M C I

Kamis, Agustus 20, 2026

Bupati Siak Afni Apresiasi Pemanfaatan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan, Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat

 




Centerindonesia – Bupati Siak Afni mengapresiasi pemanfaatan Dana Desa untuk pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan panen semangka yang dikelola melalui pemanfaatan Dana Desa, di Kampung Harapan, Kecamatan Sungai Apit (20/8/2026).


Afni menilai program tersebut menjadi contoh bahwa Dana Desa dapat dikelola secara amanah dan produktif, tidak hanya untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.


“Saya kalau diundang panen dari sesuatu yang berasal dari Dana Desa, saya senang. Saya ingin menunjukkan bahwa tidak semua perangkat desa atau Dana Desa itu dikorupsi. Pasti masih banyak aparatur desa yang amanah, dan ini buktinya,” kata Afni.


Dalam kegiatan tersebut dijelaskan, pengembangan lahan pertanian semangka dan melon telah dilakukan secara bertahap sejak 2024. Modal awal yang dialokasikan melalui Dana Desa mencapai sekitar Rp219 juta. Dari pengelolaan tersebut, kegiatan pertanian mampu meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAK) hingga 200 persen.


Selain meningkatkan pendapatan kampung, kegiatan tersebut juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Sedikitnya 50 hingga 60 orang terlibat dalam aktivitas pertanian tersebut, termasuk kaum ibu yang bekerja mulai dari penanaman, perawatan tanaman hingga proses penyerbukan.


Salah seorang warga mengungkapkan, kegiatan tersebut memberikan tambahan penghasilan sekitar Rp30 ribu untuk pekerjaan selama kurang lebih dua jam. Bagi masyarakat, aktivitas tersebut tidak hanya menjadi sumber pendapatan tambahan, tetapi juga menjadi ruang untuk berkumpul dan beraktivitas bersama.


Afni mengatakan, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan Dana Desa yang tepat sasaran dapat memberikan manfaat berantai bagi masyarakat.


“Dari Dana Desa mereka menanam semangka, kemudian Pendapatan Asli Kampung naik. Kampung menjadi lebih maju dan masyarakat juga mendapatkan pekerjaan. Ini yang harus kita dorong,” ujarnya.


Namun demikian, Afni juga menyoroti semakin terbatasnya ruang fiskal desa akibat berkurangnya alokasi anggaran. Kondisi tersebut membuat pemerintah kampung harus menentukan prioritas antara program ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat lainnya.


Menurutnya, pemerintah desa tetap harus berupaya mempertahankan program produktif yang sudah memberikan hasil nyata bagi masyarakat, meskipun dengan keterbatasan anggaran.


“Sekarang semua kena potong. Jadi jangan marah kepada penghulu. Kami juga terus berjuang. Saya ingin menunjukkan bahwa Dana Desa itu memang dibutuhkan masyarakat desa. Sesungguhnya Dana Desa harusnya ditambah, bukan dipotong,” tegas Afni.


Dalam kesempatan itu, Afni juga berdiskusi dan menerima aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur, khususnya ruas Jalan Sudirman yang dinilai membutuhkan penanganan serius karena kondisi jalan menyebabkan kendaraan kesulitan melintas.


Afni menegaskan, pemerintah daerah tidak akan menutup mata terhadap persoalan infrastruktur yang disampaikan masyarakat. Namun, kondisi kemampuan keuangan daerah saat ini menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.


“Saya bukan tipe pejabat yang suka berjanji. Kalau bisa, saya bilang bisa. Kalau tidak bisa, saya bilang tidak. Kalau duit belum ada, ya saya sampaikan duit belum ada. Tapi bukan berarti kita menyerah,” katanya.


Ia menegaskan, keterbatasan fiskal tidak boleh membuat pemerintah berhenti bekerja. Menurutnya, pemerintah daerah harus terus mencari solusi dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.


“Apakah kita menyerah? Apakah bupati sembunyi menunggu gaji? Kan tidak. Saya keliling ke kecamatan. Kita lihat langsung persoalan masyarakat dan kita cari jalan keluarnya,” ujar Afni.


Afni berharap semangat masyarakat dan aparatur kampung dalam mengembangkan sektor pertanian tetap dipertahankan. Ia juga meminta agar setiap rupiah Dana Desa yang dipercayakan kepada pemerintah kampung benar-benar dikelola secara transparan, amanah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.


