakat,” sambungnya lagi.


Sementara itu, Kasat Intel, Polres Siak yang diwakili Brigpol Omes menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham IRET di wilayah Kabupaten Siak serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.


“Berkaitan dengan itu, kami sudah melakukan sosialisasi ke beberapa sekolah. Untuk Kabupaten Siak, kegiatan ini sudah masuk di wilayah Perawang hampir 80 persen, mencakup seluruh SMA dan SMP. Di Kecamatan Siak sendiri, kami juga sudah masuk ke beberapa sekolah tingkat SMA dan SMP. InsyaAllah akan terus kami lanjutkan dan kami ratakan agar dapat terselesaikan dengan baik,” terangnya.


Narasumber Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Brigpol Bayu Oktara, menjelaskan bahwa saat ini pendekatan yang dilakukan lebih mengedepankan pencegahan dengan target zero attack melalui strategi pendekatan tanpa penindakan hukum (non-penal). 


“Ideologi teror bisa menyasar siapa saja, tanpa memandang agama, latar belakang pekerjaan maupun pendidikan. Pendekatan kami saat ini adalah pencegahan melalui non-penal, dengan fokus sosialisasi dan pembinaan menuju target zero attack,” jelasnya.


Menurutnya, apabila ditemukan individu yang mulai terpapar paham radikal, maka akan dilakukan pendekatan pembinaan dan pendampingan agar tidak berkembang ke arah yang lebih ekstrem.


“Jika ada yang terindikasi, kami lakukan pendekatan dan pembinaan. Kami coba mediasi, dirangkul, dan arahkan agar mereka bisa kembali ke pemahaman yang benar,” tambah nya. 


Ia juga menjelaskan, proses penyebaran paham radikal umumnya terjadi bertahap, dimulai dari intoleransi yaitu sikap tidak menerima perbedaan atau pandangan orang lain, berkembang menjadi radikal, hingga berpotensi aksi teror jika tidak dicegah sejak dini. Kelompok yang kerap menjadi sasaran adalah generasi muda, terutama yang sedang dalam proses pencarian jati diri.


“Pelaku teror menargetkan pemuda yang sedang mencari jati diri. Saat ini penyebaran paham radikal juga banyak melalui media sosial, mereka tidak lagi datang dari rumah ke rumah, tetapi masuk lewat ruang digital,” ucapnya.


Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Siak yang berperan dalam membantu penyebaran informasi dan edukasi kepada masyarakat.


“Kami selalu berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Siak dalam mendistribusikan pesan pencegahan melalui media sosial agar lebih mudah dipahami masyarakat dan menjangkau lebih luas, jadi kita jangan sampai lengah, kita tidak boleh kalah,” jelasnya.


Ia menegaskan bahwa pencegahan tidak dapat dilakukan aparat semata, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Siak, TNI, Polri, stakeholder, penyuluh agama, dan tokoh masyarakat semakin kuat dalam mencegah paham radikal demi menjaga Kabupaten Siak tetap aman dan kondusif.


(Rahma/MC Siak)

Kamis, 07 Mei 2026

Sinergi Tanpa Kompromi, Lapas Bengkalis Gandeng TNI-Polri Gelar Ikrar Bersih Halinar Serta Sosialisasi Bahaya Narkoba






Centerindonesia BENGKALIS – Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis mempertegas komitmen perang terhadap narkoba melalui pelaksanaan Apel Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan yang dirangkaikan dengan sosialisasi kesehatan serta razia blok hunian pada Jumat (08/05). Kegiatan yang dipusatkan di halaman depan Lapas ini dipimpin langsung oleh Kalapas Priyo Tri Laksono dan turut dihadiri oleh AKP Irsanuddin Harahap, S.H., M.H. dari Polres Bengkalis serta Serda Harnoto dari Kodim 0303 Bengkalis guna memperkuat sinergitas antar-aparat penegak hukum (apgamkum). Selain pembacaan ikrar dan penggeledahan blok, agenda ini diisi dengan edukasi kesehatan mengenai dampak buruk narkotika yang disampaikan oleh dr. Yolanda dari tim medis Lapas, sebagai langkah preventif komprehensif untuk memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap kondusif, sehat, dan berintegritas.


