M C I

Jumat, Juli 17, 2026

POLICE GO TO SCHOOL, DITLANTAS POLDA RIAU TANAMKAN BUDAYA TERTIB BERLALU LINTAS DAN GREEN POLICING KEPADA PELAJAR

 




Centerindonesia Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau terus memperkuat budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda melalui program Police Go To School. Edukasi kali ini digelar di SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru, Jumat (17/7/2026), sebagai bagian dari upaya membentuk pelajar yang disiplin, berkarakter, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan di jalan raya.


Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.15 hingga 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, S.Pd., M.M., bersama jajaran personel Subdit Kamsel.


Dalam kegiatan itu, para pelajar mendapatkan edukasi mengenai etika berlalu lintas, pentingnya mematuhi rambu dan peraturan lalu lintas, batas usia yang diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor roda dua, serta pentingnya disiplin sebagai pondasi dalam kehidupan bermasyarakat. Edukasi dikemas secara komunikatif dan interaktif sehingga para siswa dapat memahami bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama.


Sebagai bentuk apresiasi kepada para pelajar, Ditlantas Polda Riau menyerahkan helm berstandar SNI, tumbler, dan buku panduan keselamatan berlalu lintas. Selain itu, sebagai implementasi Program Green Policing yang digagas Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heryawan, para siswa yang menunjukkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas juga menerima bibit tanaman buah sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.


Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, menjelaskan bahwa Police Go To School merupakan langkah preventif kepolisian dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia sekolah. Menurutnya, pendidikan dan pembinaan menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang sadar hukum dan bertanggung jawab.


“Kami ingin menanamkan pemahaman kepada para pelajar bahwa keselamatan berlalu lintas bukan sekadar mematuhi aturan, tetapi merupakan bentuk penghargaan terhadap kehidupan. Jangan mengendarai kendaraan apabila belum memenuhi persyaratan usia dan belum memiliki kompetensi berkendara. Jadilah pelajar yang disiplin, menjadi contoh bagi teman-teman, serta selalu mengutamakan keselamatan di mana pun berada,” ujar AKBP Dasril.


Ia menambahkan, pendekatan edukatif akan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan sekolah-sekolah di Provinsi Riau.


“Melalui Program Green Policing yang diinisiasi Bapak Kapolda Riau, kami juga ingin menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada para pelajar. Keselamatan berlalu lintas dan kecintaan terhadap alam merupakan dua nilai yang harus tumbuh bersamaan agar lahir generasi yang bertanggung jawab terhadap sesama maupun lingkungan,” tambahnya.


Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol. Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pembentukan budaya tertib berlalu lintas tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi harus dimulai dari pendidikan dan pembinaan yang berkelanjutan.


“Keselamatan berlalu lintas adalah budaya yang harus ditanamkan sejak dini. Ketika para pelajar memahami pentingnya disiplin dan tanggung jawab di jalan raya, mereka akan tumbuh menjadi pelopor keselamatan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Sejalan dengan Program Green Policing, kami ingin membangun generasi yang tidak hanya tertib berlalu lintas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari masa depan Riau yang aman, hijau, dan berkelanjutan,” tegas Kombes Pol. Jeki Rahmat Mustika.


Kepala SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru, Budimansyah, M.Pd., mengapresiasi kepedulian Ditlantas Polda Riau yang terus menghadirkan edukasi langsung kepada kalangan pelajar.


“Program ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi peserta didik kami. Selain meningkatkan pemahaman tentang keselamatan berlalu lintas, para siswa juga memperoleh pembelajaran mengenai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap sinergi antara dunia pendidikan dan Ditlantas Polda Riau dapat terus berlanjut demi membentuk generasi muda yang berkarakter, taat hukum, dan peduli terhadap sesama,” ungkap Budimansyah.


Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias. Para siswa aktif berdialog, mengikuti sesi edukasi, serta menunjukkan komitmen untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat.


