M C I

Kamis, 09 April 2026

Pasca Penindakan PETI, Kapolres Kuansing Ajak Tokoh Adat, Masyarakat dan Instansi Terkait Bersinergi Jaga Kondusivitas







Center indonesia KUANTANSINGINGI,– Polres Kuantan Singingi (Kuansing) menggelar rapat tindak lanjut pasca penindakan aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) di Desa Rawang Ogung, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, di Ruang Rapat Polsek Cerenti. Rabu siang (8/4/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., serta dihadiri unsur pemerintah daerah, kejaksaan, aparat kecamatan, kepala desa, hingga tokoh adat dan masyarakat.

Dalam arahannya, Kapolres Kuansing menyampaikan pendekatan humanis dengan mengedepankan komunikasi, kolaborasi, serta peran aktif tokoh masyarakat dalam menyelesaikan persoalan pasca penindakan PETI.

“Saya sangat mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara Polsek Cerenti, pemerintah kecamatan, serta para datuk dan niniak mamak. Ini menjadi contoh bahwa persoalan di masyarakat bisa diselesaikan dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik,” ujar AKBP Hidayat Perdana.

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menegakkan hukum, namun dalam pelaksanaannya tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan serta memberikan ruang kepada keluarga dan tokoh masyarakat untuk berperan aktif.

“Kami memahami bahwa setiap permasalahan di tengah masyarakat memiliki dinamika tersendiri. Oleh karena itu, kami tidak serta merta mengambil langkah represif, tetapi mengedepankan pendekatan persuasif dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh adat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kapolres memberikan kesempatan kepada pihak keluarga untuk menyerahkan tersangka secara baik-baik dalam kurun waktu yang telah ditentukan.

“Kami memberikan waktu selama 3x24 jam kepada pihak keluarga, melalui peran kepala desa, niniak mamak, dan tokoh masyarakat, untuk menyerahkan tersangka. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam mengedepankan pendekatan humanis,” tambahnya.

AKBP Hidayat juga mengingatkan bahwa kejadian sebelumnya tidak boleh terulang kembali, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban.

“Kami berharap tidak ada lagi tindakan yang melanggar hukum maupun upaya perlawanan terhadap petugas. Mari kita jaga bersama situasi yang kondusif dan hormati proses hukum yang sedang berjalan,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa setiap proses penegakan hukum yang dilakukan oleh Polres Kuansing tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM).

“Kami pastikan seluruh proses hukum dilakukan secara profesional dan tetap menjamin hak-hak setiap individu,” ungkap Kapolres.

Sementara itu, para peserta rapat dari unsur pemerintah dan tokoh masyarakat menyatakan dukungan terhadap langkah Polres Kuansing dalam penanganan PETI, serta siap membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut.

Rapat menghasilkan kesepakatan bersama untuk mendukung penegakan hukum serta memberikan kesempatan kepada pihak keluarga untuk menyerahkan tersangka dalam waktu 3x24 jam, baik ke Polsek Cerenti, Polsek Kuantan Hilir, maupun Polres Kuansing.

Melalui pendekatan humanis dan kolaboratif ini, diharapkan penyelesaian permasalahan dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan konflik, sekaligus memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat dalam memberantas aktivitas PETI di Kabupaten Kuantan Singingi.

Melindungi Tuah, Menjaga Marwah

(Desi suarni)

Sinergitas Polri dan Masyarakat Bahu Membahu Bangun "Jembatan Merah Putih Presisi" di Sungai Mandau







Center indonesia ​SIAK – Semangat gotong royong terpancar jelas di Kampung Muara Kelantan, Kecamatan Sungai Mandau. Bukan sekadar pembangunan fisik, kehadiran Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara Polri dan masyarakat adalah kunci dalam membangun daerah, terutama di tengah kondisi infrastruktur yang sebelumnya sangat memprihatinkan.

​Sebelum renovasi ini menyentuh tanah Muara Kelantan, kondisi jembatan di wilayah tersebut berada dalam status sangat membahayakan. Kayu-kayu penyangga yang lapuk dan struktur yang sudah tidak stabil membuat setiap langkah warga di atasnya menjadi taruhan nyawa. Setiap harinya, masyarakat—mulai dari petani hingga anak-anak sekolah—terpaksa melintasi akses yang rusak tersebut dengan rasa cemas, mempertaruhkan keselamatan mereka demi menyambung hidup dan pendidikan.

