M C I

Jumat, 15 Mei 2026

Bupati Siak Terus Perkuat Komitmen Pembangunan Pendidikan, Jajaki UNU dan Sekolah Rakyat.





Centerindonesia Siak — Bupati Siak, Dr Afni Zulkifli, terus memperkuat komitmen meningkatkan SDM anak-anak Siak melalui rencana pendirian Perguruan Tinggi. Langkah tersebut di mulai melalui penjajakan peluang pendirian Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), sekaligus mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kecamatan Mempura.


Upaya tersebut dilakukan melalui silaturahmi dan diskusi bersama Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS), Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA, yang menaungi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA).


"Alhamdulillah, kami hari ini bisa bersilaturahmi bersama Prof Nuh. Pertemuan ini bagi kami tentu menjadi bagian dari upaya untuk membangun penguatan sektor pendidikan di Kabupaten Siak," kata Afni, Kamis (14/5/2026).


Terkait rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Mempura, Bupati Afni menyampaikan bahwa komunikasi dengan pemerintah pusat juga telah dilakukan melalui Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, dengan fasilitasi Prof. Mohammad Nuh.


"Lewat Prof Nuh kemarin saya langsung berkomunikasi dengan Pak Mensos. InsyaAllah Sekolah Rakyat akan dibangun di Siak melalui APBN. Pemerintah Kabupaten Siak telah menyiapkan lahan seluas delapan hektare di Kecamatan Mempura sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat tersebut," ucapnya. 


Sementara itu, dalam pengembangan pendidikan tinggi, Bupati Afni juga menyampaikan bahwa Pemkab Siak terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi berbasis Nahdlatul Ulama. Salah satunya melalui Universitas Islam Malang (Unisma) yang sebelumnya telah menjalin nota kesepahaman dengan Pemkab Siak.


"Prof M Nuh juga banyak memberi semangat, inspirasi, dan dukungan terhadap mimpi besar mendirikan Universitas NU di Siak yang diharapkan menjadi UNU pertama di Provinsi Riau," ujar Afni.


Menurut Afni, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) merupakan perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan pendidikan kesehatan berbasis teknologi, yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan pendidikan di Kabupaten Siak. 


Ia turut mengapresiasi sambutan Rektor UNUSA, Tri Yogi Yuwono, beserta jajaran selama kunjungan berlangsung, "Harapan kami, komunikasi dan kerja sama ini terus berlanjut demi mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Siak," kata Bupati perempuan itu. 


Sementara itu, Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA menyambut baik langkah Pemerintah Kabupaten Siak dalam memperkuat sektor pendidikan, khususnya rencana pendirian Universitas Nahdlatul Ulama di Kabupaten Siak.


"Alhamdulillah, hari ini menjadi hari yang sangat membahagiakan bagi kami. Kami menyambut dengan sangat baik harapan Pemerintah Kabupaten Siak untuk mendirikan Universitas Nahdlatul Ulama di Siak. Ini merupakan cita-cita yang sangat mulia. Yang terpenting bukan hanya mendirikan, tetapi bagaimana memastikan universitas ini bisa dikelola dengan baik dan memberi dampak bagi masyarakat," ujar Prof. Mohammad Nuh.


Dalam kunjungan tersebut, Bupati Siak bersama rombongan juga berkesempatan meninjau Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) serta fasilitas pelayanan rumah sakit di bawah naungan YARSIS sebagai referensi pengembangan pendidikan dan pelayanan di Kabupaten Siak.


(Rahma/MC Siak)

Jembatan Merah Putih Presisi di Kampar, Membuka Jalur Anak Desa Menggapai Cita-cita*





Centerindonesia. Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, membawa kebahagiaan bagi anak-anak sekolah dan warga Desa Silam-Desa Empat Balai Kecamatan Kuok, Kampar.


Penantian panjang akan akses penyeberangan yang aman akhirnya terwujud setelah hadirnya Jembatan Merah Putih Presisi yang dibangun atas inisiatif Polda Riau bersama masyarakat dan para donatur.


Jembatan tersebut dibangun menggantikan jembatan kayu lama yang sebelumnya viral karena kondisinya yang sangat memprihatinkan.


Selama bertahun-tahun, warga dan pelajar harus mempertaruhkan keselamatan saat melintasi jembatan kayu yang sudah lapuk, miring, dan bergoyang di atas aliran sungai deras.