Melalui Police Go To School, Ditlantas Polda Riau menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan edukasi yang menyentuh generasi muda. Dengan sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat, diharapkan tumbuh budaya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) yang semakin kuat, sekaligus melahirkan generasi yang disiplin, peduli lingkungan, dan siap menjadi agen perubahan dalam mewujudkan Riau yang aman, tertib, serta berkelanjutan.

(Ds)

Tim Elang Kuantan Bongkar Jaringan Peredaran Sabu, Pengedar Diamankan dengan Barang Bukti 21,15 Gram


Kamis, 16 Juli 2026





Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Tim Elang Kuantan Satresnarkoba Polres Kuantan Singingi kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Seorang pria berinisial AY (43) berhasil diamankan bersama barang bukti diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 21,15 gram dalam penggerebekan di Kelurahan Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis dini hari (16/7/2026).


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Resnarkoba AKP Hasan Basri, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran narkotika di sebuah rumah di Kelurahan Sungai Jering.


"Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Elang Kuantan Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan. Setelah informasi dinilai akurat, pada Kamis sekitar pukul 04.30 WIB tim melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pengedar narkotika," ujar AKP Hasan Basri.


Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 44 paket plastik klip bening berisi diduga sabu, terdiri dari 43 paket yang disimpan di dalam plastik hitam di area dapur dan satu paket lainnya berada di atas meja ruang tengah. Selain itu, turut diamankan satu pipet kaca pyrex berisi diduga sabu, tiga plastik klip kosong, alat hisap bong, korek api, potongan pipet, satu unit telepon genggam OPPO A5i warna ungu, serta uang tunai sebesar Rp200.000 yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.


Berdasarkan hasil interogasi awal, tersangka mengaku memperoleh 47 paket sabu dari seseorang berinisial K alias yang saat ini masih dalam penyelidikan (DPO). Tersangka mengaku menjalankan sistem kerja sebagai pengedar dengan imbalan sebesar Rp1 juta.


Hasil pemeriksaan urine terhadap tersangka juga menunjukkan hasil positif amphetamine.


AKP Hasan Basri menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan perkara ini guna mengungkap jaringan pemasok narkotika tersebut.


"Kami tidak akan berhenti pada penangkapan satu pelaku saja. Tim masih terus melakukan pengembangan untuk memburu pemasok maupun pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika ini. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan informasi apabila mengetahui adanya penyalahgunaan atau peredaran narkoba di lingkungan masing-masing," tegasnya.


Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.


Untuk Pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman pidananya berupa pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana penjara seumur hidup, serta pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Polres Kuantan Singingi menegaskan akan terus meningkatkan upaya pemberantasan peredaran narkotika demi menjaga keamanan dan menyelamatkan masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkoba.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Kamis, Juli 16, 2026

SPPG Polres Kuansing Salurkan 2.325 Porsi Makan Bergizi Gratis, Dukung Terciptanya Generasi Sehat dan Berkualitas


Kamis, 16 Juli 





Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Kuantan Singingi kembali menyalurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada ribuan penerima manfaat di Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis (16/7/2026). 


Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak.


Pendistribusian dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB dari SPPG Polres Kuantan Singingi yang berlokasi di Jalan Lingkar Perkantoran Pemkab Kuantan Singingi, Kelurahan Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah.


Sebanyak 2.325 porsi makanan bergizi berhasil disalurkan kepada 2.325 penerima manfaat, terdiri dari 1.732 siswa, 270 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, 253 balita, 44 ibu hamil, serta 26 ibu menyusui. Penerima manfaat berasal dari sejumlah satuan pendidikan mulai dari tingkat TK, SD, SLB hingga SMK di Kabupaten Kuantan Singingi.


Dalam pelaksanaannya, kegiatan didukung oleh petugas kesehatan, personel SPPG, serta 47 relawan yang memastikan seluruh makanan diterima dalam kondisi higienis, berkualitas, dan sesuai standar gizi. Menu yang disajikan juga disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing kelompok penerima manfaat.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.


