M C I

Rabu, 07 Januari 2026

Jelang Festival Melayu Day 2026, Ketua SPSI Provinsi Riau Nursal Tanjung, bersama Ketua EO Ny. Mimi dan Koordinator Club Modeling Ny. Yuni, Lakukan Pemantapan.


Center Indonesia Pekanbaru
: Ketua SPSI Provinsi Riau, Nursal Tanjung, duduk bareng bersama Ketua EO Kewirausahaan Koperasi UMKM SPSI Provinsi Riau Ny. Mimi dan Koordinator Club Modeling Biduan SPSI Provinsi Riau Ny. Yuni, dalam rangka mempersiapkan Keikut sertaan dalam Festival Melayu Day 2026 di Yala Thailand yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 sampai 16 Februari 2026. Rabu (7/1/2026)


Disela sela-sela acara, kepada awak media, Ketua EO Kewirausahaan Koperasi UMKM SPSI Provinsi Riau Ny. Mimi, menerangkan bahwa, keterwakilan dari UMKM SPSI ada 4 UMKM dan dari Modeling 1 orang, sedangkan dari penyanyi ada 3 orang.


Lanjutnya,"Kita harapkan kehadiran UMKM SPSI Provinsi Riau ditingkat Internasional menyemangati masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Riau, dan dapat membudayakan semangat UMKM, membangun kesejahteraan keluarga dan menggeliatkan serta menggerakkan perekonomian nasional.


Selain itu sebagai promosi pengenalan Pariwisata tanah lancang kuning kepada dunia internasional baik promosi keindahan alamnya yang belum terexplor secara maksimal tetapi mempunyai suatu keindahan yang khusus yang tidak dimiliki Daerah atau pun Negara lain seperti Bono di Kampar maupun Budaya kesenian nya, ujar Ny. Mimi


Sejalan dengan visi Riau 2020 dan ungkapan "Tak kan hilang Melayu di Bumi", hal ini menggambarkan semangat masyarakat Riau menjadikan Riau sebagai pusat perekonomian dan pusat kebudayaan Melayu di wilayah Asia Tenggara, pungkasnya.


Dan kita ketahui keberadaan adat di Kebudayaan Melayu sangat sentral dan fundamental sebagai inti peradaban, pedoman hidup identitas dan landasan hukum yang mengatur hampir seluruh aspek kehidupan dari hal-hal besar sampai hal yang terkecil, mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal, Kata Ny. Mimi.


Perlu kita ketahui bersama bahwa Melayu Day yang akan kita ikuti ini adalah festival budaya tahunan yang diadakan di Kota Yala, Thailand Selatan, untuk merayakan dan mempererat hubungan budaya Melayu antara Indonesia, Malaysia, dan komunitas Melayu Thailand Selatan, menampilkan seni, UMKM, serta promosi pendidikan dan perdagangan, menunjukkan kedekatan budaya yang kuat di wilayah tersebut. 


Tentunya dari acara yang akan kita ikuti ini bertujuan untuk memperkuat ikatan budaya, historis, dan diplomatik antara Indonesia, Malaysia, dan komunitas Melayu di Thailand Selatan dan Penguatan Diplomasi, membuka peluang kerja sama di berbagai bidang antara ketiga negara, tutup Ny. Mimi.


(Desi suarni)

Polda Riau Lepas 10 Bhabin Peraih Green Policing Award ke Tanah Suci


Center Indonesia
Kepolisian Daerah (Polda) Riau resmi melepas keberangkatan 10 personel Bhabinkamtibmas terbaik untuk menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci. Para personel yang berangkat merupakan pemenang Green Policing Award, sebuah penghargaan atas dedikasi luar biasa dalam menjaga lingkungan dan keamanan di wilayah tugas masing-masing.


Suasana haru dan bangga menyelimuti Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru saat rombongan tiba sekira pukul 05.00 WIB, Selasa (6/1/2026). Pelepasan ini dihadiri langsung oleh Dir Binmas Polda Riau dan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto.