“Hampir nak anak jatuh ada juga,” ungkap Ibu Nursimah, warga setempat yang setiap hari melewati akses tersebut.


Kondisi itu membuat anak-anak sekolah harus menghadapi risiko besar setiap hari demi menuntut ilmu.


Sebagian bahkan terpaksa memutar jauh atau menggunakan transportasi air yang rawan kecelakaan.


Melihat kondisi tersebut, Polda Riau bergerak cepat membangun Jembatan Merah Putih Presisi sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat dan akses pendidikan anak-anak di daerah pelosok.


Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto mengatakan pembangunan jembatan dilakukan secara gotong royong oleh personel Polda Riau, Polres Kamapr, bersama masyarakat dan para donatur di wilayah tersebut.


“Pembangunan jembatan ini merupakan swadaya ataupun gotong royong yang dilakukan oleh personel. Ini adalah Program Presiden RI, yang dilaksanakan oleh Polri,” ujar Kombes Ino didampingi Dansat Brimob Polda Riau Kombes Ketut Adiwibawa di lokasi pembangunan, Jumat (15/5/2026).


Ia menjelaskan, tujuan pembangunan jembatan untuk mempermudah akses masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang selama ini harus menghadapi risiko tinggi saat menyeberang sungai.


“Dengan adanya jembatan ini, diharapkan mobilitas masyarakat semakin lancar, perekonomian meningkat, dan yang paling utama memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak kita yang akan menuntut ilmu,” tambahnya.


Pembangunan jembatan sendiri telah berjalan sekitar dua bulan dan kini progresnya telah mencapai 80 hingga 90 persen.


Saat ini proses pengerjaan memasuki tahap finishing sebelum nantinya dapat digunakan sepenuhnya oleh masyarakat.


Kini suasana berbeda terlihat di lokasi jembatan.


Anak-anak sekolah dengan seragam putih merah dan pramuka tampak ceria melintas tanpa rasa takut.


Jembatan yang dahulu menjadi simbol kekhawatiran kini berubah menjadi Harapan Baru bagi masyarakat desa.


Ucapan terima kasih pun disampaikan warga dan para pelajar kepada pihak Kepolisian atas pembangunan jembatan tersebut.


“Terima kasih Pak Presiden, terima kasih Pak Kapolri. Kami senang, kini sudah ada jembatan baru,” seru anak-anak sekolah sambil melambaikan tangan di atas Jembatan Merah Putih Presisi.


Kehadiran jembatan ini diharapkan tidak hanya memperlancar aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi desa serta membuka akses pendidikan yang lebih aman bagi generasi penerus bangsa.


*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*


(Ds)

Polsek Singingi Hilir Monitoring Tanaman Jagung Ketahanan Pangan Desa Sukamaju





Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan, Polsek Singingi Hilir melaksanakan monitoring perkembangan tanaman jagung pipil milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sukamaju, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis (14/5/2026).


Kegiatan monitoring dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB oleh Bhabinkamtibmas Desa Sukamaju, AIPTU Toni Harjuan, dengan mengecek langsung kondisi lahan pertanian jagung yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan desa.


Dari hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung yang telah memasuki usia sekitar 60 hari tampak tumbuh subur dan terawat dengan baik. Lahan pertanian yang digunakan memiliki luas kurang lebih seperempat hektare.


Selain kondisi tanaman yang baik, kebutuhan air dan pupuk juga dinilai mencukupi sehingga proses perawatan dapat berjalan lancar. Jagung pipil tersebut diperkirakan akan memasuki masa panen dalam waktu sekitar empat bulan sejak masa tanam.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Singingi Hilir IPTU Alferdo Krisnata Kaban, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.


“Melalui kegiatan monitoring dan pengecekan rutin, kami berharap program ketahanan pangan yang dikelola BUMDes dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kapolsek.


Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara Polri, pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat sangat diperlukan guna menjaga keberhasilan program ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Singingi Hilir.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Polsek Hulu Kuantan Cek Perkembangan Jagung Ketahanan Pangan Desa Tanjung Guna Mendukung Swasembada Pangan 2026





Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Guna mendukung Program Swasembada Pangan Tahun 2026 di seluruh Indonesia, Polsek Hulu Kuantan melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung di lahan ketahanan pangan Desa Tanjung, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis (14/5/2026).


