M C I

Senin, September 14, 2026

Tingkatkan Kebugaran dan Kekompakan, Pegawai Lapas Tembilahan Gelar Kegiatan Bersepeda Bersama





Centerindonesia, 12 September 2026 – Dalam rangka menjaga kebugaran fisik dan mempererat kebersamaan antarpegawai, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan menggelar kegiatan olahraga bersepeda bersama, Sabtu (12/9). Kegiatan yang diikuti oleh jajaran pegawai beserta peserta magang ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Tembilahan, Wahyu Prasetyo.


Seluruh peserta tampak antusias mengayuh sepeda menyusuri rute jalan raya yang telah ditentukan. Selama kegiatan berlangsung, seluruh pegawai mengikuti jalannya olahraga bersama ini dengan tertib serta tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan berkendara. Rangkaian acara pun berjalan di bawah pengawasan dan pendampingan dari jajaran pimpinan demi memastikan situasi tetap kondusif.


Kalapas Tembilahan, Wahyu Prasetyo, menjelaskan bahwa kegiatan olahraga bersama ini merupakan agenda penting untuk menjaga imunitas dan kesehatan para petugas di tengah padatnya rutinitas kedinasan. Selain aspek kesehatan, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk membangun komunikasi yang positif di luar jam kerja.


“Kegiatan bersepeda ini bukan sekadar olahraga untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan kesehatan, tetapi juga sebagai sarana efektif untuk memupuk rasa kekompakan dan soliditas antarpegawai. Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar kegiatan positif seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin,” ujar Wahyu Prasetyo.


Pelaksanaan sepeda bersama ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan olahraga yang konsisten, Lapas Tembilahan berkomitmen untuk terus membentuk sumber daya manusia (SDM) yang sehat, prima, dan kompak, guna mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

(Ds)

Lapas Tembilahan Dorong WBP Produktif melalui Pembinaan Kemandirian






Centerindonesia – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan melaksanakan kegiatan Pembinaan Kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (14/9/2026) pukul 09.00 WIB. Kegiatan yang berada di bawah pengawasan Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) tersebut menjadi upaya Lapas dalam meningkatkan keterampilan, produktivitas, serta kesiapan WBP untuk kembali ke tengah masyarakat.


Pembinaan kemandirian dilaksanakan melalui sejumlah bidang keterampilan, meliputi laundry, pangkas rambut, perikanan, peternakan, dan pertanian. Pada bidang laundry, sebanyak lima WBP melaksanakan pencucian, pengeringan, penyetrikaan, pelipatan, hingga penataan pakaian dengan mengutamakan kebersihan dan kerapian. Sementara itu, satu WBP mengikuti kegiatan pangkas rambut sebagai bekal keterampilan di bidang jasa setelah menyelesaikan masa pidana.


Di bidang perikanan, dua WBP melaksanakan perawatan kolam budidaya ikan patin, nila, dan lele melalui kegiatan pemberian pakan, penambahan air, pemantauan kondisi ikan, serta pembersihan area kolam. Pada bidang peternakan, dua WBP melakukan pemeliharaan ayam kampung, meliputi pemberian pakan dan minum, pembersihan kandang, serta pemantauan kesehatan ternak. Adapun di bidang pertanian, empat WBP merawat tanaman kangkung, pepaya, dan terong melalui penyiraman, pemupukan, penyiangan, dan pemeliharaan lahan.


Kepala Lapas Kelas IIA Tembilahan, Wahyu Prasetyo, menegaskan pentingnya pengembangan pembinaan kemandirian secara berkelanjutan sebagai sarana membentuk WBP yang terampil, disiplin, dan bertanggung jawab. Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan bekal produktif bagi WBP setelah bebas. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar dengan pengawasan petugas Lapas.

(Ds)

Perkuat Pengawasan dan Pelayanan, Lapas Pasir Pangarayan Tindaklanjuti Arahan Dirjenpas





Centerindonesia Pengaraian -  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan mengikuti arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan, pelayanan, pembinaan, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat, Senin (14/9/2026).


