M C I

Kamis, 12 Februari 2026

Sengketa Lahan Tol Pekanbaru – Rengat Lembaga Investigasi Negara DPD Provinsi Riau Dan DPRD Sidak Lokasi Muara Fajar

 C


enter Indonesia PEKANBARU
, ||  Lembaga Investigasi Negara (LIN) Provinsi Riau melakukan peninjauan langsung terkait sengketa lahan terdampak proyek strategis nasional (PSN) Jalan Tol Lingkar Pekanbaru – Rengat di Kelurahan Muara Fajar Timur, Kecamatan Rumbai Barat, Kamis (12/2/2026).


Sengketa ini mencuat ke publik setelah seorang warga setempat, Nenek Asni (73), mengaku belum menerima ganti rugi atas tanahnya yang kini diklaim oleh pihak lain. Kasus ini menjadi sorotan tajam karena berada di jalur utama percepatan infrastruktur pemerintah pusat.


Hadir dalam Sidak lapangan tersebut Anggota Dewan dan Aktivis Mahasiswa HMI Badko Riau-Kepri , Lembaga Investigasi Negara DPD Provinsi Riau , Ketua Pokja Komisi I DPRD Pekanbaru, Robin Eduar, bersama Wan Agusti dan anggota DPRD Dapil Rumbai, Zulkardi.


Kehadiran para legislator dan lembaga investigasi ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi fisik lahan serta mendengarkan duduk perkara dari kedua belah pihak yang bersengketa.


Setibanya di lokasi pihak Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru mengatakan 

"Kedatangan kami hari ini adalah untuk melakukan sidak dan peninjauan lokasi. Terkait pendapat atau pembuktian dari kedua belah pihak, nantinya silahkan disampaikan secara resmi melalui persidangan," ujar pihak PN Pekanbaru.


Anggota DPRD Pekanbaru, Zulkardi, memberikan kritik keras atas munculnya tumpang tindih lahan ini. Ia menilai ada ketimpangan dalam proses pencabutan atau pendataan dokumen dari awal yang memicu konflik.


"Perkara ini menuntut transparansi dari seluruh pihak terkait. Jangan sampai proyek strategis nasional justru menyisakan persoalan hak warga yang terzolimi. Tata kelola administrasi pertanahan di Pemko Pekanbaru harus dibenahi agar lebih akuntabel," tegas Zulkardi.


Senada dengan hal tersebut, Ketua Lembaga Investigasi Negara DPD Provinsi Riau, Toni Supriadi, berharap semoga keadilan akan didapatkan oleh ibuk Asni. Lembaga Investigasi Negara DPD Provinsi Riau akan terus mengawasi perkembangan terkait sengketa lahan tersebut.


Disamping itu LIN Riau juga akan terus mengawasi hasil perkara tersebut. Kalau perlu LIN Riau akan membawa persoalan ini ke Pusat dalam mencari kebenaran demi  masyarakat dan kebenaran. Dalam  jeda waktu dua minggu sebelum sidang lapangan, LIN Riau akan menggunakan waktu untuk mengumpulkan bukti-bukti yang valid.


"Di lokasi Toni juga menyampaikan dengan hadirnya berbagai pihak hari ini dalam kunjungan dilapangan, kami dari LIN DPD Riau berharap pada sidang dua minggu mendatang akan ada kejelasan hukum yang pasti untuk buk Asni lanjutnya.

(Desi suarni)

Apel Ops Keselamatan 2026, Polres Kuansing Tekankan Tertib Berlalu Lintas


Center Indonesia KUANTANSINGINGI
,– Polres Kuantan Singingi melaksanakan kegiatan Apel Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 di halaman Mapolres Kuansing, pukul 08.30 WIB. Kamis (12/02/2026).


Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Kuansing, KOMPOL A. Raymon Tarigan, S.Sos., M.H., sebagai bentuk kesiapan personel dan sarana pendukung sebelum pelaksanaan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 yang akan digelar di wilayah hukum Polres Kuansing.


Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kabag Ops KOMPOL A. Raymon Tarigan, menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 merupakan langkah strategis dalam upaya menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.


Dalam amanatnya, disampaikan bahwa operasi ini mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif yang didukung dengan penegakan hukum secara humanis. Seluruh personel diminta untuk mengutamakan edukasi, sosialisasi, dan imbauan kepada masyarakat guna menumbuhkan kesadaran serta budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan.


“Operasi ini bukan semata-mata penindakan, melainkan upaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih disiplin dan patuh terhadap aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” tegasnya.


Selain itu, personel yang terlibat dalam operasi diingatkan untuk melaksanakan tugas secara profesional, proporsional, serta tetap mengedepankan sikap humanis dalam setiap tindakan di lapangan. Sinergitas antar satuan fungsi juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan operasi.