"Program Makan Bergizi Gratis ini bukan sekadar memberikan makanan, tetapi merupakan investasi untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik sehingga dapat belajar dengan semangat dan tumbuh secara optimal," ujar Kapolres.


Ia juga mengapresiasi seluruh personel, tenaga kesehatan, pengelola SPPG, para relawan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga pendistribusian dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.


"Kami berharap sinergi yang telah terjalin ini terus dipertahankan agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Polres Kuantan Singingi berkomitmen mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.


Untuk menunjang kelancaran distribusi, SPPG Polres Kuantan Singingi mengoperasikan dua unit kendaraan Grandmax Box sehingga seluruh makanan dapat diantarkan tepat waktu ke lokasi sasaran.


Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian pendistribusian berjalan aman, tertib, dan lancar. Melalui program ini, Polres Kuantan Singingi berharap upaya pemenuhan gizi masyarakat terus berkelanjutan sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Polsek Jajaran Polres Kuansing Gencarkan Sosialisasi dan Patroli Karhutla, Ajak Masyarakat Cegah Kebakaran Sejak Dini


Kamis, 16 Juli 2026





Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Polsek jajaran Polres Kuantan Singingi terus mengintensifkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui kegiatan preemtif dan preventif di wilayah hukumnya, Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Prioritas Kapolri Nomor 5 tentang Pemantapan Kinerja Pemeliharaan Kamtibmas. Kamis (16/7/2026).


Sejumlah Polsek, di antaranya Polsek Cerenti, Benai, Pangean, Logas Tanah Darat, dan Hulu Kuantan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, penyebaran maklumat, pemasangan spanduk di lokasi tertentu, serta patroli ke kawasan perkebunan dan wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran.


Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan untuk kepentingan apa pun, serta mengajak masyarakat segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.


Selain memberikan edukasi mengenai bahaya karhutla, personel di lapangan juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan demi mencegah kerusakan alam dan dampak kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pencegahan karhutla menjadi tanggung jawab bersama sehingga diperlukan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.


"Kami terus menginstruksikan seluruh Polsek jajaran untuk mengedepankan langkah-langkah pencegahan melalui sosialisasi, patroli, dan edukasi kepada masyarakat. Pencegahan jauh lebih efektif daripada penanganan ketika kebakaran sudah terjadi," ujar Kapolres.


AKBP Hidayat juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun karena selain berpotensi menimbulkan kebakaran yang meluas, tindakan tersebut juga memiliki konsekuensi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.


"Kami mengajak seluruh masyarakat Kuantan Singingi untuk bersama-sama menjaga hutan dan lahan dari ancaman kebakaran. Jika melihat adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan kepada kepolisian atau instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti," tambahnya.


Selama pelaksanaan kegiatan di seluruh wilayah hukum Polsek jajaran, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Polres Kuantan Singingi menegaskan akan terus meningkatkan patroli serta kegiatan sosialisasi sebagai langkah antisipatif guna meminimalisir risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kuantan Singingi.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Polantas Sapa Warga di Car Free Day, Ditlantas Polda Riau Gaungkan Budaya Tertib Berlalu Lintas*





Centerindonesia PEKANBARU – Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan pintu masuk Kantor Gubernur Riau, Minggu (12/7/2026), dipenuhi semangat kebersamaan. Di tengah ribuan warga yang berolahraga, personel Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan (Subdit Kamsel) Ditlantas Polda Riau hadir menggelar kampanye keselamatan berlalu lintas dengan pendekatan yang edukatif, humanis, dan interaktif.


Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00 hingga 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, S.Pd., M.M., bersama personel Subdit Kamsel dan jajaran Ditlantas Polda Riau.


Berbagai bentuk edukasi diberikan kepada pengunjung CFD, mulai dari penyampaian pesan keselamatan berlalu lintas, pembagian helm berstandar SNI, tumbler, buku panduan keselamatan berlalu lintas, hingga bibit tanaman buah sebagai bagian dari implementasi program Green Policing.


