M C I

Kamis, 16 April 2026

APRESIASI KINERJA PEGAWAI, LAPAS BANGKINANG GELAR PENYEMATAN KENAIKAN PANGKAT 28 PEGAWAI*





Center indonesia BANGKINANG*– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang melaksanakan kegiatan penyematan tanda kenaikan pangkat kepada 28 orang pegawai sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan pengabdian. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lapas Bangkinang pada Kamis, 16 April 2026, dan diikuti oleh jajaran pejabat struktural, seluruh pegawai, serta peserta magang dari Kemnaker.

Dari total 28 pegawai yang menerima kenaikan pangkat, sebanyak 23 orang naik dari Pengatur Muda Tingkat I (II/b) menjadi Pengatur (II/c), 2 orang dari Pengatur Tingkat I (II/d) menjadi Penata Muda (III/a), 2 orang dari Penata Muda (III/a) menjadi Penata Muda Tingkat I (III/b), serta 1 orang dari Penata (III/c) menjadi Penata Tingkat I (III/d).

Penyematan tanda kenaikan pangkat ini merupakan penegasan administratif atas hak kepegawaian yang diperoleh melalui mekanisme yang berlaku, meliputi masa kerja, penilaian kinerja, serta pemenuhan persyaratan lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar peningkatan golongan, melainkan bentuk penghargaan negara atas dedikasi dan loyalitas pegawai dalam menjalankan tugas.

“Kenaikan pangkat ini adalah bentuk apresiasi atas kinerja dan pengabdian yang telah saudara berikan. Kami berharap, momentum ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, dan integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar Alexander.

Salah satu pegawai penerima kenaikan pangkat, James, turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian pimpinan terhadap pemenuhan hak-hak kepegawaian.

“Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras kami selama ini. Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik, meningkatkan kinerja, serta mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan di Lapas Bangkinang,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini menjadi pengingat bahwa setiap capaian bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Lapas Kelas IIA Bangkinang optimis terus menghadirkan kinerja yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.

(Desi)

APRESIASI KINERJA PEGAWAI, LAPAS BANGKINANG GELAR PENYEMATAN KENAIKAN PANGKAT 28 PEGAWAI*





Center indonesia  BANGKINANG*– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang melaksanakan kegiatan penyematan tanda kenaikan pangkat kepada 28 orang pegawai sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan pengabdian. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lapas Bangkinang pada Kamis, 16 April 2026, dan diikuti oleh jajaran pejabat struktural, seluruh pegawai, serta peserta magang dari Kemnaker.

Dari total 28 pegawai yang menerima kenaikan pangkat, sebanyak 23 orang naik dari Pengatur Muda Tingkat I (II/b) menjadi Pengatur (II/c), 2 orang dari Pengatur Tingkat I (II/d) menjadi Penata Muda (III/a), 2 orang dari Penata Muda (III/a) menjadi Penata Muda Tingkat I (III/b), serta 1 orang dari Penata (III/c) menjadi Penata Tingkat I (III/d).

Penyematan tanda kenaikan pangkat ini merupakan penegasan administratif atas hak kepegawaian yang diperoleh melalui mekanisme yang berlaku, meliputi masa kerja, penilaian kinerja, serta pemenuhan persyaratan lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar peningkatan golongan, melainkan bentuk penghargaan negara atas dedikasi dan loyalitas pegawai dalam menjalankan tugas.

“Kenaikan pangkat ini adalah bentuk apresiasi atas kinerja dan pengabdian yang telah saudara berikan. Kami berharap, momentum ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, dan integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar Alexander.

Salah satu pegawai penerima kenaikan pangkat, James, turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian pimpinan terhadap pemenuhan hak-hak kepegawaian.

“Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras kami selama ini. Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik, meningkatkan kinerja, serta mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan di Lapas Bangkinang,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini menjadi pengingat bahwa setiap capaian bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Lapas Kelas IIA Bangkinang optimis terus menghadirkan kinerja yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.

(Desi)

Kalapas Pekanbaru Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Pembangunan Pekanbaru yang Lebih Maju





Center indonesia Pekanbaru,  – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, turut menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pekanbaru Tahun 2027 yang digelar di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Rabu (15/4/2026) siang.

Kegiatan Musrenbang tersebut secara resmi dibuka oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, dan dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemimpin terdahulu, hingga perwakilan pihak swasta. Kehadiran Yuniarto dalam forum ini menjadi bagian dari sinergi antarinstansi dalam mendukung arah pembangunan daerah yang lebih komprehensif.