“Yang penting sekarang kita maju ke depan. Mari kita tunjukkan bahwa setiap rupiah Dana Desa yang dititipkan kepada penghulu dan perangkat desa digunakan untuk kemaslahatan rakyat,” pungkasnya.

(Ds)

Polres Kuansing Pastikan Pengamanan Kuansing Bersholawat Hadad Alwi Berjalan Aman dan Kondusif


Kamis, 20 Agustus 




Centerindonesia,– Polres Kuantan Singingi memastikan pengamanan kegiatan Kuansing Bersholawat bersama Hadad Alwi di Astaka Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, berjalan aman dan kondusif, Rabu (19/8/2026).


Sebelum kegiatan berlangsung, personel yang terlibat dalam pengamanan dilakukan pengecekan untuk memastikan kesiapan, kehadiran, serta penempatan personel di sejumlah titik yang telah ditentukan.


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kabag Logistik AKP Syarif Sujono, mengatakan pengecekan tersebut merupakan bagian dari kesiapan Polres Kuansing dalam memberikan pelayanan dan rasa aman kepada seluruh masyarakat yang hadir.


“Seluruh personel yang terlibat pengamanan harus memahami tugas dan tanggung jawabnya. Utamakan pelayanan kepada masyarakat, jaga sikap humanis, serta tetap waspada terhadap situasi di sekitar lokasi kegiatan,” ujar AKP Syarif Sujono.


Ia menegaskan, pengamanan tidak hanya difokuskan pada kelancaran acara, tetapi juga pada keamanan dan kenyamanan masyarakat selama kegiatan berlangsung.


“Personel agar tetap mengedepankan pendekatan yang humanis, menjaga komunikasi dengan masyarakat, serta segera melakukan langkah-langkah apabila ditemukan potensi gangguan keamanan,” tambahnya.


Polres Kuansing juga mengimbau masyarakat yang menghadiri Kuansing Bersholawat Hadad Alwi untuk bersama-sama menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas, dan menciptakan suasana yang aman serta nyaman hingga kegiatan selesai.


Dengan kesiapan personel dan sinergi seluruh pihak, Polres Kuansing berkomitmen memastikan rangkaian kegiatan Kuansing Bersholawat Hadad Alwi Tahun 2026 berlangsung tertib, aman, dan kondusif.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Anev Pengamanan Pacu Jalur 2026, Dir Pamobvit Polda Riau Tekankan Kesiapsiagaan dan Keselamatan


Kamis, 20 Agustus 2026





Centerindonesia,– Polres Kuantan Singingi menggelar Analisa dan Evaluasi (Anev) Pengamanan Pacu Jalur Event Nasional Tahun 2026 di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, bertempat di Aula Rupattama Polres Kuansing. Kamis (20/8/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Dir Pamobvit Polda Riau Kombes Pol Suherman Zein, S.H., M.H., Wadir Polair Polda Riau AKBP Angga F. Herlambang, S.I.K., S.H., Kasubdit Pariwisata Dit Pamobvit Polda Riau Kompol Novaldi, S.Sos., M.Si., Wakapolres Kuansing Kompol Nardy Masry, S.H., Kabagops Polres Kuansing Kompol A. Reymon Tarigan Gersang, S.Sos., M.H., PJU Polres Kuansing, serta Pawas dan Padal pengamanan Pacu Jalur Tepian Narosa.


Dalam arahannya, Dir Pamobvit Polda Riau Kombes Pol Suherman Zein menekankan agar seluruh unsur pengamanan memastikan keberadaan personel di lokasi sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.


“Katim agar memastikan keberadaan personel dan memastikan personel berada di lokasi pada saat pelaksanaan tugas. Dalam melaksanakan pengamanan, personel juga harus menjaga sikap dan tidak melakukan perbuatan yang dapat menurunkan citra Polri di mata masyarakat,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan personel selama pelaksanaan pengamanan agar seluruh tugas dapat berjalan dengan optimal.


Terkait aspek keselamatan, Kombes Pol Suherman Zein memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan jembatan gantung oleh masyarakat. Petugas diminta memastikan kapasitas atau kekuatan jembatan serta mencegah masyarakat berhenti dan menonton dari atas jembatan saat perlombaan berlangsung.


