M C I

Jumat, 08 Mei 2026

Tingkatkan Kesadaran Budaya Tertib Berlalu Lintas, Ditlantas Polda Riau Gencarkan Sosialisasi dan Program Green Policing






Centerindonesia Pekanbaru – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas, Direktorat Lalu Lintas Polda Riau melalui Subdit Kamsel melaksanakan kegiatan Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas, Program Green Policing Polda Riau serta pemberian reward kepada masyarakat pengguna jalan yang tertib berlalu lintas, Jumat (8/5/2026) pagi.


Kegiatan yang dilaksanakan di kawasan Tugu Perjuangan Jalan Diponegoro, Kota Pekanbaru tersebut dimulai sejak pukul 06.30 WIB hingga 07.30 WIB dan dipimpin langsung Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril, S.Pd., M.M bersama personel Subdit Kamsel Ditlantas Polda Riau.


Dalam kegiatan tersebut, personel Ditlantas Polda Riau melaksanakan kampanye keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat khususnya pengendara roda dua dengan memberikan edukasi secara humanis terkait pentingnya mematuhi tata tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.


Selain memberikan imbauan dan edukasi, petugas juga membagikan helm SNI dan buku petunjuk keselamatan berlalu lintas kepada pengendara roda dua yang kedapatan tidak menggunakan helm saat berkendara. Sementara kepada pengendara yang tertib berlalu lintas, personel memberikan reward berupa coklat Silverqueen sebagai bentuk apresiasi.


Tidak hanya itu, dalam mendukung Program Green Policing Polda Riau, personel Subdit Kamsel juga membagikan bibit pohon mangga kepada masyarakat sebagai simbol ajakan menjaga kelestarian alam dan lingkungan.


Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril, S.Pd., M.M menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah nyata Ditlantas Polda Riau dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.


“Kegiatan ini bukan hanya sekadar sosialisasi, namun bagaimana kami mengajak masyarakat untuk benar-benar memahami pentingnya keselamatan saat berkendara. Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama dan dimulai dari kesadaran diri masing-masing,” ujar AKBP Dasril.


Ia juga menambahkan bahwa melalui Program Green Policing, Ditlantas Polda Riau ingin mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dan menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari kehidupan yang berkelanjutan.


Salah seorang warga Kecamatan Tenayan Raya, Donna Tarigan yang menerima helm SNI secara gratis menyampaikan apresiasi kepada jajaran Ditlantas Polda Riau atas kegiatan edukasi yang dinilai sangat positif dan bermanfaat bagi masyarakat.


“Saya sangat berterima kasih kepada polisi lalu lintas Polda Riau karena telah memberikan edukasi dan helm gratis kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini sangat membantu dan mengingatkan kami agar lebih disiplin dan selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara,” ungkap Donna.


Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel Ditlantas Polda Riau yang terus aktif melaksanakan kegiatan edukasi Kamseltibcarlantas kepada masyarakat.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Ditlantas Polda Riau yang konsisten melaksanakan kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu mematuhi tata tertib berlalu lintas, gunakan helm SNI, lengkapi surat kendaraan dan jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas,” ujar Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika.


Melalui kegiatan tersebut, Ditlantas Polda Riau berharap dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas, meminimalisir fatalitas korban kecelakaan serta menciptakan situasi Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman dan kondusif di wilayah hukum Polda Riau.


Selain itu, masyarakat juga diajak untuk menjadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas dengan semangat “Bersatu, Keselamatan Nomor Satu” serta bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih baik.

(Ds)

*Ditlantas Polda Riau dan Satlantas Polresta Pekanbaru Lakukan Pengamanan di SPBU dan Titik Rawan Kepadatan*

 




Centerindonesia Pekanbaru, 2 Mei 2026 — Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat dan antrean kendaraan untuk pengisian bahan bakar minyak (BBM), Direktorat Lalu Lintas Polda Riau bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Pekanbaru melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di Kota Pekanbaru.


Kegiatan ini difokuskan pada titik-titik SPBU yang berada di jalur padat kendaraan, khususnya di kawasan Payung Sekaki, Panam–Tampan, Sudirman, hingga Rumbai. Personel ditempatkan untuk melaksanakan strong point, guna mengantisipasi kepadatan kendaraan akibat antrean pengisian BBM.