Dalam sambutannya, Wali Kota Agung Nugroho menegaskan bahwa pembangunan Kota Pekanbaru masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait pemerataan infrastruktur serta pengendalian banjir. Meski demikian, ia menyebut upaya yang dilakukan pemerintah mulai menunjukkan hasil, salah satunya dengan waktu surut banjir yang kini lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

“Infrastruktur belum merata, pengendalian banjir masih terus kita perjuangkan. Memang belum tuntas, tapi sekarang surutnya sudah lebih cepat,” ujarnya.

Selain itu, Agung juga memaparkan berbagai capaian selama masa kepemimpinannya, termasuk keberhasilan menyelesaikan utang daerah pada tahun pertama. Namun, pemerintah daerah kembali dihadapkan pada tantangan berupa pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar Rp433 miliar. Meski demikian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru justru mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai Rp1,2 triliun pada tahun lalu.

Di sektor infrastruktur, Pemko Pekanbaru telah menyelesaikan pembangunan dan pengaspalan sekitar 42 kilometer jalan pada 2025, serta menargetkan tambahan sekitar 50 kilometer jalan pada 2026. Sementara itu, program pelayanan dasar seperti Universal Health Coverage (UHC) juga terus dilanjutkan guna menjamin akses kesehatan bagi masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Musrenbang sebagai forum strategis dalam menyerap aspirasi dan merumuskan arah pembangunan daerah. Ia menilai kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan instansi pemasyarakatan, sangat penting dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui Musrenbang RKPD Tahun 2027 ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif, sehingga program pembangunan Kota Pekanbaru ke depan semakin tepat sasaran serta mampu menjawab berbagai tantangan yang ada.

(Desi)

Lapas Kelas IIA Pekanbaru Masuk 6 Besar Nasional, Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Verifikasi Lapangan Lomba Klinik Terbaik





Center indondonesia Pekanbaru, – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau mengikuti kegiatan zoom meeting verifikasi lapangan terhadap UPT Lapas Kelas IIA Pekanbaru dalam rangka lomba Klinik Terbaik menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan, Rabu (15/04/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau.

Pelaksanaan verifikasi ini merupakan tindak lanjut dari usulan Klinik Terbaik berdasarkan Surat Kepala Kantor Wilayah Nomor: WP.4.PK.07.01-1229 tanggal 22 Maret 2026, yang mengusulkan Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan Lapas Narkotika Rumbai sebagai perwakilan. Dari hasil seleksi, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berhasil menembus 6 besar Klinik Terbaik tingkat nasional.

Kegiatan verifikasi dibuka oleh Kasubdit Perawatan Kesehatan Dasar Direktorat Watkeshab, Bapak Pahrul, yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung fasilitas poliklinik melalui media virtual. Dalam proses tersebut, tim verifikator memberikan sejumlah catatan penting, di antaranya perlunya menjaga area poliklinik sebagai kawasan steril bebas asap rokok, serta optimalisasi ruang tunggu pasien terutama dalam kondisi cuaca hujan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan.

Selain itu, dilakukan pula sesi wawancara terhadap jajaran Lapas Kelas IIA Pekanbaru, khususnya Kasubsi Bimaswat beserta tim poliklinik, guna mendalami pengelolaan layanan kesehatan. Terkait pengelolaan Dana Kapitasi BPJS, disarankan agar berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2022 tentang penggunaan jasa pelayanan kesehatan dan dukungan biaya operasional dalam pemanfaatan dana kapitasi.

(Desi)

Jawaban Pemerintah Atas LKPJ 2025: Wabup Siak Tekankan Efisiensi Anggaran dan Sinergi Program Nasional.





Center indonesia Siak Sri Indrapura – Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menyampaikan, tanggapan dan jawaban Pemerintah Daerah terhadap Pandangan Umum Fraksi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Siak Tahun 2025.

Tanggapan tersebut di sampaikan dalam rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Siak di Ruang Rapat Puti Kacang Mayang, Gedung Panglima Ghimbam, Rabu, (15/4/2026).

Wabup Syamsurizal menegaskan, saat ini pemerintah fokus pada efisiensi dan penataan BUMD. Menanggapi pandangan fraksi terkait kemandirian ekonomi, Pemerintah Kabupaten Siak berkomitmen melakukan pembenahan BUMD agar memberikan kontribusi nyata bagi PAD.