​Dibawah arahan Polres Siak, Kapolsek Sungai Mandau bersama personel Satgas Jembatan Merah Putih Presisi turun langsung ke lapangan. Tidak sendirian, mereka membaur bersama personel BKO Brimob, Tim 1011, dan yang paling utama: masyarakat setempat yang mendambakan rasa aman saat melintas.

​Renovasi tahap II ini difokuskan pada dua titik vital yang sebelumnya menjadi sumber kekhawatiran Warga,
Jembatan Menuju Kilang Padi, akses utama penopang ekonomi dan ketahanan pangan warga yang sebelumnya nyaris terputus.
Jembatan Menuju SDN 009 Muara Kelantan,akses utama bagi para penerus bangsa. Sebelumnya, para siswa harus berjuang melewati jembatan rusak yang mengancam keselamatan mereka hanya untuk menuntut ilmu.


​"Ini bukan hanya tentang semen dan besi, tapi tentang bagaimana kita membangun harapan. Kami melihat sendiri bagaimana sebelumnya warga dan anak-anak sekolah harus bertaruh nyawa di jembatan yang rusak. Melalui renovasi ini, kami ingin memastikan mereka bisa melintas dengan rasa aman tanpa rasa takut jatuh atau terperosok lagi," ujar Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, SH, SIK, MH saat dikonfirmasi.

Pemandangan di lokasi menunjukkan keakraban yang kental. Petugas kepolisian yang biasanya berseragam lengkap, kini tampak mahir memegang mesin las, menggerinda besi UNP, hingga mengayunkan kuas cat bersama warga. Transformasi jembatan dari kayu lapuk yang berbahaya menjadi struktur kokoh berbahan besi UNP 80 dan besi beton berkualitas menjadi jawaban atas keresahan warga selama ini.

​Dukungan alat yang lengkap, mulai dari mesin las hingga pengecatan ulang dengan warna khas "Merah Putih", diharapkan membuat jembatan ini tidak hanya kokoh, tetapi juga memiliki daya tahan lama.

​Melalui kegiatan ini, diharapkan aksesibilitas meningkat,Perjalanan menuju sekolah dan pusat kegiatan ekonomi menjadi lebih lancar dan Cepat, ​keamanan terjamin,menghilangkan trauma warga terhadap kondisi jembatan lama yang rapuh dengan struktur baru yang jauh lebih kuat.

​Sinergitas Polri-Masyarakat memperkuat hubungan emosional antara Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan warga binaannya.

​Dengan rampungnya tahap II ini, Jembatan Merah Putih Presisi bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol kemanunggalan Polri dengan rakyat di Kabupaten Siak dalam menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

(Desi suarni)

Rabu, 08 April 2026

56 Pegawai Lapas Pekanbaru Naik Pangkat, Kalapas Yuniarto: Momentum Perkuat Integritas dan Profesionalisme!







Center indonesia Pekanbaru,  – Sebanyak 56 orang pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru resmi menerima kenaikan pangkat dalam sebuah upacara yang berlangsung khidmat di Aula Sahardjo Lapas Pekanbaru. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, dan dihadiri oleh seluruh jajaran pejabat struktural serta pegawai Lapas Pekanbaru, Kamis (09/04/2026).

Upacara diawali dengan penghormatan kepada Inspektur Upacara dan pembacaan Surat Keputusan kenaikan pangkat. Dalam amanatnya, Kepala Lapas Pekanbaru, menyampaikan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar bentuk penghargaan atas masa kerja, tetapi juga wujud kepercayaan dan tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan tugas Pemasyarakatan.

“Kenaikan pangkat ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan integritas, profesionalisme, dan kinerja dalam memberikan pelayanan terbaik, baik kepada warga binaan maupun kepada masyarakat,” ungkap Yuniarto.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga komitmen terhadap tugas dan fungsi Pemasyarakatan, serta memperkuat sinergi antarpegawai dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.

Prosesi dilanjutkan dengan penyematan tanda pangkat baru kepada perwakilan pegawai yang naik pangkat, disaksikan oleh seluruh peserta upacara. Suasana haru dan bangga turut mewarnai momen tersebut, terutama bagi para pegawai yang telah menunjukkan dedikasi dan loyalitas selama bertugas.

Dengan kenaikan pangkat ini, diharapkan ke-56 pegawai tersebut semakin bersemangat dalam mengemban amanah serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan sistem Pemasyarakatan yang lebih baik di Lapas Pekanbaru.

