M C I

Sabtu, 18 April 2026

Saat Tambang Rakyat Jadi Nafas Hidup Warga Pesisir Mentok



Mentok, MCI - Aktivitas tambang rakyat di kawasan pesisir Mentok, khususnya di wilayah Tembelok dan Kranggan, mulai menunjukkan dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Di tengah keterbatasan lapangan pekerjaan, keberadaan tambang ini menjadi salah satu sumber penghidupan bagi warga, terutama kalangan perempuan.

Fenomena yang dikenal di kalangan warga sebagai “reman mak-mak” menjadi potret nyata perputaran ekonomi di tingkat bawah.

Sejumlah ibu rumah tangga hingga lanjut usia tampak setia menunggu kepulangan para penambang untuk memperoleh bagian timah yang kemudian dikumpulkan dalam wadah sederhana. Hasil tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari

Namun demikian, Aktivitas tambang rakyat tersebut diketahui sempat ditertibkan oleh aparat penegak hukum (APH), yang menyebabkan roda perekonomian warga sempat melemah secara drastis.Penertiban tersebut berdampak langsung terhadap penghasilan masyarakat pesisir yang beberapa tahun ini bergantung pada aktivitas tambang.

Tak hanya berdampak pada individu, geliat tambang rakyat juga dirasakan oleh pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Warung makan, kios kelontong, hingga pasar tradisional Mengalami peningkatan jumlah pengunjung. Aktivitas jual beli pun terlihat lebih hidup dibandingkan sebelumnya.

Salah satu pelaku usaha, sebut saja Mawar, mengaku mengalami peningkatan pendapatan sejak aktivitas tambang kembali berjalan. “Sejak ada tambang di Tembelok dan Kranggan, warung saya jadi lebih ramai. Pembeli datang dari berbagai daerah,” ujarnya.

Selain sektor perdagangan, usaha penyewaan rumah atau kontrakan juga mengalami lonjakan permintaan. Banyaknya pendatang yang bekerja di sektor tambang mendorong kebutuhan tempat tinggal sementara di wilayah tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, para penambang menunjukkan solidaritas sosial dengan membagikan sebagian hasil timah kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Praktik ini dinilai menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial di tengah aktivitas ekonomi yang berkembang.

Meski memberikan dampak ekonomi positif, sejumlah pihak menilai perlu adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk memastikan aktivitas tambang rakyat berjalan sesuai regulasi, serta tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan. Pengelolaan yang tepat diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan di kawasan pesisir Mentok.

Red

Di Tengah Arus Modernisasi, Bupati Siak Ingatkan Ancaman Lenyapnya Identitas Melayu




Center indonesia Pekanbaru — Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengingatkan pentingnya menjaga marwah, sejarah, dan tradisi masyarakat Melayu di tengah derasnya arus modernisasi, yang dinilainya mulai menggerus identitas budaya dan nilai-nilai adat.

Pernyataan itu disampaikan Afni saat menghadiri Pergelaran Drama Musikal dan Peluncuran Lagu Marhum Pekan bersama keluarga besar zuriat Marhum Pekan serta keluarga raja-raja Siak di Balairung Marhum Pekan, Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru, Sabtu (18/4/2026).

Dalam sambutannya, Afni menegaskan bahwa sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura merupakan fondasi penting yang tidak bisa dipisahkan dari identitas masyarakat Melayu saat ini. Ia mengingatkan bahwa pengabdian leluhur kepada sultan adalah nilai yang harus terus dijaga lintas generasi.

“Sejarah itu tidak boleh dilupakan. Ini bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi menjadi pijakan moral kita hari ini. Marwah negeri harus tetap kita jaga,” ujarnya.

Ia juga menyinggung posisi historis Kesultanan Siak yang telah menyatakan diri sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, menurutnya, komitmen tersebut harus diiringi dengan keadilan terhadap masyarakat adat sebagai bagian dari warisan sejarah itu sendiri.

Di sisi lain, Afni menyoroti ancaman nyata terhadap keberlangsungan adat Melayu, yang tidak hanya terkait wilayah, tetapi juga praktik budaya yang mulai ditinggalkan.

“Kalau tradisi hilang, maka salah satu syarat pengakuan itu juga hilang. Dulu setiap aspek kehidupan orang Melayu penuh dengan adat dari membangun rumah, menikah, hingga masuk kampung. Hari ini itu mulai pudar,” katanya.

Menurut Afni, pelestarian adat tidak bisa hanya bersifat simbolik, melainkan harus dihidupkan kembali dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Siak terus mendorong pelestarian budaya melalui berbagai langkah, termasuk pemberian beasiswa bagi generasi muda dari komunitas adat serta revitalisasi kawasan Istana Siak sebagai pusat sejarah dan kebudayaan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, lembaga adat, tokoh masyarakat, hingga generasi muda untuk bersatu menjaga warisan budaya Melayu tanpa memelintir sejarah.

