M C I

Selasa, 05 Mei 2026

Tim Elang Kuantan Ringkus Pengedar Sabu di Hulu Kuantan, Sempat Kabur Namun Berhasil Diamankan








Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Tim Elang Kuanta Sat Resnarkoba Polres Kuantan Singingi kembali berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya. Pengungkapan tersebut terjadi di Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan, sekira pukul 15.20 WIB. Senin, (4/5/2026).


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Resnarkoba AKP Hasan Basri, S.H., M.H., menjelaskan bahwa keberhasilan ini berawal dari informasi masyarakat yang merasa resah dengan adanya aktivitas mencurigakan di salah satu rumah di desa tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, tim elang kuanta langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya melakukan penggerebekan di lokasi yang dimaksud.


Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka berinisial F (32), warga Desa Sungai Alah, dan T (25), warga Desa Sungai Pinang. Saat dilakukan penindakan, tersangka F (32) sempat melarikan diri, namun berhasil diamankan tidak jauh dari lokasi. Sementara itu, tersangka T (25) diamankan di dalam rumah.


Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa lima paket kecil dan satu paket sedang yang diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat kotor total 3,28 gram. Selain itu, turut diamankan barang bukti lain berupa kotak rokok, plastik klip kosong, lakban, botol, tisu, uang tunai sebesar Rp500.000, serta dua unit handphone yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran narkotika.


Berdasarkan hasil interogasi awal, tersangka T (25) mengaku mendapatkan sabu dari tersangka F(32) dan dijanjikan upah berupa satu paket sabu per hari. Sementara itu, tersangka F(32) mengaku memperoleh barang tersebut dari seseorang berinisial Z yang saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.


Hasil tes urine terhadap kedua tersangka menunjukkan positif mengandung amphetamine, yang menguatkan dugaan keterlibatan mereka dalam penyalahgunaan narkotika.


Saat ini kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polres Kuantan Singingi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf a jo Pasal 612 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.


Untuk ancaman pidana, para tersangka terancam hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama dua puluh tahun serta pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Narkotika. Selain itu, ketentuan dalam KUHP terbaru juga mengatur sanksi pidana penjara dan/atau denda terhadap perbuatan tersebut.


Polres Kuantan Singingi menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika dan mengimbau masyarakat agar terus berperan aktif memberikan informasi guna menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Polsek Pangean Hadiri Panen Jagung Pipil, Dukung Ketahanan Pangan di Desa Tanah Bekali






Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, jajaran Polres Kuantan Singingi melalui Polsek Pangean menghadiri kegiatan panen jagung pipil Kuartal I Tahun 2026 yang dilaksanakan di BUMDesa Koto Buruak, Desa Tanah Bekali, Kecamatan Pangean, sekira pukul 09.00 WIB. Selasa (5/5/2026)


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Pangean IPTU Aman Sembiring, S.H., dan dihadiri oleh perwakilan Camat Pangean melalui Plt. Kasi Trantib Sukemi, perwakilan Kepala BPP Kecamatan Pangean Edi Afrizal, S.P., Kanit Intelkam Polsek Pangean AIPTU Juni Faisal, Kepala Desa Tanah Bekali Roni Aprialis, S.IP., Bhabinkamtibmas BRIPKA Okta Jumika, Pendamping Desa Rahmat, serta Direktur BUMDesa Koto Buruak Musmuriadi.


Panen jagung pipil dilaksanakan di atas lahan seluas 1,25 hektare dengan hasil produksi mencapai sekitar 5,5 ton. Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah desa, kelompok tani, dan pihak kepolisian dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Pangean.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Pangean IPTU Aman Sembiring, S.H., menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung program pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan.


“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, namun juga berperan aktif dalam mendukung program pembangunan, termasuk sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat,” ujar IPTU Aman Sembiring.


Lebih lanjut disampaikan, sinergitas yang terjalin antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat terus ditingkatkan guna mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan lahan produktif secara optimal.


Dengan capaian hasil panen yang cukup baik, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Tanggapi Laporan Masyarakat, Propam Polres Kuansing Lakukan Pemeriksaan






Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Menanggapi adanya laporan masyarakat terkait dugaan keterlibatan oknum anggota, Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H. mengambil langkah cepat dan tegas dengan memerintahkan Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam) untuk melakukan pemanggilan serta pemeriksaan terhadap anggota yang bersangkutan, Minggu (03/05/2026).


Kapolres Kuansing menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh personel Polri, serta berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan yang berkembang di tengah masyarakat secara profesional dan transparan.