Kegiatan pengecekan dilaksanakan sekitar pukul 09.30 WIB di lahan perkebunan milik desa yang dimanfaatkan untuk program ketahanan pangan masyarakat. Adapun personel yang melaksanakan kegiatan tersebut yakni Aipda Suherman dan Briptu Khairul Umam.


Dari hasil pengecekan, tanaman jagung yang ditanam di lahan seluas kurang lebih 1 hektar tersebut saat ini telah berumur sekitar 77 hari tanam dan dalam kondisi tumbuh subur serta terawat dengan baik.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Hulu Kuantan AKP P. Aris Suranta, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.


“Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Melalui monitoring dan pendampingan ini, diharapkan tanaman jagung yang dikelola masyarakat dapat berkembang maksimal dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” ujar Kapolsek.


Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat sangat penting dalam menjaga keberhasilan program swasembada pangan, khususnya di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi." Pungkas Kapolsek.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

39 Jembatan Desa Rampung Dibangun, Kapolda Riau: Ini Wujud Nyata Pengabdian Polri untuk Masyarakat*






Centerindonesia PEKANBARU — Komitmen Polda Riau dalam menghadirkan akses yang aman dan layak bagi masyarakat pedesaan terus diwujudkan melalui Satgas Darurat Pembangunan dan Renovasi Infrastruktur Jembatan Tahap II. Hingga Rabu (13/5/2026), sebanyak 39 jembatan di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau telah selesai dibangun dan dapat dimanfaatkan masyarakat.


Program kemanusiaan yang melibatkan 120 personel gabungan dari Satbrimob, Ditsamapta, dan Ditpolairud Polda Riau ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam membuka keterisolasian wilayah, memperlancar aktivitas ekonomi, hingga mendukung akses pendidikan anak-anak di desa.


Sejumlah jembatan yang telah rampung tersebar di wilayah Siak, Dumai, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Pelalawan hingga Kuantan Singingi. Jembatan-jembatan tersebut sebelumnya dalam kondisi rusak, membahayakan warga, bahkan menghambat akses pelajar menuju sekolah.


Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, S.I.K.,M.H., M.Hum. memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam Satgas Darurat Pembangunan Jembatan tersebut. Menurutnya, program ini merupakan implementasi nyata Polri Presisi yang hadir membantu kebutuhan dasar masyarakat.


“Jembatan bukan hanya sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga penghubung harapan masyarakat menuju pendidikan, ekonomi, pelayanan kesehatan dan kehidupan yang lebih baik. Saya mengapresiasi dedikasi seluruh personel yang bekerja tanpa kenal lelah demi masyarakat,” ujar Kapolda Riau.


Ia juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur sederhana namun menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung merupakan bagian dari semangat pengabdian Polri kepada rakyat.


“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri. Ketika akses terbuka, roda ekonomi bergerak, anak-anak bisa pergi sekolah dengan aman, dan masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir,” tambahnya.


Sementara itu, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K. menjelaskan, pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan gotong royong bersama masyarakat setempat. Selain membangun konstruksi baru, personel juga melakukan renovasi total terhadap jembatan yang sudah tidak layak digunakan.


“Pembangunan ini bukan sekadar membangun fisik jembatan, tetapi juga membangun harapan masyarakat agar aktivitas sehari-hari menjadi lebih aman dan lancar,” ujarnya.


Tak hanya yang telah selesai, saat ini terdapat 37 jembatan lainnya yang masih dalam proses pembangunan di sejumlah daerah. Progres pengerjaan bervariasi, mulai dari tahap pondasi hingga finishing. Sementara tujuh titik lainnya telah memasuki tahap persiapan pembangunan.


Beberapa proyek yang menjadi perhatian di antaranya pembangunan jembatan sepanjang 168 meter di Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir, serta pembangunan akses penghubung desa di wilayah Kuantan Singingi, Bengkalis, Pelalawan, hingga Kota Dumai.


Program Satgas Darurat Pembangunan Jembatan ini sendiri merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait pentingnya keselamatan, akses pendidikan dan social inclusion bagi masyarakat pedesaan.


Selama pelaksanaan kegiatan, situasi secara umum berlangsung aman dan kondusif. Meski di beberapa lokasi sempat terkendala cuaca hujan dan kondisi arus air deras, proses pengerjaan tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.


Melalui program ini, Polda Riau berharap pembangunan jembatan dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat pedalaman sekaligus memperkuat hubungan humanis antara Polri dan warga di seluruh pelosok Bumi Lancang Kuning.


