M C I

Jumat, September 11, 2026

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Jaga Kesiapsiagaan, Pangdam Cek Penanganan Karhutla di Inhu






Centerindonesia HULU – Kodam XIX/Tuanku Tambusai memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP bersama Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H. meninjau langsung kawasan terdampak Karhutla di Desa Kelesa, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Rabu (9/9/2026).


Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan Karhutla berjalan terkoordinasi sekaligus melihat langsung perkembangan kondisi di lapangan. Di kawasan PT Agrinas Palma Nusantara, Pangdam dan rombongan menerima paparan mengenai situasi terkini serta langkah-langkah penanganan yang telah dilaksanakan.


Pangdam menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan bertindak dan koordinasi kuat seluruh unsur, terutama untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.


“Kita tidak boleh memberi ruang bagi api untuk berkembang. Begitu ditemukan titik kebakaran, seluruh unsur harus bergerak cepat, bekerja terpadu dan memastikan penanganan dilakukan sampai benar-benar tuntas. Yang terpenting adalah keselamatan personel, masyarakat, serta menjaga agar dampaknya tidak semakin luas,” tegas Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo.


Ia juga meminta personel di lapangan tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi memperkuat patroli dan pengawasan pada wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran.


“Pencegahan harus berjalan beriringan dengan penanganan. Perkuat patroli, pantau wilayah rawan dan bangun komunikasi dengan masyarakat. Karhutla tidak bisa ditangani sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kerja bersama dan kepedulian semua pihak,” ujarnya.


Pangdam didampingi Asops Kodam XIX/TT Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani. Turut dalam peninjauan tersebut Kalaksa BPBD Provinsi Riau M. Edy Afrizal, S.E., M.H., serta sejumlah pejabat Polda Riau.


Di lokasi, rombongan disambut unsur TNI-Polri yang menangani kegiatan di lapangan, termasuk Danyonif TP 850/SC bersama jajaran Polda Riau dan Polres Indragiri Hulu.


Peninjauan langsung tersebut menegaskan komitmen Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama Polda Riau, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait untuk menjaga kesiapsiagaan serta memastikan penanganan Karhutla berlangsung cepat, terukur dan berkelanjutan (pendam19)

(Ds)

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Hadapi Karhutla Gambut, Pemadaman Terus Diperkuat di 8 Titik






Centerindonesia – Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui jajaran Kodim 0303/Bengkalis bersama tim terpadu terus memperkuat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di delapan titik wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti, Riau, Kamis (10/9/2026).


Di Kabupaten Bengkalis, penanganan dilakukan di lima titik, yakni Pematang Pudu, Pangkalan Libut, Buluh Apo, Tasik Serai Timur, dan Tanjung Leban. Sementara di Kepulauan Meranti, upaya pemadaman berlangsung di Desa Gemala Sari, Sungai Anak Kamal, dan Renak Dungun.


Kondisi lapangan masih menantang. Api sempat muncul kembali di sejumlah lokasi, sementara kepulan asap masih ditemukan pada lahan gambut yang kering. Cuaca panas, angin kencang serta ketersediaan sumber air yang semakin terbatas turut memperberat proses pemadaman dan pendinginan.


Di Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang, tim menghadapi area terdampak sekitar 80 hektare. Sekitar 26 hektare telah ditangani, sementara upaya pemadaman terus dilakukan pada area lainnya. Tim juga mengerahkan alat berat untuk membuat embung sebagai sumber air pendukung.


Petugas gabungan membuka jalur darurat dengan menebas semak dan ranting agar peralatan pemadaman dapat menjangkau lokasi. Penyekatan dilakukan pada titik tertentu untuk mencegah api merambat lebih luas.


“Pemadaman terus dilakukan pada titik api dan asap yang masih ditemukan. Fokus kami adalah mencegah api meluas, sekaligus memastikan area yang telah dipadamkan benar-benar aman melalui proses pendinginan,” ujar salah seorang personel TNI di lapangan.