“Cerita yang kita wariskan harus lurus dan benar. Jangan sampai sejarah dibelokkan, karena generasi berikutnya akan kehilangan arah,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Afni mengajak seluruh hadirin untuk terus merawat semangat kebersamaan dan mendoakan para sultan sebagai bagian dari penghormatan terhadap sejarah.

“Kita ingin menjadi manusia yang bermanfaat, seperti para sultan baik saat hidup maupun setelah tiada. Itu warisan nilai yang harus kita jaga bersama,” tutupnya.

(Desi)

GRANAT Apresiasi Kinerja Polda Riau, Ketua Umum: Prestasi Spektakuler Selamatkan Generasi Bangsa






Center indonesia Pekanbaru – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) memberikan apresiasi tinggi kepada Polda Riau atas keberhasilan dalam mengungkap peredaran gelap narkotika sepanjang Januari hingga April 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP GRANAT, Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H., dalam surat resmi tertanggal 17 April 2026. Ia menilai kinerja Polda Riau bersama seluruh jajaran menunjukkan capaian luar biasa dalam upaya pemberantasan narkotika di wilayah hukumnya.

“Keberhasilan ini merupakan prestasi yang sangat spektakuler dan membanggakan. Ini menunjukkan kesungguhan, profesionalitas, serta komitmen kuat jajaran Polda Riau dalam memerangi peredaran narkotika,” tegasnya.

Sepanjang periode Januari hingga April 2026, Polda Riau berhasil mengungkap 1.026 kasus dengan 742 tersangka. Dari pengungkapan tersebut, aparat turut menyita barang bukti dalam jumlah besar, antara lain sabu seberat 77,22 kilogram, heroin 23,27 kilogram, ekstasi sebanyak 46.795 butir, ganja 28,69 kilogram, serta psikotropika jenis Happy Five sebanyak 10.111 butir. Selain itu, diamankan pula narkotika jenis atomidate sebanyak 592 botol dan happy water sebanyak 440 pcs.

Menurut Henry, capaian tersebut juga menjadi indikator bahwa wilayah Riau, khususnya jalur pesisir, masih menjadi salah satu pintu masuk jaringan narkotika internasional, terutama di wilayah Rokan Hilir.

Ia menegaskan bahwa narkotika merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, diperlukan langkah tegas terhadap pelaku, termasuk oknum aparat yang terlibat, serta penguatan sinergi lintas sektor.

“Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi serta dukungan terhadap upaya rehabilitasi,” ujarnya.

GRANAT juga menilai pendekatan yang dilakukan Polda Riau tidak hanya bersifat represif, tetapi juga strategis dalam memutus mata rantai peredaran narkotika dari hulu hingga hilir.

Atas dedikasi dan kerja keras tersebut, Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H. menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran Polda Riau yang dinilai telah berkontribusi nyata dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba.

*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*

Silakan laporkan jika ada aduan mengenai aktivitas terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tempat tinggal Anda melalui WA ke no 08136306547.

Apabila masyarakat memerlukan pelayanan bantuan polisi lebih cepat silahkan laporkan ke Call Center 110.

(Desi)

Tingkatkan Keamanan Swakarsa, Polsek Siak Resmikan Pos Satkamling Performa Prima di Kampung Sawit Permai





Center indonesia SIAK, RIAU – Dalam upaya memperkuat sistem pengamanan lingkungan secara mandiri, Kepolisian Resor (Polres) Siak melalui Polsek Siak secara resmi membentuk Pos Satkamling dengan kriteria "Performa Prima" di Kampung Sawit Permai, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Peresmian ini dilaksanakan pada Rabu (15/04/2026) di lingkungan RT.07 RW.04.

Kegiatan revitalisasi ini didasarkan pada Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa, serta instruksi Kapolri terkait optimalisasi pengamanan lingkungan pemukiman.

Hadir memimpin kegiatan, Kanit Binmas Polsek Siak, AKP Arifullah, SE, didampingi oleh Bhabinkamtibmas Kampung Sawit Permai, AIPTU Aliyudin, SH. Dari pihak warga, hadir Kepala Dusun Bapak Jefri beserta tokoh masyarakat setempat seperti Bapak Yasin, Roma, Rifai, dan Anto Bombom.

