M C I

Sabtu, 06 Juni 2026

Wujud Nyata Momentum Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Polres Siak Bersama Pemerintah Kampung Penyengat Tanam 7.000 Bibit Mangrove: "Melindungi Tuah, Menjaga Marwah"

 




Centerindonesia SIAK – Dalam upaya konkret mendukung program "Green Policing" yang digagas Kapolda Riau serta mewujudkan "Siak Kabupaten Hijau", Polres Siak melalui Polsek Sungai Apit berkolaborasi dengan Pemerintah Kampung Penyengat melaksanakan gerakan penanaman 7.000 bibit mangrove. Aksi lingkungan ini dipusatkan di Pelabuhan Pasir, Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, pada Kamis (4/6/2026).


Penanaman mangrove ini juga menjadi bentuk nyata dukungan penuh Polres Siak dalam rangka menyambut peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Langkah ini ditegaskan sebagai wujud komitmen institusi Polri, khususnya Polres Siak, untuk berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian ekosistem, sejalan dengan semangat global untuk memulihkan lingkungan demi masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.


Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H., Wakil Bupati Siak Syamsurizal, S.Ag., M.Si., serta unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat setempat.


Dalam sambutannya, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar memberikan penekanan mendalam mengenai filosofi pelestarian lingkungan bagi masyarakat Kabupaten Siak. Ia menegaskan bahwa aksi penanaman ini merupakan perwujudan nyata dari semangat "Melindungi Tuah, Menjaga Marwah".


"Tuah adalah segala kekayaan dan anugerah yang diberikan Allah SWT kepada daerah kita. Bagi masyarakat Kampung Penyengat dan Kecamatan Sungai Apit, salah satu tuah yang sangat berharga adalah kawasan pesisir dan hutan mangrove yang menjadi benteng alami dalam menjaga keseimbangan lingkungan," ujar Kapolres Siak.


Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa mangrove bukanlah sekadar tanaman pesisir, melainkan aset vital yang memiliki fungsi multifungsi. Mangrove berperan sebagai pelindung pantai dari abrasi, penyangga ekosistem laut, serta habitat berbagai biota yang mendukung kehidupan masyarakat.


"Oleh karena itu, keberadaan mangrove merupakan aset yang harus kita jaga bersama demi keberlangsungan hidup generasi yang akan datang," tegasnya.


Kapolres juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, mulai dari Pemerintah Kecamatan Sungai Apit hingga masyarakat Kampung Penyengat, yang telah bahu-membahu dalam menginisiasi kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap potensi kerawanan lingkungan di wilayah tersebut.


Senada dengan Kapolres, Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menyampaikan bahwa langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan Kabupaten Siak yang berkelanjutan. Ia berharap aksi ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan hidup secara rutin.


Pemerintah Kampung Penyengat sendiri berkomitmen untuk terus menjalankan program ini secara berkelanjutan. Sebelumnya, tercatat sejak tahun 2025 hingga 2026, telah tertanam kurang lebih 30.000 batang mangrove di wilayah tersebut, yang didukung penuh oleh swadaya masyarakat dan kelompok pembibitan lokal.


Acara yang berlangsung khidmat sejak pukul 10.00 WIB ini diakhiri dengan penanaman bibit secara simbolis oleh seluruh tamu undangan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif hingga berakhir pada pukul 12.00 WIB, meninggalkan harapan baru bagi kelestarian pesisir Sungai Apit yang lebih hijau dan produktif.

(Ds)

Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis





Centerindonesia Pekanbaru-Sebanyak 310 warga dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau mengikuti bakti sosial operasi katarak gratis yang diselenggarakan Polda Riau bekerja sama dengan Rumah Sakit Awal Bros, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Riau-Kepri, dan Sekar Ayu Jiwanta Foundation.


Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Sakit Awal Bros Panam, Pekanbaru, tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi kemanusiaan lintas sektor dalam menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus mengembalikan harapan bagi para penderita katarak yang selama ini mengalami keterbatasan penglihatan.


Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk nyata solidaritas kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.