Penanganan Karhutla melibatkan unsur TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat. Sinergi lintas sektor terus diperkuat untuk mempercepat pengendalian api sekaligus mengantisipasi munculnya titik baru (pendam19)

(Ds)

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Tampil Dominan, 10 Emas Antar Kontingen Raih Juara 1 Umum






Centerindonesia PADANG – Kontingen Pencak Silat Militer (PSM) Kodam XIX/Tuanku Tambusai meraih Juara 1 Umum kategori TNI pada Kejuaraan Piala Pangdam XX/TIB dalam rangka HUT ke-81 TNI yang berlangsung di GOR Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, 5–9 September 2026.


Prestasi tersebut diraih setelah atlet Kodam XIX/TT mengumpulkan 23 medali, terdiri atas 10 emas, 2 perak, dan 11 perunggu. Capaian itu menjadi hasil membanggakan di tengah persaingan 942 atlet dari enam provinsi, yakni Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, dan Sumatera Utara.


Kodam XIX/TT menurunkan 30 atlet yang terdiri atas 20 atlet TNI dan 10 atlet sipil. Mereka bertanding pada sejumlah nomor kategori TNI, dewasa, dan remaja, baik tanding maupun seni.


Pada kategori TNI, medali emas nomor tanding antara lain diraih Serda Dhalu Rafael Edwar, Serda Sukron Efendi, Prada Andika Nanda, dan Prada Boby Ananda. Emas juga datang dari nomor seni beregu PSM melalui Serda Rizki Adi Saputra, Prada Ramadhani, dan Prada Tri Apendi.


Kajasdam XIX/TT Kolonel Inf Suirwan, S.I.P., M.I.P. mengatakan keberhasilan tersebut merupakan buah dari latihan yang konsisten, disiplin, kerja keras, serta mental bertanding para atlet.


“Juara 1 umum ini merupakan hasil kerja keras seluruh atlet, pelatih, dan ofisial. Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga disiplin latihan, serta membawa nama Kodam XIX/Tuanku Tambusai semakin berprestasi pada kejuaraan berikutnya,” ujar Kolonel Inf Suirwan.


Capaian di Padang sekaligus menunjukkan pembinaan olahraga pencak silat di lingkungan Kodam XIX/TT mampu menghasilkan atlet yang kompetitif dan berprestasi (pendam19)

(Ds)

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Bersama Tim Terpadu Berjibaku Kendalikan Karhutla di Enam Titik






Centerindonesia – Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui jajaran Kodim 0303/Bengkalis bersama tim gabungan terus mengintensifkan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di enam titik wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Jumat (11/9/2026).


Di Kabupaten Bengkalis, penanganan difokuskan di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan; Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir; serta Desa Tasik Serai Timur, Kecamatan Talang Muandau. Sementara di Kepulauan Meranti, operasi berlangsung di Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang; Desa Sungai Anak Kamal, Kecamatan Merbau; dan Desa Renak Dungun, Kecamatan Pulau Merbau.


Kondisi lapangan masih menantang. Gambut kering, keterbatasan sumber air, angin serta luasnya areal terdampak membuat tim harus bekerja secara bertahap untuk memastikan api maupun bara di bawah permukaan gambut benar-benar terkendali.


Di Desa Gemala Sari, areal terdampak tercatat sekitar 80 hektare. Tim gabungan menggunakan mesin pemadam serta excavator untuk membuat embung sebagai sumber air. Sementara dukungan water bombing turut digunakan dalam penanganan Karhutla di Desa Tasik Serai Timur.


Salah seorang personel TNI di lapangan mengatakan pemadaman tidak berhenti ketika api di permukaan menghilang. Pendinginan terus dilakukan untuk mencegah bara kembali memicu kebakaran.


“Tantangan terbesar adalah gambut yang kering dan sumber air yang terbatas. Kami terus menyisir titik asap, melakukan pendinginan dan membuat sekat agar api tidak meluas. Jika api kembali muncul, pemadaman langsung diarahkan dari kepala api untuk menahan penyebarannya,” ujarnya.