Penghargaan umroh ini merupakan realisasi janji Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan untuk memberikan reward kepada personel yang proaktif dalam program Green Policing. Program ini menitikberatkan pada peran kepolisian dalam pelestarian lingkungan serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.


"Hari ini kita mengantar rekan-rekan Bhabinkamtibmas yang telah menunjukkan kinerja melebihi panggilan tugasnya, khususnya dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan di Bumi Lancang Kuning," ujar Kombes Anom.


Motivasi bagi Personel Lain

Pemberian penghargaan ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran kepolisian di Riau untuk terus berinovasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun lingkungan.


"Semoga ibadah yang dijalankan berjalan lancar dan sekembalinya dari Tanah Suci dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya.


Proses keberangkatan terpantau berjalan dengan aman dan lancar. Para personel dijadwalkan akan berada di Tanah Suci selama beberapa hari ke depan sebelum kembali bertugas di satuan masing-masing.


Adapun 10 personel yang berangkat berasal dari berbagai polres jajaran di bawah naungan Polda Riau, yakni:


1. Bripka Khairi (Polres Kep. Meranti)

2. Bripka Dwi Puryanto (Polres Pelalawan)

3. Bripka Rosady Elian (Polres Siak)

4. Bripka Ade Rahmat Rezki (Polres Inhu)

5. Brigadir Yoga Sulistio (Polres Inhil)

6. Bripka Richi Sagita (Polres Bengkalis)

7. Bripka Mariono (Polres Kuansing)

8. Aipda Jaka Anriadi (Polres Dumai)

9. Aipda Wawan Asroy Harahap (Polres Kampar)

10. Endah Ernawati (Istri Aiptu Setyo Bagus Kuncoro, Polda Riau)

(Desi suarni)

Kapolda Riau Resmikan Program “Tabung Harmoni Hijau”


Center Indonesia Pekanbaru
- Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan secara resmi meluncurkan program “Tabung Harmoni Hijau Polda Riau”, sebuah inovasi strategis yang bertujuan membekali personel Polri dan masyarakat dengan keterampilan pertanian modern dan kewirausahaan, sebagai upaya nyata mewujudkan kemandirian ekonomi serta mendukung ketahanan pangan nasional. 


Peresmian program berlangsung khidmat dan menjadi bukti komitmen Polda Riau dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah di sektor pangan dan ekonomi berkelanjutan. 


Dalam sambutannya, Kapolda Riau menegaskan bahwa Tabung Harmoni Hijau bukan sekadar program penghijauan atau pemanfaatan lahan kosong, melainkan wadah edukasi sekaligus investasi keterampilan jangka panjang bagi personel Polri dan masyarakat. 


“Kita ingin menciptakan ekosistem di mana setiap individu memiliki kemampuan mengelola sumber daya alam secara bijak. Melalui pertanian modern dan jiwa kewirausahaan, kita membangun masa depan yang mandiri dan sejahtera,” ucap Irjen Pol Herry Heryawan di lokasi di Jalan Limbungan, Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Rabu (7/1/2026). 


Kapolda berharap keterampilan yang diperoleh melalui program ini dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, baik selama masih aktif bertugas maupun setelah purna tugas. 


Program Tabung Harmoni Hijau Polda Riau dirancang secara terintegrasi dengan beberapa fokus utama, di antaranya, Edukasi Pertanian Modern, melalui pelatihan teknik tanam yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Penguatan Kewirausahaan, dengan pendampingan pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Peningkatan Kesejahteraan, yang diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi keluarga dan masyarakat sekitar dan kebermanfaatan Lingkungan, dengan menciptakan kawasan hijau yang asri sekaligus produktif di lingkungan Polda Riau. 


Peresmian program ditandai dengan pemukulan gong oleh Kapolda Riau sebagai simbol dimulainya Tabung Harmoni Hijau, serta penandatanganan kerja sama pemanfaatan lahan antara Pemerintah Kota Pekanbaru dan Polda Riau. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho secara resmi memberikan pinjam pakai lahan kepada Polda Riau sebagai lokasi pengembangan program. 