“Perhatikan keselamatan masyarakat. Pastikan kapasitas jembatan dan jangan sampai masyarakat menonton dari lokasi jembatan karena dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan,” ujarnya.


Untuk pengamanan pada malam hari, personel diminta tidak menganggap remeh situasi serta melakukan pemetaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang dapat muncul di sekitar lokasi kegiatan.


Sebagai tindak lanjut, jembatan gantung akan dilakukan penutupan pada siang hingga sore hari sampai pukul 17.00 WIB selama pelaksanaan event Pacu Jalur. Sementara itu, pengamanan malam akan terus dioptimalkan untuk mengantisipasi dan meminimalisir potensi gangguan kamtibmas di lokasi pelaksanaan.


Melalui Anev tersebut, Polres Kuansing bersama jajaran Polda Riau memperkuat kesiapsiagaan pengamanan guna memastikan Pacu Jalur Event Nasional 2026 di Tepian Narosa berlangsung aman, tertib dan mengutamakan keselamatan masyarakat.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai Patroli Udara Karhutla, Turun Langsung Padamkan Api di Pelalawan

 



Centerindonesia Riau Irjen Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo dan Kalaksa BPBD Provinsi Riau Edy Afrizal melakukan patroli udara untuk memantau langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Riau, Kamis (20/8/2026).


Patroli udara dimulai dari Helipad Mapolda Riau menuju sejumlah titik panas yang terpantau di Kabupaten Pelalawan. 


Rombongan kemudian menuju Kecamatan Kerumutan, salah satu wilayah yang saat ini menjadi fokus penanganan Karhutla.


Tak hanya melakukan pemantauan dari udara, Kapolda dan Pangdam turun langsung ke lokasi terdampak untuk melihat proses penanganan sekaligus bergabung bersama personel gabungan melakukan upaya pemadaman.


Di lapangan, penanganan Karhutla melibatkan personel Polres Pelalawan, Kodim, BPBD, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya yang bekerja bersama melakukan pemadaman dan pendinginan pada areal terdampak.


Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan, patroli udara dilakukan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi Karhutla sekaligus memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat dan terkoordinasi.


“Dari udara kita bisa melihat secara langsung kondisi dan sebaran wilayah yang terdampak. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana informasi itu segera diterjemahkan menjadi tindakan di lapangan. Karena itu, kami turun langsung ke Kerumutan untuk memastikan seluruh sumber daya bergerak bersama,” kata Herry.


Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan respons dan kolaborasi seluruh unsur. Setiap titik api harus ditangani sedini mungkin agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas, terutama pada kawasan dengan karakteristik lahan yang rentan terbakar.


“Karhutla tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, perusahaan dan masyarakat harus berada dalam satu gerak. Prinsipnya, begitu terdeteksi ada titik api, kita harus cepat datang, cepat memadamkan dan memastikan tidak terjadi kebakaran ulang,” ujarnya.


Herry menegaskan upaya penanggulangan tidak hanya dilakukan melalui pemadaman. Polda Riau juga terus memperkuat langkah pencegahan, patroli, deteksi dini, edukasi kepada masyarakat hingga penegakan hukum terhadap pembakaran lahan.


“Menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga keselamatan masyarakat. Semangat Green Policing yang kami dorong bukan hanya bicara penegakan hukum, tetapi bagaimana kepolisian ikut membangun kesadaran dan menggerakkan seluruh elemen untuk menjaga alam Riau,” tegasnya.


Sementara itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo mengatakan jajaran TNI terus memperkuat dukungan personel dalam penanganan Karhutla bersama Polri dan pemerintah daerah.


“Kami memastikan personel di lapangan tetap bekerja bersama dan saling mendukung. Kondisi seperti ini membutuhkan kekuatan terpadu. Tidak ada sekat TNI, Polri maupun instansi lainnya ketika yang kita hadapi adalah ancaman terhadap masyarakat dan lingkungan,” kata Agus.


Ia juga mengapresiasi personel gabungan yang tetap bekerja di tengah medan dan kondisi lapangan yang tidak mudah.


“Yang berada di garis depan adalah personel kita di lapangan. Mereka menghadapi panas, asap dan medan yang berat. Karena itu kami hadir untuk memastikan mereka mendapat dukungan dan penanganan dilakukan secara maksimal sampai api benar-benar padam,” ujarnya.


