M C I

Kamis, Oktober 01, 2026

Acung Korban dari HD!! Tim Desak Kejari Bangka Tangkap HD



MCI | MENDO BARAT, BANGKA — Kasus dugaan korupsi terkait pengalihfungsian kawasan hutan produksi seluas 81 hektare di Desa Penagan, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, kian menjadi sorotan tajam. Tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Bangka: mantan Kepala Desa Penagan bernama Ismail, mantan Penyuluh pada KPHP Sigambir Kotawaringin yang berdinas di DLHK Provinsi Babel bernama Firman, serta Tjen Tjauw Tjhioeng alias Acung. 

Namun di balik penetapan tersebut, muncul pertanyaan mendasar yang belum terjawab sepenuhnya: siapa sebenarnya pemodal dan pemilik utama perkebunan sawit seluas 81 hektare yang dikelola Acung?

Berdasarkan hasil penelusuran, investigasi, serta keterangan sumber internal maupun eksternal, nama Ko HD muncul sebagai sosok yang diduga kuat merupakan pemodal sekaligus pemilik asli dari kebun sawit di kawasan tersebut.

Sudah Diperiksa, Namun Belum Ditetapkan Tersangka

Menurut sumber terpercaya, HD telah beberapa kali dipanggil dan diperiksa oleh pihak Kejari Bangka. Namun hingga saat ini, statusnya belum dinaikkan menjadi tersangka — hanya Acung dan dua lainnya yang ditetapkan.

Fakta ini memicu sejumlah pertanyaan krusial:

- Ada apa dengan proses hukum di Kejari Bangka sehingga HD belum ditetapkan maupun ditahan?

- Dasar hukum, Undang-Undang, serta asas apa yang digunakan sehingga sosok yang diduga sebagai pemodal utama belum diproses lebih lanjut?

- Apakah ada kepentingan tertentu yang membuat proses hukum berjalan tertahan?

Tim Investigasi Akan Layangkan Surat Resmi & Minta Pandangan Pakar Hukum

Tim Investigasi Media Online menyatakan akan terus mengawasi perkembangan kasus ini secara ketat. Langkah yang akan diambil antara lain:

- Mengirimkan surat resmi kepada Polda Babel dan Kejari Bangka guna meminta penjelasan terkait alasan HD belum ditetapkan sebagai tersangka;

- Meminta pandangan dari para pakar hukum untuk menelaah apakah HD layak dikategorikan sebagai tersangka utama, serta pasal-pasal apa yang seharusnya diterapkan jika terbukti adanya kerugian negara akibat pengalihan fungsi hutan menjadi perkebunan sawit dengan kedok kelompok tani.

Diduga, perkebunan tersebut dijalankan dengan menyembunyikan kepemilikan asli di balik nama kelompok tani, padahal keuntungan yang dihasilkan dinikmati oleh pihak-pihak tertentu. Tim investigasi menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga kebenaran terungkap sebenar dan seyogyanya.

Red

Rabu, September 30, 2026

Kolaborasi Pemerintah dan TNI di Tesso Nilo, Pangdam XIX/TT Dampingi Menteri Kehutanan Tinjau Camp Elephant Flying Squad






Centerindonesia – Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., mendampingi Menteri Kehutanan RI Dr. Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D., dalam kunjungan kerja ke Camp Elephant Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Rabu (30/9/2026).

Kunjungan tersebut turut dihadiri Plt. Gubernur Riau Ir. H. Sofyan Franyata Hariyanto, M.T., IPU., Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, serta sejumlah pejabat daerah dan pengelola kawasan konservasi TNTN.

Setibanya di lokasi, Menteri Kehutanan bersama rombongan langsung meninjau Camp Elephant Flying Squad, salah satu unit konservasi yang berperan dalam mitigasi konflik antara manusia dan gajah liar di kawasan Tesso Nilo. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan, sarana pendukung, serta upaya perlindungan satwa yang selama ini dijalankan oleh petugas konservasi.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan memperoleh paparan mengenai tugas dan fungsi Flying Squad yang mengandalkan gajah terlatih untuk membantu pengamanan kawasan hutan sekaligus mengurangi potensi konflik satwa dengan masyarakat di sekitar taman nasional.

Kehadiran Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bersama unsur Forkopimda Riau menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem hutan di Provinsi Riau. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kawasan konservasi sekaligus mendukung upaya pencegahan kerusakan hutan.

Usai meninjau sejumlah fasilitas dan berdialog dengan pengelola kawasan, Menteri Kehutanan beserta rombongan melanjutkan perjalanan kembali ke Pekanbaru.