Dengan dilaksanakannya apel gelar pasukan tersebut, Polres Kuansing menyatakan kesiapan penuh dalam menggelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026. Diharapkan, melalui operasi ini situasi kamseltibcarlantas di Kabupaten Kuantan Singingi semakin aman, tertib, dan kondusif.


(Desi suarni)

Sejak Usia Dini, Satgas Preemtif Polres Kuansing Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Lewat Polsanak


Center Indonesia KUANTAN SINGINGI
– Satgas Preemtif Polres Kuantan Singingi kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini melalui kegiatan Polisi Sahabat Anak (Polsanak) yang digelar di Taman Lalu Lintas Mapolres Kuansing, sekira pukul 09.30 WIB hingga selesai Kamis (12/02/2026).


Kegiatan tersebut diikuti oleh murid-murid KB Kasih Ibu Kecamatan Logas Tanah Darat yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian pembelajaran sambil bermain di area taman lalu lintas.


Dalam kegiatan tersebut, personel yang terlibat yakni Aiptu Mastur, Bripka Ario Nopirman, Brigadir Suci Purnanda, dan Bripda Iqbal memberikan sosialisasi serta edukasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas sejak usia dini. Anak-anak diperkenalkan dengan berbagai rambu-rambu lalu lintas, fungsi zebra cross, serta tata cara berkendara yang aman.


Selain belajar mengenal rambu-rambu, para murid juga diberikan pemahaman tentang pentingnya keselamatan dalam berkendara, seperti kewajiban menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor dan memakai sabuk pengaman ketika berada di dalam mobil. Dengan metode belajar sambil bermain, suasana kegiatan berlangsung ceria dan interaktif.


Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas AKP Siswoyo, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan Polsanak merupakan bagian dari upaya preventif dan edukatif dalam menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas di masa mendatang.


“Kami ingin menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini. Anak-anak adalah generasi penerus yang harus dibekali pemahaman tentang keselamatan di jalan. Melalui kegiatan Polsanak ini, kami berharap mereka tumbuh menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” ujar AKP Siswoyo.


Lebih lanjut disampaikan, edukasi ini juga bertujuan agar anak-anak dapat menjadi pengingat bagi orang tua mereka untuk selalu tertib dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.


“Kami berharap anak-anak ini bisa menjadi Sahabat Polisi sekaligus agen perubahan di lingkungan keluarga. Ketika mereka memahami pentingnya helm, sabuk keselamatan, serta menaati rambu lalu lintas, mereka bisa mengingatkan orang tuanya agar selalu mematuhi aturan demi keselamatan bersama,” tambahnya.


Melalui kegiatan ini, Polres Kuansing menegaskan komitmennya untuk terus mengedukasi masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk anak usia dini, guna mewujudkan budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di Kabupaten Kuantan Singingi.


Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh keceriaan, sekaligus mempererat kedekatan antara polisi dan anak-anak sebagai wujud nyata semangat Polisi Sahabat Anak.


(Desi suarni)

Ops Keselamatan Lancang Kuning 2026, Polres Kuansing Tegaskan Edukasi dan Penindakan Humanis


Center Indonesia KUANTAN SINGINGI
– Dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Lancang Kuning (LK) 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Kuantan Singingi menggelar razia kendaraan di Jalan Proklamasi, Kelurahan Sei Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, sekira pukul 10.00 WIB hingga selesai. Kamis (12/2/2026)


Kegiatan yang melibatkan personel Ops Keselamatan LK 2026 ini menyasar kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi serta pengendara yang tidak mematuhi aturan berlalu lintas. Selain penindakan, petugas juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat agar senantiasa tertib dan disiplin saat berkendara.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas AKP Siswoyo, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, namun lebih kepada upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam berlalu lintas.


“Operasi Keselamatan ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat. Kami mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan persuasif, agar masyarakat memahami bahwa keselamatan di jalan adalah kebutuhan bersama,” ujar AKP Siswoyo.


Ia menegaskan, kepatuhan dalam melengkapi komponen kendaraan seperti helm berstandar SNI, sabuk pengaman, kaca spion, hingga kelengkapan surat-surat kendaraan merupakan langkah dasar dalam mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.


Menurutnya, melalui kegiatan razia dan sosialisasi yang rutin dilaksanakan, diharapkan angka pelanggaran, kecelakaan lalu lintas, serta fatalitas korban dapat ditekan secara signifikan di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.


“Kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat, sehingga tercipta situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar. Disiplin di jalan bukan hanya untuk menghindari sanksi, tetapi demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” tutupnya.


Dengan adanya Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 ini, Polres Kuansing berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat guna mewujudkan keamanan dan keselamatan berlalu lintas yang berkelanjutan.


