M C I

Kamis, Juli 23, 2026

Lapas Pasir Pangarayan Bentuk Kelompok Tani "L'Pasian Bersahabat" sebagai Wadah Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

 




Centerindonesia Pasir Pengaraian - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pangarayan melaksanakan kegiatan pembentukan Kelompok Tani "L'Pasian Bersahabat" sebagai bagian dari upaya mendukung pelaksanaan pembinaan kemandirian bagi warga binaan di bidang pertanian, bertempat di Aula Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Rabu (15/07).


Kegiatan diawali dengan penyuluhan kepada warga binaan mengenai kelompok tani. Kelompok Tani "L'Pasian Bersahabat" dibentuk sebagai wadah bagi warga binaan yang mengikuti kegiatan pembinaan di bidang pertanian agar pelaksanaannya lebih terorganisir dan terarah. Melalui wadah tersebut, warga binaan diharapkan terus memperoleh kesempatan untuk mengikuti kegiatan pembinaan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.


Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan kelompok tani diharapkan dapat menjadi wadah yang mendukung pelaksanaan pembinaan kemandirian di bidang pertanian.


Selanjutnya, Kalapas membacakan hasil pembentukan Kelompok Tani "L'Pasian Bersahabat" yang telah disepakati dalam kegiatan tersebut. Pembentukan kelompok tani ini menjadi langkah awal dalam pengorganisasian warga binaan yang akan mengikuti kegiatan pembinaan di bidang pertanian di lingkungan Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan.


Sebagai rangkaian penutup kegiatan, penyuluh bersama jajaran Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan dan peserta melaksanakan survei ke lahan ketahanan pangan yang berada di lingkungan Lapas. Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi lahan yang akan dimanfaatkan dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan di bidang pertanian.


Pembentukan Kelompok Tani "L'Pasian Bersahabat" merupakan salah satu upaya Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan dalam mendukung pelaksanaan pembinaan kemandirian bagi warga binaan sesuai dengan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Kegiatan ini juga sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle). Selain itu, kegiatan ini selaras dengan arah kebijakan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dalam mendukung penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan potensi lahan yang dimiliki sesuai tugas dan fungsi pemasyarakatan.

(Ds)

Rutan Dumai Gelar Sidang TPP Usulan Integrasi bagi 19 Warga Binaan

 




Centerindonesia – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai melaksanakan Kegiatan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) dalam rangka pembahasan usulan program integrasi bagi 19 orang warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau.


Sidang membahas usulan program integrasi berupa Pembebasan Bersyarat (PB) dan Cuti Bersyarat (CB). Dari total 19 orang narapidana yang diusulkan, terdiri atas 17 orang usulan Pembebasan Bersyarat (PB) dan 2 orang usulan Cuti Bersyarat (CB).


Kegiatan diikuti secara virtual oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau bersama Anggota Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Kanwil Ditjenpas Riau melalui Zoom Meeting. Sementara dari Rutan Kelas IIB Dumai, kegiatan dihadiri oleh Pejabat Struktural Rutan Kelas IIB Dumai, Kasubsi BKD Bapas Dumai, Anggota TPP Rutan Kelas IIB Dumai, serta Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Dumai.


Dalam pelaksanaan sidang, setiap usulan integrasi dibahas secara komprehensif berdasarkan Laporan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) yang disusun oleh Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Dumai, serta mempertimbangkan masukan dari seluruh anggota Tim Pengamat Pemasyarakatan, baik dari Kanwil Ditjenpas Riau, Rutan Kelas IIB Dumai, maupun Balai Pemasyarakatan Dumai.


Berdasarkan hasil pembahasan dan musyawarah sidang, seluruh usulan program integrasi terhadap 19 (sembilan belas) orang warga binaan disetujui. Persetujuan tersebut diberikan dengan ketentuan bahwa warga binaan wajib melaksanakan seluruh kewajibannya selama menjalani program integrasi, tetap berperilaku baik, serta melaksanakan wajib lapor sesuai ketentuan yang berlaku.


Program integrasi merupakan salah satu bentuk pembinaan lanjutan yang bertujuan mempersiapkan warga binaan untuk kembali dan beradaptasi di tengah masyarakat secara bertanggung jawab, dengan tetap berada dalam pembimbingan dan pengawasan Balai Pemasyarakatan.


Kegiatan Sidang TPP yang dilaksanakan secara virtual ini berlangsung deng

(Ds)

Lapas Pasir Pangarayan Laksanakan Upacara Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026





Centerindonesia Pasir Pengaraian - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan melaksanakan Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Lapangan Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Kamis (23/07). Upacara berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh jajaran pejabat struktural, pegawai, mahasiswa magang, serta warga binaan sebagai bentuk dukungan terhadap peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.


Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Veazanol Kosuma yang membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.


Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 mengangkat tema utama "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan." Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan penegasan bahwa setiap anak adalah pribadi yang berharga, dihormati, dan didengar pendapatnya. Anak bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya. Lindungi adalah kewajiban seluruh pihak untuk memastikan anak terbebas dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perkawinan anak, perundungan, baik di dunia nyata maupun ruang digital.


Selain itu, Menteri juga menegaskan bahwa perlindungan anak tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa. Melalui semangat kebersamaan, diharapkan seluruh pihak dapat terus memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan dan memastikan terpenuhinya hak-hak anak sebagai generasi penerus bangsa.


Melalui peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 ini, diharapkan semakin tumbuh kepedulian bersama terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak, sehingga tercipta lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak Indonesia secara optimal.

(Ds)

Rutan Dumai Laksanakan Upacara Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026





Centerindonesia Dumai – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Lapangan Serbaguna Rutan Dumai yang diikuti oleh seluruh pegawai Rutan Dumai, Rabu (23/7).


Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Agung Maulana, yang membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi.


Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan." Tema tersebut menegaskan bahwa setiap anak merupakan pribadi yang berharga, memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta memperoleh perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, penelantaran, perundungan, hingga ancaman di ruang digital.


Selain itu, amanat tersebut mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat komitmen melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas #RANA), kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak), serta menggaungkan tagline "Sayang Anak Sayang Indonesia" sebagai upaya bersama mewujudkan Indonesia yang ramah anak menuju Indonesia Emas 2045.


Di akhir amanat, Menteri mengajak seluruh anak Indonesia untuk tidak takut melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan kekerasan terhadap anak, dengan menceritakannya kepada orang dewasa yang dipercaya atau menghubungi layanan SAPA 129.


Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat sebagai wujud komitmen Rutan Dumai dalam mendukung peringatan Hari Anak Nasional sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh jajaran akan pentingnya pemenuhan hak serta perlindungan anak sebagai investasi bagi masa depan bangsa. 

(Ds)

Hadir di Tengah Warga Binaan, Waksabi Jadi Upaya Lapas Pekanbaru Tingkatkan Keamanan dan Pembinaan

 




Centerindonesia, – Dalam rangka menjaga situasi tetap aman dan kondusif, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Heru Prabowo bersama jajaran pejabat struktural melaksanakan kegiatan Waktunya Sapa Warga Binaan (Waksabi) dengan turun langsung meninjau blok hunian warga binaan, Rabu (22/07).


Kegiatan ini menjadi wujud kehadiran aktif jajaran Lapas Pekanbaru di tengah warga binaan sekaligus sebagai langkah deteksi dini terhadap kemungkinan gangguan keamanan dan ketertiban. Dalam pelaksanaannya, Heru bersama tim menyusuri sejumlah kamar hunian untuk memastikan kebersihan lingkungan, kelayakan fasilitas, serta kondisi keamanan di dalam blok tetap terjaga.


Tidak hanya melakukan pengecekan fisik, jajaran Lapas juga berinteraksi langsung dengan warga binaan guna menyerap aspirasi serta memastikan kondisi mereka dalam keadaan baik. Pendekatan yang humanis ini diharapkan mampu menciptakan suasana yang harmonis serta mendukung proses pembinaan yang lebih efektif.


Heru menegaskan bahwa kegiatan Waksabi akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga binaan.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan setiap sudut hunian berada dalam kondisi yang layak dan aman. Selain itu, kami juga mendorong terciptanya komunikasi yang terbuka agar hubungan antara petugas dan warga binaan semakin baik,” ujarnya.


Melalui pelaksanaan Waksabi secara berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berharap situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga serta proses pembinaan bagi warga binaan dapat berjalan dengan optimal.

(Ds)

Lapas Pekanbaru Peringati HAN ke-42, Tegaskan Komitmen Lindungi Anak





Centerindonesia, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru melaksanakan Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Lapangan Upacara Lapas Pekanbaru, Kamis (23/07). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai sebagai bentuk komitmen dalam mendukung perlindungan dan pemenuhan hak anak.


Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Parlindungan H. Simanjuntak. Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”.


Dalam kesempatan tersebut, Parlindungan H. Simanjuntak membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi. Dalam amanatnya disampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberikan perlindungan, pemenuhan hak, serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.


“Tema ‘Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan’ menegaskan bahwa setiap anak adalah pribadi berharga yang harus dilindungi, dihormati, dan dipenuhi hak-haknya. Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, karena dengan menjaga dan membangun anak hari ini, kita sedang menyiapkan fondasi masa depan Indonesia yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan,” ucap Parlindungan.