“Menanggapi laporan masyarakat terkait dugaan tangkap lepas pelaku narkoba yang diduga dilakukan oleh salah seorang personel Polsek Benai Polres Kuansing berinisial Aipda AM, saya telah memerintahkan Si Propam Polres Kuansing untuk segera memanggil dan meminta keterangan dari anggota yang disebutkan, guna memastikan kebenaran informasi tersebut. Kami akan mendalami secara objektif sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tegas AKBP Hidayat Perdana.


Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan bahwa Polres Kuansing terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bentuk kontrol sosial dalam mewujudkan institusi Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).


“Apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, jika tidak terbukti, kami juga akan menyampaikan secara terbuka kepada publik,” tambahnya.


Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak kepolisian.


Polres Kuansing menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas institusi serta terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Kapolda Riau Dampingi Menteri LH Tinjau Waste to Energy di Muara Fajar, Dorong Solusi Nyata Persoalan Sampah






Centerindonesia PEKANBARU – Upaya penanganan persoalan sampah di Provinsi Riau terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Pada Selasa (5/5/2026), Kapolda Riau bersama jajaran mendampingi kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Drs. Moh. Jumhur Hidayat, M.Si. di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar, Kota Pekanbaru.


Kegiatan ini difokuskan pada peninjauan langsung fasilitas Waste to Energy serta kunjungan ke Tabung Harmoni Hijau Polda Riau, sebagai bagian dari inovasi pengelolaan sampah berbasis energi dan lingkungan.


Turut mendampingi Kapolda Riau Irjen. Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., dalam kegiatan tersebut antara lain Karo SDM Polda Riau Kombes Pol Boy Jeckson Situmorang, S.H., S.I.K., M.H. , Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K., PKKM TK III Polda Riau, serta Kapolresta Pekanbaru Kombespol Muharman Arta, S.I.K., M.H.. Hadir pula sejumlah pejabat dari Kementerian Lingkungan Hidup, di antaranya staf ahli menteri Laksmi, Plt Deputi Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 Melda, serta Direktur Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup Dodi Kurniawan.


Kunjungan ini juga dihadiri tokoh akademisi Rocky Gerung, perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, serta unsur Forkopimda Kota Pekanbaru, termasuk Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar.


Dalam keterangannya, Menteri LH/Kepala BPLH, Moh. Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan secara terintegrasi dan berorientasi pada solusi jangka panjang.


“Permasalahan sampah tidak bisa lagi ditangani dengan cara konvensional. Konsep waste to energy seperti yang kita lihat hari ini menjadi salah satu solusi strategis untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.


Ia juga mengapresiasi langkah Polda Riau yang turut berperan aktif dalam mendukung program lingkungan hidup, termasuk melalui inovasi Tabung Harmoni Hijau.


“Keterlibatan institusi Polri dalam isu lingkungan merupakan bentuk kepedulian nyata. Ini menjadi contoh baik bagaimana sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dapat menciptakan perubahan positif,” tambahnya.


Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan menyampaikan komitmen institusinya dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.


“Polda Riau siap mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam penanganan sampah dan perlindungan lingkungan hidup. Melalui inovasi seperti Tabung Harmoni Hijau, kami ingin mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus menciptakan solusi yang produktif dan bernilai guna,” tegas Kapolda.


Kehadiran berbagai pihak dalam kunjungan ini diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam mengatasi persoalan sampah di Riau, khususnya di Kota Pekanbaru.


Dengan adanya pengembangan teknologi ramah lingkungan seperti waste to energy, pemerintah optimistis pengelolaan sampah ke depan tidak hanya menjadi solusi ekologis, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pembangunan berkelanjutan di daerah.


*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*

(Ds)

Senin, 04 Mei 2026

Sidang TPP Lapas Pekanbaru Jadi Wadah Evaluasi dan Penentuan Arah Pembinaan Warga Binaan

 





Centerindonesia Pekanbaru,  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) yang bertempat di Aula Saharjo Lapas Pekanbaru. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasibinadik), Ridho Kurniawan, bersama jajaran pejabat struktural, Jumat (05/05/2026).


Sidang TPP merupakan bagian dari mekanisme penting dalam sistem pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yang berfungsi untuk memberikan pertimbangan terhadap usulan program pembinaan lanjutan, integrasi, serta evaluasi perkembangan perilaku warga binaan selama menjalani masa pidana.


Dalam pelaksanaannya, setiap usulan terhadap warga binaan dibahas secara komprehensif oleh tim, dengan mempertimbangkan aspek administratif, hasil pengamatan, serta perkembangan pembinaan yang telah dijalani. Proses ini dilakukan secara objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Kasibinadik, Ridho Kurniawan, dalam arahannya menegaskan pentingnya ketelitian dan integritas dalam setiap pengambilan keputusan. Ia menyampaikan bahwa hasil sidang TPP harus benar-benar mencerminkan kondisi nyata warga binaan sebagai dasar dalam menentukan langkah pembinaan selanjutnya.


