Jelang Festival Melayu Day 2026, Ketua SPSI Provinsi Riau Nursal Tanjung, bersama Ketua EO Ny. Mimi dan Koordinator Club Modeling Ny. Yuni, Lakukan Pemantapan.
Center Indonesia Pekanbaru: Ketua SPSI Provinsi Riau, Nursal Tanjung, duduk bareng bersama Ketua EO Kewirausahaan Koperasi UMKM SPSI Provinsi Riau Ny. Mimi dan Koordinator Club Modeling Biduan SPSI Provinsi Riau Ny. Yuni, dalam rangka mempersiapkan Keikut sertaan dalam Festival Melayu Day 2026 di Yala Thailand yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 sampai 16 Februari 2026. Rabu (7/1/2026)
Disela sela-sela acara, kepada awak media, Ketua EO Kewirausahaan Koperasi UMKM SPSI Provinsi Riau Ny. Mimi, menerangkan bahwa, keterwakilan dari UMKM SPSI ada 4 UMKM dan dari Modeling 1 orang, sedangkan dari penyanyi ada 3 orang.
Lanjutnya,"Kita harapkan kehadiran UMKM SPSI Provinsi Riau ditingkat Internasional menyemangati masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Riau, dan dapat membudayakan semangat UMKM, membangun kesejahteraan keluarga dan menggeliatkan serta menggerakkan perekonomian nasional.
Selain itu sebagai promosi pengenalan Pariwisata tanah lancang kuning kepada dunia internasional baik promosi keindahan alamnya yang belum terexplor secara maksimal tetapi mempunyai suatu keindahan yang khusus yang tidak dimiliki Daerah atau pun Negara lain seperti Bono di Kampar maupun Budaya kesenian nya, ujar Ny. Mimi
Sejalan dengan visi Riau 2020 dan ungkapan "Tak kan hilang Melayu di Bumi", hal ini menggambarkan semangat masyarakat Riau menjadikan Riau sebagai pusat perekonomian dan pusat kebudayaan Melayu di wilayah Asia Tenggara, pungkasnya.
Dan kita ketahui keberadaan adat di Kebudayaan Melayu sangat sentral dan fundamental sebagai inti peradaban, pedoman hidup identitas dan landasan hukum yang mengatur hampir seluruh aspek kehidupan dari hal-hal besar sampai hal yang terkecil, mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal, Kata Ny. Mimi.
Perlu kita ketahui bersama bahwa Melayu Day yang akan kita ikuti ini adalah festival budaya tahunan yang diadakan di Kota Yala, Thailand Selatan, untuk merayakan dan mempererat hubungan budaya Melayu antara Indonesia, Malaysia, dan komunitas Melayu Thailand Selatan, menampilkan seni, UMKM, serta promosi pendidikan dan perdagangan, menunjukkan kedekatan budaya yang kuat di wilayah tersebut.
Tentunya dari acara yang akan kita ikuti ini bertujuan untuk memperkuat ikatan budaya, historis, dan diplomatik antara Indonesia, Malaysia, dan komunitas Melayu di Thailand Selatan dan Penguatan Diplomasi, membuka peluang kerja sama di berbagai bidang antara ketiga negara, tutup Ny. Mimi.
(Desi suarni)