Kalaksa BPBD Provinsi Riau Edy Afrizal mengatakan patroli udara membantu tim menentukan kondisi aktual serta kebutuhan penanganan pada wilayah terdampak.


“Pemantauan udara memberikan gambaran yang lebih luas sehingga penanganan bisa diarahkan secara tepat. Setelah titik terdampak teridentifikasi, tim darat bergerak melakukan pemadaman dan dilanjutkan dengan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul,” kata Edy.


Menurut Edy, koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mengoptimalkan personel, peralatan dan sumber daya yang tersedia, terutama pada wilayah yang membutuhkan penanganan intensif.


Menurutnya, patroli udara dan pemadaman langsung di Kerumutan menjadi bagian dari langkah terpadu Pemerintah Provinsi Riau bersama TNI-Polri dan seluruh unsur terkait dalam mengendalikan Karhutla. 


"Pemantauan dan operasi darat akan terus dilakukan pada wilayah rawan untuk mencegah kebakaran meluas dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan," demikian Edy. 

(Ds)

Pengamanan Pacu Jalur Event Nasional 2026 Hari Kedua, Kapolres Kuansing Pastikan Ribuan Personel Siap Jaga Keamanan


Kamis, 20 Agustus 2026





Centerindonesia,– Polres Kuantan Singingi bersama TNI, pemerintah daerah dan unsur terkait terus memperkuat pengamanan Pacu Jalur Event Nasional Tahun 2026 di Tepian Narosa Teluk Kuantan. Memasuki hari kedua, kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. Kamis (20/8/2026).


Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan bersama Wakapolres Kuansing Kompol Nardy Masry, S.H., para Kabag, Kasat dan Kapolsek jajaran.


Pada hari kedua, perlombaan diikuti sebanyak 144 jalur dari 72 hilir, melanjutkan persaingan dari hilir 31 hingga hilir 102. Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran sekitar 50 ribu penonton yang memadati kawasan Tepian Narosa.


Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana mengatakan, pengamanan dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan kesiapsiagaan dan pelayanan kepada masyarakat.


“Kami memastikan seluruh rangkaian Pacu Jalur berjalan aman dan tertib. Personel di lapangan agar tetap waspada, humanis dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolres.


Menurut Kapolres, pengamanan tidak hanya berfokus pada kelancaran perlombaan, tetapi juga keselamatan masyarakat, peserta dan seluruh pengunjung yang hadir.


“Dengan jumlah masyarakat yang cukup besar, kita harus mampu mengantisipasi setiap potensi gangguan. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tetap jaga komunikasi serta koordinasi antarunsur pengamanan,” tegasnya.


Pengamanan melibatkan personel Polres Kuansing, BKO Polda Riau, TNI, Satpol PP dan Damkar, Dishub, BPBD, tenaga kesehatan, DLHK serta unsur terkait lainnya.


Usai pelaksanaan perlombaan, Polres Kuansing menggelar apel konsolidasi pengamanan di Lapangan Astaka Kabupaten Kuansing yang dipimpin Wakapolres Kuansing Kompol Nardy Masry, S.H.


Dalam konsolidasi tersebut, Kabag Ops Polres Kuansing Kompol A. Raymon Tarigan Gersang, S.Sos., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah melaksanakan pengamanan hari kedua.


“Terima kasih kepada rekan-rekan yang telah melaksanakan pengamanan Pacu Jalur hari kedua. Kegiatan dapat berjalan dengan baik berkat kerja sama kita semua. Tetap utamakan kesehatan karena rangkaian Pacu Jalur masih berlangsung,” disampaikannya.


Kapolres Kuansing menegaskan bahwa pengamanan akan terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh rangkaian Pacu Jalur Event Nasional Tahun 2026 selesai.


“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan sinergi dan kerja sama seluruh pihak, kita harapkan Pacu Jalur Event Nasional 2026 dapat berlangsung aman, lancar dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh masyarakat,” Pungkas AKBP Hidayat Perdana.


Melindungi Tuah, Menjaga Marwah


(Ds)

DPP AKPERSI Silaturahmi dengan Kapolresta Karawang, Perkuat Komunikasi Pers dan Polri*





Centerindonesia KARAWANG — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPP AKPERSI) Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., CFLE., C.ILJ., bersilaturahmi dengan Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto, S.H., S.I.K., M.Si., Rabu (19/8/2026).