Selain pengamanan di kawasan SPBU, personel Ditlantas Polda Riau dan Satlantas Polresta Pekanbaru juga melaksanakan monitoring serta pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik rawan kepadatan di jalan protokol dan pusat aktivitas masyarakat. Pengawasan difokuskan pada ruas-ruas utama serta kawasan pusat perbelanjaan, seperti di sekitar Mal SKA dan lokasi pusat perbelanjaan lainnya yang mengalami peningkatan volume kendaraan.


Di lapangan, personel kepolisian terlihat aktif mengatur arus kendaraan guna mencegah terjadinya kemacetan, baik di akses masuk SPBU maupun di ruas jalan utama. Petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap tertib dalam antrean, tidak saling mendahului, serta mematuhi arahan petugas demi menjaga keselamatan bersama.


Dirlantas Polda Riau, Jeki Rahmat Mustika, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.


“Pengamanan ini tidak hanya difokuskan pada SPBU, tetapi juga pada titik-titik rawan kepadatan di jalan protokol dan pusat keramaian. Kami berupaya memastikan arus lalu lintas tetap lancar serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas,” ujarnya.


Lebih lanjut, ia juga mengimbau kepada seluruh pengendara dan masyarakat yang sedang mengantre di SPBU agar tetap menjaga ketertiban dan keamanan bersama. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menjaga etika dalam antrean, tidak saling mendahului, serta tetap waspada terhadap potensi gangguan Kamtibmas. Utamakan keselamatan, jaga jarak kendaraan, serta ikuti arahan petugas di lapangan demi terciptanya Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan lancar,” tambahnya.


Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah SPBU aktif di Kota Pekanbaru mayoritas merupakan jaringan Pertamina, dengan sebaran di jalur utama serta kawasan dengan mobilitas tinggi dan sebagian besar beroperasi selama 24 jam.


Dengan adanya kehadiran personel Ditlantas Polda Riau dan Satlantas Polresta Pekanbaru, diharapkan pengendalian arus lalu lintas dapat berjalan optimal, baik di kawasan SPBU maupun di titik-titik keramaian lainnya di Kota Pekanbaru. 

(Ds)

APEL IKRAR PEMASYARAKATAN, LAPAS BANGKINANG TEGASKAN KOMITMEN BEBAS HANDPHONE ILEGAL, NARKOBA, DAN PENIPUAN*





Centerindonesia *Bangkinang, * — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan berintegritas melalui pelaksanaan Apel Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan, Jumat (08/05/2026).


Kegiatan yang digelar di lingkungan Lapas Kelas IIA Bangkinang tersebut diikuti oleh unsur pimpinan, pejabat struktural, serta seluruh jajaran pegawai. Apel ikrar ini juga dihadiri perwakilan TNI, Polri, dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) sebagai bentuk sinergi antarinstansi dalam mendukung pemberantasan peredaran narkoba, penggunaan handphone ilegal, serta praktik penipuan di dalam lapas.


Dalam pembacaan ikrar, seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Bangkinang menyatakan komitmen untuk menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap steril dari handphone ilegal, narkoba, dan segala bentuk praktik penipuan melalui pengawasan yang ketat serta pelaksanaan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.


Selain itu, para petugas juga menyatakan kesiapan untuk menyampaikan kondisi keamanan dan ketertiban secara transparan kepada pimpinan sebagai bentuk tanggung jawab dan integritas dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.


Tidak hanya sebatas komitmen moral, dalam ikrar tersebut ditegaskan pula bahwa setiap petugas siap menerima sanksi tegas apabila terbukti terlibat, baik memiliki, menggunakan, maupun menjadi perantara dalam praktik handphone ilegal, narkoba, dan penipuan di lingkungan lapas.


Sebagai bentuk keseriusan, Plt. Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Suroto, bersama jajaran pejabat struktural juga menyatakan kesiapan untuk dievaluasi hingga dicopot dari jabatan apabila ditemukan adanya keterlibatan pegawai maupun warga binaan dalam pelanggaran tersebut. Suroto juga menegaskan bahwa kegiatan ikrar ini bukan hanya seremonial semata, melainkan bentuk nyata komitmen bersama dalam memperkuat integritas serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.


“Melalui ikrar ini, kami menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari handphone ilegal, narkoba, maupun praktik penipuan. Seluruh jajaran harus bekerja secara profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab,” tegas Suroto.


Dengan pelaksanaan apel ikrar tersebut, diharapkan pengawasan dan pembinaan di Lapas Kelas IIA Bangkinang semakin optimal sehingga tercipta situasi yang kondusif, aman, serta mendukung terwujudnya pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.