Setelah seremonial apel dan pengucapan ikrar bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sosialisasi bahaya narkoba yang diikuti dengan antusias oleh para warga binaan. Dalam paparannya, dr. Yolanda menjelaskan secara mendalam mengenai kerusakan fisik dan mental yang diakibatkan oleh penyalahgunaan zat terlarang, sementara perwakilan Polres Bengkalis memberikan penguatan dari sisi hukum. Edukasi ini bertujuan agar warga binaan memiliki kesadaran penuh untuk menjauhi narkotika, yang kemudian disusul dengan tindakan deteksi dini berupa tes urine massal terhadap 50 warga binaan dan 26 petugas guna menjamin transparansi serta kebersihan internal institusi.


Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan kali ini menggabungkan sisi penegakan aturan dan edukasi kemanusiaan. Beliau menginstruksikan agar seluruh jajaran tidak hanya fokus pada perampasan barang terlarang, tetapi juga konsisten dalam memberikan pembinaan agar warga binaan memiliki bekal mental yang kuat saat kembali ke masyarakat. "Hari ini kita menunjukkan bahwa pemberantasan narkoba dilakukan secara totalitas. Melalui ikrar ini, integritas petugas dipertaruhkan, dan melalui sosialisasi bersama dr. Yolanda serta rekan-rekan Polri, kita menyentuh aspek kesadaran warga binaan. Saya tidak akan memberi toleransi sedikit pun bagi siapa pun yang terlibat halinar. Sinergi dengan TNI dan Polri hari ini adalah bukti nyata bahwa Lapas Bengkalis siap menjadi zona bersih dan aman," tegas Priyo Tri Laksono.


Aksi nyata kemudian berlanjut ke dalam blok hunian, di mana petugas Lapas bersama personel TNI dan Polri menyisir setiap sudut kamar untuk memastikan tidak ada handphone ilegal maupun narkoba yang disembunyikan. Kehadiran aparat penegak hukum dari unsur Polri memberikan dukungan moral dan teknis yang signifikan dalam menjaga kewibawaan pengawasan di dalam Lapas.


Seluruh rangkaian kegiatan mulai dari apel ikrar, sosialisasi kesehatan, hingga razia dan tes urine berjalan dengan aman dan lancar. Sebagai tindak lanjut, Kalapas memerintahkan seluruh pegawai untuk tetap menjaga kedisiplinan tinggi dan menjalankan amanat yang telah diikrarkan demi mewujudkan transformasi pemasyarakatan yang maju dan bersih dari segala bentuk praktik ilegal.


(Ds)

Lapas Pekanbaru Tunjukkan Inovasi Agrobisnis, Sambut Studi Tiru Lapas Bangkinang






Centerindonesia Pekanbaru,  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menerima kunjungan studi tiru dari jajaran Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Kelas IIA Bangkinang, sebagai upaya memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, Rabu (6/5).


Rombongan yang dipimpin oleh Kepala Seksi Giatja Lapas Bangkinang, Jefriandy Gultom, disambut langsung oleh Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, beserta jajaran. Kunjungan ini menjadi sarana strategis dalam berbagi pengalaman, inovasi, serta praktik baik antar lembaga pemasyarakatan.


Dalam kegiatan tersebut, Lapas Pekanbaru memperkenalkan berbagai program unggulan di bidang kegiatan kerja dan pembinaan kemandirian, khususnya pada sektor agrobisnis ayam petelur. Program ini menjadi salah satu bentuk pembinaan produktif yang berorientasi pada peningkatan keterampilan serta kemandirian ekonomi warga binaan.


“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antar lapas. Program pembinaan kemandirian yang kami jalankan diharapkan dapat menjadi referensi dan memberikan manfaat bagi pengembangan program serupa di Lapas Bangkinang,” ujar Yuniarto.


Saat ini, Lapas Pekanbaru telah mengelola sekitar 1.000 ekor ayam petelur produktif. Selain sebagai sarana pelatihan keterampilan, program ini juga menjadi wujud komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.


Sementara itu, Jefriandy Gultom menyampaikan apresiasi atas sambutan serta keterbukaan Lapas Pekanbaru dalam berbagi pengalaman. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan banyak wawasan bagi kami. Kami berharap hasil dari studi tiru ini dapat kami implementasikan guna meningkatkan kualitas pembinaan di Lapas Bangkinang,” ungkapnya.


Kegiatan ditutup dengan peninjauan langsung ke area peternakan ayam petelur yang dikelola oleh warga binaan, serta sesi diskusi interaktif guna memperdalam pemahaman terkait pengelolaan program.


Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antar lembaga pemasyarakatan dalam menghadirkan program pembinaan yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan.