(Desi suarni)

Rangkul Datuk dan Dubalang, Kapolres Kuansing Perkuat Sinergi Adat-Polri Jaga Harkamtibmas


Center Indonesia KUANTANSINGINGI
,– Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H menunjukkan pendekatan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan daerah dengan menggelar silaturahmi bersama tokoh dan pemangku adat se-Kabupaten Kuansing di Aula Satnika Satyawada Polres Kuansing. Kamis pagi (12/2/2026).


Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini dihadiri Ketua Harian LAN Kuansing Dinardin Datuk Sirajo, Panglima Harian Dubalang Batang Kuantan Ardiansyah, Kasat Binmas AKP Ferrywardi, Datuk se-Kuansing, serta perwakilan Dubalang Batang Kuantan.


Dalam sambutannya, AKBP Hidayat Perdana menyampaikan rasa hormat dan penghargaan kepada para Datuk yang disebutnya sebagai “Suluah Bendang”, pelita dalam kehidupan bermasyarakat di negeri beradat Kuansing.


“Peran Datuk bukan sekadar simbol seremonial. Datuk adalah fondasi utama dalam menjaga keseimbangan sosial. Dalam filosofi Tali Tigo Sapilin pemerintah, agama, dan adat peran adat menjadi ruh dalam menjaga ketertiban masyarakat,” ujar Kapolres.


Ia menegaskan bahwa lembaga adat memiliki fungsi strategis sebagai pengendali sosial, penyelesai konflik, sekaligus penjaga nilai-nilai luhur masyarakat. Menurutnya, sebelum persoalan masuk ke ranah hukum formal, peran Datuk sangat penting dalam menjernihkan yang keruh dan menyelesaikan yang kusut melalui musyawarah.


Kapolres juga menekankan pentingnya pendekatan Community Policing atau Polmas, di mana polisi tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi sebagai mitra masyarakat.


“Keamanan bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan duduk bersama antara Bhabinkamtibmas dan para Datuk, kita bisa mendeteksi dini potensi konflik, menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, serta membimbing generasi muda agar terhindar dari narkoba, judi, dan tindakan kriminal lainnya,” tuturnya.


Dengan mengutip pepatah adat, “Anak dipangku kemanakan dibimbing, orang kampung dipatenggangkan,” AKBP Hidayat mengajak seluruh elemen adat untuk bersama-sama menjaga Kuansing tetap aman, damai, dan bermarwah demi masa depan anak cucu.


Sementara itu, Ketua Harian LAN Kuansing Dinardin Datuk Sirajo menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kapolres dalam mempererat hubungan Polri dan lembaga adat. Ia menegaskan kesiapan pihaknya untuk terus bersinergi dalam menjaga persatuan, menyampaikan pesan kamtibmas, serta mencegah potensi konflik di tengah masyarakat.


Senada dengan itu, Panglima Harian Dubalang Batang Kuantan Ardiansyah menegaskan komitmen Dubalang untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah negeri dan ketertiban sosial. Pihaknya juga menyatakan dukungan terhadap upaya pencegahan konflik sosial, penyalahgunaan narkoba, serta persoalan pertambangan ilegal di sepanjang Sungai Batang Kuantan.


Ia turut mengapresiasi perhatian pemerintah daerah dan Polda Riau dalam memberikan solusi terhadap persoalan pertambangan rakyat, dengan harapan kebijakan tersebut tetap mengedepankan aspek keselamatan, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.


Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, diakhiri dengan foto bersama dan makan bersama sebagai simbol kebersamaan antara Polri dan pemangku adat.


Melalui silaturahmi ini, Kapolres Kuansing menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pendekatan persuasif dan kolaboratif, menjadikan adat dan kepolisian sebagai dua kekuatan yang saling menguatkan dalam menjaga Harkamtibmas di Kabupaten Kuantan Singingi tetap aman dan kondusif.


(Desi suarni)

Polda Riau Gelar Pelatihan Peningkatan Kemampuan Kehumasan Tahun 2026


Center Indonesia Pekanbaru
-  Polda Riau melaksanakan pelatihan peningkatan kemampuan Kehumasan Tahun Anggaran 2026, yang diikuti oleh Para Kasi Humas Polres Jajaran Polda Riau serta Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Satker Polda Riau. Bertempat di Aula Tribrata Lantai 5 Polda Riau. Kamis (12/2/2026)


Kegiatan pelatihan yang dibuka oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, yang mewakili Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, turut hadir juga Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, serta Para Pejabat Utama Polda Riau.


Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Assoc. Prof. Eka Putra, S.T., M.S.C., Ph.D., Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau, serta Aris Nugroho, S.H., Content Creator Riau Creative Hub.