Menurutnya, hidup yang bermakna adalah hidup yang mampu memberikan manfaat bagi sesama manusia.


“Hari ini kita menguatkan satu nilai yang sangat penting, yaitu human solidarity. Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat kepada sesama manusia. Karena itu, kegiatan ini bukan hanya soal operasi medis, tetapi bagaimana menghadirkan kembali harapan bagi saudara-saudara kita,” kata Irjen Herry dalam sambutannya, Jumat (5/6/2026).


Dalam sambutannya, Kapolda turut membagikan pengalaman pribadinya saat mendampingi sang ayah yang mengalami gangguan penglihatan ketika menjalankan ibadah di Tanah Suci.


Pengalaman tersebut, menurut Herry, membuat dirinya memahami betapa berharganya kemampuan melihat dan betapa besar arti sebuah penglihatan bagi kualitas hidup seseorang.


“Saya merasakan sendiri bagaimana seseorang harus menjalani aktivitas dengan keterbatasan karena tidak dapat melihat dengan baik. Karena itu, ketika hari ini ada 310 masyarakat yang mendapatkan kesempatan untuk kembali melihat dunia dengan lebih jelas, maka sesungguhnya kita sedang menghadirkan harapan dan kebahagiaan bagi mereka dan keluarganya,” ujarnya.


Herry menegaskan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi masyarakat.


“Ketika seseorang kembali bisa melihat, ia bisa melihat anak dan cucunya, bisa berjalan lebih mandiri, bisa beraktivitas kembali, dan bisa menikmati kehidupan dengan lebih baik. Inilah makna sesungguhnya dari pengabdian kepada sesama,” ungkapnya.


Ketua Pembina Sekar Ayu Jiwanta Foundation, Emi Wiranto, mengatakan kegiatan operasi katarak gratis tersebut merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang mengalami keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata.


Menurut Emi, penglihatan merupakan salah satu anugerah paling berharga dalam kehidupan. Karena itu, membantu masyarakat mendapatkan kembali kemampuan melihat merupakan bentuk pengabdian kemanusiaan yang memiliki dampak besar bagi kualitas hidup seseorang.


“Kami percaya bahwa kebaikan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui kolaborasi bersama Polda Riau, Rumah Sakit Awal Bros, dan Perdami, kami ingin membantu masyarakat yang selama ini hidup dengan keterbatasan penglihatan agar dapat kembali melihat dan menjalani hidup dengan lebih baik,” kata Emi.


Ia mengatakan tingginya jumlah peserta yang mengikuti program tersebut menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan layanan kesehatan mata.


Karena itu, Sekar Ayu Jiwanta Foundation berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak guna menghadirkan program-program sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.


“Bagi kami, keberhasilan kegiatan ini bukan sekadar jumlah operasi yang dilakukan. Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika para peserta dapat kembali melihat wajah keluarga mereka, kembali beraktivitas, dan kembali memiliki harapan untuk menjalani hidup yang lebih baik,” ujarnya.


Emi juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Riau yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan kemanusiaan tersebut, serta kepada Rumah Sakit Awal Bros dan para dokter spesialis mata yang telah berkontribusi menyukseskan operasi katarak gratis bagi ratusan masyarakat Riau.


Sementara itu, CEO Rumah Sakit Awal Bros Arfan Awaloeddin mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperluas akses pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat yang membutuhkan.


Menurut Arfan, masih banyak masyarakat yang hidup dengan gangguan penglihatan akibat katarak bukan karena penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan, melainkan karena keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.


“Katarak bukan penyakit tanpa solusi. Yang sering menjadi tantangan adalah bagaimana masyarakat dapat menjangkau layanan kesehatan yang mereka butuhkan. Karena itu, hari ini kami bersama Polda Riau, Perdami, dan Sekar Ayu Jiwanta Foundation berupaya menghadirkan pelayanan tersebut secara langsung kepada masyarakat,” katanya.


Arfan juga mengapresiasi gagasan Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau. Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan manfaat yang nyata bagi kehidupan manusia.