"Langkah konkret yang diambil meliputi evaluasi kinerja berkala, penguatan manajemen, hingga penataan unit usaha yang kurang produktif," ujarnya.

Ia mengatakan, ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, Pemkab Siak juga menegaskan komitmennya terhadap efisiensi belanja daerah. 

"Kami memastikan pelayanan publik tidak akan terganggu. Hasil penghematan belanja diarahkan langsung untuk memperkuat program prioritas yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat," tegas Syamsurizal.

Syamsurizal mengapresiasi para anggota legislatif atas masukan, pertanyaan, dan saran yang diberikan demi perbaikan tata kelola pemerintahan di Negeri Istana.

Menjawab isu ketimpangan pembangunan infrastruktur, Wabup menjelaskan adanya tantangan geografis berupa lahan gambut dan wilayah konsesi perusahaan yang memerlukan perizinan khusus. 

"Saat ini, kondisi jalan mantap di Kabupaten Siak mencapai 51,17% atau 957,017 km. Fokus utama pembangunan saat ini adalah memperkuat konektivitas antar-kampung di seluruh kecamatan," terangnya.

Di sektor sosial, Pemkab Siak mencatatkan prestasi membanggakan dengan kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 77,19% pada tahun 2025, naik dari 76,52% di tahun sebelumnya. 

"Capaian ini menempatkan Siak di posisi ketiga tertinggi di Provinsi Riau, serta menduduki peringkat pertama untuk kategori Kabupaten se-Provinsi Riau," ulasnya lagi.

Selain itu, kata dia dari sisi sinergi Kebijakan Nasional menutup jawabannya, Wabup menekankan pentingnya sinergi antara daerah dan pusat sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014. 

Pemerintah Kabupaten Siak berkomitmen untuk memastikan setiap program daerah terintegrasi dengan arah kebijakan nasional dan program strategis pusat.

"Ke depan, diperlukan langkah aktif dan progresif bersama DPRD agar sinergi ini berjalan baik, termasuk dalam optimalisasi PAD dan penanganan isu lingkungan seperti Karhutla," pungkasnya.

Diseminasi:
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak
Desi/MC-Siak

Tanamkan Pendidikan Penuh Kasih, Bupati Siak Dorong Guru RA Terapkan KBC






Center indonesia Siak – Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengatakan, bahwa peran guru Raudhatul Athfal (RA) sangat strategis dalam membentuk fondasi karakter generasi masa depan.

Menurut Bupati Afni, RA mengusung konsep workshop deep learning yang dipadukan dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) untuk meningkatkan kompetensi guru RA serta memperkuat pendidikan karakter anak sejak usia dini.

"InsyaAllah, guru RA adalah orang-orang yang meletakkan peradaban anak-anak kita ke depan, menciptakan anak-anak yang sholeh dan sholehah, serta mampu mewujudkan negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujar Bupati Afni di Balairung Datuk Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat, Kamis, (16/4/2026).

Bupati Afni saat membuka pelatihan  Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Siak, juga menyambut baik penerapan Kurikulum Berbasis Cinta yang menekankan tiga unsur utama, yakni cinta kepada Allah dan Rasul, cinta kepada sesama, serta cinta terhadap alam, lingkungan, dan tanah air. 

“Saya menyambut baik kurikulum berbasis cinta ini. Selamat mengikuti pelatihan di Kota Siak. Saya yakin ilmu yang ibu-ibu ajarkan insyaAllah menjadi jariyah hingga akhirat. Mari kita jaga dunia pendidikan kita,” ucap Afni.

Pelatihan yang digelar oleh PD IGRA Kabupaten Siak, dan Kelompok Kerja RA Kabupaten Siak bersama Kelompok Kerja (KK) RA ini mengusung konsep workshop deep learning bertujuan meningkatkan kompetensi guru RA Se-Kabupaten Siak. 

Menurutnya, konsep Kurikulum Berbasis Cinta merupakan metode pembelajaran yang efektif karena menyentuh hati, bukan didasari oleh rasa takut, tekanan, atau paksaan. Anak-anak akan tumbuh optimal jika belajar dalam suasana yang penuh kasih sayang, kenyamanan, kelembutan, dan keteladanan.

Bupati Afni turut mengapresiasi sinergi antara IGRA dan Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan RA di daerah, serta mendorong para guru untuk terus mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak yang diwakili oleh Syaifuddin menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong peningkatan kapasitas guru RA.