(Ds)

*RAZIA GABUNGAN DAN TES URINE, LAPAS KELAS IIA BANGKINANG WUJUDKAN PEMASYARAKATAN BERSIH NARKOBA DAN HANDPHONE*






Centerindonesia *Bangkinang, * – Dalam rangka deteksi dini serta pencegahan penyalahgunaan narkoba dan peredaran barang terlarang di lingkungan pemasyarakatan, Lapas Kelas IIA Bangkinang menggelar razia gabungan dan tes urine bagi petugas serta warga binaan, Jum’at (08/05/2026). 

Kegiatan ini melibatkan unsur TNI, Polri, dan BNK Kampar sebagai bentuk sinergi antarinstansi dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan bersih dari narkoba.


Razia dilaksanakan secara menyeluruh di blok hunian warga binaan dengan menyasar kamar hunian, barang pribadi, hingga area-area yang berpotensi dijadikan tempat penyimpanan barang terlarang. Petugas gabungan melakukan pemeriksaan secara teliti dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan persuasif kepada warga binaan.


Dari hasil razia, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian, seperti korek api, gunting kuku, sendok, dan beberapa barang lainnya yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. 


Selain penggeledahan kamar hunian, kegiatan juga dilanjutkan dengan tes urine yang diikuti oleh seluruh pegawai dan warga binaan secara acak. Proses pengambilan sampel diawasi langsung oleh pihak BNK Kampar guna memastikan hasil pemeriksaan berjalan objektif dan akurat. 


Plt. Kalapas Kelas IIA Bangkinang, Suroto, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Menurutnya, razia rutin dan tes urine menjadi bagian penting dalam upaya memberantas penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.


“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menciptakan Lapas Kelas IIA Bangkinang yang bersih dari narkoba dan barang terlarang. Sinergi bersama TNI dan Polri sangat penting sebagai dukungan dalam upaya pemberantasan narkotika di lingkungan pemasyarakatan,” ujar Suroto.


Sementara itu, Kasi Terapi dan Rehabilitasi BNK Kampar, Parwan Kasra, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, razia dan tes urine secara berkala merupakan langkah strategis dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

“BNK Kampar mendukung penuh kegiatan ini sebagai bentuk deteksi dini dan upaya nyata dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan,” ungkap Parwan Kasra.


Perwakilan dari Kepolisian Resor Kampar juga menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut sebagai bentuk kerja sama dan penguatan pengawasan di lingkungan lapas.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan disiplin, kewaspadaan, serta kesadaran seluruh petugas dan warga binaan terhadap bahaya narkoba dan pentingnya menjaga keamanan lingkungan pemasyarakatan. Lapas Kelas IIA Bangkinang berkomitmen untuk terus melaksanakan langkah preventif dan represif secara berkelanjutan demi terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif.

(Ds)

Wabup Siak: Pencegahan Paham IRET Harus Dimulai dari Keluarga hingga Ruang Digital






Centerindonesia Siak — Pemerintah Kabupaten Siak bersama Polres Siak dan Densus 88 Anti Teror Polri memperkuat langkah pencegahan dini terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) yang kini banyak berkembang di ruang digital.


Wakil Bupati Siak Syamsurizal saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, meski Siak dalam kondisi aman dan terkendali namun, ia meminta seluruh elemen pemerintah dan masyarakat tetap waspada dan terus melakukan sosialisasi IRET melalui media sosial. 


“Alhamdulillah Siak saat ini dalam kondisi aman dan kondusif, namun upaya pencegahan tetap harus dilakukan melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi seperti ini,” ujar Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, di Zamrud Room, Komplek Rumah Rakyat, Kamis (7/5/2026). 


Syamsurizal menegaskan, Sosialisasi ini, memperkuat langkah pencegahan dini terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) yang kini banyak berkembang di ruang digital.


Menurutnya, pencegahan ini harus dimulai dari dua hal, yakni "Hubungan kita manusia dengan Allah (hablu minallah) dan hubungan  kita dengan sesama manusia (hablu minannas). karena jika dua hal ini kuat, insyaAllah dapat menghindarkan kita dari hal-hal yang tidak baik," kata dia.


“Kami mengapresiasi peran Densus 88, ini juga menjadi tugas kita bersama agar masyarakat kita waspada terhadap paham IRET ini. Apalagi di era digital baik lewat media sosial maupun video game, jadi kita harus melakukan pencegahan dini mulai dari keluarga, seperti anak kita, lalu sekolah hingga masyarakat,” sambungnya lagi.