“Awalnya saya mengira Green Policing hanya berbicara soal penghijauan. Namun semakin saya memahami, ternyata filosofi yang dibangun jauh lebih besar, yaitu bagaimana menjaga kehidupan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Semangat itulah yang kami rasakan dalam kegiatan ini,” ujarnya.


Seluruh peserta operasi mendapatkan pelayanan menggunakan teknologi phacoemulsification modern yang menjadi standar layanan operasi katarak di Rumah Sakit Awal Bros.


Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, jajaran Perdami Riau-Kepri, pimpinan Rumah Sakit Awal Bros Group, para dokter spesialis mata, pejabat utama Polda Riau, relawan sosial, serta ratusan peserta operasi katarak gratis. []


*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*


(Ds)

Berturut turut, Satgas Anti Narkoba Polres Siak Ringkus Dua Bandar Narkoba di Kecamatan Kandis





Centerindonesia SIAK – Tim Satgas Anti Narkoba Polres Siak kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. Dalam operasi intensif selama dua hari berturut-turut, tepatnya pada tanggal 3 dan 4 Juni 2026, petugas berhasil meringkus dua orang pria yang diduga berperan sebagai bandar narkoba jenis sabu-sabu di wilayah Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.


Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, SH, SIK, MH melalui Kasat Narkoba AKP Benny Apriyandi Siregar, SH, MH menerangkan bahwa Pengungkapan pertama dilakukan pada Rabu, 3 Juni 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Berawal dari informasi masyarakat mengenai maraknya transaksi narkoba di Kecamatan Kandis, tim opsnal melakukan penyelidikan mendalam. Melalui metode undercover buy (penyamaran), tim berhasil mengamankan seorang pria berinisial LAK (42) yang merupakan mantan Sat Pol PP di Jalan Lintas Pekanbaru-Duri KM 73, Kelurahan Simpang Belutu.


"Dari tangan tersangka yang juga merupakan residivis ini,Kami menyita barang bukti berupa 5 paket narkotika jenis sabu dengan berat kotor 7,57 gram. Barang bukti tersebut ditemukan di lokasi yang berbeda-beda, mulai dari saku celana, tumpukan beras, hingga disimpan di dalam kotak kacamata. Saat diinterogasi, tersangka mengakui barang haram tersebut miliknya yang diperoleh dari seseorang berinisial AK (DPO). Selain sabu, tim turut menyita timbangan digital, dua unit ponsel, dan uang tunai hasil transaksi" ,Ungkap AKP Benny


Selang sehari kemudian, Kamis, 4 Juni 2026, sekitar pukul 01.00 WIB, tim kembali bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di sebuah rumah di Jalan Pondok 3 Ujung Tanjung, Kampung Jambai Makmur.


Dalam penggerebekan tersebut, petugas kembali berhasil mengamankan tersangka kedua bernama AN (32). Hasil penggeledahan di dalam kamar tersangka menghasilkan barang bukti berupa 26 paket sabu dengan berat kotor 5,00 gram, dua unit timbangan digital, serta berbagai perlengkapan transaksi lainnya. Tersangka mengakui bahwa sabu tersebut didapat dari seseorang bernama W (DPO).


"Kedua tersangka saat ini telah mendekam di sel tahanan Polres Siak guna proses penyidikan lebih lanjut. Berdasarkan hasil tes urine, keduanya dinyatakan positif (+) mengandung Amphetamine dan Metamfetamina.", terang AKP Benny


Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 1 tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.


Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengejaran terhadap pemasok utama (DPO) yang disebutkan oleh kedua tersangka saat ini tengah dilakukan secara intensif.

(Ds)

Personel Sat PJR Berjibaku Evakuasi Korban Kecelakaan Maut di Tol Permai, Tim TAA Diturunkan





Centerindonesia Siak – Kesigapan personel Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Riau bersama petugas lalu lintas di lapangan menjadi faktor penting dalam upaya penyelamatan korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) KM 46+200 Jalur A, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.


Kecelakaan lalu lintas berat tersebut melibatkan satu unit mobil Toyota Hiace BH 7013 RU yang membawa rombongan penumpang asal Provinsi Jambi dengan satu unit dump truck Hino BM 9064 VU yang sedang melaju di jalur yang sama.


Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara sementara, kendaraan Toyota Hiace yang dikemudikan RM (30) melaju dari arah Pekanbaru menuju Dumai melalui lajur kiri. Setibanya di lokasi kejadian, diduga pengemudi mengalami micro sleep sehingga kendaraan yang dikemudikannya menabrak bagian belakang dump truck yang berada di depannya.


Benturan keras menyebabkan bagian depan kendaraan Hiace mengalami kerusakan berat dan mengakibatkan sejumlah penumpang terjepit di dalam kendaraan.


Mendapatkan informasi kejadian, personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau bersama petugas lalu lintas segera menuju lokasi. Setibanya di TKP, petugas langsung melakukan tindakan penyelamatan dengan mengevakuasi para korban dari dalam kendaraan yang ringsek, memberikan pertolongan pertama, serta mengatur arus lalu lintas guna menghindari terjadinya kecelakaan susulan.


Dalam situasi yang penuh keterbatasan waktu, personel di lapangan memprioritaskan penyelamatan jiwa para korban. Korban yang masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan segera dievakuasi dan dibawa ke Klinik Kasih Ibu Kandis untuk mendapatkan pertolongan medis secepat mungkin.


Akibat kecelakaan tersebut, sebanyak 4 orang meninggal dunia di TKP, dengan inisial RM (30) selaku pengemudi kendaraan, TB (60), NR (55), UR (80). Dalam perkembangannya bertambah 1 orang meninggal dunia dalam perawatan di Klinik Kasih Ibu Kandis dengan inisial RS (57).


Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis masing-masing berinisial RP (69), SS (17), SPP (17), DF (34), dan MP (24). Beberapa korban selanjutnya dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan lanjutan.


Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol. Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa sejak awal kejadian, fokus utama petugas di lapangan adalah menyelamatkan korban yang masih hidup dan memberikan akses penanganan medis secepat mungkin.


"Korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian sebanyak empat orang. Sementara satu korban lainnya ditemukan dalam kondisi luka berat dan kami pastikan segera mendapatkan perawatan medis yang terbaik dengan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun setelah mendapatkan penanganan medis, korban tersebut akhirnya meninggal dunia. Sehingga jumlah korban meninggal dunia menjadi lima orang dan lima korban lainnya telah mendapatkan perawatan medis," jelas Kombes Pol. Jeki Rahmat Mustika.


Menurutnya, tindakan cepat personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau bersama petugas lalu lintas di lapangan merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat yang mengalami musibah di jalan raya. Proses evakuasi dilakukan sesegera mungkin dengan mengedepankan penyelamatan jiwa korban sebelum proses penyelidikan dilaksanakan.


Atas musibah tersebut, Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol. Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H., menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban yang ditinggalkan.


"Atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh keluarga besar Direktorat Lalu Lintas Polda Riau, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Tol Pekanbaru–Dumai. Semoga almarhum dan almarhumah yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini," ujar Dirlantas.


Beliau juga mendoakan agar para korban yang saat ini masih menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.


"Kami juga mendoakan korban yang mengalami luka-luka agar segera pulih dan diberikan kesehatan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami, dan kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima sebelum berkendara," tambahnya.


Saat ini proses penanganan dan penyelidikan kecelakaan masih terus berlangsung. Untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, Ditlantas Polda Riau menerjunkan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Subdit Gakkum Ditlantas Polda Riau yang dipimpin langsung oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Riau AKBP Galih Apria, didampingi Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara, bersama personel Satlantas Polres Siak, Tim PT Jasa Raharja Wilayah Riau, serta Tim PT Hutama Karya (HK) selaku pengelola Jalan Tol Pekanbaru–Dumai.


Tim gabungan tersebut melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh dengan mengumpulkan barang bukti, melakukan pengukuran di lokasi kejadian, mendokumentasikan posisi kendaraan, menganalisis jejak pengereman, kondisi jalan, kondisi kendaraan, serta faktor-faktor lain yang berkaitan dengan kecelakaan guna mendapatkan gambaran kronologi secara ilmiah dan akurat.