“Kami tentu berharap materi yang diperoleh selama pelatihan ini dapat dipahami secara utuh dan diimplementasikan dalam proses pembelajaran di masing-masing lembaga,” ujarnya.

Ia juga berharap agar guru RA mampu memahami karakter dan kebutuhan anak, sekaligus menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, inovatif, dan dilandasi dengan rasa cinta.

Ketua PD IGRA Kabupaten Siak menyampaikan bahwa pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai 16 hingga 17 April 2026 yang diikuti  29 lembaga RA se-Kabupaten Siak, sebanyak 103 peserta. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari luar daerah dan didukung melalui swadaya organisasi serta partisipasi para guru.

Kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan teknis, pembentukan kelompok belajar, serta penyusunan agenda pelatihan selama 2 hari ke depan, guna memastikan implementasi deep learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dapat berjalan optimal di masing-masing satuan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru RA mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, sehingga dapat melahirkan generasi emas yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

(Desi/MC Siak)

Pemkab Siak Dorong Petani Jemput Program PSR, Bupati Afni : Kuncinya Kolaborasi.





 
Center indonesia Siak - Bupati Siak, Afni Zulkifli, membuka Sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun (PKSP) Tahun 2026 dan menegaskan pentingnya kolaborasi serta kesiapan petani dalam mengakses program tersebut agar berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
 
Dalam arahannya, Afni menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Siak ditopang oleh dua sektor pendorong utama, manufaktur dan perkebunan. Jika kedua sektor ini terganggu, maka akan berdampak langsung pada ekonomi daerah.
 
“Kalau industri terganggu produksinya, ekonomi ikut terganggu. Begitu juga perkebunan, kalau harga sawit tidak baik, produktivitas rendah, atau konflik lahan terjadi, itu juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi,” ujar Bupati Afni, di Okky Resto, Jalan Raja Kecik, Kamis (16/4/2026).
 
Ia menyebutkan, di tengah keterbatasan lahan di Kabupaten Siak, peningkatan produktivitas menjadi satu-satunya solusi, sehingga program Peremajaan Kelapa Sawit dari Pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh petani.
 
“Lahan kita sudah tidak ada lagi untuk perluasan. Maka produktivitas yang harus kita dorong dengan melakukan PSR dan program ini harus kita akses bersama,” tegasnya.
 
Ia juga menegaskan, jika petani masih kesulitan mengakses program, maka pelayanan harus dibenahi. Peluang dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit disebutnya cukup besar dan perlu dimanfaatkan bersama.
 
Ia mendorong kelompok tani untuk aktif menyiapkan proposal dan jemput peluang agar program dapat dimanfaatkan secara optimal. Untuk tahun 2026 target peremajaan kebun kelapa sawit di Kabupaten Siak seluas 750 Ha, target ini mencakup perkebunan eks Plasma dan Perkebunan Swadaya.
 
 "Kuncinya kolaborasi dan konsolidasi. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri, kalau tidak kita hanya jadi penonton kebijakan negara,” tegas Afni.
 
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Siak, Kaharuddin selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada petani terkait teknis dan persyaratan program PSR.
 
"Program PSR ini penting dalam meningkatkan produktivitas, kualitas, serta kesejahteraan petani kelapa sawit yang memiliki kontribusi yang begitu besar bagi ekonomi Kabupaten Siak selama ini. Yang tumbuh dan tampaknya telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kita saat ini. hingga 2025 program PSR telah menjangkau 3.119 kebun dengan luas 7.223 hektar di Kabupaten Siak," kata dia.
 
Ketua Koperasi Jasa Jaya Abadi Sungai Berbari, Purnama, menyampaikan bahwa pihaknya tertarik untuk mengikuti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Saat ini kelompoknya telah mulai mengurus pengajuan, meskipun masih terdapat tahapan perbaikan administrasi yang perlu diselesaikan.
 
“Kami tertarik untuk mengikuti PSR, apalagi tadi Bupati juga menyampaikan agar program ini diperbanyak. Saat ini kami sudah mulai mengurus pengajuan, namun masih ada tahap perbaikan administrasi. Dengan adanya pendampingan dari dinas, kami merasa lebih termotivasi dan terbantu dalam proses pengusulan," ringkasnya.

(Desi/MC Kabupaten Siak)
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done