Arahan tersebut mencakup sejumlah hal yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas pelaksanaan tugas Pemasyarakatan, di antaranya penguatan pelayanan, peran Hubungan Masyarakat (Humas), ketahanan pangan dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), pelaksanaan operasi gabungan, serta optimalisasi layanan komunikasi bagi warga binaan.


Dalam aspek pelayanan, penguatan Pos Bapas menjadi salah satu perhatian dalam mendukung pelayanan Pemasyarakatan. Keberadaan Pos Bapas diharapkan dapat membantu memberikan akses informasi dan layanan yang berkaitan dengan tugas Pembimbing Kemasyarakatan dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) secara lebih dekat dan mudah dijangkau.


Sementara itu, dari sisi pengawasan, jajaran Pemasyarakatan diarahkan untuk meningkatkan langkah pencegahan terhadap masuknya barang-barang terlarang, khususnya handphone ilegal dan narkoba ke dalam Lapas atau Rutan.


Hasil pelaksanaan kegiatan juga akan disampaikan kepada masyarakat melalui publikasi dan ekspos bersama media atau wartawan, sehingga masyarakat dapat mengetahui langkah-langkah yang dilakukan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.


Di bidang komunikasi publik, Humas juga mendapat perhatian untuk semakin aktif menyampaikan informasi yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat. Informasi mengenai pelayanan, kegiatan pembinaan, ketahanan pangan dan UMKM didorong untuk dikemas menjadi konten yang dapat memberikan gambaran mengenai berbagai aktivitas pembinaan di Lapas.


Pengembangan UMKM dan ketahanan pangan juga menjadi bagian dari upaya mendorong kegiatan produktif. Produk hasil pembinaan diharapkan dapat diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas melalui berbagai saluran informasi maupun kerja sama dengan pihak ketiga dan platform perdagangan elektronik.


Selain itu, optimalisasi Wartelsuspas menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung komunikasi warga binaan dengan keluarga secara tertib dan sesuai ketentuan. Keberadaan layanan komunikasi resmi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mencegah penggunaan handphone ilegal di dalam Lapas.


Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, menyampaikan bahwa arahan pimpinan menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan di lingkungan Lapas.


“Kami akan menindaklanjuti arahan pimpinan dengan terus memperkuat pengawasan, pelayanan dan pembinaan. Kami juga berkomitmen memberikan informasi yang terbuka dan positif kepada masyarakat mengenai berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Lapas Pasir Pangarayan,” ujar Efendi.


Menurutnya, sinergi dengan berbagai pihak juga diperlukan untuk mendukung terciptanya lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib dan kondusif.


“Kami berharap dukungan dan sinergi dari seluruh pihak dapat terus terjalin. Dengan koordinasi yang baik, kami dapat bersama-sama mendukung pelaksanaan tugas Pemasyarakatan sekaligus memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” tambahnya.


Melalui tindak lanjut arahan tersebut, Lapas Pasir Pangarayan terus berupaya menghadirkan pelaksanaan tugas Pemasyarakatan yang mengedepankan keamanan, pelayanan, pembinaan dan keterbukaan informasi, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas mengenai berbagai upaya yang dilakukan di lingkungan Lapas.

(Ds)

Penguatan Peran Pembimbing Kemasyarakatan





Centerindonesia Pekanbaru - Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai mengikuti kegiatan sosialisasi secara virtual yang membahas tentang penguatan peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pegawai Lapas Narkotika Rumbai dengan penuh antusias guna memahami dinamika baru dalam sistem penegakan hukum dan pemasyarakatan di Indonesia.


​Melalui sosialisasi strategis ini, para petugas mendapatkan pemahaman mendalam mengenai urgensi dan transformasi tugas Pembimbing Kemasyarakatan seiring dengan berlakunya KUHP Nasional. Peran PK dinilai semakin krusial, terutama dalam memberikan asesmen, rekomendasi, serta pengawasan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) agar selaras dengan prinsip keadilan restoratif.