Selama rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pengelola kawasan konservasi dalam menjaga kelestarian Taman Nasional Tesso Nilo sebagai salah satu habitat penting gajah Sumatra di Indonesia (Pendam19)

(Ds)

Rutan Pekanbaru dan UIN Suska Riau Perkuat Sinergi melalui Nota Kesepahaman





Centerindonesia, 29 September 2026 -- Rutan Kelas I Pekanbaru bersama Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang bertempat di Aula Rutan Kelas I Pekanbaru. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara institusi pemasyarakatan dan perguruan tinggi.


Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Kepala Rutan Kelas I Pekanbaru, Erwin Siregar, bersama Rektor UIN Suska Riau, Prof. Leny Nofianti. Kerja sama ini mencakup bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.


Melalui kerja sama ini, Rutan Pekanbaru dan UIN Suska Riau berkomitmen membuka ruang kolaborasi dalam berbagai kegiatan yang dapat memberikan manfaat, khususnya dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat di lingkungan pemasyarakatan.


Dalam kesempatan tersebut, Rektor UIN Suska Riau beserta rombongan juga berkesempatan melihat secara langsung berbagai fasilitas dan program pelayanan yang tersedia bagi warga binaan di Rutan Kelas I Pekanbaru. Rombongan meninjau Dapur Rutan, Klinik Pratama Rutan Kelas I Pekanbaru, serta program Ketahanan Pangan yang menjadi salah satu program pembinaan bagi warga binaan.


Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai upaya Rutan Pekanbaru dalam memenuhi kebutuhan dasar, menjaga kesehatan, serta memberikan pembinaan yang produktif bagi warga binaan. Melalui program ketahanan pangan, warga binaan juga diberikan ruang untuk mengembangkan keterampilan dan menghasilkan karya yang memiliki nilai manfaat.


Sinergi antara Rutan Pekanbaru dan UIN Suska Riau diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi warga binaan, institusi, maupun masyarakat.


Penandatanganan MoU ini menjadi wujud nyata komitmen Rutan Pekanbaru dalam membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi. Bersama dunia pendidikan, menghadirkan pembinaan yang lebih maju, humanis, produktif, dan berdampak.

(Ds)

Perkuat Tugas Dan Fungsi, Karutan Rengat Berikan Pengarahan Kepada Seluruh Pegawai

 




Centerindonesia - Selasa (29 September 2026), Rutan Kelas IIB Rengat melaksanakan pengarahan dan penguatan tugas dan fungsi kepada seluruh pegawai yang dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Rengat, Dedy Irawan.


Dalam arahannya, Karutan menekankan pentingnya memahami dan melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi serta tanggung jawab masing-masing. Setiap pegawai diharapkan mampu bekerja secara disiplin, profesional, berintegritas, dan senantiasa menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan Rutan.


Pengarahan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antarpegawai, sehingga setiap pelaksanaan tugas dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Melalui penguatan tugas dan fungsi ini, Rutan Rengat terus mendorong seluruh jajaran untuk memberikan kinerja terbaik serta menghadirkan pelayanan Pemasyarakatan yang semakin optimal.


Bersama memperkuat tugas, meningkatkan kinerja, dan menjaga integritas!


(Ds)

Mudah dan Gratis, Lapas Pasir Pangarayan Pastikan Layanan Kunjungan Berjalan Sesuai Prosedur

 




Centerindonesia Pangarayan — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan terus berkomitmen memberikan pelayanan kunjungan yang optimal bagi warga binaan dan keluarga maupun masyarakat yang hendak melakukan kunjungan. Pelayanan kunjungan dilaksanakan secara terpadu melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dengan mengedepankan prinsip pelayanan yang mudah, transparan, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Dalam pelaksanaannya, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan menyediakan dua mekanisme pendaftaran kunjungan, yaitu secara online dan offline. Bagi masyarakat yang memilih layanan secara online, pendaftaran kunjungan dapat dilakukan melalui aplikasi DIGIPAS, sedangkan pendaftaran secara langsung dapat dilakukan melalui petugas layanan pada PTSP.


Setiap tahapan kunjungan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan aturan yang telah ditetapkan. Pengawasan dilakukan secara melekat guna memastikan seluruh proses berjalan tertib serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.


Sebelum memasuki area kunjungan, pengunjung wajib mengikuti prosedur pemeriksaan yang telah ditentukan, termasuk pemeriksaan barang bawaan. Pemeriksaan dilakukan menggunakan screening 3D system dan pemeriksaan secara manual. Selain itu, pengunjung juga menjalani pemeriksaan badan sesuai dengan standar keamanan dan ketentuan yang berlaku.


Penerapan prosedur tersebut merupakan bagian dari upaya Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan dalam mencegah masuknya barang-barang yang dilarang serta memastikan pelaksanaan layanan kunjungan berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif.


Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, menegaskan bahwa pelayanan kunjungan merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak warga binaan sekaligus wujud komitmen Lapas dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.


“Kami memastikan seluruh proses pelayanan kunjungan dilaksanakan sesuai dengan aturan dan standar operasional yang berlaku. Mulai dari pendaftaran, pemeriksaan hingga pelaksanaan kunjungan dilakukan dengan pengawasan yang melekat untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Efendi P. Purba.


Ia juga menegaskan bahwa seluruh layanan kunjungan di Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan tidak dipungut biaya atau gratis. Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan imbalan dalam bentuk apapun kepada petugas dalam proses pelayanan kunjungan.


“Pelayanan kunjungan ini kami berikan secara gratis. Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kanal layanan yang telah disediakan, baik secara online melalui DIGIPAS maupun secara langsung melalui PTSP. Jika menemukan adanya pungutan atau praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan, segera laporkan kepada pihak Lapas,” lanjutnya.


Melalui pelayanan kunjungan yang terpadu, transparan, dan berorientasi pada keamanan tersebut, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan terus berupaya menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang profesional serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat.

(Ds)

Perkuat Ketahanan Pangan, Rutan Dumai Kembali Panen Sayur Pakcoy dan Kangkung

 




Centerindonesia – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai kembali melaksanakan panen sayuran hasil program ketahanan pangan, berupa pakcoy dan kangkung yang dibudidayakan secara hidroponik di lingkungan Rutan Dumai.


Kegiatan panen ini menjadi salah satu bentuk keberlanjutan program ketahanan pangan yang dikembangkan Rutan Dumai dengan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam proses budidaya tanaman, mulai dari penyemaian, perawatan hingga masa panen.


Budidaya sayuran menggunakan sistem hidroponik dipilih karena dapat memanfaatkan lahan secara optimal sekaligus menghasilkan tanaman yang relatif cepat dipanen. Selain pakcoy dan kangkung, Rutan Dumai juga terus mengembangkan berbagai kegiatan produktif lainnya sebagai bagian dari pembinaan keterampilan bagi Warga Binaan.


Panen tersebut turut menjadi momentum untuk melihat hasil dari proses pembinaan dan pemanfaatan lahan produktif yang telah dilakukan secara berkelanjutan.


Melalui program ketahanan pangan ini, Rutan Dumai tidak hanya mendorong pemanfaatan lahan secara produktif, tetapi juga memberikan pengalaman dan keterampilan bercocok tanam kepada Warga Binaan yang diharapkan dapat menjadi bekal setelah selesai menjalani masa pidana.


Rutan Dumai berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan.

(Ds)

KOMITMEN RAWAT KERUKUNAN, LAPAS NARKOTIKA RUMBAI TERUS BERBENAH SARANA MASJID DAN GEREJA

 




Centerindonesia – Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan pembinaan terbaik bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya dengan terus berbenah dan mempercantik sarana rumah ibadah, baik Masjid maupun Gereja yang ada di dalam Lapas.


Saat ini, sejumlah pekerjaan pembenahan tengah dilakukan. Di area Masjid, dilakukan penataan dan perbaikan fasilitas untuk kenyamanan WBP dalam melaksanakan ibadah sholat dan tempat wudhu dan  kegiatan keagamaan Islam. Sementara di area Gereja Oikumene Alfa Omega, tengah dilakukan pembangunan jalan paving block dan penataan taman di halaman depan gereja.


Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai mengatakan, pembenahan rumah ibadah merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian. 


 "Prinsip kami, semua WBP berhak mendapatkan hak beribadah dengan nyaman dan layak, apapun agamanya. Masjid kita perbaiki, Gereja kita percantik, dan saat ini kami telah berkomunikasi dengan Walubi Kota Pekanbaru untuk pembangunan Vihara di Lapas Narkotika Rumabai. Tujuannya satu, agar mereka semakin dekat dengan Tuhan dan menjadi pribadi yang lebih baik. Inilah wujud nyata toleransi di dalam Lapas," tegas Kalapas.


Pantauan di lapangan, WBP dengan penuh semangat bergotong-royong bersama petugas. Ada yang memasang, kanopi,  paving block, merapikan taman, hingga membersihkan area sekitar rumah ibadah. Keterlibatan WBP ini juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian dan melatih rasa memiliki terhadap fasilitas Lapas.


Selain untuk keindahan, penataan taman di depan Gereja dan perbaikan akses di Masjid diharapkan mampu menciptakan lingkungan Lapas yang asri, bersih, humanis dan damai.


Dengan terus berbenahnya sarana ibadah ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat kerohanian WBP serta mendukung terciptanya suasana Lapas yang aman, tertib, dan religius.


(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done