Usai peresmian, Kapolda Riau didampingi seluruh Pejabat Utama Polda Riau bersama Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho melakukan peninjauan langsung ke area lahan yang akan dijadikan pusat pelatihan dan pengembangan Tabung Harmoni Hijau. 


Melalui program ini, Polda Riau menunjukkan peran aktif Polri tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga sebagai agen transformasi sosial dan ekonomi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. 


“Polri harus hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Program ini adalah salah satu bentuk pengabdian kami untuk mendukung kemandirian pangan, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan bersama,” tegas Kapolda Riau. 


Program Tabung Harmoni Hijau Polda Riau diharapkan dapat menjadi role model bagi instansi lain dalam memanfaatkan lahan dan potensi sumber daya manusia, sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian pangan dan ekonomi berkelanjutan di Provinsi Riau.

(Desi suarni)

Perkuat Integritas 2026, Kalapas Pekanbaru Ikuti Penandatanganan Janji Kinerja di Kanwil Ditjenpas Riau


Center Indonesia Pekanbaru
– Mengawali kalender kerja tahun 2026 dengan semangat profesionalisme, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menghadiri langsung kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Komitmen Pelaksanaan Janji Kinerja Tahun 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau, Rabu (07/01/2026).


Kegiatan ini merupakan agenda krusial sebagai bentuk deklarasi kesiapan seluruh jajaran Pemasyarakatan di wilayah Riau dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi selama satu tahun ke depan.


Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas Riau, Maizar, memberikan arahan tegas mengenai esensi dari penandatanganan ini. Beliau menekankan bahwa dokumen yang ditandatangani bukan sekadar formalitas di atas kertas.


"Perjanjian kinerja adalah kontrak integritas dan kontrak hasil. Apa yang kita tandatangani hari ini adalah janji profesional yang akan dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada organisasi, tetapi juga kepada masyarakat dan negara," tegas Maizar dalam arahannya.


Lebih lanjut, Kakanwil mengingatkan bahwa sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, setiap pimpinan unit pelaksana teknis (UPT) harus menjadi penggerak perubahan yang nyata. Beliau juga memberikan pesan kuat agar janji kinerja ini dijadikan kompas dalam bekerja.


"Jadikan perjanjian kinerja ini sebagai kompas arah kerja, bukan sekadar arsip dokumen. Jadikan target kinerja sebagai pemacu semangat, bukan beban. Pemasyarakatan hanya akan maju jika dipimpin oleh orang-orang yang berani bertanggung jawab dan konsisten pada nilai," tambahnya.


Kehadiran langsung Kalapas Pekanbaru dalam kegiatan ini juga membawa misi besar. Sebagai instansi yang telah berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Lapas Pekanbaru kini tengah mengerahkan seluruh daya dan upaya untuk meraih predikat tertinggi, yaitu Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).


Ditemui usai acara, Kalapas Pekanbaru menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan seluruh poin janji kinerja tersebut di lingkungan Lapas Pekanbaru.


"Kami berkomitmen menjadikan tahun 2026 sebagai tahun akselerasi prestasi. Selaras dengan arahan Kakanwil, kami di Lapas Pekanbaru akan terus memperkuat tata kelola yang bersih dan berorientasi pada pelayanan publik. Mempertahankan WBK adalah kewajiban, namun mewujudkan WBBM adalah target mutlak kami melalui inovasi pelayanan dan penguatan integritas seluruh petugas," ujar Yuniarto.


Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan koordinasi antar Kepala UPT se-Riau. Fokus utama Lapas Pekanbaru ke depannya adalah memastikan sistem reintegrasi sosial warga binaan berjalan optimal sesuai amanat undang-undang, sembari memastikan tidak ada ruang bagi pelanggaran integritas di dalam lapas.


Dengan ditandatanganinya janji kinerja ini, Lapas Pekanbaru siap melangkah pasti demi mewujudkan Pemasyarakatan yang Maju dan Bermanfaat bagi Masyarakat.