(Desi suarni)

Semarak HBP ke-62, Lapas Pekanbaru Tampilkan Produk Unggulan Warga Binaan di Bazaar Pemasyarakatan








Center indonesia Pekanbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mengikuti kegiatan pembukaan bazaar produk hasil karya warga binaan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau. Bertempat di Halaman Rutan Kelas I Pekanbaru, kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, sekaligus memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat luas, Kamis (09/04).

Bazaar tersebut menghadirkan berbagai produk unggulan hasil kreativitas warga binaan dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Riau. Produk yang ditampilkan tidak hanya memiliki nilai ekonomis, tetapi juga mencerminkan keterampilan serta semangat perubahan para warga binaan dalam menjalani masa pembinaan.

Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, beserta jajaran turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini dengan menampilkan beragam produk hasil karya warga binaannya yang dipasarkan dengan brand “Kawan”. Adapun produk yang dipasarkan antara lain sayur hidroponik segar, telur ayam, roti dan keripik pisang serta aksesoris.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam bazaar ini merupakan bagian dari upaya nyata dalam mendukung program pembinaan kemandirian warga binaan.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga binaan untuk menunjukkan hasil karya mereka kepada masyarakat. Kami berharap melalui bazaar ini, produk-produk yang dihasilkan dapat dikenal lebih luas dan memberikan nilai tambah, sekaligus menjadi bekal keterampilan bagi mereka setelah bebas nanti,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pembinaan yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian, tetapi juga keterampilan produktif yang bernilai ekonomis.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami ingin membangun kepercayaan diri warga binaan serta membuka peluang agar mereka dapat mandiri dan produktif saat kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Partisipasi Lapas Kelas IIA Pekanbaru dalam bazaar ini menjadi bukti komitmen dalam mendukung program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan produk warga binaan semakin dikenal masyarakat dan mampu meningkatkan kepercayaan diri serta keterampilan mereka sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.

Selain sebagai ajang promosi, bazaar ini juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara Pemasyarakatan dengan masyarakat dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan. Dengan adanya dukungan berbagai pihak, diharapkan tujuan pemasyarakatan untuk membentuk warga binaan yang produktif dan mandiri dapat terwujud secara optimal.

(Desi suarni)

*Lantik Anggota Bapekam Dua kampung di Sungai Mandau, Wabup Siak Dorong Optimalkan SDA Kampung*


 




Center indonesia Sungai Mandau-Wakil Bupati Siak Syamsurizal melantik dan mengambil sumpah jabatan Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota Badan Permusyawaratan Kampung (Bapekam) Kampung Muara Kelantan, Kampung Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Selasa (7/4/2026).
 
Wakil Bupati Siak Syamsurizal mengajak seluruh komponen, pemerintah dan seluruh masyarakat Kampung, untuk mengoptimalkan sumberdaya yang ada di Kampung, melalui pengembangan baik di sektor pertanian, perkebunan dan peternakan, agar lebih bernilai ekonomi.
 
“Banyak potensi yang bisa mendatangkan manfaat ekonomi baik untuk PAD Kampung dan kesejahteraan masyarakat kita.  Seperti menghidupkan Desa Wisata dengan mengimbau warga untuk mengenali keunikan kampungnya (alam, budaya, kerajinan) untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis komunitas,” kata Syamsurizal.
 
Kemudian, seluruh komponen kompak, dengan adanya kerjasama tersebut diharapkan potensi yang ada di Kampung bisa dimaksimalkan, sehingga nantinya akan memberikan dampak positif dan juga meningkatkan perekonomian masyarakat Kampung itu sendirinya.
 
Untuk mewujudkan hal tersebut, sambungnya, Badan Permusyawaratan Kampung (Bapekam) juga mempunyai peran dalam mendukung pelaksanaan kegiatan dan program kerja Pemerintah Kampung. 
 
"Oleh karena itu, saya juga berharap kepada anggota PAW Bapekam yang baru saja dilantik, agar secepatnya bisa belajar dan menyesuaikan diri dengan tugas, tanggung jawab dan fungsi sebagai seorang anggota Bapekam ditengah-tengah masyarakat," pintanya. 
 
Pada kesempatan ini, Wakil Bupati Siak Syamsurizal juga mengucapkan terimakasih kepada anggota Bapekam Kampung Lubuk Jering sebelumnya, atas dedikasinya selama menjadi anggota Bapekam. 
 