Melalui tema tahun ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat, termasuk jajaran Pemasyarakatan, dapat terus meningkatkan kepedulian dan peran aktif dalam menjaga, membina, serta mendukung tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa.


Kegiatan upacara diakhiri dengan doa bersama sebagai harapan agar anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan mampu membangun masa depan bangsa yang lebih baik.

(Ds)

Komisi X DPR RI Bawa Kabar Baik untuk Siak, DAK Pendidikan Rp240,4 Miliar dan Rehabilitasi Istana Disetujui.





Centerindonesia Siak – Kunjungan kerja reses Komisi X DPR RI ke Kabupaten Siak, Riau, mendapat sinyal positif dari pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Siak dipastikan menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik bidang pendidikan tahun 2026 sebesar Rp240,4 miliar, sekaligus memperoleh dukungan pemerintah pusat untuk rehabilitasi Istana Siak dan Balairung Sri senilai Rp5,5 miliar, setelah berbagai usulan pembangunan dipaparkan kepada rombongan Komisi X dan kementerian mitra.


Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan kunjungan Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (FPG) dan Anggota bersama jajaran kementerian mitra menjadi momentum penting bagi Kabupaten Siak. Menurutnya, pemerintah pusat tidak hanya melihat langsung potensi daerah, tetapi juga merespons berbagai kebutuhan yang selama ini menjadi prioritas pembangunan.


"Alhamdulillah Kabupaten Siak menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya kunjungan pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI. Bersama Komisi X juga hadir para direktur jenderal, direktur, dan jajaran kementerian yang menjadi mitra mereka. Ini menjadi suatu anugerah bagi kami," kata Afni dalam pertemuan Komisi X DPR RI bersama Pemkab Siak di Balairung Datuk  Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat Siak, Rabu (22/7/2026). 


Ia mengatakan, dari kunjungan tersebut Kabupaten Siak memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik bidang pendidikan tahun 2026 sebesar Rp240,4 miliar. Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan dukungan rehabilitasi Istana Siak dan Balairung Sri yang selama ini belum dapat diakomodasi melalui APBD.


"Alhamdulillah, ini suatu anugerah untuk kita karena kita mendapat DAK nonfisik pendidikan di tahun 2026 ini sebesar Rp240,4 miliar, selain itu tadi ada juga untuk membantu rehabilitasi stadion lalu untuk membantu rehabilitas Istana Siak,"  kata dia. 


"Ini kabar gembira dan kesyukuran bahwa  yang tadinya kita membutuhkan anggaran untuk rehabilitasi Istana melalui APBD tetapi belum ada, tahun ini mendapat dukungan pengerjaan sebesar Rp5,5 miliar untuk Istana Siak dan Balairung Sri," tambahnya. 


Afni berharap dukungan tersebut menjadi awal bagi terealisasinya berbagai program prioritas lain yang telah diusulkan Pemerintah Kabupaten Siak, khususnya di sektor pendidikan dan pelestarian warisan budaya.


Senada juga dikatakan, Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian, mengatakan kunjungan ke Kabupaten Siak memberikan gambaran langsung mengenai potensi sejarah dan budaya yang dimiliki Negeri Istana. Menurutnya, kekayaan tersebut perlu dijaga bersama karena memiliki nilai penting, tidak hanya sebagai warisan bangsa, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat.


"Hampir semua mitra kami memberikan respons yang sangat positif terhadap berbagai aspirasi yang dikemukakan. Mulai dari revitalisasi sekolah, termasuk SLB, sampai pelestarian dan perlindungan cagar budaya yang jumlahnya sangat banyak dan sangat bernilai," ucapnya. 


"Saya kira menjadi kewajiban pemerintah pusat untuk bersama-sama memastikan cagar budaya di Kabupaten Siak tetap lestari dan nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat melalui sektor pariwisata," lanjutnya. 


Ia juga mengaku terkesan dengan konsep kunjungan yang memperlihatkan langsung kehidupan masyarakat dan identitas Kabupaten Siak. Dalam sehari, rombongan diajak mengunjungi sekolah, menyusuri kawasan bersejarah, menyeberangi Sungai Siak, menikmati kuliner lokal, hingga menyaksikan berbagai warisan budaya, baik benda maupun tak benda.


"Kesan dari awal sudah benar-benar berbeda. Kami diajak melihat langsung sumber peradaban masyarakat Siak yang berbasis sungai. Budayanya sangat kaya, mulai dari kuliner, sastra, musik sampai tarian. Padahal kami baru satu hari berada di Siak," ujarnya.



(Rahma/MC Siak)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done