“Setiap keputusan yang dihasilkan harus dapat dipertanggungjawabkan dan berorientasi pada keberhasilan program pembinaan, sehingga warga binaan siap kembali dan diterima di tengah masyarakat,” ujarnya.


Melalui pelaksanaan sidang TPP ini, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan serta memastikan proses pemasyarakatan berjalan sesuai dengan tujuan, yakni membentuk warga binaan yang lebih baik dan siap berintegrasi kembali ke lingkungan sosial.

(Ds)

Wabup Siak Dorong Percepatan SNT, Targetkan Hadir di 14 Kecamatan.





Centerindonesia Siak — Pemerintah Kabupaten Siak terus mendorong percepatan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang ditargetkan hadir di 14 kecamatan. Saat ini, satu lokasi yang telah lolos verifikasi pemerintah pusat.


Rencana tersebut disampaikan dalam rapat verifikasi dan validasi usulan SNT yang dipimpin Wakil Bupati Siak Syamsurizal yang didampingi Sekretaris Daerah Mahadar, bersama Perangkat Daerah Terkait, di Ruang Rapat Zamrud Room, Komplek Rumah rakyat. 


Wabup Syamsurizal menekankan pentingnya kesiapan seluruh perangkat daerah dalam memenuhi kriteria dan persyaratan yang dibutuhkan dalam proses verifikasi. 


“Saya berharap seluruh poin penilaian yang belum lengkap dapat segera dipenuhi melalui koordinasi lintas dinas terkait, pastikan usulan pembangunan memenuhi standar SNT yang ditetapkan pemerintah.” kata dia, Selasa (5/5/2026). 


Wabup menyampaikan Kelengkapan dokumen menjadi perhatian utama, mulai dari surat dukungan masyarakat, RTRW, AMDAL, rekomendasi kepala daerah, rapor pendidikan wilayah, profil daerah, hingga dukungan dunia usaha dan dunia industri serta aspek kearifan lokal  mulai dari desain ornamen bangunan hingga penerapan budaya Melayu dalam kegiatan belajar mengajar.


"Saya yakin dan percaya, dengan sinergi kita bersama memajukan pendidikan di Siak, insyaAllah  program ini dapat terealisasi di Kabupaten Siak," ucapnya. 


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Romy Lesmana, menjelaskan bahwa Sekolah Nasional Terintegrasi (STN) merupakan satuan Pendidikan yang  mengedepankan nilai kejujuran transparansi dan tanggung jawab dalam tata kelola serta pembelajaran.


Program ini bertujuan membentuk karakter antikorupsi, disiplin, dan integritas sehingga terciptanya budaya jujur di lingkungan sekolah, baik bagi guru maupun siswa.


"Kami sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di 14 Kecamatan. Namun hingga saat ini baru satu Sekolah yang telah terverifikasi oleh pemerintah pusat. Setiap Sekolah direncanakan berdiri di atas lahan minimal 15 hektare dengan fasilitas pendidikan yang lengkap dan terintegrasi," ucap romy. 


Konsep sekolah ini juga menekankan pengelolaan yang transparan dan akuntabel terutama dalam penggunaan anggaran pendidikan serta, penguatan karakter seperti kejujuran, kemandirian, dan tanggung jawab. 


"Pemerintah pusat mendorong pengembangan tiga jenis sekolah, yaitu Sekolah Garuda untuk siswa berprestasi tinggi, Sekolah Rakyat bagi masyarakat kurang mampu, serta Sekolah Nasional Terintegrasi yang menggabungkan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMU dalam satu kawasan dengan fasilitas lengkap berbasis teknologi modern," kata dia. 


Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Siak berharap dapat menghadirkan sistem pendidikan yang lebih berkualitas sekaligus mencetak generasi unggul di masa depan. Turut hadir Kepala Dinas Sosial Wan Idris, Staf Ahli Bupati Fachrurrozi, Kepala Dinas PUPR Ardi, serta perangkat daerah terkait lainnya.


(Eko/MC Siak)

PPM Manajemen serahkan Hasil Asesmen, Dua Kandidat Raih Skor Tertinggi Calon Direktur BSP






Centerindonesia JAKARTA(-) Proses seleksi nahkoda baru untuk perusahaan migas daerah, PT Bumi Siak Pusako (BSP) menuju babak final pasca uji kompetensi. PPM Manajemen selaku lembaga independen yang ditunjuk telah merilis hasil asesmen terhadap 10 kandidat calon Direktur. 