Pertemuan berlangsung di Mapolresta Karawang dengan didampingi jajaran Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPC AKPERSI) Karawang.


Silaturahmi tersebut membahas komunikasi dan sinergitas antara pers dan kepolisian, termasuk pentingnya penyampaian informasi kepada masyarakat secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.


Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan santai. Rino Triyono bersama jajaran DPC AKPERSI Karawang berdiskusi mengenai hubungan kerja antara insan pers dan Polri dengan tetap menghormati tugas, fungsi, serta kewenangan masing-masing.


Rino Triyono mengatakan, pers dan Polri memiliki fungsi yang berbeda dalam kehidupan masyarakat.


“Pers menjalankan fungsi jurnalistik dan kontrol sosial, sedangkan Polri menjalankan tugas perlindungan, pengayoman, pelayanan kepada masyarakat, serta penegakan hukum. Perbedaan fungsi tersebut tetap dapat berjalan berdampingan melalui komunikasi yang profesional,” kata Rino.


Menurut Rino, hubungan antara pers dan kepolisian perlu dibangun tanpa mengurangi independensi media.


Kemitraan, menurut Rino, bukan berarti pers kehilangan fungsi kontrol sosial. Wartawan tetap harus melakukan verifikasi, konfirmasi, serta menyajikan informasi berdasarkan fakta.


“Kemitraan tidak boleh menghilangkan independensi pers. Ketika terdapat persoalan yang menyangkut kepentingan publik, pers tetap memiliki tanggung jawab untuk melakukan kontrol sosial. Pada saat yang sama, ruang komunikasi dan konfirmasi harus tetap dibuka agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.


*Dorong Verifikasi dan Keberimbangan*


Rino juga menekankan pentingnya profesionalisme wartawan dalam menghadapi perkembangan media digital.


Kecepatan publikasi, menurut Rino, harus diikuti dengan proses verifikasi dan konfirmasi. Informasi yang belum terverifikasi tidak seharusnya disajikan sebagai fakta.


“Wartawan harus bekerja berdasarkan data dan fakta. Kecepatan pemberitaan penting, tetapi akurasi, verifikasi dan keberimbangan tetap menjadi prinsip utama,” katanya.


DPP AKPERSI, lanjut Rino, mendorong jajaran organisasi di daerah untuk menjalankan kegiatan jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.


Rino juga mengingatkan agar kritik yang disampaikan media tetap berdasarkan fakta dan tidak menghakimi pihak tertentu.


“Kritik merupakan bagian dari fungsi pers. Namun, kritik harus berdasarkan fakta, dilakukan secara profesional, serta memberikan ruang konfirmasi kepada pihak yang diberitakan,” ujar Rino.


*Kapolresta Karawang Sambut Silaturahmi*


Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto, S.H., S.I.K., M.Si., menyambut baik silaturahmi DPP AKPERSI bersama DPC AKPERSI Karawang.


Dalam pertemuan tersebut, Mario membahas pentingnya komunikasi antara Polri dan insan pers dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.


Komunikasi yang terbuka dinilai penting agar informasi mengenai pelayanan kepolisian, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, maupun persoalan yang menjadi perhatian publik dapat disampaikan melalui saluran yang tepat.


Hubungan antara Polri dan media juga perlu tetap berada dalam koridor profesional dengan menghormati fungsi serta kewenangan masing-masing.


Polri membutuhkan media sebagai salah satu sarana komunikasi publik. Sementara wartawan membutuhkan akses informasi dan konfirmasi dari pihak berwenang dalam menjalankan tugas jurnalistik.


*Momentum Penguatan Komunikasi*


Silaturahmi DPP AKPERSI dengan Kapolresta Karawang berlangsung setelah perubahan status kelembagaan Polres Karawang menjadi Polresta Karawang.


Tribratanews Polda Jawa Barat melaporkan Polres Karawang mengalami peningkatan status dan tipologi menjadi Polresta. Dalam perubahan tersebut, Kombes Pol. Mario Prahatinto ditunjuk sebagai pimpinan baru Polresta Karawang.