Tim gabungan juga membuka jalur darurat menuju lokasi, membuat embung, menyekat area terdampak serta memperkuat koordinasi lintas sektor. Penanganan terus dilakukan hingga titik api dan asap benar-benar dapat dikendalikan (pendam19)

(Ds)

Wabup Siak Dorong Optimalisasi Pajak, Perusahaan Diminta Ikut Perkuat Pendapatan Daerah





Centerindonesia Pekanbaru – Pemerintah Kabupaten Siak mendorong optimalisasi penerimaan pajak daerah dengan menggali berbagai potensi pendapatan, mulai dari pajak kendaraan bermotor, pajak air permukaan hingga peningkatan kepatuhan perusahaan.


Langkah tersebut ditegaskan Wakil Bupati Siak Syamsurizal saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergitas Pelaku Usaha terhadap Optimalisasi Pajak Daerah di Pekanbaru, Selasa (8/9/2026).


Syamsurizal mengatakan, optimalisasi pajak menjadi bagian penting dalam memperkuat pendapatan daerah. Namun, upaya tersebut harus dilakukan melalui inovasi dan sinergi bersama dunia usaha tanpa menambah beban masyarakat.


"Kita terus berikhtiar meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak dengan melakukan berbagai inovasi, mulai dari pajak kendaraan bermotor, potensi pajak air permukaan serta keterlibatan perusahaan dalam upaya mengoptimalkan pajak, namun tidak membebani masyarakat," ujar Syamsurizal.


Syamsurizal menegaskan, upaya meningkatkan PAD tahun 2027, Pemerintah daerah secara khusus mengimbau perusahaan besar yang beroperasi di Siak agar menggunakan kendaraan operasional dengan mengunakan pelat nomor lokal seperti seri X.


“Kita minta kendaraan oprasional perusahaan, dapat menggunakan pelat nomor lokal seri Siak, untuk mengalihkan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) langsung ke Daerah di mana perusahaan oprasional,” pintanya.


Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan Pemprov Riau bersama Forkopimda telah membentuk Satgas Optimalisasi Pajak Daerah untuk menata kewajiban perpajakan pelaku usaha sekaligus memastikan potensi penerimaan daerah dapat dihimpun secara optimal. 


Menurutnya,  optimalisasi pajak membutuhkan verifikasi langsung di lapangan serta kolaborasi antara Pemprov Riau, Polri, TNI, Kejaksaan Tinggi dan BPKP.


"Kolaborasi antara Polri, TNI, Kejaksaan Tinggi dan BPKP menjadi pondasi kita dalam upaya menegakkan aturan ini dan menggali lagi potensi-potensi daerah dalam upaya membangun Provinsi Riau," kata dia.


Dijelaskannya, langkah tersebut mulai menunjukkan hasil, jumlah perusahaan yang ditetapkan sebagai Wajib Pungut (WAPU) meningkat dari 19 menjadi 26 perusahaan.


Rakor yang digelar di Ballroom Menara Dang Merdu BRK Syariah itu dihadiri, unsur Forkopimda Provinsi Riau, bupati/wali kota se-Riau serta para pelaku usaha.


(Dep/MC Siak)

Antisipasi Perluasan Karhutla di Dayun, Plh Bupati Siak Syamsurizal Turun Langsung Pimpin Koordinasi Lapangan dan Tambah Alat Berat

 




Centerindonesia – Pelaksana Harian (Plh) Bupati Siak, Syamsurizal, bergerak cepat meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kampung Suka Mulya dan Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, pada Rabu (9/9/2026).


Peninjauan ini dilakukan guna memastikan penanganan kebakaran gambut berjalan optimal dan mencegah api terus meluas.


Dalam peninjauan lapangan ini, Plh Bupati Siak didampingi oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara, Tim Manggala Agni Daops Siak, jajaran Polri, Satpol PP Provinsi Riau, serta perwakilan perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan terdampak.