(Ds)

Jembatan Merah Putih Presisi di Sentajo Raya Rampung Tahap Pengecatan, Kapolres Kuansing: Segera Dapat Dimanfaatkan Masyarakat





Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang berada di Desa Pulau Kopuang Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, terus menunjukkan progres signifikan, pengerjaan jembatan telah memasuki tahap pengecatan serta pembersihan area sekitar jembatan. Kamis (7/5/2026),


Kegiatan pembangunan dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB di lokasi pembangunan jembatan yang menjadi akses penting penyeberangan masyarakat setempat.


Dalam pelaksanaannya, kegiatan dikerjakan oleh personel gabungan yang terdiri dari anggota Polsek, personel Brimob serta tenaga teknisi dengan jumlah keseluruhan sebanyak lima personel.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi dilakukan untuk mendukung kelancaran akses transportasi dan aktivitas masyarakat sehari-hari.


“Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini diharapkan dapat meningkatkan akses penyeberangan yang aman dan layak bagi warga Desa Pulau Kopuang Sentajo dan sekitarnya,” ujar Kapolres.


Kapolres menjelaskan, saat ini pekerjaan pembangunan telah memasuki tahap akhir, yakni pengecatan dan pembersihan areal jembatan sebelum nantinya dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat.


“Alhamdulillah progres pembangunan berjalan dengan baik. Saat ini pekerjaan sudah sampai tahap pengecatan dan pembersihan area jembatan. Kita berharap dalam waktu dekat jembatan ini dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” lanjutnya.


Selain itu, AKBP Hidayat Perdana juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel dan masyarakat yang turut mendukung proses pembangunan hingga berjalan lancar dan aman.


“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama mendukung pembangunan ini. Semoga keberadaan Jembatan Merah Putih Presisi ini nantinya dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” tutup Kapolres.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Bentuk Dukungan Kepada Petani Perkuat Ketahanan Pangan Kapolres Siak Serahkan Bantuan Alsintan






Centerindonesia SIAK (RIAU) – Kepolisian Resor (Polres) Siak terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program Swasembada Pangan Nasional. Melalui inisiatif "Polisi Cinta Petani", Polres Siak bersinergi dengan masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Siak.


Puncak dari aksi nyata ini terlihat saat Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H., turun langsung meninjau lahan pertanian sekaligus menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani (Poktan).


Dukungan Teknologi untuk Efisiensi Petani

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menyerahkan bantuan berupa alat semprot otomatis kepada perwakilan kelompok tani yang mengelola perkebunan jagung pipil. Bantuan ini diharapkan dapat mempermudah kerja petani serta meningkatkan efisiensi dalam perawatan tanaman.


"Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra strategis petani. Dengan alat semprot otomatis ini, kami berharap proses pemupukan dan pengendalian hama menjadi lebih cepat dan efektif," ujar AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar di sela-sela penyerahan bantuan.


Sinergi Menanam Jagung Pipil

Program ini tidak hanya berhenti pada pemberian alat. Polres Siak bersama kelompok tani setempat telah menjalin kolaborasi dalam penanaman jagung pipil. Lahan-lahan potensial dioptimalkan untuk menjadi sumber pangan baru yang produktif.


Langkah ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Polri untuk mendukung Swasembada Pangan demi mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan.


Kehadiran jajaran Polres Siak di tengah sawah dan ladang membuktikan bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat tani adalah kunci stabilitas wilayah. Para petani menyambut antusias dukungan ini, mengingat ketersediaan alat modern seringkali menjadi kendala utama di lapangan.


Dengan giat ini diharapkan dapat mendorong kemandirian pangan di tingkat kabupaten.

Memastikan ketersediaan stok pangan melalui pemanfaatan lahan produktif.

Mempererat hubungan emosional dan kerja sama antara Polri dan sektor pertanian.


Polres Siak optimis bahwa Kabupaten Siak dapat menjadi lumbung jagung pipil yang berkontribusi bagi ketahanan pangan Provinsi Riau dan Indonesia.

(Ds)

Kapolsek Benai Sambangi Korban Kebakaran Rumah di Desa Pulau Ingu

 PRESS RELEASE

NO : 673 /V/HUM.6.1.1/2026/HUMAS POLRES KUANSING

Kamis, 07 





Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, jajaran Polsek Benai melaksanakan kegiatan sambang kepada warga korban kebakaran rumah di Desa Pulau Ingu, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, Rabu malam (6/5/2026).