Sementara itu, Kasat Intel, Polres Siak yang diwakili Brigpol Omes menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham IRET di wilayah Kabupaten Siak serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.


“Berkaitan dengan itu, kami sudah melakukan sosialisasi ke beberapa sekolah. Untuk Kabupaten Siak, kegiatan ini sudah masuk di wilayah Perawang hampir 80 persen, mencakup seluruh SMA dan SMP. Di Kecamatan Siak sendiri, kami juga sudah masuk ke beberapa sekolah tingkat SMA dan SMP. InsyaAllah akan terus kami lanjutkan dan kami ratakan agar dapat terselesaikan dengan baik,” terangnya.


Narasumber Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Brigpol Bayu Oktara, menjelaskan bahwa saat ini pendekatan yang dilakukan lebih mengedepankan pencegahan dengan target zero attack melalui strategi pendekatan tanpa penindakan hukum (non-penal). 


“Ideologi teror bisa menyasar siapa saja, tanpa memandang agama, latar belakang pekerjaan maupun pendidikan. Pendekatan kami saat ini adalah pencegahan melalui non-penal, dengan fokus sosialisasi dan pembinaan menuju target zero attack,” jelasnya.


Menurutnya, apabila ditemukan individu yang mulai terpapar paham radikal, maka akan dilakukan pendekatan pembinaan dan pendampingan agar tidak berkembang ke arah yang lebih ekstrem.


“Jika ada yang terindikasi, kami lakukan pendekatan dan pembinaan. Kami coba mediasi, dirangkul, dan arahkan agar mereka bisa kembali ke pemahaman yang benar,” tambah nya. 


Ia juga menjelaskan, proses penyebaran paham radikal umumnya terjadi bertahap, dimulai dari intoleransi yaitu sikap tidak menerima perbedaan atau pandangan orang lain, berkembang menjadi radikal, hingga berpotensi aksi teror jika tidak dicegah sejak dini. Kelompok yang kerap menjadi sasaran adalah generasi muda, terutama yang sedang dalam proses pencarian jati diri.


“Pelaku teror menargetkan pemuda yang sedang mencari jati diri. Saat ini penyebaran paham radikal juga banyak melalui media sosial, mereka tidak lagi datang dari rumah ke rumah, tetapi masuk lewat ruang digital,” ucapnya.


Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Siak yang berperan dalam membantu penyebaran informasi dan edukasi kepada masyarakat.


“Kami selalu berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Siak dalam mendistribusikan pesan pencegahan melalui media sosial agar lebih mudah dipahami masyarakat dan menjangkau lebih luas, jadi kita jangan sampai lengah, kita tidak boleh kalah,” jelasnya.


Ia menegaskan bahwa pencegahan tidak dapat dilakukan aparat semata, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Siak, TNI, Polri, stakeholder, penyuluh agama, dan tokoh masyarakat semakin kuat dalam mencegah paham radikal demi menjaga Kabupaten Siak tetap aman dan kondusif.


(Rahma/MC Siak)

Kamis, 07 Mei 2026

Sinergi Tanpa Kompromi, Lapas Bengkalis Gandeng TNI-Polri Gelar Ikrar Bersih Halinar Serta Sosialisasi Bahaya Narkoba






Centerindonesia BENGKALIS – Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis mempertegas komitmen perang terhadap narkoba melalui pelaksanaan Apel Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan yang dirangkaikan dengan sosialisasi kesehatan serta razia blok hunian pada Jumat (08/05). Kegiatan yang dipusatkan di halaman depan Lapas ini dipimpin langsung oleh Kalapas Priyo Tri Laksono dan turut dihadiri oleh AKP Irsanuddin Harahap, S.H., M.H. dari Polres Bengkalis serta Serda Harnoto dari Kodim 0303 Bengkalis guna memperkuat sinergitas antar-aparat penegak hukum (apgamkum). Selain pembacaan ikrar dan penggeledahan blok, agenda ini diisi dengan edukasi kesehatan mengenai dampak buruk narkotika yang disampaikan oleh dr. Yolanda dari tim medis Lapas, sebagai langkah preventif komprehensif untuk memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap kondusif, sehat, dan berintegritas.