*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*


(Ds)

Polsek Jajaran Polres Kuansing Gelar Jumat Curhat, Pererat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas Kondusif





Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Dalam rangka mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Kuantan Singingi kembali melaksanakan kegiatan Jumat Curhat, Jumat (15/5/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Polsek Benai, Polsek Kuantan Mudik dan Polsek Singingi dengan menyerap langsung aspirasi, saran, maupun keluhan masyarakat terkait kondisi kamtibmas di lingkungan masing-masing.


Di wilayah Polsek Benai, kegiatan Jumat Curhat berlangsung di Kelurahan Benai, Kecamatan Benai bersama masyarakat setempat. Dalam kesempatan itu, personel Polsek Benai menyampaikan situasi kamtibmas terkini di wilayah hukum Polsek Benai sekaligus mendengarkan berbagai masukan dan harapan masyarakat demi terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman.


Sementara itu, Polsek Kuantan Mudik melaksanakan kegiatan Jumat Curhat di Desa Banjar Guntung, Kecamatan Kuantan Mudik. Dalam dialog bersama masyarakat, warga menyampaikan kekhawatiran terkait maraknya tindak kejahatan di sejumlah daerah yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi para remaja di lingkungan mereka.


Menanggapi hal tersebut, personel Polsek Kuantan Mudik menyampaikan akan meningkatkan kegiatan patroli rutin serta memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan kamtibmas.


Sedangkan Polsek Singingi menggelar Jumat Curhat di Kelurahan Muara Lembu, Kecamatan Singingi. Pada kegiatan tersebut, personel Polsek Singingi menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas kepada masyarakat, di antaranya pentingnya mengaktifkan ronda malam dan poskamling guna menjaga keamanan lingkungan.


Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak melakukan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) karena dapat merusak lingkungan dan melanggar hukum. Warga Kelurahan Muara Lembu turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kepedulian personel Polsek Singingi yang aktif turun langsung ke tengah masyarakat melalui patroli maupun kegiatan Bhabinkamtibmas.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan Jumat Curhat merupakan sarana komunikasi langsung antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.


“Melalui kegiatan Jumat Curhat, masyarakat dapat menyampaikan secara langsung berbagai keluhan, masukan maupun informasi terkait situasi kamtibmas kepada pihak Kepolisian. Dengan komunikasi yang baik, setiap persoalan dapat lebih cepat ditangani sehingga tercipta rasa aman di tengah masyarakat,” ujar Kapolres.


Kapolres juga menegaskan bahwa jajaran Polres Kuansing akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan preventif, patroli, penyuluhan serta pembinaan guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Polres Kuansing Lanjutkan Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, Progres Capai 30 Persen






Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Polres Kuantan Singingi terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung aksesibilitas dan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Desa Pintu Gobang Kari dengan Desa Bandar Alai Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Rabu (13/5/2026).


Kegiatan pembangunan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB dengan melibatkan personel gabungan dari Polsek, Brimob, serta tenaga teknisi.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menunjang akses transportasi dan aktivitas ekonomi warga antar desa.


“Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami berharap jembatan ini nantinya dapat mempermudah mobilitas warga serta meningkatkan aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat di kedua desa,” ujar Kapolres.


Dalam pelaksanaannya, personel Polsek dan Brimob bersama tenaga teknisi terus melakukan pekerjaan pembangunan secara bertahap. Hingga saat ini, progres pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 30 persen.


Adapun pekerjaan yang telah diselesaikan di antaranya pembongkaran lantai jembatan lama sepanjang kurang lebih 6 meter, pengelasan besi bantalan dan seng plat lantai jembatan sepanjang sekitar 6 meter, serta pemasangan lantai seng plat sepanjang kurang lebih 36 meter.


AKBP Hidayat Perdana menegaskan bahwa proses pembangunan dilakukan dengan mengutamakan faktor keselamatan serta kualitas konstruksi agar jembatan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.


“Pekerjaan terus dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan dan kualitas konstruksi agar hasilnya benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat dalam waktu lama,” tambahnya.


Pembangunan jembatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Warga menilai keberadaan jembatan sangat penting sebagai akses penghubung antar desa yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas masyarakat.


Polres Kuansing berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi dapat segera rampung sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat Desa Pintu Gobang Kari dan Desa Bandar Alai Kari.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done