Dalam Laporan hasil uji kompetensi yang diserahkan kepada Panitia Seleksi (Pansel), terdapat pemetaan ketat yang membagi para kandidat dalam tiga kategori, yakni kategori disarankan, kategori disarankan dengan pengembangan dan tidak disarankan. Hasil ini didasarkan pada skor kompetensi, integritas dan manajerial. Seluruh proses dilakukan secara terbuka dan profesional.


Dari 10 peserta yang melamar dan mengikuti rangkain Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK), hanya dua orang yang dianggap benar-benar siap secara kualifikasi dengan status direkomendasikan disarankan. 


Dua orang yang menuju babak akhir tersebut adalah Robi Junipa, ST dan Muttaqin,ST. Robi Junipa yang memiliki baground pendidikan teknik geofisika mencatatkan skor 7,72 sedangkan Muttaqin yang berlatar belakang pendidikan teknik elektro menyusul dibawahnya dengan skor 7,64.


“Kami telah menerima hasil  penilaian kompentensi  yang dilakukan oleh PPM Manajemen. Hasilnya hanya dua orang yang dinyatakan direkomendasikan, saudara Robi Junipa dan Muttaqin. Tapi ini belum selesai ya, karena dua orang ini masih akan mengikuti tes kesehatan dan wawancara bersama Bupati Siak selaku pemilik saham mayoritas BSP untuk mendalami visi dan misi mereka ,” ujar Ketua Tim  Pansel, H.Heriyanto,SH, Senin (4/5).


Dijelaskan Heriyanto, hasil penilaian ini didasarkan pada akumulasi nilai dari berbagai aspek kompetensi yang diujikan. Skor yang diraih keduanya menempatkan mereka pada kategori direkomendasikan disarankan dan dinilai layak secara kualifikasi untuk memimpin perusahaan energi daerah tersebut.


“Dalam hasil analisa tim PPM Manajemen hanya mereka berdua ini yang direkomendasikan disarankan tanpa catatan. Semua proses dilakukan oleh tim ahli profesional yang dapat dipertanggungjawabkan,” urainya.


Selanjutnya dua nama ini dijadwalkan Medical Check Up (MCU) pada rabu depan. Prosesnya akan dilaksanakan di Rumah Sakit Eka Hospital  Pekanbaru. Sementara itu untuk proses wawancara dijadwalkan akan dilaksanakan didua tempat.  Wawancara Bupati didampingi kepala BPKP dijadwalakan dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026 di Pekanbaru. Kemudian untuk wawancara didampingi Kepala SKK Migas akan dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026. 


“MCU dalam minggu ini, kemungkinan Rabu depan di Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru. Kalau wawancara kemungkinan besar akan dilaksanakan di Jakarta dan Pekanbaru . Jadi kenapa didua tempat karena beda tema, kalau dengan SKK ini mendalami visi-misi terkait migas, sementara dengan kepala BPKP Bupati akan mendalami soal Visi-misi GCG ,” pungkasnya. 


Proses Seleksi di PPM dilaksanakan Secara Ketat, Obejektif dan Berbasis Kompetensi. 


Terpisah Direktur PPM Manajemen Jakarta Aditayani Indra Kukila, M.psi menegaskan bahwa UKK dirancang tidak hanya sebagai tahapan seleksi administratif, melainkan sebagai proses evaluasai menyeluruh terhadap kualitas kepemimpinan kandidat. 


“UKK ini bukan sekedar formalitas. Kami merancang proses ini secara komprehensif untuk menguji kemampuan strategis, kedalaman analisa, serta integritas para kandidat dalam menghadapi dinamika dan tantangan bisnis yang semakian kompleks,” ujarnya. 


Dijelaskan Aditayani seluruh tahapan UKK dilaksanakan melalui metodologi yang terstruktur dan berbasis kompetensi. Meliputi pemaparan visi dan misi, penyelesaian studi kasus, wawancara mendalam serta rekam jejak profesional. Setiap tahapan dilakukan oleh tim asesor independen yang memiliki pengalaman dan kredibilitas tinggi dibidangnya. 


“Selama proses asesmen dilaksanakan tidak ada celah intervensi oleh pihak manapun. Semua proses tercatat dan terekam. Kita memiliki dokumentasinya lengkap. Kami pastikan setiap peserta mendapatkan perlakuan yang setara.Penilaian dilakukan secara objektif dan berbasis indikator yang terukur, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara profesional,” tegasnya.

(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done