​Keikutsertaan Lapas Narkotika Rumbai dalam agenda ini menegaskan komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menyelaraskan langkah dengan regulasi hukum terbaru. Diharapkan, pemahaman yang diperoleh dari kegiatan virtual ini dapat diimplementasikan secara optimal dalam mendukung proses pembinaan di dalam lapas

(Ds)

Panen Sayur Aquaponik Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan

 




Centerindonesia hari ini (25/09) pagi, Seksi Binadik dan Giatja melakukan panen sayur hasil dari pelatihan program kemandirian aquaponik antara Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan dengan TBM insani beberapa bulan yang lalu.


Aquaponik merupakan sistem pertanian berkelanjutan yang mengkombinasikan akuakultur dan hidroponik dalam lingkungan yang bersifat simbiotik. Program kemandirian Lapas Teluk Kuantan menggunakan akuakultur yang normal dengan ekskresi dari hewan yang dipelihara yakni ikan lele yang akan terakumulasi di air dan meningkatkan toksisitas air bagi tumbuhan.


Dengan hasil panen sayur aquaponik ini, dinilai program kemandirian berjalan dengan baik dan mencapai tujuan pembinaan.


“Kami terus berusaha dalam rangka pembinaan kemandirian bagi WBP berupa aquaponik ini agar berjalan dengan lancar dan membuahkan hasil. Alhamdulillah pada pagi ini kami dapat memanen dari usaha kami ini. Dengan tempat yang sangat terbatas kami masih bisa membuat program ini berjalan sebagai mestinya. Tentunya peran dari WBP sangat penting dalam program ini.” Ujar Kasi Binadik dan Giatja Yasir Arapat.


(Ds)

Bupati Siak Pastikan Karhutla Dayun Padam, Pendinginan Terus Dilakukan

 




Centerindonesia Siak - Afni Zulkifli usai mengakhiri pendidikan KPPD Lemhannas tahun 2026, tak menunggu lama. Ia langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Sukamulya, Kecamatan Dayun. 


Afni tiba bersama suaminya Triono Dul Hakim, sekitar pukul 16.30 wib di perbatasan Kampung Sukamulya dan langsung menyalami petugas Satgas darat yang tampak kelelahan setelah memadamkan Karhutla.


Satu per satu pasukan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, MPA, Satpol PP, tim pemadam swasta, tim kecamatan dan kampung disalaminya.


Di lokasi kunjungan ada Wakil Bupati Siak Syamsurizal, Kapolres Siak Sepuh AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M dan jajaran, Kepala BPBD Siak Novendra, Kadaops Manggala Agni Siak Ikhsan, dan para pihak lainnya.


"Alhamdulillah per hari ini Siak sudah zero firespot, terimakasih semua, kita jaga bersama Siak bebas titik api. Tinggal pendinginan dan memastikan semuanya aman. Saya terus memantau dan mengawal perkembangan tiap hari," kata Afni, Sabtu (12/9/2026).


Sudah dua pekan Afni mengikuti KPPD IV Lemhannas di Jakarta. Menjadi satu-satunya Kepala daerah dari Riau yang ditunjuk mengikuti pendidikan di angkatan tersebut. 


Meski pendidikan, hampir tiap saat, namun Afni terus update perkembangan situasi karhutla, menunjukkan tanggungjawab pengendalian karhutla masih dalam komando kepemimpinannya.


"Saya bersyukur Siak punya Forkompimda yang kompak memimpin pengendalian karhutla ini. Mohon maaf baru bergabung lagi hari ini di lapangan. Baru landing tadi dan langsung kesini. Pak Kapolres dan Pak Dandim bahkan memimpin langsung di lokasi, juga ada Pak Wakil," tambahnya.


Pada lokasi Dayun berbatasan Kampung Sukamulya ini, luasan terbakar mencapai 40 hektar. Dengan jenis lahan gambut dan tanaman rawa yang mudah terbakar, pemadaman membutuhkan 9 hari kerja dengan melibatkan 1.330 personil (OH). Saat ini titik api sudah padam dan tinggal pendinginan.