Informasi mengenai perubahan tersebut juga dimuat dalam kanal resmi Humas Polri yang menyebut posisi Kapolres Karawang selanjutnya akan diemban oleh Kombes Pol. Mario Prahatinto.


Rino mengatakan, komunikasi dengan institusi kepolisian perlu terus dibangun, terutama ketika terdapat informasi yang membutuhkan klarifikasi.


“Pers membutuhkan informasi yang akurat dan konfirmasi dari sumber yang berwenang. Sebaliknya, pihak yang diberitakan juga memiliki hak untuk memberikan penjelasan. Mekanisme seperti ini penting untuk menjaga kualitas pemberitaan,” kata Rino.


Rino berharap silaturahmi tersebut dapat menjadi awal komunikasi yang berkelanjutan antara DPP AKPERSI, DPC AKPERSI Karawang dan Polresta Karawang.


Menurut Rino, ruang kolaborasi dapat dikembangkan dalam kegiatan yang berkaitan dengan literasi hukum, literasi jurnalistik, edukasi masyarakat, maupun kegiatan sosial, sepanjang tetap sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing pihak.


“Kami berharap komunikasi ini terus berjalan. Pers tetap menjalankan fungsi jurnalistik secara independen, sementara Polri menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku. Keduanya dapat berkomunikasi dan berkolaborasi tanpa menghilangkan fungsi masing-masing,” ujar Rino.


Pertemuan kemudian ditutup dalam suasana penuh keakraban.


DPP AKPERSI menyatakan akan terus mendorong peningkatan kompetensi, integritas dan profesionalisme wartawan serta membangun komunikasi dengan berbagai pihak dalam rangka mendukung penyampaian informasi publik yang akurat dan bertanggung jawab.


( DPP AKPERSI)

Rabu, Agustus 19, 2026

Pemkab Siak Matangkan Persiapan MTQ Kecamatan dan Kabupaten 2026, Fokus Temukan Talenta Cinta Al-Qur'an.

 




Centerindonesia Siak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan se-Kabupaten Siak dan MTQ tingkat Kabupaten tahun 2026 yang menurut rencana akan di selenggarakan di Kecamatan Koto Gasib.


Bupati Siak Afni Zulkifli yang memimpin rakor tersebut, meminta seluruh camat tetap menyelenggarakan MTQ tingkat kecamatan  meskipun dilaksanakan dengan sederhana tapi tetap bermakna. 


"Karena kondisi anggaran yang terbatas,  dipastikan kegiatan dilaksanakan sesederhana mungkin. Kami minta para camat tetap menggelar MTQ tingkat kecamatan menyesuaikan dengan anggaran dan budget yang ada, " ucapnya di Zamrud Room, Rabu (19/8/2026). 


Menurutnya, yang terpenting adalah pelaksanaan MTQ tetap berjalan tanpa meninggalkan inti dari kegiatan, agar bisa mendapatkan talenta-talenta yang cinta dengan Al-Quran. 


"Yang penting terlaksana meskipun sederhana dan bisa menemukan qori dan Qoriah terbaik sebagai duta dari Kecamatan masing-masing untuk bertanding ketingkat Kabupaten," Kata dia. 


Sementara itu, Wakil Bupati Siak Syamsurizal menekankan koordinasi seluruh pihak. Ia meminta setiap kecamatan mulai mempersiapkan pelaksanaan MTQ di wilayahnya sejak Agustus hingga Oktober.


Ia mengatakan pelaksanaan MTQ Kabupaten, akan digelar bulan november. Adapun penentuan tanggal diselenggarakan dan hal-hal teknis pelaksanaan akan dibahas lebih lanjut bersama panitia dengan tetap menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.


"Silakan kecamatan mulai mempersiapkan pelaksanaannya. Fokus kita yaitu pada khafilah dulu. Untuk teknisnya nanti dibicarakan bersama kepanitiaan dan disesuaikan dengan anggaran yang ada, insyaallah saya dengan ibu Bupati akan hadir pada pembukaan MTQ di setiap kecamatan, secara bergantian," kata dia. 


Dari pelaksanaan MTQ, diharapkan tidak hanya melahirkan talenta-talenta terbaik yang siap bersaing di tingkat lebih tinggi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui tumbuhnya aktivitas UMKM di sekitar lokasi kegiatan untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat Kabupaten Siak.


(Rahma/MC Siak)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done