Dirlantas Polda Riau menegaskan bahwa penerjunan Tim TAA merupakan bentuk keseriusan Ditlantas Polda Riau dalam mengungkap penyebab kecelakaan secara profesional, objektif, dan berbasis scientific investigation.


"Untuk memastikan penyebab kecelakaan secara akurat, kami telah menerjunkan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) guna melakukan olah TKP secara mendalam. Hasil analisis nantinya akan menjadi dasar dalam penanganan perkara ini serta sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas di wilayah Provinsi Riau," tegas Kombes Pol. Jeki Rahmat Mustika.


Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan diduga terjadi akibat pengemudi Toyota Hiace mengalami micro sleep saat mengemudikan kendaraan di jalur tol. Namun demikian, kepastian penyebab kecelakaan masih menunggu hasil analisis dan investigasi lebih lanjut dari Tim TAA Ditlantas Polda Riau.


Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan bahwa risiko micro sleep dapat terjadi kapan saja, terutama saat melakukan perjalanan jarak jauh pada malam hingga dini hari. Oleh karena itu, Ditlantas Polda Riau mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri berkendara ketika merasa lelah atau mengantuk dan memanfaatkan rest area untuk beristirahat demi keselamatan bersama.


Dengan semangat pelayanan kemanusiaan, personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau, petugas lalu lintas, tim medis, Satlantas Polres Siak, Tim Jasa Raharja, Tim PT Hutama Karya, serta seluruh unsur terkait terus berupaya memberikan penanganan terbaik kepada para korban sekaligus memastikan proses penyelidikan berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel. 

(Ds)

Bergerak Cepat Turun ke Lapangan, Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Blue Light dan Pengaturan Lalu Lintas Saat Pemadaman Listrik





Centerindonesia Pekanbaru — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau bergerak cepat turun langsung ke lapangan dengan meningkatkan kegiatan patroli malam Blue Light Patrol serta pengaturan arus lalu lintas menyusul terjadinya gangguan kelistrikan yang berdampak di sejumlah wilayah Pulau Sumatera, Jumat malam (22/5/2026).


Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Jeki Rahmat Mustika, memerintahkan seluruh personel Ditlantas Polda Riau bersama Satlantas Polresta dan Polres jajaran untuk melaksanakan patroli intensif dan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta potensi gangguan Kamseltibcarlantas di wilayah Provinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru.


Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif di tengah pemadaman listrik yang terjadi secara serentak di sebagian wilayah Sumatera. Personel lalu lintas disiagakan di persimpangan jalan, pusat keramaian, kawasan permukiman, objek vital, hingga ruas jalan yang minim penerangan guna mengantisipasi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, maupun tindak kriminalitas.


Berdasarkan informasi sementara, pada pukul 18.44 WIB terjadi gangguan sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan Sumatera Bagian Tengah yang menyebabkan sistem mengalami black out. Gangguan diketahui terjadi pada jaringan transmisi Rumai–Muaro Bungo 275 kV.


Akibat gangguan tersebut, sejumlah wilayah terdampak pemadaman listrik, di antaranya Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau yang masuk dalam sistem kelistrikan Sumbagut.


Dalam keterangannya, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi situasi pemadaman listrik tersebut. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas pada malam hari.


“Melalui patroli Blue Light dan pengaturan lalu lintas ini, kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami juga mengedukasi para pengendara agar lebih berhati-hati saat melintas di ruas jalan yang minim penerangan akibat pemadaman listrik. Kurangi kecepatan, pastikan lampu kendaraan berfungsi dengan baik, patuhi arahan petugas di lapangan, dan utamakan keselamatan dalam berkendara. Mari bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas tetap kondusif di Provinsi Riau,” ujar Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika.


“Meski saat ini, tepat pukul 21.00 WIB, aliran listrik di Kota Pekanbaru telah kembali menyala, namun patroli Blue Light tetap kami tingkatkan guna memastikan situasi Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas tetap aman dan kondusif,” tutupnya.