Dalam arahannya, Wakapolda Riau menekankan pentingnya manajemen media sebagai salah satu kunci keberhasilan organisasi Polri. Ia membagikan pengalaman selama 15 tahun berdinas di Polda Metro Jaya yang menjadi barometer keamanan nasional, di mana pengelolaan media menjadi prioritas strategis.


“Manajemen media adalah kunci utama keberhasilan organisasi kita. Baik atau buruknya citra Polri sangat bergantung pada bagaimana kita mengelola media,” ujarnya.


Wakapolda juga menyoroti tantangan era digital native, di mana jumlah ponsel di Indonesia melebihi jumlah penduduk dan mayoritas masyarakat aktif di media sosial. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut Polri untuk adaptif dan responsif terhadap perubahan yang terjadi secara cepat dan masif.


Ia mengingatkan tentang fenomena post-truth di ruang digital, di mana opini dan emosi kerap mengalahkan fakta. Berbagai narasi negatif di media sosial dapat memengaruhi persepsi publik apabila tidak diimbangi dengan kontra narasi yang tepat dan berbasis data.


“Jangan biarkan narasi negatif mendominasi tanpa ada respons yang cepat dan kuat dari kita. Setiap personel Humas harus mampu mengemas kata-kata dan menyajikan data agar tidak terjadi salah persepsi di masyarakat,” tegas Brigjen Hengki.


Lebih lanjut, Wakapolda Riau menyebut Humas sebagai Pasukan Khusus Polri dalam membangun citra institusi. Menurutnya, keberhasilan operasional di lapangan perlu dikemas secara visual dan naratif agar masyarakat dapat melihat peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


Selain itu, sebagai bagian dari peningkatan kapasitas personil, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra juga memberikan materi kepada Para Kasi Humas Polres terkait pelatihan dan praktik langsung public speaking dalam menghadapi wartawan. 


Materi ini difokuskan pada teknik penyampaian pernyataan pers, penguasaan materi, pengendalian bahasa tubuh, hingga strategi menjawab pertanyaan kritis media secara lugas, tenang, dan profesional.


"Latihan tersebut bertujuan agar setiap Kasi Humas mampu tampil percaya diri saat memberikan keterangan resmi, menghindari kesalahan persepsi, serta memastikan pesan institusi tersampaikan secara jelas dan tidak menimbulkan multitafsir" jelas Kombes Pandra.


Diharapkan pelatihan ini mampu melahirkan personel Humas yang profesional, memiliki keahlian khusus dalam mengelola informasi secara profesional, cerdas, dan humanis guna menjaga stabilitas keamanan serta kehormatan institusi di dunia maya, sejalan dengan semangat transformasi Polri Presisi.

(Desi suarni)

Progres 90 Persen, Jembatan Merah Putih Presisi Desa Sangau Segera Rampung


Center Indonesia KUANTANSINGINGI,
– Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang menjadi akses utama penyeberangan masyarakat Desa Sangau, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, kini telah mencapai progres 90 persen. Pekerjaan yang dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB tersebut berjalan lancar dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Kamis (12/2/2026).


Jembatan dengan panjang 50 meter dan lebar 3,5 meter ini merupakan akses vital bagi mobilitas warga, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan maupun kebutuhan sehari-hari. Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap akhir, yakni pengecatan tiang-tiang jembatan, pembongkaran papan jembatan lama, pemasangan dan pengelasan rangka jembatan, pemasangan plat lantai jembatan, serta pengecoran atau semenisasi jalan di sekitar area jembatan.


Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, didukung oleh tiga orang warga dan lima orang tukang, dengan menggunakan peralatan seperti mesin las, palu, gerinda tangan, penggaris baja, sarung tangan, kuas, cat, dan linggis. Seluruh rangkaian pekerjaan berlangsung dalam situasi aman dan terkendali.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini merupakan bentuk nyata komitmen Polres Kuansing dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.


“Alhamdulillah, progres pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Sangau saat ini telah mencapai 90 persen. Ini merupakan wujud kepedulian dan sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menghadirkan fasilitas yang aman, kokoh, dan bermanfaat untuk jangka panjang,” ujar AKBP Hidayat Perdana.


Kapolres menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan agar proses pengerjaan berjalan sesuai standar konstruksi dan jadwal yang telah direncanakan.


“Kami memastikan setiap tahapan pekerjaan dilakukan dengan baik dan sesuai spesifikasi, sehingga jembatan ini nantinya benar-benar layak dan aman digunakan oleh masyarakat. Harapan kami, jembatan ini dapat memperlancar akses transportasi warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Kuantan Mudik,” tambahnya.


Dengan capaian progres 90 persen tersebut, masyarakat Desa Sangau kini semakin menantikan rampungnya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang diharapkan segera dapat difungsikan sepenuhnya sebagai jalur penghubung yang aman dan representatif.

(Desi suarni)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done