Selain membagikan perlengkapan dan sarana edukasi, personel Polantas juga berdialog langsung dengan masyarakat mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas, penggunaan helm SNI, kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas, serta pentingnya membangun budaya saling menghormati di jalan raya.


Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dengan personel Polantas mengenai keselamatan berkendara.


Suasana semakin hangat ketika sejumlah warga mengajak Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, beserta para personel Polantas untuk berfoto bersama. Momen tersebut menjadi gambaran eratnya hubungan antara Polantas dan masyarakat melalui pendekatan yang humanis.


AKBP Dasril mengatakan, edukasi keselamatan akan lebih efektif apabila disampaikan secara langsung di tengah masyarakat.


“Kami ingin masyarakat merasa dekat dengan Polantas. Ketika komunikasi terjalin dengan baik, pesan-pesan keselamatan akan lebih mudah diterima. Edukasi seperti ini bukan hanya tentang mematuhi aturan lalu lintas, tetapi juga membangun budaya tertib, saling menghormati sesama pengguna jalan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan bersama. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ujar AKBP Dasril.


Sementara itu, Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, menegaskan bahwa kegiatan edukasi di ruang publik merupakan salah satu langkah nyata membangun budaya keselamatan berlalu lintas di Provinsi Riau.


“Kami ingin Polantas hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang memberikan edukasi dan mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas. Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Semakin tinggi kesadaran masyarakat, maka semakin besar pula peluang menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” ujar Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika.


Ia menambahkan, kegiatan serupa akan terus digelar secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen Ditlantas Polda Riau dalam memberikan perlindungan, pelayanan, dan edukasi kepada masyarakat.


“Melalui pendekatan yang humanis, komunikatif, dan edukatif, kami berharap budaya tertib berlalu lintas semakin tumbuh di tengah masyarakat. Keselamatan harus menjadi kebutuhan dan budaya bersama,” tambahnya.


Salah seorang pengunjung CFD, Tari, warga Kecamatan Tampan, mengaku senang dengan kehadiran personel Polantas di tengah aktivitas masyarakat.


“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan. Kehadiran Polantas yang menyapa langsung masyarakat di Car Free Day membuat kami merasa lebih nyaman dan aman. Kami juga bisa berinteraksi secara langsung dengan para personel. Ibu-ibu Polantas sangat ramah, responsif, dan penyampaian edukasinya mudah dipahami. Semoga kegiatan seperti ini semakin sering dilakukan,” ungkap Tari.


Melalui kegiatan ini, Ditlantas Polda Riau berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas terus meningkat, sehingga mampu mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di seluruh wilayah Provinsi Riau.

(Ds)

*Libur Sekolah Berakhir, Ditlantas Polda Riau Siaga Penuh Amankan Arus Lalu Lintas*





Centerindonesia Pekanbaru, Minggu (12 Juli 2026) – Menjelang dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar pada Senin, 13 Juli 2026, Direktorat Lalu Lintas Polda Riau meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengintensifkan patroli, pengaturan arus lalu lintas, serta edukasi kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas kendaraan pada momen berakhirnya libur sekolah.


Peningkatan volume kendaraan terpantau di sejumlah ruas jalan nasional, kawasan perkotaan, hingga jalan tol. Meski arus lalu lintas terpantau ramai, situasi secara umum masih dalam kondisi aman, tertib, dan lancar berkat kehadiran personel di lapangan.


Kanit Tol Pekanbaru–Bangkinang (Pekbang), AKP Yagusman, mengatakan bahwa patroli bersinggungan dan penyampaian imbauan kepada para pengguna jalan terus ditingkatkan, khususnya di Gerbang Tol XIII Koto Kampar dan ruas Tol Pekanbaru–Dumai (Permai).


«"Arus balik libur sekolah mengalami peningkatan, namun secara umum masih berjalan lancar. Kami mengimbau seluruh pengguna jalan tol agar tidak memaksakan diri berkendara ketika lelah. Manfaatkan rest area untuk beristirahat agar kondisi fisik tetap prima dan perjalanan berlangsung dengan aman hingga tujuan," ujar AKP Yagusman.»