(Desi suarni)

Selasa, 06 Januari 2026

Getarkan Semangat Awal Tahun, Kalapas dan Jajaran Lapas Kelas I Bandar Lampung Ikrarkan 6 Janji Kinerja 2026


Center Indonesia Bandar Lampung
– Komitmen untuk mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dan melayani dikukuhkan secara kolektif oleh jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung. Pada Rabu pagi (7/1/2026), Kepala Lapas (Kalapas) Ike Rahmawati memimpin langsung "Apel Pengucapan dan Penandatanganan Janji Kinerja Tahun 2026" yang diikuti oleh seluruh pejabat struktural dan petugas di lapangan apel utama.


Suasana khidmat terasa saat Kalapas membacakan naskah Deklarasi Janji Kinerja yang kemudian diikuti dengan lantang oleh seluruh peserta apel. Enam poin krusial menjadi inti dari ikrar tersebut, yang menjadi fondasi kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di tahun ini.


Poin pertama dan utama yang ditekankan adalah integritas. Seluruh pegawai berjanji menjunjung tinggi kejujuran dan menolak tegas segala bentuk korupsi, kolusi, nepotisme, dan gratifikasi.


"Janji kinerja ini bukan sekadar seremonial, tapi kontrak moral kita. Kita telah berikrar untuk bekerja profesional, terukur, dan bertanggung jawab. Fokus utama kita tahun ini adalah mendukung 15 Program Aksi Kemenimipas sebagai implementasi nyata dari slogan 'Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA'," tegas Ike Rahmawati dalam amanatnya.


Selain aspek integritas, janji kinerja tahun ini juga menyoroti standar pelayanan publik. Jajaran Lapas Kelas I Bandar Lampung berkomitmen memberikan layanan yang cepat, adil, transparan, dan bebas konflik kepentingan. Hal ini selaras dengan poin kelima, yakni dukungan penuh terhadap pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani) dengan mengamalkan nilai-nilai PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, Akuntabel).


Sebagai bentuk keseriusan, dalam poin terakhir deklarasi tersebut, seluruh pegawai menyatakan kesediaannya untuk diawasi, dievaluasi, dan diaudit secara terbuka. Mereka juga menyatakan kesiapan menerima sanksi—baik administratif, disiplin, maupun pidana—apabila terbukti melanggar peraturan perundang-undangan.


Penandatanganan komitmen ini menjadi simbol bahwa Lapas Kelas I Bandar Lampung siap "berlari" di tahun 2026 dengan integritas yang kokoh dan orientasi pelayanan yang memuaskan masyarakat.

(Desi suarni)

Pimpin Rapat Perdana 2026, Kalapas Kelas I Bandar Lampung: Pelayanan Publik Adalah Wajah Kita!


Center Indonesia Bandar Lampung
– Usai melaksanakan apel deklarasi janji kinerja, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, langsung bergerak cepat melakukan konsolidasi internal. Pada Rabu (7/1/2026), Kalapas mengumpulkan seluruh pejabat struktural mulai dari Kepala Bidang (Kabid), Kepala Bagian (Kabag), Kepala Seksi (Kasi), hingga Kepala Sub Bagian (Kasubag) untuk melaksanakan rapat dinas awal tahun di ruang rapat utama.


Dalam arahannya, Ike Rahmawati menekankan bahwa tahun 2026 adalah tahun akselerasi. Ia kembali mengingatkan jajarannya untuk memedomani 15 Program Prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta butir-butir Janji Kinerja yang baru saja diikrarkan. Menurutnya, dokumen tersebut bukan sekadar hafalan, melainkan panduan taktis dalam bekerja.


Fokus utama yang digarisbawahi oleh Kalapas adalah sektor pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa persepsi masyarakat terhadap institusi sangat bergantung pada kualitas layanan yang diberikan, baik kepada warga binaan maupun keluarga yang berkunjung.


"Saya minta kedepankan pelayanan publik yang prima. Ingat, pelayanan publik adalah 'wajah' Lapas ini. Jika pelayanan kita ramah, cepat, dan transparan, maka citra positif institusi akan terbangun dengan sendirinya. Jangan ada lagi pelayanan yang berbelit-belit," tegas Ike Rahmawati.