Patroli Blue Light dan pengaturan lalu lintas akan terus ditingkatkan hingga kondisi kelistrikan kembali normal guna memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas tetap terjaga di seluruh wilayah Provinsi Riau.

(Ds)

Humas sebagai Instrumen Governance, Lapas Pekanbaru Ikuti Penguatan Strategi Komunikasi Pemasyarakatan





Centerindonesia Pekanbaru, – Tim Humas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mengikuti kegiatan Penguatan Strategi Komunikasi Pemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Tim Strategi Khusus Direktur Jenderal Pemasyarakatan pada Jumat (5/6). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau, Muhammad Lukman, serta Plh. Kepala Lapas Pekanbaru, Yusup Gunawan.


Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan diikuti oleh Pejabat Struktural yang membidangi kehumasan serta Tim Humas pada Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.


Kegiatan dibuka oleh Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti, yang juga bertindak sebagai moderator dan MC. Dalam arahannya, Rika menekankan pentingnya peran kehumasan sebagai garda terdepan dalam membangun kepercayaan publik terhadap Pemasyarakatan.


Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan kehumasan dalam membangun citra positif serta memperkuat reputasi Pemasyarakatan di tengah masyarakat.


Melalui sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan penguatan terkait strategi komunikasi publik, pengelolaan informasi yang efektif, serta teknik penyusunan publikasi yang berdampak. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun narasi positif yang mampu menggambarkan capaian dan kinerja jajaran Pemasyarakatan secara objektif dan profesional.


Dalam kesempatan itu, Tim Strategi Khusus Direktur Jenderal Pemasyarakatan menegaskan bahwa peran kehumasan saat ini tidak lagi terbatas pada penyampaian informasi semata. Humas dituntut menjadi garda terdepan dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi. Oleh karena itu, setiap insan humas harus mampu menghadirkan konten yang informatif, akurat, cepat, serta bernilai positif bagi masyarakat.


Keikutsertaan Tim Humas Lapas Pekanbaru dalam kegiatan ini memberikan peningkatan pemahaman dan kapasitas dalam pengelolaan komunikasi publik yang strategis. Penguatan tersebut diharapkan mampu mendukung optimalisasi publikasi program, capaian kinerja, serta berbagai inovasi Pemasyarakatan agar semakin dikenal dan dipercaya masyarakat.


Plh. Kepala Lapas Pekanbaru, Yusup Gunawan, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas publikasi dan diseminasi informasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun citra Pemasyarakatan yang profesional, transparan, dan akuntabel.


“Kehumasan memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik terhadap organisasi. Selain itu, humas juga merupakan bagian dari instrumen governance yang mendukung tata kelola pemerintahan yang baik melalui penyampaian informasi yang transparan, akuntabel, dan kredibel. Melalui sosialisasi ini, kami semakin memahami strategi komunikasi yang efektif untuk memperkuat citra dan reputasi Pemasyarakatan, sekaligus menyampaikan berbagai capaian kinerja secara lebih luas dan berdampak,” ujar Rika Aprianti.


Dengan adanya penguatan ini, Tim Humas Lapas Pekanbaru diharapkan mampu menjadi motor penggerak publikasi yang adaptif, kreatif, dan profesional dalam mendukung terwujudnya Pemasyarakatan yang berintegritas.

(Ds)

Jumat, 05 Juni 2026

BUNGKAM SERIBU BAHASA, 3 BULAN AUDIT TIPIKOR TASIK SERAI TIMUR, KEPALA INSPEKTORAT BENGKALIS TUTUP MULUT

 



.


Centerindonesia Pekanbaru, || Jumat 5 Juni 2026 tim media kembali megusut terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret pejabat Desa Tasik Serai Timur, Kecamatan Talang Muandau, Bengkalis. Kini bukan cuma mandek di meja audit. Kasus ini juga mandek karena “dibungkam” pejabat yang wajib buka suara, Kepala Inspektorat Kabupaten Bengkalis, Radius


Penghujung 2025,  Laporan masyarakat masuk Kejati Riau. Ada dugaan penyimpangan keuangan desa yang berpotensi rugikan negara. Dan awal 2026 Kejati limpahkan ke Kejari Bengkalis. Lebih kurang 3 Bulan Lalu Kejari limpahkan ke Inspektorat Bengkalis untuk audit investigatif. Sejak itu, kasus masuk ruang tunggu.