Sementara itu, Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Riau, AKBP Irmadison, mengatakan bahwa personel juga ditempatkan di sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan, terutama di kawasan pusat perbelanjaan yang masih menjadi tujuan masyarakat pada hari terakhir libur sekolah.


Pengamanan difokuskan di kawasan Mall SKA, Mal Ciputra Seraya, Ramayana Panam, serta simpang bersinyal Tabek Gadang. Di saat yang sama, Tim Patroli Beat melaksanakan pemantauan dan pengaturan arus lalu lintas secara mobile di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Arifin Ahmad, Jalan Ahmad Yani, Jalan Riau, Jalan Tuanku Tambusai, Jalan SM Amin, hingga Jalan HR Soebrantas Panam.


"Kehadiran personel di lapangan bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memastikan aktivitas lalu lintas tetap tertib dan lancar menjelang hari pertama masuk sekolah," jelas AKBP Irmadison.


Di kesempatan terpisah, Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H., mengimbau seluruh masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara dengan mematuhi peraturan lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan.


Menurutnya, saat terjadi kepadatan arus, pengendara diharapkan tetap bersabar dan tidak saling mendahului secara sembarangan ataupun memaksakan kendaraan melaju karena tindakan tersebut justru dapat memperparah kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.


"Tertib berlalu lintas merupakan cerminan budaya bangsa. Mari jadikan keselamatan sebagai kebutuhan dan tanggung jawab bersama. Berkendaralah dengan bijak, karena keluarga tercinta selalu menanti kepulangan Anda di rumah," pesan Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika.


Melalui peningkatan patroli, pengaturan lalu lintas, dan edukasi kepada masyarakat, Ditlantas Polda Riau berkomitmen menghadirkan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif, sehingga masyarakat dapat mengakhiri masa libur sekolah dan kembali beraktivitas dengan aman, nyaman, serta berkeselamatan. 

(Ds)

Respons Cepat Call Center 110, Polsek Singingi Tindak Lanjuti Laporan PETI dan Musnahkan Empat Stingkai


Selasa, 15 Juli 




Centerindonesia KUANTANSINGINGI,– Polres Kuantan Singingi kembali menunjukkan respons cepat terhadap setiap pengaduan masyarakat. Melalui layanan Call Center 110, laporan terkait dugaan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Kelurahan Muara Lembu, Kecamatan Singingi, langsung ditindaklanjuti personel Polsek Singingi, Selasa (14/7/2026).


Laporan diterima piket Samapta Polres Kuansing sekitar pukul 12.12 WIB dan segera diteruskan kepada Kanit Reskrim Polsek Singingi IPDA Hezly Hezron Irmondo Pandjaitan, S.H. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Singingi AKP Azhari, S.H., langsung memerintahkan personel menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.


Tim yang dipimpin Kanit Reskrim tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB. Hasil pengecekan menemukan empat unit stingkai yang sudah tidak beroperasi. Untuk mencegah kembali dimanfaatkan dalam aktivitas PETI, petugas melakukan tindakan dengan merusak sekaligus membakar keempat stingkai tersebut.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Singingi AKP Azhari, S.H., menegaskan bahwa respons cepat terhadap laporan masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polres Kuansing dalam memberikan pelayanan terbaik sekaligus menindak aktivitas pertambangan tanpa izin.


"Kami mengapresiasi masyarakat yang telah memanfaatkan layanan Call Center 110 untuk menyampaikan informasi. Setiap laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti secara cepat, tepat, dan profesional. Kami juga terus berkomitmen melakukan penindakan terhadap aktivitas PETI karena berdampak buruk terhadap lingkungan dan melanggar hukum," ujar AKP Azhari.


Ia mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas pertambangan tanpa izin serta terus berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas PETI di lingkungan sekitar.


"Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelestarian lingkungan di Kabupaten Kuantan Singingi. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mencegah dan memberantas aktivitas PETI," Pungkas Kapolsek.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done