Selain membahas target tahun depan, rapat ini juga menjadi momen refleksi. Kalapas mengajak seluruh jajaran untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap kinerja sepanjang tahun 2025. Segala kekurangan di tahun lalu harus menjadi bahan perbaikan agar tidak terulang, sementara capaian positif harus ditingkatkan.


Menutup arahannya, Ike Rahmawati memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran pejabat struktural atas dedikasi dan kinerja solid yang telah ditunjukkan selama tahun 2025.


"Terima kasih kepada seluruh Kabid, Kasi, dan Kasubag atas kerja kerasnya tahun lalu. Namun, jangan cepat puas. Mari kita pertahankan predikat sebagai salah satu UPT terbaik, terus berkembang, dan buktikan bahwa Lapas Kelas I Bandar Lampung mampu memberikan kontribusi nyata bagi Kemenimipas," pungkasnya

(Desi suarni)

Kapolda Riau Resmikan Program “Tabung Harmoni Hijau”


Center Indonesia Pekanbaru
- Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan secara resmi meluncurkan program “Tabung Harmoni Hijau Polda Riau”, sebuah inovasi strategis yang bertujuan membekali personel Polri dan masyarakat dengan keterampilan pertanian modern dan kewirausahaan, sebagai upaya nyata mewujudkan kemandirian ekonomi serta mendukung ketahanan pangan nasional. 


Peresmian program berlangsung khidmat dan menjadi bukti komitmen Polda Riau dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah di sektor pangan dan ekonomi berkelanjutan. 


Dalam sambutannya, Kapolda Riau menegaskan bahwa Tabung Harmoni Hijau bukan sekadar program penghijauan atau pemanfaatan lahan kosong, melainkan wadah edukasi sekaligus investasi keterampilan jangka panjang bagi personel Polri dan masyarakat. 


“Kita ingin menciptakan ekosistem di mana setiap individu memiliki kemampuan mengelola sumber daya alam secara bijak. Melalui pertanian modern dan jiwa kewirausahaan, kita membangun masa depan yang mandiri dan sejahtera,” ucap Irjen Pol Herry Heryawan di lokasi di Jalan Limbungan, Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Rabu (7/1/2026). 


Kapolda berharap keterampilan yang diperoleh melalui program ini dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, baik selama masih aktif bertugas maupun setelah purna tugas. 


Program Tabung Harmoni Hijau Polda Riau dirancang secara terintegrasi dengan beberapa fokus utama, di antaranya, Edukasi Pertanian Modern, melalui pelatihan teknik tanam yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Penguatan Kewirausahaan, dengan pendampingan pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Peningkatan Kesejahteraan, yang diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi keluarga dan masyarakat sekitar dan kebermanfaatan Lingkungan, dengan menciptakan kawasan hijau yang asri sekaligus produktif di lingkungan Polda Riau. 


Peresmian program ditandai dengan pemukulan gong oleh Kapolda Riau sebagai simbol dimulainya Tabung Harmoni Hijau, serta penandatanganan kerja sama pemanfaatan lahan antara Pemerintah Kota Pekanbaru dan Polda Riau. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho secara resmi memberikan pinjam pakai lahan kepada Polda Riau sebagai lokasi pengembangan program. 


Usai peresmian, Kapolda Riau didampingi seluruh Pejabat Utama Polda Riau bersama Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho melakukan peninjauan langsung ke area lahan yang akan dijadikan pusat pelatihan dan pengembangan Tabung Harmoni Hijau. 


Melalui program ini, Polda Riau menunjukkan peran aktif Polri tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga sebagai agen transformasi sosial dan ekonomi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. 


“Polri harus hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Program ini adalah salah satu bentuk pengabdian kami untuk mendukung kemandirian pangan, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan bersama,” tegas Kapolda Riau. 


Program Tabung Harmoni Hijau Polda Riau diharapkan dapat menjadi role model bagi instansi lain dalam memanfaatkan lahan dan potensi sumber daya manusia, sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian pangan dan ekonomi berkelanjutan di Provinsi Riau.

(Desi suarni)

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done