Berdasarkan estimasi awal di lapangan, luasan lahan yang terbakar telah mencapai hampir 60 hektar dengan kedalaman gambut rata-rata mencapai 100 hingga 150 centimeter. Kondisi lahan yang kering akibat musim kemarau menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman.


Untuk memutus perambatan api, Plh Bupati Siak Syamsurizal langsung menginstruksikan percepatan pembuatan sekat kanal dan parit pembatas di area strategis. Langkah taktis ini didukung dengan pengerahan alat berat tambahan yang didatangkan oleh Pemerintah Kabupaten Siak bersama perusahaan di sekitar kawasan karhutla.


"Kami terus memperkuat koordinasi di lapangan dengan membagi blok kerja pemadaman bersama di area terdampak. Fokus utama kita adalah memutuskan kepala api agar tidak menyebar ke daerah rawan lainnya," ujar Syamsurizal di lokasi kebakaran.


Selain percepatan pemadaman fisik, Pemkab Siak juga memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para petugas yang bekerja siang dan malam. Pasokan logistik makanan dan suplai peralatan pemadaman terus ditambah agar proses evakuasi dan lokalisir api berjalan lancar.


Guna menjaga kondisi fisik para personel di garda terdepan, posko penanganan di Kampung Dayun dan Kampung Suka Mulya telah dilengkapi dengan Tim Medis Puskesmas Dayun.


Tim kesehatan ini bersiaga penuh untuk memantau dan memastikan kesehatan seluruh petugas selama operasi pemadaman berlangsung.


Doli_wtr/Humas-Siak

Website Siakkab.go.id

Rabu, September 09, 2026

Perseteruan E.T dengan salah satu Bank Terkemuka Tanah Air Berakhir Damai melalui Restorative Justice di Polda Riau





Centerindonesia PEKANBARU, || Setelah melalui proses yang cukup panjang, perkara yang melibatkan seorang Warga berinisial E.T. akhirnya menemukan titik penyelesaian melalui perdamaian dan Restorative Justice (RJ).


Penyelesaian tersebut tercapai setelah kedua belah pihak menunjukkan itikad baik untuk mencari jalan keluar dan mengakhiri persoalan secara damai.

Rusdi Bromi, S.H., M.H., selaku kuasa hukum E.T., menyampaikan apresiasi kepada jajaran penyidik Krimsus Polda Riau yang telah menangani proses tersebut secara profesional dan memberikan ruang bagi para pihak untuk menyelesaikan persoalan melalui pendekatan restoratif.


“Alhamdulillah, setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik melalui perdamaian dan Restorative Justice. Bagi kami, ini bukan semata-mata tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana hak-hak klien kami tetap diperhatikan dan para pihak dapat menemukan penyelesaian yang berkeadilan,” ujar Rusdi Bromi.


Menurutnya, penyelesaian melalui RJ menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak selalu harus berakhir dengan pertentangan, sepanjang para pihak memiliki itikad baik, keterbukaan, dan kemauan untuk mencari solusi.

“Kami mengapresiasi sikap kooperatif semua pihak. Terima kasih kepada kawan-kawan Krimsus Polda Riau yang telah memberikan ruang penyelesaian secara restoratif. Bagi kami, hukum pada akhirnya harus mampu menghadirkan keadilan, kepastian, sekaligus perdamaian,” tegasnya.


Rusdi Bromi menambahkan, pihaknya menghormati proses yang telah berjalan dan berharap penyelesaian tersebut menjadi akhir yang baik bagi seluruh pihak.

“Yang terpenting, persoalan telah diselesaikan dengan kepala dingin dan hati yang baik. Ini adalah kemenangan bersama ketika sebuah persoalan dapat diselesaikan tanpa harus meninggalkan konflik berkepanjangan, dan Pihak Bank kedepannya juga harus lebih hati hati dan segera tanggapi persoalan Nasabah agar tak berujung Pelaporan” tutup Rusdi Bromi.

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done