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Siak, kami mengucapkan terimakasih kepada anggota Bapekam sebelumnya, atas dedikasinya dalam menjalankan tugas dan kewajiban selama ini. Semoga Allah SWT membalasnya dengan kebaikan," tutup Wabup Siak itu.(inf)

Polres Siak dan PGRI Tandatangani MoU, Perkuat Pendidikan dan Perlindungan Guru







Center indonesia Dayun – Polres Siak dan PGRI Kabupaten Siak resmi menandatangani MoU terkait mekanisme pendampingan hukum bagi guru di Aula Endra Dharma Laksana Polres Siak, Kecamatan Dayun, Selasa (7/4/2026).

Penandatanganan MoU ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergitas di bidang pendidikan dan pembinaan generasi muda. Selain itu, kerja sama ini juga bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi siswa, guru, dan pendidik di Kabupaten Siak.

Sekretaris Daerah Kabupaten Siak sekaligus Ketua PGRI Kabupaten Siak, Mahadar, yang ikut melakukan penandatanganan tersebut, tentu menyambut positif kegiatan ini. Ia menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya memberikan perlindungan hukum bagi guru, tetapi juga memperkuat upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Siak dan PGRI Kabupaten Siak, kami menyambut baik niat baik Kapolres Siak. Kami berharap MoU ini menjadi sinergi yang kuat untuk melindungi profesi guru serta mendukung pendampingan hukum bagi guru-guru," ujar Mahadar.

Mahadar menambahkan, selain sebagai penegak hukum, polisi juga berperan sebagai mitra edukasi dalam pembinaan dunia pendidikan, baik untuk guru maupun generasi muda. Ia menekankan pentingnya dorongan dan dukungan dari kepolisian untuk terus bekerja sama memajukan pendidikan di Kabupaten Siak.

"Kami berharap Bapak Kapolres dapat memberikan arahan dan paparan mekanisme pendampingan hukum bagi guru yang sedang menjalankan tugas, agar semua guru merasa aman dalam mendidik anak-anak bangsa." ucapnya. 

Sementara itu, Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, memaparkan mekanisme perlindungan hukum dan penanganan perkara bagi guru di Kabupaten Siak.

"Guru merupakan pilar utama kemajuan bangsa. Kami dari Polres Siak tentu harus ikut berperan memberikan perlindungan hukum agar guru dapat menjalankan tugasnya dengan aman. Dengan rasa aman ini, diharapkan tercipta generasi yang cerdas serta lingkungan belajar yang lestari," jelas Kapolres.

Kapolres menambahkan bahwa kerja sama ini meliputi koordinasi cepat dalam penyelesaian masalah, sosialisasi hukum, pendampingan kasus, serta pencegahan tindak pidana di sekolah.

Acara ditutup dengan simbolisasi penghijauan melalui pemberian bibit pohon kepada PGRI Kabupaten Siak. Para guru menyambut antusias, menciptakan suasana hangat dan kebersamaan. Momen ini menjadi simbol bahwa perlindungan guru dan keamanan belajar merupakan bagian dari upaya membangun masa depan generasi muda Kabupaten Siak.

(Desi suarni)

Sinergi Polisi dan Warga, Bhabinkamtibmas Cek Pos Kamling Perkuat Kamtibmas di Perawang*







Center   indonesia Perawang- Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Bhabinkamtibmas melaksanakan kegiatan sambang sekaligus pengecekan Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) di wilayah binaannya. Rabu(8/4/26)

Kegiatan tersebut dilaksanakan di RT 05 RW 06 Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Dalam kesempatan itu, Bhabinkamtibmas menyambangi warga sekaligus memastikan kesiapan Pos Kamling sebagai sarana pendukung kegiatan Siskamling.

Selain menjalin komunikasi dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas juga melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan Pos Kamling, mulai dari buku mutasi, alat komunikasi, hingga sarana pendukung lainnya guna menunjang pelaksanaan ronda malam di lingkungan tersebut.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, mengingat Siskamling merupakan mitra strategis Polri sebagai garda terdepan dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

Kapolsek Tualang Kompol Teguh Wiyono, S.H., M.H menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata pelayanan Polri dalam membangun kedekatan serta memperkuat sinergi dengan warga.

“Melalui kegiatan sambang dan pengecekan Pos Kamling ini, kami berharap masyarakat semakin aktif dalam menjaga keamanan lingkungannya. Siskamling adalah mitra Polri yang sangat penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujar Kapolsek.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan lingkungan semakin meningkat serta tercipta hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.

(Desi suarni)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done