Berbeda dengan pos kamling biasa, status "Performa Prima" diberikan karena pos di Kampung Sawit Permai ini telah memenuhi lima aspek krusial, yaitu:
Aspek SDM: Kesiapan personel penjagaan.
Aspek Sarana Prasarana (Sarpras): Kelengkapan fisik yang memadai.
Aspek Operasional: Kedisplinan waktu dan prosedur jaga.
Aspek Dukungan Masyarakat: Partisipasi aktif warga sekitar.
Aspek Pembinaan (Binsatkamling): Koordinasi berkelanjutan dengan kepolisian.

Dalam tinjauan lapangan, tim kepolisian memeriksa ketersediaan perlengkapan standar yang telah terpenuhi dengan baik, mulai dari plang nama resmi, alat pemadam api ringan (APAR), kotak P3K, buku mutasi, hingga daftar nomor penting dan alarm berupa lonceng.

AKP Arifullah menjelaskan bahwa interaksi dengan warga sangat penting untuk memberikan pemahaman bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. 

"Kami memeriksa detail mulai dari administrasi seperti buku mutasi hingga kesiapan alat pemadam. Tujuannya agar warga benar-benar siap menghadapi situasi darurat apa pun," ujarnya.

Penghulu Kampung Sawit Permai menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada jajaran Polsek Siak, khususnya kepada AIPTU Aliyudin selaku Bhabinkamtibmas yang secara konsisten melakukan pendampingan hingga Pos Satkamling ini mencapai standar Performa Prima.

"Kami sangat terbantu dengan bimbingan dari pihak kepolisian. Dengan adanya pos yang lengkap dan terorganisir ini, warga merasa lebih tenang dan aman," ungkap salah satu warga di lokasi.

Seluruh rangkaian kegiatan yang dimulai sejak pagi hari tersebut berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif. Revitalisasi ini diharapkan menjadi percontohan bagi RT dan RW lainnya di wilayah Kabupaten Siak untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari gangguan kamtibmas.

(Desi)

Jumat, 17 April 2026

Hari ke-3, Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Sungai Kuning Masuki Tahap Awal





Center indonesia KUANTANSINGINGI,– Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang menjadi sarana penyeberangan masyarakat di Desa Sungai Kuning, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi terus berjalan. Memasuki hari ke-3 pelaksanaan, kegiatan pembangunan telah memasuki tahap awal, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB tersebut melibatkan personel Polsek, anggota Brimob, serta dukungan masyarakat setempat dan tukang tempatan sebagai teknisi di lapangan.

Adapun masyarakat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini di antaranya Sidiq, Soleh, dan Tono, yang bersama aparat kepolisian bergotong royong dalam pelaksanaan pembangunan.

Berdasarkan laporan di lapangan, progres pembangunan saat ini masih berada pada tahap awal, yang meliputi kegiatan pembersihan lahan pada lokasi rencana pembangunan jembatan serta mobilisasi material dan peralatan pendukung.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini merupakan implementasi komitmen Polri dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam membantu meningkatkan aksesibilitas masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan sarana penyeberangan yang aman dan memadai,” ujar Kapolres.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung kelancaran pembangunan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat yang turut serta dalam kegiatan ini. Sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam merealisasikan pembangunan yang memberikan manfaat luas,” tambahnya.

Kapolres berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini dapat berjalan lancar dan selesai sesuai dengan target yang telah ditetapkan, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan dapat memperlancar konektivitas antarwilayah serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di Kecamatan Singingi dan sekitarnya.

Melindungi Tuah, Menjaga Marwah

(Desi)

Tim Elang Kuantan Gagalkan Upaya Kabur Pengedar Sabu, 8 Paket Narkotika Diamankan




Center indonesia KUANTANSINGINGI,– Tim Elang Kuantan Satuan Reserse Narkoba Polres Kuantan Singingi kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu. Seorang pria yang diduga sebagai pengedar diamankan di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singingi Hilir, Jumat malam (17/4/2026).

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Resnarkoba AKP Hasan Basri, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait maraknya transaksi narkotika di wilayah tersebut.

“Menindaklanjuti informasi itu, Tim Elang Kuantan melakukan penyelidikan hingga akhirnya melakukan penggerebekan di sebuah pondok yang diduga kerap dijadikan lokasi transaksi narkotika,” ujar AKP Hasan Basri.

Dalam penggerebekan yang dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB, Tim Elang Kuantan berhasil mengamankan tersangka berinisial A alias G (29). Saat hendak ditangkap, tersangka sempat mencoba melarikan diri, namun berhasil diamankan oleh Tim Elang Kuantan.

Dari hasil penggeledahan yang disaksikan perangkat desa setempat, Tim Elang Kuantan menemukan sejumlah barang bukti berupa 8 paket diduga sabu dengan berat kotor 4,92 gram, satu pipet kaca pyrex berisikan sabu, alat hisap bong, plastik klip kosong, korek api, gunting, satu unit handphone, serta uang tunai sebesar Rp450.000.