Setelah seremonial apel dan pengucapan ikrar bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sosialisasi bahaya narkoba yang diikuti dengan antusias oleh para warga binaan. Dalam paparannya, dr. Yolanda menjelaskan secara mendalam mengenai kerusakan fisik dan mental yang diakibatkan oleh penyalahgunaan zat terlarang, sementara perwakilan Polres Bengkalis memberikan penguatan dari sisi hukum. Edukasi ini bertujuan agar warga binaan memiliki kesadaran penuh untuk menjauhi narkotika, yang kemudian disusul dengan tindakan deteksi dini berupa tes urine massal terhadap 50 warga binaan dan 26 petugas guna menjamin transparansi serta kebersihan internal institusi.


Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan kali ini menggabungkan sisi penegakan aturan dan edukasi kemanusiaan. Beliau menginstruksikan agar seluruh jajaran tidak hanya fokus pada perampasan barang terlarang, tetapi juga konsisten dalam memberikan pembinaan agar warga binaan memiliki bekal mental yang kuat saat kembali ke masyarakat. "Hari ini kita menunjukkan bahwa pemberantasan narkoba dilakukan secara totalitas. Melalui ikrar ini, integritas petugas dipertaruhkan, dan melalui sosialisasi bersama dr. Yolanda serta rekan-rekan Polri, kita menyentuh aspek kesadaran warga binaan. Saya tidak akan memberi toleransi sedikit pun bagi siapa pun yang terlibat halinar. Sinergi dengan TNI dan Polri hari ini adalah bukti nyata bahwa Lapas Bengkalis siap menjadi zona bersih dan aman," tegas Priyo Tri Laksono.


Aksi nyata kemudian berlanjut ke dalam blok hunian, di mana petugas Lapas bersama personel TNI dan Polri menyisir setiap sudut kamar untuk memastikan tidak ada handphone ilegal maupun narkoba yang disembunyikan. Kehadiran aparat penegak hukum dari unsur Polri memberikan dukungan moral dan teknis yang signifikan dalam menjaga kewibawaan pengawasan di dalam Lapas.


Seluruh rangkaian kegiatan mulai dari apel ikrar, sosialisasi kesehatan, hingga razia dan tes urine berjalan dengan aman dan lancar. Sebagai tindak lanjut, Kalapas memerintahkan seluruh pegawai untuk tetap menjaga kedisiplinan tinggi dan menjalankan amanat yang telah diikrarkan demi mewujudkan transformasi pemasyarakatan yang maju dan bersih dari segala bentuk praktik ilegal.


(Ds)

Lapas Pekanbaru Tunjukkan Inovasi Agrobisnis, Sambut Studi Tiru Lapas Bangkinang






Centerindonesia Pekanbaru,  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menerima kunjungan studi tiru dari jajaran Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Kelas IIA Bangkinang, sebagai upaya memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, Rabu (6/5).


Rombongan yang dipimpin oleh Kepala Seksi Giatja Lapas Bangkinang, Jefriandy Gultom, disambut langsung oleh Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, beserta jajaran. Kunjungan ini menjadi sarana strategis dalam berbagi pengalaman, inovasi, serta praktik baik antar lembaga pemasyarakatan.


Dalam kegiatan tersebut, Lapas Pekanbaru memperkenalkan berbagai program unggulan di bidang kegiatan kerja dan pembinaan kemandirian, khususnya pada sektor agrobisnis ayam petelur. Program ini menjadi salah satu bentuk pembinaan produktif yang berorientasi pada peningkatan keterampilan serta kemandirian ekonomi warga binaan.


“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antar lapas. Program pembinaan kemandirian yang kami jalankan diharapkan dapat menjadi referensi dan memberikan manfaat bagi pengembangan program serupa di Lapas Bangkinang,” ujar Yuniarto.


Saat ini, Lapas Pekanbaru telah mengelola sekitar 1.000 ekor ayam petelur produktif. Selain sebagai sarana pelatihan keterampilan, program ini juga menjadi wujud komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.


Sementara itu, Jefriandy Gultom menyampaikan apresiasi atas sambutan serta keterbukaan Lapas Pekanbaru dalam berbagi pengalaman. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan banyak wawasan bagi kami. Kami berharap hasil dari studi tiru ini dapat kami implementasikan guna meningkatkan kualitas pembinaan di Lapas Bangkinang,” ungkapnya.


Kegiatan ditutup dengan peninjauan langsung ke area peternakan ayam petelur yang dikelola oleh warga binaan, serta sesi diskusi interaktif guna memperdalam pemahaman terkait pengelolaan program.


Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antar lembaga pemasyarakatan dalam menghadirkan program pembinaan yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan.

(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done