Kegiatan sambang tersebut dipimpin langsung Kapolsek Benai IPDA Muhammad Ali Sodiq, S.Psi yang dilaksanakan di rumah Bapak Bukhari, anak dari Ibu Siti Fatimah selaku korban musibah kebakaran rumah. Kegiatan berlangsung mulai pukul 21.45 WIB hingga 22.10 WIB dan turut dihadiri Sekretaris Desa Pulau Ingu, Bhabinkamtibmas Desa Pulau Ingu serta warga setempat.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Benai menyampaikan salam dan rasa prihatin dari Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H kepada korban dan keluarga atas musibah yang dialami.


Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H melalui Kapolsek Benai IPDA Muhammad Ali Sodiq, S.Psi menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, namun juga sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.


“Kami turut prihatin atas musibah kebakaran yang dialami Ibu Siti Fatimah dan keluarga. Semoga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Kehadiran kami di sini sebagai bentuk empati dan dukungan moril kepada korban,” ujar Kapolsek Benai.


Selain memberikan dukungan moril, Kapolsek Benai juga menyerahkan tali asih kepada korban sebagai bentuk perhatian dan kepedulian jajaran Polres Kuantan Singingi kepada masyarakat yang tertimpa musibah.


Kapolsek juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, saling membantu dan peduli terhadap sesama, khususnya kepada warga yang sedang mengalami musibah.


Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan haru. Warga setempat mengapresiasi kehadiran pihak kepolisian yang dinilai selalu hadir dan peduli terhadap masyarakat dalam berbagai situasi.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polres Kuansing Tanam Jagung 10 Hektar di Lahan PT Adimulia Agrolestari





Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan, Polres Kuantan Singingi bersama pihak perusahaan dan kelompok tani melaksanakan penanaman jagung pipil seluas 10 hektar di lahan tumpang sari perkebunan kelapa sawit PT. Adimulia Agrolestari, Desa Suka Maju, Kecamatan Singingi Hilir, sekitar pukul 10.00 WIB. Kamis (7/5/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., dan dihadiri unsur Forkopimcam, pihak perusahaan, kelompok tani, penyuluh pertanian, personel TNI-Polri, serta tamu undangan lainnya.


Adapun lokasi penanaman berada di areal perkebunan tumpang sari PT. Adimulia Agrolestari dengan luas lahan mencapai 10 hektar. Bibit yang ditanam merupakan jagung pipil benih unggul bersertifikat yang dikeluarkan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau.


Dalam sambutannya, Senior Manager K3ML PT. Adimulia Agrolestari Solihun Damas menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Kuansing beserta jajaran atas dukungan dan sinergi dalam pengembangan budidaya jagung pipil di wilayah tersebut.


“Kami bukan hanya sekadar menanam jagung, tetapi ingin membangun budidaya jagung yang berkelanjutan dengan menggandeng kelompok tani agar hasil panen nantinya maksimal,” ujarnya.


Sementara itu, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., dalam penyampaiannya mengapresiasi langkah PT. Adimulia Agrolestari yang telah berpartisipasi aktif mendukung program ketahanan pangan nasional.


“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PT. Adimulia Agrolestari yang telah menyiapkan lahan untuk penanaman jagung pipil ini. Dukungan perusahaan sangat baik dan ini menjadi bentuk nyata sinergitas dalam mendukung program pemerintah,” ujar Kapolres.


Kapolres menegaskan bahwa kegiatan penanaman jagung tersebut tidak hanya bersifat seremonial, namun diharapkan menjadi program berkelanjutan yang mampu meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.


“Penanaman hari ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi bagaimana budidaya jagung ini dapat berjalan berkelanjutan. Untuk mencapai hasil panen yang maksimal, kita menggandeng kelompok tani agar pengelolaan dan perawatannya lebih optimal,” jelasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kuansing juga menyerahkan bantuan berupa 100 sak pupuk kandang dan bibit jagung pipil sebanyak 10 bungkus atau sekitar 50 kilogram kepada Kelompok Tani Rukun Sentosa yang diterima langsung oleh Ketua Kelompok Tani, Zainal.


Usai sambutan dan penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman jagung pipil secara bersama-sama oleh Kapolres Kuansing, unsur Forkopimcam, pihak perusahaan, kelompok tani serta tamu undangan lainnya.


Kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung ketahanan pangan nasional di Kabupaten Kuantan Singingi.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done