2 Minggu Lalu, Saat dikonfirmasi, Kepala Inspektorat Radius hanya jawab normatif: “audit masih berjalan, masih panggil aparatur desa”. Titik. Tidak ada progres, tidak ada target. Kamis Malam, 4 Juni 2026, Tim Media konfirmasi ulang minta update. Tidak ada tanggapan. Jumat, 5 Juni 2026 Tim Media konfirmasi lagi dengan nomor  WhatsApp 0813 8198 XXXX Hasilnya sama: Bungkam seribu bahasa. Kepala Inspektorat Bengkalis memilih diam saat publik butuh kepastian. 


3 Bulan Audit , diduga  0  Kepastian ini sangat berbahaya. Lambat dan Bungkam sama dengan Racun Kepercayaan. Audit 90 hari hanya mentok di “panggil keterangan” sudah parah. Ditambah pejabat pimpinannya bungkam saat dikonfirmasi, itu sama saja mematikan fungsi pengawasan di depan publik.


Ruang Opini Jadi Liar. Saat pejabat pengawas tutup mulut, yang bicara adalah asumsi liar warga, “Berkasnya ditahan?”, “Ada yang main?”, “Ini audit atau amankan?”. Uang Desa adalah Uang Rakyat Bengkalis. DD/ADD Tasik Serai Timur itu keringat pajak warga. Jika pejabat Inspektorat bungkam, berarti rakyat berhak curiga: siapa yang sedang dilindungi?


Kami Tim Media bersama Asosiasi Profesional Jurnalis Indonesia menyatakan sikap:

1. Buka Mulut, Buka Data. Kepala Inspektorat Bengkalis Bapak Radius wajib segera sampaikan ke publik: berapa saksi diperiksa? Temuan sementara apa? Kapan audit selesai? Jangan sembunyikan kerja pengawasan di balik kata “masih proses”.

2. Jangan Jadikan Inspektorat Kuburan Kasus. Jika 3 bulan tidak mampu, kembalikan berkas ke Kejari Bengkalis. Jangan biarkan dugaan Tipikor ini mati karena birokrasi dan kebungkaman.

3. Evaluasi Kinerja Pengawas. Bupati Bengkalis harus mengevaluasi efektivitas Inspektorat. Pengawas yang bungkam saat kasus besar sama dengan pengawas yang gagal.


Konfirmasi Kamis malam tidak dijawab. Konfirmasi Jumat 5 Juni 2026 juga tidak dijawab. Dengan nomor WhatsApp yang sama 0813 8198 XXXX ini bukan “sibuk”, ini “menghindar”.


Ingat Pak Radius: Jabatan Inspektur itu amanah rakyat. Bungkam terhadap dugaan korupsi sama artinya mengkhianati amanah itu.


Tim Media bersama Asosiasi Profesional Jurnalis Indonesia (APJI) akan terus kawal sampai ada kejelasan. Karena setiap hari kebungkaman sama dengan setiap hari ruang untuk korupsi tumbuh. Publikasikan ini diterbitkan setelah melakukan konfirmasi pada Kamis malam dan Jum'at siang namun tidak ada kata yang terlontar dari kepala inspektorat. Sehingga tim akan menunggu langkah dan dalam waktu dekat tim bersama Asosiasi Profesional Jurnalis Indonesia (APJI) melakukan unjuk rasa atas kinerja yang tidak ada kepastian.


Pemberitaan ini akan kami teruskan kepada 

Bupati Bengkalis, Sekda Kabupaten. Bengkalis, 

Kejari Bengkalis, Kejati Riau, Inspektorat Jenderal Kemendagri dan Ombudsman RI Perwakilan Riau agar dapat dilakukan tindakan yang lebih baik untuk diketahui oleh masyarakat secara terbuka.


Bersambung....


Tim Media & APJI

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done