Karhutla di Siak mayoritas berada dalam kawasan hutan. Diantaranya di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Taman Nasional Zamrud, dan lahan Perhutanan Sosial. Semua titik api pada kawasan di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan ini sudah berhasil dipadamkan oleh tim Satgas Karhutla.


"Saya berterimakasih pada Satgas Provinsi terutama Bapak Kapolda dan Kapolda. Mengirimkan bantuan water boombing dan personil. Juga pada Bapak Gubernur mengirim Satpol PP. Ini hasil kerja kolaborasi dan gotong royong bersama," kata Afni.


Selanjutnya Bupati perempuan pertama di Negeri Istana itu akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Sebagian besar lokasi yang terbakar berada dalam kawasan hutan dan lahan milik Negara yang diklaim sepihak. 


"Kami mendukung penuh penegakan hukum yang sedang dilakukan Polres Siak. Tidak boleh ada klaim pada lahan milik Negara. Kami juga sudah mengeluarkan maklumat melalui surat edaran, agar semua Camat, Lurah, dan Penghulu, tidak mengeluarkan surat keterangan apapun di kawasan hutan dan lahan milik negara lainnya, salah satunya sebagai upaya pencegahan Karhutla," kata Afni. 


Usai mengunjungi posko tim satgas, Bupati Siak bersama Wakil Bupati dan Kapolres Siak mendatangi lokasi pembukaan lahan yang diduga kuat menjadi salah satu penyebab karhutla. Disini masih tampak ada garis polisi dan plang penegakan hukum yang dipasang Polres Siak. 


"Lahan ini hutan rawa gambut yang harusnya basah, tapi dipaksa kering. Sangat merusak lingkungan. Padahal ini daerah penangkap air, tapi mau dibuat jadi ladang sawit. Kita tak akan biarkan ini terjadi. Kami mendukung penuh penegakan hukum yang dilakukan Polres Siak. Tidak boleh ada asal klaim di lahan milik negara," tegas Afni. 


(MC Siak)

Minggu, September 13, 2026

Polsek Singingi Tertibkan Dua Rakit PETI di Muara Lembu


Minggu, 13 September 2026





Centerindonesia,– Polsek Singingi, Polres Kuantan Singingi, menindaklanjuti informasi terkait adanya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kelurahan Muara Lembu, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Minggu (13/9/2026).


Penertiban yang dilaksanakan sekira pukul 10.10 WIB tersebut dipimpin Kapolsek Singingi AKP Azhari, S.H., yang diwakili Ps. Kanit Intel AIPTU Eri Darmadi, S.E., bersama personel Polsek Singingi.


Informasi mengenai dugaan aktivitas PETI tersebut diterima Polsek Singingi dari pemberitaan media. Menindaklanjuti informasi itu, Kapolsek Singingi memerintahkan personel untuk melakukan penyelidikan dan pengecekan langsung ke lokasi.


Sesampainya di lokasi, personel menemukan dua unit rakit PETI dalam kondisi tidak beroperasi. Selanjutnya, personel melakukan penertiban dengan merusak dan membakar kedua unit rakit tersebut guna mencegah kembali digunakannya peralatan tersebut untuk aktivitas PETI.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Singingi AKP Azhari, S.H., mengatakan bahwa pihaknya akan terus menindaklanjuti setiap informasi yang berkaitan dengan dugaan aktivitas PETI di wilayah hukum Polsek Singingi.


“Polsek Singingi terus melakukan pemantauan dan menindaklanjuti setiap informasi yang diterima terkait aktivitas PETI. Penertiban ini dilakukan untuk mencegah kembali digunakannya peralatan tersebut untuk kegiatan penambangan tanpa izin,” ujar AKP Azhari.


AKP Azhari juga mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan tidak melakukan aktivitas penambangan tanpa izin yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan serta mengganggu ketertiban masyarakat.


Dalam kegiatan tersebut, personel tidak menemukan pelaku maupun barang bukti yang dapat diamankan.


Polsek Singingi akan terus meningkatkan patroli, pemantauan, serta penindakan terhadap aktivitas PETI sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mencegah kerusakan lingkungan di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done