“Barang bukti ditemukan di lantai dua pondok, disimpan dalam botol permen serta terdapat alat hisap yang sudah terpasang,” jelasnya.

Berdasarkan hasil interogasi, tersangka mengaku memperoleh sabu tersebut dari seorang pria berinisial CI (dalam lidik) dengan harga Rp3.800.000 menggunakan sistem kerja tertentu.

Selain itu, hasil tes urine menunjukkan tersangka positif mengandung amphetamine.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun serta denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Selain itu, tersangka juga dapat dikenakan Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah disesuaikan, dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 (lima belas) tahun.

AKP Hasan Basri menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

“Kami berkomitmen untuk memberantas peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya. Peran serta masyarakat sangat kami harapkan dalam memberikan informasi,” tegasnya.

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Kuantan Singingi guna proses hukum lebih lanjut.

Melindungi Tuah, Menjaga Marwah

(Desi)

Sambut Sensus Ekonomi 2026, Bupati Afni Dorong Pembangunan berbasis Data




Center indonesia Siak – Pemerintah Kabupaten Siak terus mematangkan arah pembangunan sosial ekonomi kedepan dengan menitikberatkan pada penguatan sektor ekonomi dan perluasan lapangan kerja upaya menekan angka pengangguran.

Hal tersebut disampaikan Bupati Siak, Afni, dalam Rapat Koordinasi arah pembangunan sosial ekonomi daerah dan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Zamrud Room, Komplek Rumah Rakyat, Jumat (17/4/2026).

Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah indikator strategis Kabupaten Siak tahun 2025, mulai dari indikator ekonomi, perkembangan inflasi, indikator sosial masyarakat, hasil survei MBG, kegiatan program nasional tahun 2026, hingga kondisi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dan data kependudukan Kabupaten Siak.

Bupati menegaskan bahwa data dari BPS tidak boleh hanya dipandang sebagai angka, tetapi harus menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan dan tindakan nyata Pemerintah Daerah.

“Data bukan sekadar angka, tapi action. Gunakan data ini untuk kepentingan masyarakat. Sampaikan juga ke provinsi bahwa kita ini punya peran dalam perekonomian daerah," kata Bupati.

Selain itu, data ini juga dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan, evaluasi kinerja. Seperti angka kemiskinan, pengangguran, serta menetapkan sasaran program sosial dan ekonomi secara tepat.

"Data harus valid, karena  jika data ini sampai ke pusat dan Pak Presiden tidak mendapat informasi yang valid maka efeknya ke mana-mana dalam pengambilan kebijakan,” terang Bupati Afni.

Ia juga minta para Kepala Dinas agar lebih aktif memperjuangkan kebutuhan daerah ke pemerintah provinsi dengan berbasis data, termasuk untuk pembangunan infrastruktur seperti perbaikan jalan dan program prioritas lainnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa perekonomian Kabupaten Siak sangat bergantung pada sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian yang harus terus dijaga dan diperkuat agar pertumbuhan ekonomi tetap stabil.

"Kata kunci dari Kepala BPS ialah bilamana sektor tersebut terganggu maka akan terjadi potensi PHK,  jadi mari kita jaga," tegasnya. 

Selain fokus pada sektor ekonomi, Bupati juga menyoroti masih tingginya angka pengangguran yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kondisi ini mendorong perlunya langkah konkret untuk memperluas kesempatan kerja, khususnya bagi generasi muda.

Bupati kemudian menginstruksikan Dinas Pertanian dan Dinas Ketenagakerjaan untuk menyiapkan program pemberdayaan bagi pemuda yang belum bekerja agar dapat diarahkan menjadi pelaku usaha di sektor pertanian.

“Untuk Dinas Pertanian, coba siapkan lahan yang kita punya, 2 hektare saja untuk anak muda yang pengangguran. Kita coba arahkan mereka agar bisa berusaha, terutama di bidang pertanian, kita tekan pengangguran,” kata dia.

Ia juga menambahkan bahwa setiap kecamatan diminta berperan aktif dalam melahirkan wirausaha muda baru sebagai bagian dari strategi perluasan lapangan kerja.

Bupati Afni turut mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Siak untuk mendukung pelaksanaan sensus tahun 2026. Mari kita membuka pintu dan menyambut petugas sensus yang datang ke rumah masing-masing,” tutupnya.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak berharap arah pembangunan tahun 2026 dapat lebih terarah, berbasis data, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(Rahma/MC Kabupaten Siak)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done